Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengalihwahanakan laporan hasil observasi ke dalam format kreatif multimodal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Mengalihwahanakan laporan hasil observasi ke dalam format kreatif multimodal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Mengalihwahanakan laporan hasil observasi ke dalam format kreatif multimodal

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Mengalihwahanakan laporan hasil observasi ke dalam format kreatif multimodal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMengalihwahanakan laporan hasil observasi ke dalam format kreatif multimodal
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengubah laporan hasil observasi tentang fenomena alam ke dalam format kreatif (infografis, poster, atau video pendek) yang dapat diterbitkan di media cetak maupun elektronik
  2. Murid dapat menginterpretasi informasi dari laporan hasil observasi tentang fenomena alam untuk mengungkapkan kepedulian terhadap alam melalui produk teks visual atau audiovisual secara kreatif

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menyampaikan informasi ilmiah tentang alam agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat luas?
  2. Media kreatif apa saja yang dapat digunakan untuk mengomunikasikan hasil observasi fenomena alam?
  3. Mengapa penting mengubah laporan hasil observasi ke dalam format visual atau audiovisual?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengecek kehadiran
  • Guru menayangkan contoh infografis, poster, dan video pendek tentang fenomena alam (misal: gunung berapi, ekosistem terumbu karang)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan di kertas kecil satu format kreatif yang pernah mereka lihat untuk menyampaikan informasi ilmiah dan mengapa format itu menarik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca kembali laporan hasil observasi yang telah mereka tulis di pertemuan sebelumnya tentang fenomena alam
  • Guru menjelaskan konsep alih wahana (transformasi teks) dari format laporan tertulis ke format visual/audiovisual
  • Murid mengamati dan membandingkan tiga contoh alih wahana: infografis tentang siklus air, poster tentang pencemaran laut, dan video pendek tentang biodiversitas hutan
  • Murid mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam setiap format: pemilihan informasi kunci, tata letak, warna, tipografi, narasi visual
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing format kreatif
  • Guru memfasilitasi refleksi: format mana yang paling sesuai untuk menyampaikan kepedulian terhadap isu lingkungan tertentu

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih format kreatif yang akan mereka gunakan (infografis, poster, atau video pendek) berdasarkan jenis fenomena alam dalam laporan mereka
  • Murid mengidentifikasi dan menandai informasi penting dari laporan hasil observasi mereka yang akan dialihwahanakan
  • Murid membuat kerangka atau storyboard produk kreatif mereka: menentukan informasi yang akan ditampilkan, urutan penyajian, dan elemen visual pendukung
  • Murid mulai mengerjakan produk kreatif menggunakan media yang tersedia (kertas dan alat gambar untuk poster/infografis, atau aplikasi digital seperti Canva, PowerPoint, CapCut untuk format digital)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, memastikan murid menginterpretasi informasi dengan tepat dan menyampaikan kepedulian terhadap alam
  • Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat proses kerja murid menggunakan lembar observasi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyelesaikan produk kreatif mereka
  • Murid melakukan galeri karya: memajang atau mempresentasikan produk kreatif mereka
  • Murid saling memberikan apresiasi dan masukan konstruktif menggunakan lembar penilaian sejawat
  • Murid merefleksikan proses kreatif: apa tantangan yang dihadapi, bagaimana mereka mengatasinya, dan apa yang mereka pelajari tentang mengomunikasikan kepedulian terhadap alam
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya literasi multimodal dalam mengomunikasikan isu lingkungan

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang alih wahana laporan hasil observasi ke format kreatif
  • Asesmen akhir: Murid mengumpulkan produk kreatif mereka disertai refleksi tertulis (2-3 paragraf) tentang pilihan format dan bagaimana produk tersebut mengungkapkan kepedulian terhadap alam
  • Guru memberikan apresiasi terhadap karya murid dan mengingatkan untuk mempublikasikan karya di media sekolah atau platform digital
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih fenomena alam yang sesuai minat mereka dari laporan yang telah dibuat sebelumnya. Guru menyediakan contoh alih wahana dengan tingkat kompleksitas berbeda
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat membuat lebih dari satu format atau menambahkan elemen interaktif. Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat bimbingan intensif dan template sederhana. Murid dapat bekerja individual atau berpasangan sesuai kebutuhan
  • Produk: Murid dapat memilih format sesuai kekuatan mereka: visual (poster/infografis), digital (video/animasi), atau kombinasi. Kompleksitas produk disesuaikan dengan kemampuan: dari poster sederhana hingga video berdurasi 2-3 menit dengan narasi

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan satu format kreatif yang pernah mereka lihat untuk menyampaikan informasi ilmiah dan mengapa format itu menarik
  • Guru mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang media kreatif dan preferensi belajar

Proses:

  • Observasi guru terhadap kemampuan murid mengidentifikasi informasi penting dari laporan hasil observasi
  • Pengecekan storyboard atau kerangka produk kreatif murid
  • Monitoring proses interpretasi informasi dan penyampaian kepedulian terhadap alam dalam produk
  • Catatan anekdotal tentang kreativitas dan pemecahan masalah murid

Akhir:

  • Penilaian produk kreatif final (infografis/poster/video pendek) menggunakan rubrik dengan aspek: akurasi informasi, interpretasi kreatif, kepedulian terhadap alam, kelayakan publikasi
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang proses alih wahana dan pembelajaran
  • Dokumentasi karya murid untuk portofolio

Formatif:

  • Observasi proses kerja murid selama mengidentifikasi informasi dan membuat produk kreatif
  • Tanya jawab selama diskusi tentang pemilihan format dan interpretasi informasi
  • Penilaian sejawat saat galeri karya

Sumatif:

  • Penilaian produk kreatif (infografis/poster/video) menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis tentang proses alih wahana dan kepedulian terhadap alam

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Akurasi informasi dari laporan hasil observasiInformasi dalam produk kreatif tidak akurat atau tidak sesuai dengan laporan hasil observasi asliSebagian kecil informasi penting dari laporan dimuat dalam produk kreatif dengan beberapa ketidakakuratanSebagian besar informasi penting dari laporan dimuat secara akurat dalam produk kreatifSeluruh informasi penting dari laporan dimuat secara akurat dan proporsional dalam produk kreatif
Interpretasi kreatif dan inovatifProduk hanya menyalin teks laporan tanpa transformasi kreatif yang bermaknaProduk menunjukkan upaya transformasi namun masih sederhana dan kurang menarikProduk menunjukkan kreativitas dalam mengolah informasi dengan pemilihan visual atau narasi yang menarikProduk sangat kreatif dan inovatif dalam menginterpretasi informasi dengan visual atau narasi yang kuat dan menarik perhatian
Kepedulian terhadap alamProduk tidak menunjukkan kepedulian terhadap fenomena alam yang diobservasiProduk menunjukkan kepedulian terhadap alam namun tidak eksplisit atau kurang jelas pesannyaProduk dengan jelas mengungkapkan kepedulian terhadap alam melalui pesan atau ajakanProduk sangat efektif mengungkapkan kepedulian terhadap alam dengan pesan yang kuat dan menginspirasi audiens untuk bertindak
Kelayakan publikasi (tata letak, estetika, teknis)Produk sulit dipahami, tidak rapi, dan tidak layak untuk dipublikasikanProduk dapat dipahami namun tata letak atau kualitas teknis masih perlu banyak perbaikanProduk rapi, mudah dipahami, dan cukup layak untuk dipublikasikan di media cetak atau elektronikProduk sangat profesional, estetis, mudah dipahami, dan sangat layak untuk dipublikasikan di berbagai media

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid berhasil mengidentifikasi dan menginterpretasi informasi penting dari laporan hasil observasi untuk dialihwahanakan?
  • Seberapa efektif strategi diferensiasi yang diterapkan dalam memfasilitasi keberagaman kemampuan dan gaya belajar murid?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid menyelesaikan produk kreatif mereka? Perlukah penyesuaian untuk pembelajaran serupa di masa depan?
  • Bagaimana saya dapat lebih baik mendukung murid dalam mengungkapkan kepedulian terhadap alam melalui karya kreatif mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat mengubah laporan hasil observasi menjadi format kreatif?
  • Bagaimana produk kreatif yang saya buat dapat mengomunikasikan kepedulian saya terhadap fenomena alam yang saya observasi?
  • Apa yang saya pelajari tentang kekuatan media visual atau audiovisual dalam menyampaikan informasi ilmiah?
  • Jika diberi kesempatan lagi, apa yang akan saya lakukan berbeda untuk meningkatkan kualitas produk kreatif saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X Edisi Revisi Kemendikbudristek
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Edisi Revisi Kemendikbudristek
  3. Laporan hasil observasi yang telah dibuat murid di pertemuan sebelumnya
  4. Contoh infografis, poster, dan video pendek tentang fenomena alam dari internet atau media massa
  5. Kertas karton, spidol warna, pensil warna untuk membuat poster/infografis manual
  6. Perangkat digital (laptop/tablet/smartphone) dan aplikasi desain (Canva, PowerPoint, Piktochart, CapCut, atau aplikasi editing video sederhana)
  7. Proyektor/LCD untuk menampilkan contoh dan karya murid
  8. Lembar kerja storyboard/kerangka produk kreatif
  9. Lembar penilaian sejawat
  10. Rubrik penilaian produk kreatif

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.