Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menelaah Unsur Kebahasaan, Tanda Baca, dan Kata Serapan dalam Teks Biografi Tokoh Inspiratif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menelaah Unsur Kebahasaan, Tanda Baca, dan Kata Serapan dalam Teks Biografi Tokoh Inspiratif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menelaah Unsur Kebahasaan, Tanda Baca, dan Kata Serapan dalam Teks Biografi Tokoh Inspiratif

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menelaah Unsur Kebahasaan, Tanda Baca, dan Kata Serapan dalam Teks Biografi Tokoh Inspiratif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenelaah Unsur Kebahasaan, Tanda Baca, dan Kata Serapan dalam Teks Biografi Tokoh Inspiratif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menelaah penggunaan tanda baca dan kata serapan dalam teks biografi tokoh inspiratif dengan menggunakan sumber pendukung lain (EYD V) secara kritis.
  2. Murid dapat menganalisis ciri-ciri kebahasaan teks biografi tokoh inspiratif, termasuk struktur kalimat dan pilihan kata yang mencerminkan nilai keteladanan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca biografi seorang tokoh dan menemukan kata-kata yang terasa asing atau berasal dari bahasa lain? Kata apa saja yang kalian temukan, dan apa maknanya?
  2. Mengapa penggunaan tanda baca yang tepat sangat penting dalam sebuah teks biografi? Apa yang terjadi jika tanda baca digunakan secara keliru?
  3. Bagaimana cara penulis biografi memilih kata-kata tertentu untuk menggambarkan kehebatan dan keteladanan seorang tokoh? Apakah pilihan kata itu memengaruhi kesan yang kita dapatkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid melakukan 'check-in' singkat: murid menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka hari ini di selembar sticky note (berkesadaran/mindful opening).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua kalimat dari teks biografi — satu dengan tanda baca benar, satu dengan tanda baca keliru — lalu meminta murid secara lisan menyebutkan perbedaan yang mereka temukan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara bertahap dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (TP 10.5.4.1 dan 10.5.4.2) dengan bahasa yang sederhana dan mengaitkannya dengan manfaat nyata: 'Setelah belajar ini, kalian bisa membaca dan menulis teks biografi dengan lebih cermat dan kritis.'
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi, serta cara asesmen yang akan digunakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan penggalan teks biografi tokoh inspiratif (misalnya penggalan biografi Affandi atau tokoh pahlawan nasional lain) kepada setiap murid.
  • Murid membaca teks secara mandiri selama 5 menit dengan penuh perhatian, lalu menandai (menggarisbawahi atau melingkari) kata serapan dan tanda baca yang mereka temukan (prinsip Berkesadaran: membaca dengan fokus penuh).
  • Guru menayangkan ringkasan kaidah tanda baca dari EYD V (edisi V) melalui proyektor atau membagikan lembar ringkasan, mencakup: tanda titik, koma, titik dua, tanda hubung, dan tanda petik.
  • Guru menjelaskan secara singkat (10 menit) konsep kata serapan: pengertian, jenis (adaptasi, adopsi, terjemahan), dan contoh dalam teks biografi, disertai contoh konkret dari teks yang telah dibaca murid.
  • Guru menjelaskan ciri-ciri kebahasaan teks biografi: penggunaan kata kerja tindakan, kata sifat yang mencerminkan nilai keteladanan (gigih, berdedikasi, pantang menyerah), kalimat kompleks, dan sudut pandang ketiga.
  • Murid diberikan kesempatan bertanya atau mengklarifikasi pemahaman awal mereka (prinsip Bermakna: menghubungkan konsep dengan teks nyata yang sudah dibaca).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen. Setiap kelompok mendapatkan satu penggalan teks biografi yang sama atau berbeda (guru dapat menyediakan 2–3 pilihan teks biografi tokoh berbeda untuk variasi).
  • Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi tiga tugas: (1) Identifikasi dan telaah minimal 5 penggunaan tanda baca dalam teks — catat nomor kalimat, tanda baca yang digunakan, dan penilaian apakah sudah sesuai EYD V atau belum beserta alasannya; (2) Temukan minimal 5 kata serapan dalam teks — catat kata, bahasa asalnya, dan maknanya berdasarkan KBBI atau EYD V; (3) Identifikasi minimal 3 ciri kebahasaan teks biografi (struktur kalimat, pilihan kata keteladanan, sudut pandang) dan berikan contoh kalimatnya dari teks.
  • Murid menggunakan sumber pendukung: EYD V versi daring (jika tersedia perangkat), KBBI daring, atau lembar ringkasan EYD V yang disediakan guru — melatih kemampuan menggunakan sumber secara kritis (prinsip Bermakna: belajar dengan sumber autentik).
  • Guru berkeliling memantau proses diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pancingan seperti: 'Mengapa kalian menilai tanda baca ini kurang tepat? Apa aturan EYD V yang mendukung penilaian kalian?'
  • Setiap kelompok menyajikan hasil telaahnya dalam format poster mini atau tabel ringkasan di kertas plano/karton (prinsip Menggembirakan: produk visual yang menarik dan bisa dipajang).
  • Sesi 'Galeri Berjalan' (Gallery Walk) selama 8 menit: setiap kelompok merotasi untuk membaca hasil kerja kelompok lain, memberikan catatan apresiasi atau pertanyaan pada sticky note yang ditempel di poster kelompok lain (prinsip Menggembirakan: interaksi aktif dan menyenangkan).
  • Guru melakukan asesmen proses: mengamati ketepatan analisis tanda baca dan kata serapan masing-masing kelompok, serta mencatat kelompok yang memerlukan bimbingan tambahan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah Gallery Walk, setiap kelompok kembali ke tempat duduk masing-masing dan membaca catatan dari kelompok lain pada poster mereka.
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan temuan paling menarik atau paling menantang dari proses telaah mereka (maksimal 3 menit per kelompok), termasuk menjawab pertanyaan dari sticky note yang diterima (prinsip Bermakna: mengomunikasikan hasil analisis secara kritis).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Dari semua temuan tadi, pola penggunaan tanda baca atau kata serapan apa yang paling sering muncul dalam teks biografi? Mengapa penulis biografi cenderung menggunakan kata-kata tertentu untuk menggambarkan tokoh?'
  • Murid secara individu mengisi 'Jurnal Refleksi Singkat' (3–5 menit) pada selembar kertas atau buku catatan, menjawab tiga pertanyaan: (a) Apa yang paling baru saya pelajari hari ini? (b) Bagian mana yang masih membingungkan saya? (c) Bagaimana pengetahuan tentang tanda baca dan kata serapan ini berguna dalam kehidupan saya sehari-hari? (prinsip Berkesadaran: refleksi diri yang tulus dan mendalam).
  • Guru mengumpulkan LKPD kelompok sebagai bahan asesmen akhir dan jurnal refleksi individu sebagai bahan umpan balik.

Penutup:

  • Guru merangkum poin-poin kunci pembelajaran: kaidah tanda baca dalam EYD V, jenis dan contoh kata serapan, serta ciri kebahasaan teks biografi yang mencerminkan nilai keteladanan.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja kelompok yang diamati selama proses pembelajaran, menyebutkan hal-hal yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki.
  • Guru memberikan tugas mandiri sebagai penguatan: murid diminta membaca satu paragraf biografi tokoh pilihan mereka sendiri (dari buku, majalah, atau internet) dan menandai minimal 3 tanda baca serta 3 kata serapan yang ditemukan, kemudian menuliskan analisis singkatnya di buku catatan untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya (Bab 5, Pertemuan ke-5) agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid melakukan 'check-out': setiap murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini (berkesadaran/mindful closing).
  • Salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru menyediakan lembar ringkasan EYD V yang sudah disederhanakan dengan contoh-contoh konkret dan daftar kata serapan umum yang sering muncul dalam teks biografi. Untuk murid yang sudah mahir: guru menyediakan teks biografi yang lebih kompleks dengan kosakata akademik tinggi dan meminta mereka membandingkan penggunaan tanda baca pada dua versi teks (versi asli dan versi yang sengaja diubah tanda bacanya).
  • Proses: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: guru memberikan LKPD dengan panduan langkah demi langkah yang lebih terstruktur, termasuk contoh pengisian pertama yang sudah diisi sebagai model. Selama diskusi kelompok, guru lebih sering mendampingi kelompok ini. Untuk murid yang sudah mahir: guru mendorong mereka untuk tidak hanya mengidentifikasi tetapi juga mengevaluasi apakah penggunaan tanda baca dan kata serapan dalam teks sudah efektif dalam menyampaikan nilai keteladanan tokoh, serta memberikan saran perbaikan.
  • Produk: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih: produk berupa tabel sederhana dengan kolom yang sudah disiapkan (temuan tanda baca, temuan kata serapan, keterangan). Untuk murid yang sudah mahir: produk berupa analisis naratif singkat (1 paragraf) yang menjelaskan bagaimana pilihan kebahasaan dalam teks biografi berkontribusi pada penyampaian nilai keteladanan tokoh, disertai bukti kutipan dari teks.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua kalimat dari teks biografi — satu dengan tanda baca benar dan satu dengan tanda baca keliru — lalu meminta murid secara lisan menyebutkan perbedaan yang mereka temukan. Tujuan: mengukur pengetahuan awal murid tentang kaidah tanda baca.
  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar istilah kata serapan? Berikan satu contoh kata serapan yang kalian ketahui!' Tujuan: memetakan pemahaman awal tentang kata serapan sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi sistematis oleh guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan sederhana: apakah murid mampu menggunakan EYD V sebagai rujukan, apakah diskusi berlangsung aktif dan terarah, apakah setiap anggota kelompok berkontribusi.
  • Pengecekan LKPD sementara: guru meminta setiap kelompok menunjukkan satu temuan tanda baca dan satu kata serapan di tengah kegiatan untuk memastikan arah analisis sudah benar sebelum dilanjutkan.
  • Catatan sticky note pada Gallery Walk: guru mengumpulkan dan membaca catatan murid untuk menilai kemampuan berpikir kritis dan komunikasi tertulis.

Akhir:

  • LKPD kelompok dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: ketepatan telaah tanda baca, identifikasi dan analisis kata serapan, serta analisis ciri kebahasaan.
  • Jurnal Refleksi Individu dikumpulkan sebagai bukti proses berpikir dan refleksi diri murid.
  • Tugas mandiri (membaca teks biografi pilihan dan menganalisis tanda baca serta kata serapan) dikumpulkan pada pertemuan berikutnya sebagai asesmen sumatif individual.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: mencatat ketepatan murid dalam mengidentifikasi tanda baca dan kata serapan menggunakan EYD V.
  • Catatan sticky note pada Gallery Walk: menilai kemampuan murid memberikan apresiasi dan pertanyaan kritis terhadap hasil kerja kelompok lain.
  • Pertanyaan lisan pancingan dari guru selama kegiatan kelompok untuk mengecek pemahaman konsep.

Sumatif:

  • LKPD kelompok: dinilai berdasarkan rubrik ketepatan telaah tanda baca, identifikasi kata serapan, dan analisis ciri kebahasaan.
  • Jurnal Refleksi Individu: dinilai berdasarkan kedalaman refleksi dan kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.
  • Tugas mandiri (dikumpulkan pertemuan berikutnya): analisis tanda baca dan kata serapan pada teks biografi pilihan murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Telaah Tanda Baca (TP 10.5.4.1)Murid tidak dapat mengidentifikasi tanda baca dalam teks biografi, atau identifikasi yang dilakukan tidak relevan dan tidak disertai rujukan EYD V.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 tanda baca dalam teks biografi, namun penilaian kesesuaian dengan EYD V masih kurang tepat atau tidak disertai alasan yang memadai.Murid dapat mengidentifikasi 3–4 tanda baca dalam teks biografi dan menilai kesesuaiannya dengan EYD V disertai alasan yang cukup tepat, meskipun masih ada 1–2 kekeliruan.Murid dapat mengidentifikasi minimal 5 tanda baca dalam teks biografi, menilai kesesuaiannya dengan EYD V secara tepat dan kritis, serta memberikan alasan yang jelas dan didukung rujukan EYD V yang spesifik.
Identifikasi dan Analisis Kata Serapan (TP 10.5.4.1)Murid tidak dapat menemukan kata serapan dalam teks biografi, atau kata yang ditemukan bukan merupakan kata serapan.Murid dapat menemukan 1–2 kata serapan dalam teks biografi, namun identifikasi bahasa asal dan makna kata masih kurang tepat.Murid dapat menemukan 3–4 kata serapan dalam teks biografi, mengidentifikasi bahasa asalnya, dan menjelaskan maknanya berdasarkan KBBI atau EYD V dengan cukup tepat.Murid dapat menemukan minimal 5 kata serapan dalam teks biografi, mengidentifikasi bahasa asalnya secara tepat, menjelaskan maknanya berdasarkan KBBI atau EYD V, dan menganalisis jenis serapannya (adaptasi/adopsi/terjemahan) dengan benar.
Analisis Ciri Kebahasaan Teks Biografi (TP 10.5.4.2)Murid tidak dapat mengidentifikasi ciri kebahasaan teks biografi, atau identifikasi yang dilakukan tidak relevan dengan teks.Murid dapat mengidentifikasi 1 ciri kebahasaan teks biografi (misalnya hanya sudut pandang ketiga) namun belum mampu mengaitkannya dengan nilai keteladanan tokoh.Murid dapat mengidentifikasi 2 ciri kebahasaan teks biografi (misalnya struktur kalimat dan pilihan kata) dan menjelaskan kaitannya dengan nilai keteladanan tokoh dengan cukup tepat.Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 ciri kebahasaan teks biografi (struktur kalimat, pilihan kata keteladanan, sudut pandang), memberikan contoh kalimat yang tepat dari teks, dan menganalisis secara mendalam bagaimana pilihan kebahasaan tersebut mencerminkan nilai keteladanan tokoh.
Kemampuan Menggunakan Sumber Pendukung Secara Kritis (TP 10.5.4.1)Murid tidak menggunakan sumber pendukung (EYD V/KBBI) sama sekali dalam proses telaah.Murid menggunakan sumber pendukung namun hanya sebagai formalitas, tanpa benar-benar merujuk pada kaidah yang relevan.Murid menggunakan sumber pendukung (EYD V/KBBI) secara aktif dan merujuk pada kaidah yang relevan, meskipun belum selalu tepat dalam memilih bagian yang sesuai.Murid menggunakan sumber pendukung (EYD V/KBBI) secara aktif, tepat, dan kritis — mampu merujuk pada pasal/bagian yang spesifik dalam EYD V untuk mendukung penilaian mereka terhadap penggunaan tanda baca dan kata serapan dalam teks.
Refleksi Diri dan Komunikasi (Jurnal Refleksi)Murid tidak mengisi jurnal refleksi atau jawaban yang diberikan sangat singkat dan tidak relevan dengan pembelajaran.Murid mengisi jurnal refleksi namun hanya menjawab 1 pertanyaan refleksi dengan jawaban yang sangat umum dan tidak spesifik.Murid mengisi jurnal refleksi dengan menjawab 2–3 pertanyaan refleksi secara cukup spesifik, meskipun kaitan dengan kehidupan nyata masih kurang mendalam.Murid mengisi jurnal refleksi dengan menjawab ketiga pertanyaan secara spesifik, jujur, dan mendalam — termasuk mampu mengidentifikasi bagian yang masih membingungkan dan menjelaskan relevansi materi dengan kehidupan nyata secara konkret.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan Gallery Walk? Jika tidak, apa yang menyebabkan sebagian murid kurang terlibat?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian waktu pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah sumber pendukung (EYD V, KBBI) yang disediakan sudah memadai dan mudah diakses oleh semua murid? Bagaimana cara meningkatkan aksesibilitasnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kemampuan berbeda? Murid mana yang masih memerlukan dukungan lebih lanjut?
  • Seberapa dalam murid mampu mengaitkan analisis kebahasaan dengan nilai keteladanan tokoh? Apa strategi yang bisa memperkuat koneksi ini pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling baru dan menarik yang kamu pelajari hari ini tentang tanda baca, kata serapan, atau ciri kebahasaan teks biografi?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana pengetahuan tentang tanda baca dan kata serapan ini bisa berguna dalam kehidupanmu sehari-hari — misalnya saat membaca berita, menulis pesan, atau membuat tugas?
  • Apa yang kamu pelajari dari tokoh inspiratif dalam teks biografi yang kamu telaah hari ini? Nilai keteladanan apa yang paling berkesan bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 5: Memetik Keteladanan dari Biografi Tokoh Inspiratif, khususnya bagian C (halaman 189 dst.)
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X (Edisi Revisi) — Panduan Pembelajaran Bab 5
  3. EYD V (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V) — versi cetak atau daring di ejaan.kemdikbud.go.id
  4. KBBI Daring (Kamus Besar Bahasa Indonesia) — kbbi.kemdikbud.go.id
  5. Teks biografi tokoh inspiratif/pahlawan nasional (misalnya biografi Affandi, Cut Nyak Dien, atau tokoh lain yang relevan) — dapat bersumber dari buku siswa atau sumber terpercaya lainnya
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang disiapkan guru berisi tabel identifikasi tanda baca, kata serapan, dan ciri kebahasaan
  7. Lembar ringkasan kaidah tanda baca EYD V (disederhanakan oleh guru untuk kemudahan akses murid)
  8. Kertas plano atau karton untuk poster mini kelompok
  9. Sticky note berwarna untuk kegiatan Gallery Walk dan check-in/check-out
  10. Proyektor dan laptop untuk menampilkan materi EYD V dan contoh teks biografi
  11. Spidol warna-warni untuk membuat poster mini kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.