Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif tertulis, murid dapat menunjukkan kemampuan mengevaluasi isi, karakteristik, dan unsur kebahasaan teks negosiasi serta membandingkannya dengan teks lain secara akurat dan kritis
  2. Melalui asesmen sumatif produk, murid dapat menghasilkan teks negosiasi berbentuk dialog atau naratif yang memuat gagasan, strategi, dan etika bernegosiasi secara logis, kreatif, dan runtut sebagai bukti capaian belajar bab ini

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Sejauh mana kalian telah memahami karakteristik dan strategi dalam teks negosiasi?
  2. Bagaimana kalian akan menerapkan pengetahuan tentang negosiasi dalam menciptakan dialog yang efektif?
  3. Apa yang kalian pelajari dari proses belajar negosiasi selama bab ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari dalam Bab 4 tentang teks negosiasi: pengertian, karakteristik, struktur, unsur kebahasaan, strategi, dan etika bernegosiasi
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif: mengukur pemahaman dan kemampuan murid dalam mengevaluasi dan menghasilkan teks negosiasi
  • Guru menjelaskan format asesmen yang terdiri dari dua bagian: asesmen tertulis (evaluasi teks) dan asesmen produk (membuat teks negosiasi)
  • Guru memberikan kesempatan murid bertanya tentang teknis pelaksanaan asesmen

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis yang memuat soal evaluasi isi, karakteristik, dan unsur kebahasaan teks negosiasi serta perbandingan dengan teks lain
  • Murid membaca dan memahami instruksi soal dengan cermat
  • Murid mengidentifikasi apa yang ditanyakan dalam setiap soal dan mengingat kembali materi yang relevan
  • Murid mulai mengerjakan soal tertulis secara mandiri dengan fokus dan tenang
  • Guru mengawasi jalannya asesmen dan memastikan suasana kondusif untuk berpikir kritis

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah menyelesaikan asesmen tertulis, murid menerima lembar tugas asesmen produk
  • Murid memilih salah satu bentuk teks negosiasi yang akan dibuat: dialog atau naratif, sesuai minat dan kekuatan mereka
  • Murid merencanakan konten teks negosiasi dengan menentukan tema/konteks negosiasi, pihak-pihak yang terlibat, masalah yang dinegosiasikan, dan strategi yang akan digunakan
  • Murid menulis teks negosiasi dengan memperhatikan struktur (pembukaan, isi/tawar-menawar, penutup/kesepakatan), unsur kebahasaan (kalimat persuasif, kosakata khusus negosiasi), dan etika bernegosiasi
  • Murid mengembangkan gagasan secara kreatif dan logis, memastikan alur negosiasi runtut dan menghasilkan solusi yang saling menguntungkan
  • Guru berkeliling memberikan dukungan minimal jika diperlukan tanpa mengganggu konsentrasi murid

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaan tertulis dan produk teks negosiasi yang telah dibuat
  • Murid mengevaluasi apakah teks negosiasi yang dibuat sudah memenuhi kriteria: struktur lengkap, strategi negosiasi jelas, etika bernegosiasi terjaga, dan bahasa persuasif digunakan dengan tepat
  • Murid membuat catatan refleksi singkat di lembar jawaban tentang proses berpikir mereka saat mengerjakan asesmen dan tantangan yang dihadapi
  • Murid mengumpulkan lembar jawaban asesmen tertulis dan produk teks negosiasi kepada guru
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras murid dalam menyelesaikan asesmen

Penutup:

  • Guru meminta beberapa murid berbagi pengalaman mereka saat mengerjakan asesmen: bagian mana yang paling menantang dan apa yang mereka pelajari dari proses ini
  • Guru memberikan umpan balik umum tentang pelaksanaan asesmen dan mengingatkan murid bahwa hasil asesmen akan menjadi cerminan pemahaman mereka tentang teks negosiasi
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan diumumkan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual
  • Guru mengajak murid merefleksikan perjalanan belajar selama Bab 4 dan pentingnya keterampilan negosiasi dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih tema negosiasi yang dekat dengan minat mereka (negosiasi jual-beli, negosiasi proyek sekolah, negosiasi kesepakatan keluarga) untuk membuat produk teks lebih bermakna
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat mengumpulkan tugas produk hingga 1x24 jam setelah asesmen tertulis selesai, dengan catatan murid menyampaikan kebutuhan ini kepada guru
  • Produk: Murid dapat memilih format produk sesuai kekuatan mereka: dialog (untuk yang kuat dalam percakapan langsung) atau naratif (untuk yang kuat dalam penulisan cerita), dengan tetap memenuhi kriteria yang sama

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek kesiapan murid: Apa saja yang sudah kalian pelajari tentang teks negosiasi? Apa yang membedakan teks negosiasi dengan teks lain?
  • Guru mengamati respons murid untuk memastikan mereka siap menghadapi asesmen

Proses:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan asesmen tertulis: apakah murid membaca soal dengan cermat, apakah mereka tampak memahami instruksi
  • Observasi guru saat murid membuat produk teks negosiasi: apakah murid merencanakan sebelum menulis, apakah mereka menulis dengan fokus dan sistematis
  • Catatan guru tentang murid yang membutuhkan dukungan tambahan atau menunjukkan kesulitan tertentu

Akhir:

  • Penilaian asesmen tertulis menggunakan kunci jawaban dan rubrik: akurasi evaluasi karakteristik teks negosiasi, ketepatan identifikasi unsur kebahasaan, kemampuan membandingkan teks, dan kemampuan berpikir kritis
  • Penilaian produk teks negosiasi menggunakan rubrik: kelengkapan struktur, ketepatan strategi negosiasi, penerapan etika, penggunaan unsur kebahasaan persuasif, kreativitas gagasan, dan keruntutan alur
  • Umpan balik tertulis dari guru untuk setiap murid tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan

Formatif:

  • Observasi guru terhadap proses pengerjaan asesmen: kemandirian, fokus, dan manajemen waktu murid
  • Catatan refleksi singkat murid tentang proses berpikir saat mengerjakan asesmen

Sumatif:

  • Asesmen tertulis: soal evaluasi isi, karakteristik, dan unsur kebahasaan teks negosiasi serta perbandingan dengan teks lain
  • Asesmen produk: teks negosiasi berbentuk dialog atau naratif yang memuat gagasan, strategi, dan etika bernegosiasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Isi dan Karakteristik Teks NegosiasiBelum mampu mengevaluasi isi dan karakteristik teks negosiasi dengan tepat, banyak kesalahan dalam identifikasiMampu mengevaluasi sebagian isi dan karakteristik teks negosiasi dengan bimbingan, masih ada beberapa kesalahanMampu mengevaluasi isi dan karakteristik teks negosiasi secara akurat, dengan sedikit kesalahan minorMampu mengevaluasi isi dan karakteristik teks negosiasi secara akurat, kritis, dan mendalam dengan analisis yang tajam
Identifikasi Unsur Kebahasaan Teks NegosiasiBelum mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan teks negosiasi (kalimat persuasif, kosakata khusus) dengan tepatMampu mengidentifikasi sebagian unsur kebahasaan teks negosiasi, tetapi kurang lengkap dan kurang tepatMampu mengidentifikasi unsur kebahasaan teks negosiasi dengan tepat dan cukup lengkapMampu mengidentifikasi unsur kebahasaan teks negosiasi secara lengkap, tepat, dan menjelaskan fungsinya secara mendalam
Perbandingan Teks Negosiasi dengan Teks LainBelum mampu membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain secara akuratMampu membandingkan teks negosiasi dengan teks lain, tetapi perbandingan masih dangkal dan kurang jelasMampu membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain secara akurat dengan poin perbandingan yang jelasMampu membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain secara akurat, kritis, dengan analisis mendalam tentang perbedaan dan persamaan
Struktur Teks Negosiasi (Produk)Teks negosiasi yang dihasilkan belum memiliki struktur yang jelas (pembukaan, isi, penutup)Teks negosiasi memiliki struktur dasar, tetapi kurang lengkap atau kurang runtutTeks negosiasi memiliki struktur yang lengkap dan runtut (pembukaan, isi/tawar-menawar, penutup/kesepakatan)Teks negosiasi memiliki struktur yang lengkap, sangat runtut, dengan transisi yang halus dan alur yang logis
Strategi dan Etika Bernegosiasi (Produk)Teks negosiasi belum menunjukkan strategi atau etika bernegosiasi yang jelasTeks negosiasi menunjukkan strategi dan etika bernegosiasi secara sederhana, tetapi kurang konsistenTeks negosiasi menunjukkan strategi dan etika bernegosiasi secara jelas dan konsistenTeks negosiasi menunjukkan strategi dan etika bernegosiasi secara sangat jelas, kreatif, dan mencapai solusi win-win
Penggunaan Unsur Kebahasaan (Produk)Teks negosiasi belum menggunakan unsur kebahasaan persuasif dan kosakata khusus negosiasi dengan tepatTeks negosiasi menggunakan sebagian unsur kebahasaan persuasif, tetapi masih terbatas dan kurang bervariasiTeks negosiasi menggunakan unsur kebahasaan persuasif dan kosakata khusus negosiasi dengan tepat dan cukup bervariasiTeks negosiasi menggunakan unsur kebahasaan persuasif dan kosakata khusus negosiasi secara sangat tepat, bervariasi, dan efektif
Kreativitas dan Gagasan (Produk)Gagasan dalam teks negosiasi masih sangat sederhana dan kurang orisinalGagasan dalam teks negosiasi cukup sederhana dengan sedikit unsur kreativitasGagasan dalam teks negosiasi cukup kreatif, orisinal, dan relevan dengan konteksGagasan dalam teks negosiasi sangat kreatif, orisinal, menarik, dan kontekstual dengan kehidupan nyata

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen yang saya berikan sudah jelas dan dipahami oleh semua murid?
  • Bagaimana saya dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan membantu murid memahami hasil belajar mereka?
  • Apakah asesmen ini sudah mengukur pemahaman dan keterampilan murid secara menyeluruh sesuai tujuan pembelajaran?
  • Apakah ada murid yang membutuhkan remedial atau pengayaan berdasarkan hasil asesmen ini?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen yang paling menantang bagi saya? Mengapa?
  • Apa yang sudah saya kuasai dengan baik tentang teks negosiasi setelah mengerjakan asesmen ini?
  • Keterampilan apa yang masih perlu saya tingkatkan dalam memahami dan membuat teks negosiasi?
  • Bagaimana saya dapat menerapkan pengetahuan tentang negosiasi dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbudristek, Bab IV: Belajar Menjadi Negosiator Ulung
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbudristek, Bab IV
  3. Lembar soal asesmen sumatif tertulis (disusun guru berdasarkan materi Bab 4)
  4. Lembar tugas asesmen produk (panduan pembuatan teks negosiasi)
  5. Contoh teks negosiasi berbentuk dialog dan naratif sebagai referensi
  6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk referensi kosakata
  7. Kertas HVS/kertas jawaban, alat tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.