Modul AjarPertemuan 7Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menceritakan kembali isi bacaan tentang hidup hemat dan keinginan yang bijak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menceritakan kembali isi bacaan tentang hidup hemat dan keinginan yang bijak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menceritakan kembali isi bacaan tentang hidup hemat dan keinginan yang bijak

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menceritakan kembali isi bacaan tentang hidup hemat dan keinginan yang bijak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenceritakan kembali isi bacaan tentang hidup hemat dan keinginan yang bijak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Setelah membaca dan menyimak teks tentang hidup hemat, murid dapat menceritakan kembali isi bacaan tentang cara bijak mewujudkan keinginan menggunakan kalimat sederhana secara lisan.
  2. Melalui kegiatan presentasi singkat di depan kelas, murid dapat mengungkapkan satu keinginan dan alasan memilih keinginan tersebut dengan bantuan gambar yang dibuatnya sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menginginkan sesuatu yang belum bisa kalian miliki sekarang? Ceritakan!
  2. Kalau kalian punya uang, apa yang lebih penting: membeli mainan baru atau membeli sesuatu yang benar-benar kalian butuhkan? Mengapa?
  3. Bagaimana caranya supaya keinginan kita bisa terwujud tanpa harus meminta terus-menerus kepada orang tua?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar pasar atau toko mainan, lalu bertanya singkat kepada beberapa murid — 'Pernah minta dibelikan sesuatu tapi tidak langsung dikasih? Bagaimana perasaanmu?' untuk mengetahui pemahaman awal tentang keinginan dan kebutuhan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan menyimak cerita tentang Bimo yang ingin membeli truk mainan, lalu kalian akan bercerita ulang dan mempresentasikan keinginan kalian sendiri.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru memberikan motivasi singkat: 'Keinginan itu wajar, tapi kita perlu belajar cara bijak mewujudkannya, seperti yang akan kita pelajari dari cerita Bimo hari ini.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membacakan cerita 'Bimo di Pasar' dari Buku Siswa Bab 7 (hal. 167–174) dengan ekspresif dan intonasi menarik, sambil menunjukkan gambar-gambar ilustrasi dari buku. (Prinsip: Menggembirakan)
  • Murid menyimak dengan penuh perhatian. Guru sesekali berhenti dan bertanya singkat: 'Lihat gambar ini — apa yang Bimo lihat di pasar?' untuk menjaga fokus simakan. (Prinsip: Berkesadaran)
  • Setelah selesai membaca, guru memandu murid menjawab 5 pertanyaan pemahaman dari buku siswa secara lisan bersama-sama: (1) Siapa nama anak pada cerita? (2) Apa yang diinginkan Bimo? (3) Apakah Bimo langsung mendapatkannya? (4) Apa yang dilakukan Ayah untuk membantu Bimo? (5) Apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan Bimo? (Prinsip: Bermakna)
  • Guru menuliskan di papan tulis bagan sederhana berisi: TOKOH — KEINGINAN — ALASAN TIDAK BISA LANGSUNG — CARA BIJAK MEWUJUDKAN. Guru mengisi bagan ini bersama murid berdasarkan jawaban mereka. (Prinsip: Bermakna)
  • Guru membimbing murid memahami pesan moral cerita: 'Keinginan boleh ada, tapi kita harus memikirkan kebutuhan yang lebih penting dulu, dan menabung adalah cara bijak.' (Prinsip: Bermakna)

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan dua kegiatan yang akan dilakukan murid: (1) menceritakan kembali kisah Bimo, dan (2) mempresentasikan keinginan mereka sendiri dengan bantuan gambar.
  • Kegiatan 1 — Menceritakan Kembali: Guru meminta 3–4 murid secara sukarela maju ke depan dan menceritakan kembali isi cerita Bimo menggunakan kalimat sederhana mereka sendiri. Guru memberikan bimbingan dengan menunjuk bagan di papan tulis sebagai panduan bercerita. (Prinsip: Berkesadaran)
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif setelah setiap murid bercerita: memuji keberanian dan mengarahkan bila ada bagian cerita yang terlewat.
  • Kegiatan 2 — Menggambar Keinginan: Murid mendapat selembar kertas HVS. Mereka diminta menggambar SATU keinginan mereka yang paling ingin diwujudkan, lalu menulis atau mendiktekan kepada guru satu kalimat sederhana: 'Aku ingin ___ karena ___.' (Prinsip: Menggembirakan, Bermakna)
  • Guru mendampingi, berkeliling kelas membantu murid yang kesulitan mengungkapkan keinginan atau menulis kalimat.
  • Kegiatan 3 — Presentasi Singkat: Setiap murid secara bergiliran maju ke depan kelas, menunjukkan gambarnya, dan mengucapkan kalimat keinginannya: 'Aku ingin ___ karena ___.' Guru mendorong murid lain untuk menyimak dan memberi tepuk tangan. (Prinsip: Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau tetap di tempat duduk masing-masing, lalu bertanya: 'Dari cerita Bimo, apa yang paling kalian ingat?' dan 'Apakah keinginan kalian yang kalian gambar tadi termasuk kebutuhan atau keinginan?' (Prinsip: Berkesadaran)
  • Murid diberikan kesempatan menjawab secara lisan secara bergiliran (2–3 murid). Guru menanggapi dengan hangat dan menghubungkan jawaban mereka dengan pesan cerita. (Prinsip: Bermakna)
  • Guru memandu murid mengisi lembar refleksi diri sederhana bergambar (3 ekspresi wajah: senang, biasa, bingung) dengan pertanyaan: 'Aku sudah bisa menceritakan kembali cerita Bimo' dan 'Aku sudah bisa menyebutkan keinginanku dan alasannya.' Murid melingkari gambar wajah yang sesuai. (Prinsip: Berkesadaran, Menggembirakan)
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Keinginan itu boleh punya, tapi kita harus bijak — pikirkan kebutuhanmu dulu, dan bisa menabung untuk mewujudkannya.'

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian bercerita dan berpresentasi hari ini.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat secara lisan: menunjuk 2–3 murid secara acak dan meminta mereka menyebutkan satu hal yang mereka ingat dari cerita Bimo hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan karakter: 'Seperti Bimo yang belajar bijak dengan keinginannya, kalian juga bisa belajar menabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan keinginan kalian.'
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut: 'Di rumah, ceritakan kisah Bimo kepada ayah, ibu, atau kakak kalian, dan tunjukkan gambar keinginan kalian ya!'
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar, guru menyediakan gambar seri cerita Bimo (4–5 panel gambar berurutan) sebagai panduan visual saat menceritakan kembali, sehingga mereka tidak perlu mengandalkan ingatan verbal semata.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menguasai diminta menceritakan kembali cerita Bimo secara lengkap (awal–tengah–akhir) tanpa bantuan bagan di papan tulis. Murid yang membutuhkan dukungan lebih boleh bercerita sambil melihat bagan atau dengan panduan pertanyaan guru: 'Lalu apa yang terjadi selanjutnya?'
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat menambahkan kalimat alasan yang lebih lengkap pada presentasinya, misalnya: 'Aku ingin ___ karena ___, dan aku akan menabung untuk mendapatkannya.' Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan keinginan dan alasan singkat satu kalimat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar pasar atau toko mainan dan bertanya kepada 3–4 murid secara lisan: 'Pernah minta dibelikan sesuatu tapi tidak langsung dikasih? Apa yang kamu lakukan?'
  • Guru mendengarkan respons murid untuk mengukur pemahaman awal mereka tentang konsep keinginan, kebutuhan, dan sikap bijak — sebagai dasar menentukan scaffolding yang diperlukan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi lisan saat tanya jawab 5 pertanyaan pemahaman cerita — guru mencatat siapa yang sudah memahami alur cerita dan siapa yang masih perlu bimbingan.
  • Pengamatan saat murid menceritakan kembali (Kegiatan 1) — guru menilai apakah murid menyebut tokoh, keinginan, dan cara bijak mewujudkan keinginan.
  • Pengamatan saat murid menggambar dan menyusun kalimat keinginan (Kegiatan 2) — guru memastikan setiap murid memiliki satu keinginan yang dapat mereka ungkapkan.
  • Pengamatan saat presentasi (Kegiatan 3) — guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist: menyebut keinginan ✓ / menyebut alasan ✓ / berbicara dengan suara terdengar ✓).

Akhir:

  • Guru menunjuk 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan satu hal yang mereka ingat dari cerita Bimo — sebagai cek pemahaman akhir.
  • Penilaian rubrik presentasi individu: kemampuan menceritakan kembali isi cerita + kemampuan mengungkapkan keinginan dan alasannya.
  • Pengumpulan produk gambar keinginan beserta kalimat 'Aku ingin ___ karena ___' sebagai dokumentasi capaian belajar.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemahaman cerita (5 pertanyaan) secara klasikal — guru mencatat murid yang aktif menjawab dan yang masih pasif.
  • Pengamatan proses saat murid menceritakan kembali cerita Bimo di depan kelas — guru menilai kelengkapan unsur cerita dan keberanian berbicara.
  • Pengamatan saat presentasi gambar keinginan — guru menilai kemampuan murid mengungkapkan keinginan dan alasan dengan kalimat sederhana.
  • Lembar refleksi diri bergambar yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian presentasi individu: setiap murid dinilai kemampuan menceritakan kembali isi cerita dan mengungkapkan keinginan beserta alasannya menggunakan rubrik 4 level.
  • Produk gambar keinginan disertai kalimat 'Aku ingin ___ karena ___' sebagai bukti capaian tertulis/visual.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi cerita tentang hidup hemat (TP 1.7.7.1)Murid belum dapat menceritakan kembali isi cerita, atau hanya menyebutkan nama tokoh saja tanpa unsur lain.Murid dapat menyebutkan tokoh dan satu kejadian dalam cerita, namun belum menyebut pesan tentang keinginan yang bijak.Murid dapat menceritakan kembali isi cerita dengan menyebut tokoh, keinginan Bimo, dan alasan mengapa keinginan tidak langsung dipenuhi, menggunakan kalimat sederhana.Murid dapat menceritakan kembali isi cerita secara runtut (awal–tengah–akhir), menyebut tokoh, keinginan, alasan, cara bijak mewujudkan keinginan, dan menyampaikan pesan moral cerita dengan kalimat sendiri.
Mengungkapkan keinginan dan alasan melalui presentasi (TP 1.7.7.2)Murid belum dapat mengungkapkan keinginan secara lisan, atau hanya menunjukkan gambar tanpa menyebutkan keinginannya.Murid dapat menyebutkan satu keinginan dengan bantuan dorongan dan pertanyaan guru, namun belum menyertakan alasan.Murid dapat menyebutkan satu keinginan dan alasan sederhana secara lisan dengan bantuan gambar buatannya sendiri (kalimat 'Aku ingin ___ karena ___').Murid dapat mengungkapkan satu keinginan, alasan yang jelas, dan cara yang akan dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut secara lisan dengan percaya diri dan suara yang terdengar jelas, dengan bantuan gambar buatannya sendiri.
Keberanian dan kelancaran berbicara di depan kelasMurid tidak mau atau tidak berani maju ke depan kelas untuk bercerita maupun presentasi.Murid mau maju ke depan kelas namun berbicara sangat pelan, sering berhenti lama, dan memerlukan banyak dorongan dari guru.Murid mau maju ke depan kelas dan berbicara dengan suara yang cukup terdengar, meskipun sesekali masih perlu bantuan pengingat dari guru.Murid maju ke depan kelas dengan percaya diri, berbicara dengan suara jelas, kontak mata dengan teman sekelas, dan tidak memerlukan dorongan tambahan dari guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk bercerita dan berpresentasi hari ini? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemahaman yang saya berikan cukup membantu murid memahami isi cerita sebelum mereka menceritakan kembali?
  • Murid mana yang masih kesulitan mengungkapkan keinginan dan alasannya? Dukungan apa yang perlu saya siapkan untuk mereka?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga kegiatan (menceritakan kembali, menggambar, dan presentasi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Aku sudah bisa menceritakan kembali kisah Bimo hari ini. (Pilih: sudah bisa / hampir bisa / belum bisa)
  • Aku sudah bisa menyebutkan satu keinginanku dan alasannya di depan teman-teman. (Pilih: sudah bisa / hampir bisa / belum bisa)
  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang keinginan yang bijak adalah ...
  • Bagian yang paling aku suka dari pelajaran hari ini adalah ...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI (Edisi Revisi) — Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023, Bab 7 'Aku Ingin' hal. 166–175
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI (Edisi Revisi) — Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023, Bab VII
  3. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan bagan cerita (TOKOH — KEINGINAN — ALASAN — CARA BIJAK)
  4. Kertas HVS putih (1 lembar per murid) untuk menggambar keinginan
  5. Pensil, krayon, atau spidol warna untuk menggambar
  6. Lembar refleksi diri bergambar (3 ekspresi wajah) yang disiapkan guru — dapat digandakan atau digambar tangan di kertas kecil
  7. Gambar seri cerita Bimo (4–5 panel) sebagai alat bantu diferensiasi bagi murid yang membutuhkan dukungan visual tambahan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.