Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menginterpretasi Nilai Hikayat dan Membandingkannya dengan Cerpen

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menginterpretasi Nilai Hikayat dan Membandingkannya dengan Cerpen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menginterpretasi Nilai Hikayat dan Membandingkannya dengan Cerpen

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menginterpretasi Nilai Hikayat dan Membandingkannya dengan Cerpen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenginterpretasi Nilai Hikayat dan Membandingkannya dengan Cerpen
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menginterpretasi informasi dari teks hikayat dan cerpen untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, empati) terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif.
  2. Murid dapat membandingkan karakteristik dan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen modern sebagai representasi cerita lintas zaman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurut kalian, apakah nilai-nilai seperti kesetiaan dan kejujuran dalam hikayat masih relevan untuk anak muda zaman sekarang?
  2. Bagaimana caranya kita bisa merasakan dan mengungkapkan empati saat membaca kisah dari masa lalu?
  3. Apa perbedaan paling mencolok antara cerita hikayat dengan cerpen modern yang biasa kalian baca?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kehadiran sebagai wujud kesadaran spiritual dan disiplin diri.
  • Melakukan apersepsi: bertanya tentang cerita rakyat atau legenda yang pernah didengar murid, lalu mengaitkannya dengan hikayat.
  • Menyampaikan pertanyaan pemantik untuk menggugah rasa ingin tahu dan brainstorming singkat.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan selama pertemuan.
  • Melaksanakan asesmen awal diagnostik: tanya jawab lisan singkat tentang definisi hikayat, cerpen, dan contoh nilai-nilai kehidupan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca secara mandiri atau berpasangan teks penggalan 'Hikayat Bayan Budiman' dan sebuah cerpen modern bertema serupa yang disediakan guru (tercetak atau digital).
  • Murid mengisi Lembar Kerja 1: mengidentifikasi minimal tiga nilai (moral, sosial, budaya) yang terkandung dalam masing-masing teks serta menuliskan perasaan simpati, peduli, atau empati yang muncul terhadap tokoh atau kejadian.
  • Diskusi kelompok kecil (4–5 orang) untuk saling berbagi hasil interpretasi dan memperdalam pemahaman, dengan bantuan pertanyaan panduan dari guru.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan scaffolding, dan mencatat temuan untuk asesmen formatif.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok membuat tabel perbandingan karakteristik (tema, tokoh, latar, alur, bahasa) dan nilai-nilai antara hikayat dan cerpen yang telah dibaca.
  • Kelompok mendiskusikan bagaimana nilai yang sama dapat muncul dalam dua zaman berbeda, serta mengekspresikan gagasan dan perasaan kreatif dengan menulis sebuah paragraf pendek yang menceritakan kembali satu adegan hikayat dengan gaya cerpen modern, sekaligus menyampaikan empati.
  • Setiap kelompok memilih satu format penyajian: poster sederhana, mind map, atau infografis perbandingan. Mereka menyajikan hasil interpretasi nilai dan ungkapan perasaan secara kreatif.
  • Perwakilan kelompok membagikan hasilnya secara singkat (gallery walk atau presentasi singkat) untuk saling belajar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menulis refleksi individu dalam selembar kartu: satu hal baru yang dipelajari tentang nilai hikayat, satu cara mereka mengungkapkan empati dalam kegiatan tadi, dan satu pertanyaan yang masih ingin dijawab.
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksi secara lisan, guru memandu diskusi kelas untuk mengaitkan temuan dengan kehidupan saat ini (hidup, kehidupan, penghidupan).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses kerja kelompok, kreativitas, dan kejelasan ungkapan perasaan, serta mengapresiasi keberagaman interpretasi.

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan poin-poin penting: pengertian interpretasi nilai, cara membandingkan hikayat dan cerpen, serta pentingnya empati dalam membaca sastra.
  • Pelaksanaan asesmen akhir sumatif: murid mengerjakan dua soal uraian singkat (1) interpretasi nilai dari cuplikan baru, (2) membandingkan karakteristik hikayat dan cerpen berdasarkan pengetahuan yang telah dibangun.
  • Guru memberikan kesempatan tanya jawab terakhir dan menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya (menulis cerpen berdasarkan nilai hikayat).
  • Refleksi guru dan murid (diisi jurnal singkat) untuk memperbaiki proses belajar selanjutnya.
  • Doa penutup dipimpin salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Teks hikayat disajikan dalam dua versi panjang pendek sesuai kemampuan membaca murid; cerpen pembanding juga tersedia dengan tema yang beragam (keluarga, persahabatan, petualangan) untuk dipilih murid berdasarkan minat.
  • Proses: Kelompok dibentuk heterogen; guru memberikan kartu bantuan berisi kata kunci dan pertanyaan pemandu bagi murid yang memerlukan, serta memberikan tantangan tambahan (misal mencari contoh hikayat di internet) bagi murid yang cepat selesai.
  • Produk: Murid dapat memilih format penyajian hasil: poster gambar, mind map, atau paragraf naratif, sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: sebutkan satu cerita rakyat yang kalian tahu, apa itu hikayat?, apa perbedaannya dengan cerpen?, dan sebutkan nilai kehidupan yang pernah kalian temukan dalam bacaan.

Proses:

  • Pengamatan langsung aktivitas kelompok menggunakan lembar observasi yang mencatat partisipasi, keterampilan bertanya, dan menghargai pendapat.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 1 untuk memastikan setiap murid mampu mengidentifikasi minimal dua nilai dan menuliskan satu kalimat ungkapan perasaan.
  • Penilaian produk kelompok (poster/mind map) berdasarkan orisinalitas, ketepatan perbandingan, dan kemampuan menyampaikan perasaan.

Akhir:

  • Tes tulis individu: 1) Bacalah cuplikan hikayat berikut, lalu tuliskan dua nilai yang terkandung serta ungkapkan perasaan simpati/empatimu terhadap tokoh utama (skor maks 20). 2) Jelaskan dua perbedaan karakteristik hikayat dan cerpen yang telah kamu pelajari hari ini, lengkap dengan contoh (skor maks 20).

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok (rubrik kolaborasi dan komunikasi)
  • Penilaian Lembar Kerja 1: identifikasi nilai dan ungkapan perasaan
  • Penilaian tabel perbandingan dan kreativitas penyajian (rubrik interpretasi dan perbandingan)

Sumatif:

  • Tes tulis uraian di akhir pertemuan (soal interpretasi nilai dari teks baru dan soal membandingkan karakteristik hikayat-cerpen)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menginterpretasi nilai dan mengungkapkan perasaanBelum mampu menemukan nilai dalam teks dan belum menunjukkan ungkapan perasaan.Menemukan satu nilai dengan bimbingan, ungkapan perasaan masih bersifat umum dan kurang personal.Mampu menemukan dua nilai secara akurat, mengungkapkan perasaan (simpati/peduli/empati) dengan kalimat yang jelas, tetapi belum sepenuhnya orisinal.Menemukan lebih dari dua nilai, mengaitkan dengan konteks, dan mengungkapkan perasaan secara mendalam, orisinal, serta meyakinkan.
Membandingkan karakteristik dan nilai hikayat dengan cerpenBelum dapat menyebutkan perbedaan atau persamaan sama sekali.Menyebutkan satu perbedaan sederhana (misal dari segi bahasa) dengan bantuan.Dapat membandingkan dua aspek (ciri teks dan nilai) dengan benar dan memberikan contoh dari teks yang dibaca.Membandingkan tiga atau lebih aspek secara rinci, menunjukkan keterkaitan dengan latar zaman, dan menyajikan perbandingan dalam bentuk yang komunikatif dan kreatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan membaca berpasangan dan diskusi kelompok berjalan efektif? Adakah murid yang perlu pendekatan berbeda?
  • Sejauh mana murid mampu menginterpretasi nilai secara mendalam dan mengungkapkan empati? Apa kendala yang muncul?
  • Apakah langkah-langkah pembelajaran sudah sesuai dengan prinsip bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan? Perbaikan apa yang diperlukan untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari dari hikayat hari ini?
  • Bagaimana kamu menunjukkan rasa peduli atau empati saat membaca cerita?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui tentang perbandingan hikayat dan cerpen?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Edisi Revisi (Fadillah Tri Aulia dkk., 2023), Bab III halaman 83–112.
  2. Teks 'Hikayat Bayan Budiman' (salinan ringkas satu adegan).
  3. Cerpen modern pilihan, misal 'Robohnya Surau Kami' (A.A. Navis) atau cerpen lain yang bertema nilai kehidupan.
  4. Lembar Kerja 1: Identifikasi Nilai dan Ungkapan Perasaan (disiapkan guru).
  5. Alat dan bahan untuk membuat poster/mind map: kertas HVS, spidol warna, sticky notes.
  6. Teks digital atau fotokopi hikayat dan cerpen.
  7. Jam dinding atau timer untuk mengelola waktu diskusi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.