Modul AjarBab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 3: Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 10 untuk Bab 3 "Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 3: Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 3 — Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 3 — Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman
Alokasi Waktu18 JP (18 x 45 menit = 810 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.3.1 Mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra hikayat berbentuk teks aural
  2. TP 10.3.2 Mengevaluasi informasi berupa pesan dari teks sastra hikayat berwujud visual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
  3. TP 10.3.3 Menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan terhadap nilai yang terkandung dari teks sastra narasi visual
  4. TP 10.3.4 Membandingkan isi teks sastra hikayat dan teks cerita pendek
  5. TP 10.3.5 Menulis pesan dan imajinasi dalam tipe teks cerita pendek secara logis, kritis, dan kreatif
  6. TP 10.3.6 Memublikasikan hasil karya teks cerita pendek di media cetak atau digital
  7. TP 10.3.7 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks cerita pendek berbentuk monolog secara kritis dan kreatif

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita membuktikan bahwa kejadian ajaib atau kesaktian tokoh dalam cerita hikayat masa lampau tetap memiliki keterkaitan logis dengan nilai kehidupan masa kini?
  2. Mengapa latar budaya istana dalam hikayat memengaruhi cara tokoh mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah?
  3. Bagaimana kita bisa membedakan pesan yang langsung tertulis (tersurat) dengan pesan yang tersembunyi di balik tindakan tokoh (tersirat) dalam sebuah hikayat?
  4. Apakah nilai-nilai moral, sosial, dan religi dalam naskah hikayat masa lalu masih relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan kita saat ini?
  5. Bagaimana latar tempat dan penokohan dalam hikayat kerajaan berbeda dengan cerita pendek kehidupan masa kini?
  6. Apakah konflik yang dialami tokoh dalam teks sastra klasik hikayat masih dapat kita jumpai dalam cerita pendek zaman sekarang?
  7. Bagaimana sebuah pesan atau nilai moral dapat disampaikan secara tersirat melalui imajinasi alur cerita pendek?
  8. Mengapa konflik dan tindakan tokoh dalam cerita pendek harus dirancang secara logis agar pesan yang ingin disampaikan tetap bermakna bagi pembaca masa kini?
  9. Bagaimana saluran publikasi (cetak atau digital) memengaruhi keterbacaan dan jangkauan pesan dari cerpen yang kita tulis?
  10. Bagaimana cara menyajikan gagasan dan pesan utama cerpen secara mandiri melalui bentuk monolog yang kritis dan kreatif?
  11. Bagaimana nilai kehidupan masa lalu dalam teks hikayat tetap relevan saat diwujudkan kembali ke dalam cerita pendek masa kini?
  12. Mengapa pesan moral dalam sebuah karya sastra naratif lebih bermakna ketika mampu dipublikasikan dan disampaikan secara lisan kepada khalayak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengevaluasi Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Teks Sastra Hikayat Berbentuk Teks Aural — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.1 Mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra hikayat berbentuk teks aural

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, serta mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk kegiatan menyimak aural (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengevaluasi unsur intrinsik (tema, tokoh/penokohan, alur/plot, latar, sudut pandang) dan unsur ekstrinsik (nilai budaya, agama, sosial) dari teks sastra hikayat yang diperdengarkan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat dengan membacakan cuplikan teks aural pendek 3 kalimat: 'Hatta beberapa lamanya, Raja Kembayat pun dikalahkan oleh burung garuda raksasa. Baginda terpaksa melarikan diri ke dalam hutan rimba belantara bersama permaisurinya yang sedang hamil tua demi menyelamatkan kelangsungan takhta.' Murid menuliskan tokoh, latar tempat, dan masalah tokoh pada secarik kertas kecil (acuan: tokoh = Raja Kembayat dan permaisuri; latar tempat = kerajaan/hutan rimba belantara; masalah = kerajaan diserang/dikalahkan burung garuda raksasa sehingga harus mengungsi demi takhta) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memperdengarkan rekaman audio/pembacaan nyaring kutipan teks sastra 'Hikayat Si Miskin' bagian awal (berdurasi 3 menit) yang diperdengarkan sebanyak dua kali dengan intonasi jelas (15 menit).
  • Murid menyimak teks aural sambil mencatat kata kunci mengenai unsur intrinsik (tokoh utama Si Miskin dan istri, latar negeri Antah Berantah/tempat pembuangan sampah, alur maju mengenai penolakan warga hingga penemuan ketupat dan buah mempelam) serta unsur ekstrinsik (nilai sosial berupa diskriminasi status ekonomi kemiskinan dan nilai religi berupa kepasrahan berdoa memohon kepada Yang Mahakuasa) (15 menit).
  • Guru memandu permainan interaktif 'Teka-Teki Aural Hikayat': guru membacakan 3 pernyataan kutipan peristiwa dari audio, lalu perwakilan murid menempelkan kartu label unsur intrinsik/ekstrinsik yang tepat pada papan klasifikasi kelas (3 kutipan: 1. 'Maka terhina dan dilemparilah Si Miskin dengan batu oleh orang pasar karena pakaiannya compang-camping' -> label: Unsur Ekstrinsik Nilai Sosial & Latar Tempat Pasar; 2. 'Maka menangislah istrinya yang mengidam buah mempelam di taman raja' -> label: Unsur Intrinsik Konflik Batin Tokoh; 3. 'Hatta berkatalah Si Miskin memohon ampun kepada Baginda Maharaja Indera Dewa' -> label: Unsur Intrinsik Penokohan Santun & Latar Suasana Tegang). Murid bersama guru memverifikasi ketepatan pasangan kartu (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan (2 orang) untuk menyimak kembali audio rekaman lanjutan 'Hikayat Si Miskin' (bagian penerimaan buah mempelam dan nangka dari raja hingga kelahiran Marakarma) yang diputar guru satu kali (15 menit).
  • Setiap pasangan berkolaborasi mengisi Lembar Evaluasi Aural Hikayat yang memuat 4 butir evaluasi kritis: (1) Mengevaluasi kesesuaian tindakan tokoh Si Miskin meminta buah ke istana terhadap karakter sabar dan gigihnya; (2) Mengevaluasi kelogisan perkembangan alur dari tokoh terusir menjadi diberi belas kasihan raja; (3) Mengevaluasi keselarasan latar budaya istana feodal zaman dahulu dengan sikap tunduk rakyat jelata; (4) Mengevaluasi relevansi nilai ekstrinsik moral-sosial (berbagi kepada kaum papa) dengan kehidupan masa kini (acuan jawaban: 1. Sesuai, Si Miskin mengesampingkan rasa takut demi kasih sayang pada istri dan janin; 2. Logis, rasa iba raja terbit karena adab kesantunan dan kejujuran Si Miskin saat menghadap; 3. Selaras, hierarki feodal menuntut rakyat biasa menyembah dan pasrah pada titah raja; 4. Relevan, kewajiban pemimpin/masyarakat mampu untuk membantu fakir miskin tetap berlaku universal) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua perwakilan pasangan murid membacakan hasil evaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsiknya secara lisan di tempat duduk, sementara pasangan lain saling mencocokkan catatan dan memberikan umpan balik kelengkapan bukti tekstual dari rekaman aural yang didengar (15 menit).
  • Guru memberikan penguatan konseptual bahwa mengevaluasi karya sastra aural menuntut ketelitian mengaitkan rincian dialog/narasi tokoh dengan konteks nilai kehidupan pengarang dan masa kini (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan unsur intrinsik (tokoh, alur, latar) dan ekstrinsik (nilai sosial dan religi) yang telah dievaluasi dari teks aural Hikayat Si Miskin (5 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir mandiri (asesmen akhir) berupa lembar isian singkat 2 butir soal evaluasi teks aural (5 menit).
  • Guru menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya (mengevaluasi pesan dan nilai visual pada hikayat) dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan opsi rekaman teks aural dengan kecepatan suara normal (1.0x) untuk kelompok reguler dan kecepatan agak lambat (0.8x) disertai transkrip kata arkais kunci bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam menyimak.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan analisis yang menyertakan petunjuk pemandu untuk memisahkan unsur intrinsik dan nilai ekstrinsik, sedangkan murid yang mahir diminta mengevaluasi hubungan sebab-akibat antartokoh secara mandiri tanpa bantuan pemandu.
  • Produk: Kelompok murid reguler mendokumentasikan hasil evaluasi dalam format tabel isian analitis terstruktur, sedangkan murid mahir menambahkan ulasan evaluatif tertulis mengenai keterkaitan nilai ekstrinsik feodal hikayat terhadap dinamika sosial kekinian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik menyimak aural 3 kalimat kutipan hikayat: guru memperdengarkan teks secara lisan dan murid mengidentifikasi: (1) tokoh, (2) latar tempat, dan (3) masalah yang dihadapi tokoh. Kunci acuan: tokoh = Raja Kembayat dan permaisuri; latar tempat = kerajaan/hutan rimba belantara; masalah = serangan garuda raksasa yang merusak kerajaan sehingga raja dan permaisuri mengungsi ke hutan rimba.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja berpasangan evaluasi aural hikayat: dinilai ketepatan evaluasi 4 unsur: (1) watak tokoh Si Miskin (acuan: tabah, beradab santun, penuh kasih sayang keluarga), (2) alur peristiwa (acuan: logis, penolakan masyarakat beralih pada kemurahan hati raja di istana), (3) latar lingkungan istana (acuan: hierarkis feodal), dan (4) nilai ekstrinsik sosial-moral (acuan: kepedulian sosial pada fakir miskin dan kepatuhan berdoa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis mandiri 2 butir soal berdasarkan teks aural Hikayat Si Miskin: Butir 1: Sebutkan 1 unsur intrinsik (tokoh/alur/latar) dan evaluasi ketepatannya dalam cerita! (Acuan: Menyebutkan salah satu: tokoh Si Miskin berwatak pantang menyerah mencari nafkah bagi istri; ATAU alur maju dari teraniaya hingga mendapat belas kasih; ATAU latar pasar dan istana yang mempertegas kontras sosial). Butir 2: Tentukan 1 nilai ekstrinsik dalam hikayat tersebut dan evaluasi apakah nilai tersebut masih berlaku saat ini! (Acuan: Nilai kepedulian sosial/sedekah kepada yang miskin ATAU nilai ketaatan/doa kepada Tuhan; dievaluasi relevan karena kedua nilai tetap menjadi pedoman moral kemanusiaan dan spiritual masyarakat modern).

Formatif:

  • Penilaian kinerja diskusi berpasangan mengisi Lembar Evaluasi Aural Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat
  • Observasi partisipasi aktif dalam permainan menyimak 'Teka-Teki Aural Hikayat'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Unsur Intrinsik Teks Sastra Hikayat AuralMurid belum mampu mengevaluasi unsur intrinsik (tokoh, alur, latar) dari teks aural hikayat, atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa menyertakan analisis karakter dan peristiwa.Murid mampu mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, alur, dan latar) dari teks aural hikayat secara tepat, namun belum mengevaluasi keterkaitan atau kelogisan antarunsur tersebut.Murid mampu mengevaluasi unsur intrinsik (watak tokoh, kelogisan alur, dan latar suasana/tempat) dari teks aural hikayat dengan menyertakan bukti simpulan dari tuturan yang disimak secara tepat.Murid mampu mengevaluasi seluruh unsur intrinsik teks aural hikayat secara mendalam, kritis, dan mandiri dengan memaparkan hubungan kausalitas antarunsur (hubungan motif tokoh dengan perkembangan konflik alur dan fungsi latar) secara komprehensif.
Evaluasi Unsur Ekstrinsik Teks Sastra Hikayat AuralMurid belum mampu menemukan maupun mengevaluasi nilai ekstrinsik (nilai sosial, budaya, atau agama) yang terkandung dalam teks aural hikayat.Murid mampu menyebutkan nilai ekstrinsik (nilai sosial/budaya/agama) dari teks aural hikayat, tetapi belum mengevaluasi relevansinya terhadap konteks kehidupan.Murid mampu mengevaluasi nilai ekstrinsik teks aural hikayat dan menilai keselarasan serta relevansi nilai tersebut dengan konteks kehidupan masa kini secara tepat.Murid mampu mengevaluasi nilai ekstrinsik teks aural hikayat secara komprehensif, kritis, dan mandiri, serta memberikan argumentasi logis mengenai relevansi maupun pergeseran nilai masa lampau ke masa kini.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan audio teks aural sudah terdengar jelas oleh seluruh murid di setiap sudut ruang kelas?
  • Bagaimana respons dan keaktifan murid saat mengidentifikasi perbedaan unsur intrinsik dan ekstrinsik melalui permainan kartu teka-teki aural?
  • Apakah alokasi waktu selama 135 menit memadai bagi murid untuk mendiskusikan evaluasi kelogisan isi cerita lintas zaman secara mendalam?

Murid:

  • Bagian mana dari teks hikayat yang diperdengarkan tadi yang paling menantang untuk dipahami bahasanya?
  • Nilai kehidupan apa dari hikayat yang kamu dengar tadi yang menurutmu paling penting untuk tetap diterapkan di zaman sekarang?
  • Strategi menyimak apa yang paling membantumu menangkap karakter tokoh dan alur peristiwa dengan runtut?

Pertemuan 2 — Mengevaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat Teks Sastra Hikayat Visual serta Menginterpretasi Nilai yang Terkandung — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.2 Mengevaluasi informasi berupa pesan dari teks sastra hikayat berwujud visual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
  • TP 10.3.3 Menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan terhadap nilai yang terkandung dari teks sastra narasi visual

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi suasana hening sejenak agar murid memusatkan pikiran untuk membaca dan memirsa teks narasi klasik (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengevaluasi pesan tersurat dan tersirat serta menginterpretasi nilai yang terkandung dalam teks sastra hikayat visual (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca kutipan visual pendek berikut: 'Maka Si Miskin pun sampailah ke tepi pasar. Demi dilihat oleh orang pasar, maka dilemparilah dengan batu dan kayu hingga badannya berlumuran darah.' Murid menjawab 2 pertanyaan pemantik tertulis: (1) Apa pesan tersurat dari perlakuan orang pasar? (acuan: orang pasar memperlakukan Si Miskin dengan kejam dan melemparinya batu/kayu); (2) Apa makna tersirat di balik nasib tokoh? (acuan: orang miskin sering kali dihakimi dan disingkirkan tanpa belas kasihan semata karena status sosialnya) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membaca teks visual kutipan naskah 'Hikayat Si Miskin' pada Buku Siswa secara mandiri dan saksama (15 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep mengenai cara mengevaluasi pesan tersurat (tercantum secara eksplisit pada teks/kalimat) dan pesan tersirat (tersembunyi, ditelaah melalui motif, konflik, serta tindakan tokoh), serta klasifikasi nilai: religi, moral, sosial, dan edukasi (15 menit).
  • Tantangan Menyenangkan 'Tebak Makna Berpasangan': Dalam pasangan, murid berlomba mencocokkan 3 kartu kutipan teks dengan jenis pesan dan nilainya: Kartu A ('Maka Si Miskin pun sujud menyembah kepada Allah memohon belas kasihan' -> Nilai Religi & Pesan tersurat: selalu berserah diri dan berdoa pada Tuhan saat berduka); Kartu B ('Baginda raja menitahkan bendahara membagikan kain dan makanan kepada fakir' -> Nilai Sosial/Moral & Pesan tersirat: penguasa wajib melindungi dan memperhatikan rakyat yang kekurangan); Kartu C ('Istri Si Miskin menolak buah mangga curian dan hanya ingin buah dari taman raja' -> Nilai Moral & Pesan tersirat: menjaga kejujuran dan kehormatan diri walau dalam kondisi sangat terdesak) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara berpasangan mengisi Lembar Analisis Pesan dan Nilai Hikayat untuk mengevaluasi 3 butir pesan (tersurat dan tersirat) dan menginterpretasi 3 nilai dari teks narasi 'Hikayat Si Miskin' (15 menit).
  • Murid mendiskusikan kaitan antara nilai yang ditemukan dalam teks hikayat tersebut dengan fenomena kehidupan masyarakat saat ini (misalnya sikap terhadap kaum marjinal dan keteguhan iman) dan merumuskan gagasannya dalam bentuk catatan analisis (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling menukar lembar kerja analisis dengan pasangan lain untuk memberikan umpan balik tertulis berdasarkan rubrik ketepatan pesan tersurat/tersirat dan interpretasi nilai (15 menit).
  • Murid secara sadar merefleksikan proses berpikirnya dalam membedakan pesan literal dengan pesan konseptual serta bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk pemahaman diri (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengevaluasi pesan tersurat, pesan tersirat, dan interpretasi nilai teks sastra hikayat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik klasikal atas proses analisis murid serta mengingatkan bahwa di pertemuan berikutnya (Pertemuan 3) mereka akan membandingkan isi teks hikayat dengan teks cerpen (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding disediakan teks hikayat yang dilengkapi glosarium kata arkais dan panduan penanda kalimat bukti pesan; murid yang mahir diberikan teks hikayat versi utuh yang memuat lapisan konflik lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dipandu guru melalui teknik pemodelan langsung dalam membedakan tersurat dan tersirat, sedangkan murid mandiri berpasangan langsung menganalisis lembar kerja secara analitis.
  • Produk: Murid cepat mengevaluasi 4 butir pesan beserta interpretasi nilai dan relevansinya di masa kini secara mendalam, sedangkan murid yang sedang berkembang fokus menuntaskan 2 butir pesan (1 tersurat, 1 tersirat) dan 2 interpretasi nilai dengan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di awal pembelajaran mengenai pesan tersurat dan tersirat dari satu paragraf cuplikan 'Hikayat Si Miskin'. Butir 1: Sebutkan pesan tersurat dari tindakan orang pasar melempari Si Miskin (acuan: orang pasar mengusir dan memperlakukan Si Miskin dengan bengis). Butir 2: Apa pesan tersirat di balik kemalangan yang dialami tokoh tersebut? (acuan: manusia kerap memandang rendah dan menzalimi orang lain semata karena penampilan dan kemiskinannya).

Proses:

  • Formatif proses: Pemeriksaan Lembar Analisis Pesan dan Nilai Hikayat pada teks 'Hikayat Si Miskin'. Butir yang dinilai: (1) Ketepatan pesan tersurat (acuan teks: penderitaan tokoh Si Miskin saat berkelana mencari makan di tempat sampah; bantuan buah mempelam dari baginda raja yang berbelas kasihan); (2) Ketepatan pesan tersirat (acuan: ketulusan dan kepasrahan pada takdir Tuhan akan membawa jalan keluar; penguasa memiliki tanggung jawab moral membantu kaum lemah); (3) Interpretasi nilai religi (acuan: keyakinan bahwa rezeki dan nasib berada di tangan Tuhan); (4) Interpretasi nilai moral/sosial (acuan: larangan bertindak sewenang-wenang terhadap sesama manusia yang miskin dan keharusan bersikap dermawan).

Akhir Pertemuan:

  • Umpan balik dan cek pemahaman singkat di akhir kegiatan berupa pengisian 2 butir pernyataan evaluasi: (1) Sebutkan 1 pesan tersirat yang paling bermakna bagimu dari teks 'Hikayat Si Miskin' beserta alasannya (kriteria: pesan berupa interpretasi tersirat yang didukung fakta tindakan tokoh, bukan sekadar kutipan kalimat literal); (2) Sebutkan 1 nilai hikayat yang masih relevan di masa kini beserta contoh situasinya (kriteria: memuat nilai yang terbukti ada di teks serta kaitan logis dengan konteks kehidupan sosial modern).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan saat mengisi Lembar Analisis Pesan dan Nilai Hikayat
  • Kuis/Tantangan 'Tebak Makna Berpasangan'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Pesan Tersurat dan Tersirat Teks Sastra Hikayat VisualHanya mampu mengidentifikasi pesan yang tersurat secara parsial dan belum mampu menemukan pesan tersirat dari teks hikayat.Mampu mengevaluasi pesan tersurat secara tepat, tetapi identifikasi pesan tersirat masih kurang tepat atau hanya mengulang kalimat teks.Mampu mengevaluasi pesan tersurat dan pesan tersirat secara tepat berdasarkan bukti tindakan tokoh dan alur dalam teks hikayat visual.Mampu mengevaluasi seluruh pesan tersurat dan tersirat secara mendalam, akurat, dan komprehensif disertai rujukan kutipan narasi teks hikayat visual yang kuat.
Menginterpretasi Informasi terhadap Nilai yang TerkandungBelum mampu menentukan nilai (religi, moral, atau sosial) yang terkandung dalam teks narasi hikayat visual secara tepat.Mampu mengidentifikasi jenis nilai tetapi belum mampu menginterpretasikan keterkaitan nilai tersebut dengan gagasan atau konteks kehidupan.Mampu menginterpretasikan nilai (religi, moral, atau sosial) yang terkandung dalam teks secara tepat dan mengemukakan gagasan relevansinya secara logis.Mampu menginterpretasikan ragam nilai (religi, moral, sosial, edukasi) secara kritis, orisinal, dan menguraikan gagasan keterkaitannya dengan dinamika kehidupan kontemporer secara tajam.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi untuk memfasilitasi murid membaca intensif naskah hikayat dan berdiskusi secara mendalam?
  • Apakah kegiatan tantangan 'Tebak Makna Berpasangan' berhasil membangkitkan kegembiraan dan mempermudah pemahaman konsep pesan tersirat?
  • Sejauh mana diferensiasi proses dan konten membantu murid yang kesulitan menafsirkan kosakata klasik/arkais pada naskah hikayat?

Murid:

  • Bagian mana dari teks 'Hikayat Si Miskin' yang paling membantumu memahami perbedaan pesan yang tertulis jelas dan yang tersembunyi?
  • Nilai moral atau keteladanan apa dari cerita hikayat hari ini yang paling berkesan dan ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Strategi apa yang paling membantumu memahami pesan tersirat ketika menghadapi kalimat-kalimat bergaya sastra Melayu klasik?

Pertemuan 3 — Membandingkan Isi Teks Sastra Hikayat dan Teks Cerita Pendek — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.4 Membandingkan isi teks sastra hikayat dan teks cerita pendek

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan isi teks hikayat dan cerpen (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca cuplikan Hikayat Si Miskin dan Cerpen Sahabat Kecil, lalu menjawab pertanyaan lisan tentang perbedaan latar tempat kedua kutipan (acuan: Hikayat berlatar negeri Antah Berantah/istana, Cerpen berlatar sekolah modern/kota) (10 menit).
  • Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan mengaitkan relevansi membaca perbandingan isi cerita klasik dan modern dengan pemahaman dinamika kehidupan masyarakat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan membaca dua teks berdampingan: teks Hikayat Bayan Budiman (kisah saudagar Khojan Maimun, burung bayan, dan istri yang diuji kesetiaannya) dan teks Cerpen Nasihat Kakek (kisah anak muda masa kini yang bimbang memilih karier dan mendapat wejangan bijak dari kakek) (15 menit).
  • Guru memberikan tantangan permainan berpasangan 'Teka-Teki Kartu Ciri Isi': tiap pasangan mencocokkan 4 kartu kutipan isi cerita ke papan kategori teks yang tepat: (1) 'Khojan Maimun berlayar mencari perniagaan ke negeri seberang' -> Hikayat; (2) 'Rian mematikan laptopnya setelah mengirim berkas lamaran magang' -> Cerpen; (3) 'Burung bayan menceritakan kisah bijak agar sang istri tidak terperdaya godaan pangeran' -> Hikayat; (4) 'Kakek menyeduh kopi sambil menceritakan pengalamannya merintis usaha bengkel' -> Cerpen (acuan: pasangan 1=Hikayat, 2=Cerpen, 3=Hikayat, 4=Cerpen) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berkolaborasi mengisi Tabel Matriks Perbandingan Isi Teks pada lembar kerja untuk menganalisis 4 aspek perbandingan isi antara Hikayat Bayan Budiman dan Cerpen Nasihat Kakek: (1) latar tempat dan suasana, (2) karakteristik tokoh sentral, (3) inti konflik cerita, dan (4) penyelesaian akhir konflik (acuan: (1) Istana/pedagang masa silam vs rumah tinggal masa kini; (2) Saudagar patuh dan hewan bersuara bijak vs pemuda realistis dan kakek santun; (3) Dilema kesetiaan saat ditinggal berlayar vs kebingungan memilih arah karier masa depan; (4) Istri tersadar berkat hikmah cerita bayan vs pemuda mendapat keyakinan hati setelah mendengar wejangan) (35 menit).
  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar kerja dengan kelompok sebelah untuk melakukan verifikasi silang (peer check) perbandingan isi berdasarkan acuan kunci telaah yang diarahkan guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi perbandingan mendalam di buku catatan: merumuskan 1 kesamaan substansi isi (misalnya: sama-sama berisi pentingnya mendengarkan nasihat bijak saat menghadapi ujian hidup) dan 1 perbedaan corak peristiwa antara hikayat dan cerpen yang telah ditelaah (acuan: kesamaan pada pesan nilai kebijaksanaan moral; perbedaan pada nuansa kemustahilan/istana sentris pada hikayat berbanding realisme logis keseharian pada cerpen) (20 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali poin-poin pokok perbandingan isi teks hikayat dan cerpen yang telah dikerjakan (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil telaah isi teks murid dan menginformasikan aktivitas pembelajaran pertemuan berikutnya (menulis cerpen) tanpa menutup bab keseluruhan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan teks dengan kalimat penanda unsur isi (latar, tokoh, konflik) yang telah diwarnai/diberi cetak tebal; murid berkemampuan cepat diberikan teks perbandingan tambahan yang memuat konflik batin lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pemodelan bertahap membaca perbandingan baris demi baris, sedangkan kelompok mandiri menganalisis secara langsung menggunakan tabel matriks perbandingan.
  • Produk: Format penulisan matriks perbandingan dapat berupa tabel cetak terstruktur atau diagram perbandingan visual dua kolom.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Murid diminta membedakan latar tempat pada 2 cuplikan pendek yang ditampilkan: Kutipan A (Hikayat): 'Maka baginda pun berjalan masuk ke dalam istana negeri Antah Berantah.' Kutipan B (Cerpen): 'Lonceng SMA Garuda berdentang tiga kali, menandakan jam istirahat siang telah tiba.' (Acuan jawaban: Kutipan A berlatar istana kerajaan masa lampau/istana-sentris, sedangkan Kutipan B berlatar sekolah modern masa kini).

Proses:

  • Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan pengisian Lembar Kerja Matriks Perbandingan Isi Teks (Hikayat Bayan Budiman vs Cerpen Nasihat Kakek) yang mencakup 4 aspek: latar tempat/suasana, karakteristik tokoh, inti konflik, dan penyelesaian cerita (acuan: teridentifikasi secara tepat perbedaan/persamaan pada keempat aspek sesuai isi teks).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu pada buku catatan: Murid menuliskan rumusan perbandingan isi berupa 1 persamaan dan 1 perbedaan isi teks Hikayat Bayan Budiman dan Cerpen Nasihat Kakek (Acuan minimal: Persamaan = kedua teks mengangkat pentingnya mendengarkan nasihat sebelum bertindak; Perbedaan = hikayat mengangkat peristiwa istri saudagar yang dijaga burung ajaib di lingkungan pedagang masa lampau, sedangkan cerpen mengangkat kegalauan anak muda di era modern memilih karier setelah dinasihati sang kakek).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja analisis perbandingan isi (matriks 4 aspek) teks hikayat dan cerita pendek
  • Observasi diagnostik tanya-jawab perbandingan cuplikan teks pada kegiatan pendahuluan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Membandingkan Isi Teks Sastra Hikayat dan Teks Cerita Pendek (Latar, Tokoh, Konflik, dan Penyelesaian)Belum mampu membandingkan isi teks hikayat dan cerpen; hanya menemukan 1 aspek perbandingan secara tepat meski dibimbing penuh oleh guru.Mampu membandingkan isi teks hikayat dan cerpen secara tepat pada 2 dari 4 aspek (latar, tokoh, konflik, atau penyelesaian) dengan arahan guru.Mampu membandingkan isi teks hikayat dan cerpen secara tepat pada 3-4 aspek (latar, tokoh, konflik, dan penyelesaian) secara kolaboratif sesuai acuan.Mampu membandingkan isi teks hikayat dan cerpen secara tepat pada seluruh 4 aspek secara mandiri, lengkap dengan rincian bukti peristiwa dari kedua teks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk membaca dan membandingkan kedua teks narasi telah mencukupi bagi seluruh kelompok?
  • Bagian aspek isi mana (latar, penokohan, konflik, penyelesaian) yang paling banyak mengalami miskonsepsi saat murid membandingkan teks?

Murid:

  • Perbedaan isi apa yang paling jelas kamu temukan antara cerita hikayat masa lampau dan cerita pendek zaman sekarang?
  • Apakah kamu menemukan kemiripan persoalan hidup tokoh dalam hikayat dengan kehidupan sehari-hari saat ini?

Pertemuan 4 — Menulis Pesan dan Imajinasi dalam Tipe Teks Cerita Pendek secara Logis, Kritis, dan Kreatif — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.5 Menulis pesan dan imajinasi dalam tipe teks cerita pendek secara logis, kritis, dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menuliskan 1 pesan/nilai kehidupan serta 1 ide peristiwa imajinatif pendukungnya pada selembar kertas singkat berdurasi cepat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati perbandingan dua draf penggalangan ide: Draf A (pesan moral disampaikan melalui ceramah tokoh yang kaku) dan Draf B (pesan moral disampaikan secara logis dan kritis melalui tindakan, konsekuensi logis perbuatan tokoh, dan penyelesaian konflik imajinatif) (15 menit).
  • Murid mengikuti permainan tantangan logika cerita 'Sebab-Akibat Imajinatif' secara berpasangan: murid menghubungkan kartu pesan moral dengan kartu imajinasi situasi alternatif secara logis dan kreatif (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menyusun kerangka cerita pendek yang memuat premis pesan moral, jalinan peristiwa imajinatif, serta penyelesaian masalah secara logis dan kritis (20 menit).
  • Murid menulis draf utuh teks cerita pendek secara kreatif, menuangkan daya imajinasi dan pesan secara runtut dan padu sesuai kerangka yang dirancang (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali draf cerita pendek masing-masing secara berkesadaran menggunakan panduan periksa mandiri (self-check) untuk memastikan pesan tersampaikan secara logis dan imajinasi tertuang secara kritis (15 menit).

Penutup:

  • Murid menuliskan simpulan pembelajaran dan refleksi diri mengenai tantangan merangkai imajinasi dan pesan ke dalam cerita pendek (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap draf karya murid dan menyampaikan arahan untuk sesi publikasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh penggalan teks cerpen dengan beragam tema imajinasi (fantasi lokal, realisme sosial, fiksi ilmiah sederhana) sebagai inspirasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan grafis alur sebab-akibat imajinatif, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis draf narasi secara bebas.
  • Produk: Murid dapat memilih fokus pengembangan cerita pendek berdasarkan konflik relasi keluarga, pelestarian lingkungan, atau kejujuran sosial.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menuliskan 1 pesan moral dan 1 ide peristiwa imajinatif pendukung. Kriteria penerimaan operasional: pesan moral berupa nilai sikap/karakter positif yang jelas (contoh: pentingnya menepati janji walau menghadapi godaan), dan peristiwa imajinatif memiliki hubungan sebab-akibat yang masuk akal dengan pesan tersebut.

Proses:

  • Pemeriksaan kerangka dan draf penulisan cerpen saat kegiatan mandiri. Kriteria operasional: (1) pesan moral terintegrasi dalam tindakan dan pilihan keputusan tokoh; (2) peristiwa imajinatif memiliki kesinambungan logis antarperistiwa; (3) penyelesaian konflik dibangun secara kritis dan kreatif tanpa jalan pintas yang tidak masuk akal.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan draf akhir cerpen: Murid mengumpulkan draf cerita pendek lengkap (minimal 500 kata) yang dinilai ketercapaian aspek perpaduan pesan, imajinasi, kelogisan alur, serta kekritisan/kreativitas penyelesaian masalah.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal perancangan premis pesan dan ide imajinasi
  • Observasi formatif proses penulisan draf cerita pendek logis, kritis, dan kreatif
  • Pemeriksaan draf cerpen menggunakan rubrik penilaian tulisan cerpen

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyampaian Pesan dalam CeritaPesan belum termuat atau hanya disebutkan secara tempelan/terpisah tanpa menyatu dengan jalan cerita.Pesan sudah dimasukkan ke dalam cerita tetapi masih disampaikan secara doktrinal/ceramah langsung oleh tokoh.Pesan tersampaikan secara tersirat melalui tindakan, keputusan, dan konflik yang dialami oleh tokoh.Pesan tersampaikan secara mendalam dan tersirat melalui dialektika pilihan moral tokoh dan dampak logis yang bermakna bagi pembaca.
Pengembangan Imajinasi CeritaGagasan peristiwa imajinatif sangat terbatas dan klise tanpa adanya detail situasi.Menuangkan gagasan imajinatif pada peristiwa atau tokoh, namun detail latar dan situasi masih minim.Menuangkan gagasan imajinatif yang hidup dan variatif pada penokohan, latar, dan peristiwa cerita.Menuangkan daya imajinasi yang orisinal, kaya, dan detail sehingga menghidupkan dunia cerita secara memikat.
Kelogisan dan Penalaran Kritis AlurRangkaian peristiwa tidak logis, banyak loncatan kejadian tanpa hubungan sebab-akibat.Hubungan sebab-akibat antarperistiwa sebagian logis, namun penyelesaian konflik terjadi secara kebetulan/kurang masuk akal.Rangkaian peristiwa tersusun secara logis dengan hubungan sebab-akibat yang jelas dan penyelesaian konflik yang masuk akal.Rangkaian peristiwa dan konflik terjalin secara kritis, runut, memiliki konsekuensi logis yang kuat, serta diselesaikan dengan penalaran yang matang.
Kreativitas Penulisan CerpenTeknik penulisan monoton, meniru alur yang sudah umum tanpa sentuhan variasi.Mencoba memvariasikan penulisan namun sudut pandang dan transisi adegan masih kaku.Menulis cerita dengan sudut pandang yang konsisten, transisi adegan yang lincah, dan pemilihan sudut pandang yang segar.Menulis cerita dengan kebaruan sudut pandang, dinamika ketegangan cerita yang kreatif, serta gaya bercerita yang unik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk menulis draf mandiri mencukupi bagi seluruh murid dalam mengembangkan ide ceritanya?
  • Bagian mana dari bimbingan logika cerita yang paling efektif membantu murid menghindari penyelesaian konflik yang serba kebetulan?

Murid:

  • Apakah pesan yang ingin saya sampaikan sudah dapat terbaca secara alami melalui tindakan tokoh yang saya ciptakan?
  • Apa kesulitan terbesar yang saya hadapi saat mengubah ide imajinasi menjadi rangkaian peristiwa yang logis?

Pertemuan 5 — Memublikasikan Hasil Karya Teks Cerita Pendek di Media Cetak atau Digital dan Mempresentasikan Gagasan Berbentuk Monolog — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.6 Memublikasikan hasil karya teks cerita pendek di media cetak atau digital
  • TP 10.3.7 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks cerita pendek berbentuk monolog secara kritis dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5 mengenai publikasi karya cerpen serta presentasi monolog (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat mengenai pemahaman kanal publikasi dan bentuk monolog melalui 2 pertanyaan diagnostik lisan (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan dan contoh panduan publikasi karya (format cetak pada mading kelas/majalah dinding sekolah atau format digital pada blog kelas/media sosial) serta teknik penyampaian presentasi monolog yang memfokuskan pemaparan pada gagasan dan pesan cerpen (15 menit).
  • Dalam aktivitas tantangan cepat 'Kuis Format Publikasi & Monolog', murid secara berpasangan mencocokkan kartu opsi publikasi dengan karakteristik penyajian gagasan secara menggembirakan dan interaktif (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan finalisasi penyiapan publikasi hasil karya cerpen masing-masing ke media cetak (menempel pada mading kelas dengan tata letak visual yang rapi) atau media digital (mengunggah naskah cerpen ke portofolio daring/blog kelas) secara mandiri (30 menit).
  • Secara bergantian, setiap murid mempresentasikan gagasan dan pesan yang terkandung dalam teks cerpen ciptaannya dalam format monolog berdurasi 2-3 menit secara kritis dan kreatif di hadapan kelas (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan catatan refleksi pribadi mengenai pengalaman memublikasikan karya dan kendala serta kekuatan saat menyajikan monolog pesan cerpen (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini terkait pentingnya media publikasi dan kejelasan monolog gagasan cerpen (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan penyajian monolog seluruh murid dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya tanpa memberikan tugas rumah tambahan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih jenis media publikasi sesuai ketersediaan akses: media cetak (mading kelas berhias) atau media digital (laman blog/dokumen bersama daring).
  • Proses: Bagi murid yang belum percaya diri dalam presentasi monolog, guru memberikan panduan kerangka alur monolog (pembuka - inti gagasan & pesan cerpen - penutup), sedangkan murid yang sudah mahir dapat mengelaborasi monolog secara bebas dan kreatif.
  • Produk: Format bukti publikasi berupa lembar fisik karya di mading atau tautan publikasi digital, serta rekaman/penampilan langsung monolog penyampaian gagasan cerpen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Sebutkan 1 contoh media cetak dan 1 contoh media digital yang dapat digunakan memublikasikan teks cerpen!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan contoh cetak seperti mading sekolah/majalah/koran dinding, dan contoh digital seperti blog/media sosial/situs web sekolah); (2) 'Apa yang dimaksud dengan presentasi monolog gagasan cerpen?' (Kriteria penerimaan: penyampaian gagasan dan pesan cerita yang dilakukan oleh satu orang pembicara secara mandiri kepada audiens).

Proses:

  • Lembar observasi presentasi monolog: memeriksa apakah murid memaparkan gagasan sentral dan pesan moral/nilai cerpen secara kritis dan kreatif.
  • Pemeriksaan publikasi: verifikasi kelengkapan naskah cerpen yang telah terpasang di mading kelas (media cetak) atau terunggah di ruang digital yang disepakati (media digital).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup melalui lembar umpan balik singkat dengan 2 indikator: (1) Keberhasilan memublikasikan karya (terbit di media cetak atau digital: Ya/Tidak); (2) Ketercapaian monolog (kemampuan merumuskan dan menyampaikan gagasan serta pesan cerpen secara monolog: Ya/Tidak beserta 1 kalimat alasan reflektif).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyajian monolog gagasan dan pesan teks cerpen
  • Pemeriksaan bukti keterlaksanaan publikasi naskah cerpen di media cetak atau digital

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Publikasi Karya Cerita Pendek (TP 10.3.6)Naskah cerpen belum disiapkan dan belum dipublikasikan di media cetak maupun media digital.Naskah cerpen telah disiapkan tetapi publikasi di media cetak atau digital belum tuntas atau belum dapat diakses pembaca.Naskah cerpen berhasil dipublikasikan secara lengkap dan terbaca di media cetak (mading) atau media digital sesuai petunjuk.Naskah cerpen berhasil dipublikasikan secara mandiri di media cetak atau media digital dengan tata letak rapi, kreatif, dan mudah diakses oleh publik pembaca.
Presentasi Monolog Gagasan dan Pesan Cerpen (TP 10.3.7)Belum mampu mempresentasikan gagasan dan pesan cerpen dalam bentuk monolog.Mempresentasikan cerpen dalam bentuk monolog tetapi hanya menyebutkan ringkasan alur tanpa menguraikan gagasan dan pesan secara kritis.Mempresentasikan gagasan dan pesan teks cerpen berbentuk monolog secara jelas, kritis, dan runtut.Mempresentasikan gagasan dan pesan teks cerpen berbentuk monolog secara sangat kritis, kreatif, mendalam, dan mampu memikat perhatian audiens secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu presentasi monolog per murid berjalan efektif sesuai durasi yang dialokasikan?
  • Apakah seluruh murid telah mampu memublikasikan karyanya di media pilihan (cetak atau digital) secara optimal?

Murid:

  • Apa hal paling bermakna yang saya pelajari saat mempresentasikan pesan cerpen saya dalam bentuk monolog?
  • Bagaimana perasaan saya setelah melihat hasil karya cerpen saya berhasil dipublikasikan dan dibaca oleh orang lain?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.3.1 Mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra hikayat berbentuk teks aural
  • TP 10.3.2 Mengevaluasi informasi berupa pesan dari teks sastra hikayat berwujud visual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat
  • TP 10.3.3 Menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan terhadap nilai yang terkandung dari teks sastra narasi visual
  • TP 10.3.4 Membandingkan isi teks sastra hikayat dan teks cerita pendek
  • TP 10.3.5 Menulis pesan dan imajinasi dalam tipe teks cerita pendek secara logis, kritis, dan kreatif
  • TP 10.3.6 Memublikasikan hasil karya teks cerita pendek di media cetak atau digital
  • TP 10.3.7 Mempresentasikan gagasan dan pesan teks cerita pendek berbentuk monolog secara kritis dan kreatif

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan memimpin doa bersama sebelum asesmen dimulai (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 3, tata tertib pengerjaan mandiri, serta pembagian tiga pos bukti penilaian hasil belajar (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif tertulis terpadu serta memeriksa kelengkapan lembar instrumen yang dibagikan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid menyimak pembacaan teks audio 'Hikayat Si Miskin' oleh guru sebanyak dua kali, kemudian secara mandiri menjawab 4 butir soal evaluasi unsur aural, telaah pesan tersurat-tersirat, interpretasi nilai, dan perbandingan isi teks hikayat dengan cerpen (acuan butir: 1. Unsur intrinsik-ekstrinsik: tokoh Si Miskin/Marakarma berwatak tabah, latar hutan/istana, alur maju, nilai moral ketabahan dan nilai budaya kepatuhan adat kayangan; 2. Pesan tersurat: larangan menganiaya orang miskin; Pesan tersirat: roda kehidupan berputar dan kesabaran berbuah kemuliaan; 3. Interpretasi nilai moral dan relevansi masa kini: sikap peduli terhadap kaum terpinggirkan tetap relevan dalam kebijakan sosial modern; 4. Komparasi isi hikayat vs cerpen: hikayat berpusat pada tokoh berunsur kesaktian/istana-sentris dengan bahasa arkais, sedangkan cerpen bertumpu pada konflik realitas sosial sehari-hari dengan bahasa kontemporer) (65 menit).
  • Tugas 2: Murid menyerahkan berkas cetak naskah cerpen adaptasi nilai moral hikayat yang ditulis secara logis, kritis, dan kreatif beserta lembar bukti fisik publikasi karya berupa tangkapan layar unggahan blog/web sekolah atau foto bukti pemajangan di majalah dinding kelas untuk diverifikasi guru (30 menit).
  • Tugas 3: Murid mengunggah dan menyerahkan berkas rekaman video monolog lisan mandiri berdurasi maksimal 2 menit yang mempresentasikan gagasan pokok dan pesan moral cerpen secara kritis, runtut, dan artikulatif ke folder pengumpulan digital yang disediakan guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar refleksi ketercapaian kompetensi pembelajaran bab 3 untuk mengevaluasi ketuntasan belajar secara mandiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis, berkas cetak cerpen beserta bukti publikasi, dan memverifikasi penerimaan seluruh rekaman video monolog (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas integritas kerja mandiri murid selama bab 3, memberikan arahan umum mengenai umpan balik hasil sumatif pada pertemuan mendatang, dan menutup sesi dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar soal tes tertulis dengan format ukuran huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah materi maupun tingkat kesulitan soal.
  • Proses: Menyediakan pelantang suara tambahan/headphone saat pemutaran teks aural bagi murid yang memerlukan kejelasan pendengaran tanpa menambah frekuensi pengulangan teks.
  • Produk: Menerima bukti publikasi cerpen dalam bentuk cetak fisik di mading sekolah maupun tautan/tangkapan layar publikasi digital pada blog/media sosial kelas sesuai sarana yang dimiliki murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan instrumen dan pemahaman petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis, kesiapan naskah cerpen adaptasi beserta bukti publikasi, serta kesiapan tautan/fail rekaman video monolog sebelum pengerjaan dimulai.

Proses:

  • Pemantauan keteraturan, kepatuhan waktu, dan kemandirian pengerjaan tes tertulis serta verifikasi kelengkapan berkas fisik dan digital yang dikumpulkan setiap murid.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, penilaian produk cerpen hasil adaptasi nilai hikayat beserta bukti publikasinya, dan unjuk kerja monolog lisan: lembar asesmen tertulis analisis dan komparasi hikayat-cerpen, berkas cetak cerpen adaptasi disertai bukti publikasi digital/mading, serta rekaman video monolog lisan penyampaian pesan cerpen berdurasi 2 menit per murid
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis individual mencakup telaah unsur intrinsik-ekstrinsik hikayat aural yang diperdengarkan di kelas, identifikasi pesan tersurat-tersirat hikayat visual, analisis interpretasi nilai dan relevansinya, serta tabel komparasi karakteristik isi teks hikayat dan cerpen (70 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
  • penilaian produk terpadu: naskah cerita pendek karya individual yang mengadaptasi pesan moral hikayat secara kreatif dan logis beserta lembar tangkapan layar/bukti fisik publikasi karya pada majalah dinding sekolah atau blog/media digital kelas (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk menulis dan publikasi karya sastra)
  • unjuk kerja lisan monolog: rekaman video monolog mandiri berdurasi maksimal 2 menit per murid yang menampilkan penyampaian gagasan dan pesan moral cerita pendek secara kritis, runtut, dan ekspresif yang diserahkan dan dinilai guru menggunakan rubrik (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penyampaian monolog lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, penilaian produk cerpen hasil adaptasi nilai hikayat beserta bukti publikasinya, dan unjuk kerja monolog lisan: lembar asesmen tertulis analisis dan komparasi hikayat-cerpen, berkas cetak cerpen adaptasi disertai bukti publikasi digital/mading, serta rekaman video monolog lisan penyampaian pesan cerpen berdurasi 2 menit per murid
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis individual mencakup telaah unsur intrinsik-ekstrinsik hikayat aural yang diperdengarkan di kelas, identifikasi pesan tersurat-tersirat hikayat visual, analisis interpretasi nilai dan relevansinya, serta tabel komparasi karakteristik isi teks hikayat dan cerpen (70 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban tes tertulis)
  • penilaian produk terpadu: naskah cerita pendek karya individual yang mengadaptasi pesan moral hikayat secara kreatif dan logis beserta lembar tangkapan layar/bukti fisik publikasi karya pada majalah dinding sekolah atau blog/media digital kelas (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk menulis dan publikasi karya sastra)
  • unjuk kerja lisan monolog: rekaman video monolog mandiri berdurasi maksimal 2 menit per murid yang menampilkan penyampaian gagasan dan pesan moral cerita pendek secara kritis, runtut, dan ekspresif yang diserahkan dan dinilai guru menggunakan rubrik (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penyampaian monolog lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Evaluasi Teks Aural, Makna Pesan, Interpretasi Nilai, dan Komparasi Hikayat-Cerpen (TP 1, 2, 3, 4 - Acuan Kunci: 1. Unsur intrinsik-ekstrinsik Hikayat Si Miskin; 2. Pesan tersurat-tersirat; 3. Interpretasi nilai moral dan relevansi; 4. Komparasi karakteristik isi hikayat vs cerpen)Hanya menjawab tepat 1 butir dari 4 butir soal evaluasi dan komparasi sesuai kunci acuan.Menjawab tepat 2 butir dari 4 butir soal evaluasi dan komparasi sesuai kunci acuan.Menjawab tepat 3 butir dari 4 butir soal evaluasi dan komparasi sesuai kunci acuan.Menjawab tepat seluruh 4 butir soal evaluasi dan komparasi secara lengkap sesuai kunci acuan.
Menulis Cerita Pendek Adaptasi Nilai Hikayat (TP 5 - Acuan: alur runtut, adaptasi pesan moral hikayat logis, penokohan kritis-kreatif)Menulis cerita pendek yang belum memuat alur yang runtut dan pesan moral hikayat tidak teradaptasi secara logis.Menulis cerita pendek dengan alur runtut, tetapi adaptasi pesan moral hikayat masih kurang logis dan kurang kritis.Menulis cerita pendek dengan alur runtut serta mengadaptasi pesan moral hikayat secara logis dan kritis.Menulis cerita pendek dengan alur runtut, mengadaptasi pesan moral hikayat secara logis, kritis, serta menunjukkan imajinasi kreatif yang orisinal.
Publikasi Karya Cerita Pendek (TP 6 - Acuan: bukti fisik mading atau digital blog/web)Belum melampirkan bukti publikasi karya di media cetak maupun media digital.Melampirkan bukti draf publikasi tetapi karya belum terbit/terpasang pada media cetak atau digital.Melampirkan bukti fisik pemajangan di majalah dinding atau tautan/tangkapan layar publikasi digital yang sudah terbit.Melampirkan bukti publikasi terbit di media cetak sekolah atau portal digital resmi kelas disertai tata letak publikasi yang rapi dan terverifikasi utuh.
Presentasi Monolog Gagasan dan Pesan Cerpen (TP 7 - Acuan: rekaman video maks 2 menit, gagasan cerita dan pesan moral disampaikan runtut, kritis, dan komunikatif)Monolog video belum menyampaikan gagasan pokok maupun pesan moral cerita pendek secara runtut.Monolog video menyampaikan gagasan cerita secara runtut, tetapi pesan moral cerpen belum diuraikan secara kritis.Monolog video menyampaikan gagasan cerita dan pesan moral secara runtut, kritis, serta tepat waktu (maksimal 2 menit).Monolog video menyampaikan gagasan cerita dan pesan moral secara runtut, kritis, kreatif dalam penyampaian ekspresif, serta tepat waktu (maksimal 2 menit).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk ketiga bentuk penugasan sumatif (tes tertulis aural-visual, penyerahan berkas cerpen dan publikasi, serta pengumpulan monolog) berjalan proporsional dan tertib?
  • Bagaimana pencapaian ketuntasan murid pada tujuan pembelajaran bab 3 secara keseluruhan berdasarkan integrasi ketiga bukti asesmen?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif bab 3 (analisis teks, penulisan cerpen, publikasi, atau monolog) yang paling menunjukkan penguasaan terbaik saya?
  • Keterampilan menulis narasi atau berbicara apa yang masih perlu saya tingkatkan setelah menyelesaikan asesmen bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Bab 3 'Menyusuri Kisah Lintas Zaman', Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  3. Rekaman audio pembacaan teks 'Hikayat Si Miskin' (durasi 3-4 menit)
  4. Set kartu kutipan pernyataan dan label klasifikasi unsur intrinsik/ekstrinsik
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2023, Bab III Hal. 89-105 (Teks Hikayat Si Miskin)
  7. Salinan digital naskah 'Hikayat Si Miskin' / manuskrip naskah hikayat visual Melayu klasik
  8. Kartu kutipan 'Tebak Makna Berpasangan' dan Lembar Kerja Analisis Nilai Hikayat
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek RI, 2023
  10. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas X, Bab III 'Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman'
  11. Lembar Kerja Murid: Teks Hikayat Bayan Budiman dan Cerpen Nasihat Kakek, beserta Kartu Ciri Isi dan Matriks Perbandingan
  12. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  13. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  14. Lembar Periksa Mandiri Penulisan Cerpen (Self-Assessment Checklist)
  15. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbudristek)
  16. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X (Kemendikbudristek)
  17. Karya teks cerita pendek hasil tulisan murid pada pertemuan sebelumnya
  18. Media mading kelas (media cetak) dan tautan blog/Google Drive kelas (media digital)
  19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2023. Buku Siswa Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  20. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2023. Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  21. Rekaman audio teks 'Hikayat Si Miskin'.
  22. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 3 (soal evaluasi unsur, makna pesan, interpretasi nilai, dan tabel komparasi isi).
  23. Majalah dinding sekolah dan portal/blog digital kelas untuk verifikasi publikasi karya.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.