Modul AjarPertemuan 8Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Kata dan Kalimat Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menulis Kata dan Kalimat Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Kata dan Kalimat Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menulis Kata dan Kalimat Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenulis Kata dan Kalimat Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui latihan menulis terbimbing, murid mampu menuliskan kata-kata yang berkaitan dengan lingkungan sekitar rumah dengan tulisan tangan yang semakin baik dan benar.
  2. Melalui kegiatan melengkapi kalimat rumpang, murid mampu menulis kalimat sederhana yang memuat kata letak dan arah untuk menggambarkan benda di sekitar rumah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja benda yang ada di sekitar rumahmu? Di mana letaknya?
  2. Bagaimana caramu menjelaskan kepada teman di mana letak sebuah benda, tanpa menunjuk langsung?
  3. Kata apa yang kamu gunakan saat memberi tahu seseorang bahwa sesuatu ada di kanan, kiri, atas, atau bawah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran.
  • Guru mengondisikan posisi duduk yang baik: punggung tegak, jarak mata ke buku sekitar 30 cm, cara memegang pensil yang benar. Guru mengingatkan bahwa posisi menulis yang baik menjaga kesehatan mata dan tangan.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan kartu bergambar benda-benda sederhana (meja, kursi, lemari, kotak) dan meminta beberapa murid menyebutkan nama benda tersebut serta di mana benda itu biasanya berada di rumah mereka. Guru mencatat murid yang sudah mengenal kata-kata letak (kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang) dan yang belum.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan berlatih menulis kata-kata tentang benda di sekitar rumah dan menulis kalimat menggunakan kata letak.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar ilustrasi situasi rumah (dari Buku Siswa Bab 8 hal. 196–198) dan mengajak murid mengamati benda-benda yang ada di dalamnya.
  • Guru menuliskan kata-kata letak di papan tulis: kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang, dalam, luar. Murid membaca bersama-sama dengan suara nyaring sambil guru menunjuk kartu kata satu per satu. (Berkesadaran: murid fokus pada bentuk huruf dan bunyi kata.)
  • Guru menunjukkan benda nyata di kelas (misalnya kotak pensil, buku, tas) dan mengucapkan kalimat contoh: 'Buku ada di atas meja.' dan 'Tas ada di bawah kursi.' Murid diminta mengulangi kalimat tersebut.
  • Guru menjelaskan bahwa kata-kata letak ini digunakan untuk memberitahu orang lain di mana sebuah benda berada—sama seperti saat kita memberi tahu teman letak benda di rumah kita. (Bermakna: mengaitkan dengan situasi nyata sehari-hari.)
  • Guru menuliskan 4–5 contoh kata benda terkait lingkungan rumah di papan tulis: rumah, pohon, pagar, jalan, taman. Murid mengamati cara penulisan huruf yang benar sambil guru menerangkan gerakan tangan menulis tiap huruf.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Latihan Menulis Kata Terbimbing (TP 1.8.8.1): Guru membagikan lembar kerja berisi 6 kata berkaitan dengan lingkungan sekitar rumah (contoh: pohon, pagar, taman, jalan, rumah, sumur). Setiap kata disertai kotak bergaris untuk berlatih menulis. Murid menyalin kata-kata tersebut sebanyak dua baris dengan memperhatikan bentuk huruf, ukuran, dan jarak antar huruf.
  • Selama murid menulis, guru berkeliling memantau dan memberikan bimbingan individual—terutama pada cara memegang pensil, tekanan tangan, dan proporsi huruf. Guru memberikan umpan balik langsung: 'Huruf 'p'-nya sudah bagus, coba ekornya diturunkan sedikit lagi.'
  • Melengkapi Kalimat Rumpang (TP 1.8.8.2): Guru membagikan lembar kerja kedua berisi 4 kalimat rumpang (diadaptasi dari Buku Siswa hal. 201). Contoh kalimat: (1) Ada bola di ________ kotak. (2) Ada kucing di ________ tempat tidur. (3) Ada bantal di ________ tempat tidur. (4) Ada mobil-mobilan di ________ kotak. Murid mengamati gambar yang tersedia lalu mengisi titik-titik dengan kata letak yang tepat. (Bermakna: konteks benda di sekitar rumah sesuai pengalaman nyata murid.)
  • Permainan 'Tebak Letakku' (Menggembirakan): Setelah selesai mengisi kalimat rumpang, guru mengajak murid bermain berpasangan. Satu murid menyembunyikan benda kecil (penghapus atau pensil) di atas/bawah/di dalam tas, lalu berkata kepada pasangannya: 'Bendaku ada di ________ tas.' Pasangannya menebak dan mencari benda tersebut. Pasangan bergantian peran.
  • Guru mengingatkan murid bahwa kata letak yang mereka tulis hari ini sama dengan kata yang digunakan saat bermain—menunjukkan bahwa menulis dan berbicara saling berhubungan.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memajang 3–4 hasil tulisan murid (tanpa menyebut nama, atau dengan izin murid) di papan kelas. Bersama-sama, murid mengamati: apakah huruf-hurufnya sudah terbaca? Apakah kata letak yang digunakan sudah tepat?
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Kata letak mana yang paling mudah kamu tulis? Kata letak mana yang perlu lebih banyak latihan?'
  • Murid mengisi kartu refleksi diri sederhana bergambar (bintang = sudah bisa, tanda tanya = masih perlu latihan) untuk dua hal: (1) Aku bisa menulis kata-kata tentang rumah dengan rapi. (2) Aku bisa menggunakan kata letak dalam kalimat.
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kalian sudah menulis kata-kata tentang lingkungan rumah dan menggunakannya dalam kalimat. Kata letak seperti kanan, kiri, atas, bawah membantu kita menjelaskan di mana sesuatu berada.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kata-kata letak dan nama benda di sekitar rumah dapat ditulis dalam kalimat sederhana.
  • Asesmen akhir (sumatif): Guru meminta setiap murid secara mandiri menuliskan satu kalimat sederhana tentang benda di sekitar rumah menggunakan kata letak di selembar kertas kecil (tiket keluar/exit ticket). Contoh: 'Ada pohon di depan rumah.'
  • Guru memberikan umpan balik singkat terhadap exit ticket yang dikumpulkan dan menyampaikan apresiasi atas usaha murid hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Coba perhatikan benda-benda di sekitar rumahmu malam ini. Di mana letaknya? Besok kita bisa ceritakan bersama.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar mengenal kata letak, guru menyediakan kartu kata bergambar (kanan/kiri/atas/bawah disertai ilustrasi panah arah) sebagai referensi visual saat mengerjakan latihan. Untuk murid yang sudah mahir, disediakan daftar kata benda tambahan yang lebih beragam (warung, masjid, tiang listrik) untuk ditulis dan dimasukkan dalam kalimat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra mengerjakan latihan menulis kata dengan panduan titik-titik (tracing) sebelum menyalin mandiri. Murid yang lebih cepat dapat langsung menulis kata tanpa panduan dan lanjut membuat kalimat sendiri tanpa kalimat rumpang.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengumpulkan lembar kalimat rumpang yang dilengkapi. Murid yang sudah berkembang diminta menuliskan 2–3 kalimat mandiri (bukan rumpang) tentang benda di sekitar rumah mereka dengan kata letak pilihan sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan kartu bergambar benda (meja, kursi, lemari, kotak): guru meminta murid menyebutkan nama benda dan menyebutkan di mana biasanya benda tersebut berada di rumah, untuk memetakan penguasaan awal kosakata letak dan nama benda lingkungan sekitar rumah.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan latihan menulis kata terbimbing: fokus pada posisi menulis, cara memegang pensil, kerapian bentuk huruf, dan jarak antar huruf.
  • Pemeriksaan lembar kalimat rumpang selama kegiatan: guru berkeliling melihat ketepatan pilihan kata letak dan memberikan umpan balik segera kepada murid yang keliru.
  • Penilaian sejawat informal saat permainan 'Tebak Letakku': pasangan saling mengecek apakah kalimat yang diucapkan menggunakan kata letak yang sesuai dengan posisi benda.

Akhir:

  • Exit ticket mandiri: setiap murid menuliskan satu kalimat tentang benda di sekitar rumah menggunakan kata letak yang tepat (contoh: 'Ada pohon di depan rumah.'). Dinilai berdasarkan rubrik dua aspek: (1) ketulisan/kerapian tulisan tangan dan (2) ketepatan penggunaan kata letak dalam kalimat.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid berlatih menulis kata: guru memantau posisi menulis, cara memegang pensil, dan kerapian tulisan.
  • Pemantauan hasil lembar kalimat rumpang: guru memeriksa ketepatan penggunaan kata letak selama kegiatan berlangsung dan memberikan umpan balik langsung.
  • Kartu refleksi diri bergambar (bintang/tanda tanya) di akhir kegiatan inti sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menuliskan satu kalimat sederhana mandiri tentang benda di sekitar rumah menggunakan kata letak yang tepat, dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Kata (Tulisan Tangan)Tulisan tidak terbaca; bentuk huruf belum dapat dikenali; banyak huruf yang tidak lengkap atau terbalik.Sebagian huruf dapat dikenali tetapi ukuran dan jarak belum konsisten; tulisan sulit dibaca tanpa bantuan.Kata-kata dapat dibaca dengan jelas; sebagian besar huruf berbentuk benar; ukuran dan jarak antar huruf cukup konsisten.Semua kata terbaca dengan jelas; bentuk, ukuran, dan jarak huruf konsisten dan rapi; tulisan tangan menunjukkan perkembangan yang baik.
Penggunaan Kata Letak dalam KalimatTidak mengisi kalimat rumpang atau menggunakan kata yang bukan kata letak (misalnya mengisi dengan nama benda).Mengisi kalimat rumpang dengan kata letak, tetapi pilihan kata tidak sesuai dengan gambar/konteks yang diberikan.Mengisi kalimat rumpang dengan kata letak yang tepat sesuai gambar; kalimat dapat dipahami maknanya.Mengisi semua kalimat rumpang dengan kata letak yang tepat dan akurat; mampu membuat kalimat mandiri dengan kata letak yang sesuai konteks.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah menunjukkan perkembangan dalam tulisan tangan mereka hari ini? Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam memegang alat tulis atau membentuk huruf?
  • Apakah kegiatan melengkapi kalimat rumpang efektif membantu murid memahami penggunaan kata letak? Apakah tingkat kesulitannya sudah sesuai?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Kata letak mana yang paling mudah kamu tulis hari ini? Kata letak mana yang ingin kamu latih lagi?
  • Apakah kamu sudah bisa menulis kalimat tentang benda di sekitar rumahmu? Tunjukkan satu kalimat yang kamu banggakan hari ini.
  • Apa yang ingin kamu coba tulis sendiri tentang rumahmu setelah pelajaran ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1, Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 — Bab 8 'Di Sekitar Rumah' hal. 196–203.
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kemdikbudristek.
  3. Kartu kata bergambar: kata letak (kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang, dalam, luar) disertai ilustrasi panah arah.
  4. Kartu bergambar benda-benda lingkungan sekitar rumah (pohon, pagar, taman, jalan, rumah, sumur, warung).
  5. Lembar kerja 1: latihan menulis kata (6 kata benda lingkungan rumah dengan kotak bergaris dan panduan titik-titik untuk siswa yang memerlukan dukungan).
  6. Lembar kerja 2: kalimat rumpang (4 kalimat dengan gambar benda dan pilihan kata letak).
  7. Kartu refleksi diri bergambar (bintang dan tanda tanya).
  8. Papan tulis dan spidol/kapur.
  9. Benda nyata di kelas (kotak pensil, buku, tas, penghapus) untuk demonstrasi kata letak.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.