Modul AjarPertemuan 9Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menjaga Keselamatan Diri di Ruang Publik Sekitar Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menjaga Keselamatan Diri di Ruang Publik Sekitar Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menjaga Keselamatan Diri di Ruang Publik Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menjaga Keselamatan Diri di Ruang Publik Sekitar Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenjaga Keselamatan Diri di Ruang Publik Sekitar Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak cerita bergambar tentang keamanan di ruang publik sekitar rumah, murid mampu memahami pesan teks dan menyebutkan orang dewasa yang dapat dipercaya untuk meminta bantuan.
  2. Melalui kegiatan diskusi tentang keselamatan di luar rumah, murid mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan tentang cara menjaga keselamatan diri di ruang publik secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian pergi ke tempat umum seperti pasar, taman, atau mall bersama keluarga? Apa yang kalian rasakan jika tiba-tiba terpisah dari orang tua?
  2. Siapa saja orang dewasa yang menurut kalian bisa kalian minta bantuan jika kalian tersesat atau dalam bahaya di luar rumah?
  3. Apa yang sebaiknya kalian lakukan jika ada orang yang tidak kalian kenal mengajak kalian pergi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran. (DPL-1: Keimanan dan Ketakwaan)
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar murid siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan bertanya: 'Siapa di sini yang pernah pergi ke taman atau pasar? Apa yang kalian lakukan kalau tiba-tiba tidak bisa menemukan ayah atau ibu?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi kesempatan 2–3 murid untuk menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana menjaga diri kita agar tetap aman saat berada di luar rumah, dan siapa yang bisa kita minta bantuan.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita bergambar tentang Bayu yang belum dijemput di sekolah dan bertemu orang tidak dikenal (bersumber dari Buku Siswa Bab 8). Guru menggunakan intonasi dan ekspresi yang menarik agar murid terfokus menyimak. (Berkesadaran: murid diajak hadir penuh dalam menyimak cerita)
  • Selama membacakan cerita, guru menunjukkan gambar-gambar ilustrasi secara bergantian agar murid dapat mengikuti alur cerita dengan baik.
  • Setelah cerita selesai, guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan: 'Di mana cerita ini terjadi?', 'Apa yang dilakukan Bayu saat belum dijemput?', 'Siapa yang membantu Bayu?', 'Apa yang kamu pelajari dari cerita Bayu?'
  • Guru memandu murid untuk berdiskusi singkat: 'Siapa saja orang berseragam yang bisa kita minta bantuan di luar rumah?' Guru menempelkan kartu gambar petugas keamanan, polisi, dan guru di papan tulis sambil menyebut namanya. (Bermakna: menghubungkan cerita dengan pengalaman nyata murid)
  • Murid secara berpasangan menyebutkan kembali nama-nama petugas yang dapat dimintai bantuan kepada teman sebangkunya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan satu set kartu gambar berisi situasi di ruang publik (misalnya: tersesat di pasar, belum dijemput di sekolah, bertemu orang asing di taman).
  • Setiap kelompok berdiskusi: 'Apa yang sebaiknya dilakukan dalam situasi di kartu ini? Siapa yang bisa diminta bantuan?' (Menggembirakan: belajar melalui kartu gambar situasional yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari)
  • Perwakilan setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru mendorong murid untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan mereka: 'Bagaimana perasaanmu jika kamu ada di situasi ini? Apa yang akan kamu lakukan?' (Bermakna: murid mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata mereka)
  • Guru memberikan umpan balik positif dan meluruskan jawaban yang kurang tepat dengan bahasa yang ramah dan mendukung.
  • Murid secara individual melengkapi kalimat sederhana di lembar kerja: 'Kalau belum dijemput di sekolah, aku … ' dan 'Kalau tersesat, aku … ' dengan menuliskan atau menggambarkan jawabannya (merujuk pada kegiatan di Buku Siswa halaman 215–216). (Berkesadaran: murid merencanakan tindakan nyata untuk diri sendiri)

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid untuk duduk melingkar dan merefleksikan pembelajaran hari ini bersama-sama. Guru bertanya: 'Apa yang paling kamu ingat dari cerita Bayu hari ini?', 'Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang menjaga keselamatan diri?'
  • Guru memperlihatkan kartu nama (merujuk Buku Siswa halaman 217) dan menjelaskan manfaatnya: 'Kartu nama ini berguna jika kita terpisah dari orang tua. Kita bisa memberikannya kepada petugas berseragam.' Murid diminta menyebutkan isi penting yang perlu ada di kartu nama. (Bermakna: murid memahami relevansi kartu nama dalam kehidupan nyata)
  • Murid mengisi lembar refleksi diri sederhana bergambar (wajah tersenyum/biasa/sedih) untuk menjawab: 'Apakah aku sudah mengerti siapa yang bisa aku minta bantuan di luar rumah?', 'Apakah aku sudah bisa menjelaskan apa yang aku lakukan jika tersesat?'
  • Guru merangkum pembelajaran dengan menegaskan pesan kunci: 'Kita harus selalu berhati-hati di luar rumah. Jika butuh bantuan, cari petugas berseragam yang kita percaya, dan jangan pergi dengan orang yang tidak kita kenal.' (Berkesadaran: memperkuat kesadaran diri dan tanggung jawab pribadi)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama: 'Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini?'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: memanggil 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan satu orang dewasa berseragam yang bisa dimintai bantuan dan satu hal yang harus dilakukan jika tersesat.
  • Guru memberikan pesan moral: 'Keselamatan kalian sangat penting. Selalu pergi bersama orang dewasa yang kalian percaya, dan ingat nama dan nomor telepon orang tua kalian.'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta untuk bersama orang tua mengisi kartu nama keselamatan sebagai pekerjaan rumah.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu gambar berlabel nama petugas (polisi, satpam, guru) sebagai bantuan visual saat menjawab pertanyaan. Untuk murid yang sudah lebih siap, guru memberikan tantangan tambahan: menyebutkan lebih dari tiga jenis petugas yang bisa dimintai bantuan beserta tempat biasanya ditemukan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat menjawab pertanyaan secara lisan satu per satu dengan bimbingan guru. Murid yang lebih cepat dapat langsung mengerjakan lembar kerja lanjutan berupa menggambar situasi 'apa yang aku lakukan jika tersesat' tanpa panduan kalimat.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menggambar situasi keselamatan diri (tanpa kewajiban menulis kalimat). Murid yang sudah berkembang menulis kalimat lengkap pada lembar kerja dan melengkapi kartu nama dengan informasi diri yang relevan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan di awal kegiatan pendahuluan: 'Siapa yang pernah terpisah dari orang tua di tempat umum? Apa yang kalian lakukan saat itu?'
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal: murid yang sudah memahami konsep mencari bantuan dari orang dewasa, dan murid yang belum memiliki strategi keselamatan diri.

Proses:

  • Checklist observasi partisipasi: guru mengamati apakah murid aktif menyimak cerita bergambar (kontak mata, respons saat ditanya, tidak terdistraksi).
  • Penilaian diskusi kelompok: guru mencatat apakah murid dapat menyebutkan petugas yang tepat dan tindakan yang sesuai untuk situasi di kartu gambar.
  • Lembar kerja isian ('Kalau belum dijemput…' dan 'Kalau tersesat…'): guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan isian sebagai bukti pemahaman aplikatif.

Akhir:

  • Asesmen lisan penutup: guru memanggil 2–3 murid secara acak, meminta mereka menyebutkan satu petugas berseragam yang bisa dimintai bantuan dan satu tindakan yang harus dilakukan jika tersesat atau belum dijemput.
  • Lembar refleksi diri bergambar: murid menilai dirinya sendiri apakah sudah memahami cara menjaga keselamatan diri di ruang publik (menggunakan ikon wajah tersenyum/biasa/sedih).

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok dan tanya jawab (menggunakan checklist pengamatan).
  • Umpan balik lisan guru saat murid mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
  • Lembar kerja isian kalimat sederhana ('Kalau belum dijemput, aku…' dan 'Kalau tersesat, aku…') sebagai bukti pemahaman proses.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan minimal satu orang dewasa berseragam yang dapat dimintai bantuan dan menjelaskan satu tindakan yang tepat jika tersesat.
  • Penilaian lembar refleksi diri murid sebagai bukti kesadaran dan pemahaman terhadap materi keselamatan diri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami pesan teks (Menyimak cerita bergambar tentang keselamatan di ruang publik)Murid belum dapat menjawab pertanyaan tentang isi cerita meskipun dengan bantuan gambar dan pertanyaan panduan dari guru.Murid dapat menjawab 1–2 pertanyaan tentang isi cerita dengan bantuan gambar dan pertanyaan panduan dari guru.Murid dapat menjawab sebagian besar pertanyaan tentang isi cerita dengan sedikit bantuan, dan dapat menyebutkan salah satu orang dewasa yang dapat dipercaya.Murid dapat menjawab seluruh pertanyaan tentang isi cerita secara mandiri dan menyebutkan lebih dari satu orang dewasa berseragam yang dapat dipercaya beserta alasannya.
Mengungkapkan gagasan dan perasaan tentang keselamatan diri (Berbicara dan Mempresentasikan)Murid belum dapat mengungkapkan gagasan atau perasaan tentang cara menjaga keselamatan diri, meskipun dengan bantuan gambar dan pertanyaan panduan.Murid dapat mengungkapkan 1 gagasan atau perasaan tentang keselamatan diri secara lisan dengan bantuan gambar dan dorongan dari guru.Murid dapat mengungkapkan gagasan dan perasaan tentang cara menjaga keselamatan diri secara lisan dengan bantuan gambar, menggunakan kalimat yang dapat dipahami.Murid dapat mengungkapkan gagasan dan perasaan tentang cara menjaga keselamatan diri secara lisan dengan kalimat yang jelas dan runtut, tanpa bantuan gambar, serta memberikan contoh tindakan konkret yang tepat.
Menyebutkan orang dewasa yang dapat dipercaya untuk meminta bantuanMurid belum dapat menyebutkan satu pun orang dewasa yang dapat dipercaya untuk dimintai bantuan di ruang publik.Murid dapat menyebutkan satu orang dewasa yang dapat dipercaya dengan bantuan kartu gambar atau pertanyaan panduan guru.Murid dapat menyebutkan dua orang dewasa berseragam yang dapat dipercaya secara mandiri.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua orang dewasa berseragam yang dapat dipercaya, menyebutkan tempat biasanya mereka ditemukan, dan menjelaskan mengapa mereka bisa dipercaya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan menyimak cerita bergambar? Strategi apa yang efektif untuk menarik perhatian mereka?
  • Apakah pertanyaan yang saya ajukan setelah menyimak cerita sudah cukup untuk mengukur pemahaman murid terhadap pesan teks?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjawab kebutuhan murid dengan berbagai tingkat kemampuan?
  • Pesan keselamatan diri apa yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Siapa saja orang berseragam yang bisa kamu minta bantuan jika kamu tersesat? (Guru membacakan pertanyaan ini untuk murid kelas 1)
  • Apa yang akan kamu lakukan jika belum dijemput di sekolah?
  • Apakah kamu sudah merasa lebih tahu cara menjaga diri di luar rumah setelah pembelajaran hari ini? (Tandai wajah yang sesuai: 😊 = ya, 😐 = sedikit, 😔 = belum)

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 8 'Di Sekitar Rumah', halaman 212–218
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Panduan Khusus Bab VIII
  3. Kartu gambar situasi keselamatan di ruang publik (buatan guru/dicetak): tersesat di pasar, belum dijemput di sekolah, bertemu orang tidak dikenal di taman
  4. Kartu gambar berlabel petugas berseragam: polisi, satpam/petugas keamanan, guru
  5. Lembar kerja isian kalimat sederhana ('Kalau belum dijemput, aku…' dan 'Kalau tersesat, aku…')
  6. Lembar refleksi diri bergambar dengan ikon wajah (tersenyum/biasa/sedih)
  7. Template kartu nama keselamatan diri (merujuk Buku Siswa halaman 217)
  8. Buku digital 'Namaku Kali' — dapat diakses di SIBI Kemdikbud: https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/namaku-kali (opsional, untuk pengayaan)
  9. Alat tulis dan alat warna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.