Modul AjarBab 2Fase FSemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 2: Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 11 untuk Bab 2 "Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 11 Bab 2: Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

Bahasa Indonesia - Kelas 11

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Bab 2 — Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikBab 2 — Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur
Alokasi Waktu18 JP (18 x 45 menit = 810 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 11.2.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang inovasi di Indonesia
  2. TP 11.2.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks audiovisual tentang inovasi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir
  3. TP 11.2.3 Merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks visual berita inovasi
  4. TP 11.2.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks berita tentang inovasi secara logis, kritis, dan kreatif
  5. TP 11.2.5 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi dalam bentuk monolog secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai norma kesopanan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita mengenali gagasan pokok dan pesan yang disampaikan dalam sebuah berita yang hanya kita dengarkan?
  2. Mengapa kita perlu bersikap kritis dalam mengevaluasi kebenaran gagasan serta manfaat pesan dari berita inovasi anak bangsa?
  3. Bagaimana kita membuktikan apakah sebuah gagasan dalam tayangan video berita inovasi didukung oleh fakta logis atau sekadar opini pembuatnya?
  4. Mengapa pesan penting dalam video berita sering kali tersirat melalui perpaduan gambar, gerak, dan tuturan narasumber, bukan hanya dari teks yang terbaca?
  5. Bagaimana kita mengenali apakah sebuah argumen dalam teks visual berita inovasi masuk akal dan didukung fakta objektif?
  6. Mengapa kita perlu merefleksikan gagasan dalam berita teknologi terhadap situasi nyata di sekitar kita sebelum menerimanya?
  7. Bagaimana cara menuangkan fakta inovasi anak bangsa ke dalam naskah berita agar tidak kaku sekaligus tetap logis?
  8. Mengapa sebuah teks berita tentang inovasi membutuhkan sudut pandang kritis dari penulisnya?
  9. Bagaimana cara membawakan gagasan berita inovasi secara monolog agar pesan pentingnya tersampaikan secara jelas, logis, dan tetap santun kepada pemirsa?
  10. Mengapa norma kesopanan berbahasa menjadi kunci utama ketika kita mempresentasikan suatu terobosan atau pandangan baru di ruang publik?
  11. Bagaimana ketajaman analisis reseptif membantu kita menyaring dan menguji kebenaran berita inovasi teknologi?
  12. Bagaimana mengemas gagasan inovasi secara tertulis dan lisan agar informatif, logis, serta menarik bagi khalayak luas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengevaluasi Gagasan dan Pesan Pokok Teks Nonsastra Aural Berita Inovasi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang inovasi di Indonesia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra aural berita inovasi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan membacakan satu kutipan aural pendek: 'Tim mahasiswa Indonesia berhasil menciptakan helm pintar pendeteksi kantuk untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.' Murid menuliskan gagasan pokok dan pesan dari kutipan tersebut pada secarik kertas (acuan: gagasan = penciptaan helm pintar pendeteksi kantuk oleh mahasiswa Indonesia; pesan = pemanfaatan inovasi teknologi untuk mencegah kecelakaan lalu lintas) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan materi evaluasi teks berita aural bertema inovasi teknologi di Indonesia (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep gagasan pokok (ide sentral berita) dan pesan (amanat/tujuan komunikatif bagi masyarakat) dalam teks aural, serta kriteria evaluasinya: keselarasan fakta penjelas terhadap gagasan utama dan kebermanfaatan pesan (15 menit).
  • Murid mengikuti pemodelan menyimak teks aural 1 berjudul 'Robot Penari Tradisional Karya Mahasiswa ITS' yang dibacakan guru secara berkesadaran, lalu secara bersama mengidentifikasi gagasan utama (pengembangan robot penari untuk melestarikan seni budaya Nusantara) dan pesan (generasi muda perlu memadukan inovasi teknologi modern dengan pelestarian budaya lokal) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan tantangan menggembirakan 'Tangkis Hoaks Inovasi' berpasangan: guru memperdengarkan teks aural 2 berjudul 'Alat Pengubah Udara Menjadi Air Bersih di Daerah Kekeringan' yang memuat gagasan utama, data pendukung, serta satu simpulan pesan (15 menit).
  • Dalam format permainan tebak tepat berbatas waktu, setiap pasangan mengisi Lembar Evaluasi Berita Aural yang memuat 4 butir evaluasi: (1) Menentukan gagasan pokok teks (acuan: inovasi alat pengembun udara menjadi air bersih untuk membantu wilayah krisis air); (2) Menentukan pesan teks (acuan: dorongan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mengatasi persoalan kekeringan); (3) Mengevaluasi kesahihan gagasan berdasarkan kelogisan data penjelas (acuan: gagasan sahih dan logis karena didukung prinsip kerja kondensasi); (4) Mengevaluasi kelayakan pesan bagi masyarakat luas (acuan: pesan sangat layak diterapkan untuk memperkuat ketahanan air warga) (25 menit).
  • Pasangan murid saling menukar lembar kerja untuk memeriksa kecocokan evaluasi berdasarkan panduan acuan kunci yang dipaparkan guru, serta menandai ketepatan analisis masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri merefleksikan proses evaluasi yang baru dilakukan dengan menuliskan satu hal penting yang membuat gagasan berita aural dinilai kuat/lemah serta manfaat pesan inovasi tersebut bagi dirinya (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra aural secara tepat (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil latihan dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Mengevaluasi Informasi Berita Audiovisual), lalu menutup kelas dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan transkrip kata kunci bantu saat menyimak teks aural, sedangkan murid yang mahir mengevaluasi rekaman aural dengan kompleksitas data teknologi yang lebih padat.
  • Proses: Murid dengan kecepatan belajar sedang/lambat dapat mendengarkan pembacaan teks hingga 3 kali pengulangan, sementara murid mahir cukup menyimak 1-2 kali dan langsung menyusun catatan evaluasi.
  • Produk: Semua murid menghasilkan evaluasi 4 butir target yang sama; murid mahir menyertakan argumentasi kelogisan yang lebih rinci pada butir kesahihan gagasan dan kelayakan pesan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mendengarkan satu kutipan teks aural: 'Tim mahasiswa Indonesia berhasil menciptakan helm pintar pendeteksi kantuk untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.' Murid diminta menuliskan gagasan pokok dan pesan dari kutipan tersebut. Kunci acuan: Gagasan pokok = penemuan helm pintar pendeteksi kantuk oleh mahasiswa; Pesan = pentingnya inovasi teknologi untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

Proses:

  • Formatif Mengaplikasi (Lembar Evaluasi Berita Aural): Murid mengevaluasi teks aural 'Alat Pengubah Udara Menjadi Air Bersih di Daerah Kekeringan' yang mencakup 4 butir target: Butir 1 (Gagasan pokok; acuan: inovasi alat pengembun udara menjadi air bersih untuk wilayah krisis air); Butir 2 (Pesan; acuan: urgensi pemanfaatan teknologi tepat guna demi mengatasi kekeringan); Butir 3 (Evaluasi kesahihan gagasan; acuan: gagasan sahih karena selaras dengan mekanisme kerja kondensasi udara); Butir 4 (Evaluasi kelayakan pesan; acuan: pesan layak dan aplikatif bagi ketahanan air masyarakat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menjawab pertanyaan reflektif penutup secara tertulis: 'Sebutkan 2 kriteria utama yang kalian gunakan untuk menilai apakah sebuah gagasan dalam berita aural inovasi layak dipercaya dan pesannya bermanfaat!' (Acuan kriteria: (1) Adanya bukti/fakta pendukung logis yang melandasi gagasan inovasi; (2) Pesan memberikan solusi nyata dan bernilai guna bagi masyarakat luas).

Formatif:

  • Tes lisan/tulis singkat pada asesmen awal diagnostik identifikasi gagasan dan pesan teks aural
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Evaluasi Berita Aural pada kegiatan inti tahap Mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Gagasan Pokok Teks AuralBelum mampu menemukan gagasan pokok teks aural inovasi secara tepat (0 butir tepat dari butir 1 dan 3).Menemukan gagasan pokok teks aural tetapi belum mampu mengevaluasi kesahihannya berdasarkan data penjelas (tepat 1 butir dari butir 1 dan 3 sesuai acuan).Mengevaluasi gagasan pokok teks aural beserta kesahihan logisnya secara tepat sesuai acuan pada kedua butir (butir 1 dan 3), dengan sedikit bimbingan.Mengevaluasi gagasan pokok teks aural dan menguji kesahihan serta kelogisan data penjelas secara mandiri, tepat, dan komprehensif pada butir 1 dan 3 sesuai acuan.
Mengevaluasi Pesan Teks AuralBelum mampu mengidentifikasi pesan dalam teks aural berita inovasi secara tepat (0 butir tepat dari butir 2 dan 4).Mengidentifikasi rumusan pesan namun belum mampu mengevaluasi kebermanfaatan atau kelayakan pesan bagi masyarakat (tepat 1 butir dari butir 2 dan 4 sesuai acuan).Mengevaluasi pesan teks aural dan menilai kelayakan manfaatnya bagi masyarakat secara tepat pada kedua butir (butir 2 dan 4 sesuai acuan).Mengevaluasi pesan teks aural serta menguraikan relevansi dan nilai guna praktis pesan tersebut bagi masyarakat secara tepat, kritis, dan mandiri pada butir 2 dan 4 sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan memiliki kejelasan artikulasi dan tingkat kompleksitas yang sesuai untuk melatih daya evaluasi murid kelas 11?
  • Apakah aktivitas berpasangan 'Tangkis Hoaks Inovasi' efektif membangkitkan antusiasme murid sekaligus melatih penalaran kritis saat menyimak?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan mengevaluasi gagasan dan pesan berita aural yang paling menantang bagi saya?
  • Bagaimana keterampilan menyimak kritis ini membantu saya memilah berita inovasi yang tepercaya dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 2 — Mengevaluasi Informasi Gagasan dan Makna Tersurat serta Tersirat Berita Inovasi Audiovisual — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks audiovisual tentang inovasi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pembelajaran yaitu mengevaluasi informasi, gagasan, pandangan, serta makna tersurat dan tersirat dalam teks berita audiovisual berdasarkan logika berpikir (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat: murid membedakan 2 kutipan kalimat berita antara makna tersurat dan tersirat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai indikator evaluasi berita audiovisual berdasarkan logika berpikir: memilah fakta vs opini, mengenali keselarasan antara visual pendukung dan argumen narasumber, serta membedakan bukti data langsung (tersurat) dengan implikasi/dampak jangka panjang (tersirat) (15 menit).
  • Murid memirsa tayangan video berita inovasi 'ITS Robotic Team Eps 6 – Melestarikan Budaya dengan Robot Penari' durasi 4 menit secara berkesadaran, mencatat 2 gagasan pokok, 2 data tersurat yang tampak pada tayangan, dan 1 pandangan tersirat perancang robot (20 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Logika Audiovisual' secara menyenangkan dan kompetitif: setiap pasangan menerima Lembar Analisis Logika Berita berisi 4 klaim dari video untuk diverifikasi apakah logis/faktual tersurat, inferensi tersirat sahih, atau cacat logika/tidak berdasar bukti tayangan (35 menit).
  • Setiap pasangan murid bertukar lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk melakukan pencocokan silang evaluasi logika berdasarkan bukti adegan audio/visual dari video berita (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas hasil pencocokan silang, mengonfirmasi 4 acuan kebenaran klaim logika berita secara kritis, dan merumuskan simpulan cara menemukan makna tersirat secara objektif dari data visual-audio (20 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil evaluasi murid, mengingatkan pentingnya sikap kritis memilah berita audiovisual inovasi agar tidak terjebak klaim berlebihan tanpa bukti logis (10 menit).
  • Murid mengisi kartu cek pemahaman akhir individual untuk 2 butir evaluasi makna tersurat dan tersirat, kemudian guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks transkrip audiovisual dengan penandaan adegan kunci, sedangkan murid yang mahir langsung membedah video secara mandiri tanpa bantuan transkrip.
  • Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding bekerja dalam bimbingan terarah guru pada butir 1 dan 2, sedangkan murid yang cepat memverifikasi seluruh 4 klaim secara mandiri berpasangan.
  • Produk: Tingkat kedalaman elaborasi simpulan logika: murid reguler membuktikan kesesuaian klaim dengan bukti detik tayangan, murid mahir menambahkan analisis validitas sebab-akibat argumen inovasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membedakan makna tersurat vs tersirat pada 2 kutipan lisan berita teknologi: (1) 'Baterai robot ini bertahan selama 4 jam pemakaian nonstop' -> acuan jawaban: Makna Tersurat (fakta spesifikasi teknis langsung tertulis/terucap); (2) 'Penciptaan robot tari ini membuktikan bahwa teknologi canggih tidak harus meminggirkan warisan leluhur' -> acuan jawaban: Makna Tersirat (pandangan/gagasan implisit tentang keharmonisan modernitas dan tradisi budaya).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Analisis Logika Berita Audiovisual saat murid berdiskusi berpasangan membedah 4 klaim video robot tari ITS: Butir 1 (Klaim: Robot penari dirancang untuk menggantikan penari manusia seutuhnya -> Acuan: Cacat logika/Salah, tayangan menyatakan robot sebagai media pelestarian dan edukasi teknologi, bukan pengganti manusia); Butir 2 (Klaim: Robot menggunakan sensor gerak dan motor servo untuk menirukan kelenturan gerak tari tradisional -> Acuan: Logis Faktual Tersurat, terbukti langsung dari penjelasan visual teknis narasumber); Butir 3 (Klaim: Tim robotik menghadapi kendala sinkronisasi irama musik gamelan dengan ketukan mekanik motor -> Acuan: Logis Faktual Tersurat, terkonfirmasi eksplisit dalam wawancara programmer); Butir 4 (Klaim: Generasi muda memiliki minat tinggi mengawinkan seni tradisi dengan robotika mutakhir -> Acuan: Makna Tersirat Sahih, disimpulkan secara logis dari antusiasme anggota tim mahasiswa yang berlatar belakang teknik meriset pakem tari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi (2 butir): (1) Tuliskan 1 gagasan tersurat mengenai fungsi sensor pada robot dari tayangan yang disimak (acuan: Sensor berfungsi membaca orientasi ruang atau menerima sinyal ketukan gerak tari); (2) Tuliskan 1 simpulan tersirat mengenai tujuan tim ITS berinovasi di bidang robot seni budaya (acuan: Tim bertujuan menunjukkan bahwa riset teknologi Indonesia berakar pada pelestarian kearifan lokal sekaligus mampu bersaing di panggung internasional).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Lembar Analisis Logika Audiovisual (evaluasi 4 klaim informasi: data tersurat, makna tersirat, dan validitas logika)
  • Umpan Balik Pencocokan Silang Antarpasangan (Peer Assessment)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Makna Tersurat Berdasarkan Logika BerpikirBelum mampu mengidentifikasi fakta/gagasan tersurat dari teks audiovisual secara tepat (0 klaim tepat dari 2 klaim tersurat).Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi 1 dari 2 klaim fakta tersurat berdasarkan bukti tayangan audiovisual secara logis.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) klaim fakta tersurat berdasarkan bukti tayangan audiovisual secara tepat dan logis.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) klaim fakta tersurat secara tepat, logis, serta mampu membedah rincian kaitan visual-audio tayangan tanpa keraguan.
Mengevaluasi Makna Tersirat Berdasarkan Kaidah Logika BerpikirBelum mampu menarik simpulan makna tersirat atau terjebak asumsi subjektif yang bertentangan dengan isi video (0 klaim tersirat tepat dari 2 klaim).Mampu mengevaluasi 1 dari 2 klaim makna tersirat/inferensi dengan dukungan penalaran logis dari tayangan audiovisual.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) klaim makna tersirat secara sahih berdasarkan kaidah logika berpikir yang berpijak pada data tayangan video.Mampu mengevaluasi seluruh (2 dari 2) klaim makna tersirat secara sahih dan logis, serta mampu menguraikan premis logis yang melandasinya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan video berita inovasi robotik efektif membantu murid membedakan fakta konkret tersurat dan gagasan tersirat?
  • Apakah tantangan berpasangan 'Detektif Logika Audiovisual' berhasil memotivasi seluruh murid untuk berpikir kritis dan saling memeriksa kelogisan argumen?

Murid:

  • Bagian mana dari tayangan video berita tadi yang paling menantang untuk disimpulkan makna tersiratnya?
  • Strategi apa yang paling membantuku membuktikan bahwa suatu informasi dalam video berita benar-benar logis dan berdasar fakta?

Pertemuan 3 — Merefleksi Gagasan dan Pandangan Berdasarkan Kaidah Logika Berpikir Teks Visual Berita Inovasi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.3 Merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks visual berita inovasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks visual berita inovasi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pernyataan tertulis singkat di layar mengenai hubungan sebab-akibat: (1) 'Inovasi robot tari otomatis mematikan pelestarian seni tradisional tari manusia' (Logis / Cacat Logika); (2) 'Alat penjernih air limbah UMKM bertenaga surya dapat menekan biaya operasional harian karena memanfaatkan energi terbarukan bebas biaya bahan bakar' (Logis / Cacat Logika). Murid menjawab secara tertulis pada kertas secarik (acuan kunci diagnostik: butir 1 = Cacat Logika [generalisasi terburu-buru/false dilemma]; butir 2 = Logis [premis relevan dan mendukung konklusi]) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan mencermati teks visual berita inovasi berjudul 'Inovasi Reaktor Pirolisis Pengolah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair di Kawasan Wisata Berkelanjutan' yang memuat gagasan pengolahan sampah dan pandangan narasumber mengenai efektivitas lingkungan (15 menit).
  • Murid secara individu mengidentifikasi 3 pernyataan kunci dalam teks visual tersebut dan menganalisis keselarasan logikanya berdasarkan prinsip sebab-akibat dan keberadaan bukti pendukung: Pernyataan A ('Mesin pirolisis skala desa mampu mengolah 100 kg sampah plastik per hari menjadi minyak bakar setara solar'), Pernyataan B ('Semua masalah pencemaran lingkungan seketika lenyap hanya dengan memasang satu unit alat'), dan Pernyataan C ('Dukungan pelatihan operator lokal diperlukan agar reaktor beroperasi aman dan berkesinambungan') (acuan kelogisan: Pernyataan A = Logis [disertai data kapasitas realistis]; Pernyataan B = Cacat Logika/Sesat Pikir [generalisasi berlebihan/overclaim tanpa kalkulasi sistemik]; Pernyataan C = Logis [relevan dengan persyaratan operasional teknis]) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan tantangan interaktif 'Detektif Logika': murid berpasangan menerima lembar tantangan berisi 4 kutipan pandangan inovasi untuk dinilai kesahihan logikanya secara cepat dan cermat: (1) 'Karena diciptakan mahasiswa Indonesia, robot pemilah sampah ini pasti lebih unggul dari teknologi buatan luar negeri mana pun'; (2) 'Uji laboratorium menunjukkan kadar emisi pembakaran reaktor sampah berada di bawah ambang batas baku mutu sehingga aman bagi udara sekitar'; (3) 'Penggunaan panel surya pada cagar budaya hijau tidak layak dilanjutkan karena kemarin sempat mendung dan daya baterai berkurang'; (4) 'Penerapan aplikasi digital pencatat stok membantu pelaku UMKM meminimalkan selisih barang berdasarkan rekam jejak transaksi otomatis' (acuan kunci tantangan: butir 1 = Cacat Logika [kekeliruan ad hominem/appeal to pride]; butir 2 = Logis [didukung data empiris uji lab]; butir 3 = Cacat Logika [hasty generalization/mengambil simpulan ekstrem dari satu kasus sesaat]; butir 4 = Logis [hubungan sebab-akibat langsung dan terverifikasi]) (20 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menyusun lembar kerja refleksi kritis terhadap teks visual berita inovasi 'Reaktor Pirolisis': merefleksikan gagasan utama teks, menguji 1 pandangan narasumber yang logis beserta alasan pendukungnya, menguji 1 pandangan yang mengandung bias/asumsi tidak berdasar, serta merumuskan pandangan reflektif pribadi mengenai penerapan teknologi tersebut di daerahnya berdasarkan pertimbangan logis (ketersediaan pasokan plastik, kesiapan operator, dan dampak lingkungan) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan penelaahan diri (self-reflection) atas hasil analisisnya dengan memeriksa apakah argumen refleksi yang ia bangun terbebas dari klaim tanpa bukti dan memiliki tautan sebab-akibat yang runtut menggunakan panduan daftar periksa logika berpikir (15 menit).
  • Murid menuliskan satu kesimpulan refleksi di lembar kerjanya mengenai bagaimana kaidah logika berpikir membantu dirinya bersikap kritis saat membaca berita inovasi teknologi agar tidak mudah terkecoh klaim sepihak (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar kerja refleksi logika berpikir murid, mengonfirmasi kembali ketepatan pembedaan antara argumen sahih berbasis data dengan klaim berlebihan (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan fokus pembelajaran hari ini mengenai pentingnya merefleksi teks visual secara logis, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual berita inovasi dengan panduan penanda warna pada bagian kalimat klaim dan bukti data; murid yang mahir diberikan teks visual berita inovasi yang memuat argumen lebih kompleks dengan data statistik berlawanan.
  • Proses: Murid yang memerlukan perancah (scaffolding) dipandu langkah demi langkah menguji premis sebab-akibat sederhana, sedangkan murid yang mandiri langsung melakukan pengujian multi-perspektif secara mandiri.
  • Produk: Refleksi murid disajikan dalam lembar refleksi logika berpikir tertulis dengan kedalaman analisis sesuai tingkat capaian murid (minimal mengidentifikasi dan merefleksi 2 ketepatan logika bagi yang berkembang, dan 3 atau lebih analisis logika mendalam bagi yang sangat berkembang).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kemampuan awal mengenali kaidah logika berpikir melalui 2 butir pernyataan: Butir 1: 'Inovasi robot tari otomatis mematikan pelestarian seni tradisional tari manusia' (Acuan: Cacat Logika); Butir 2: 'Alat penjernih air limbah UMKM bertenaga surya dapat menekan biaya operasional harian karena memanfaatkan energi terbarukan bebas biaya bahan bakar' (Acuan: Logis).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan analisis 4 butir pandangan pada tantangan 'Detektif Logika': Butir 1 (Acuan: Cacat Logika - bias chauvinisme/appeal to pride); Butir 2 (Acuan: Logis - didukung bukti empiris laboratorium); Butir 3 (Acuan: Cacat Logika - generalisasi tergesa-gesa); Butir 4 (Acuan: Logis - hubungan sebab-akibat fungsional).
  • Pemeriksaan pengerjaan lembar refleksi individu: ketepatan murid membedakan gagasan berdasar bukti dan pandangan berbias pada teks visual inovasi 'Reaktor Pirolisis' serta mutu pertimbangan sebab-akibat pandangan reflektifnya.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan ketercapaian refleksi akhir pembelajaran: murid mampu merumuskan minimal 1 refleksi pandangan yang sahih secara logika (memuat premis fakta, analisis sebab-akibat, dan simpulan logis yang relevan dengan konteks teks visual berita inovasi).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal uji kelogisan pernyataan (2 butir)
  • Tantangan berpasangan 'Detektif Logika' (4 butir)
  • Lembar kerja refleksi mandiri logika berpikir teks visual berita inovasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merefleksi gagasan dan pandangan teks visual berita inovasi berdasarkan kaidah logika berpikirBelum mampu merefleksi gagasan dan pandangan teks visual berita inovasi berdasarkan kaidah logika berpikir; simpulan refleksi masih mengandalkan opini tanpa kaitan sebab-akibat dan tanpa bukti dari teks.Mulai mampu merefleksi gagasan dan pandangan teks visual berita inovasi, tetapi evaluasi terhadap kelogisan premis dan bukti pendukung masih keliru pada sebagian besar bagian serta belum mandiri.Mampu merefleksi gagasan dan pandangan teks visual berita inovasi secara tepat berdasarkan kaidah logika berpikir; berhasil membedakan klaim valid dan bias serta menyusun refleksi pribadi dengan penalaran sebab-akibat yang runtut.Sangat terampil dan mandiri merefleksi gagasan dan pandangan teks visual berita inovasi berdasarkan kaidah logika berpikir; mampu membedakan argumen valid, asumsi tersembunyi, dan cacat logika secara komprehensif serta menyusun pertimbangan reflektif yang mendalam dan objektif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks visual berita inovasi yang digunakan memberikan materi yang cukup jelas bagi murid untuk menguji kaidah logika berpikir?
  • Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan 'Detektif Logika' saat membedakan argumen logis dan cacat logika?

Murid:

  • Bagian mana dari teks berita inovasi tadi yang paling mudah atau paling sulit saya nilai kelogisannya?
  • Langkah apa yang akan saya gunakan di kemudian hari untuk memastikan saya tidak langsung percaya pada klaim berita teknologi yang bombastis?

Pertemuan 4 — Menulis Gagasan dan Pandangan dalam Teks Berita Inovasi secara Logis, Kritis, dan Kreatif — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks berita tentang inovasi secara logis, kritis, dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan ruang lingkup target TP yaitu menulis naskah berita inovasi secara logis, kritis, dan kreatif (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan data inovasi dan menuliskan 1 kalimat gagasan pokok serta 1 kalimat sudut pandang kritis tertulis (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan naskah berita bertema 'Inovasi Robot Tari Tradisional' dan mengidentifikasi 3 komponen penyusun tulisan: (1) gagasan pokok faktual inovasi, (2) pandangan kritis terhadap dampak/urgensi inovasi, dan (3) pilihan sudut penulisan yang kreatif (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Sambung Fakta Logis': dalam pasangan, murid menyusun 3 pasangan fakta mentah inovasi menjadi kalimat berita yang logis secara tertulis berdasarkan 3 kartu data yang dibagikan guru (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid memilih salah satu fokus data inovasi yang disediakan (Pilihan A: 'Aplikasi Desa Digital di Jawa Barat' atau Pilihan B: 'Robot Penari Mahasiswa ITS') lalu merumuskan gagasan pokok serta sudut pandang kritis yang akan diangkat ke dalam naskah teks berita (20 menit).
  • Murid menulis draf teks berita inovasi secara mandiri sebanyak 3–4 paragraf yang menguraikan gagasan inovasi secara logis, memuat pandangan kritis terhadap kemanfaatannya, serta disajikan dengan judul dan pembuka (lead) yang kreatif (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa draf tulisannya secara mandiri menggunakan daftar periksa logika gagasan, ketajaman pandangan kritis, dan kebaruan sudut tulis kreatif, lalu melakukan swasunting penyempurnaan teks beritanya (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama dalam menulis teks berita inovasi yang logis, kritis, dan kreatif (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap performa penulisan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar data inovasi dengan tingkat perincian bervariasi: lembar terstruktur dengan panduan kata kunci fakta untuk murid yang memerlukan dukungan, dan lembar kompilasi data inovasi multidimensi untuk murid yang telah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kerangka alur penulisan paragraf demi paragraf (scaffolding pemantik kalimat), sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan langsung mengembangkan naskah berita secara independen dengan eksplorasi gaya bahasa berita yang variatif.
  • Produk: Penetapan kedalaman tulisan disesuaikan: naskah berita minimal 3 paragraf runtut berfokus pada logika dasar dan pandangan pokok, atau naskah berita 4 paragraf dengan elaborasi analisis kritis yang lebih tajam dan analogi kreatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Penulisan Gagasan: Murid diberikan teks data singkat: 'Sebuah tim robotik menciptakan robot penari tradisional untuk melestarikan tari saman di kancah internasional.' Tugas: Tuliskan (1) gagasan pokok dan (2) 1 kalimat pandangan kritis mengenai relevansi teknologi terhadap pelestarian budaya. (Kriteria keberterimaan: Gagasan pokok memuat unsur penemuan robot tari saman; pandangan kritis mengemukakan argumentasi logis mengenai fungsi robot dalam mendukung kelestarian seni).

Proses:

  • Tugas Formatif Inti (Permainan Sambung Fakta): Menggabungkan 3 pasang kartu data inovasi menjadi 3 kalimat berita tertulis yang logis. Kartu 1: 'Penerapan internet masuk desa di Jawa Barat' dan 'Petani memantau harga komoditas daring' (Kunci: 'Penerapan program internet desa di Jawa Barat mempermudah petani dalam memantau fluktuasi harga komoditas secara daring'); Kartu 2: 'Pelaku UMKM dilatih bertransaksi digital' dan 'Volume penjualan produk lokal melonjak 40%' (Kunci: 'Pelatihan transaksi digital bagi pelaku UMKM berhasil mendorong lonjakan volume penjualan produk lokal hingga 40%'); Kartu 3: 'Robot tari tradisional dilengkapi sensor gerak lentur' dan 'Pementasan seni dapat dilakukan tanpa intervensi manual penuh' (Kunci: 'Berkat penyematan sensor gerak yang lentur, robot tari tradisional mampu memperagakan pementasan seni tanpa bergantung penuh pada kendali manual').
  • Tugas Formatif Utama (Menulis Teks Berita Inovasi): Naskah berita 3–4 paragraf bertema inovasi digital/teknologi anak bangsa yang dinilai dari: (1) Kelogisan hubungan gagasan antarparagraf, (2) Ketajaman pandangan kritis terhadap tantangan/manfaat inovasi, (3) Kreativitas judul dan sudut penulisan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Reflektif Akhir Sesi: Murid menuliskan catatan perbaikan 1 kalimat terhadap bagian tulisannya sendiri: 'Tuliskan satu bukti kalimat dari naskah beritamu yang paling menunjukkan sudut pandang kritismu terhadap inovasi yang kamu angkat.' (Kriteria keberterimaan: Kalimat memuat opini berdasar fakta yang menyoroti dampak, tantangan, atau solusi berkelanjutan dari inovasi tersebut).

Formatif:

  • Penilaian diagnostik penulisan gagasan awal pada tahap pendahuluan
  • Penilaian unjuk kerja penulisan naskah teks berita inovasi menggunakan rubrik penulisan analitis (logis, kritis, dan kreatif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan Gagasan dalam Teks BeritaMenulis gagasan berita yang melompat-lompat antarkalimat dan hubungan sebab-akibat antarperistiwa belum koheren.Menulis gagasan berita dengan alur fakta yang runtut pada sebagian paragraf, namun masih ditemukan perpindahan ide yang kurang padu.Menulis gagasan berita secara logis dengan hubungan sebab-akibat yang utuh dan koheren di seluruh paragraf secara runtut.Menulis gagasan berita secara sangat logis, koheren, dengan elaborasi alur fakta yang padu dan memiliki jalinan argumentasi yang sangat kuat.
Ketajaman Pandangan KritisBelum menyertakan pandangan orisinal penulis dalam teks berita (hanya menyalin ulang paparan data mentah).Menyertakan pandangan penulis terhadap inovasi, namun masih sebatas komentar umum tanpa analisis dampak atau fakta pendukung.Menuliskan pandangan kritis yang berbobot mengenai manfaat, tantangan, atau implikasi inovasi yang didukung data relevan.Menuliskan pandangan kritis yang mendalam dan tajam dengan menimbang berbagai perspektif (peluang dan tantangan inovasi) secara analitis.
Kreativitas Penulisan Teks BeritaMenulis teks berita dengan formula kaku, judul datar, dan pembuka berita yang bersifat klise.Menulis teks berita dengan pemilihan judul yang memikat, namun pembuka berita dan sudut penulisan masih tergolong konvensional.Menulis teks berita dengan judul menarik, sudut pandang penulisan yang orisinal, serta pembuka berita yang memikat pembaca.Menulis teks berita dengan gaya bahasa yang memikat, sudut pandang inovatif yang segar, serta daya pikat narasi yang menghibur tanpa mengurangi bobot berita.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tahap menulis draf mandiri mencukupi bagi seluruh murid dalam merampungkan teks berita inovasi?
  • Bagian mana dari konsep kelogisan dan pandangan kritis dalam teks berita yang masih membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah naskah berita inovasi yang saya tulis sudah menghubungkan fakta dan pandangan kritis secara logis?
  • Bagian mana dari teks berita buatan saya yang paling kreatif dan menarik minat pembaca?

Pertemuan 5 — Mempresentasikan Gagasan dan Pesan Teks Berita Inovasi secara Monolog Sesuai Norma Kesopanan — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.5 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi dalam bentuk monolog secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai norma kesopanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta mengondisikan murid agar fokus dan siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi dalam bentuk monolog secara logis, sistematis, kritis, kreatif, serta sesuai norma kesopanan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 potongan naskah monolog berita rumpang berunsur salam pembuka dan transisi pesan: '... para pemirsa, hari ini ITS meluncurkan robot tari. ..., inovasi ini menjaga tradisi di kancah dunia.' Murid diminta memilih secara cepat ungkapan transisi dan sapaan yang santun dan logis (acuan kunci: sapaan santun 'Selamat pagi pemirsa / Salam hangat pemirsa' dan konjungsi logis 'Selain itu / Melalui terobosan ini') guna memetakan kesiapan murid dalam presentasi monolog yang runtut dan sopan (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan presentasi monolog berita inovasi yang diperagakan guru/tayangan singkat, lalu membedah empat kriteria utama monolog: kelogisan gagasan (fakta inovasi terhubung masuk akal), kesistematisan alur (pembuka salam-perkenalan topik -> inti gagasan inovasi -> penutup ajakan/pesan pokok), kekritisan dan kreativitas (penekanan sudut pandang manfaat inovasi), serta kepatuhan pada norma kesopanan bahasa (penggunaan sapaan hormat tanpa nada merendahkan) (15 menit).
  • Dalam aktivitas 'Tantangan Menata Monolog' yang menggembirakan, murid secara berpasangan menerima 3 strip naskah acak berisi gagasan monolog robot tari ITS: Strip A ('Selamat pagi pemirsa, tim robotik ITS kembali menghadirkan karya membanggakan berupa robot penari tradisional'), Strip B ('Robot ini tidak hanya memadukan kecanggihan sensor mekanik, tetapi juga menjaga kelestarian budaya di pentas internasional secara nyata'), Strip C ('Mari kita terus dukung karya anak bangsa agar teknologi Indonesia makin berdaya guna; sekian warta inovasi hari ini'). Pasangan berlomba menyusun dan melafalkan pembacaan monolog mini secara logis dan runtut (acuan urutan benar: A -> B -> C) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyiapkan draf naskah teks berita inovasi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (topik inovasi teknologi, robotik, atau UMKM go digital) untuk diolah menjadi panduan presentasi monolog berdurasi 2-3 menit (15 menit).
  • Murid melakukan latihan mandiri monolog berita inovasi dengan menerapkan alur sistematis (salam pembuka dan pengantar topik inovasi, pemaparan gagasan inti serta data inovasi secara logis dan kritis, diakhiri penegasan pesan edukatif secara santun dan kreatif) (15 menit).
  • Murid secara bergiliran mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi secara monolog di depan kelas/forum sesuai urutan penampil, dinilai langsung oleh guru menggunakan lembar observasi monolog (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mengevaluasi jalannya penampilan presentasi monolog, mengidentifikasi kekuatan penyampaian gagasan yang sistematis dan penggunaan pilihan kata yang menjunjung tinggi norma kesopanan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan prinsip utama presentasi monolog teks berita inovasi yang logis, sistematis, kritis, kreatif, dan berpegang teguh pada norma kesopanan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menyampaikan arahan persiapan untuk agenda asesmen pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kerangka penanda tutur monolog bertahap (pembuka: 'Salam hormat pemirsa...', inti gagasan: 'Inovasi ini bertujuan...', penutup: 'Pesan penting yang dapat kita petik...'); murid yang mahir diberikan tantangan menggunakan variasi transisi gagasan kritis tanpa kartu bantu.
  • Proses: Murid yang belum percaya diri diberikan kesempatan berlatih sekali lagi di sudut mandiri sebelum tampil; murid yang sudah lancar dapat langsung tampil mempresentasikan monolog berita.
  • Produk: Semua murid mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi secara monolog; murid yang mahir menyajikan sudut pandang kritis inovasi secara lebih mendalam dan kreatif dalam batas durasi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik penataan kalimat rumpang monolog berita: Murid menentukan sapaan santun dan konjungsi logis untuk menghubungkan kalimat '... para pemirsa, hari ini ITS meluncurkan robot tari. ..., inovasi ini menjaga tradisi di kancah dunia.' Kriteria ketercapaian: (1) Memilih sapaan pembuka santun (pilihan dapat diterima: 'Selamat pagi pemirsa' atau 'Salam sejahtera pemirsa'); (2) Memilih konjungsi antargagasan yang logis (pilihan dapat diterima: 'Melalui inovasi ini' atau 'Selain itu'). Murid yang menjawab kedua butir dengan benar dikategorikan siap tampil mandiri; murid yang belum tepat diberikan kartu panduan frasa tutur.

Proses:

  • Pengamatan performa presentasi monolog saat murid tampil: Guru memeriksa kelogisan hubungan gagasan inovasi, keruntutan alur penyampaian (sistematis), ketajaman pesan inovasi (kritis-kreatif), dan kesantunan pilihan kata berbahasa (norma kesopanan) pada naskah warta yang dibawakan secara monolog.

Akhir Pertemuan:

  • Cek reflektif akhir sesi: Murid menyebutkan 1 aspek penyampaian gagasan monolog yang paling berhasil ia terapkan secara logis dan santun hari ini, serta 1 bagian alur yang masih memerlukan perbaikan kelancaran penyampaian (kriteria penerimaan: respon memuat identifikasi konkret pada alur pembuka/gagasan inti/penutup monolog miliknya sendiri).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja presentasi monolog berita inovasi menggunakan lembar observasi ketercapaian kriteria logis, sistematis, kritis, kreatif, dan norma kesopanan
  • Kuis diagnostik lisan/tulis penataan alur monolog pada tahap awal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelogisan dan Kesistematisan MonologGagasan berita yang disampaikan belum saling terhubung secara logis dan alur monolog melompat-lompat tanpa struktur pembuka-inti-penutup yang jelas.Gagasan berita cukup logis namun alur monolog belum sistematis (misalnya langsung memaparkan detail tanpa membuka atau menutup warta).Menyajikan gagasan berita inovasi secara logis dengan hubungan sebab-akibat yang runtut serta alur monolog tersusun sistematis dari pembuka, isi berita inovasi, hingga penutup.Menyajikan gagasan berita inovasi secara sangat logis, runtut, dan alur monolog terstruktur sangat sistematis dengan transisi antargagasan yang amat rapi dan konsisten.
Kekritisan dan Kreativitas Gagasan BeritaHanya membaca ulang teks tanpa menunjukkan penekanan gagasan kritis maupun sentuhan kreatif dalam penyampaian pesan inovasi.Mulai menyampaikan gagasan pesan inovasi namun ulasan kritis terhadap manfaat inovasi belum tampak dan penyampaian cenderung datar.Mampu menonjolkan pesan pokok dan manfaat inovasi secara kritis serta kreatif dalam kemasan monolog yang menarik minat pemirsa.Sangat kritis dalam menyoroti signifikansi inovasi bagi masyarakat serta menunjukkan daya cipta kreatif yang tinggi dalam mengemas pesan monolog sehingga sangat menggugah pemirsa.
Penerapan Norma Kesopanan BerbahasaPilihan kata belum memperhatikan norma kesopanan berbicara di ruang publik (menggunakan kata-kata slang/kurang pantas untuk konteks warta).Pilihan kata sebagian besar sopan, tetapi sesekali masih menggunakan ragam percakapan santai yang kurang selaras dengan wibawa warta berita.Menggunakan pilihan kata, sapaan, dan ungkapan yang santun, formal/semiformal, serta sepenuhnya mematuhi norma kesopanan masyarakat.Secara konsisten dan luwes menerapkan norma kesopanan berbahasa yang santun, memuliakan pendengar, serta sangat tepat konteks warta inovasi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu selama 35 menit untuk giliran monolog murid mencukupi seluruh murid atau memerlukan pembagian format kelompok kecil?
  • Bagaimana respons murid terhadap penerapan norma kesopanan saat berbicara monolog formal di hadapan teman-temannya?

Murid:

  • Bagian mana dari presentasi monolog berita inovasi tadi yang paling membuatmu merasa percaya diri dan nyaman?
  • Tantangan apa yang kamu rasakan saat harus menjaga alur penyampaian tetap runtut, logis, sekaligus santun saat berbicara sendirian (monolog)?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 11.2.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural tentang inovasi di Indonesia
  • TP 11.2.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks audiovisual tentang inovasi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat berdasarkan kaidah logika berpikir
  • TP 11.2.3 Merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari teks visual berita inovasi
  • TP 11.2.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks berita tentang inovasi secara logis, kritis, dan kreatif
  • TP 11.2.5 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks berita inovasi dalam bentuk monolog secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif sesuai norma kesopanan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tata tertib, tujuan, dan skenario Asesmen Sumatif Bab 2 yang terdiri atas tiga bagian: tes analisis reseptif serentak (40 menit), penulisan naskah berita tertulis serentak (35 menit), serta unjuk kerja presentasi monolog bergiliran dan penyuntingan akhir (55 menit) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak instruksi kerja serta petunjuk pengisian lembar asesmen sumatif yang dibagikan guru, meliputi panduan menyimak audio rekaman berita, menyimak tayangan video inovasi, dan membaca artikel visual berita inovasi (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengerjakan tes analisis reseptif tertulis (40 menit). Guru memutarkan rekaman teks aural tentang inovasi 'Alat Pengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Sintetis' (murid menjawab: gagasan pokok [acuan: konversi limbah plastik polietilena menjadi bahan bakar minyak alternatif setara solar] dan pesan pokok [acuan: inovasi lokal mampu menjadi solusi masalah sampah lingkungan jika didukung teknologi tepat guna]); menayangkan video inovasi 'ITS Robotic Team: Melestarikan Budaya dengan Robot Penari' (murid menjawab: gagasan [acuan: integrasi teknologi robotika modern dengan pelestarian tari tradisional], makna tersurat [acuan: tim ITS merancang robot penari yang memenangkan kompetisi robotika], dan makna tersirat berdasarkan logika berpikir [acuan: teknologi tidak harus mengikis budaya lokal melainkan dapat menjadi sarana baru dalam diplomasi budaya]); serta menyajikan artikel visual berita inovasi 'Perangkat IoT untuk Monitoring Lahan Gambut' (murid menuliskan refleksi kritis berbasis kaidah logika berpikir [acuan: premis penggunaan sensor sensorik tanah valid dalam mencegah kebakaran gambut karena deteksi dini titik panas terbukti menurunkan risiko kebakaran secara signifikan tanpa lompatan kesimpulan sesat]).
  • Tugas 2: Seluruh murid secara mandiri menyusun naskah teks berita inovasi orisinal berpola adiksimba (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana) secara logis, kritis, dan kreatif dengan topik inovasi anak bangsa (30 menit).
  • Tugas 3: Pelaksanaan unjuk kerja presentasi monolog naskah berita inovasi secara bergiliran di hadapan guru (maksimal 2 menit per murid), sementara murid yang sedang menunggu giliran atau telah selesai melakukan finalisasi, penyuntingan bahasa, dan pengumpulan berkas naskah teks berita (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening mengisi lembar refleksi diri asesmen sumatif bab untuk mengevaluasi sejauh mana keterampilan menyimak aural, memirsa audiovisual, membaca visual, menulis, dan mempresentasikan monolog telah dikuasai selama Bab 2 (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen reseptif dan naskah berita tertulis murid, memberikan apresiasi atas integritas dan kerja keras selama evaluasi bab, serta merangkum ketercapaian Bab 2 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/pendengaran dapat duduk di baris terdepan dekat pelantang suara/layar proyeksi dan diperbolehkan membaca transkrip aural berteks cetak besar tanpa perubahan butir maupun kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi terpadu berbasis tes analisis reseptif serentak, penyusunan naskah berita tertulis serentak, dan unjuk kerja presentasi berita lisan singkat terotasi: Lembar kerja analisis reseptif (mengevaluasi teks aural inovasi, teks audiovisual inovasi, dan refleksi teks visual berita), naskah teks berita inovasi orisinal berpola adiksimba, serta performa pembacaan monolog berita inovasi berdurasi 2 menit per murid dinilai langsung menggunakan rubrik
  • tes analisis tertulis serentak berbasis rekaman aural, tayangan audiovisual, dan teks visual: lembar kerja analisis tertulis berisi hasil evaluasi gagasan/pesan teks aural rekaman berita inovasi, evaluasi makna tersurat dan tersirat tayangan video inovasi, serta refleksi kritis berbasis logika berpikir atas artikel visual berita inovasi yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja menulis terpandu serentak: naskah teks berita tentang inovasi karya murid secara individual yang disusun logis, kritis, dan kreatif memenuhi kelengkapan struktur adiksimba serta kaidah kebahasaan berita (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis teks berita (kriteria: struktur adiksimba, kelogisan gagasan, kekritisan/kreativitas sudut pandang))
  • unjuk kerja presentasi lisan monolog bergiliran: penampilan monolog penyampaian naskah berita inovasi selama 2 menit per murid secara rotasi di depan guru sementara murid lain melakukan finalisasi dan penyuntingan naskah (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk satu kelas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: pelafalan/artikulasi, intonasi/kelancaran, kesantunan dan sistematika penyampaian))

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi terpadu berbasis tes analisis reseptif serentak, penyusunan naskah berita tertulis serentak, dan unjuk kerja presentasi berita lisan singkat terotasi: Lembar kerja analisis reseptif (mengevaluasi teks aural inovasi, teks audiovisual inovasi, dan refleksi teks visual berita), naskah teks berita inovasi orisinal berpola adiksimba, serta performa pembacaan monolog berita inovasi berdurasi 2 menit per murid dinilai langsung menggunakan rubrik
  • tes analisis tertulis serentak berbasis rekaman aural, tayangan audiovisual, dan teks visual: lembar kerja analisis tertulis berisi hasil evaluasi gagasan/pesan teks aural rekaman berita inovasi, evaluasi makna tersurat dan tersirat tayangan video inovasi, serta refleksi kritis berbasis logika berpikir atas artikel visual berita inovasi yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja menulis terpandu serentak: naskah teks berita tentang inovasi karya murid secara individual yang disusun logis, kritis, dan kreatif memenuhi kelengkapan struktur adiksimba serta kaidah kebahasaan berita (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis teks berita (kriteria: struktur adiksimba, kelogisan gagasan, kekritisan/kreativitas sudut pandang))
  • unjuk kerja presentasi lisan monolog bergiliran: penampilan monolog penyampaian naskah berita inovasi selama 2 menit per murid secara rotasi di depan guru sementara murid lain melakukan finalisasi dan penyuntingan naskah (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat untuk satu kelas 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria: pelafalan/artikulasi, intonasi/kelancaran, kesantunan dan sistematika penyampaian))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Teks Aural, Audiovisual, dan Visual (TP 11.2.1, 11.2.2, 11.2.3)Hanya tepat mengevaluasi 1 dari 3 stimulus (acuan: gagasan/pesan teks aural limbah plastik, makna tersurat/tersirat video robot penari, atau refleksi logis visual IoT gambut).Tepat mengevaluasi 2 dari 3 stimulus sesuai kunci acuan materi (teks aural limbah plastik, video robot penari, atau visual IoT gambut).Tepat mengevaluasi seluruh (3 dari 3) stimulus sesuai kunci acuan: gagasan/pesan teks aural, makna tersurat/tersirat audiovisual, dan refleksi logis visual.Tepat mengevaluasi seluruh (3 dari 3) stimulus sesuai kunci acuan disertai elaborasi logika berpikir dan analisis hubungan sebab-akibat yang sangat rinci dan mendalam.
Penulisan Teks Berita Inovasi (TP 11.2.4)Menulis teks berita tetapi memuat kurang dari 4 unsur adiksimba dan alur gagasan belum logis.Menulis teks berita dengan memuat 4-5 unsur adiksimba, gagasan cukup logis namun sudut pandang kritis/kreatif belum tampak.Menulis teks berita secara utuh memuat 6 unsur adiksimba (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana) secara logis, kritis, dan kreatif.Menulis teks berita dengan kelengkapan 6 unsur adiksimba secara sangat logis, bernalar kritis tajam, serta menyajikan sudut pandang orisinal dan kreatif yang memikat.
Presentasi Monolog Berita Inovasi (TP 11.2.5)Menyampaikan monolog berita dengan artikulasi tidak jelas, intonasi datar/terbata-bata, dan belum terstruktur secara sistematis.Menyampaikan monolog berita dengan artikulasi cukup jelas dan intonasi cukup terjaga, namun sistematika pesan berita belum runtut atau melebihi batas waktu.Mempresentasikan teks berita secara monolog selama maksimal 2 menit dengan artikulasi jelas, intonasi tepat, sistematis, logis, dan santun sesuai norma kesopanan.Mempresentasikan teks berita secara monolog selama maksimal 2 menit dengan artikulasi sangat jernih, intonasi hidup memikat, alur sangat logis dan sistematis, serta berwibawa dan sangat santun.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana tingkat penguasaan murid pada kompetensi reseptif (menyimak/memirsa) dibandingkan dengan kompetensi produktif (menulis/mempresentasikan)?
  • Apakah alokasi waktu rotasi presentasi monolog 2 menit per murid berjalan efektif dan tertib di kelas?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif bab ini (menganalisis rekaman/video, menulis berita, atau membaca monolog berita) yang paling menantang bagimu?
  • Keterampilan komunikasi dan berpikir kritis apa yang paling berkembang dalam dirimu setelah menyelesaikan bab berita inovasi ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas XI (Edisi Revisi 2024), Bab 2, Kemendikbudristek
  3. Naskah teks aural berita inovasi buatan guru ('Robot Penari Tradisional' dan 'Alat Pengubah Udara Menjadi Air Bersih')
  4. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA Kelas XI Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024), Bab II
  5. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA Kelas XI Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024), Bab II
  6. Video Berita Inovasi: 'ITS Robotic Team Eps 6 – Melestarikan Budaya dengan Robot Penari' (https://buku.kemdikbud.go.id/s/IDN11B2K42)
  7. Lembar Analisis Logika Audiovisual dan Proyektor/LCD
  8. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI SMA/MA/SMK Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2024)
  9. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI SMA/MA/SMK Edisi Revisi Bab 2 (Kemendikbudristek, 2024)
  10. Infografik dan teks visual berita inovasi: 'Inovasi Reaktor Pirolisis Pengolah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair di Kawasan Wisata Berkelanjutan'
  11. Lembar Kerja Murid (LKPD) Refleksi Logika Berpikir Berita Inovasi
  12. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/SMK Kelas XI Revisi (Kemendikbudristek, 2024)
  13. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/SMK Kelas XI Revisi (Kemendikbudristek, 2024)
  14. Lembar ringkasan video 'Kembangkan Potensi Desa Lewat Program Desa Digital' dan 'ITS Robotic Team: Robot Penari Tradisional'
  15. Lembar Kerja Siswa Menulis Teks Berita Inovasi (Format Tabel Isian Menulis)
  16. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI (Kemendikbudristek 2024)
  17. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI Bab II (Kemendikbudristek 2024)
  18. Draf naskah teks berita inovasi karya murid (hasil kegiatan menulis pertemuan 4)
  19. Lembar rubrik penilaian monolog teks berita inovasi
  20. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI revisi 2024
  21. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI revisi 2024
  22. Rekaman audio teks aural berita inovasi 'Pengolah Sampah Plastik Menjadi BBM Sintetis'
  23. Tautan video inovasi 'ITS Robotic Team - Robot Penari' dan teks visual berita 'Perangkat IoT Pemantau Gambut'
  24. Lembar Asesmen Sumatif Bab 2 dan rubrik penilaian terpadu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.