Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Mengungkapkan Perasaan Pribadi Secara Lisan dengan Bantuan Gambar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 dengan topik "Mengungkapkan Perasaan Pribadi Secara Lisan dengan Bantuan Gambar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2: Mengungkapkan Perasaan Pribadi Secara Lisan dengan Bantuan Gambar

Bahasa Indonesia - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengungkapkan Perasaan Pribadi Secara Lisan dengan Bantuan Gambar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengungkapkan Perasaan Pribadi Secara Lisan dengan Bantuan Gambar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkapkan perasaan pribadi secara lisan disertai penyebab munculnya perasaan tersebut dengan bantuan gambar
  2. Murid dapat merespons dan menanggapi ungkapan perasaan teman dengan baik dan santun dalam percakapan sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa yang membuatmu merasa seperti itu?
  2. Pernahkah kamu menceritakan perasaanmu kepada teman atau keluarga?
  3. Apa yang kamu lakukan ketika temanmu menceritakan perasaannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan menyapa murid dengan hangat
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu tentang perasaan atau melakukan ice breaking sederhana
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan perasaan murid hari ini secara lisan (diagnostik)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengungkapkan perasaan kita dan mendengarkan perasaan teman dengan baik
  • Guru menampilkan gambar berbagai ekspresi wajah (senang, sedih, marah, takut) dan bertanya: Apa yang kalian lihat? Siapa yang pernah merasakan seperti ini?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4-5 gambar situasi yang menunjukkan perasaan berbeda (misalnya: anak kehilangan mainan, anak mendapat hadiah, anak bermain dengan teman)
  • Murid mengamati gambar dan guru memandu diskusi: Apa yang terjadi di gambar ini? Bagaimana perasaan anak di gambar? Mengapa ia merasa seperti itu?
  • Guru memberikan contoh cara mengungkapkan perasaan dengan kalimat lengkap: Saya merasa senang karena bermain dengan teman
  • Murid menirukan contoh yang diberikan guru dengan antusias
  • Guru menjelaskan pentingnya menyebutkan perasaan dan penyebabnya agar orang lain memahami kita

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid mendapat satu kartu bergambar situasi yang menunjukkan perasaan tertentu
  • Murid diminta memikirkan perasaan apa yang muncul dari gambar tersebut dan apa penyebabnya
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
  • Setiap murid dalam kelompok bergiliran mengungkapkan perasaan dari gambarnya dengan kalimat: Saya merasa ... karena ...
  • Anggota kelompok lain mendengarkan dengan saksama dan merespons dengan kalimat santun: Oh, kamu merasa ... atau Aku paham perasaanmu
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik positif serta bantuan jika ada murid yang kesulitan
  • Beberapa murid terpilih mempresentasikan di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah bercerita tentang perasaan tadi? Apakah menyenangkan?
  • Murid berbagi pengalaman: apa yang mudah dan apa yang sulit saat mengungkapkan perasaan atau mendengarkan teman
  • Guru memandu refleksi: Mengapa penting untuk menceritakan perasaan kita? Apa yang harus kita lakukan saat teman bercerita tentang perasaannya?
  • Murid menyimpulkan bersama guru: Mengungkapkan perasaan membuat kita lega dan orang lain bisa memahami kita; mendengarkan teman dengan baik membuat teman merasa dihargai
  • Setiap murid menuliskan satu kalimat tentang perasaan pribadinya hari ini di buku tugas sebagai refleksi tertulis

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara acak mengungkapkan satu perasaan dan penyebabnya
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian mengungkapkan perasaan dan sikap menghargai teman
  • Guru menyampaikan pesan: Kalian boleh selalu menceritakan perasaan kalian kepada guru, orangtua, atau teman. Perasaan kita penting
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bernyanyi lagu perasaan atau tepuk tangan bersama
  • Guru mengucapkan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat mendapat gambar situasi yang lebih kompleks dengan perasaan campur (misalnya senang sekaligus gugup). Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat gambar dengan ekspresi yang jelas dan sederhana.
  • Proses: Murid yang belum lancar berbicara didampingi guru secara personal atau dikelompokkan dengan teman yang bisa membantu. Murid yang sudah lancar diminta menjadi model atau membantu temannya dengan memberi contoh.
  • Produk: Murid yang sudah lancar diminta membuat 2-3 kalimat tentang perasaan berbeda. Murid yang masih berkembang cukup membuat 1 kalimat sederhana dengan bantuan gambar atau guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan perasaan murid hari ini secara lisan dan mengamati apakah murid dapat menyebutkan perasaannya
  • Guru mencatat murid yang sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan jelas dan yang masih memerlukan bantuan

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok: apakah aktif berbicara dan mendengarkan
  • Pengamatan kemampuan murid menggunakan kalimat Saya merasa ... karena ... dengan tepat
  • Catatan tentang sikap santun murid saat merespons cerita teman
  • Umpan balik langsung kepada murid yang masih kesulitan menyusun kalimat

Akhir:

  • Guru meminta 2-3 murid secara acak untuk mengungkapkan satu perasaan beserta penyebabnya di depan kelas
  • Penilaian tulisan refleksi di buku tugas: apakah murid dapat menulis kalimat tentang perasaannya dengan struktur yang benar
  • Guru memberikan checklist sederhana untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran

Formatif:

  • Observasi saat murid mengungkapkan perasaan dalam kelompok: apakah menyebutkan perasaan dan penyebabnya
  • Pengamatan saat murid merespons cerita teman: apakah mendengarkan dengan baik dan memberikan tanggapan santun
  • Catatan anekdot tentang partisipasi dan sikap murid selama diskusi kelompok

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan murid mengungkapkan satu perasaan beserta penyebabnya di akhir pembelajaran (lisan)
  • Penilaian tulisan refleksi murid: satu kalimat tentang perasaan pribadi hari ini

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan perasaan beserta penyebabnyaMurid belum dapat menyebutkan perasaan atau penyebabnya meski dengan bantuan gambarMurid dapat menyebutkan perasaan tetapi belum menyebutkan penyebabnya, atau sebaliknyaMurid dapat menyebutkan perasaan dan penyebabnya dengan bantuan gambar dan sedikit bimbingan guruMurid dapat mengungkapkan perasaan dan penyebabnya dengan jelas menggunakan kalimat lengkap secara mandiri
Merespons ungkapan perasaan teman dengan santunMurid tidak memberikan respons atau tidak memperhatikan saat teman berbicaraMurid mendengarkan teman tetapi responnya belum santun atau belum sesuai konteksMurid mendengarkan dengan baik dan memberikan respons santun dengan bimbingan guruMurid mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan respons santun secara mandiri (misalnya: Aku paham, Semoga kamu baik-baik saja)
Penggunaan volume dan intonasi yang tepatMurid berbicara terlalu pelan atau terlalu keras sehingga sulit dipahamiMurid berbicara dengan volume yang cukup tetapi intonasinya masih datarMurid berbicara dengan volume yang tepat dan mulai menggunakan intonasi yang sesuai dengan perasaanMurid berbicara dengan volume dan intonasi yang jelas serta sesuai dengan perasaan yang diungkapkan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk berbicara dan didengarkan?
  • Strategi apa yang efektif untuk membantu murid yang masih kesulitan mengungkapkan perasaan?
  • Bagaimana saya dapat menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman agar murid berani mengungkapkan perasaannya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan perasaanmu tadi?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perasaan?
  • Hal apa yang paling menyenangkan dari pelajaran hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagimu saat menceritakan perasaan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi) halaman 12-14
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 2: Keluargaku Unik (Edisi Revisi)
  3. Kartu bergambar berbagai situasi yang menunjukkan perasaan (senang, sedih, marah, takut, kecewa, bangga)
  4. Poster atau gambar ekspresi wajah berbagai perasaan
  5. Lembar kerja sederhana untuk menulis kalimat perasaan
  6. Alat tulis (pensil, buku tugas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.