Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengenal Puisi: Pengertian, Karakteristik, dan Perbandingan dengan Karya Sastra Lain
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak pembacaan puisi dan teks cerpen, murid dapat menyimpulkan pengertian dan karakteristik puisi secara kritis dan reflektif.
  2. Melalui diskusi perbandingan teks, murid dapat membandingkan ciri-ciri puisi dengan karya sastra lain (cerpen) berdasarkan unsur bentuk dan isi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca sebuah tulisan yang singkat namun maknanya terasa sangat dalam? Menurut kalian, apa yang membuat tulisan tersebut berbeda dari cerita biasa?
  2. Jika sebuah cerita pendek (cerpen) diubah menjadi puisi, apa saja bagian yang menurut kalian akan berubah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan kolase foto beberapa penyair ternama Indonesia (misalnya Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono) dan menanyakan apakah murid mengenali tokoh-tokoh tersebut beserta karyanya.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan memberikan dua kutipan singkat (satu bait puisi dan satu paragraf cerpen) lalu meminta murid menebak mana yang puisi dan alasannya secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menyimpulkan pengertian puisi dan membandingkannya dengan cerpen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan audio pembacaan sebuah puisi dan audio pembacaan penggalan cerpen secara bergantian.
  • Murid menyimak dengan saksama dan mencatat hal-hal yang menonjol dari kedua teks aural tersebut, seperti nada baca, pilihan kata (diksi), dan rima.
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi karakteristik awal dari puisi berdasarkan apa yang mereka dengar dan lihat pada teks yang dibagikan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok diberikan satu lembar kerja yang berisi satu teks puisi utuh dan satu teks cerpen utuh dengan tema yang mirip.
  • Murid berdiskusi membandingkan ciri-ciri puisi dengan cerpen berdasarkan unsur bentuk (tipografi, bait, baris) dan isi (kepadatan makna, diksi, pesan).
  • Kelompok menuangkan hasil perbandingan mereka ke dalam format visual yang mereka sukai (tabel perbandingan, diagram Venn, atau peta konsep).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi perbandingan puisi dan cerpen di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan secara kritis dan apresiatif.
  • Guru memandu murid untuk menarik benang merah dan menyimpulkan pengertian serta karakteristik puisi secara komprehensif.
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan mengenai pemahaman baru yang mereka dapatkan tentang puisi hari ini.

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan materi mengenai pengertian, karakteristik puisi, dan perbedaannya dengan cerpen.
  • Guru mengapresiasi keaktifan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya, yaitu mengidentifikasi diksi dan unsur pembangun puisi secara lebih mendalam.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan beberapa pilihan pasangan teks puisi dan cerpen dengan tingkat kompleksitas bahasa yang berbeda. Kelompok dengan kemampuan membaca tingkat lanjut diberikan teks dengan diksi yang lebih konotatif.
  • Proses: Guru memberikan perancah (scaffolding) berupa pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur bagi kelompok yang kesulitan menemukan perbedaan unsur bentuk dan isi.
  • Produk: Murid dibebaskan memilih bentuk penyajian hasil perbandingan (tabel, diagram Venn, peta konsep, atau infografis sederhana).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran menggunakan dua kutipan singkat (puisi vs paragraf cerpen) untuk mengetahui kemampuan awal murid dalam membedakan bentuk karya sastra.

Proses:

  • Guru berkeliling saat diskusi kelompok, memantau pemahaman murid melalui pertanyaan pancingan, dan mencatat keterlibatan (kolaborasi dan penalaran kritis) menggunakan lembar observasi.

Akhir:

  • Penilaian produk hasil diskusi kelompok (diagram/tabel perbandingan) dan kesimpulan tertulis murid mengenai pengertian dan karakteristik puisi.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kolaborasi saat diskusi kelompok.
  • Tanya jawab lisan saat proses menyimak dan membandingkan teks.

Sumatif:

  • Penilaian hasil karya kelompok (tabel/diagram perbandingan puisi dan cerpen).
  • Penilaian presentasi hasil diskusi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Pengertian dan Karakteristik PuisiMurid belum mampu menyebutkan pengertian dan karakteristik puisi dengan tepat.Murid mampu menyebutkan 1-2 karakteristik puisi namun belum mampu menyimpulkan pengertiannya secara utuh.Murid mampu menyimpulkan pengertian puisi dan menyebutkan karakteristik utamanya dengan bahasa sendiri secara tepat.Murid mampu menyimpulkan pengertian dan karakteristik puisi secara komprehensif, kritis, dan mengaitkannya dengan fungsi ekspresi penyair.
Membandingkan Puisi dan Cerpen (Bentuk dan Isi)Murid belum mampu menemukan perbedaan antara puisi dan cerpen.Murid mampu menemukan perbedaan puisi dan cerpen hanya dari segi bentuk (visual/tipografi) saja.Murid mampu membandingkan puisi dan cerpen berdasarkan unsur bentuk (tipografi) dan isi (diksi, makna) dengan tepat.Murid mampu membandingkan puisi dan cerpen secara mendetail pada unsur bentuk dan isi, serta memberikan bukti kutipan teks yang relevan dan logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk kegiatan menyimak dan diskusi kelompok sudah proporsional?
  • Apakah teks puisi dan cerpen yang dipilih cukup memantik nalar kritis murid?
  • Bagaimana tingkat partisipasi murid dalam diskusi kelompok? Apakah ada yang mendominasi atau pasif?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantu kalian memahami apa itu puisi?
  • Kesulitan apa yang kalian temui saat membandingkan puisi dengan cerpen?
  • Setelah pembelajaran hari ini, apakah kalian merasa lebih tertarik untuk membaca atau menulis puisi? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi) Bab VI
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi) Bab VI
  3. Audio pembacaan puisi dan cerpen
  4. Teks cetak puisi (misal: karya Chairil Anwar atau Sapardi Djoko Damono) dan teks cerpen pendek
  5. Proyektor dan pelantang suara (speaker)
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) perbandingan teks

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.