Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Teks Biografi Tokoh Inspiratif dan Memetik Nilai Keteladanan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mempresentasikan Teks Biografi Tokoh Inspiratif dan Memetik Nilai Keteladanan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Teks Biografi Tokoh Inspiratif dan Memetik Nilai Keteladanan

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mempresentasikan Teks Biografi Tokoh Inspiratif dan Memetik Nilai Keteladanan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMempresentasikan Teks Biografi Tokoh Inspiratif dan Memetik Nilai Keteladanan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan teks biografi tokoh inspiratif yang ditulisnya secara sistematis, kritis, dan kreatif dalam bentuk monolog atau diskusi kelas
  2. Murid dapat mengungkapkan nilai-nilai keteladanan dan kepedulian yang dipetik dari biografi tokoh inspiratif secara lisan dengan kreatif dan penuh empati
  3. Murid dapat memublikasikan teks biografi tokoh inspiratif yang dihasilkan melalui media cetak, elektronik, atau digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menyampaikan kisah tokoh inspiratif agar pendengar dapat memetik nilai keteladanannya?
  2. Nilai keteladanan apa yang paling berkesan dari tokoh yang kalian tulis, dan bagaimana cara mengomunikasikannya dengan penuh empati?
  3. Media apa yang paling efektif untuk memublikasikan biografi tokoh inspiratif agar dapat menginspirasi lebih banyak orang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru menayangkan video singkat atau kutipan presentasi tokoh inspiratif untuk membangun konteks
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid mengisi checklist kesiapan presentasi (apakah sudah memahami materi, membuat media pendukung, dan berlatih)
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: presentasi individu, refleksi nilai keteladanan, dan publikasi karya

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan slide tentang tips presentasi yang efektif: menguasai materi, membuat media pendukung menarik, mengelola bahasa tubuh, dan melakukan kontak mata
  • Murid mengamati dan mencatat poin-poin penting dari tayangan tersebut dengan penuh kesadaran
  • Guru memberikan contoh konkret presentasi biografi yang baik melalui video atau simulasi langsung
  • Murid berdiskusi berpasangan tentang karakteristik presentasi yang sistematis, kritis, dan kreatif
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengonfirmasi pemahaman murid tentang teknik presentasi dan cara mengungkapkan nilai keteladanan dengan empati

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempresentasikan teks biografi tokoh inspiratif yang telah ditulisnya secara bergiliran (5-7 menit per murid)
  • Saat presentasi, murid lain mengisi lembar observasi teman sejawat yang mencakup aspek: kejelasan penyampaian, penggunaan media, bahasa tubuh, dan kemampuan mengungkapkan nilai keteladanan
  • Setelah presentasi, murid secara khusus mengidentifikasi dan menyampaikan nilai-nilai keteladanan serta kepedulian yang dapat dipetik dari tokoh yang dipresentasikan
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif kepada setiap presenter dengan fokus pada kekuatan dan area perbaikan
  • Murid memublikasikan teks biografi mereka melalui media yang telah dipilih: mengunggah ke blog pribadi, media sosial (Instagram, Facebook), atau mencetak dalam bentuk poster/booklet untuk dipajang di kelas
  • Murid yang belum presentasi diberikan kesempatan untuk melanjutkan atau menggunakan metode gallery walk jika waktu terbatas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi tentang pengalaman mempresentasikan biografi: apa yang berjalan baik, tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang diperoleh
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif dengan pertanyaan: Nilai keteladanan apa yang paling menginspirasi dari presentasi teman-teman? Bagaimana kita dapat menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
  • Murid berbagi refleksi secara sukarela dan saling memberikan apresiasi
  • Guru mengajak murid merefleksikan pentingnya empati dalam menyampaikan kisah inspiratif dan dampak publikasi karya terhadap masyarakat yang lebih luas
  • Murid mencatat komitmen pribadi untuk menerapkan minimal satu nilai keteladanan dari tokoh yang dipelajari

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang pentingnya presentasi yang sistematis dan kreatif serta keteladanan yang dapat dipetik dari biografi tokoh
  • Guru melakukan asesmen akhir melalui exit ticket: murid menuliskan satu nilai keteladanan yang akan diterapkan dan satu hal yang dipelajari tentang teknik presentasi
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan kerja keras murid
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid diminta memantau respons pembaca terhadap publikasi biografi mereka dan melaporkan hasilnya di pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menggunakan naskah presentasi atau catatan kecil sebagai panduan. Murid yang lebih mahir didorong untuk mempresentasikan tanpa teks dan menambahkan elemen interaktif seperti video atau musik latar
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri dapat memulai dengan presentasi dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas. Murid yang lebih cepat dapat diminta menjadi peer coach untuk membantu teman yang memerlukan dukungan dalam mempersiapkan presentasi
  • Produk: Murid dapat memilih media publikasi sesuai kenyamanan dan kemampuan: media sosial (Instagram, blog), media cetak (poster, booklet), atau media digital (video biografi, podcast). Guru memberikan template dan panduan untuk setiap pilihan media

ASESMEN

Awal:

  • Checklist kesiapan presentasi: murid mengisi self-assessment tentang kesiapan materi, media pendukung, dan latihan presentasi
  • Tanya jawab singkat tentang pengalaman presentasi sebelumnya dan tantangan yang dihadapi

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi berpasangan dan kelas
  • Lembar observasi teman sejawat yang diisi selama presentasi berlangsung
  • Catatan anekdotal guru tentang kemampuan murid dalam menyampaikan nilai keteladanan dengan empati
  • Monitoring proses publikasi karya ke media yang dipilih

Akhir:

  • Penilaian komprehensif presentasi menggunakan rubrik holistik
  • Evaluasi hasil publikasi biografi di media yang dipilih (kelengkapan, kreativitas, kesesuaian media)
  • Exit ticket: murid menuliskan satu nilai keteladanan yang akan diterapkan dan satu pembelajaran tentang teknik presentasi
  • Refleksi tertulis tentang pengalaman mempresentasikan dan memublikasikan biografi tokoh inspiratif

Formatif:

  • Observasi selama diskusi berpasangan dan diskusi kelas
  • Lembar observasi teman sejawat saat presentasi
  • Umpan balik langsung dari guru selama presentasi

Sumatif:

  • Penilaian presentasi menggunakan rubrik yang mencakup aspek: penguasaan materi, struktur penyampaian, media pendukung, bahasa tubuh dan vokal, kemampuan mengungkapkan nilai keteladanan dengan empati
  • Penilaian publikasi teks biografi berdasarkan kesesuaian media, kelengkapan konten, dan kreativitas
  • Exit ticket: refleksi tertulis tentang nilai keteladanan dan pembelajaran teknik presentasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penguasaan Materi dan Struktur PenyampaianMurid belum menguasai materi biografi, sering membaca teks verbatim, dan penyampaian tidak terstrukturMurid cukup menguasai materi tetapi masih bergantung pada teks, penyampaian kurang sistematisMurid menguasai materi dengan baik, menggunakan catatan kecil sebagai panduan, penyampaian cukup sistematisMurid menguasai materi secara mendalam, mempresentasikan dengan percaya diri tanpa bergantung pada teks, penyampaian sangat sistematis dan logis
Media Pendukung dan KreativitasTidak menggunakan media pendukung atau media yang digunakan tidak relevan dengan isi presentasiMenggunakan media pendukung sederhana tetapi kurang menarik dan kurang mendukung penyampaianMenggunakan media pendukung yang menarik dan relevan, mendukung penyampaian dengan baikMenggunakan media pendukung yang sangat menarik, kreatif, dan inovatif, sangat efektif mendukung penyampaian dan pemahaman audiens
Kemampuan Mengungkapkan Nilai Keteladanan dengan EmpatiTidak mengidentifikasi nilai keteladanan atau menyampaikannya tanpa penghayatanMengidentifikasi nilai keteladanan tetapi penyampaian kurang menunjukkan empati dan penghayatanMengidentifikasi dan menyampaikan nilai keteladanan dengan cukup baik, menunjukkan empati dan penghayatanMengidentifikasi dan mengungkapkan nilai keteladanan secara mendalam dengan penuh empati, mampu menginspirasi audiens untuk meneladani nilai tersebut
Bahasa Tubuh, Vokal, dan Kontak MataBahasa tubuh kaku, suara tidak jelas, tidak melakukan kontak mata dengan audiensBahasa tubuh cukup natural tetapi terbatas, suara cukup jelas, kontak mata masih jarangBahasa tubuh natural dan mendukung penyampaian, suara jelas dan bervariasi, kontak mata cukup baikBahasa tubuh sangat ekspresif dan mendukung penyampaian, vokal jelas dengan intonasi bervariasi, kontak mata konsisten dan membangun koneksi dengan audiens
Publikasi KaryaTidak memublikasikan karya atau publikasi tidak sesuai dengan format yang dimintaMemublikasikan karya tetapi kurang lengkap atau kurang sesuai dengan media yang dipilihMemublikasikan karya dengan lengkap dan sesuai media, cukup menarikMemublikasikan karya dengan sangat lengkap, kreatif, dan efektif di media yang dipilih, menunjukkan inovasi dalam penyajian

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan efektif memfasilitasi murid untuk mempresentasikan biografi secara sistematis dan kreatif?
  • Bagaimana saya dapat memberikan dukungan lebih baik kepada murid yang kurang percaya diri dalam presentasi?
  • Apakah murid berhasil mengidentifikasi dan mengungkapkan nilai keteladanan dengan empati? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Bagaimana saya dapat mengintegrasikan teknologi lebih optimal untuk mendukung publikasi karya murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pengalaman mempresentasikan biografi tokoh inspiratif?
  • Tantangan apa yang saya hadapi saat presentasi, dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Nilai keteladanan apa yang paling menginspirasi saya dari tokoh yang saya pelajari, dan bagaimana saya akan menerapkannya?
  • Bagaimana respons teman-teman dan pembaca terhadap biografi yang saya publikasikan? Apa yang bisa saya perbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
  3. Video tutorial teknik presentasi yang efektif
  4. Contoh biografi tokoh inspiratif dari berbagai sumber (buku, artikel online, video)
  5. Laptop/komputer dan proyektor untuk menampilkan media presentasi
  6. Karton, spidol, dan alat tulis untuk membuat media pendukung presentasi
  7. Akses internet untuk publikasi karya di media digital (blog, media sosial)
  8. Lembar observasi teman sejawat dan rubrik penilaian presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.