Modul AjarPertemuan 4Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca Kata Sederhana Bertema Lingkungan Sekitar Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca bersama, murid mampu membaca kata-kata sederhana yang berkaitan dengan lingkungan sekitar rumah (sungai, pohon, jalan, jembatan, pagar) dengan fasih.
  2. Melalui kegiatan mengamati gambar lingkungan sekitar rumah, murid mampu menghubungkan kata dengan gambar benda yang sesuai dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang bisa kamu lihat di sekitar rumahmu ketika kamu berjalan ke sekolah?
  2. Pernahkah kamu melewati jembatan atau sungai? Bagaimana rasanya?
  3. Jika kamu mendengar kata 'pohon', gambar apa yang muncul di pikiranmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 5 kartu gambar (sungai, pohon, jalan, jembatan, pagar) satu per satu dan meminta murid menyebutkan nama benda tersebut secara lisan. Guru mencatat murid yang sudah/belum mengenal kata-kata tersebut.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja yang bisa kamu lihat di sekitar rumahmu ketika berjalan ke sekolah? Pernahkah kamu melewati jembatan atau sungai?' Guru memberi ruang bagi beberapa murid untuk menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar membaca kata-kata tentang tempat di sekitar rumah, dan kita akan main mencocokkan kata dengan gambarnya!'
  • Guru mengajak murid melakukan 'Tepuk Lingkungan' sebagai ice breaking (guru menyebut nama benda, murid bertepuk dan menirukan gerakannya, misalnya tepuk pohon = angkat tangan ke atas seperti pohon).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 5 kartu kata besar di papan tulis: SUNGAI, POHON, JALAN, JEMBATAN, PAGAR. Di sebelahnya ditempel kartu gambar yang belum dipasangkan.
  • Guru membaca setiap kata dengan suara jelas dan lantai, sambil menunjuk kartu kata satu per satu. Murid mendengarkan dan mengamati.
  • Guru mengulang membaca kata, kali ini murid mengikuti bersama-sama (choral reading). Lakukan 2 putaran dengan tempo yang bervariasi: lambat lalu normal.
  • Guru menunjukkan gambar buku siswa halaman peta lingkungan sekitar rumah Bayu. Bersama-sama, guru dan murid mengidentifikasi benda-benda dalam peta (pohon pisang, sungai, jembatan, jalan, pagar) sambil menyebut namanya.
  • Guru melakukan 'Read Aloud Mini': membacakan kalimat pendek yang memuat kata target, misalnya 'Di dekat rumah ada sungai yang jernih.' Murid menyimak lalu menunjuk gambar yang dimaksud.
  • Guru mengecek pemahaman awal dengan bertanya: 'Coba tunjuk, mana gambar JEMBATAN? Sekarang tunjuk tulisannya di papan!' (asesmen proses awal).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Kolaborasi):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat amplop berisi kartu kata (SUNGAI, POHON, JALAN, JEMBATAN, PAGAR) dan lembar gambar lingkungan sekitar rumah.
  • Tugas kelompok: mencocokkan setiap kartu kata dengan gambar yang sesuai pada lembar gambar, lalu menempelkan atau meletakkan kartu kata di atas gambar yang tepat.
  • Saat kelompok bekerja, guru berkeliling mengamati dan memberikan scaffolding kepada murid yang kesulitan dengan cara menunjuk huruf awal kata dan meminta murid mengucapkannya.
  • Setelah selesai, setiap kelompok bergantian menunjukkan hasil pasangannya ke kelas. Satu anggota kelompok membacakan kata sambil menunjuk gambar. Kelas memberikan respons 'Betul!' atau membantu membetulkan jika ada yang kurang tepat.
  • Guru memimpin permainan 'Tebak Kata': guru mendeskripsikan ciri benda ('Tempat air mengalir, bisa ada ikan di dalamnya') dan murid berlomba mengangkat tangan lalu membacakan kartu kata yang sesuai.
  • Murid secara individu mengerjakan lembar kerja sederhana: menarik garis dari kata ke gambar yang sesuai (5 soal pasang kata-gambar). Ini menjadi asesmen proses utama.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berdiskusi singkat: 'Kata mana yang paling mudah kamu baca? Kata mana yang paling sulit? Kenapa?'
  • Guru memperlihatkan kembali peta lingkungan rumah Bayu dan meminta beberapa murid secara sukarela menunjuk serta membacakan satu kata yang ada di peta.
  • Murid mengisi 'Buku Refleksiku' (selembar kertas lipat kecil) dengan menggambar salah satu benda dari kata yang dipelajari hari ini dan menuliskan namanya di bawah gambar tersebut. Murid yang belum bisa menulis boleh dibantu guru atau teman.
  • Guru bertanya: 'Kapan kalian pernah melihat benda-benda ini di kehidupan nyata? Ceritakan satu saja kepada teman di sebelahmu!' (pair share singkat 1 menit).
  • Guru memberikan umpan balik positif dan spesifik terhadap proses belajar hari ini, misalnya: 'Ibu senang tadi semua mau mencoba membaca. Kalian hebat sudah berani!'

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan review kilat: guru menunjuk kartu kata secara acak, murid membaca secara serempak.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: memanggil 4–5 murid secara acak untuk membacakan satu kartu kata dan menunjuk gambarnya. Catat hasilnya dalam lembar observasi.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan: 'Mulai hari ini, kalau kalian jalan-jalan di sekitar rumah, coba perhatikan ada jembatan, sungai, atau pohon tidak? Dan ingat cara membacanya!'
  • Guru mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal kata target: guru menyediakan kartu kata dengan gambar kecil di sudut kartu (word-picture card) agar ada petunjuk visual tambahan. Untuk murid yang sudah lancar: diberikan kartu kata tambahan (ladang, sawah, got) sebagai tantangan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih lancar (peer tutoring) saat kegiatan mencocokkan kartu. Guru memberikan scaffolding fonik jika diperlukan (mengeja per suku kata: su-ngai, poh-on, ja-lan). Murid yang cepat dapat membantu menempel kartu kata di papan kelas atau menjadi 'pembaca kelas' saat sesi berbagi.
  • Produk: Murid yang belum bisa menulis cukup menggambar benda dan menyebutkan namanya secara lisan kepada guru. Murid yang sudah bisa menulis menuliskan nama benda di lembar refleksi. Murid yang sudah sangat lancar dapat menuliskan kalimat pendek menggunakan salah satu kata target.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 5 kartu gambar (sungai, pohon, jalan, jembatan, pagar) satu per satu dan meminta murid menyebutkan nama benda secara lisan.
  • Guru mencatat murid yang sudah mengenal kata-kata tersebut (secara lisan maupun tertulis) dan yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru saat choral reading: perhatikan murid yang ragu-ragu atau salah mengucapkan kata tertentu.
  • Pengamatan saat kerja kelompok mencocokkan kartu kata-gambar: catat ketepatan dan kemandirian murid.
  • Koreksi bersama lembar kerja individu (tarik garis kata ke gambar): guru dan murid mencocokkan jawaban secara klasikal, guru mengidentifikasi kesalahan umum untuk ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual: guru menunjuk 4–5 kartu kata secara acak kepada setiap murid yang dipanggil; murid membacakan kata dan menunjuk gambar yang sesuai. Hasilnya dicatat di lembar observasi guru.
  • Lembar kerja mencocokkan kata dengan gambar (5 pasang) yang dikerjakan secara individu dikumpulkan sebagai portofolio awal. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi lisan saat choral reading: guru memperhatikan ketepatan dan kelancaran pelafalan setiap murid.
  • Pengamatan saat kegiatan mencocokkan kartu kata dengan gambar dalam kelompok: guru mencatat murid yang memerlukan bimbingan tambahan.
  • Lembar kerja individu menarik garis kata ke gambar (5 soal): dinilai ketepatan pasangan kata-gambar.

Sumatif:

  • Asesmen lisan individu di akhir pembelajaran: murid membacakan 1–2 kartu kata yang ditunjuk guru secara acak dan menunjuk gambar yang sesuai.
  • Lembar kerja mencocokkan kata dan gambar (5 soal) dikumpulkan sebagai bukti capaian TP 1.8.4.1 dan 1.8.4.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Kata Sederhana (TP 1.8.4.1)Murid belum mampu membaca satu pun kata target (sungai, pohon, jalan, jembatan, pagar) meski dengan bantuan guru.Murid mampu membaca 1–2 kata target dengan benar, masih perlu bantuan guru untuk mengeja suku kata.Murid mampu membaca 3–4 kata target dengan benar dan cukup lancar, sesekali masih mengeja.Murid mampu membaca semua 5 kata target dengan fasih dan tepat tanpa bantuan.
Menghubungkan Kata dengan Gambar (TP 1.8.4.2)Murid belum mampu menghubungkan satu pun kata dengan gambar yang benar meski dibimbing.Murid mampu menghubungkan 1–2 kata dengan gambar yang tepat; pasangan lainnya masih keliru.Murid mampu menghubungkan 3–4 kata dengan gambar yang tepat secara mandiri.Murid mampu menghubungkan semua 5 kata dengan gambar yang tepat secara mandiri dan cepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih membaca kata target secara lisan?
  • Kata mana yang paling banyak membuat murid kesulitan, dan apa yang perlu saya lakukan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif untuk murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apakah tiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan dengan alokasi waktu yang proporsional?

Refleksi Murid:

  • Kata apa yang sudah bisa kamu baca hari ini? (Murid menunjuk kartu kata favorit mereka)
  • Apakah kamu merasa senang belajar hari ini? Tunjukkan dengan mengangkat 1 jari (kurang senang), 2 jari (senang), atau 3 jari (sangat senang).
  • Benda apa dari kata yang kita pelajari hari ini yang ada di sekitar rumahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas 1 SD/MI Edisi Revisi (Sofie Dewayani, 2023) — Bab 8 'Di Sekitar Rumah', halaman 196–198
  2. Kartu kata besar (flashcard): SUNGAI, POHON, JALAN, JEMBATAN, PAGAR (dapat dicetak atau ditulis tangan di kertas A5)
  3. Kartu gambar: ilustrasi sungai, pohon, jalan, jembatan, pagar (dapat digunting dari buku siswa atau dicetak terpisah)
  4. Lembar kerja individu: soal menarik garis antara kata dan gambar (5 pasang)
  5. Lembar 'Buku Refleksiku': kertas lipat kecil untuk menggambar dan menulis nama benda
  6. Papan tulis dan perekat/selotip untuk menempel kartu kata dan gambar
  7. Lembar observasi guru untuk mencatat perkembangan membaca setiap murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.