Modul AjarPertemuan 5Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berbicara Mendeskripsikan Letak Tempat di Sekitar Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Berbicara Mendeskripsikan Letak Tempat di Sekitar Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berbicara Mendeskripsikan Letak Tempat di Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Berbicara Mendeskripsikan Letak Tempat di Sekitar Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBerbicara Mendeskripsikan Letak Tempat di Sekitar Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pengamatan langsung atau gambar, murid mampu mengungkapkan letak dan posisi tempat di sekitar rumah menggunakan kata depan, belakang, kiri, kanan secara lisan dengan jelas.
  2. Melalui kegiatan percakapan sederhana tentang lingkungan sekitar rumah, murid mampu merespons pertanyaan teman dan guru tentang letak tempat dengan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu berdiri di depan rumahmu, apa yang ada di sebelah kanan dan kiri rumahmu?
  2. Bagaimana caramu menjelaskan jalan ke rumahmu kepada teman yang belum pernah ke sana?
  3. Menurutmu, kenapa penting tahu letak tempat-tempat di sekitar rumah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kondisi murid, lalu meminta murid duduk dengan nyaman.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta 2–3 murid menyebutkan apa yang ada di sebelah kanan dan kiri bangku mereka saat ini. Guru mencatat apakah murid sudah mengenal kata kanan, kiri, depan, belakang.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau kamu berdiri di depan rumahmu, apa yang ada di sebelah kanan dan kiri rumahmu?' Guru memberi waktu sejenak agar murid berpikir.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar cara menjelaskan letak tempat di sekitar rumah menggunakan kata depan, belakang, kiri, dan kanan, serta berlatih menjawab pertanyaan dengan sopan.'
  • Guru menampilkan gambar 'Di Sekitar Rumah Bayu' dari Buku Siswa di papan tulis atau layar proyektor sebagai apersepsi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati gambar 'Di Sekitar Rumah Bayu' dengan saksama selama 1–2 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan bertahap: 'Di mana letak sekolah Bayu? Apa yang ada di depan rumah Bayu? Apa yang ada di sebelah kiri pasar?' Murid menjawab secara lisan.
  • Guru memperkenalkan dan menuliskan empat kata kunci di papan tulis: DEPAN — BELAKANG — KIRI — KANAN. Guru mengucapkan setiap kata dengan jelas dan meminta murid mengulanginya bersama-sama.
  • Guru memberikan contoh kalimat deskripsi letak secara lisan: 'Pohon pisang ada di depan rumah Bayu.' 'Sungai ada di belakang jembatan.' Murid menirukan.
  • Guru mengajak murid menghubungkan kata kunci dengan pengalaman nyata: 'Sekarang coba lihat sekeliling kelas. Siapa yang bisa menyebutkan apa yang ada di depan, belakang, kiri, atau kanan kalian?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar gambar lingkungan sekitar rumah (bisa gambar dari Buku Siswa halaman 197–198 atau gambar sejenis yang disiapkan guru).
  • Setiap kelompok berlatih tanya-jawab menggunakan gambar. Satu murid mengajukan pertanyaan, misalnya: 'Di mana letak pohon itu?' dan murid lain menjawab menggunakan kata depan, belakang, kiri, atau kanan.
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati dan mencatat kemampuan murid dalam menggunakan kata kunci posisi dan kesantunan dalam merespons pertanyaan. Guru memberi umpan balik langsung kepada kelompok yang membutuhkan bantuan.
  • Setelah latihan kelompok (±8 menit), setiap kelompok mengirimkan satu wakil untuk mempraktikkan tanya-jawab di depan kelas. Guru dan teman-teman memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.
  • Guru mengajak seluruh kelas bermain 'Tunjuk dan Ceritakan': Guru menunjuk satu tempat pada gambar besar di papan, lalu murid yang ditunjuk menyebutkan letaknya ('Masjid itu ada di sebelah kanan rumah Bayu.'). Kegiatan dilakukan secara bergantian untuk 5–6 murid.
  • Diferensiasi proses: Murid yang sudah lancar diminta membuat kalimat deskripsi letak lebih dari satu kata posisi sekaligus ('Pohon ada di depan dan di kiri rumah.'). Murid yang masih kesulitan mendapat kartu bantu bergambar dengan label kata posisi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru menampilkan kembali gambar 'Di Sekitar Rumah Bayu' dan mengajukan pertanyaan reflektif: 'Tadi kita sudah belajar kata apa saja untuk menjelaskan letak? Mana yang paling mudah? Mana yang masih agak sulit?'
  • Murid secara mandiri (atau berpasangan bagi yang belum percaya diri) menjawab pertanyaan lisan refleksi diri: 'Sudahkah aku bisa menyebutkan letak tempat dengan kata kanan, kiri, depan, belakang?' Guru memandu dengan mengangkat tangan: 'Angkat tangan kalau sudah bisa!'
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi: 'Coba ceritakan satu hal yang kamu pelajari hari ini tentang letak tempat di sekitar rumah.' Guru memberi penguatan positif atas setiap jawaban.
  • Guru menghubungkan materi dengan kehidupan nyata: 'Nanti di rumah, coba ceritakan kepada orang tua kalian, apa yang ada di depan, belakang, kiri, dan kanan rumah kalian, ya!'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar menyebutkan letak tempat menggunakan kata depan, belakang, kiri, dan kanan, serta menjawab pertanyaan dengan sopan.'
  • Asesmen akhir (sumatif): Guru meminta setiap murid secara bergantian (atau sampling 5–6 murid) menjawab satu pertanyaan lisan guru tentang gambar: 'Di mana letak [nama tempat] pada gambar ini?' Guru mencatat hasil pada lembar observasi.
  • Guru memberikan tugas ringan: 'Malam ini, perhatikan lingkungan di sekitar rumah kalian. Besok ceritakan kepada teman, apa yang ada di depan, belakang, kiri, dan kanan rumah kalian.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan bersama sebagai perayaan belajar hari ini, lalu berdoa penutup.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal konsep arah mendapat kartu bergambar dengan label kata posisi (depan, belakang, kiri, kanan) sebagai alat bantu visual. Murid yang sudah lancar dapat menggunakan gambar lingkungan yang lebih kompleks atau membuat deskripsi letak lebih dari satu posisi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih lancar saat latihan tanya-jawab kelompok. Murid yang sudah cepat mendapat tantangan tambahan: menyusun 3 kalimat deskripsi letak tempat berbeda secara lisan tanpa bantuan gambar.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahamannya melalui ucapan lisan langsung, atau dengan cara menunjuk gambar sambil menyebutkan letaknya, sesuai kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 2–3 murid menyebutkan apa yang ada di sebelah kanan dan kiri bangku mereka saat ini untuk mengecek pemahaman awal tentang konsep arah.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan: 'Siapa yang tahu, apa artinya kata kanan dan kiri?' untuk mengetahui kosakata awal yang dimiliki murid.

Proses:

  • Observasi guru saat kegiatan tanya-jawab kelompok: mencatat murid yang sudah tepat menggunakan kata depan, belakang, kiri, kanan dan murid yang masih memerlukan bimbingan.
  • Observasi kesantunan berbicara: guru mencatat apakah murid merespons pertanyaan dengan bahasa yang sopan selama percakapan kelompok dan presentasi.

Akhir:

  • Tanya-jawab lisan individual: guru menunjuk satu tempat pada gambar dan murid menjawab letak tempat tersebut menggunakan kata posisi yang benar.
  • Guru mencatat hasil observasi pada Tabel Lembar Pengamatan Berbicara untuk setiap murid berdasarkan 4 level capaian.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid menjawab pertanyaan guru tentang gambar (kemampuan menggunakan kata kanan, kiri, depan, belakang).
  • Pengamatan saat latihan tanya-jawab kelompok menggunakan lembar observasi berbicara (ketepatan kata posisi dan kesantunan berbicara).
  • Umpan balik lisan guru kepada murid selama kegiatan kelompok dan presentasi.

Sumatif:

  • Tanya-jawab lisan individual di akhir pembelajaran: murid menjawab pertanyaan guru tentang letak tempat pada gambar menggunakan kata posisi yang tepat.
  • Penilaian kesantunan: murid merespons pertanyaan guru dan teman dengan bahasa yang santun.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Kata Posisi (depan, belakang, kiri, kanan)Murid belum mampu menyebutkan letak tempat menggunakan kata posisi yang benar, atau tidak merespons pertanyaan.Murid menyebutkan letak tempat dengan kata posisi yang benar hanya jika dibantu guru atau teman (dengan petunjuk langsung).Murid mampu menyebutkan letak tempat menggunakan 1–2 kata posisi yang benar secara mandiri dengan sesekali perlu dorongan.Murid mampu menyebutkan letak tempat secara mandiri menggunakan kata posisi yang tepat (depan, belakang, kiri, kanan) dalam kalimat lengkap dan jelas.
Kemampuan Merespons Pertanyaan tentang Letak TempatMurid tidak merespons pertanyaan guru atau teman tentang letak tempat.Murid merespons pertanyaan dengan jawaban singkat (kata saja) atau masih bingung membedakan arah.Murid merespons pertanyaan dengan kalimat sederhana yang cukup jelas meskipun kadang kurang tepat arahnya.Murid merespons pertanyaan tentang letak tempat dengan kalimat yang jelas, tepat, dan mudah dipahami.
Kesantunan Berbicara dalam PercakapanMurid berbicara tanpa memperhatikan kesantunan, atau tidak mau berpartisipasi dalam percakapan.Murid mau berpartisipasi dalam percakapan tetapi belum konsisten menggunakan bahasa yang santun.Murid berbicara dengan bahasa yang cukup santun dalam sebagian besar percakapan.Murid berbicara dengan bahasa yang santun secara konsisten: menggunakan kata tolong, terima kasih, maaf saat relevan, dan merespons dengan ramah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah mendapat kesempatan berbicara dan mempraktikkan kata posisi hari ini?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih untuk memahami konsep kiri-kanan? Apa langkah tindak lanjut yang perlu saya siapkan?
  • Apakah kegiatan tanya-jawab kelompok sudah memberi ruang yang cukup bagi murid untuk berlatih berbicara secara mandiri?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan gambar yang digunakan sudah cukup dekat dengan pengalaman nyata murid?

Refleksi Murid:

  • Kata apa yang sudah kamu hafal untuk menjelaskan letak tempat? (depan, belakang, kiri, atau kanan?)
  • Apakah kamu sudah bisa menjawab pertanyaan teman dan guru dengan sopan?
  • Apa yang masih terasa sulit bagimu hari ini? Mau minta bantuan siapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1, Penulis: Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023 — Bab 8 'Di Sekitar Rumah', halaman 196–203.
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VIII 'Di Sekitar Rumah', halaman 222–229.
  3. Gambar 'Di Sekitar Rumah Bayu' (dari Buku Siswa atau dicetak/ditampilkan di proyektor).
  4. Kartu kata posisi bergambar (depan, belakang, kiri, kanan) — dibuat guru sebagai alat diferensiasi.
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci.
  6. Proyektor atau layar (opsional, untuk menampilkan gambar lebih besar).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.