Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menulis Teks Eksposisi Hasil Penelitian Sederhana sebagai Bahan Kritik Sosial

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menulis Teks Eksposisi Hasil Penelitian Sederhana sebagai Bahan Kritik Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menulis Teks Eksposisi Hasil Penelitian Sederhana sebagai Bahan Kritik Sosial

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menulis Teks Eksposisi Hasil Penelitian Sederhana sebagai Bahan Kritik Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenulis Teks Eksposisi Hasil Penelitian Sederhana sebagai Bahan Kritik Sosial
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis teks eksposisi hasil penelitian sederhana yang memuat kritik sosial secara logis dan kritis dengan memperhatikan struktur serta kaidah kebahasaan yang tepat.
  2. Murid dapat memublikasikan teks eksposisi kritik sosial yang telah ditulis melalui media elektronik atau digital sebagai bentuk kepedulian terhadap isu di lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat masalah sosial di lingkungan sekitar yang perlu dikritisi?
  2. Bagaimana cara menyampaikan kritik agar diterima dan membawa perubahan?
  3. Apa bedanya kritik berdasarkan fakta/data dengan kritik sekadar opini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran.
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan: bertanya tentang pengertian teks eksposisi dan pengalaman murid mengkritik isu sosial (diagnostik singkat).
  • Guru menayangkan contoh teks eksposisi laporan sederhana yang berisi kritik sosial, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini.
  • Guru mengaitkan materi dengan pertemuan sebelumnya tentang teks anekdot dan media kritik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca dan menyimak contoh teks eksposisi hasil penelitian sederhana dari buku siswa atau sumber digital tentang isu sosial (misal: penggunaan plastik, kebersihan kantin).
  • Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi struktur teks (pernyataan pendapat, argumen/data, penegasan ulang) dan kaidah kebahasaan (kata baku, kalimat fakta, konjungsi).
  • Murid secara berkelompok mengamati dan mencatat ciri kebahasaan serta data pendukung dari contoh teks.
  • Guru menjelaskan langkah-langkah melakukan penelitian sederhana berbasis survei/angket yang akan digunakan sebagai dasar penulisan (prinsip: berkesadaran dan bermakna).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok kecil (3-4 orang) dan menentukan satu isu sosial di sekolah/lingkungan.
  • Setiap kelompok merancang pertanyaan survei sederhana (3-5 pertanyaan) untuk mengumpulkan data dari responden (teman sekelas/sekolah).
  • Kelompok melakukan pengambilan data secara langsung dan mencatat hasil dalam tabel atau grafik sederhana.
  • Setiap murid secara individu menulis draf teks eksposisi berdasarkan data kelompok, dengan memperhatikan struktur dan kaidah yang telah dipelajari (prinsip: bermakna dan menggembirakan).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik lisan pada proses penulisan (asesmen formatif).
  • Murid saling menukarkan draf untuk mendapat masukan dari teman (peer review) sebelum finalisasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merevisi tulisannya berdasarkan masukan guru dan teman.
  • Murid menulis jurnal singkat: kendala, hal baru yang dipelajari, dan kesesuaian teks dengan tujuan kritik sosial (metakognisi).
  • Perwakilan satu atau dua murid membacakan teksnya secara sukarela, diikuti apresiasi dari kelas.
  • Guru mengajak murid mengaitkan kegiatan menulis ini dengan tanggung jawab sosial dan pentingnya data dalam menyampaikan pendapat (prinsip: berkesadaran dan bermakna).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan langkah menulis teks eksposisi hasil penelitian dan kritik sosial.
  • Murid mengumpulkan teks eksposisi final.
  • Guru memberikan arahan untuk memublikasikan teks pada media digital (blog kelas, mading online, Instagram) sebagai tugas lanjutan (asesmen sumatif).
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi pembelajaran secara lisan: apa yang paling berkesan, apa yang ingin diperbaiki.
  • Doa penutup dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan, guru menyediakan contoh teks dengan tingkat kompleksitas berbeda (lebih sederhana atau lebih kompleks) serta data siap pakai.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan dapat menggunakan LKPD terbimbing dengan langkah-langkah detail dan bertanya langsung kepada guru; murid yang cepat dapat membantu teman atau mengembangkan teks dengan analisis lebih dalam.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk publikasi digital sesuai minat (postingan blog, desain infografis, atau unggahan media sosial) selama tetap memuat struktur teks eksposisi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: sebutkan ciri teks eksposisi, apa yang dimaksud kritik sosial, pengalaman menggunakan data untuk menguatkan pendapat.

Proses:

  • Lembar ceklis pengamatan sikap (kolaborasi, kemandirian) dan catatan guru selama kegiatan menulis.
  • Rubrik penilaian draf teks (struktur, bahasa, data) oleh guru dan teman sebagai umpan balik.

Akhir:

  • Rubrik penilaian teks eksposisi final (aspek struktur, isi/kritik sosial, kaidah kebahasaan) dan publikasi digital (aspek kreativitas, tanggung jawab sosial, ketepatan media).

Formatif:

  • Observasi saat diskusi dan penulisan draf
  • Peer review teks eksposisi
  • Umpan balik lisan guru

Sumatif:

  • Teks eksposisi hasil penelitian sederhana
  • Bukti publikasi digital (link/capture) dan refleksi tertulis

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Teks EksposisiTeks belum memiliki bagian yang jelas; tidak terdapat pendahuluan, argumen, atau simpulan.Teks memiliki dua dari tiga bagian (pernyataan pendapat, argumen/data, penegasan ulang) namun urutan belum runtut.Teks memiliki ketiga bagian, tetapi peralihan antarbagian kurang lancar.Teks memiliki ketiga bagian lengkap dan tersusun logis dengan peralihan yang mulus.
Isi dan Kritik SosialIsi belum menunjukkan adanya kritik atau hanya opini tanpa data, topik tidak jelas.Isi mulai memunculkan kritik sosial namun belum didukung data atau data tidak relevan.Isi menyampaikan kritik sosial dengan didukung data sederhana, namun kedalaman analisis masih kurang.Isi menyampaikan kritik sosial tajam, didukung data yang terstruktur, menunjukkan pemikiran kritis dan kepedulian.
Kaidah KebahasaanBanyak kesalahan ejaan, diksi tidak tepat, kalimat rancu, tidak menggunakan konjungsi yang sesuai.Beberapa ejaan dan dikisi kurang tepat, kalimat sederhana, penggunaan konjungsi minimal.Ejaan dan diksi cukup tepat, kalimat mulai variatif, penggunaan konjungsi mulai beragam.Ejaan dan diksi tepat, kalimat logis dan variatif, menggunakan konjungsi dan kata baku secara efektif.
Publikasi DigitalTeks tidak dipublikasikan atau dipublikasikan tanpa identitas dan tanpa konteks.Teks dipublikasikan tetapi media kurang sesuai atau tampilan minim.Teks dipublikasikan di media digital sesuai, dilengkapi judul dan identitas, namun kurang menarik.Teks dipublikasikan di media digital dengan tampilan kreatif, informatif, dan mudah diakses; menunjukkan tanggung jawab sosial.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menulis teks eksposisi dengan struktur yang benar?
  • Sejauh mana murid berhasil mengintegrasikan data penelitian sederhana dalam tulisannya?
  • Apakah strategi diferensiasi cukup membantu murid yang mengalami kesulitan?
  • Bagaimana respon murid terhadap kegiatan publikasi digital?
  • Hal apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menulis teks eksposisi hasil penelitian?
  • Apakah kritik sosial dalam teksmu sudah didukung data yang kuat? Jelaskan.
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil memublikasikan tulisanmu? Apa manfaatnya bagi dirimu dan masyarakat?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar tulisanmu semakin baik di masa depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbud
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbud
  3. Contoh teks eksposisi dari media massa cetak/daring (Kompas, detik)
  4. LCD proyektor, laptop, ponsel, akses internet
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) untuk perancangan penelitian sederhana
  6. Aplikasi pengolah kata (Google Docs / Word) dan platform publikasi (blog, Instagram, Canva)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.