MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Mengkreasi Teks Negosiasi Berbentuk Dialog Secara Akurat dan Reflektif |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan menulis kreatif, murid dapat mengkreasi teks negosiasi berbentuk dialog berdasarkan situasi nyata (studi kasus) secara akurat, kritis, dan reflektif dengan memperhatikan struktur dan unsur kebahasaan teks negosiasi.
- Melalui kegiatan kolaborasi, murid dapat menulis teks negosiasi berbentuk dialog yang memuat strategi, taktik, dan etika bernegosiasi secara logis dan kreatif.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian mengalami proses tawar-menawar yang menegangkan? Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil mencapai kesepakatan?
- Jika kalian diberi kesempatan menulis skenario negosiasi untuk drama pendek, strategi apa yang akan kalian sisipkan agar kedua pihak merasa diuntungkan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi untuk menciptakan suasana berkesadaran.
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat berupa tiga pertanyaan lisan tentang pengalaman negosiasi dan pengetahuan awal mengenai struktur teks negosiasi.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario pertemuan, dan pentingnya keterampilan bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru memantik rasa ingin tahu dengan melemparkan pertanyaan pemantik dan mengajak murid berbagi pengalaman singkat.
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak tayangan video singkat contoh negosiasi di pasar tradisional dan membaca teks negosiasi dialog yang disediakan guru.
- Secara berpasangan, murid mengidentifikasi struktur teks negosiasi (pembuka, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, penutup) dari contoh yang diberikan.
- Guru memandu diskusi kelas untuk menguatkan pemahaman tentang unsur kebahasaan (kalimat persuasif, kata ganti, konjungsi) dan etika bernegosiasi yang logis.
- Murid mencatat poin penting dalam jurnal belajar.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok mendapat satu studi kasus kontekstual (misal: negosiasi harga jasa fotografi, penyelesaian konflik izin orang tua, negosiasi kerja kelompok).
- Kelompok berdiskusi merancang kerangka dialog negosiasi yang memuat strategi win-win, taktik, dan etika yang logis.
- Murid secara kolaboratif menulis teks negosiasi berbentuk dialog berdasarkan kerangka, memastikan struktur dan unsur kebahasaan sesuai.
- Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif dan mendorong kreativitas setiap kelompok.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok membacakan dialog hasil karya secara bergiliran; anggota lain menyimak dan mengisi lembar penilaian teman sejawat berdasarkan rubrik sederhana.
- Murid melakukan refleksi mandiri: menulis catatan tentang strategi yang berhasil, kendala yang dihadapi, dan hal yang akan diperbaiki di lembar refleksi.
- Perwakilan kelompok menyampaikan refleksi singkat di depan kelas; guru mengapresiasi dan memberikan penguatan.
- Murid mengumpulkan teks dialog final yang sudah direvisi berdasarkan masukan.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
- Guru memberikan asesmen sumatif berupa pengumpulan dan penilaian dialog tulis serta menginformasikan kriteria penilaian.
- Guru menyampaikan refleksi guru dan meminta murid mengisi kartu refleksi diri.
- Guru menutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Studi kasus disediakan dalam dua tingkat kompleksitas: sederhana (transaksi jual beli) dan kompleks (negosiasi multi-pihak) sesuai profil belajar.
- Proses: Kelompok fleksibel, dukungan scaffolding berupa template struktur dialog bagi yang memerlukan; siswa cepat dapat menambahkan narasi pengiring.
- Produk: Dialog dapat dikumpulkan dalam bentuk tulis tangan, ketikan digital, atau rekaman audio percakapan disertai transkrip.
ASESMENAwal:- Diagnostik lisan: Guru mengajukan 3 pertanyaan langsung — 1) Apa yang kalian ketahui tentang negosiasi? 2) Bagian apa saja yang biasanya ada dalam percakapan tawar-menawar? 3) Sebutkan satu contoh kalimat yang sering digunakan saat bernegosiasi.
Proses:- Observasi menggunakan catatan anekdot saat murid mengidentifikasi struktur dan berdiskusi dalam kelompok; guru memberikan umpan balik langsung terhadap kerangka dialog sebelum penulisan final.
- Lembar ceklis kolaborasi: keaktifan menyumbang ide, mendengarkan teman, dan tanggung jawab menyelesaikan bagian masing-masing.
Akhir:- Penilaian produk akhir: teks dialog negosiasi lengkap yang dinilai dengan rubrik empat aspek (struktur, unsur kebahasaan, strategi & etika, kreativitas).
- Dokumen refleksi diri murid sebagai data pendukung ketuntasan TP.
Formatif:- Observasi partisipasi diskusi dan kerja kelompok
- Ceklis kemajuan penulisan dialog
- Lembar penilaian teman sejawat
Sumatif:- Rubrik penilaian teks negosiasi dialog
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Struktur Teks Negosiasi | Hanya satu atau dua bagian struktur yang muncul; urutan tidak logis. | Muncul 3-4 bagian struktur; urutan kadang kurang tepat. | Muncul 5-6 bagian struktur; urutan benar namun kurang halus transisinya. | Semua bagian struktur (pembuka, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, penutup) hadir dengan urutan logis dan transisi alami. | | Unsur Kebahasaan Dialog Negosiasi | Pilihan kata tidak sesuai konteks, tidak ada kalimat persuasif, serta banyak kesalahan penggunaan konjungsi. | Terdapat beberapa kalimat persuasif, namun kosakata terbatas; masih terdapat kesalahan tanda baca dialog. | Menggunakan kalimat persuasif dan kosakata yang tepat; konjungsi digunakan dengan benar; format dialog cukup rapi. | Kalimat persuasif, santun, dan kontekstual; kaya diksi; dialog mengalir seperti percakapan alami; tanda baca/layout sempurna. | | Strategi, Taktik, dan Etika Bernegosiasi | Tidak tampak strategi; salah satu pihak menang mutlak; bahasa tidak santun. | Ada usaha menerapkan taktik sederhana tetapi belum konsisten; etika cukup namun ada satu dua pelanggaran. | Strategi win-win terlihat jelas; taktik yang digunakan logis; seluruh dialog menjaga etika. | Strategi kompleks, taktik kreatif dan logis; kedua pihak diuntungkan; etika terjaga dan ditonjolkan secara konsisten. | | Kreativitas dan Orisinalitas | Dialog menyalin persis dari contoh; tidak ada pengembangan ide. | Dialog mirip dengan contoh, hanya sedikit modifikasi. | Dialog sudah dikembangkan dengan ide orisinal, setting dan karakter unik. | Dialog sangat orisinal; alur cerita kreatif, karakter kuat, dan menggunakan pendekatan tidak lazim yang tetap efektif. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu mengidentifikasi struktur dan unsur kebahasaan dengan tepat?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota dalam kerja kelompok? Adakah yang perlu diberi perhatian khusus?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan efektif membantu seluruh murid mencapai tujuan?
Refleksi Murid:- Apa bagian tersulit saat menulis dialog negosiasi? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Taktik negosiasi apa yang paling efektif dari dialog yang kamu tulis? Mengapa?
- Hal baru apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri setelah berkegiatan hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023.
- Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi).
- Video contoh negosiasi dari kanal edukasi Kemendikbudristek atau platform Youtube.
- Lembar studi kasus dan template struktur dialog yang disiapkan guru.
- Alat: LCD/proyektor, papan tulis, kertas, alat tulis, gawai (jika merekam).
|