Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 1: Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 1: Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 1: Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif

Bahasa Indonesia - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 1: Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 1: Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengevaluasi teks laporan hasil observasi tentang fenomena alam yang disajikan untuk menemukan informasi tersurat dan tersirat serta menilai akurasi datanya menggunakan sumber teks eksplanasi.
  2. Murid dapat menulis atau mempresentasikan laporan hasil observasi tentang fenomena alam secara logis, kritis, dan kreatif sebagai bukti capaian seluruh kompetensi bab ini.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kamu memastikan bahwa sebuah laporan hasil observasi tentang fenomena alam benar-benar akurat dan dapat dipercaya?
  2. Apa perbedaan antara informasi yang tersurat dan tersirat dalam sebuah teks laporan, dan mengapa keduanya sama-sama penting untuk dipahami?
  3. Jika kamu harus menyampaikan temuanmu tentang fenomena alam kepada orang lain, cara penyajian seperti apa yang menurutmu paling efektif dan menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai asesmen sumatif.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk pelaksanaan asesmen.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menuliskan pada selembar kertas kecil (sticky note atau kertas biasa) satu hal yang paling mereka ingat dari seluruh materi Bab 1 dan satu hal yang masih terasa sulit. Guru mengumpulkan dan membaca sekilas untuk memetakan kesiapan murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah asesmen sumatif Bab 1 yang terdiri dari dua bagian — (1) mengevaluasi teks laporan hasil observasi dan (2) menulis atau mempresentasikan laporan hasil observasi.
  • Guru menyampaikan mekanisme asesmen, alokasi waktu tiap bagian, dan kriteria penilaian secara transparan agar murid memahami ekspektasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan skema pengetahuan murid sebelum mengerjakan asesmen: 'Bagaimana cara kamu memastikan sebuah laporan hasil observasi benar-benar akurat?' Murid diberi waktu 2 menit untuk berpikir mandiri.
  • Guru mengingatkan murid untuk mengerjakan asesmen secara jujur dan mandiri sebagai bentuk integritas akademik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar soal Bagian A: Evaluasi Teks Laporan Hasil Observasi. Teks yang disajikan adalah laporan hasil observasi tentang fenomena alam (misalnya: laporan tentang kunang-kunang, belalang anggrek, atau fenomena alam lain yang relevan dengan materi Bab 1) disertai satu teks eksplanasi pendek sebagai sumber pembanding.
  • Murid membaca kedua teks secara saksama dan mandiri selama ±10 menit. Guru mengingatkan murid untuk membaca dengan penuh perhatian (berkesadaran) — tandai bagian yang dianggap penting, catat pertanyaan yang muncul di benak.
  • Murid mengerjakan soal Bagian A yang mencakup: (a) mengidentifikasi minimal 3 informasi tersurat dari teks laporan; (b) menyimpulkan minimal 2 informasi tersirat berdasarkan konteks teks; (c) menilai akurasi data dalam teks laporan dengan membandingkannya pada teks eksplanasi yang disediakan — murid wajib menuliskan bukti tekstual dari kedua teks sebagai dasar penilaian; (d) memberikan penilaian keseluruhan: apakah teks laporan tersebut layak disebut objektif? Berikan alasan dengan mengacu pada ciri-ciri teks laporan hasil observasi yang telah dipelajari.
  • Alokasi waktu Bagian A: ±25 menit.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar soal Bagian B: Menulis atau Mempresentasikan Laporan Hasil Observasi. Murid memilih salah satu dari dua opsi sesuai kemampuan dan preferensi mereka (diferensiasi produk): Opsi 1 — Menulis laporan hasil observasi tentang fenomena alam pilihan sendiri secara logis, kritis, dan kreatif; Opsi 2 — Menyusun kerangka presentasi laporan hasil observasi multimodal (dilengkapi sketsa visual/diagram/peta konsep) dan mempresentasikannya secara lisan di depan kelas atau merekam presentasi singkat.
  • Untuk Opsi 1 (Menulis): Murid menulis laporan hasil observasi dengan memperhatikan: (a) struktur teks yang tepat (pernyataan umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat/penutup); (b) penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi yang benar; (c) penggunaan imbuhan dan kaidah kebahasaan yang sesuai; (d) data/fakta yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan; (e) penyajian yang kreatif dan menarik.
  • Untuk Opsi 2 (Presentasi): Murid menyusun kerangka presentasi yang mencakup: (a) topik fenomena alam yang dipilih; (b) data dan fakta utama hasil observasi; (c) elemen visual pendukung (sketsa, diagram, atau tabel); (d) simpulan yang logis dan kritis. Presentasi dilakukan secara bergantian di sisa waktu atau direkam sebagai portofolio.
  • Murid mengerjakan Bagian B secara mandiri selama ±30 menit. Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memberikan umpan balik formatif singkat jika ada murid yang tampak kesulitan memulai.
  • Guru mengingatkan bahwa produk yang dihasilkan merupakan bukti nyata capaian kompetensi seluruh Bab 1 — murid didorong untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka secara autentik dan bermakna.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah mengumpulkan lembar jawaban, guru mengajak murid melakukan refleksi diri (self-assessment) menggunakan lembar refleksi singkat yang dibagikan. Murid menjawab 3 pertanyaan: (1) Bagian mana dari asesmen hari ini yang kamu kerjakan dengan paling percaya diri? Mengapa? (2) Bagian mana yang terasa paling menantang? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya? (3) Apa satu hal terpenting yang kamu pelajari dari seluruh Bab 1 tentang laporan hasil observasi?
  • Murid yang memilih Opsi 2 (Presentasi) dan belum sempat presentasi di kelas, menuliskan refleksi tambahan: apa pesan utama yang ingin mereka sampaikan melalui presentasi tersebut dan bagaimana mereka memastikan data yang disajikan akurat.
  • Guru memfasilitasi sesi berbagi singkat (2–3 murid sukarela) untuk menyampaikan satu hal yang paling berkesan dari proses belajar Bab 1. Guru memberikan apresiasi atas keberanian berbagi.
  • Guru memberikan umpan balik umum (bukan nilai) tentang pola yang guru amati selama asesmen berlangsung — misalnya: 'Banyak dari kalian sudah mampu menemukan informasi tersurat dengan baik; tantangan berikutnya adalah menggali makna tersirat lebih dalam.'
  • Lembar refleksi dikumpulkan sebagai bahan guru untuk merencanakan tindak lanjut (remedial atau pengayaan) di pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru merangkum secara singkat bahwa asesmen sumatif Bab 1 telah selesai dan mencakup dua kompetensi utama: mengevaluasi teks laporan hasil observasi dan menulis/mempresentasikan laporan hasil observasi.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas usaha dan kerja keras murid selama satu bab penuh — mengingatkan bahwa proses belajar lebih penting dari sekadar nilai.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya, dan akan ada sesi remedial bagi yang membutuhkan serta pengayaan bagi yang sudah melampaui target.
  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi Bab 2 sebagai jembatan ke pembelajaran berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid bersyukur atas proses belajar hari ini dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan (murid lambat) dapat diberikan teks laporan hasil observasi yang lebih pendek dan sederhana dengan kosakata yang lebih familiar. Murid yang sudah sangat mahir (murid cepat) diberikan teks laporan yang lebih kompleks dengan data kuantitatif yang perlu diverifikasi menggunakan teks eksplanasi.
  • Proses: Murid yang kesulitan memulai penulisan laporan diberikan kerangka/scaffold berupa outline terstruktur (pernyataan umum → deskripsi bagian → penutup) yang sudah tersedia kolom isian. Murid yang sudah mandiri mengerjakan tanpa scaffold dan didorong untuk mengembangkan gaya penulisan yang lebih personal dan kreatif.
  • Produk: Murid memilih antara Opsi 1 (menulis laporan hasil observasi) atau Opsi 2 (menyusun kerangka presentasi multimodal dan mempresentasikannya), sehingga murid dengan kecenderungan visual-spasial atau kinestetik dapat mengekspresikan kompetensi melalui jalur yang lebih sesuai dengan kekuatan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan pada selembar kertas kecil: (1) satu hal yang paling mereka ingat dari materi Bab 1 tentang laporan hasil observasi, dan (2) satu hal yang masih terasa sulit atau membingungkan.
  • Guru membaca sekilas jawaban murid untuk memetakan kesiapan kelas secara cepat — hasilnya digunakan untuk menyesuaikan penjelasan mekanisme asesmen dan menentukan murid mana yang mungkin membutuhkan scaffold tambahan.

Proses:

  • Observasi berkeliling: guru memantau proses pengerjaan Bagian A dan B, mencatat murid yang kesulitan menemukan informasi tersirat atau yang belum mampu mengaitkan dua teks sebagai dasar penilaian akurasi.
  • Umpan balik lisan singkat: jika ada murid yang tampak bingung dengan instruksi, guru memberikan klarifikasi tanpa memberikan jawaban — memastikan murid memahami apa yang diminta.
  • Pemantauan pilihan produk: guru mencatat murid yang memilih Opsi 1 dan Opsi 2 untuk memastikan semua murid mendapatkan dukungan yang sesuai selama proses pengerjaan.

Akhir:

  • Penilaian Bagian A (Evaluasi Teks): dinilai berdasarkan rubrik dengan aspek — ketepatan identifikasi informasi tersurat, kedalaman simpulan informasi tersirat, kualitas penilaian akurasi data (disertai bukti tekstual), dan ketajaman argumentasi tentang objektivitas teks.
  • Penilaian Bagian B (Produk): dinilai berdasarkan rubrik dengan aspek — kelengkapan dan ketepatan struktur laporan, kelogisan dan ketajaman analisis, kreativitas penyajian, serta ketepatan penggunaan kaidah kebahasaan.
  • Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai data kualitatif untuk merencanakan tindak lanjut (remedial bagi murid yang belum mencapai KKTP, pengayaan bagi murid yang sudah melampaui target).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: sticky note/kertas kecil berisi satu hal yang paling diingat dan satu hal yang masih sulit dari Bab 1 — digunakan untuk memetakan kesiapan murid sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Observasi guru selama murid mengerjakan soal: guru berkeliling memantau proses, mencatat murid yang tampak kesulitan, dan memberikan umpan balik lisan singkat tanpa memberikan jawaban.
  • Lembar refleksi diri (self-assessment) yang diisi murid setelah mengumpulkan jawaban — mencakup penilaian diri terhadap kepercayaan diri, tantangan yang dihadapi, dan rencana perbaikan.

Sumatif:

  • Bagian A — Evaluasi Teks: tes tulis uraian untuk mengidentifikasi informasi tersurat, menyimpulkan informasi tersirat, menilai akurasi data dengan bukti tekstual dari dua teks, dan memberikan penilaian objektifitas teks laporan.
  • Bagian B — Produk Tulis atau Presentasi: murid menghasilkan laporan hasil observasi tertulis (Opsi 1) atau kerangka presentasi multimodal beserta presentasi lisan/rekaman (Opsi 2) sebagai bukti capaian seluruh kompetensi Bab 1.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Informasi TersuratMurid tidak dapat mengidentifikasi informasi tersurat dari teks laporan, atau informasi yang disebutkan tidak relevan dengan teks.Murid dapat mengidentifikasi 1 informasi tersurat dengan benar, namun belum mampu menunjukkan bukti tekstual yang tepat.Murid dapat mengidentifikasi 2–3 informasi tersurat dengan benar dan menunjukkan bukti tekstual yang relevan.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 informasi tersurat secara tepat, disertai bukti tekstual yang spesifik dan penjelasan yang jelas tentang relevansinya.
Penyimpulan Informasi TersiratMurid tidak dapat menyimpulkan informasi tersirat, atau simpulan yang dibuat tidak berdasarkan konteks teks.Murid mencoba menyimpulkan informasi tersirat namun simpulan masih bersifat umum dan kurang didukung oleh konteks teks.Murid dapat menyimpulkan 1–2 informasi tersirat dengan logis dan didukung oleh konteks teks yang relevan.Murid dapat menyimpulkan lebih dari 2 informasi tersirat secara mendalam, logis, dan didukung oleh interpretasi konteks teks yang kritis dan bernuansa.
Penilaian Akurasi Data (menggunakan teks eksplanasi sebagai sumber pembanding)Murid tidak melakukan perbandingan antara teks laporan dan teks eksplanasi, atau penilaian akurasi tidak disertai bukti dari kedua teks.Murid mencoba membandingkan kedua teks namun hanya mengacu pada satu teks saja, atau bukti yang dikutip kurang relevan.Murid membandingkan data dari teks laporan dan teks eksplanasi dengan mengutip bukti dari keduanya, dan memberikan penilaian akurasi yang logis.Murid membandingkan data secara kritis dari kedua teks, mengutip bukti tekstual yang spesifik dari keduanya, dan memberikan penilaian akurasi yang tajam disertai argumentasi yang koheren dan terstruktur.
Kualitas Penulisan/Presentasi Laporan Hasil Observasi (Struktur dan Isi)Laporan tidak memiliki struktur yang jelas (tidak ada pernyataan umum, deskripsi bagian, atau penutup), dan isi tidak mengandung fakta yang relevan tentang fenomena alam.Laporan memiliki sebagian struktur (misalnya hanya pernyataan umum dan deskripsi singkat), namun isi masih bercampur antara fakta dan opini tanpa pembedaan yang jelas.Laporan memiliki struktur yang lengkap dan isi yang didominasi fakta relevan tentang fenomena alam, dengan penggunaan kalimat definisi dan deskripsi yang sebagian besar tepat.Laporan memiliki struktur yang lengkap dan kohesif, isi sepenuhnya berbasis fakta yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan, penggunaan kalimat definisi dan deskripsi tepat, serta penyajian kreatif yang menarik minat pembaca/pendengar.
Ketepatan Kaidah KebahasaanTerdapat banyak kesalahan dalam penggunaan imbuhan, kalimat definisi, kalimat deskripsi, dan ejaan yang mengganggu pemahaman teks.Terdapat beberapa kesalahan dalam penggunaan kaidah kebahasaan, namun tidak terlalu mengganggu pemahaman keseluruhan teks.Penggunaan kaidah kebahasaan sebagian besar tepat dengan hanya sedikit kesalahan minor yang tidak mengganggu pemahaman.Penggunaan kaidah kebahasaan (imbuhan, kalimat definisi, kalimat deskripsi, ejaan, dan tanda baca) tepat dan konsisten di seluruh teks, menunjukkan penguasaan yang kuat.
Kreativitas dan Logika PenyajianPenyajian laporan tidak logis, tidak runtut, dan tidak menunjukkan upaya kreatif dalam menyampaikan informasi.Penyajian laporan cukup runtut namun masih sangat konvensional dan belum menunjukkan pemikiran kritis atau elemen kreatif yang berarti.Penyajian laporan logis, runtut, dan menunjukkan beberapa elemen kreatif (misalnya: penggunaan analogi, pemilihan sudut pandang yang menarik, atau elemen visual pendukung).Penyajian laporan sangat logis, kritis, dan kreatif — menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam mengolah dan menyampaikan informasi fenomena alam dengan cara yang orisinal dan menarik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sudah cukup jelas sehingga semua murid memahami apa yang diharapkan dari Bagian A dan Bagian B?
  • Murid mana yang tampak kesulitan selama asesmen berlangsung, dan apa yang menjadi penyebabnya — apakah karena pemahaman konsep, keterampilan menulis, atau faktor lain?
  • Apakah pilihan dua opsi produk (menulis vs. presentasi) sudah efektif mengakomodasi keberagaman murid di kelas ini?
  • Berdasarkan hasil asesmen sumatif ini, kompetensi mana yang perlu diperkuat di bab berikutnya, dan bagaimana saya akan merancang tindak lanjut yang tepat?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen hari ini yang kamu kerjakan dengan paling percaya diri? Apa yang membuat kamu merasa percaya diri di bagian tersebut?
  • Bagian mana yang terasa paling menantang? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda jika kamu mengerjakan asesmen ini lagi?
  • Apa satu hal terpenting yang kamu pelajari dari seluruh Bab 1 tentang laporan hasil observasi, dan bagaimana hal itu berguna dalam kehidupanmu sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi — Bab 1: Mengungkap Fakta Alam secara Objektif
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi
  3. Teks laporan hasil observasi tentang fenomena alam yang disiapkan guru (misalnya: laporan tentang kunang-kunang, belalang anggrek, atau fenomena alam lokal yang relevan)
  4. Teks eksplanasi pendek tentang fenomena alam yang sama sebagai sumber pembanding untuk penilaian akurasi data
  5. Lembar soal Bagian A (Evaluasi Teks) dan Bagian B (Produk Tulis/Presentasi) yang disiapkan guru
  6. Lembar refleksi diri murid (self-assessment)
  7. Kertas kecil/sticky note untuk asesmen awal diagnostik
  8. Lembar scaffold/outline terstruktur (untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan dalam menulis laporan)
  9. Alat tulis dan kertas gambar/HVS (untuk murid yang memilih Opsi 2 dengan elemen visual)
  10. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka — Pembelajaran Mendalam 2025

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.