Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berbicara mengungkapkan keinginan diri sendiri secara lisan dengan santun

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Berbicara mengungkapkan keinginan diri sendiri secara lisan dengan santun". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berbicara mengungkapkan keinginan diri sendiri secara lisan dengan santun

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Berbicara mengungkapkan keinginan diri sendiri secara lisan dengan santun

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBerbicara mengungkapkan keinginan diri sendiri secara lisan dengan santun
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan diskusi kelas bertema keinginan, murid dapat mengungkapkan satu keinginannya secara lisan menggunakan kalimat sederhana 'Aku ingin...' dengan santun dan volume suara yang tepat.
  2. Dalam kegiatan percakapan berpasangan tentang keinginan, murid dapat merespons pernyataan keinginan teman dengan bertanya atau menanggapi secara santun menggunakan kalimat sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu boleh meminta satu benda hari ini, benda apa yang paling kamu inginkan?
  2. Bagaimana caramu memberitahu orang lain tentang keinginanmu agar mereka senang mendengarnya?
  3. Apa bedanya 'ingin' dan 'butuh'? Bisa kamu beri contohnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar mereka hari ini.
  • Asesmen Awal — Guru meminta 3–4 murid secara acak menyebutkan satu benda yang mereka inginkan saat ini; guru mencatat apakah murid sudah bisa menyusun kalimat 'Aku ingin...' secara spontan.
  • Guru menampilkan gambar dua situasi: (1) anak berbicara dengan suara keras sambil menunjuk-nunjuk, (2) anak berbicara dengan suara jelas dan senyum ramah. Guru bertanya, 'Mana cara bicara yang lebih enak didengar? Mengapa?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan belajar mengungkapkan keinginan menggunakan kalimat 'Aku ingin...' dengan santun dan volume suara yang tepat, serta belajar merespons keinginan teman.
  • Guru memperkenalkan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu singkat bagi murid untuk memikirkan jawabannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita pendek tentang Bimo yang ingin truk mainan tetapi membutuhkan sepatu (konteks dari Buku Siswa hal. 180). Guru bertanya, 'Apa yang diinginkan Bimo? Apa yang dibutuhkan Bimo?'
  • Guru mencontohkan cara mengungkapkan keinginan dengan kalimat 'Aku ingin...' menggunakan suara jelas, volume tepat, dan ekspresi santun. Contoh: 'Aku ingin minum air putih.' Guru mengulangi dua kali dengan variasi intonasi agar murid memahami pentingnya volume suara.
  • Guru memperlihatkan 4–5 kartu gambar benda (misalnya: buku, mainan, makanan, sepatu, tas) di papan tulis. Guru mengajak murid menyebut nama benda-benda tersebut bersama-sama untuk membangun kosakata.
  • Guru menjelaskan pola kalimat sederhana: 'Aku ingin [nama benda].' dan pola merespons: 'Oh, kamu ingin [nama benda]? Mengapa?' atau 'Wah, aku juga ingin [nama benda]!'
  • Guru mengajak seluruh kelas mengucapkan pola kalimat tersebut bersama-sama sebanyak dua kali dengan volume suara yang tepat (tidak berbisik, tidak berteriak).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Kegiatan Diskusi Kelas (TP 1.7.3.1): Guru meminta setiap murid memilih satu kartu gambar benda atau memikirkan benda yang benar-benar mereka inginkan.
  • Guru mengajak murid duduk melingkar (circle time). Satu per satu, murid menyebutkan keinginannya menggunakan kalimat 'Aku ingin...' dengan suara yang bisa didengar teman-teman. Guru memberikan aba-aba 'suara yang tepat ya' sebelum murid mulai berbicara.
  • Setelah setiap murid berbicara, guru memberikan respons singkat yang positif dan memberi contoh cara menanggapi: 'Wah, kamu ingin [benda]! Mengapa kamu menginginkan itu?'
  • Asesmen Proses — Selama diskusi kelas, guru menggunakan lembar observasi sederhana (checklist) untuk mencatat apakah murid: (a) menggunakan kalimat 'Aku ingin...', (b) berbicara dengan volume tepat, (c) bersikap santun.
  • Kegiatan Percakapan Berpasangan (TP 1.7.3.2): Guru membagi murid berpasangan. Setiap pasangan duduk berhadapan.
  • Guru memberikan panduan percakapan di papan tulis: Langkah 1 — Murid A berkata 'Aku ingin [benda].', Langkah 2 — Murid B merespons dengan bertanya 'Mengapa kamu ingin [benda] itu?' atau menanggapi 'Wah, aku juga ingin [benda]!', Langkah 3 — Bergantian peran.
  • Guru berkeliling memantau percakapan, mengingatkan murid yang lupa menggunakan kalimat santun, dan memberikan pujian spesifik: 'Bagus, suaramu jelas!' atau 'Hebat, responmu sangat ramah!'
  • Beberapa pasangan (2–3 pasang) diminta mempraktikkan percakapan mereka di depan kelas sebagai model untuk teman-teman lainnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk bersama dan bertanya: 'Tadi kalian sudah cerita tentang keinginan kalian. Bagaimana rasanya bisa cerita keinginan kepada teman?'
  • Guru bertanya: 'Apakah ada yang sulit saat berbicara tadi? Apa yang membuatnya sulit?' Guru memberikan ruang bagi 3–4 murid untuk menjawab.
  • Guru menampilkan kembali dua gambar situasi berbicara dari kegiatan pendahuluan dan bertanya: 'Sekarang kalian sudah tahu, cara berbicara yang mana yang sudah kalian lakukan tadi?'
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Jadi, ketika kita ingin sesuatu, kita bisa bilang 'Aku ingin...' dengan suara yang jelas dan sikap yang santun agar orang lain senang mendengarnya.'
  • Murid mengisi kartu refleksi diri sederhana bergambar (guru menyiapkan kartu dengan tiga pilihan wajah: senyum lebar = 'Aku bisa!', senyum biasa = 'Aku hampir bisa', wajah bingung = 'Aku masih perlu latihan') untuk menilai kemampuan diri sendiri hari ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyebutkan kembali secara bersama-sama pola kalimat yang telah dipelajari: 'Aku ingin...' dan satu contoh kalimat merespons.
  • Asesmen Akhir — Guru memilih 4–5 murid secara acak untuk mempraktikkan secara singkat: (a) mengungkapkan satu keinginan menggunakan 'Aku ingin...' dengan volume tepat, dan (b) merespons keinginan guru dengan kalimat sederhana.
  • Guru memberikan pesan penguatan: 'Kalian hebat sudah berani bercerita tentang keinginan kalian hari ini! Berbicara dengan santun membuat orang lain senang mendengarkan kita.'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan pembelajaran berikutnya agar murid memiliki ekspektasi yang jelas.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar: guru menyediakan kartu gambar benda sebagai bantuan visual sehingga murid cukup menunjuk gambar lalu mengucapkan 'Aku ingin [nama benda di gambar].' Untuk murid yang sudah lancar: guru mendorong mereka menambahkan alasan, misalnya 'Aku ingin buku karena aku suka membaca.'
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman yang lebih percaya diri atau dengan pendampingan guru/asisten. Murid yang cepat dapat diminta menjadi model di depan kelas atau diminta berlatih dengan lebih dari satu pasangan.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup mengucapkan kalimat 'Aku ingin...' secara lisan. Murid yang sudah berkembang dapat menggambar benda yang diinginkan dan menuliskan kalimat 'Aku ingin...' di bawah gambarnya sebagai perluasan kegiatan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 3–4 murid secara spontan menyebutkan satu benda yang mereka inginkan saat ini untuk mengetahui apakah murid sudah mengenal pola kalimat 'Aku ingin...' sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengamati respons murid terhadap dua gambar situasi berbicara untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang volume suara dan kesantunan berbicara.

Proses:

  • Checklist observasi selama diskusi kelas (TP 1.7.3.1): Apakah murid menggunakan kalimat 'Aku ingin...'? Apakah volume suara tepat? Apakah bersikap santun?
  • Observasi selama percakapan berpasangan (TP 1.7.3.2): Apakah murid merespons dengan bertanya atau menanggapi? Apakah kalimat yang digunakan sederhana dan santun?
  • Catatan anekdotal singkat untuk murid yang menunjukkan perkembangan menonjol atau yang memerlukan dukungan tambahan.

Akhir:

  • Praktik lisan individual (sampling 4–5 murid): murid mengungkapkan satu keinginan menggunakan kalimat 'Aku ingin...' dengan volume suara tepat.
  • Murid merespons pernyataan keinginan yang diucapkan guru dengan kalimat sederhana yang santun.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level mencakup aspek: penggunaan pola kalimat, volume suara, kesantunan, dan kemampuan merespons.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelas menggunakan checklist: penggunaan kalimat 'Aku ingin ...', volume suara tepat, dan sikap santun.
  • Observasi guru selama percakapan berpasangan: kemampuan merespons keinginan teman dengan bertanya atau menanggapi menggunakan kalimat sederhana yang santun.
  • Kartu refleksi diri bergambar (self-assessment) yang diisi murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Praktik lisan individual di kegiatan penutup: murid mengungkapkan satu keinginan menggunakan 'Aku ingin...' dengan volume tepat dan merespons pernyataan guru secara santun.
  • Penilaian berdasarkan rubrik 4 level pada aspek: penggunaan kalimat, volume suara, kesantunan, dan kemampuan merespons.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kalimat 'Aku ingin ...'Murid belum dapat mengucapkan kalimat 'Aku ingin...' meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat mengucapkan 'Aku ingin...' hanya dengan bantuan penuh dari guru (diingatkan pola kalimatnya).Murid dapat mengucapkan 'Aku ingin [benda].' secara mandiri dengan kalimat yang lengkap.Murid dapat mengucapkan 'Aku ingin [benda] karena [alasan].' secara mandiri, lengkap, dan lancar.
Volume SuaraMurid berbicara sangat pelan (berbisik) atau sangat keras (berteriak) sehingga tidak nyaman didengar.Murid berbicara dengan volume yang kurang tepat (terlalu pelan atau terlalu keras) meskipun sudah diingatkan.Murid berbicara dengan volume yang tepat sehingga dapat didengar teman-teman di sekitarnya.Murid secara konsisten berbicara dengan volume tepat dan intonasi yang jelas, nyaman didengar seluruh kelas.
Kesantunan BerbicaraMurid berbicara tanpa ekspresi ramah atau menggunakan nada yang tidak santun.Murid berbicara dengan santun hanya setelah diingatkan oleh guru.Murid berbicara dengan santun secara mandiri: menggunakan ekspresi ramah dan nada yang menyenangkan.Murid secara konsisten berbicara dengan santun, ekspresi ramah, dan menunjukkan sikap menghargai lawan bicara.
Kemampuan Merespons Keinginan TemanMurid tidak merespons pernyataan keinginan teman atau hanya diam.Murid merespons dengan kalimat sangat pendek atau kurang jelas (misalnya hanya mengangguk atau berkata 'oh') dengan bantuan guru.Murid merespons dengan bertanya ('Mengapa kamu ingin itu?') atau menanggapi ('Wah, aku juga ingin itu!') menggunakan kalimat sederhana yang santun secara mandiri.Murid merespons dengan antusias menggunakan kalimat yang relevan, santun, dan menunjukkan ketertarikan terhadap cerita teman (misalnya menambahkan komentar yang memperluas percakapan).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk berbicara mengungkapkan keinginannya hari ini? Jika tidak, apa hambatannya?
  • Apakah kegiatan diskusi kelas dan percakapan berpasangan sudah cukup efektif untuk mencapai kedua tujuan pembelajaran? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan menonjol, dan siapa yang masih memerlukan dukungan tambahan? Tindak lanjut apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah alokasi waktu antar kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diberi lebih banyak atau lebih sedikit waktu?

Refleksi Murid:

  • Tadi kamu sudah cerita tentang keinginanmu. Bagaimana perasaanmu ketika bercerita kepada teman?
  • Apakah kamu sudah bisa mengucapkan 'Aku ingin ...' dengan suara yang tepat? Apa yang masih terasa sulit?
  • Ketika temanmu cerita tentang keinginannya, apa yang kamu lakukan agar temanmu tahu bahwa kamu mendengarkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 7 'Aku Ingin', halaman 180
  2. Kartu gambar benda (truk mainan, buku, makanan, sepatu, tas, dan benda lain yang relevan dengan kehidupan murid) — disiapkan guru
  3. Gambar dua situasi berbicara (suara keras vs. suara tepat) untuk apersepsi — disiapkan guru (bisa berupa gambar tempel di papan tulis atau tayangan proyektor)
  4. Papan tulis dan spidol untuk menuliskan pola kalimat panduan percakapan
  5. Kartu refleksi diri bergambar (tiga pilihan wajah: senyum lebar, senyum biasa, wajah bingung) — disiapkan guru, satu kartu per murid
  6. Lembar observasi/checklist untuk guru (format sederhana dengan daftar nama murid dan kolom centang aspek penilaian)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.