Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita tentang Lingkungan Sekitar Rumah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak Cerita tentang Lingkungan Sekitar Rumah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita tentang Lingkungan Sekitar Rumah

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak Cerita tentang Lingkungan Sekitar Rumah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak Cerita tentang Lingkungan Sekitar Rumah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak cerita bergambar yang dibacakan guru tentang lingkungan sekitar rumah, murid mampu memahami informasi dan menjawab pertanyaan tentang isi cerita dengan tepat.
  2. Setelah menyimak cerita tentang lingkungan sekitar rumah, murid mampu menceritakan kembali isi cerita secara lisan dengan bantuan gambar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang ada di sekitar rumahmu? Ada pohon, jalan, atau tempat apa lagi?
  2. Pernahkah kalian berjalan-jalan di sekitar rumah? Hal menarik apa yang pernah kalian lihat?
  3. Kalau ada teman yang belum tahu jalan ke sekolah, bagaimana cara kalian menjelaskannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan sapaan hangat.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat secara lisan — 'Siapa yang rumahnya dekat pasar? Siapa yang rumahnya dekat sawah atau sungai?' — untuk memetakan latar belakang pengalaman murid tentang lingkungan sekitar rumah.
  • Guru memperlihatkan gambar atau ilustrasi sederhana lingkungan sekitar rumah (bisa dari Buku Siswa halaman 196–197) dan bertanya: 'Kalian lihat apa saja di gambar ini?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah anak: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita seru tentang lingkungan di sekitar rumah, lalu kita ceritakan kembali dengan gambar, ya!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk nyaman dan siap menyimak — tangan di atas meja, mata melihat ke depan, telinga siap mendengar (guru dapat memodelkan posisi siap menyimak bersama-sama).
  • Guru membacakan cerita bergambar tentang lingkungan sekitar rumah Bayu (bersumber dari Buku Siswa Bab 8) dengan suara jelas, ekspresif, dan menunjukkan gambar pada setiap bagian cerita agar murid dapat mengikuti alur cerita secara visual.
  • Setelah cerita selesai dibacakan, guru memberikan jeda sejenak dan bertanya: 'Kalian tadi mendengar cerita tentang apa?' untuk mengecek daya tangkap awal murid.
  • Guru mengajukan 3–4 pertanyaan lisan tentang isi cerita secara klasikal, misalnya: 'Siapa tokoh dalam cerita tadi?', 'Di mana Bayu tinggal?', 'Apa saja yang ada di sekitar rumah Bayu?', 'Bagaimana Bayu pergi ke sekolah?'
  • Murid menjawab pertanyaan secara lisan — guru memberi kesempatan kepada beberapa murid untuk menjawab, dan merespons setiap jawaban dengan umpan balik positif dan korektif.
  • Guru membacakan ulang bagian cerita yang belum dipahami murid berdasarkan jawaban yang kurang tepat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja bergambar berisi 4–5 gambar potongan cerita yang urutannya diacak (adegan dari cerita yang baru disimak).
  • Murid diminta mengurutkan gambar sesuai urutan cerita yang telah disimak secara mandiri terlebih dahulu.
  • Setelah murid menyelesaikan urutan gambar, guru meminta 2–3 murid untuk maju ke depan dan menceritakan kembali isi cerita secara lisan dengan menunjuk gambar-gambar yang telah diurutkan.
  • Guru memandu murid yang maju dengan kalimat pemandu jika diperlukan, misalnya: 'Lalu, setelah itu apa yang terjadi?' untuk membantu kelancaran bercerita.
  • Murid lain menyimak temannya bercerita dan diberikan kesempatan untuk menambahkan atau mengoreksi jika ada yang terlewat.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap setiap penampilan murid, dengan menekankan hal positif terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Hal apa yang paling kalian ingat dari cerita tadi? Mengapa bagian itu menarik buat kalian?'
  • Guru mengaitkan isi cerita dengan kehidupan nyata murid: 'Apakah lingkungan di sekitar rumah kalian mirip dengan rumah Bayu? Apa bedanya?'
  • Murid diminta menyebutkan satu kata atau satu kalimat pendek yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini — guru dapat menggunakan kartu emoji sederhana (senang, bingung, atau ingin tahu lagi) sebagai alat refleksi visual yang mudah digunakan anak kelas 1.
  • Guru mencatat murid yang masih kesulitan menjawab pertanyaan isi cerita sebagai bahan tindak lanjut.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah mendengarkan cerita tentang lingkungan sekitar rumah Bayu, menjawab pertanyaan, dan menceritakannya kembali dengan gambar.'
  • Asesmen akhir: Guru meminta satu atau dua murid secara acak untuk menceritakan kembali satu adegan dari cerita sebagai bukti capaian belajar lisan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menghubungkan cerita dengan keseharian: 'Pulang sekolah nanti, coba perhatikan lingkungan di sekitar rumah kalian, ya!'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menyimak, guru dapat menggunakan gambar yang lebih besar dan warna-warni serta membacakan cerita dengan tempo lebih lambat dan intonasi yang lebih ekspresif. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru dapat menyediakan versi cerita yang sedikit lebih panjang atau dengan kosakata yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan dengan bantuan gambar atau petunjuk verbal dari guru ('Lihat gambar ini, apa yang sedang dilakukan tokohnya?'). Murid yang cepat tangkap dapat langsung menceritakan kembali cerita tanpa bantuan urutan gambar, hanya dengan mengingat isi cerita.
  • Produk: Murid yang memerlukan scaffolding lebih banyak cukup menceritakan 2–3 adegan utama cerita dengan bantuan gambar yang sudah diurutkan guru. Murid yang lebih mandiri dapat menceritakan seluruh urutan cerita secara runtut dan menambahkan pendapat atau perasaan mereka tentang cerita tersebut.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan sebelum cerita dibacakan: guru bertanya tentang lingkungan sekitar rumah masing-masing murid untuk memetakan latar pengetahuan dan pengalaman awal mereka.
  • Observasi respons murid saat melihat gambar lingkungan sekitar rumah untuk mengetahui kosakata yang sudah mereka kuasai.

Proses:

  • Observasi kemampuan menyimak: guru mencatat apakah murid memperhatikan saat cerita dibacakan (sikap duduk, arah pandang, dan respons nonverbal).
  • Cek pemahaman lisan: guru mengajukan pertanyaan tentang isi cerita dan mencatat murid yang menjawab dengan tepat, kurang tepat, atau tidak menjawab.
  • Pengamatan kegiatan mengurutkan gambar: guru memantau apakah murid mampu mengurutkan gambar sesuai alur cerita secara mandiri.
  • Observasi bercerita lisan: guru mengamati kelancaran, keruntutan, dan kesesuaian isi saat murid menceritakan kembali cerita dengan bantuan gambar.

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan individual: setiap murid diminta menceritakan kembali isi cerita (minimal 3 adegan) secara lisan dengan bantuan gambar yang telah diurutkan, dinilai menggunakan rubrik aspek pemahaman isi dan kemampuan bercerita lisan.
  • Tanya jawab penutup: guru mengajukan 2–3 pertanyaan tentang isi cerita kepada murid secara acak sebagai konfirmasi pemahaman di akhir pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru memantau kemampuan murid menjawab pertanyaan isi cerita selama tahap Memahami.
  • Pengamatan proses: guru mengamati kemampuan murid mengurutkan gambar dan kelancaran bercerita lisan selama tahap Mengaplikasi.
  • Refleksi lisan: guru mencermati kemampuan murid mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadinya selama tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Bercerita lisan: murid menceritakan kembali isi cerita secara lisan dengan bantuan gambar yang telah diurutkan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Jawaban lisan pertanyaan isi cerita: murid menjawab 3 pertanyaan tentang tokoh, tempat, dan kejadian dalam cerita, dinilai ketepatan jawabannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Isi Cerita (TP 1.8.3.1)Murid tidak mampu menjawab pertanyaan tentang isi cerita meskipun dengan bantuan gambar dan petunjuk verbal dari guru.Murid mampu menjawab 1 pertanyaan tentang isi cerita dengan benar, dengan bantuan gambar dan petunjuk verbal dari guru.Murid mampu menjawab 2–3 pertanyaan tentang isi cerita dengan benar secara mandiri atau dengan sedikit bantuan.Murid mampu menjawab seluruh pertanyaan tentang isi cerita (tokoh, tempat, kejadian) dengan tepat dan lancar secara mandiri.
Kemampuan Bercerita Lisan dengan Bantuan Gambar (TP 1.8.3.2)Murid tidak mampu menceritakan kembali isi cerita meskipun sudah dibantu gambar dan pertanyaan pancingan dari guru.Murid mampu menceritakan 1–2 adegan cerita secara lisan dengan bantuan gambar dan banyak panduan dari guru.Murid mampu menceritakan kembali 3–4 adegan cerita secara lisan dengan bantuan gambar, cukup runtut, dan hanya sesekali membutuhkan panduan guru.Murid mampu menceritakan kembali seluruh isi cerita secara lisan dengan runtut, jelas, dan mandiri menggunakan gambar sebagai panduan, tanpa perlu bantuan guru.
Keruntutan Urutan Cerita (mengurutkan gambar)Murid tidak mampu mengurutkan gambar sesuai alur cerita meskipun dibantu guru.Murid mampu mengurutkan 1–2 gambar dengan benar dari total gambar yang tersedia, dengan bantuan guru.Murid mampu mengurutkan sebagian besar gambar (3–4 dari 5) dengan benar secara mandiri.Murid mampu mengurutkan seluruh gambar dengan benar dan runtut sesuai alur cerita secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyimak cerita dengan penuh perhatian? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah dari cara saya membacakan cerita?
  • Seberapa banyak murid yang mampu menjawab pertanyaan isi cerita dengan tepat? Apakah tingkat kesulitan pertanyaan sudah sesuai dengan fase dan usia mereka?
  • Apakah kegiatan mengurutkan gambar dan bercerita lisan berjalan dengan efektif? Apakah alokasi waktu mencukupi untuk semua tahap kegiatan?
  • Diferensiasi apa yang perlu saya perkuat pada pertemuan berikutnya untuk mendukung murid yang belum berkembang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu ingat dari cerita yang tadi kita dengarkan bersama?
  • Bagaimana perasaanmu saat bercerita di depan kelas tadi? Senang, gugup, atau biasa saja?
  • Apakah kamu sudah bisa menceritakan kembali isi cerita dengan baik? Bagian mana yang masih sulit bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 — Bab 8 'Di Sekitar Rumah', halaman 195–221 (Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  3. Cerita bergambar tentang lingkungan sekitar rumah (dari Buku Siswa atau cerita bergambar sederhana buatan guru yang relevan dengan konteks lingkungan lokal murid)
  4. Lembar kerja bergambar berisi potongan gambar adegan cerita yang diacak urutannya (disiapkan guru)
  5. Kartu emoji untuk refleksi murid (senang, bingung, ingin tahu lagi) — dapat dicetak atau digambar tangan
  6. Papan tulis atau kertas plano untuk menampilkan gambar cerita secara klasikal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.