Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menyajikan dan Mempresentasikan Cerita Pendek Berbasis Nilai Hikayat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menyajikan dan Mempresentasikan Cerita Pendek Berbasis Nilai Hikayat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menyajikan dan Mempresentasikan Cerita Pendek Berbasis Nilai Hikayat

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menyajikan dan Mempresentasikan Cerita Pendek Berbasis Nilai Hikayat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenyajikan dan Mempresentasikan Cerita Pendek Berbasis Nilai Hikayat
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan teks narasi (cerita pendek) dalam bentuk monolog berbantuan media secara runtut dan kreatif di depan kelas
  2. Murid dapat mempresentasikan cerita pendek yang telah ditulis dengan menggunakan media yang tepat sesuai minat dan perhatian pendengar, serta memublikasikannya di media cetak atau digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menyampaikan cerita pendek agar pendengar tertarik dan memahami nilai yang ingin disampaikan?
  2. Media apa yang paling efektif untuk mempresentasikan cerita pendek kalian kepada teman-teman di kelas?
  3. Apa perbedaan menyajikan cerita secara langsung dengan memublikasikannya di media digital?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Guru menayangkan contoh video gerak henti atau presentasi monolog cerita pendek sebagai stimulus awal
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang cara menyajikan dan mempresentasikan cerita pendek
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan yang akan dilakukan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menuliskan pengalaman mereka dalam mempresentasikan karya di depan kelas (diagnostik singkat)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dan mencermati contoh presentasi cerita pendek dalam berbagai format (monolog, drama monolog, video gerak henti) yang ditayangkan guru
  • Murid mengidentifikasi komponen penting dalam presentasi cerita pendek: pembukaan (salam, perkenalan diri, informasi judul dan sinopsis), isi (penyajian cerita), penutup (penyampaian nilai moral dan salam penutup)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing media presentasi yang diamati
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan karakteristik presentasi cerita pendek yang efektif dan kreatif
  • Murid memahami kriteria media yang tepat sesuai minat dan perhatian pendengar (visual untuk audiens yang suka gambar, audio untuk yang suka suara, multimedia untuk variasi)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih media presentasi untuk cerita pendek yang telah mereka tulis sebelumnya (monolog langsung, drama monolog, atau video gerak henti)
  • Murid menyusun naskah presentasi yang mencakup: pembukaan (salam, perkenalan, informasi cerita), penyajian cerita secara runtut, dan penutup (nilai moral, salam penutup)
  • Murid mempersiapkan media pendukung yang dipilih (properti untuk monolog, slide presentasi, atau video gerak henti)
  • Murid berlatih mempresentasikan cerita pendek secara mandiri atau berpasangan dengan memperhatikan: kejelasan artikulasi, ekspresi sesuai karakter, volume suara, dan penggunaan media
  • Murid mempresentasikan cerita pendek secara bergantian di depan kelas dengan durasi 5-7 menit per murid
  • Murid lain memberikan tanggapan konstruktif menggunakan lembar observasi yang disediakan guru (aspek: keruntutan penyajian, kreativitas media, kejelasan nilai moral)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merefleksikan pengalaman presentasi mereka: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana respons pendengar
  • Murid menulis refleksi singkat tentang proses pemilihan media dan kesesuaiannya dengan minat pendengar
  • Murid berdiskusi tentang rencana publikasi cerita pendek mereka di media cetak (majalah dinding, buletin sekolah) atau digital (blog, media sosial sekolah)
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas tentang pentingnya menyampaikan nilai moral melalui cerita dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari
  • Murid mengidentifikasi keterampilan yang telah mereka kembangkan dalam pembelajaran ini (berbicara di depan umum, kreativitas, penalaran dalam memilih media)

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang cara menyajikan dan mempresentasikan cerita pendek dengan media yang tepat
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas presentasi yang telah dilakukan
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa penilaian kinerja presentasi menggunakan rubrik yang telah disiapkan
  • Murid mengumpulkan naskah presentasi dan refleksi tertulis sebagai portofolio
  • Guru memberikan penugasan untuk memublikasikan cerita pendek di media cetak atau digital sesuai pilihan murid (deadline 1 minggu)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat memilih monolog sederhana dengan durasi lebih singkat (3-5 menit), sementara murid yang lebih cepat dapat membuat video gerak henti dengan narasi yang lebih kompleks
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri dapat berlatih presentasi secara berpasangan atau dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas. Murid yang sudah siap dapat langsung mempresentasikan dengan durasi penuh
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi sesuai minat dan kemampuan: monolog langsung, drama monolog dengan properti, atau video gerak henti. Publikasi juga dapat dipilih: media cetak (majalah dinding) atau digital (blog, media sosial)

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik sederhana: murid menuliskan pengalaman mereka dalam mempresentasikan karya di depan kelas (pernah/belum, kendala yang dihadapi, media yang pernah digunakan)
  • Guru mengidentifikasi tingkat kesiapan dan kepercayaan diri murid dalam berbicara di depan umum

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok tentang kelebihan dan kekurangan media presentasi
  • Penilaian proses saat murid berlatih presentasi: kejelasan artikulasi, penggunaan media, ekspresi
  • Catatan anekdot tentang kreativitas dan pemilihan media oleh murid
  • Lembar observasi teman sejawat yang diisi saat murid lain mempresentasikan cerita pendek

Akhir:

  • Penilaian kinerja presentasi cerita pendek di depan kelas menggunakan rubrik (aspek: keruntutan penyajian, kreativitas penggunaan media, kejelasan nilai moral, kemampuan berkomunikasi)
  • Penilaian naskah presentasi yang mencakup struktur lengkap (pembukaan, isi, penutup)
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang proses dan hasil presentasi
  • Portofolio dokumentasi presentasi (foto/video) dan naskah yang dikumpulkan murid

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok tentang media presentasi
  • Penilaian proses saat murid berlatih presentasi
  • Tanggapan teman sejawat menggunakan lembar observasi

Sumatif:

  • Penilaian kinerja presentasi cerita pendek menggunakan rubrik
  • Penilaian naskah presentasi (struktur pembukaan, isi, penutup)
  • Penilaian refleksi tertulis tentang proses presentasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan Penyajian CeritaPenyajian cerita tidak runtut, tidak ada struktur pembukaan-isi-penutup yang jelasPenyajian cerita mulai runtut tetapi masih ada bagian yang terlewat atau tidak jelas urutannyaPenyajian cerita runtut dengan struktur pembukaan-isi-penutup yang jelas, namun transisi antar bagian masih kurang mulusPenyajian cerita sangat runtut dengan struktur lengkap dan transisi yang mulus, memudahkan pendengar mengikuti alur cerita
Kreativitas Penggunaan MediaTidak menggunakan media atau media yang digunakan tidak mendukung penyajian ceritaMenggunakan media sederhana tetapi kurang sesuai dengan minat dan perhatian pendengarMenggunakan media yang tepat dan cukup kreatif, sesuai dengan sebagian minat pendengarMenggunakan media yang sangat kreatif, tepat, dan menarik perhatian pendengar, sesuai dengan karakteristik audiens
Kejelasan Penyampaian Nilai MoralNilai moral tidak disampaikan atau tidak jelas dalam presentasiNilai moral disampaikan tetapi kurang eksplisit atau kurang relevan dengan ceritaNilai moral disampaikan dengan cukup jelas dan relevan dengan ceritaNilai moral disampaikan dengan sangat jelas, eksplisit, relevan dengan cerita, dan mudah dipahami pendengar
Kemampuan Berkomunikasi (Artikulasi, Volume, Ekspresi)Artikulasi tidak jelas, volume terlalu pelan atau keras, ekspresi datarArtikulasi cukup jelas tetapi volume tidak konsisten, ekspresi mulai muncul tetapi masih kakuArtikulasi jelas, volume baik, ekspresi sesuai dengan karakter cerita tetapi belum maksimalArtikulasi sangat jelas, volume tepat, ekspresi sangat sesuai dengan karakter dan emosi cerita, memikat pendengar

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah memfasilitasi kebutuhan belajar semua murid?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan lembar observasi teman sejawat dalam membangun sikap saling menghargai?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran (memahami, mengaplikasi, merefleksi) sudah proporsional?
  • Media dan contoh apa yang paling efektif memotivasi murid untuk tampil kreatif dalam presentasi?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pengalaman mempresentasikan cerita pendek di depan kelas?
  • Media apa yang saya pilih dan mengapa media tersebut sesuai dengan cerita saya?
  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat presentasi dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Nilai moral apa yang ingin saya sampaikan dan apakah pendengar memahaminya?
  • Apa yang akan saya perbaiki jika saya mempresentasikan cerita ini lagi di lain waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab III: Menyusuri Kisah Lintas Zaman
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab III: Menyusuri Kisah Lintas Zaman
  3. Contoh video gerak henti dari Majalah Bobo/YouTube (2018) - https://buku.kemdikbud.go.id/s/gerakhenti
  4. Contoh video presentasi monolog cerita pendek dari berbagai sumber
  5. Lembar observasi teman sejawat
  6. Rubrik penilaian kinerja presentasi
  7. Laptop/proyektor untuk menayangkan contoh video
  8. Properti sederhana untuk presentasi monolog (opsional)
  9. Smartphone/kamera untuk dokumentasi (opsional)
  10. Media publikasi: majalah dinding sekolah, blog kelas, atau akun media sosial sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.