Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis kreatif, murid dapat mengkreasi teks negosiasi berbentuk dialog berdasarkan situasi nyata (studi kasus) secara akurat, kritis, dan reflektif dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan teks negosiasi.
  2. Melalui kegiatan kolaborasi, murid dapat menulis teks negosiasi berbentuk dialog yang memuat strategi, taktik, dan etika bernegosiasi secara logis dan kreatif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami proses tawar-menawar yang menegangkan? Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil mencapai kesepakatan?
  2. Jika kalian diberi kesempatan menulis skenario negosiasi untuk drama pendek, strategi apa yang akan kalian sisipkan agar kedua pihak merasa diuntungkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi untuk menciptakan suasana berkesadaran.
  • Guru memberikan asesmen diagnostik singkat berupa tiga pertanyaan lisan tentang pengalaman negosiasi dan pengetahuan awal mengenai struktur teks negosiasi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario pertemuan, dan pentingnya keterampilan bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memantik rasa ingin tahu dengan melemparkan pertanyaan pemantik dan mengajak murid berbagi pengalaman singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak tayangan video singkat contoh negosiasi di pasar tradisional dan membaca teks negosiasi dialog yang disediakan guru.
  • Secara berpasangan, murid mengidentifikasi struktur teks negosiasi (pembuka, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, penutup) dari contoh yang diberikan.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk menguatkan pemahaman tentang unsur kebahasaan (kalimat persuasif, kata ganti, konjungsi) dan etika bernegosiasi yang logis.
  • Murid mencatat poin penting dalam jurnal belajar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok mendapat satu studi kasus kontekstual (misal: negosiasi harga jasa fotografi, penyelesaian konflik izin orang tua, negosiasi kerja kelompok).
  • Kelompok berdiskusi merancang kerangka dialog negosiasi yang memuat strategi win-win, taktik, dan etika yang logis.
  • Murid secara kolaboratif menulis teks negosiasi berbentuk dialog berdasarkan kerangka, memastikan struktur dan unsur kebahasaan sesuai.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif dan mendorong kreativitas setiap kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok membacakan dialog hasil karya secara bergiliran; anggota lain menyimak dan mengisi lembar penilaian teman sejawat berdasarkan rubrik sederhana.
  • Murid melakukan refleksi mandiri: menulis catatan tentang strategi yang berhasil, kendala yang dihadapi, dan hal yang akan diperbaiki di lembar refleksi.
  • Perwakilan kelompok menyampaikan refleksi singkat di depan kelas; guru mengapresiasi dan memberikan penguatan.
  • Murid mengumpulkan teks dialog final yang sudah direvisi berdasarkan masukan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
  • Guru memberikan asesmen sumatif berupa pengumpulan dan penilaian dialog tulis serta menginformasikan kriteria penilaian.
  • Guru menyampaikan refleksi guru dan meminta murid mengisi kartu refleksi diri.
  • Guru menutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Studi kasus disediakan dalam dua tingkat kompleksitas: sederhana (transaksi jual beli) dan kompleks (negosiasi multi-pihak) sesuai profil belajar.
  • Proses: Kelompok fleksibel, dukungan scaffolding berupa template struktur dialog bagi yang memerlukan; siswa cepat dapat menambahkan narasi pengiring.
  • Produk: Dialog dapat dikumpulkan dalam bentuk tulis tangan, ketikan digital, atau rekaman audio percakapan disertai transkrip.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik lisan: Guru mengajukan 3 pertanyaan langsung — 1) Apa yang kalian ketahui tentang negosiasi? 2) Bagian apa saja yang biasanya ada dalam percakapan tawar-menawar? 3) Sebutkan satu contoh kalimat yang sering digunakan saat bernegosiasi.

Proses:

  • Observasi menggunakan catatan anekdot saat murid mengidentifikasi struktur dan berdiskusi dalam kelompok; guru memberikan umpan balik langsung terhadap kerangka dialog sebelum penulisan final.
  • Lembar ceklis kolaborasi: keaktifan menyumbang ide, mendengarkan teman, dan tanggung jawab menyelesaikan bagian masing-masing.

Akhir:

  • Penilaian produk akhir: teks dialog negosiasi lengkap yang dinilai dengan rubrik empat aspek (struktur, unsur kebahasaan, strategi & etika, kreativitas).
  • Dokumen refleksi diri murid sebagai data pendukung ketuntasan TP.

Formatif:

  • Observasi partisipasi diskusi dan kerja kelompok
  • Ceklis kemajuan penulisan dialog
  • Lembar penilaian teman sejawat

Sumatif:

  • Rubrik penilaian teks negosiasi dialog

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Struktur Teks NegosiasiHanya satu atau dua bagian struktur yang muncul; urutan tidak logis.Muncul 3-4 bagian struktur; urutan kadang kurang tepat.Muncul 5-6 bagian struktur; urutan benar namun kurang halus transisinya.Semua bagian struktur (pembuka, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, penutup) hadir dengan urutan logis dan transisi alami.
Unsur Kebahasaan Dialog NegosiasiPilihan kata tidak sesuai konteks, tidak ada kalimat persuasif, serta banyak kesalahan penggunaan konjungsi.Terdapat beberapa kalimat persuasif, namun kosakata terbatas; masih terdapat kesalahan tanda baca dialog.Menggunakan kalimat persuasif dan kosakata yang tepat; konjungsi digunakan dengan benar; format dialog cukup rapi.Kalimat persuasif, santun, dan kontekstual; kaya diksi; dialog mengalir seperti percakapan alami; tanda baca/layout sempurna.
Strategi, Taktik, dan Etika BernegosiasiTidak tampak strategi; salah satu pihak menang mutlak; bahasa tidak santun.Ada usaha menerapkan taktik sederhana tetapi belum konsisten; etika cukup namun ada satu dua pelanggaran.Strategi win-win terlihat jelas; taktik yang digunakan logis; seluruh dialog menjaga etika.Strategi kompleks, taktik kreatif dan logis; kedua pihak diuntungkan; etika terjaga dan ditonjolkan secara konsisten.
Kreativitas dan OrisinalitasDialog menyalin persis dari contoh; tidak ada pengembangan ide.Dialog mirip dengan contoh, hanya sedikit modifikasi.Dialog sudah dikembangkan dengan ide orisinal, setting dan karakter unik.Dialog sangat orisinal; alur cerita kreatif, karakter kuat, dan menggunakan pendekatan tidak lazim yang tetap efektif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan dengan tepat?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota dalam kerja kelompok? Adakah yang perlu diberi perhatian khusus?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan efektif membantu seluruh murid mencapai tujuan?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian tersulit saat menulis dialog negosiasi? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Taktik negosiasi apa yang paling efektif dari dialog yang kamu tulis? Mengapa?
  • Hal baru apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri setelah berkegiatan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023.
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi).
  3. Video contoh negosiasi dari kanal edukasi Kemendikbudristek atau platform Youtube.
  4. Lembar studi kasus dan template struktur dialog yang disiapkan guru.
  5. Alat: LCD/proyektor, papan tulis, kertas, alat tulis, gawai (jika merekam).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.