Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menilai Akurasi Kritik Sosial dengan Membandingkan Berbagai Teks

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Menilai Akurasi Kritik Sosial dengan Membandingkan Berbagai Teks". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Menilai Akurasi Kritik Sosial dengan Membandingkan Berbagai Teks

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menilai Akurasi Kritik Sosial dengan Membandingkan Berbagai Teks

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenilai Akurasi Kritik Sosial dengan Membandingkan Berbagai Teks
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pesan kritik sosial dari berbagai tipe teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat.
  2. Murid dapat membandingkan akurasi kritik sosial yang disampaikan dalam dua teks berbeda dengan menggunakan sumber informasi lain sebagai pembanding secara kritis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat komik potongan (comic strip) atau video lawakan tunggal yang menyindir fenomena sosial di sekitar kita?
  2. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kritik sosial yang disampaikan dalam teks tersebut akurat dan sesuai dengan fakta yang sebenarnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu mengevaluasi dan membandingkan akurasi kritik sosial.
  • Guru memberikan asesmen awal dengan menayangkan sebuah gambar meme/komik potongan sederhana dan meminta murid menebak pesan kritik di dalamnya.
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan pentingnya menilai akurasi sebuah informasi atau kritik menggunakan data yang valid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan dua jenis teks yang berbeda namun mengangkat tema kritik sosial yang sama (misalnya: video lawakan tunggal/stand-up comedy dan komik potongan/comic strip).
  • Murid secara individu menyimak dan mengamati kedua teks tersebut untuk mengidentifikasi gagasan utama.
  • Murid mencatat pesan tersurat dan tersirat yang mengandung kritik sosial dari masing-masing teks.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk melakukan diskusi kolaboratif.
  • Setiap kelompok ditugaskan untuk membandingkan akurasi kritik sosial dari kedua teks yang telah diamati.
  • Murid mencari sumber informasi lain (artikel berita tepercaya, jurnal, atau data statistik dari internet) sebagai bahan pembanding secara kritis.
  • Murid menuangkan hasil perbandingan akurasi dan bukti temuan mereka ke dalam format pengatur grafis (graphic organizer) atau tabel perbandingan yang menarik.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil perbandingan akurasi kritik sosial mereka di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau umpan balik yang membangun.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk merefleksikan mengapa sebuah kritik sosial harus didasari oleh data yang akurat dan bagaimana dampaknya jika kritik disampaikan tanpa dasar fakta.

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan materi tentang cara mengevaluasi dan membandingkan akurasi kritik sosial.
  • Guru mengumpulkan lembar kerja/tabel perbandingan dari setiap kelompok sebagai asesmen sumatif (asesmen akhir).
  • Guru memandu murid melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (misalnya: menyusun teks eksposisi laporan hasil penelitian sederhana).
  • Guru menutup kelas dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks visual (komik) dengan pesan yang lebih eksplisit, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan teks audiovisual (video lawakan tunggal) dengan pesan satire yang lebih kompleks.
  • Proses: Guru memberikan perancah (scaffolding) berupa panduan pertanyaan pemantik tambahan bagi kelompok yang kesulitan menemukan sumber pembanding, sementara kelompok mandiri dibebaskan mengeksplorasi sumber.
  • Produk: Murid diperbolehkan menyajikan hasil perbandingan dalam berbagai bentuk, seperti tabel tertulis, peta konsep visual, atau salindia presentasi singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Menampilkan satu komik potongan (comic strip) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'Apa kritik yang ingin disampaikan pembuat komik ini?' dan 'Apakah kritik ini benar-benar terjadi di masyarakat?'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik seperti: 'Sumber berita apa yang kalian gunakan untuk membuktikan bahwa lawakan ini akurat?', dan mencatat perkembangan pemahaman murid.

Akhir:

  • Penilaian terhadap matriks/tabel perbandingan yang dikumpulkan kelompok, fokus pada ketepatan identifikasi pesan tersirat/tersurat dan relevansi sumber informasi pembanding.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat asesmen awal.
  • Observasi keaktifan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok (asesmen proses).

Sumatif:

  • Penilaian produk berupa lembar kerja/tabel perbandingan akurasi kritik sosial antar dua teks beserta sumber pembandingnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengevaluasi Pesan Tersurat dan TersiratBelum mampu menemukan gagasan utama dan pesan kritik sosial dari teks visual/audiovisual.Mampu menemukan pesan tersurat, namun belum tepat dalam mengidentifikasi pesan tersirat.Mampu mengidentifikasi pesan tersurat dan tersirat dari teks visual/audiovisual dengan cukup tepat.Mampu mengevaluasi dan menguraikan pesan tersurat dan tersirat secara komprehensif dan mendalam dari berbagai tipe teks.
Membandingkan Akurasi Kritik SosialBelum mampu membandingkan isi dari dua teks yang berbeda.Mampu membandingkan isi dua teks, namun belum mengaitkannya dengan akurasi kritik sosial.Mampu membandingkan akurasi kritik sosial dari dua teks yang berbeda dengan cukup logis.Mampu membandingkan akurasi kritik sosial dari dua teks secara kritis, tajam, dan analitis.
Penggunaan Sumber Informasi PembandingTidak menggunakan sumber informasi lain sebagai pembanding.Menggunakan sumber informasi lain, namun sumber tersebut tidak relevan atau kurang tepercaya.Menggunakan sumber informasi yang relevan dan tepercaya untuk memvalidasi akurasi kritik sosial.Menggunakan berbagai sumber informasi yang sangat relevan, kredibel, dan mampu menyintesis data tersebut untuk memperkuat argumen perbandingan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pemilihan teks visual dan audiovisual sudah cukup relevan dan menarik minat murid?
  • Apakah proses diskusi kelompok berjalan efektif dan setiap murid berpartisipasi aktif?
  • Bagaimana saya dapat memperbaiki instruksi agar murid lebih mudah menemukan sumber pembanding yang kredibel?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan membandingkan teks ini yang paling menantang bagiku?
  • Apa hal baru yang aku pelajari tentang pentingnya mengecek fakta sebelum memercayai sebuah kritik sosial?
  • Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman kelompok dalam mencari sumber informasi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru dan Siswa Bahasa Indonesia Kelas X (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023).
  2. Video lawakan tunggal (stand-up comedy) dari YouTube yang telah dikurasi guru (bebas SARA dan etis).
  3. Komik potongan (comic strip) dari media massa atau media sosial yang memuat kritik sosial.
  4. Artikel berita daring tepercaya sebagai sumber pembanding.
  5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.