Modul AjarBab 1Fase FSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Bab 1: Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup yang Mengesankan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 12 untuk Bab 1 "Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup yang Mengesankan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 12 Bab 1: Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup yang Mengesankan

Bahasa Indonesia - Kelas 12

Bab 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 12 (Fase F)

Topik: Bab 1 — Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup yang Mengesankan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase F / Kelas 12
TopikBab 1 — Menulis Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup yang Mengesankan
Alokasi Waktu24 JP (24 x 45 menit = 1080 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 12.1.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra surat lamaran pekerjaan berbentuk teks aural
  2. TP 12.1.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks surat lamaran pekerjaan berwujud teks visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir
  3. TP 12.1.3 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks surat lamaran pekerjaan secara logis, kritis, dan kreatif
  4. TP 12.1.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks daftar riwayat hidup secara logis, kritis, dan kreatif
  5. TP 12.1.5 Mempresentasikan gagasan, pandangan, dan pesan dalam teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia
  6. TP 12.1.6 Mempublikasikan hasil karya teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup di media cetak, elektronik, dan/atau digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika mendengarkan seseorang membacakan surat lamaran pekerjaan, bagaimana kita dapat menilai apakah gagasan kualifikasinya meyakinkan atau tidak?
  2. Apa pesan utama yang ingin disampaikan seorang pelamar kerja melalui surat yang disimaknya selain sekadar meminta pekerjaan?
  3. Bagaimana kita membuktikan bahwa kualifikasi yang tertulis dalam surat lamaran pekerjaan benar-benar logis mendukung posisi yang dilamar?
  4. Apa perbedaan antara informasi tersurat yang tertulis langsung pada surat lamaran dengan pesan tersirat yang ingin dibangun oleh pelamar mengenai kredibilitas dirinya?
  5. Bagaimana cara meyakinkan perekrut bahwa kualifikasi dirimu benar-benar selaras dengan kebutuhan lowongan pekerjaan hanya melalui tulisan?
  6. Mengapa gagasan dan pandangan dalam surat lamaran pekerjaan harus dirumuskan secara logis dan kritis, bukan sekadar menyalin syarat iklan?
  7. Bagaimana memastikan argumen kualifikasi diri dalam draf surat lamaran pekerjaan tersusun secara logis dan tidak saling bertentangan?
  8. Mengapa sudut pandang kritis dan kreatif mengenai kontribusi diri penting dituangkan secara spesifik dalam surat lamaran pekerjaan?
  9. Bagaimana cara menyusun daftar riwayat hidup (CV) agar kualifikasi dan potensi diri kita terbaca secara logis serta meyakinkan bagi penyedia kerja?
  10. Mengapa deskripsi profil diri dan pengalaman dalam daftar riwayat hidup perlu ditulis secara kreatif dan kritis, bukan sekadar menyalin daftar riwayat formalitas belaka?
  11. Bagaimana cara meyakinkan pihak perekrut bahwa kualifikasi diri dalam surat lamaran dan daftar riwayat hidup benar-benar sesuai dengan posisi yang dilamar?
  12. Mengapa dalam mempresentasikan kualifikasi diri kita harus tetap mematuhi norma kesopanan dan budaya santun Indonesia tanpa terkesan menyombongkan diri?
  13. Bagaimana cara menampilkan dokumen surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup di media digital agar mudah diakses publik dan terbaca dengan jelas?
  14. Pertimbangan keamanan dan etika apa saja yang wajib diperhatikan saat mempublikasikan dokumen identitas diri secara terbuka di platform digital?
  15. Bagaimana keterpaduan surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup mampu meyakinkan instansi bahwa kualifikasi diri kita tepat sasaran?
  16. Mengapa evaluasi kritis terhadap teks dan kesantunan komunikasi lisan menjadi penentu keberhasilan saat melamar pekerjaan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengevaluasi Gagasan dan Pesan Surat Lamaran Pekerjaan Aural — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra surat lamaran pekerjaan berbentuk teks aural

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama untuk kesiapan belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks surat lamaran pekerjaan yang diperdengarkan secara lisan (aural) (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu kutipan aural pendek: 'Saya sangat butuh pekerjaan ini karena cicilan motor saya belum lunas, tolong terima saya di bagian akuntansi walau saya belum pernah belajar akuntansi.' Murid diminta menuliskan secara cepat apakah gagasan tersebut logis dan relevan untuk melamar kerja beserta alasannya (acuan diagnostik: gagasan tidak logis dan tidak relevan karena menyajikan masalah finansial pribadi dan kualifikasi yang tidak sesuai dengan posisi yang dilamar) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak rekaman pembacaan Teks Aural 1 (Surat Lamaran Pekerjaan Aural - Posisi Staf Pemasaran Digital): 'Dengan hormat, berdasarkan informasi lowongan kerja di media sosial resmi PT Cipta Kreasi tanggal 10 Juli 2025, saya bermaksud melamar posisi Staf Pemasaran Digital. Saya memiliki pengalaman mengelola akun media sosial UMKM selama satu tahun dan sertifikat pelatihan konten kreatif. Saya percaya keterampilan analitik dan komunikasi saya dapat meningkatkan jangkauan promosi perusahaan Bapak/Ibu.' (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi gagasan pokok kualifikasi dan pesan pelamar dalam teks tersebut melalui panduan pertanyaan telaah dari guru (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas interaktif 'Uji Kritis Surat Aural': guru memperdengarkan Teks Aural 2: 'Halo PT Bintang, saya ingin melamar kerja apa saja yang kosong di kantor Anda karena saya baru lulus sekolah dan sedang menganggur. Saya orangnya baik hati dan rajin beribadah, semoga Bapak bermurah hati menerima saya bekerja besok.' secara kompetitif berpasangan murid berlomba mengevaluasi kelemahan gagasan dan pesan teks tersebut pada lembar kerja (acuan: kelemahan gagasan: tidak menyebutkan posisi spesifik, tidak menyajikan kualifikasi/keterampilan profesional yang relevan; kelemahan pesan: berfokus pada belas kasihan/kondisi menganggur, bukan kompetensi profesional) (25 menit).
  • Murid secara mandiri menyimak Teks Aural 3: 'Berdasarkan pengumuman di harian Warta Nusa, saya mengajukan diri sebagai Teknisi Komputer di PT Nusa Informatika. Saya lulusan SMK Teknik Komputer dan Jaringan dengan keahlian perbaikan perangkat keras dan konfigurasi jaringan LAN berpredikat memuaskan, serta siap berkontribusi menjaga keandalan sistem IT perusahaan.' Murid menuliskan evaluasi analitis mengenai 2 butir: (1) evaluasi ketepatan gagasan kualifikasi pelamar dan (2) evaluasi kejelasan pesan kesiapan kerja yang dibangun (acuan evaluasi: (1) gagasan kualifikasi sangat tepat dan relevan karena memadukan latar pendidikan TKJ, sertifikasi keahlian teknis perangkat keras/LAN, dan relevansi langsung dengan posisi Teknisi Komputer; (2) pesan kesiapan kerja sangat meyakinkan karena menunjukkan komitmen kontribusi profesional yang berbasis bukti kompetensi konkret) (40 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksi hasil evaluasi terhadap teks aural yang telah disimak, membandingkan kekuatan gagasan antara Teks Aural 1, 2, dan 3 untuk memaknai kriteria surat lamaran yang berdaya tawar tinggi di dunia kerja (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian menyimak evaluatif murid pada pertemuan ini dan mengulas ringkas indikator keberhasilan evaluasi gagasan dan pesan aural (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai evaluasi surat lamaran pekerjaan teks visual dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan rekaman audio teks lamaran kerja aural yang dapat diputar ulang dengan pemutar audio bagi murid yang membutuhkan tempo menyimak lebih lambat, serta transkrip audio khusus untuk murid dengan hambatan pendengaran.
  • Proses: Memberikan lembar panduan berisi rincian pertanyaan penuntun evaluasi (kesesuaian kualifikasi, logika alasan, kejelasan pesan kontribusi) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap; murid cepat langsung menganalisis kekuatan implisit pesan persuasif dalam rekaman.
  • Produk: Format penulisan lembar evaluasi aural dapat berupa matriks evaluasi terstruktur atau uraian paragraf analisis kritis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan/singkat tertulis: Murid mendengarkan satu kutipan lamaran aural 'Saya butuh pekerjaan ini karena cicilan motor belum lunas, tolong terima saya di akuntansi walau belum pernah belajar akuntansi' lalu menuliskan evaluasi kelogisannya (acuan: gagasan dinilai tidak logis dan tidak relevan karena menyodorkan masalah finansial pribadi serta kualifikasi yang bertentangan dengan formasi jabatan).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar evaluasi Teks Aural 2 dan Teks Aural 3: Mengukur ketepatan murid dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi gagasan kualifikasi pelamar serta mengevaluasi kejelasan pesan kesiapan kerja (acuan Teks Aural 2: gagasan tidak spesifik dan tidak relevan, pesan memohon belas kasihan; acuan Teks Aural 3: gagasan kualifikasi relevan dan didukung bukti teknis SMK TKJ/jaringan, pesan menunjukkan profesionalisme dan kesiapan kontribusi nyata).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir pernyataan reflektif pada penutup: (1) Sebutkan 1 gagasan utama pelamar pada Teks Aural 3 (acuan: kepemilikan latar SMK TKJ dan keahlian perbaikan perangkat keras/jaringan untuk formasi Teknisi Komputer); (2) Jelaskan simpulan pesan yang dibangun pelamar Teks Aural 3 kepada penerima kerja (acuan: pelamar merupakan tenaga siap kerja yang memiliki kompetensi teknis dan berorientasi pada kontribusi keandalan IT perusahaan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar telaah evaluasi gagasan dan pesan dari teks surat lamaran pekerjaan aural (Teks Aural 2 dan 3) menggunakan rubrik analitis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Gagasan Kualifikasi Teks AuralBelum mampu mengidentifikasi dan menilai kelogisan gagasan kualifikasi dari teks surat lamaran pekerjaan aural.Mampu mengidentifikasi gagasan kualifikasi, tetapi evaluasi terhadap kelogisan dan relevansinya pada teks aural masih belum tepat sesuai acuan.Mampu mengevaluasi ketepatan, kelogisan, dan relevansi gagasan kualifikasi pelamar dari teks surat lamaran aural secara tepat sesuai acuan.Mampu mengevaluasi ketepatan, kelogisan, dan relevansi gagasan kualifikasi pelamar dari teks aural secara tepat, komprehensif, dan mandiri tanpa bantuan.
Evaluasi Pesan Teks AuralBelum mampu menemukan dan menilai pesan yang disampaikan pelamar dalam teks lamaran pekerjaan aural.Menemukan pesan dalam teks aural, namun belum mampu mengevaluasi efektivitas dan daya persuasif pesan tersebut bagi penerima kerja.Mampu mengevaluasi pesan kesiapan kerja dan sikap profesional pelamar dari teks aural secara tepat sesuai acuan konteks kerja.Mampu mengevaluasi pesan kesiapan kerja dan sikap profesional pelamar dari teks aural secara mendalam, kritis, serta memberikan pertimbangan dampak pesan terhadap pembaca/penerima kerja secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan/diperdengarkan memiliki artikulasi dan tempo yang memadai untuk disimak oleh seluruh murid?
  • Apakah murid menunjukkan kemampuan membedakan gagasan yang relevan secara profesional versus alasan pribadi nonrelevan saat menyimak teks aural?

Murid:

  • Bagian mana dari teks surat lamaran aural tadi yang paling mudah atau paling sulit saya evaluasi gagasannya?
  • Bagaimana keterampilan menyimak kritis ini membantu saya memahami cara menyampaikan gagasan diri yang meyakinkan kelak saat mencari pekerjaan?

Pertemuan 2 — Mengevaluasi Makna Tersurat dan Tersirat Teks Visual Surat Lamaran Pekerjaan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks surat lamaran pekerjaan berwujud teks visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi gagasan, pandangan, serta makna tersurat dan tersirat dari teks visual surat lamaran pekerjaan dengan kaidah logika berpikir (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan kutipan kalimat visual: 'Saya terbiasa memimpin tim kepanitiaan pentas seni sekolah beranggotakan 20 orang, sehingga siap mengemban tanggung jawab sebagai staf administrasi logistik.' Murid diminta menentukan kelogisan hubungan gagasan tersebut secara tertulis (acuan: logis/sesuai, karena pengalaman memimpin kepanitiaan membuktikan kemampuan koordinasi, pengorganisasian, dan tanggung jawab yang relevan untuk posisi administrasi logistik) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memirsa contoh teks visual surat lamaran pekerjaan formal pada layar/lembar kerja, mencermati bagian pembuka, isi kualifikasi, dan penutup untuk membedakan fakta tersurat dan inferensi tersirat (15 menit).
  • Guru memodelkan cara mengevaluasi kelogisan berpikir paragraf kualifikasi: memeriksa premis (latar belakang/keterampilan) dan konklusi (kelayakan melamar) agar tidak terjadi kesesatan penalaran/klaim tanpa bukti (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui tantangan berpasangan 'Detektif Logika Surat', murid secara seru berkompetisi meneliti teks visual surat lamaran pekerjaan yang dibagikan untuk menemukan 2 fakta tersurat dan 2 makna tersirat mengenai kredibilitas pelamar (25 menit).
  • Secara mandiri pada lembar evaluasi, murid mengevaluasi 3 butir pernyataan pandangan pelamar dalam teks visual berikut berdasarkan kaidah logika berpikir: (1) Pernyataan 'Lulusan jurusan IPS pasti mampu mengelola pembukuan keuangan toko ritel' (acuan logika: tidak logis/klaim berlebihan tanpa bukti pelatihan khusus akuntansi); (2) Pernyataan 'Pengalaman 2 tahun sebagai ketua OSIS membuktikan kepemilikan kompetensi manajemen waktu dan komunikasi kerja' (acuan logika: logis/premis pengalaman berorganisasi relevan dengan kompetensi manajerial); (3) Pernyataan 'Karena saya bersemangat tinggi, perusahaan Bapak wajib menerima saya minggu ini' (acuan logika: tidak logis/kesesatan penalaran menuntut hak tanpa pembuktian kualifikasi obyektif sesuai kebutuhan instansi) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil evaluasi lembar kerjanya secara mandiri dengan membandingkan catatan analisis logika berpikir yang telah disusun (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip mengevaluasi makna tersurat, makna tersirat, dan kaidah logika berpikir dalam teks visual surat lamaran pekerjaan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketajaman penalaran kritis murid dalam membedakan klaim logis versus klaim tidak logis (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual (warna/garis bawah) pada klausa premis dan konklusi; murid berkemampuan cepat diberikan teks visual dengan susunan argumen kualifikasi yang lebih padat dan kompleks.
  • Proses: Murid dengan penalaran kritis awal dibimbing bertahap menelaah hubungan sebab-akibat kalimat; murid mahir menganalisis asumsi tersembunyi (tersirat) secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mengisi tabel evaluasi logika; murid mahir menyertakan penjelasan perbaikan penalaran pada pernyataan yang dinilai tidak logis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat diagnostik kelogisan gagasan teks visual: Murid menganalisis kalimat 'Saya terbiasa memimpin tim kepanitiaan pentas seni sekolah beranggotakan 20 orang, sehingga siap mengemban tanggung jawab sebagai staf administrasi logistik.' (acuan jawaban: dinilai tepat bila murid menyatakan logis disertai alasan bahwa pengalaman memimpin membuktikan kemampuan koordinasi dan pengelolaan kerja yang selaras dengan tugas logistik).

Proses:

  • Observasi formatif dan pemeriksaan hasil lembar evaluasi mandiri berisi 3 butir kelogisan teks visual: (1) Pernyataan 'Lulusan jurusan IPS pasti mampu mengelola pembukuan keuangan toko ritel' (acuan: tidak logis/generalisasi keliru); (2) Pernyataan 'Pengalaman 2 tahun sebagai ketua OSIS membuktikan kepemilikan kompetensi manajemen waktu dan komunikasi kerja' (acuan: logis/relevan); (3) Pernyataan 'Karena saya bersemangat tinggi, perusahaan Bapak wajib menerima saya minggu ini' (acuan: tidak logis/tuntutan sepihak tanpa landasan kualifikasi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid menentukan 1 makna tersurat dan 1 makna tersirat dari kalimat penutup teks visual 'Besar harapan saya untuk mendiskusikan bagaimana kualifikasi teknologi informasi yang saya miliki dapat mendukung digitalisasi arsip di PT Maju.' (acuan jawaban: Makna tersurat = pelamar berharap memperoleh kesempatan wawancara/diskusi mengenai kualifikasi TI miliknya; Makna tersirat = pelamar telah mempelajari profil perusahaan dan percaya diri bahwa keahliannya memberi solusi nyata bagi kebutuhan arsip digital instansi).

Formatif:

  • Penilaian lembar kerja evaluasi makna tersurat dan tersirat serta analisis kaidah logika berpikir pada teks visual surat lamaran pekerjaan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Makna Tersurat dan Tersirat Teks VisualBelum mampu menemukan fakta tersurat maupun makna tersirat dari teks visual surat lamaran pekerjaan secara tepat.Mampu menemukan makna tersurat secara tepat, tetapi belum tepat menafsirkan makna tersirat kredibilitas pelamar.Mampu mengevaluasi dan menemukan makna tersurat serta makna tersirat mengenai kualifikasi pelamar secara tepat.Mampu mengevaluasi makna tersurat dan tersirat teks visual secara tepat, mendalam, dan mandiri beserta kaitan antargagasannya.
Mengevaluasi Kaidah Logika Berpikir Teks VisualBelum mampu mengidentifikasi kelogisan hubungan premis kualifikasi dan kesimpulan pada teks visual surat lamaran pekerjaan.Mampu mengevaluasi 1 dari 3 butir pernyataan logika berpikir pada teks visual sesuai acuan.Mampu mengevaluasi 2 sampai 3 butir pernyataan logika berpikir pada teks visual secara tepat sesuai acuan kelogisan.Mampu mengevaluasi seluruh 3 butir pernyataan logika berpikir secara tepat serta menguraikan bukti ketidaklogisan penalarannya secara mendalam dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan contoh teks visual dan metode tantangan berpasangan berhasil membantu murid membedakan klaim yang logis dan tidak logis?
  • Bagian evaluasi makna tersirat mana yang masih memicu kesulitan pemahaman bagi murid berkemampuan awal?

Murid:

  • Bagian teks surat lamaran pekerjaan mana yang paling menantang untuk disimpulkan makna tersiratnya?
  • Bagaimana kaidah logika berpikir membantuku menilai apakah suatu klaim kualifikasi kerja masuk akal atau berlebihan?

Pertemuan 3 — Menulis Gagasan dan Pandangan Teks Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan Lowongan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.3 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks surat lamaran pekerjaan secara logis, kritis, dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis gagasan dan pandangan teks surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan lowongan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid membaca satu kutipan iklan lowongan pekerjaan fiktif (PT Kreasi Digital: 'Dibutuhkan staf media sosial, syarat menguasai analisis tren konten digital') dan menuliskan 1 kalimat gagasan pembuka yang menyatakan posisi yang dilamar beserta kualifikasi relevan pada secarik kertas (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati stimulus iklan lowongan pekerjaan teks visual (PT Lentera Nusantara membutuhkan Staf Komunikasi: kualifikasi penulisan rilis pers dan pengelolaan media informasi) untuk mengidentifikasi 3 poin kualifikasi yang dipersyaratkan (15 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam permainan cepat 'Pasang Tepat Argumen' secara berpasangan: murid mencocokkan 3 syarat iklan dengan 3 kalimat gagasan lamaran kerja yang paling logis dan padan (kunci: [1] syarat riset media dipasangkan dengan argumen pengalaman menulis buletin sekolah, [2] syarat koordinasi tim dipasangkan dengan argumen pengalaman kepengurusan OSIS, [3] syarat penguasaan peranti lunak desain dipasangkan dengan bukti sertifikasi pelatihan daring) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merancang kerangka penulisan gagasan surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan lowongan yang disediakan, mencakup: (a) gagasan tesis/posisi yang dituju, (b) argumen kualifikasi diri yang logis dan kritis terhadap kebutuhan perusahaan, dan (c) pandangan inovatif/kreatif mengenai kontribusi yang akan diberikan (25 menit).
  • Secara mandiri, murid menulis teks surat lamaran pekerjaan lengkap (paragraf pembuka, isi argumen kualifikasi, dan penutup) dengan merumuskan gagasan dan pandangan secara logis, kritis, dan kreatif sesuai profil lowongan yang dipilih (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan evaluasi diri (self-check) menggunakan daftar centang keterpaduan argumen: memeriksa apakah setiap butir kualifikasi yang ditulis sudah didukung bukti logis dan menawarkan pandangan kontributif (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap draf penulisan gagasan yang telah disusun oleh murid dan mengapresiasi upaya berpikir kritis dalam menghubungkan syarat lowongan dengan kualifikasi diri (10 menit).
  • Guru membimbing murid merangkum strategi perumusan pandangan profesional dan menginformasikan bahwa draf tulisan ini akan ditinjau kelogisan dan kekritisannya pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan perancah diberikan lembar panduan pola kalimat sebab-akibat untuk menghubungkan syarat iklan dengan kualifikasi; murid yang mahir diberikan opsi teks iklan lowongan dengan kualifikasi kompetensi yang lebih kompleks/multidisiplin.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan pemodelan terarah saat merumuskan paragraf argumentasi kualifikasi; murid yang mandiri langsung menulis draf utuh secara independen.
  • Produk: Semua murid menghasilkan teks surat lamaran pekerjaan berdasar iklan lowongan; murid yang mahir mengelaborasi pandangan pemecahan masalah kerja secara lebih mendalam pada bagian isi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Menulis Kalimat Lamaran: Murid membaca kutipan lowongan staf media sosial dan menuliskan 1 kalimat pembuka lamaran (kriteria penerimaan: kalimat secara eksplisit menyebut posisi yang dilamar dan mencantumkan 1 kualifikasi relevan; contoh acuan tepat: 'Sehubungan dengan lowongan staf media sosial pada PT Kreasi Digital, saya mengajukan diri karena memiliki pengalaman mengelola akun informasi dan menganalisis tren konten digital').

Proses:

  • Pemeriksaan draf tulisan surat lamaran pekerjaan murid dengan fokus penilaian pada: (1) kelogisan gagasan pengajuan kualifikasi sesuai syarat iklan lowongan, (2) kekritisan argumen pembuktian kemampuan, dan (3) kreativitas pandangan kontribusi diri bagi perusahaan penerima.

Akhir Pertemuan:

  • Cek Reflektif Akhir Sesi: Murid menuliskan 1 pernyataan pandangan kontribusi diri terbaik yang telah dirumuskan dalam draf surat lamarannya pada lembar refleksi keluar (exit ticket) untuk dinilai keterhubungan logisnya dengan kebutuhan organisasi (kriteria: pandangan menyatakan aksi nyata yang relevan dengan posisi lowongan).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Menulis 1 kalimat pembuka berisi kualifikasi diri berdasarkan syarat iklan mini.
  • Asesmen Proses: Penilaian draf teks surat lamaran pekerjaan berdasar iklan lowongan menggunakan rubrik penulisan gagasan dan pandangan yang logis, kritis, dan kreatif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan Gagasan KualifikasiGagasan kualifikasi yang ditulis tidak berkaitan dengan posisi atau persyaratan dalam iklan lowongan pekerjaan.Gagasan kualifikasi yang ditulis hanya menyebutkan sebagian kecil syarat iklan secara harfiah tanpa menunjukkan hubungan logis dengan posisi yang dilamar.Menuliskan gagasan kualifikasi diri yang logis, terpadu, dan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam iklan lowongan pekerjaan.Menuliskan gagasan kualifikasi diri yang sangat runtut, kohesif, dan memperlihatkan keselarasan logis yang mendalam antara kebutuhan lowongan dan potensi diri secara mandiri.
Kekritisan Argumen PembuktianBelum menyertakan argumen pembuktian kualifikasi; tulisan hanya berupa klaim sepihak tanpa data pendukung.Menyertakan argumen kualifikasi namun alasan pembuktian belum kritis dan masih bersifat umum.Menuliskan argumen pembuktian kualifikasi secara kritis dengan mengaitkan kompetensi nyata yang dimiliki terhadap kebutuhan peran lowongan.Menuliskan argumen pembuktian kualifikasi secara mendalam, kritis, objektif, dan meyakinkan tanpa menyisakan celah keraguan faktual.
Kreativitas Pandangan KontribusiBelum memunculkan pandangan kontribusi diri; kalimat penutup/harapan hanya berupa formula standar tanpa kebaruan.Menyajikan pandangan kontribusi diri yang masih klise dan mengulang kalimat yang lazim tanpa pengembangan ide baru.Menyajikan pandangan kontribusi yang kreatif dan relevan berupa tawaran inisiatif kerja yang memberi nilai tambah bagi perusahaan.Menyajikan pandangan kontribusi yang sangat kreatif, orisinal, dan solutif yang memperlihatkan visi profesional yang khas secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perumusan gagasan dan pandangan berdasar iklan lowongan dapat dipahami murid dengan mudah?
  • Bagian mana dari draf murid yang paling banyak mengalami kesulitan dalam membangun argumen kualifikasi yang logis dan kritis?

Murid:

  • Apakah gagasan kualifikasi yang saya tulis sudah benar-benar menjawab kebutuhan yang diminta dalam iklan lowongan?
  • Bagian argumen mana dalam surat saya yang menurut saya paling meyakinkan dan kreatif bagi calon pemberi kerja?

Pertemuan 4 — Menulis Gagasan dan Pandangan Draf Final Surat Lamaran Pekerjaan yang Logis dan Kritis — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.3 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks surat lamaran pekerjaan secara logis, kritis, dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran, mengondisikan kesiapan belajar kelas, dan menyampaikan tujuan penulisan draf final surat lamaran pekerjaan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menganalisis kelemahan logika pada kalimat draf berikut: 'Saya sangat ahli dalam desain grafis tingkat lanjut, namun saya belum pernah menggunakan aplikasi komputer desain apa pun.' (kunci perbaikan logis: 'Saya memiliki minat besar dan dasar teori dalam bidang desain komunikasi visual, serta memiliki komitmen kuat untuk menguasai aplikasi desain grafis di perusahaan Bapak/Ibu') (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan penyusunan draf final yang membedah 3 pilar penulisan gagasan: (1) kelogisan premis kualifikasi (kesesuaian latar belakang dengan posisi), (2) kekritisan pandangan terhadap kebutuhan perusahaan, dan (3) kreativitas diksi persuasif profesional tanpa klise (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Bedah Kalimat Kritis': guru menyajikan dua kutipan argumen draf di papan tulis, murid berpasangan saling menantang untuk memilih dan membetulkan kalimat yang tidak logis dalam waktu 60 detik (kunci: Kalimat A 'Saya orang yang jujur tanpa bukti portofolio' diubah menjadi kritis: 'Integritas kerja saya tercermin dari rekam jejak penyelesaian proyek tepat waktu') (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri memeriksa kembali draf kasar surat lamaran pekerjaan masing-masing yang dibuat pada pertemuan 3, menandai bagian tesis kualifikasi, argumentasi kompetensi, dan pandangan kontribusi diri (15 menit).
  • Murid menulis draf final surat lamaran pekerjaan secara utuh dengan mengembangkan gagasan kualifikasi secara logis, argumentasi kritis yang menjawab kebutuhan lowongan, serta formula kalimat penutup yang kreatif dan persuasif (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan swa-evaluasi terhadap draf final yang baru ditulis menggunakan lembar cek mandiri penalaran kritis (memastikan tiada lompatan logika pada klaim kemampuan diri) (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip utama penulisan gagasan yang logis, kritis, dan kreatif dalam teks surat lamaran pekerjaan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas draf final yang telah diselesaikan serta mengarahkan murid menyiapkan berkas pribadi untuk materi daftar riwayat hidup pada pertemuan selanjutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan kerangka logika kalimat (sebab-akibat kualifikasi), sedangkan murid yang cepat diberikan contoh variasi penulisan gagasan berbasis studi kasus pencapaian diri yang kompleks.
  • Proses: Murid yang masih ragu menyusun argumen didampingi secara berkala dalam sesi permodelan kalimat, sementara murid yang telah mahir langsung menulis draf final secara mandiri.
  • Produk: Draf final surat lamaran pekerjaan memuat argumentasi logis dan pandangan kritis terhadap kualifikasi diri sesuai dengan jenis bidang kerja yang dipilih masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pembenahan logika kalimat: murid diminta memperbaiki pernyataan yang bertentangan: 'Saya sangat ahli dalam desain grafis tingkat lanjut, namun saya belum pernah menggunakan aplikasi komputer desain apa pun.' (Kriteria benar: murid mengganti klaim keahlian absolut dengan pernyataan minat/potensi/komitmen belajar, atau menghapus kontradiksi sehingga kalimat menjadi koheren dan logis).

Proses:

  • Pemeriksaan draf final tulisan surat lamaran pekerjaan saat murid menulis mandiri, berfokus pada: (1) kelogisan alur gagasan dari pembuka hingga penutup, (2) kekritisan argumentasi yang menghubungkan kualifikasi pribadi dengan posisi yang dilamar, dan (3) kreativitas penyusunan kalimat deskripsi diri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid menuliskan 1 kalimat pandangan kontribusi paling kritis dari suratnya ke lembar refleksi (Kriteria penerimaan: kalimat menghubungkan secara logis antara keunggulan spesifik diri pelamar dengan solusi/kebutuhan nyata perusahaan yang dilamar tanpa klaim kosong).

Formatif:

  • Penilaian proses draf final teks surat lamaran pekerjaan menggunakan rubrik kelogisan, kekritisan, dan kreativitas penulisan gagasan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan Gagasan dalam Teks Surat Lamaran PekerjaanGagasan kualifikasi dan alasan melamar tidak saling terhubung serta memuat klaim yang kontradiktif.Gagasan kualifikasi terhubung dengan alasan melamar namun masih terdapat lompatan logika pada bagian pendukung.Menulis gagasan kualifikasi dan alasan melamar secara logis, runtut, serta tanpa pernyataan yang kontradiktif.Menulis gagasan kualifikasi secara sangat logis, koheren, dan seluruh premis alasan melamar terjalin erat dengan bukti nyata secara mandiri.
Kekritisan Pandangan terhadap Kualifikasi DiriPandangan mengenai kemampuan diri hanya berupa pengulangan deskripsi umum tanpa analisis kesesuaian dengan lowongan.Menuliskan pandangan kemampuan diri yang dikaitkan dengan sebagian kebutuhan lowongan secara umum.Menuliskan pandangan kritis yang secara tepat menganalisis relevansi kompetensi diri dengan tuntutan posisi pada lowongan.Menuliskan pandangan kritis yang tajam dan mendalam dalam membedah relevansi kompetensi diri sebagai solusi atas kebutuhan lowongan pekerjaan.
Kreativitas Penulisan Gagasan Teks Surat Lamaran PekerjaanPenulisan kalimat gagasan sepenuhnya meniru pola klise dan kaku tanpa variasi ungkapan.Menuliskan gagasan dengan sedikit variasi formulasi kalimat namun masih dominan struktur konvensional.Menuliskan gagasan dan pandangan secara kreatif dengan pilihan diksi persuasif yang variatif, segar, dan profesional.Menuliskan gagasan secara sangat kreatif dengan artikulasi persuasif yang orisinal, elegan, dan membangun daya pikat profesional yang kuat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 50 menit untuk penulisan mandiri draf final sudah memadai bagi seluruh murid?
  • Bagian penulisan gagasan mana (kelogisan, kekritisan, atau kreativitas) yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apakah argumen kualifikasi diri yang saya tulis dalam draf surat lamaran pekerjaan sudah masuk akal dan meyakinkan?
  • Kalimat mana dalam draf saya yang menunjukkan pandangan kritis dan kreativitas terbaik saya?

Pertemuan 5 — Menulis Gagasan dan Pandangan dalam Teks Daftar Riwayat Hidup secara Sistematis — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks daftar riwayat hidup secara logis, kritis, dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menulis teks daftar riwayat hidup secara logis, kritis, dan kreatif (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik cepat dengan mengidentifikasi fungsi 4 komponen pokok dalam format CV: (1) Data Pribadi/Kontak, (2) Deskripsi Profil Diri, (3) Riwayat Pendidikan & Pengalaman, (4) Keahlian/Keterampilan [acuan fungsi: (1) Identitas dan kontak pelamar yang sah, (2) Ringkasan kualifikasi dan pandangan profesional pelamar, (3) Rekam jejak akademik dan praktik relevan, (4) Kompetensi teknis/nonteknis yang mendukung posisi yang dilamar] (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen diagnostik dengan tantangan merancang personal branding diri secara tertulis melalui permainan cepat 'Tebak Profil Profesional': guru membacakan 2 kutipan ringkasan profil diri (satu terlalu umum tanpa data, satu spesifik dan terukur) lalu murid menentukan mana yang lebih menjual dan logis (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati sebuah teks model daftar riwayat hidup (CV) lengkap dengan bagian Profil Diri, Pengalaman/Proyek, Pendidikan, dan Keahlian (10 menit).
  • Murid membedah kelogisan alur penyusunan gagasan kronologis serta kekritisan pemilihan diksi pada deskripsi pencapaian kerja/organisasi dalam model CV tersebut secara terarah (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan kreatif berpasangan 'Trik Diksi CV': tiap murid memilih 3 pengalaman sekolah/organisasi sederhana (misal: 'anggota panitia pentas seni', 'pengurus piket kelas', 'tugas membuat majalah dinding') lalu menuliskan ulang menjadi 3 kalimat pencapaian berbobot dan logis menggunakan kata kerja aksi terukur (misal: 'Mengorganisasi jadwal kerja 10 staf logistik...', 'Mengelola perencanaan rubrik...') (20 menit).
  • Murid secara mandiri mulai menyusun draf teks daftar riwayat hidup lengkap miliknya sendiri, mencakup identitas diri, rumusan gagasan profil profesional yang ringkas dan kritis, riwayat pendidikan, uraian pengalaman/prestasi/kegiatan, serta daftar keterampilan relevan secara logis dan kreatif (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali teks daftar riwayat hidup yang telah ditulis menggunakan lembar kendali mutu mandiri (mengecek keruntutan logika urutan, ketepatan deskripsi gagasan profil diri, serta kreativitas susunan penyajian informasi) dan merevisi bagian yang masih rumpang (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip penulisan daftar riwayat hidup yang logis, kritis, dan kreatif sebagai representasi kualifikasi diri tertulis (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap draf teks CV murid, menginformasikan bahwa draf ini akan digunakan untuk simulasi wawancara pada pertemuan berikutnya, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan templat kerangka CV dengan panduan kata kerja operasional terarah; murid yang mahir diberikan tantangan menuliskan CV dengan format deskripsi pencapaian berbasis formula aksi-dampak yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan perancah dibimbing guru dalam menyusun kalimat deskripsi profil diri; murid yang mandiri langsung mengembangkan deskripsi portofolio proyek/pengalaman secara leluasa.
  • Produk: Variasi kedalaman uraian gagasan pengalaman: murid berproses menuliskan poin pengalaman dasar yang jelas, sedangkan murid mahir mengelaborasi pandangan profesional dan indikator pencapaian hasil secara mendalam.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat tertulis: Murid menjodohkan 4 komponen daftar riwayat hidup dengan fungsi utamanya (acuan: (1) Data Pribadi/Kontak = identitas dan kontak pelamar yang sah; (2) Deskripsi Profil Diri = ringkasan kualifikasi dan pandangan profesional pelamar; (3) Riwayat Pendidikan & Pengalaman = rekam jejak akademik dan praktik relevan; (4) Keahlian/Keterampilan = kompetensi teknis/nonteknis pendukung).

Proses:

  • Observasi aktivitas tantangan 'Trik Diksi CV' (kriteria: mengubah minimal 3 deskripsi kegiatan umum menjadi kalimat aksi berbobot dan logis).
  • Pemeriksaan draf teks daftar riwayat hidup saat murid menulis mandiri berfokus pada kelogisan sistematika, kekritisan deskripsi pencapaian, dan kreativitas perumusan profil.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri: Murid mengumpulkan draf final teks Daftar Riwayat Hidup (CV) yang dinilai ketercapaian 4 komponen wajibnya (Data Kontak, Ringkasan Profil Diri berbobot, Riwayat Pendidikan/Pengalaman secara kronologis terbalik, dan Rincian Keterampilan relevan).

Formatif:

  • Penilaian proses menulis draf teks daftar riwayat hidup menggunakan lembar observasi dan ceklis ketepatan gagasan komponen CV
  • Tugas menulis mandiri teks daftar riwayat hidup (CV) yang logis, kritis, dan kreatif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan Sistematika dan Gagasan Teks CVGagasan dalam teks CV disusun tidak teratur tanpa alur kronologis yang jelas, serta komponen wajib tidak tersusun logis.Menyusun gagasan dan bagian teks CV dengan susunan yang cukup berurutan, namun masih terdapat inkonsistensi penempatan informasi.Menyusun seluruh bagian teks CV secara logis dan runtut (kronologis terbalik) sehingga alur kualifikasi terbaca jelas dan sistematis.Menyusun seluruh gagasan teks CV secara runtut, logis, dan sangat kohesif sehingga peta rekam jejak dan kualifikasi diri tersaji dengan keterhubungan informasi yang utuh.
Kekritisan dan Kreativitas Perumusan Pandangan/Profil DiriDeskripsi profil dan pengalaman hanya menyalin daftar tugas tanpa uraian pandangan atau pencapaian yang spesifik.Menuliskan deskripsi profil dan pengalaman dengan kalimat sendiri namun pilihan katanya masih umum dan belum menonjolkan nilai kualifikasi diri secara tajam.Menuliskan gagasan profil diri dan deskripsi pengalaman secara kritis menggunakan kata kerja aksi yang terukur serta kreatif menampilkan potensi diri.Menuliskan gagasan profil diri dan pengalaman secara sangat kritis, berbobot, dan kreatif dengan formulasi aksi-dampak yang meyakinkan serta orisinal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menulis mandiri (40 menit) memadai bagi murid untuk merumuskan seluruh bagian teks daftar riwayat hidup secara tuntas?
  • Bagian penulisan apa dalam teks daftar riwayat hidup yang paling banyak memerlukan bimbingan guru terkait kelogisan dan kekritisan gagasan?

Murid:

  • Bagian mana dari daftar riwayat hidup yang telah kamu tulis yang paling kuat menggambarkan potensi dan pandangan kualifikasi dirimu?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat harus mengubah pengalaman biasa menjadi kalimat pencapaian yang logis dan kreatif?

Pertemuan 6 — Mempresentasikan Kualifikasi Diri Berdasarkan Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.5 Mempresentasikan gagasan, pandangan, dan pesan dalam teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, memeriksa presensi, serta menyampaikan tujuan pembelajaran yakni mempresentasikan kualifikasi diri berdasarkan surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup secara logis, sistematis, kritis, kreatif, dan santun (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan singkat dengan menanyakan urutan logis penyampaian kualifikasi diri dalam presentasi profesional: murid diminta mengurutkan 3 komponen berikut: (A) Argumen kesesuaian kualifikasi/keahlian, (B) Salam pembuka dan maksud melamar posisi tertentu, (C) Harapan/pesan tindak lanjut dan salam penutup. Acuan urutan tepat: B - A - C (10 menit).
  • Guru memberikan apersepsi mengenai pentingnya presentasi lisan profesional dalam seleksi kerja yang merefleksikan isi berkas lamaran secara meyakinkan dan beretika (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati panduan kerangka presentasi kualifikasi diri yang memuat 4 unsur pokok: (1) salam dan pernyataan maksud melamar yang santun, (2) paparan gagasan kualifikasi pendidikan dan keterampilan dari DRH secara sistematis, (3) pandangan kritis mengenai kontribusi nyata pelamar terhadap posisi sasaran, serta (4) pesan penutup yang santun sesuai budaya Indonesia (15 menit).
  • Murid menganalisis contoh naskah peragaan lisan berdurasi singkat yang membedakan penyampaian arogan vs santun-profesional, lalu mencatat kaidah kesantunan berbahasa (seperti menyapa dengan hormat, menggunakan kata 'berkesempatan' dan 'berkontribusi', serta menghindari klaim sepihak tanpa bukti) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyusun draf poin presentasi kualifikasi diri selama 3 menit berdasarkan draf surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya, memastikan alur penyampaian logis, sistematis, kritis, dan kreatif (20 menit).
  • Aktivitas Menggembirakan: Murid melakukan simulasi berpasangan 'Tantangan Presentasi 3 Menit' (Elevator Pitch Kualifikasi), di mana secara bergantian murid mempresentasikan kualifikasi dirinya di depan pasangannya yang berperan sebagai penilai etika presentasi, dilanjutkan dengan pemberian kartu apresiasi hijau untuk kesantunan dan kelogisan presentasi (20 menit).
  • Secara bergantian dan terstruktur, perwakilan murid mempresentasikan kualifikasi dirinya secara mandiri di hadapan kelas/kelompok besar dengan menerapkan tata krama dan kesantunan berbahasa Indonesia (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi penampilan presentasi dirinya dan rekan berdasarkan catatan kesesuaian antara isi berkas (surat lamaran & DRH) dengan apa yang disampaikan secara lisan, terutama pada aspek kelogisan argumen dan norma kesopanan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama dalam mempresentasikan kualifikasi diri: runtut (sistematis), memiliki dasar bukti yang logis dan kritis, kreatif dalam memikat penyimak, serta menjunjung tinggi norma kesopanan budaya Indonesia (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian seluruh murid hari ini, menginformasikan agenda pertemuan berikutnya mengenai publikasi berkas di media digital, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan runtutan frasa baku (template kalimat pembuka, penjabaran kompetensi, dan penutup), sedangkan murid yang telah mahir menyusun variasi gagasan pembuka secara mandiri dan kreatif.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih dalam kelompok kecil beranggotakan 2 orang sebelum maju, sementara murid yang mahir mempresentasikan dengan variasi analogi kontribusi kerja yang lebih kompleks.
  • Produk: Murid mempresentasikan kualifikasi diri dengan durasi 2-3 menit; murid yang berkembang difokuskan pada keterpenuhan 4 runtutan alur logis, sedangkan murid mahir menambahkan solusi pemecahan masalah hipotetis terkait bidang pekerjaan yang dilamar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik urutan penyampaian presentasi kualifikasi diri: Murid diminta menyusun urutan logis dari 3 komponen presentasi: (A) Argumen kesesuaian kualifikasi/keahlian, (B) Salam pembuka dan maksud melamar posisi tertentu, (C) Harapan/pesan tindak lanjut dan salam penutup. Kriteria/Acuan: Urutan tepat adalah B - A - C.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja simulasi presentasi kualifikasi diri berpasangan dan mandiri: Guru mengamati keterpenuhan 4 komponen pokok (salam dan maksud melamar, paparan kualifikasi DRH, pandangan kritis kontribusi, pesan penutup santun) dengan catatan ketercapaian minimal 3 dari 4 komponen disampaikan secara runtut dan santun.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif penutup melalui tanggapan reflektif lisan singkat: Murid menyebutkan 2 contoh ungkapan santun berbudaya Indonesia dalam menyampaikan kelebihan diri tanpa terkesan arogan (Kriteria penerimaan: menggunakan kata bernada rendah hati seperti 'berkesempatan mendalami...', 'berbekal pengalaman tersebut, saya meyakini mampu berkontribusi...', atau ungkapan penghormatan 'atas perhatian dan kesempatan yang Bapak/Ibu berikan...').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja presentasi kualifikasi diri lisan menggunakan lembar observasi kriteria kelogisan, kesistematisan, kekritisan, kreativitas, dan norma kesopanan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan dan Kesistematisan PresentasiMenyampaikan gagasan kualifikasi diri tanpa alur yang runtut, melompat-lompat antarbagian, dan hubungan antara kualifikasi di DRH dengan posisi yang dilamar tidak saling mendukung.Menyampaikan gagasan kualifikasi diri dengan alur yang cukup jelas namun masih ada bagian yang terbalik antara pembuka, isi kualifikasi, dan penutup.Menyampaikan gagasan kualifikasi diri secara runtut (pembuka, kualifikasi DRH, kaitan dengan posisi, penutup) dengan hubungan argumen yang logis antara keahlian dan kebutuhan posisi secara mandiri.Menyampaikan gagasan kualifikasi diri secara sangat runtut, sistematis, dan logis dengan alur penalaran yang sangat kokoh serta elaborasi bukti pendukung kualifikasi yang meyakinkan tanpa jeda ragu.
Kekritisan dan Kreativitas GagasanHanya sekadar membaca ulang isi surat lamaran atau DRH secara mentah tanpa memberikan pandangan kritis mengenai nilai tambah diri maupun sentuhan penyampaian yang kreatif.Mampu memparafrasekan sebagian kualifikasi diri dari surat lamaran dan DRH, namun belum mampu mengaitkan pandangan kritis kontribusinya bagi pekerjaan yang dituju.Menyampaikan pandangan kritis mengenai relevansi kualifikasi diri terhadap kebutuhan dunia kerja serta menyajikan gagasan dengan pilihan kata kreatif yang menarik perhatian penyimak.Menyampaikan analisis kritis yang mendalam tentang solusi nyata yang dapat diberikan pelamar berdasarkan kualifikasinya dengan penyajian gagasan yang sangat kreatif, orisinal, dan memikat.
Penerapan Norma Kesopanan dan Budaya IndonesiaPenyampaian presentasi mengabaikan tata krama, menggunakan ungkapan yang terlalu informal atau bernada sombong/meremehkan etika komunikasi profesional.Menerapkan salam dan penutup santun, namun sesekali masih muncul pilihan kata yang kurang formal atau kurang mencerminkan tata krama budaya Indonesia.Menerapkan norma kesopanan, menyapa dengan hormat, menggunakan bahasa Indonesia baku yang santun, serta menunjukkan sikap rendah hati namun percaya diri secara konsisten.Secara paripurna dan konsisten mematuhi norma kesopanan dan budaya santun Indonesia dalam seluruh tutur kata, diksi penghormatan, dan pesan etis profesional dari awal hingga akhir presentasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu simulasi berpasangan dan peragaan mandiri cukup memfasilitasi murid melatih keterampilan berbicara profesional?
  • Bagaimana respons dan kepercayaan diri murid saat menerapkan norma kesopanan dalam mempromosikan kualifikasi dirinya?
  • Aspek apa dari kesistematisan presentasi murid yang masih membutuhkan bimbingan lanjutan?

Murid:

  • Bagian mana dari kualifikasi diri saya dalam surat lamaran dan DRH yang paling meyakinkan saat dipresentasikan secara lisan?
  • Apakah saya sudah berhasil menyampaikan keunggulan diri dengan santun tanpa terkesan tinggi hati?
  • Kendala apa yang saya rasakan dalam merangkai kalimat pembuka dan penutup presentasi yang beretika?

Pertemuan 7 — Mempublikasikan Teks Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup di Media Digital — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.6 Mempublikasikan hasil karya teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup di media cetak, elektronik, dan/atau digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam pembuka, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yakni mempublikasikan hasil karya teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup pada media digital (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan kuis diagnostik cepat 2 soal pilihan ganda di layar proyektor mengenai format media digital publikasi: (1) Format berkas digital manakah yang paling stabil tata letaknya untuk dipublikasikan daring? Pilihan: A. DOCX, B. PDF, C. TXT, D. PPTX; (2) Data pribadi sensitif manakah yang sebaiknya disamarkan/tidak dipublikasikan terbuka di internet? Pilihan: A. Nama lengkap, B. Riwayat pendidikan, C. Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor rekening bank, D. Alamat surel profesional. (Acuan kunci: 1 = B; 2 = C) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan panduan publikasi digital dokumen portofolio kerja: (1) konversi berkas teks ke format PDF interaktif/digital, (2) pengaturan privasi/keamanan data pribadi (menyamarkan NIK/alamat rumah spesifik), dan (3) pemilihan media publikasi digital seperti Google Sites kelas, LinkedIn profil portofolio, atau blog/padlet portofolio (15 menit).
  • Murid memeriksa draf dokumen surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup masing-masing menggunakan daftar cek kesiapan publikasi (kelengkapan teks surat, kerapian tata letak berkas, dan penyensoran data sensitif) secara saksama (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan seru 'Digital Launch Challenge': secara mandiri murid mengunggah berkas surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup ke media publikasi digital kelas (tautan Google Drive/Padlet galeri digital kelas) lalu menghasilkan tautan publikasi aktif yang siap diakses pembaca (25 menit).
  • Murid melakukan penautan saling-silang (peer browsing) dengan membuka 2 tautan publikasi milik rekan sekelas untuk memverifikasi keterbukaan akses tautan (tidak terkunci/permission open) dan keterbacaan tampilan dokumen di peramban (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencatat hasil uji akses publikasi digital pada lembar konfirmasi: apakah berkas berhasil diunduh/dibaca rekan, tata letak visual tetap rapi, dan tautan berfungsi normal (15 menit).
  • Murid menuliskan satu catatan refleksi mengenai tantangan teknis yang dihadapi saat mempublikasikan dokumen teks ke ranah digital serta langkah perbaikan yang telah diambil (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip keberhasilan publikasi teks lamaran kerja dan daftar riwayat hidup di media digital (aksesibilitas tautan, keterbacaan dokumen, dan privasi data) (5 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1 pada pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid disediakan panduan visual konversi format berkas dan tangkapan layar pengaturan tautan publikasi (scaffolding).
  • Proses: Bagi murid yang belum terbiasa mengatur perizinan tautan publikasi daring diberikan bimbingan teknis langsung langkah demi langkah; bagi murid yang sudah mahir dapat menambahkan kustomisasi tautan pendek (shortlink) atau kode QR publikasi.
  • Produk: Media publikasi digital dapat dipilih antara portofolio web (Google Sites), platform kolaborasi (Padlet kelas), atau penyimpanan awan publik (Google Drive publik).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik pilihan ganda format publikasi dan keamanan data: Soal 1: Format berkas digital yang paling stabil untuk dipublikasikan daring tanpa merusak susunan teks adalah... (Acuan kunci: PDF). Soal 2: Informasi pribadi yang wajib disamarkan saat mempublikasikan dokumen portofolio di media daring publik demi keamanan identitas adalah... (Acuan kunci: Nomor Induk Kependudukan/NIK dan nomor rekening pribadi).

Proses:

  • Pengamatan keterlaksanaan publikasi digital saat kegiatan inti: verifikasi fungsi tautan publikasi digital, keterbacaan dokumen teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup di peramban, serta ketiadaan data sensitif yang terekspos.

Akhir Pertemuan:

  • Cek verifikasi tautan publikasi: murid menyerahkan URL/tautan publikasi digital hasil karya surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup. Indikator ketercapaian: (1) Tautan dapat diakses oleh publik tanpa memerlukan permintaan izin akses (permission denied), (2) Kedua dokumen (surat lamaran dan DRH) termuat lengkap dan terbaca jelas.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja publikasi berkas digital surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup menggunakan lembar pengamatan ketercapaian publikasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keberfungsian Akses Media Publikasi DigitalTautan media publikasi tidak dapat dibuka oleh publik (akses terkunci atau galat URL).Tautan media publikasi dapat dibuka namun memerlukan permintaan persetujuan izin akses (permission request).Tautan media publikasi dapat diakses secara langsung dan terbuka oleh publik di media digital yang dipilih.Tautan media publikasi dapat diakses langsung, terbuka, serta disajikan secara terstruktur rapi pada media digital (dilengkapi tautan ringkas atau navigasi yang mudah).
Kelengkapan dan Keterbacaan Karya yang DipublikasikanHanya satu dokumen atau tidak ada dokumen yang berhasil dimuat pada media digital, tampilan rusak/tidak terbaca.Kedua dokumen (surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup) terunggah, namun tata letak berantakan atau sebagian teks terpotong.Kedua dokumen (surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup) termuat lengkap, utuh, tata letak rapi, dan mudah dibaca pada media digital.Kedua dokumen termuat lengkap, utuh, tata letak rapi dengan format digital optimal (PDF interaktif/tata letak web responsif), serta data identitas sensitif terlindungi aman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengatasi kendala teknis dan menayangkan hasil karyanya di platform media digital yang ditentukan?
  • Bagaimana respons murid terhadap penerapan etika keamanan data digital saat mempublikasikan berkas identitas pribadi?

Murid:

  • Apakah tautan hasil publikasi surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup milikmu sudah dapat diakses dengan lancar oleh teman sekelas?
  • Bagian mana dari proses pengemasan berkas ke media digital yang paling memberikan wawasan baru bagimu?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 12.1.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra surat lamaran pekerjaan berbentuk teks aural
  • TP 12.1.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks surat lamaran pekerjaan berwujud teks visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir
  • TP 12.1.3 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks surat lamaran pekerjaan secara logis, kritis, dan kreatif
  • TP 12.1.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks daftar riwayat hidup secara logis, kritis, dan kreatif
  • TP 12.1.5 Mempresentasikan gagasan, pandangan, dan pesan dalam teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia
  • TP 12.1.6 Mempublikasikan hasil karya teks surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup di media cetak, elektronik, dan/atau digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif terpadu Bab 1 yang mencakup evaluasi reseptif kritis (aural dan visual), verifikasi portofolio tertulis berkas lamaran dan bukti publikasi, serta unjuk kerja presentasi kualifikasi diri (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis evaluasi reseptif dan menjelaskan petunjuk pengerjaan bagian aural serta visual, lalu memutar rekaman audio pembacaan surat lamaran pekerjaan sebanyak 2 kali (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Seluruh murid mengerjakan lembar jawaban evaluasi reseptif secara mandiri, meliputi: (1) evaluasi gagasan/pesan teks aural rekaman surat lamaran (acuan teks aural: pelamar mencantumkan pengalaman magang relevan tetapi kelemahan pada pesan penutup yang mendesak HRD segera menerima tanpa tawaran wawancara), (2) analisis teks visual surat lamaran (makna tersurat: kualifikasi lulusan SMA peminatan IPA dengan sertifikat keahlian desain grafis; makna tersirat: pelamar berjiwa teliti dan siap bekerja fleksibel; logika sistematika: alur paragraf pembuka, isi, dan penutup tersusun koheren tanpa lompatan gagasan) (35 menit).
  • Tugas 2: Murid secara mandiri menyerahkan dan merapikan berkas portofolio terpadu yang terdiri atas draf final surat lamaran pekerjaan yang logis dan persuasif, lembar daftar riwayat hidup yang sistematis, serta melampirkan lembar tangkapan layar bukti publikasi pengiriman melalui pos-el/portofolio digital sesuai etika (43 menit).
  • Tugas 3: Bersamaan dengan perapian berkas portofolio, murid secara bergiliran maju ke meja penguji/guru untuk melakukan unjuk kerja presentasi lisan kualifikasi diri berdurasi 1,5 menit per murid (mencakup salam pembuka santun, penyampaian 2-3 kualifikasi unggulan secara logis dan runtut, serta penutup sesuai norma kesopanan budaya Indonesia) yang diamati langsung oleh guru dengan lembar observasi (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah seluruh rangkaian asesmen selesai, guru menginstruksikan murid mengisi lembar refleksi belajar mandiri untuk memaknai pengalaman penyusunan dan pengujian berkas lamaran pekerjaan sepanjang Bab 1 (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh berkas portofolio, lembar tes evaluasi, dan lembar refleksi murid secara teratur (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid selama asesmen sumatif Bab 1 serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks aural disajikan dengan pengeras suara yang menjangkau seluruh ruang kelas secara jernih, dan murid dengan hambatan visual/pendengaran diberikan penyesuaian posisi duduk di dekat sumber suara/penguji tanpa mengubah tingkat kesulitan soal.
  • Proses: Pengerjaan tes tertulis dilakukan serentak secara mandiri, sedangkan unjuk kerja presentasi kualifikasi diri diatur dengan sistem antrean giliran individual yang tertib tanpa mengganggu murid lain.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap seragam: lembar jawaban evaluasi reseptif terisi lengkap, bundel portofolio surat lamaran + daftar riwayat hidup + bukti tangkapan layar publikasi digital, serta performa lisan kualifikasi diri 1,5 menit.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen: pemeriksaan kelengkapan berkas fisik draf surat lamaran pekerjaan, daftar riwayat hidup, lembar tangkapan layar publikasi digital, serta kesiapan audio pemutar rekaman sebelum asesmen dimulai (acuan: kelengkapan berkas murid siap uji).

Proses:

  • Observasi kepatuhan dan integritas pengerjaan tugas mandiri tertulis di kelas serta pengamatan langsung unjuk kerja presentasi kualifikasi diri lisan 1,5 menit di meja penguji.

Sumatif Bab:

  • Asesmen terpadu reseptif tertulis dan portofolio produksi-publikasi berkas lamaran kerja disertai simulasi presentasi kualifikasi diri: Lembar evaluasi reseptif kritis (analisis aural dan teks visual), berkas terpadu surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup beserta tangkapan layar bukti publikasi digital mandiri, serta performa presentasi lisan kualifikasi diri berdurasi 1,5 menit per murid
  • tes tertulis serentak: Lembar jawaban individual hasil evaluasi rekaman audio pembacaan surat lamaran (kelebihan-kelemahan gagasan dan pesan) serta analisis teks visual surat lamaran (makna tersurat, tersirat, dan logika sistematika) yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: Pedoman penskoran dan rubrik analitis dengan kriteria: (1) ketepatan evaluasi kelebihan/kelemahan gagasan teks aural, (2) ketepatan identifikasi makna tersurat dan tersirat teks visual, dan (3) ketepatan penilaian logika sistematika teks)
  • penugasan mandiri terstruktur: Berkas individual berupa draf final surat lamaran pekerjaan yang logis dan persuasif, lembar daftar riwayat hidup yang sistematis, serta tangkapan layar bukti publikasi pengiriman berkas melalui pos-el/portofolio digital sesuai etika resmi (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian produk analitis dengan kriteria: (1) kelengkapan struktur dan logika argumentasi kualifikasi surat lamaran, (2) keruntutan kronologis dan relevansi data daftar riwayat hidup, serta (3) kepatuhan etika format publikasi digital)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: Kinerja presentasi lisan kualifikasi diri secara santun dan profesional berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan perapian berkas portofolio (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: Rubrik unjuk kerja lisan dengan kriteria: (1) kelogisan dan kesistematisan penyampaian kualifikasi diri, (2) kesantunan bahasa dan tata krama budaya Indonesia, dan (3) kepercayaan diri serta kejelasan vokal)

Sumatif:

  • Asesmen terpadu reseptif tertulis dan portofolio produksi-publikasi berkas lamaran kerja disertai simulasi presentasi kualifikasi diri: Lembar evaluasi reseptif kritis (analisis aural dan teks visual), berkas terpadu surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup beserta tangkapan layar bukti publikasi digital mandiri, serta performa presentasi lisan kualifikasi diri berdurasi 1,5 menit per murid
  • tes tertulis serentak: Lembar jawaban individual hasil evaluasi rekaman audio pembacaan surat lamaran (kelebihan-kelemahan gagasan dan pesan) serta analisis teks visual surat lamaran (makna tersurat, tersirat, dan logika sistematika) yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: Pedoman penskoran dan rubrik analitis dengan kriteria: (1) ketepatan evaluasi kelebihan/kelemahan gagasan teks aural, (2) ketepatan identifikasi makna tersurat dan tersirat teks visual, dan (3) ketepatan penilaian logika sistematika teks)
  • penugasan mandiri terstruktur: Berkas individual berupa draf final surat lamaran pekerjaan yang logis dan persuasif, lembar daftar riwayat hidup yang sistematis, serta tangkapan layar bukti publikasi pengiriman berkas melalui pos-el/portofolio digital sesuai etika resmi (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian produk analitis dengan kriteria: (1) kelengkapan struktur dan logika argumentasi kualifikasi surat lamaran, (2) keruntutan kronologis dan relevansi data daftar riwayat hidup, serta (3) kepatuhan etika format publikasi digital)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: Kinerja presentasi lisan kualifikasi diri secara santun dan profesional berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan perapian berkas portofolio (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: Rubrik unjuk kerja lisan dengan kriteria: (1) kelogisan dan kesistematisan penyampaian kualifikasi diri, (2) kesantunan bahasa dan tata krama budaya Indonesia, dan (3) kepercayaan diri serta kejelasan vokal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Reseptif Kritis Teks Aural dan Visual (TP 12.1.1 & TP 12.1.2)Hanya mampu mengidentifikasi 1 kriteria dengan tepat dari acuan kunci (kelebihan/kelemahan gagasan aural, makna tersurat, makna tersirat, logika sistematika visual).Mampu mengevaluasi 2 kriteria dengan tepat dari acuan kunci (acuan: kelebihan gagasan relevan, kelemahan pesan penutup mendesak, makna tersurat kualifikasi IPA/desain, makna tersirat ketelitian kerja, logika sistematika koheren).Mampu mengevaluasi 3-4 kriteria dengan tepat dari acuan kunci secara logis.Mampu mengevaluasi kelima kriteria secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci evaluasi teks aural dan visual secara kritis dan mandiri.
Penulisan Berkas Portofolio Surat Lamaran, DRH, dan Publikasi Digital (TP 12.1.3, TP 12.1.4, & TP 12.1.6)Hanya memenuhi 1 dari 3 komponen portofolio (draf surat lamaran logis, DRH sistematis kronologis, bukti publikasi digital beretika) atau isi tidak lengkap.Memenuhi 2 dari 3 komponen portofolio dengan kriteria struktur dan isi yang cukup jelas namun masih ada kekuranglengkapan data riwayat hidup atau etika subjek/format publikasi.Memenuhi ketiga komponen portofolio secara lengkap: struktur surat lamaran logis dan persuasif, data riwayat hidup runtut dan relevan, serta bukti publikasi pos-el memuat subjek, salam, dan lampiran sesuai etika resmi.Memenuhi ketiga komponen portofolio secara sangat rapi, data kualifikasi sangat koheren antara surat lamaran dan DRH, serta format publikasi digital terbukti valid, rapi, dan sepenuhnya sesuai tata etika resmi dunia kerja.
Presentasi Lisan Kualifikasi Diri (TP 12.1.5)Penyampaian kualifikasi diri terputus-putus, tidak runtut, atau tidak menggunakan norma kesopanan bahasa Indonesia formal.Mampu menyampaikan kualifikasi diri namun alur gagasan kurang sistematis atau bahasa formal masih kaku dan melebihi batasan waktu 1,5 menit.Mempresentasikan kualifikasi diri secara logis, runtut (salam, 2-3 kualifikasi unggulan, penutup), vokal jelas, percaya diri, dan santun sesuai budaya Indonesia dalam durasi tepat 1,5 menit.Mempresentasikan kualifikasi diri secara sangat sistematis, artikulatif, persuasif, percaya diri tinggi, dan menunjukkan tata krama kesantunan budaya Indonesia yang sangat matang dalam durasi 1,5 menit.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 135 menit berjalan efektif untuk menuntaskan tes tertulis, penyerahan portofolio, dan rotasi presentasi lisan seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian penguasaan kompetensi menulis surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup murid berdasarkan hasil penilaian sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari penyusunan berkas surat lamaran kerja dan daftar riwayat hidup yang paling menunjukkan potensi dan kualifikasi terbaik diriku?
  • Bagaimana perasaanku saat mempresentasikan kualifikasi diri secara lisan, dan hal apa yang perlu terus kuperbaiki untuk menghadapi proses lamaran kerja sesungguhnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025) Bab 1
  3. Rekaman audio teks surat lamaran pekerjaan profesional dan nonprofesional
  4. Pengeras suara / pemutar audio digital
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025) Bab 1
  7. Lembar kerja contoh teks visual surat lamaran pekerjaan format konvensional dan surel
  8. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII
  9. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII (Edisi Revisi)
  10. Lembar contoh iklan lowongan pekerjaan cetak dan digital
  11. Lembar Kerja Siswa: Matriks Gagasan dan Pandangan Lamaran Kerja
  12. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Kemendikdasmen 2025)
  13. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025)
  14. Draf surat lamaran pekerjaan pertemuan 3 dan lembar kerja pemantapan logika argumen
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII (Kemendikbudristek 2025)
  16. Buku Teks Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII (Kemendikbudristek 2025)
  17. Lembar Kerja Menulis Teks Daftar Riwayat Hidup / Format Portofolio CV
  18. Contoh cetak/digital teks model Daftar Riwayat Hidup profesional
  19. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII Revisi 2025, Penerbit Kemendikdasmen
  20. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII Revisi 2025, Bab 1
  21. Draf Surat Lamaran Pekerjaan dan Daftar Riwayat Hidup hasil karya murid dari pertemuan sebelumnya
  22. Lembar pengamatan presentasi kualifikasi diri dan kartu apresiasi hijau
  23. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025), Penerbit Kemendikdasmen.
  24. Buku Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025), Bab 1 Subbab E, Penerbit Kemendikdasmen.
  25. Platform publikasi digital kelas (Padlet / Google Sites / Google Drive Folder Bersama).
  26. Buku Teks Siswa Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA/MA Kelas XII (Edisi Revisi 2025)
  27. Rekaman audio pembacaan surat lamaran pekerjaan (teks aural)
  28. Lembar teks visual surat lamaran pekerjaan untuk asesmen evaluasi logika
  29. Perangkat pemutar audio dan lembar rubrik asesmen sumatif terpadu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.