Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMempresentasikan Dialog Teks Negosiasi Secara Runtut, Kritis, dan Kreatif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan bermain peran (role play), murid dapat menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, dan pesan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara runtut, kritis, dan kreatif di hadapan kelas
  2. Melalui kegiatan presentasi dialog negosiasi, murid dapat mengungkapkan kepedulian terhadap situasi negosiasi dalam kehidupan nyata secara kreatif menggunakan teks multimodal atau media pendukung

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami situasi negosiasi yang sulit? Bagaimana cara kalian menyampaikan pendapat agar diterima pihak lain?
  2. Apa yang membuat presentasi dialog negosiasi menjadi menarik dan efektif bagi penonton?
  3. Bagaimana media atau alat bantu visual dapat memperkuat pesan dalam negosiasi yang kalian sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kesiapan fisik dan mental murid
  • Guru menayangkan video singkat tentang contoh negosiasi dalam kehidupan sehari-hari (di pasar, dalam bisnis, atau situasi lain) untuk membangun konteks
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang sudah menyusun naskah dialog negosiasi? Apa tantangan terbesar kalian dalam mempersiapkan presentasi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempresentasikan dialog negosiasi secara runtut, kritis, dan kreatif dengan media pendukung
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan diskusi singkat

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan kriteria presentasi dialog negosiasi yang baik: keruntutan (orientasi-pengajuan-penawaran-persetujuan), sikap kritis (argumen kuat, solusi win-win), dan kreativitas (intonasi, ekspresi, media pendukung)
  • Guru menampilkan contoh video presentasi bermain peran teks negosiasi (tautan dari Buku Siswa) dan meminta murid mengamati dengan saksama
  • Murid berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari contoh video: struktur dialog, intonasi, ekspresi, penggunaan media, dan penyampaian pesan
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil analisis mereka dalam diskusi kelas, guru memfasilitasi dan memberikan umpan balik
  • Guru membimbing murid menyusun checklist persiapan presentasi: naskah sudah runtut, peran sudah dibagi, media pendukung sudah disiapkan, latihan sudah dilakukan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok mendapat waktu 10 menit untuk latihan terakhir: menghafal bagian penting, mengecek media pendukung (slide, properti, video), dan menyepakakan peran masing-masing anggota
  • Kelompok pertama tampil mempresentasikan dialog negosiasi mereka di depan kelas (durasi 5-7 menit per kelompok)
  • Kelompok penonton mengisi lembar observasi: aspek keruntutan, argumen kritis, kreativitas penyampaian, penggunaan media, dan kepedulian terhadap situasi nyata
  • Kelompok kedua, ketiga, dan seterusnya tampil bergantian dengan pola yang sama
  • Setiap selesai presentasi, guru memfasilitasi sesi tanya jawab singkat (2 menit) agar penonton dapat mengajukan pertanyaan kritis atau apresiasi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi refleksi kelas: 'Apa yang paling berkesan dari presentasi teman-teman kalian? Apa yang bisa kalian pelajari untuk perbaikan ke depan?'
  • Setiap kelompok melakukan refleksi internal: apa yang sudah baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana pengalaman ini membantu memahami negosiasi dalam kehidupan nyata
  • Murid secara individu menuliskan refleksi pribadi di jurnal belajar: 'Bagaimana perasaan saya saat presentasi? Apa tantangan terbesar? Apa yang akan saya tingkatkan?'
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok dan menyampaikan nilai-nilai yang dapat dipetik: pentingnya komunikasi efektif, berpikir kritis dalam berargumen, dan kreativitas dalam menyampaikan gagasan
  • Guru menyampaikan umpan balik umum berdasarkan rubrik penilaian dan memberikan saran konstruktif untuk pengembangan keterampilan presentasi dan negosiasi

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: pentingnya menyajikan dialog negosiasi secara runtut, kritis, dan kreatif dengan media pendukung
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan kuis refleksi singkat atau exit ticket: 'Sebutkan 3 hal yang membuat presentasi negosiasi efektif'
  • Guru memberikan penguatan tentang relevansi keterampilan negosiasi dalam kehidupan sehari-hari: kuliah, karier, dan interaksi sosial
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya dan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memiliki kemampuan tinggi dapat menambahkan elemen multimedia lebih kompleks (video, infografis interaktif), sedangkan murid yang memerlukan dukungan lebih dapat fokus pada dialog sederhana dengan media visual dasar (poster, slide sederhana)
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat menjadi pembuka atau penutup presentasi, sedangkan yang masih ragu dapat mengambil peran pendukung atau narator. Guru memberikan scaffolding tambahan berupa contoh naskah atau latihan terbimbing untuk kelompok yang memerlukan
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi sesuai kenyamanan: bermain peran penuh dengan kostum dan properti, presentasi dengan slide dan narasi, atau kombinasi video dan dialog langsung. Rubrik penilaian menyesuaikan dengan kompleksitas pilihan mereka

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang kesiapan naskah dan tantangan dalam mempersiapkan presentasi
  • Cek visual: kelompok mana yang sudah membawa media pendukung (slide, properti, kostum)

Proses:

  • Observasi selama latihan kelompok: koordinasi antar anggota, kesiapan media, pemahaman peran
  • Lembar observasi yang diisi penonton selama presentasi berlangsung
  • Pertanyaan spontan dari guru atau penonton untuk menguji pemahaman dan kemampuan improvisasi
  • Refleksi kelompok setelah presentasi: evaluasi diri tentang kekuatan dan area perbaikan

Akhir:

  • Penilaian kinerja presentasi menggunakan rubrik lengkap oleh guru
  • Exit ticket atau kuis refleksi: murid menuliskan 3 hal yang membuat presentasi negosiasi efektif
  • Penilaian jurnal refleksi individu: kedalaman analisis diri dan rencana pengembangan keterampilan

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: partisipasi, analisis terhadap contoh video, kualitas argumen
  • Lembar observasi presentasi yang diisi oleh kelompok penonton: keruntutan, argumen kritis, kreativitas, penggunaan media
  • Tanya jawab setelah presentasi untuk mengukur pemahaman dan kemampuan merespons pertanyaan kritis

Sumatif:

  • Penilaian kinerja presentasi dialog negosiasi menggunakan rubrik dengan aspek: keruntutan struktur, argumen kritis, kreativitas penyampaian, penggunaan media, dan kepedulian terhadap konteks nyata
  • Penilaian jurnal refleksi individu: kedalaman refleksi, kesadaran diri, dan rencana perbaikan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan Struktur DialogDialog tidak mengikuti struktur negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan) dan penyampaian tidak sistematisDialog mencakup sebagian struktur negosiasi tetapi urutan belum logis atau ada bagian yang terlewatDialog mengikuti struktur negosiasi secara lengkap dan runtut, namun transisi antar bagian masih kurang halusDialog mengikuti struktur negosiasi secara lengkap, runtut, dengan transisi yang sangat halus dan alur yang koheren
Argumen Kritis dan SolusiArgumen lemah, tidak didukung alasan logis, dan tidak menawarkan solusi win-winArgumen mulai muncul tetapi masih sederhana, alasan kurang kuat, solusi belum mengakomodasi kedua pihakArgumen cukup kuat dengan alasan logis, solusi yang ditawarkan sudah mengakomodasi kepentingan kedua pihakArgumen sangat kuat dengan alasan logis dan data pendukung, solusi win-win yang kreatif dan meyakinkan
Kreativitas PenyampaianPenyampaian monoton, tanpa intonasi atau ekspresi, tidak ada upaya kreativitasPenyampaian mulai ada variasi intonasi atau ekspresi tetapi masih terbatas dan kurang naturalPenyampaian dengan intonasi, ekspresi, dan gesture yang cukup baik, ada upaya kreativitas seperti improvisasi atau humorPenyampaian sangat ekspresif dengan intonasi, ekspresi, dan gesture yang natural dan menarik, kreativitas tinggi dalam improvisasi atau penggunaan humor yang kontekstual
Penggunaan Media PendukungTidak menggunakan media pendukung atau media yang digunakan tidak relevanMenggunakan media pendukung sederhana (poster, slide) tetapi kurang terintegrasi dengan dialog atau kurang menarikMenggunakan media pendukung yang relevan dan terintegrasi dengan baik, membantu memperjelas pesan negosiasiMenggunakan media multimodal (slide, video, properti, infografis) yang sangat kreatif, terintegrasi sempurna, dan memperkuat pesan secara efektif
Kepedulian terhadap Konteks NyataDialog tidak mencerminkan situasi negosiasi dalam kehidupan nyata, terkesan artifisialDialog mulai menunjukkan konteks nyata tetapi masih dangkal atau kurang autentikDialog mencerminkan situasi negosiasi dalam kehidupan nyata dengan cukup autentik dan relevanDialog sangat autentik dan relevan dengan situasi negosiasi nyata, menunjukkan empati dan kepedulian terhadap kepentingan semua pihak, serta mengangkat isu kontekstual yang bermakna

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dan mendapat umpan balik konstruktif?
  • Sejauh mana diferensiasi yang saya terapkan membantu murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?
  • Apa yang bisa saya perbaiki dalam memfasilitasi sesi tanya jawab dan diskusi agar lebih interaktif dan bermakna?
  • Apakah rubrik penilaian yang saya gunakan sudah cukup jelas dan adil untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana belajar yang menggembirakan namun tetap produktif di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pengalaman mempresentasikan dialog negosiasi hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya saat tampil di depan kelas? Apa tantangan terbesar yang saya hadapi?
  • Apa yang sudah saya lakukan dengan baik dalam presentasi? Apa yang masih perlu saya tingkatkan?
  • Apa yang saya pelajari dari presentasi kelompok lain yang bisa saya terapkan ke depan?
  • Bagaimana keterampilan negosiasi dan presentasi ini akan saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari atau rencana masa depan saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka (Bab 4: Belajar Menjadi Negosiator Ulung)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka
  3. Video contoh presentasi bermain peran teks negosiasi (https://buku.kemdikbud.go.id/s/bivneg atau Kadek Yoga/YouTube)
  4. Laptop/proyektor untuk menampilkan video dan presentasi kelompok
  5. Slide presentasi atau media visual yang disiapkan murid
  6. Properti pendukung bermain peran (kostum, alat peraga sesuai tema negosiasi)
  7. Lembar observasi presentasi untuk kelompok penonton
  8. Jurnal belajar murid untuk refleksi individu
  9. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring atau cetak untuk rujukan istilah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.