MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 4 — Belajar Menjadi Negosiator Ulung INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Belajar Menjadi Negosiator Ulung |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 45 menit = 810 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.4.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra negosiasi berbentuk teks aural
- TP 10.4.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks negosiasi visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat
- TP 10.4.3 Membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain
- TP 10.4.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks negosiasi berbentuk naratif secara logis dan kreatif
- TP 10.4.5 Mempresentasikan gagasan dan pandangan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara sistematis dan kritis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat kalian mendengar proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual, bagaimana cara kalian mengetahui gagasan utama yang ingin dicapai masing-masing pihak?
- Mengapa dalam menyimak negosiasi kita perlu membedakan antara alasan yang masuk akal (logis) dengan pesan terselubung agar kesepakatan adil?
- Bagaimana kita mengenali perbedaan antara apa yang tertulis langsung (tersurat) dan apa yang sebenarnya dimaksudkan tetapi tidak terucap terang-terangan (tersirat) dalam sebuah infografik negosiasi?
- Mengapa penawaran dalam poster promosi atau percakapan visual sering kali menyembunyikan maksud tertentu di balik gambar dan pilihan kata?
- Ketika kalian membaca brosur profil perusahaan dan membaca surat penawaran harga dari perusahaan yang sama, informasi apa saja yang berbeda di antara keduanya?
- Mengapa teks negosiasi memuat unsur tawar-menawar atau pengajuan kesepakatan, sedangkan teks deskripsi hanya berfokus menggambarkan objek?
- Bagaimana sebuah proses tawar-menawar yang biasanya kita dengar dalam bentuk percakapan langsung dapat diceritakan kembali menjadi sebuah kisah narasi yang mengalir?
- Mengapa dalam menuliskan negosiasi ke dalam bentuk naratif, alasan atau pandangan yang diajukan oleh para tokoh harus masuk akal dan kreatif?
- Bagaimana cara menyajikan gagasan dan pandangan negosiasi dalam bentuk dialog secara berurutan mulai dari pengajuan hingga tercapai kesepakatan?
- Mengapa dalam menyampaikan penawaran kita perlu memberikan alasan yang kritis dan masuk akal kepada pihak mitra tutur?
- Bagaimana membuktikan bahwa sebuah kesepakatan dalam negosiasi benar-benar menguntungkan kedua belah pihak secara adil?
- Mengapa kemampuan menyusun argumen logis dan taktik penawaran santun menjadi kunci keberhasilan seorang negosiator ulung?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengevaluasi gagasan dan pesan pokok dari rekaman teks aural negosiasi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra negosiasi berbentuk teks aural
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memandu doa pembuka (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengevaluasi gagasan dan pesan dari rekaman audio teks aural negosiasi, serta menjelaskan manfaat keterampilan menyimak kritis dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memutar klip audio 1 menit tentang percakapan peminjaman buku: murid diminta menuliskan gagasan pengajuan dan pesan utama pada secarik kertas (acuan: pengajuan pinjam buku paket selama 5 hari, pesan: saling menghargai kebutuhan rekan sebaya) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak rekaman audio teks aural negosiasi 'Sewa Stan Pameran Kewirausahaan Sekolah' antara Ketua Panitia dan Vendor Tenda berdurasi 3 menit yang diperdengarkan guru sebanyak dua kali secara saksama (15 menit).
- Guru memberikan tantangan interaktif berpasangan 'Tebak Inti Rundingan' yang menyenangkan, di mana pasangan murid mencocokkan 3 kartu gagasan (Kartu 1: 'Vendor menawarkan Rp1.500.000 per stan'; Kartu 2: 'Panitia menawar Rp1.000.000 karena dana OSIS terbatas'; Kartu 3: 'Titik temu disepakati Rp1.200.000 plus bonus meja promosi') ke dalam lembar alur negosiasi (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Evaluasi Aural yang memuat 4 butir evaluasi gagasan dan pesan dari rekaman yang telah diperdengarkan (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar evaluasi dengan mengidentifikasi serta menilai ketepatan 4 butir: (1) Evaluasi gagasan penawaran vendor (acuan: vendor menurunkan harga dari 1,5 juta ke 1,2 juta rupiah secara logis); (2) Evaluasi gagasan penawaran balik panitia (acuan: panitia menyepakati 1,2 juta dengan kompensasi fasilitas meja promosi); (3) Evaluasi pesan pokok eksplisit (acuan: pentingnya keterbukaan batasan anggaran demi kerja sama); (4) Evaluasi pesan pokok implisit (acuan: kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak/win-win solution) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi pemeriksaan bersama: murid saling bertukar lembar kerja untuk memeriksa kecocokan evaluasi gagasan dan pesan berdasarkan kunci rubrik yang ditampilkan di layar (15 menit).
- Murid secara sadar mencatat bagian yang masih kurang tepat dalam menangkap pesan aural serta menetapkan strategi menyimak kata kunci negosiasi untuk latihan berikutnya (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengevaluasi kelogisan gagasan dan kedalaman pesan dari rekaman negosiasi aural (10 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk pertemuan berikutnya (analisis negosiasi visual) dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan pendampingan disediakan transkrip aural berpetunjuk visual kata kunci (panduan kata 'menawarkan', 'berkeberatan', 'sepakat'); untuk murid yang telah mahir disediakan rekaman aural dengan tempo natural tanpa teks bantuan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diperkenankan mendengarkan rekaman ulang melalui pelantang suara mandiri di sudut kelas, sedangkan murid mahir langsung menganalisis kelogisan argumen secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan evaluasi gagasan dan pesan dalam bentuk tabel analisis berstruktur atau peta konsep analitis sesuai kecenderungan pemahamannya tanpa mengubah 4 butir indikator yang dinilai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes menyimak diagnostik 1 menit: Memperdengarkan percakapan singkat peminjaman buku perpustakaan. Kriteria kesiapan: Murid mampu menyebutkan gagasan penawaran dan pesan secara tepat (acuan: pengajuan pinjam 5 hari, pesan: saling menghargai kebutuhan belajar rekan sebaya).
Proses:- Lembar Evaluasi Gagasan dan Pesan Rekaman 'Sewa Stan Pameran' memuat 4 butir: (1) Ketepatan evaluasi gagasan pihak pertama (acuan: vendor menurunkan harga dari 1,5 juta ke 1,2 juta secara realistis); (2) Ketepatan evaluasi gagasan pihak kedua (acuan: panitia menerima harga 1,2 juta dengan syarat bonus meja promosi); (3) Ketepatan evaluasi pesan tersurat (acuan: keterbukaan kendala dana menghasilkan kesepakatan); (4) Ketepatan evaluasi pesan tersirat (acuan: negosiasi berhasil jika kedua pihak saling memberikan konsesi/win-win solution).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup (Exit Ticket) berisi 2 pertanyaan reflektif: menyebutkan 1 gagasan kunci yang paling menentukan tercapainya mufakat pada rekaman aural dan 1 pesan moral yang dipetik tentang etika bernegosiasi (kriteria keterterimaan: gagasan merujuk pada kesepakatan harga sewa stan dan pesan memuat nilai kejujuran atau saling menguntungkan).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menyimak klip singkat rekaman negosiasi.
- Penilaian proses menggunakan Lembar Evaluasi Aural (4 butir evaluasi gagasan dan pesan beserta kunci acuan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Gagasan Teks Negosiasi Aural | Belum mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi gagasan penawaran maupun kesepakatan dari rekaman teks aural secara tepat (0-1 butir tepat dari 2 butir gagasan acuan). | Mampu mengevaluasi 1 dari 2 butir gagasan penawaran/kesepakatan dari rekaman teks aural sesuai acuan, tetapi masih membutuhkan panduan guru. | Mampu mengevaluasi 2 butir gagasan penawaran dan kesepakatan dari rekaman teks aural secara tepat dan logis sesuai acuan secara mandiri. | Mampu mengevaluasi 2 butir gagasan penawaran dan kesepakatan dari rekaman teks aural secara tepat, mendalam, dan memberikan pertimbangan kelogisan argumen kedua pihak secara mandiri. | | Mengevaluasi Pesan Teks Negosiasi Aural | Belum mampu menemukan dan mengevaluasi pesan pokok tersurat maupun tersirat dari rekaman aural (0 butir tepat dari 2 butir pesan acuan). | Mampu mengevaluasi 1 dari 2 butir pesan (hanya pesan tersurat) dari rekaman aural sesuai acuan. | Mampu mengevaluasi 2 butir pesan (baik tersurat maupun tersirat) dari rekaman teks negosiasi aural secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengevaluasi 2 butir pesan (tersurat dan tersirat) secara utuh, kritis, dan menguraikan keterkaitan pesan dengan prinsip win-win solution secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media aural rekaman audio cukup jelas dan efektif melatih fokus daya simak kritis murid?
- Bagian mana dari evaluasi gagasan atau pesan yang paling banyak mengalami kekeliruan oleh murid, dan bagaimana perbaikannya pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa tantangan terbesarmu saat menangkap pesan tersirat dari tuturan lisan yang kamu dengar tadi?
- Langkah menyimak apa yang paling membantumu mengenali apakah suatu usulan negosiasi bernilai adil bagi kedua pihak?
Pertemuan 2 — Mengevaluasi gagasan dan pandangan untuk menemukan makna tersurat dan tersirat dalam teks negosiasi visual — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks negosiasi visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memfasilitasi murid menyadari fokus belajar hari ini tentang membaca dan memirsa teks negosiasi visual (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-2, yaitu mengevaluasi gagasan, pandangan, serta menemukan makna tersurat dan tersirat dalam teks negosiasi visual (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan potongan komik strip tawar-menawar sewa stan bazar: Tokoh A: 'Stan di pintu masuk Rp500.000, tapi kalau ambil 2 stan kami berikan bonus spanduk promosi gratis.' Tokoh B: 'Bagaimana kalau tanpa spanduk, tapi biaya sewa per stan turun jadi Rp350.000?' Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Makna tersurat dari penawaran Tokoh A; (2) Maksud tersirat dari respons Tokoh B. Guru memeriksa pemahaman awal murid (acuan jawaban: 1. Tersurat: Ambil 2 stan seharga masing-masing Rp500.000 mendapat bonus spanduk promosi tanpa biaya tambahan; 2. Tersirat: Tokoh B tidak membutuhkan spanduk promosi melainkan ingin memangkas pengeluaran tunai langsung) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid memirsa infografik teks negosiasi visual berjudul 'Negosiasi Kerja Sama Pengadaan Seragam Ekstrakurikuler' yang memuat tabel spesifikasi bahan, kutipan dialog balon kata antar-pihak, serta ikon persentase diskon bertingkat (10 menit).
- Guru memodelkan cara mengevaluasi gagasan dan membedah makna teks visual tersebut dengan memisahkan kolom data harfiah (tersurat) dan motif/kepentingan tersembunyi para pihak (tersirat) (15 menit).
- Murid mengikuti permainan tantangan mini 'Detektif Makna': murid mencocokkan 3 kartu kutipan visual dengan kartu kategori maknanya secara cepat: Kartu 1 'Beli 3 lusin gratis bordir logo' -> Tersurat: layanan bordir logo gratis dengan minimal beli 3 lusin; Kartu 2 'Waktu pengerjaan kami padat minggu ini, tetapi untuk sekolah Anda kami usahakan lembur' -> Tersirat: produsen mengharapkan kompensasi harga tidak ditawar terlalu rendah; Kartu 3 'Sekolah sebelah juga pesan di sini dengan bahan serupa' -> Tersirat: produsen meyakinkan kualitas produknya sudah teruji dan populer (acuan: pasangan kartu 1, 2, dan 3 tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Evaluasi Teks Negosiasi Visual yang menyajikan teks visual infografis penawaran sewa panggung festival seni pemuda (10 menit).
- Murid secara mandiri mengevaluasi teks visual tersebut dengan mengisi tabel analisis yang terdiri dari 4 butir tugas: (1) Menemukan gagasan pokok penawaran panggung; (2) Menemukan pandangan penyewa terhadap fasilitas; (3) Mengidentifikasi 2 bukti makna tersurat; (4) Menafsirkan 2 makna tersirat dari klausa batas waktu pelunasan (acuan evaluasi: 1. Gagasan pokok: Penawaran sewa paket panggung festival seni dengan rincian fasilitas standar; 2. Pandangan penyewa: Fasilitas pencahayaan perlu ditingkatkan tanpa kenaikan biaya; 3. Bukti tersurat: Harga sewa paket Rp3.000.000/hari dan DP minimal 30%; 4. Makna tersirat: Ketentuan pelunasan H-3 menyiratkan pemilik panggung menghindari risiko pembatalan mendadak dan kerugian modal persiapan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membandingkan hasil temuan makna tersurat dan tersirat miliknya dengan kunci acuan evaluasi yang ditampilkan guru di layar, lalu menandai ketepatan penalarannya secara mandiri (15 menit).
- Murid menuliskan satu kesadaran kritis pada lembar refleksi tentang pentingnya ketelitian memirsa rincian visual dan teks tersirat agar tidak salah mengambil keputusan dalam bernegosiasi (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai teknik membedakan gagasan yang tersurat secara harfiah dan pandangan yang tersirat di balik teks visual negosiasi (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir berupa 1 pertanyaan cepat tertulis: 'Dalam brosur tertulis: Pesan sekarang sebelum harga material naik awal bulan depan. Apakah makna tersirat kalimat tersebut?' (acuan jawaban: Penjual mendesak pembeli segera menyetujui transaksi hari ini dengan memanfaatkan kekhawatiran kenaikan harga) (5 menit).
- Guru menyampaikan gambaran aktivitas membaca untuk pertemuan ke-3 (membandingkan isi teks negosiasi dengan teks deskripsi) dan menutup sesi dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual dengan penanda visual warna kontras pada bagian tersirat; murid yang mahir diberikan infografis negosiasi yang lebih kompleks dengan data statistik penawaran.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru melalui kartu panduan tanya-jawab 'Siapa-Menawar Apa-Maksud Tersembunyi Apa'; murid mahir menganalisis teks visual secara mandiri penuh.
- Produk: Murid mahir mengevaluasi hingga menemukan 3 makna tersirat mendalam beserta argumen pendukungnya; murid yang berkembang difasilitasi menemukan minimal 2 makna tersirat sesuai panduan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman makna tersurat dan tersirat teks visual negosiasi: Murid membaca komik strip 2 panel (Tokoh A menawarkan sewa 2 stan Rp500.000/stan bonus spanduk promosi; Tokoh B menawar tanpa spanduk seharga Rp350.000/stan). Instrumen soal: (1) Tuliskan informasi tersurat tawaran Tokoh A! (acuan: Sewa 2 stan masing-masing Rp500.000 mendapat bonus spanduk gratis); (2) Tuliskan maksud tersirat tanggapan Tokoh B! (acuan: Tokoh B tidak memerlukan bonus promosi melainkan ingin memangkas pengeluaran biaya sewa stan secara langsung).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri mengevaluasi teks infografik negosiasi: Memeriksa ketepatan murid dalam mengidentifikasi 4 target acuan: (1) Gagasan pokok teks (acuan: Penawaran sewa paket panggung festival seni dengan rincian fasilitas); (2) Pandangan penyewa (acuan: Fasilitas pencahayaan perlu ditingkatkan tanpa kenaikan biaya); (3) Makna tersurat (acuan: Rincian tarif panggung Rp3.000.000/hari dan ketentuan DP 30%); (4) Makna tersirat (acuan: Syarat pelunasan H-3 menyiratkan mitigasi risiko kerugian akibat pembatalan sepihak penyewa).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menjawab 1 butir tertulis mengenai makna tersirat dari kalimat iklan negosiasi visual: 'Pesan sekarang sebelum harga material naik awal bulan depan.' (acuan jawaban yang diterima: Makna tersirat berupa desakan/dorongan strategi penjual agar pembeli segera mengunci transaksi kesepakatan saat ini tanpa menunda).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: analisis makna tersurat dan tersirat pada komik strip pendek negosiasi
- Asesmen formatif proses: Lembar Kerja Evaluasi Teks Negosiasi Visual (identifikasi gagasan, pandangan, makna tersurat, dan makna tersirat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Evaluasi Gagasan dan Pandangan Teks Negosiasi Visual | Belum mampu menemukan gagasan pokok maupun pandangan pihak dalam teks negosiasi visual secara tepat sesuai teks. | Mampu menemukan gagasan pokok penawaran, tetapi pandangan pihak dalam teks visual belum teridentifikasi secara tepat. | Mampu mengevaluasi gagasan pokok penawaran dan pandangan pihak dalam teks visual secara tepat (acuan: gagasan paket panggung dan pandangan fasilitas pencahayaan). | Mampu mengevaluasi gagasan pokok dan pandangan pihak dalam teks visual secara tepat, mendalam, dan terperinci tanpa bimbingan guru. | | Penemuan Makna Tersurat dalam Teks Visual | Belum mampu mengidentifikasi data tersurat yang tercantum harfiah dalam teks negosiasi visual. | Hanya mampu menemukan 1 dari 2 butir makna tersurat dalam teks visual secara tepat. | Mampu menemukan 2 butir makna tersurat dalam teks visual secara tepat sesuai acuan (acuan: tarif sewa Rp3.000.000/hari dan ketentuan DP 30%). | Mampu menemukan lebih dari 2 butir makna tersurat dalam teks visual secara lengkap, tepat, dan cermat secara mandiri. | | Penemuan Makna Tersirat dalam Teks Visual | Belum mampu menginterpretasi makna tersirat di balik data/pernyataan teks visual negosiasi. | Menafsirkan makna teks visual tetapi masih terbatas pada pemahaman harfiah (belum menemukan maksud tersembunyi/tersirat). | Mampu menemukan makna tersirat dari teks visual negosiasi secara logis dan tepat sesuai acuan (acuan: mitigasi risiko pembatalan di balik syarat pelunasan H-3). | Mampu menemukan makna tersirat teks visual negosiasi secara kritis, logis, mendalam, dan mengaitkan strategi penawaran secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media teks visual (infografik dan komik negosiasi) berhasil membantu murid membedakan informasi tersurat dan tersirat secara jelas?
- Bagian mana dari langkah analisis tersirat yang paling banyak membutuhkan scaffolding bagi murid yang belum berkembang?
Murid:- Apa tanda yang paling memudahkanmu membedakan antara informasi yang tertulis jelas (tersurat) dan maksud tersembunyi (tersirat) dalam sebuah materi visual negosiasi?
- Strategi berpikir apa yang kamu gunakan ketika menafsirkan maksud tersirat dari tawaran yang diajukan seorang negosiator?
Pertemuan 3 — Membandingkan isi teks negosiasi dengan teks deskripsi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.3 Membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan isi teks negosiasi (berupa surat penawaran) dengan teks lain (teks deskripsi profil perusahaan) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berisi 2 pertanyaan untuk memetakan pemahaman awal: (1) 'Apa fokus isi utama dari teks deskripsi?' (acuan: menggambarkan/melukiskan objek/kondisi secara rinci tanpa ada transaksi/tawaran); (2) 'Apa fokus isi utama dari teks negosiasi?' (acuan: memuat penawaran, kebutuhan timbal balik, dan upaya mencapai kesepakatan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan membaca dua teks berdampingan dari Buku Siswa: Teks 1 'Deskripsi Perusahaan PT Rajin Sukses Kreatif' (memuat profil pendirian tahun 2000 di Bandung, bidang ATK, visi misi, serta sarana gudang dan armada) dan Teks 2 'Surat Penawaran Pengadaan ATK PT Rajin Sukses Kreatif kepada PT Cipta Gemilang' (memuat rincian penawaran harga 50 rim kertas A4, diskon 10%, tempo pembayaran 30 hari, dan klausul persetujuan) (15 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara membandingkan isi kedua teks menggunakan panduan 3 aspek isi: (a) tujuan informasi, (b) fokus rincian objek/barang, dan (c) keberadaan unsur tawar-menawar/kesepakatan (acuan isi teks: Teks 1 bertujuan menginformasikan profil lembaga tanpa mengajak transaksi, Teks 2 bertujuan menawarkan produk dan syarat transaksi demi kesepakatan bisnis) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Kartu Informasi' secara berpasangan untuk melatih ketajaman membedakan isi teks secara interaktif dan menyenangkan (15 menit). Setiap pasangan menerima 4 kartu kutipan dan menyortirnya ke kantong Teks Deskripsi atau Teks Negosiasi: (1) 'PT Rajin Sukses Kreatif didirikan pada 20 April 2000 di Bandung dan memiliki armada pengiriman mandiri' -> Teks Deskripsi; (2) 'Kami memberikan potongan harga sebesar 10% untuk pemesanan minimal 50 rim kertas' -> Teks Negosiasi; (3) 'Perusahaan kami mengutamakan mutu layanan dengan fasilitas pergudangan seluas 1.000 m2' -> Teks Deskripsi; (4) 'Pembayaran dapat dilakukan dalam tempo 30 hari setelah barang diterima dengan menandatangani lembar persetujuan terlampir' -> Teks Negosiasi (acuan ketepatan: kartu 1 dan 3 = deskripsi; kartu 2 dan 4 = negosiasi).
- Murid berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Perbandingan Isi Teks untuk membandingkan secara komparatif 4 aspek isi dari Teks 1 dan Teks 2: (1) Keberadaan identitas lembaga/profil, (2) Keberadaan syarat harga/biaya, (3) Keberadaan tawaran keuntungan/diskon khusus, (4) Keberadaan ajakan membuat kesepakatan bersama (20 menit). Acuan analisis LKPD: Aspek 1 ada di Teks 1 dan Teks 2; Aspek 2 hanya ada di Teks 2; Aspek 3 hanya ada di Teks 2; Aspek 4 hanya ada di Teks 2.
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan pasangan membacakan hasil tabel komparasi isi teks, lalu pasangan lain bersama guru memeriksa kesesuaian temuan perbedaan dan persamaan isi kedua teks berdasarkan acuan kunci LKPD (15 menit).
- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses belajar membandingkan teks: murid mengidentifikasi kata kunci penanda negosiasi (tawaran, syarat, harga, kesepakatan) yang membedakannya secara tegas dari teks deskripsi (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan konsep bahwa teks negosiasi selalu memuat pertukaran kepentingan dan syarat kesepakatan, sedangkan teks deskripsi menyajikan paparan keadaan objektif (10 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (pertemuan 4 tentang menulis teks negosiasi naratif) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Pasangan murid yang memerlukan bimbingan tambahan disediakan teks dengan penandaan warna (stabilo kuning untuk unsur deskripsi profil, stabilo hijau untuk unsur penawaran/kesepakatan); murid mahir membaca teks utuh tanpa penanda warna.
- Proses: Pasangan murid yang membutuhkan perancah didampingi guru melalui pertanyaan pemandu per aspek LKPD, sedangkan pasangan murid mahir menganalisis mandiri seluruh aspek komparasi.
- Produk: Pasangan murid yang memerlukan bimbingan mencentang dan mengutip 1 kalimat bukti per aspek tabel komparasi; pasangan murid mahir menuliskan ulasan perbandingan isi secara lengkap dengan minimal 2 kalimat bukti per aspek.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: (1) 'Apa fokus isi utama dari teks deskripsi?' (acuan: menggambarkan objek/kondisi secara rinci tanpa ada transaksi/tawaran); (2) 'Apa fokus isi utama dari teks negosiasi?' (acuan: memuat penawaran, kebutuhan timbal balik, dan upaya mencapai kesepakatan).
Proses:- Formatif 1 (Permainan Pilah Kartu Informasi): Ketepatan mengelompokkan 4 kartu kutipan: (1) 'PT Rajin Sukses Kreatif didirikan pada 20 April 2000 di Bandung dan memiliki armada pengiriman mandiri' -> Teks Deskripsi; (2) 'Kami memberikan potongan harga sebesar 10% untuk pemesanan minimal 50 rim kertas' -> Teks Negosiasi; (3) 'Perusahaan kami mengutamakan mutu layanan dengan fasilitas pergudangan seluas 1.000 m2' -> Teks Deskripsi; (4) 'Pembayaran dapat dilakukan dalam tempo 30 hari setelah barang diterima dengan menandatangani lembar persetujuan terlampir' -> Teks Negosiasi (acuan: seluruh 4 kartu tepat terpilah).
- Formatif 2 (LKPD Perbandingan Isi Teks): Ketepatan membandingkan 4 aspek isi pada Teks 1 dan Teks 2: Aspek 1 (Identitas lembaga/profil) -> ada di Teks 1 dan Teks 2; Aspek 2 (Syarat harga/biaya) -> ada di Teks 2, tidak ada di Teks 1; Aspek 3 (Tawaran keuntungan/diskon khusus) -> ada di Teks 2, tidak ada di Teks 1; Aspek 4 (Ajakan membuat kesepakatan bersama) -> ada di Teks 2, tidak ada di Teks 1 (acuan: ketepatan klasifikasi dan pencantuman bukti kutipan teks).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup lisan: Murid menyebutkan 1 bukti isi yang hanya ada di surat penawaran tetapi tidak ditemukan di teks deskripsi perusahaan (kriteria penerimaan: murid menyebutkan unsur harga/diskon 10%/tempo bayar 30 hari/lembar kesepakatan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya jawab awal pembelajaran mengenai perbedaan fokus teks deskripsi dan negosiasi
- Kuis interaktif 'Pilah Kartu Informasi' (4 kartu kutipan)
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Perbandingan Isi Teks (4 aspek komparasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan membandingkan isi teks negosiasi dengan teks deskripsi | Mampu mengidentifikasi persamaan/perbedaan isi teks dengan tepat pada 1 aspek dari 4 aspek komparasi lembar kerja. | Mampu mengidentifikasi persamaan/perbedaan isi teks dengan tepat pada 2 aspek dari 4 aspek komparasi lembar kerja. | Mampu mengidentifikasi persamaan/perbedaan isi teks dengan tepat pada 3 aspek dari 4 aspek komparasi lembar kerja. | Mampu mengidentifikasi persamaan/perbedaan isi teks secara tepat pada seluruh 4 aspek komparasi lembar kerja disertai bukti kutipan teks yang akurat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media komparasi teks berdampingan (deskripsi profil vs surat penawaran) memudahkan murid menemukan kontras isi negosiasi?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan pilah kartu dan pengerjaan lembar kerja berpasangan?
Murid:- Ciri isi apa yang paling memudahkanmu mengenali bahwa sebuah bacaan merupakan teks negosiasi dan bukan teks deskripsi biasa?
- Bagian mana dari kegiatan membandingkan isi kedua teks tadi yang paling menantang bagimu?
Pertemuan 4 — Menulis gagasan dan pandangan dalam teks negosiasi berbentuk naratif secara logis dan kreatif — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks negosiasi berbentuk naratif secara logis dan kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis gagasan dan pandangan dalam teks negosiasi berbentuk naratif secara logis dan kreatif (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan kutipan dialog singkat antara penjual dan pembeli tas: 'Penjual: Tas ini kulit asli, harganya Rp200.000,00. Pembeli: Boleh kurang jadi Rp150.000,00? Uang saku saya pas-pasan, tapi saya berjanji akan merekomendasikan toko ini ke teman sekolah.' Murid diminta menuliskan secara mandiri 1 kalimat narasi pengantar yang logis memuat gagasan/alasan pembeli tersebut (acuan: kalimat narasi memuat alasan keterbatasan dana dan tawaran promosi secara logis, misalnya: 'Seorang siswa menawar tas kulit seharga dua ratus ribu rupiah menjadi seratus lima puluh ribu rupiah dengan alasan uang sakunya pas-pasan sembari menjanjikan promosi sukarela kepada teman-temannya') (10 menit).
- Guru membagikan lembar panduan penulisan teks negosiasi naratif dan mengaitkan hasil asesmen awal dengan pentingnya menyusun gagasan yang logis serta kreatif dalam alur penceritaan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati model alih wahana teks negosiasi dialog menjadi teks negosiasi naratif (Teks Pak Amir mengajukan pinjaman modal di bank) dan mengidentifikasi bagaimana gagasan pengajuan serta pandangan penawaran diintegrasikan ke dalam kalimat narasi dan deskripsi latar secara berkesadaran (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan cepat 'Ubah Kalimat' (permainan menyenangkan): guru memberikan 3 kutipan tuturan dialog negosiasi terpisah: (1) 'Pak, tolong beri tenggat waktu sewa dua hari lagi karena kiriman bahan baku terlambat', (2) 'Kalau begitu, saya izinkan asalkan denda keterlambatan tetap dibayarkan separuh', (3) 'Sepakat, saya transfer dendanya sore ini'. Setiap pasangan berlomba menuliskan kembali ketiga tuturan tersebut menjadi satu paragraf narasi terpadu yang logis dan kreatif (acuan: paragraf menggabungkan alasan keterlambatan bahan baku, kompromi denda separuh, dan kesepakatan pembayaran sore hari secara runtut tanpa mengubah esensi kesepakatan) (20 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid memilih salah satu dari 2 skenario rancangan negosiasi yang disediakan: Skenario A (Negosiasi persetujuan sponsor kegiatan ekstrakurikuler antara ketua OSIS dan pemilik usaha lokal) atau Skenario B (Negosiasi penggunaan lahan kosong sekolah untuk kebun hidroponik antara perwakilan siswa dan kepala sekolah) (10 menit).
- Murid secara mandiri menulis teks negosiasi berbentuk naratif utuh (minimal 3 paragraf: orientasi pengajuan, komplikasi tawar-menawar argumen, dan resolusi kesepakatan) dengan menuangkan gagasan serta pandangan para tokoh secara logis (argumen masuk akal dan saling bertaut) dan kreatif (pengembangan variasi narasi tuturan tidak langsung dan deskripsi situasi tawar-menawar yang hidup) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukarkan draf teks naratif dengan teman sebangku untuk memeriksa kelogisan rangkaian gagasan negosiasi dan kreativitas penceritaan menggunakan daftar periksa mandiri (15 menit).
- Murid menuliskan satu catatan perbaikan pada draf teks karyanya berdasarkan hasil telaah keterbacaan argumen tawar-menawar (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi penulisan teks negosiasi naratif, menekankan bahwa alur penceritaan harus tetap mempertahankan esensi proses kompromi dan penalaran logis dari para tokohnya (10 menit).
- Guru mengumpulkan naskah teks negosiasi naratif murid dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding diberikan lembar alur naratif rumpang dengan pemandu kata sambung antarkalimat penawaran; murid yang mahir diberikan skenario dengan kompleksitas kepentingan ganda (melibatkan 3 pihak dalam negosiasi persetujuan sponsor).
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengubah dialog ke narasi didampingi guru dengan bimbingan bertahap dari pemetaan argumen ke kalimat narasi; murid yang mandiri langsung menulis naskah secara penuh.
- Produk: Kedalaman pengembangan narasi bervariasi dari 3 paragraf standar hingga 5 paragraf dengan penggambaran motif pandangan tokoh yang lebih kompleks.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat (1 soal): Mengubah 1 kutipan dialog penawaran harga tas (Rp200.000 ditawar Rp150.000 dengan alasan uang saku dan kompensasi promosi ke teman) menjadi 1 kalimat narasi logis. Acuan jawaban benar: kalimat naratif wajib memuat identitas tokoh pembeli/penjual, nominal tawaran, serta alasan keterbatasan dana yang disertai tawaran timbal balik promosi sukarela secara terpadu.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas pengubahan 3 tuturan dialog menjadi satu paragraf naratif terpadu pada tahap Memahami.
- Pemeriksaan berkala pada draf teks negosiasi naratif murid saat tahap Mengaplikasi, memastikan argumen pengajuan dan penawaran yang ditulis bersifat logis dan dikembangkan secara kreatif.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil karya teks negosiasi naratif mandiri murid (minimal 3 paragraf). Kriteria penerimaan operasional: Teks berbentuk narasi (bukan naskah drama/dialog murni), memuat minimal 1 gagasan pengajuan dan 1 pandangan penawaran yang saling bertaut secara logis hingga mencapai penyelesaian, serta menggunakan variasi kalimat naratif yang kreatif dalam menggambarkan proses perundingan.
Formatif:- Penilaian proses menulis teks negosiasi naratif (LKPD Penulisan Naratif Berdasarkan Skenario)
- Pemeriksaan draf tulisan teman sejawat menggunakan daftar periksa kelogisan gagasan dan kreativitas penceritaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelogisan Gagasan dan Pandangan | Gagasan pengajuan dan pandangan penawaran dalam narasi tidak masuk akal, tidak saling bertaut, atau alur pertukaran argumen melompat tanpa keterhubungan sebab-akibat. | Gagasan pengajuan dan penawaran mulai disajikan dalam alur narasi, tetapi tautan sebab-akibat antarpandangan tokoh masih sederhana dan sebagian argumen kurang masuk akal. | Gagasan pengajuan dan pandangan penawaran dalam narasi disusun secara logis, saling bertaut jelas antartokoh, dan alasan kompromi yang disajikan masuk akal. | Gagasan pengajuan dan pandangan penawaran dalam narasi disajikan secara sangat logis, koheren, menghadirkan alasan-alasan kompromi yang rasional dan meyakinkan dari awal hingga resolusi secara mandiri. | | Kreativitas Penulisan Bentuk Naratif | Teks masih dominan berbentuk salinan dialog langsung berpola drama tanpa pengembangan kalimat narasi, deskripsi situasi peristiwa tidak tampak. | Teks sudah memadukan narasi dan tuturan, namun variasi pilihan kalimat narasi masih monoton dan sekadar menyalin dialog dengan tambahan 'katanya/ujarnya'. | Teks berhasil mengalihwahanakan proses tawar-menawar menjadi bentuk narasi yang mengalir kreatif melalui perpaduan tuturan tak langsung, penggambaran latar, dan dinamika interaksi tokoh. | Teks menyajikan bentuk narasi yang sangat kaya dan orisinal, menghidupkan suasana perundingan melalui narasi dinamis, pilihan ekspresi tuturan yang beragam, dan alur penceritaan yang memikat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemodelan dan tantangan alih wahana singkat efektif membantu murid mengubah struktur dialog tawar-menawar menjadi bentuk teks naratif yang runtut?
- Bagian mana dari pengembangan argumen negosiasi yang paling sering menimbulkan kebuntuan logika bagi murid saat menyusun narasi?
Murid:- Tantangan apa yang paling kamu rasakan saat menuangkan percakapan tawar-menawar ke dalam bentuk cerita narasi yang masuk akal?
- Strategi kreatif apa yang kamu gunakan agar jalan cerita tawar-menawar yang kamu tulis terasa hidup dan meyakinkan bagi pembaca?
Pertemuan 5 — Mempresentasikan gagasan dan pandangan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara sistematis dan kritis — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.5 Mempresentasikan gagasan dan pandangan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara sistematis dan kritis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mempresentasikan gagasan dan pandangan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara sistematis (mengikuti alur orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan) serta kritis (alasan logis dan saling menguntungkan) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menyajikan studi kasus singkat: 'Pihak OSIS ingin menyewa aula desa untuk pentas seni tetapi anggarannya kurang Rp500.000,00 dari tarif normal.' Guru meminta murid menyebutkan urutan sistematis tahapan penyampaian dialog negosiasi dan satu alasan kritis penawaran (acuan: urutan dialog sistematis mencakup pembuka/orientasi -> penyampaian kebutuhan/pengajuan -> tawar-menawar dengan kompensasi nonfinansial/penawaran -> kesepakatan/persetujuan; alasan kritis: menawarkan pembersihan aula usai acara atau pencantuman logo sponsor desa untuk menutup kekurangan biaya) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan presentasi dialog teks negosiasi yang membedah dua indikator utama: (1) sistematika alur dialog negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan/kesepakatan) dan (2) kekritisan gagasan/pandangan yang disampaikan (memuat alasan logis yang mendukung kepentingan bersama) (15 menit).
- Murid dalam kelompok berpasangan mengkaji draf naskah dialog negosiasi yang telah disiapkan (misalnya negosiasi pengadaan stan bazar sekolah atau negosiasi batas waktu pengumpulan tugas proyek) guna memastikan alur dialog tersusun runut dan setiap pihak memiliki argumen kritis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan melakukan 'Tantangan Negosiator Ulung' (aktivitas simulasi berpasangan menggembirakan di mana masing-masing pasangan melakukan geladi resik menyajikan dialog negosiasi dengan saling melempar argumen tawaran terbaik sebelum tampil di depan kelas) (20 menit).
- Setiap pasangan murid secara bergantian mempresentasikan gagasan dan pandangan mereka dalam bentuk dialog teks negosiasi di hadapan kelas secara sistematis (alur orientasi-pengajuan-penawaran-persetujuan jelas) dan kritis (setiap tuntutan disertai pertimbangan rasional) dengan batas waktu 4-5 menit per pasangan (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mengevaluasi ketercapaian sistematika alur dan ketajaman argumen kritis yang baru saja dipresentasikan berdasarkan umpan balik langsung dari guru dan rekan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip presentasi dialog negosiasi yang sistematis dan kritis dalam kehidupan nyata (5 menit).
- Murid menyelesaikan cek pemahaman akhir melalui tiket keluar (exit slip) tentang pemetaan alur dan argumen dialog negosiasi (7 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pengingat untuk mempersiapkan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya serta menutup sesi dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Pasangan yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan alur alih peran dialog negosiasi berurutan (orientasi -> pengajuan -> penawaran -> persetujuan), sedangkan pasangan mahir menggunakan skenario negosiasi multi-kepentingan dengan situasi masalah yang lebih rumit.
- Proses: Pasangan yang belum lancar diberikan waktu latihan terbimbing bersama guru pada tahap simulasi awal, sedangkan pasangan mandiri langsung menyempurnakan strategi sanggahan kritis.
- Produk: Semua pasangan menampilkan presentasi dialog langsung; pasangan bimbingan menyajikan dialog negosiasi berdurasi lebih ringkas dengan 1 putaran tawar-menawar, sedangkan pasangan mahir menyajikan dialog negosiasi dengan minimal 2 putaran penawaran timbal balik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan secara runtut 4 tahapan alur dialog negosiasi dari awal hingga akhir, serta sebutkan satu contoh alasan kritis saat melakukan penawaran harga sewa aula!' (Kriteria/Acuan: (1) Tahapan runtut mencakup orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan/kesepakatan; (2) Contoh alasan kritis memuat argumentasi timbal balik rasional/kompensasi manfaat, misal: 'Kami siap membantu publikasi kegiatan desa dan membersihkan aula secara mandiri').
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid mempresentasikan dialog negosiasi di depan kelas, dinilai berdasarkan: (1) Sistematika dialog (kelengkapan penyampaian orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan secara runtut), dan (2) Kekritisan gagasan/pandangan (penyampaian alasan logis yang mendasari penawaran dan solusi yang saling menguntungkan).
Akhir Pertemuan:- Tiket keluar (exit slip): Murid menuliskan jawaban singkat pada kartu kendali: 'Tuliskan alur dialog yang tadi kelompokmu sajikan dan buktikan 1 pandangan paling kritis yang diajukan oleh salah satu pihak!' (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat alur yang runut dari pembuka hingga kesepakatan serta kutipan dialog alasan tawar-menawar yang logis dan objektif).
Formatif:- Observasi unjuk kerja presentasi dialog teks negosiasi menggunakan lembar amatan sistematika alur dan kekritisan gagasan
- Asesmen diagnostik awal lisan tentang pemahaman alur dialog negosiasi
- Tiket keluar (exit slip) analisis ketepatan argumen dan sistematika presentasi dialog
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sistematika Alur Presentasi Dialog Negosiasi | Mempresentasikan dialog negosiasi dengan alur yang melompat-lompat dan hanya memuat 1-2 tahapan struktur negosiasi. | Mempresentasikan dialog negosiasi dengan memuat 3 tahapan struktur negosiasi, namun urutan penyampaian belum runtut. | Mempresentasikan dialog negosiasi secara sistematis dan runtut mencakup seluruh 4 tahapan (orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan). | Mempresentasikan dialog negosiasi secara sangat sistematis, runtut, dan transisi antartahapan (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan) mengalir secara kohesif tanpa keraguan. | | Kekritisan Gagasan dan Pandangan dalam Dialog | Gagasan dan pandangan yang dipresentasikan belum disertai alasan logis; penawaran hanya bersifat memaksakan kehendak sepihak. | Gagasan dan pandangan yang dipresentasikan sudah memuat alasan, tetapi argumentasi penawaran masih lemah atau kurang rasional. | Gagasan dan pandangan yang dipresentasikan disampaikan secara kritis dengan alasan logis dan berorientasi pada kesepakatan bersama. | Gagasan dan pandangan yang dipresentasikan disampaikan secara sangat kritis, tajam, didukung data/pertimbangan rasional mendalam, serta menciptakan solusi alternatif yang saling menguntungkan kedua belah pihak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu presentasi berpasangan (45 menit) berjalan efektif untuk seluruh murid?
- Bagaimana tingkat kemampuan murid dalam menyusun alasan kritis saat adu tawar-menawar dalam dialog yang dipresentasikan?
Murid:- Bagian mana dari tahapan dialog negosiasi (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan) yang paling mudah dan paling sulit saya presentasikan bersama pasangan?
- Apakah alasan yang saya kemukakan saat tawar-menawar dalam dialog tadi sudah cukup kritis dan logis untuk meyakinkan mitra bicara?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Mengevaluasi gagasan dan pesan dari teks nonsastra negosiasi berbentuk teks aural
- TP 10.4.2 Mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pandangan dari teks negosiasi visual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat
- TP 10.4.3 Membandingkan isi teks negosiasi dengan teks lain
- TP 10.4.4 Menulis gagasan dan pandangan dalam teks negosiasi berbentuk naratif secara logis dan kreatif
- TP 10.4.5 Mempresentasikan gagasan dan pandangan dalam bentuk dialog teks negosiasi secara sistematis dan kritis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta mental murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup tes tertulis terpadu, penulisan naratif negosiasi, dan unjuk kerja simulasi dialog berpasangan (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Terpadu dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 3 bagian tugas serta alokasi waktu pengerjaan masing-masing (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Terpadu secara individual yang mencakup analisis rekaman aural, infografik visual, dan tabel komparasi teks negosiasi vs deskripsi (35 menit). Butir Soal & Kunci Jawaban: (1) Gagasan pokok rekaman aural [Kunci: Pengurus OSIS mengajukan izin peminjaman aula sekolah kepada pihak sarpras dengan tawaran jaminan kebersihan dan pembagian jadwal latihan ekskul]; (2) Pesan pokok rekaman aural [Kunci: Negosiasi harus mengutamakan kepentingan bersama dan komitmen tanggung jawab atas fasilitas umum]; (3) Makna tersurat infografik alur perizinan [Kunci: Pengajuan proposal peminjaman tempat wajib diserahkan minimal H-7 sebelum kegiatan dilaksanakan]; (4) Makna tersirat infografik alur perizinan [Kunci: Pihak pengelola memerlukan kepastian waktu koordinasi jadwal agar tidak terjadi benturan agenda internal sekolah]; (5) Komparasi aspek tujuan teks negosiasi vs deskripsi [Kunci: Negosiasi bertujuan mencapai kesepakatan dari perbedaan kepentingan, deskripsi bertujuan menggambarkan objek/kondisi secara rinci]; (6) Komparasi aspek struktur teks negosiasi vs deskripsi [Kunci: Negosiasi berstruktur orientasi-pengajuan-penawaran-persetujuan/penutup, deskripsi berstruktur identifikasi/klasifikasi dan deskripsi bagian].
- Murid mengerjakan Tugas 2: Penulisan Teks Negosiasi Berbentuk Naratif secara individual, menyusun narasi utuh dari skenario perbedaan kepentingan antara panitia pentas seni dan ketua paguyuban warga terkait batas jam pelaksanaan acara hingga tercapai kesepakatan kompromi (35 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 3: Unjuk Kerja Simulasi Dialog Negosiasi Berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, tiap pasang tampil 3,5 menit termasuk transisi = 49 menit) di hadapan guru menggunakan peran terundi (pihak penyewa stan bazar vs pengelola acara) dengan fokus pada keruntutan tahapan negosiasi, kelogisan argumen, dan taktik penawaran santun (41 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan draf teks naratif murid, lalu murid mencatat refleksi diri terkait kendala dan keberhasilan strategi negosiasi yang telah dipraktikkan (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan keseriusan seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian evaluasi Bab Negosiasi (3 menit).
- Guru merangkum capaian bab negosiasi, mengumumkan rencana tindak lanjut/umpan balik, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/pendengaran diberikan tempat duduk terdepan dekat pelantang saat pemutaran rekaman aural atau teks cetak dengan ukuran fon lebih besar tanpa mengubah butir dan kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis pelaksanaan asesmen sumatif: murid mengonfirmasi pemahaman terhadap 3 komponen tugas sumatif dan aturan waktu kerja tanpa pengujian konten baru (acuan keterpenuhan: murid siap dengan alat tulis dan memahami giliran simulasi).
Proses:- Pemantauan kemandirian murid selama tes tertulis dan penulisan naratif, serta observasi performa simulasi dialog menggunakan lembar amatan rubrik lisan.
Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi tes tertulis terpadu (menyimak aural, telaah visual, dan komparasi teks), penulisan teks naratif negosiasi, serta unjuk kerja simulasi dialog negosiasi berpasangan: Lembar kerja analisis komparatif dan evaluasi aural-visual, naskah narasi negosiasi runtut yang memuat penyelesaian perbedaan kepentingan, serta rekaman/performa simulasi dialog negosiasi berpasangan yang dinilai berdasarkan kelogisan argumen dan taktik pengajuan-penawaran
- tes tertulis serentak: lembar kerja analisis komprehensif yang memuat evaluasi kekuatan gagasan rekaman dialog aural, identifikasi makna tersurat-tersirat dari infografik/teks visual, dan tabel komparasi struktur serta isi teks negosiasi vs teks deskripsi yang dikerjakan seluruh kelas serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan pedoman penskoran tes tertulis)
- produk tulisan naratif: draf teks negosiasi utuh berbentuk narasi yang menyajikan latar belakang masalah, perbedaan kepentingan tokoh, pengajuan, penawaran, serta kesepakatan secara logis dan kreatif yang disusun mandiri oleh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis teks naratif negosiasi (kelogisan alur, struktur kesepakatan, dan kreativitas bahasa))
- unjuk kerja bermain peran berpasangan: penampilan simulasi dialog negosiasi berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, alokasi 3,5 menit per pasang termasuk transisi: 14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, muat satu kelas) yang dinilai dari keruntutan tahapan negosiasi, kelogisan argumen, dan kesantunan penawaran (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi simulasi negosiasi lisan (kriteria: artikulasi gagasan, daya persuasi/argumen logis, dan etika dialog))
Sumatif:- Asesmen kombinasi tes tertulis terpadu (menyimak aural, telaah visual, dan komparasi teks), penulisan teks naratif negosiasi, serta unjuk kerja simulasi dialog negosiasi berpasangan: Lembar kerja analisis komparatif dan evaluasi aural-visual, naskah narasi negosiasi runtut yang memuat penyelesaian perbedaan kepentingan, serta rekaman/performa simulasi dialog negosiasi berpasangan yang dinilai berdasarkan kelogisan argumen dan taktik pengajuan-penawaran
- tes tertulis serentak: lembar kerja analisis komprehensif yang memuat evaluasi kekuatan gagasan rekaman dialog aural, identifikasi makna tersurat-tersirat dari infografik/teks visual, dan tabel komparasi struktur serta isi teks negosiasi vs teks deskripsi yang dikerjakan seluruh kelas serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan pedoman penskoran tes tertulis)
- produk tulisan naratif: draf teks negosiasi utuh berbentuk narasi yang menyajikan latar belakang masalah, perbedaan kepentingan tokoh, pengajuan, penawaran, serta kesepakatan secara logis dan kreatif yang disusun mandiri oleh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian menulis teks naratif negosiasi (kelogisan alur, struktur kesepakatan, dan kreativitas bahasa))
- unjuk kerja bermain peran berpasangan: penampilan simulasi dialog negosiasi berpasangan (14 pasang untuk 28 murid, alokasi 3,5 menit per pasang termasuk transisi: 14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, muat satu kelas) yang dinilai dari keruntutan tahapan negosiasi, kelogisan argumen, dan kesantunan penawaran (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi simulasi negosiasi lisan (kriteria: artikulasi gagasan, daya persuasi/argumen logis, dan etika dialog))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tes Tertulis Terpadu: Evaluasi Teks Aural, Visual, dan Komparasi Teks (TP 10.4.1, 10.4.2, 10.4.3; Acuan 6 butir kunci: gagasan aural, pesan aural, tersurat visual, tersirat visual, komparasi tujuan, komparasi struktur) | Menjawab dengan tepat 1–2 dari 6 butir acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat 3–4 dari 6 butir acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat 5 dari 6 butir acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat seluruh 6 butir acuan kunci jawaban. | | Penulisan Gagasan Teks Negosiasi Bentuk Naratif (TP 10.4.4; Kriteria: latar belakang masalah, perbedaan kepentingan, pengajuan-penawaran, kesepakatan logis-kreatif) | Menulis teks narasi yang hanya memuat 1 kriteria unsur, alur tidak logis, dan belum memuat solusi kesepakatan. | Menulis teks narasi yang memuat 2 kriteria unsur dengan alur cukup runtut namun kesepakatan belum sepenuhnya logis. | Menulis teks narasi yang memuat 3–4 kriteria unsur secara runtut, logis, dan menyajikan kesepakatan pemecahan masalah secara jelas. | Menulis teks narasi yang memenuhi seluruh kriteria unsur secara utuh, logis, dan kreatif dengan bahasa persuasif yang sangat padu. | | Presentasi Dialog Negosiasi Lisan (TP 10.4.5; Kriteria: keruntutan tahapan orientasi-pengajuan-penawaran-kesepakatan, kelogisan argumen, dan kesantunan taktik penawaran) | Mempresentasikan dialog negosiasi secara acak tanpa tahapan yang jelas, argumen tidak logis, dan taktik penawaran memaksa. | Mempresentasikan dialog negosiasi dengan tahapan yang kurang lengkap (1-2 tahapan terlewati) dan argumen pendukung masih lemah. | Mempresentasikan dialog negosiasi secara sistematis (seluruh tahapan muncul berurutan), menyampaikan argumen logis, dan taktik penawaran santun. | Mempresentasikan dialog negosiasi secara sangat sistematis dan kritis, argumen sangat kuat berlandaskan solusi win-win, serta taktik penawaran santun dan meyakinkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 49 menit untuk unjuk kerja 14 pasang murid terlaksana secara efektif dan tertib?
- Bagian mana dari kompetensi bab ini (menyimak aural, analisis visual, komparasi, menulis naratif, atau dialog lisan) yang masih membutuhkan penguatan pada bab selanjutnya?
Murid:- Dari ketiga tugas sumatif hari ini, tugas mana yang paling mampu memperlihatkan keahlian terbaik saya sebagai seorang negosiator?
- Keterampilan bernegosiasi apa yang paling bermanfaat untuk saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas X (Kemendikbudristek, 2023 Bab IV).
- Berkas audio rekaman negosiasi aural 'Sewa Stan Pameran Kewirausahaan Sekolah'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek RI, 2023
- Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek RI, 2023
- Lembar Kerja Siswa: Membedah Teks Negosiasi Visual (Infografik Penawaran Sewa Panggung Festival Seni)
- Set kartu tantangan 'Detektif Makna' (Kutipan Visual dan Kategori Makna Tersurat-Tersirat)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab IV Halaman 135-137 (Teks 1 Deskripsi Perusahaan dan Teks 2 Surat Penawaran PT Rajin Sukses Kreatif)
- Set 4 kartu kutipan permainan 'Pilah Kartu Informasi'
- Lembar Kerja Perbandingan Isi Teks Negosiasi dan Teks Deskripsi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Balai Pustaka/Kemendikbudristek 2023, Bab IV Halaman 133-149
- Buku Teks Utama Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023, Bab IV Halaman 149-152
- Lembar Skenario Negosiasi Kontekstual (Skenario Sponsorship OSIS dan Pemanfaatan Lahan Hidroponik)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab IV
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Revisi (Kemendikbudristek 2023) Bab IV Halaman 156-158
- Lembar Panduan Presentasi Dialog Negosiasi dan Format Pengamatan Sebaya
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023, Bab IV 'Belajar Menjadi Negosiator Ulung'
- Audio rekaman negosiasi aural 'Izin Peminjaman Fasilitas Sekolah'
- Infografik lembar cetak 'Alur dan Prosedur Perizinan Fasilitas Publik'
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 4 dan Rubrik Penilaian
|