MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan menyimak pembacaan puisi dan teks cerpen, murid dapat menyimpulkan pengertian dan karakteristik puisi secara kritis dan reflektif.
- Melalui diskusi perbandingan teks, murid dapat membandingkan ciri-ciri puisi dengan karya sastra lain (cerpen) berdasarkan unsur bentuk dan isi.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membaca sebuah tulisan yang singkat namun maknanya terasa sangat dalam? Menurut kalian, apa yang membuat tulisan tersebut berbeda dari cerita biasa?
- Jika sebuah cerita pendek (cerpen) diubah menjadi puisi, apa saja bagian yang menurut kalian akan berubah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
- Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan kolase foto beberapa penyair ternama Indonesia (misalnya Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono) dan menanyakan apakah murid mengenali tokoh-tokoh tersebut beserta karyanya.
- Guru melakukan asesmen awal dengan memberikan dua kutipan singkat (satu bait puisi dan satu paragraf cerpen) lalu meminta murid menebak mana yang puisi dan alasannya secara lisan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menyimpulkan pengertian puisi dan membandingkannya dengan cerpen.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan audio pembacaan sebuah puisi dan audio pembacaan penggalan cerpen secara bergantian.
- Murid menyimak dengan saksama dan mencatat hal-hal yang menonjol dari kedua teks aural tersebut, seperti nada baca, pilihan kata (diksi), dan rima.
- Murid secara mandiri mengidentifikasi karakteristik awal dari puisi berdasarkan apa yang mereka dengar dan lihat pada teks yang dibagikan.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
- Setiap kelompok diberikan satu lembar kerja yang berisi satu teks puisi utuh dan satu teks cerpen utuh dengan tema yang mirip.
- Murid berdiskusi membandingkan ciri-ciri puisi dengan cerpen berdasarkan unsur bentuk (tipografi, bait, baris) dan isi (kepadatan makna, diksi, pesan).
- Kelompok menuangkan hasil perbandingan mereka ke dalam format visual yang mereka sukai (tabel perbandingan, diagram Venn, atau peta konsep).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi perbandingan puisi dan cerpen di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan secara kritis dan apresiatif.
- Guru memandu murid untuk menarik benang merah dan menyimpulkan pengertian serta karakteristik puisi secara komprehensif.
- Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan mengenai pemahaman baru yang mereka dapatkan tentang puisi hari ini.
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai pengertian, karakteristik puisi, dan perbedaannya dengan cerpen.
- Guru mengapresiasi keaktifan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya, yaitu mengidentifikasi diksi dan unsur pembangun puisi secara lebih mendalam.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Guru menyediakan beberapa pilihan pasangan teks puisi dan cerpen dengan tingkat kompleksitas bahasa yang berbeda. Kelompok dengan kemampuan membaca tingkat lanjut diberikan teks dengan diksi yang lebih konotatif.
- Proses: Guru memberikan perancah (scaffolding) berupa pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur bagi kelompok yang kesulitan menemukan perbedaan unsur bentuk dan isi.
- Produk: Murid dibebaskan memilih bentuk penyajian hasil perbandingan (tabel, diagram Venn, peta konsep, atau infografis sederhana).
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di awal pembelajaran menggunakan dua kutipan singkat (puisi vs paragraf cerpen) untuk mengetahui kemampuan awal murid dalam membedakan bentuk karya sastra.
Proses:- Guru berkeliling saat diskusi kelompok, memantau pemahaman murid melalui pertanyaan pancingan, dan mencatat keterlibatan (kolaborasi dan penalaran kritis) menggunakan lembar observasi.
Akhir:- Penilaian produk hasil diskusi kelompok (diagram/tabel perbandingan) dan kesimpulan tertulis murid mengenai pengertian dan karakteristik puisi.
Formatif:- Observasi keaktifan dan kolaborasi saat diskusi kelompok.
- Tanya jawab lisan saat proses menyimak dan membandingkan teks.
Sumatif:- Penilaian hasil karya kelompok (tabel/diagram perbandingan puisi dan cerpen).
- Penilaian presentasi hasil diskusi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan Pengertian dan Karakteristik Puisi | Murid belum mampu menyebutkan pengertian dan karakteristik puisi dengan tepat. | Murid mampu menyebutkan 1-2 karakteristik puisi namun belum mampu menyimpulkan pengertiannya secara utuh. | Murid mampu menyimpulkan pengertian puisi dan menyebutkan karakteristik utamanya dengan bahasa sendiri secara tepat. | Murid mampu menyimpulkan pengertian dan karakteristik puisi secara komprehensif, kritis, dan mengaitkannya dengan fungsi ekspresi penyair. | | Membandingkan Puisi dan Cerpen (Bentuk dan Isi) | Murid belum mampu menemukan perbedaan antara puisi dan cerpen. | Murid mampu menemukan perbedaan puisi dan cerpen hanya dari segi bentuk (visual/tipografi) saja. | Murid mampu membandingkan puisi dan cerpen berdasarkan unsur bentuk (tipografi) dan isi (diksi, makna) dengan tepat. | Murid mampu membandingkan puisi dan cerpen secara mendetail pada unsur bentuk dan isi, serta memberikan bukti kutipan teks yang relevan dan logis. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu untuk kegiatan menyimak dan diskusi kelompok sudah proporsional?
- Apakah teks puisi dan cerpen yang dipilih cukup memantik nalar kritis murid?
- Bagaimana tingkat partisipasi murid dalam diskusi kelompok? Apakah ada yang mendominasi atau pasif?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantu kalian memahami apa itu puisi?
- Kesulitan apa yang kalian temui saat membandingkan puisi dengan cerpen?
- Setelah pembelajaran hari ini, apakah kalian merasa lebih tertarik untuk membaca atau menulis puisi? Mengapa?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi) Bab VI
- Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi) Bab VI
- Audio pembacaan puisi dan cerpen
- Teks cetak puisi (misal: karya Chairil Anwar atau Sapardi Djoko Damono) dan teks cerpen pendek
- Proyektor dan pelantang suara (speaker)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) perbandingan teks
|