Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Memahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMemahami Unsur Kebahasaan dalam Teks Negosiasi
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui analisis teks negosiasi berbentuk dialog, murid dapat mengidentifikasi dan memahami unsur kebahasaan (kosakata khusus, kalimat persuasif, dan ungkapan kesantunan) yang digunakan dalam teks negosiasi secara akurat.
  2. Melalui diskusi kelas, murid dapat menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam mendukung strategi dan etika bernegosiasi secara logis dan kritis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membeli suatu barang di pasar atau meminta sesuatu kepada orang tua dengan mengajukan persyaratan tertentu?
  2. Kata-kata atau kalimat seperti apa yang kalian gunakan agar permintaan kalian dikabulkan tanpa membuat pihak lain merasa tersinggung?
  3. Menurut kalian, seberapa besar pengaruh kesantunan berbahasa terhadap keberhasilan sebuah negosiasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, mengajak murid untuk hadir sepenuhnya (mindful) dalam mengikuti pembelajaran hari ini.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman murid dalam tawar-menawar atau bernegosiasi di kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai, yaitu mengidentifikasi unsur kebahasaan teks negosiasi dan menjelaskan fungsinya dalam strategi serta etika bernegosiasi.
  • Guru memotivasi murid dengan menjelaskan manfaat kemampuan bernegosiasi yang santun dan persuasif untuk kehidupan nyata.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan sebuah teks negosiasi berbentuk dialog (atau menayangkan video singkat tentang negosiasi di pasar/sekolah).
  • Murid secara mandiri membaca/menyimak teks tersebut dengan saksama dan penuh konsentrasi.
  • Murid mengidentifikasi unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks, meliputi kosakata khusus, kalimat persuasif, dan ungkapan kesantunan.

Mengaplikasi (Kolaborasi, Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mendiskusikan temuan mereka.
  • Dalam kelompok, murid menganalisis dan menjelaskan fungsi dari unsur kebahasaan yang telah ditemukan (misalnya: mengapa kalimat persuasif tertentu efektif, bagaimana ungkapan kesantunan menjaga etika bernegosiasi).
  • Murid menyusun hasil analisis kelompok ke dalam format presentasi sederhana (peta konsep, tabel, atau catatan diskusi) dengan suasana yang saling menghargai dan bebas dari tekanan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis fungsi unsur kebahasaan di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau umpan balik secara kritis dan santun.
  • Guru membimbing murid untuk merefleksikan bersama bagaimana unsur kebahasaan ini tidak hanya berguna dalam teks, tetapi juga menjadi kunci keberhasilan komunikasi dan etika bernegosiasi di dunia nyata.

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran mengenai unsur kebahasaan teks negosiasi dan fungsinya.
  • Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa penugasan tertulis mengidentifikasi unsur kebahasaan dari penggalan teks baru.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi pembelajaran hari ini (apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan, dan bagaimana perasaan mereka).
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan gaya belajar visual dapat menganalisis teks cetak, sedangkan gaya belajar auditori/audiovisual dapat menganalisis video negosiasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih akan didampingi secara intensif oleh guru saat mengidentifikasi unsur kebahasaan, sedangkan murid yang sudah mahir dapat langsung menganalisis fungsi strategis secara mandiri.
  • Produk: Hasil diskusi kelompok dapat disajikan dalam bentuk tabel tertulis, peta konsep visual, atau presentasi lisan (bermain peran singkat).

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu kalimat yang pernah kalian gunakan saat meminta sesuatu agar orang lain mau mengabulkannya tanpa marah!'

Proses:

  • Lembar observasi guru selama kegiatan diskusi kelompok untuk memantau kemampuan murid dalam mengidentifikasi unsur kebahasaan dan mengemukakan argumen logis mengenai fungsinya.

Akhir:

  • Soal uraian singkat: Diberikan sebuah teks negosiasi pendek. Murid diminta menemukan 1 kalimat persuasif dan 1 ungkapan kesantunan, lalu menjelaskan fungsi kedua kalimat tersebut dalam mendukung keberhasilan negosiasi.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pada asesmen awal (apersepsi).
  • Observasi keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan bernalar kritis murid selama diskusi kelompok dan presentasi.

Sumatif:

  • Tes tertulis/penugasan di akhir pembelajaran: Mengidentifikasi kosakata khusus, kalimat persuasif, dan ungkapan kesantunan dari sebuah penggalan dialog negosiasi baru, serta menjelaskan fungsinya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Unsur Kebahasaan (Kosakata Khusus, Persuasif, Kesantunan)Murid belum mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan dalam teks negosiasi.Murid mampu mengidentifikasi 1-2 unsur kebahasaan namun masih terdapat ketidaktepatan.Murid mampu mengidentifikasi ketiga unsur kebahasaan (kosakata khusus, persuasif, kesantunan) dengan tepat.Murid mampu mengidentifikasi seluruh unsur kebahasaan dengan sangat tepat dan memberikan contoh tambahan yang relevan.
Penjelasan Fungsi Unsur Kebahasaan (Strategi dan Etika)Murid belum mampu menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam negosiasi.Murid mampu menjelaskan fungsi unsur kebahasaan secara singkat, namun belum mengaitkannya dengan strategi dan etika bernegosiasi.Murid mampu menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam mendukung strategi dan etika bernegosiasi secara logis.Murid mampu menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam mendukung strategi dan etika bernegosiasi secara sangat logis, kritis, dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode diskusi dan presentasi efektif dalam membantu murid memahami fungsi unsur kebahasaan?
  • Apakah murid merasa gembira dan aman (tanpa tekanan) saat menyampaikan pendapatnya di kelas?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi unsur kebahasaan teks negosiasi yang paling mudah dan paling sulit dipahami?
  • Bagaimana perasaanmu saat berdiskusi dan bertukar pendapat dengan teman kelompok?
  • Apakah kamu merasa keterampilan menggunakan kalimat persuasif dan santun ini bermanfaat untuk kehidupanmu sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi)
  3. Teks cetak dialog negosiasi (misal: negosiasi jual beli atau pengajuan kegiatan)
  4. Video singkat contoh negosiasi di kehidupan nyata (opsional, dari YouTube/sumber relevan)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.