MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 7 — Aku Ingin INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Aku Ingin |
|---|
| Alokasi Waktu | 31 JP (31 x 35 menit = 1085 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 14 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar tentang hidup hemat
- TP 1.7.2 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar melalui cerita tentang menabung
- TP 1.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri dan lingkungan sekitar bertema membedakan kebutuhan dan keinginan
- TP 1.7.4 Menemukan isi tayangan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar berupa gambar uang dan benda belanjaan
- TP 1.7.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar terkait membedakan keinginan dan kebutuhan
- TP 1.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca atau didengar tentang diri dan lingkungan sekitar terkait perilaku hidup berhemat
- TP 1.7.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar bertema benda kebutuhan sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kalian lakukan jika memiliki sisa uang saku sekolah?
- Mengapa kita sebaiknya tidak menghabiskan semua uang jajan dalam satu hari?
- Apa saja barang belanjaan yang dibeli orang di sekitar kita saat pergi ke pasar?
- Bagaimana cara kita mengetahui barang apa yang benar-benar perlu dibeli agar uang belanja cukup dan hemat?
- Mengapa Bimo memasukkan uangnya ke dalam celengan?
- Apa yang akan terjadi pada uang kita jika disimpan sedikit demi sedikit di celengan?
- Pernahkah kalian mengumpulkan uang bersama teman untuk membeli sesuatu di kelas?
- Mengapa kita perlu menabung bersama jika ada barang yang ingin dipakai bersama-sama?
- Kata apa saja yang biasa kita temui saat berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari?
- Bagaimana cara kita membaca kata nama bahan makanan pokok dengan lancar dan tepat?
- Barang mainan atau jajanan apa saja yang pernah kalian inginkan saat diajak ke pasar atau toko?
- Bagaimana cara kita membaca kata-kata nama mainan tersebut dengan lancar tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
- Apa perbedaan bentuk fisik uang logam dan uang kertas saat kalian melihat gambarnya?
- Bagaimana cara kita mengetahui nilai nominal pada gambar uang yang ditayangkan?
- Benda apa saja yang biasa kalian lihat dijual di warung atau pasar?
- Bagaimana cara kita mengetahui barang apa saja yang ada pada gambar belanjaan?
- Jika pensilmu patah dan temanmu menawarkan mainan baru, benda mana yang paling kamu perlukan saat ini?
- Bagaimana caramu menjawab dengan sopan ketika ditanya barang apa yang benar-benar kamu butuhkan?
- Apa barang yang paling kalian inginkan saat ini?
- Bagaimana caramu menjawab jika teman bertanya tentang barang yang ingin kamu beli?
- Apa yang dilakukan Bimo saat melihat mobil mainan di pasar?
- Mengapa Ayah mengajak Bimo menabung koin setiap hari?
- Benda apa saja yang wajib kalian bawa ke sekolah agar bisa belajar dengan lancar?
- Bagaimana posisi memegang pensil dan meletakkan huruf pada garis buku agar tulisan nama bendamu terbaca rapi?
- Benda apa saja yang selalu kita perlukan setiap hari saat berada di rumah?
- Bagaimana bentuk huruf pada nama benda kebutuhan rumah saat ditulis di buku?
- Bagaimana cara kita membedakan benda yang benar-benar kita butuhkan dengan benda yang hanya kita inginkan?
- Mengapa kita perlu menyisihkan uang saku untuk ditabung di celengan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Informasi Percakapan Aural Guru tentang Perilaku Hidup Hemat Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar tentang hidup hemat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan yang dibacakan guru dan menyebutkan informasi tentang perilaku hidup hemat diri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan teks aural pendek 2 kalimat: 'Rani membawa bekal air minum dari rumah. Rani tidak membeli es teh di kantin.' Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Apa yang dibawa Rani dari rumah?' (acuan: air minum/bekal air minum) dan 'Apa perilaku hemat yang dilakukan Rani?' (acuan: tidak membeli es teh di kantin/membawa minum sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan percakapan aural nonsastra antara Ibu dan Budi dengan intonasi wajar. Teks percakapan: Ibu: 'Budi, ini uang saku dua ribu rupiah untukmu.' Budi: 'Terima kasih, Ibu. Budi bawa bekal roti, jadi uang seribu rupiah akan Budi tabung di celengan.' Ibu: 'Anak pintar, hidup hemat itu sangat baik.' Murid menyimak dengan tenang (10 menit).
- Guru membimbing pemahaman murid dengan mengajukan 3 pertanyaan panduan lisan terkait informasi percakapan: (1) 'Berapa uang saku yang diberikan Ibu kepada Budi?' (acuan: dua ribu rupiah); (2) 'Mengapa Budi tidak jajan banyak?' (acuan: membawa bekal roti dari rumah); (3) 'Berapa uang yang dimasukkan Budi ke celengan?' (acuan: seribu rupiah) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid memainkan permainan aural menggembirakan 'Tepuk Hemat dan Sebut Cepat': Guru membacakan 4 butir pernyataan berdasarkan teks percakapan Ibu dan Budi; jika pernyataan benar murid bertepuk tangan 2 kali dan menyebutkan informasinya secara lisan bersama, jika salah murid menyilangkan tangan di dada. Butir 1: 'Budi membawa bekal roti' (acuan: benar; informasi: Budi bawa bekal roti); Butir 2: 'Budi menghabiskan semua uang sakunya' (acuan: salah; informasi yang benar: Budi menabung seribu rupiah); Butir 3: 'Uang yang ditabung Budi adalah seribu rupiah' (acuan: benar; informasi: seribu rupiah ditabung); Butir 4: 'Ibu melarang Budi menabung' (acuan: salah; informasi yang benar: Ibu memuji Budi anak pintar yang hemat) (15 menit).
- Guru membacakan teks percakapan aural kedua tentang perilaku hidup hemat diri: Ayah: 'Doni, pensilmu masih panjang, pakai yang ada dulu ya.' Doni: 'Baik, Ayah. Doni tidak jadi beli pensil baru, uangnya Doni simpan.' Ayah: 'Bagus Doni, merawat barang sendiri adalah cara berhemat.' Murid menyimak secara mandiri (10 menit).
- Murid secara bergiliran atau melalui lembar lisan menyebutkan 3 butir informasi dari teks percakapan kedua: Butir 1: 'Barang apa yang masih bisa digunakan Doni?' (acuan: pensil/pensil lama yang masih panjang); Butir 2: 'Apa yang dilakukan Doni dengan uangnya?' (acuan: disimpan/tidak jadi membeli pensil baru); Butir 3: 'Perilaku hemat apa yang dilakukan Doni?' (acuan: merawat barang sendiri/memakai pensil yang masih ada/tidak membeli pensil baru) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid merefleksikan proses belajarnya: 'Apakah mudah menemukan informasi saat kita mendengarkan percakapan dengan sungguh-sungguh?' (5 menit).
- Murid menyampaikan kembali 1 contoh perilaku hidup hemat diri yang bisa mereka lakukan di sekolah berdasarkan apa yang didengar hari ini (acuan: membawa bekal/menyisihkan uang jajan/menjaga pensil agar tidak hilang) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa menyimak percakapan membantu kita mengetahui informasi perilaku hidup hemat diri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid dalam menyimak dan menyebutkan informasi, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks percakapan dibacakan ulang secara perlahan kalimat per kalimat; untuk murid yang cepat memahami, diberikan teks percakapan aural tambahan dengan 4 rincian informasi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan panduan berseri secara lisan; murid yang mahir langsung menyebutkan seluruh informasi secara mandiri.
- Produk: Murid menyebutkan informasi secara lisan dengan kata kunci inti (bagi yang sedang berkembang) atau kalimat utuh (bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan teks aural pendek: 'Rani membawa bekal air minum dari rumah. Rani tidak membeli es teh di kantin.' Pertanyaan: (1) 'Apa yang dibawa Rani dari rumah?' (acuan: air minum/bekal air minum); (2) 'Apa perilaku hemat yang dilakukan Rani?' (acuan: tidak jajan es teh/membawa minum sendiri).
Proses:- Pengamatan lisan saat permainan 'Tepuk Hemat dan Sebut Cepat' (4 butir acuan pernyataan benar/salah).
- Penilaian unjuk kerja lisan menyebutkan 3 butir informasi dari percakapan Ayah dan Doni: (1) Benda yang masih dipakai (acuan: pensil/pensil masih panjang); (2) Keputusan Doni terhadap uangnya (acuan: disimpan/tidak dibelanjakan); (3) Perilaku hidup hemat diri yang dilakukan (acuan: merawat barang sendiri/memakai barang yang masih layak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan 1 perilaku hemat diri yang didengar dari percakapan hari ini (acuan yang diterima: membawa bekal dari rumah, menabung sisa uang saku di celengan, atau merawat pensil yang masih panjang).
Formatif:- Tanya jawab lisan terpandu saat menyimak percakapan
- Unjuk kerja lisan menyebutkan 3 butir informasi teks aural kedua
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Informasi Percakapan Aural Hidup Hemat | Belum mampu menyebutkan informasi dari teks percakapan aural yang didengarnya meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menyebutkan 1 dari 3 butir informasi teks percakapan aural tentang hidup hemat dengan bantuan dan bimbingan guru (acuan butir: benda pensil, uang disimpan, merawat barang). | Mampu menyebutkan 2 dari 3 butir informasi teks percakapan aural tentang hidup hemat secara tepat sesuai acuan (acuan butir: benda pensil, uang disimpan, merawat barang). | Mampu menyebutkan seluruh 3 butir informasi teks percakapan aural tentang hidup hemat secara tepat dan mandiri sesuai acuan (acuan butir: benda pensil, uang disimpan, merawat barang). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural percakapan yang dibacakan cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan menyimak 'Tepuk Hemat dan Sebut Cepat'?
Murid:- Bagian cerita percakapan mana yang paling kamu ingat?
- Apakah kamu bisa menceritakan cara Budi dan Doni berhemat kepada orang tuamu di rumah?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Rincian Pengeluaran dari Percakapan Aural Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar tentang hidup hemat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak percakapan aural tentang belanja hemat di pasar dan menyebutkan rincian pengeluaran belanjaan yang dibeli (5 menit).
- Asesmen awal: Guru memperdengarkan percakapan pemantik 2 kalimat: 'Ibu membeli tahu seharga tiga ribu rupiah dan tempe seharga dua ribu rupiah di pasar.' Guru bertanya kepada murid: 'Sebutkan 2 nama barang belanjaan yang dibeli Ibu beserta harganya!' Murid menjawab secara lisan. Acuan jawaban benar: (1) tahu seharga tiga ribu rupiah; (2) tempe seharga dua ribu rupiah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks percakapan aural 'Belanja Hemat di Pasar' secara lantang dan jelas sebanyak dua kali. Teks percakapan: Tokoh Pak Joko dan Bimo. Pak Joko: 'Bimo, hari ini kita hanya membawa uang dua puluh ribu rupiah untuk keperluan makan.' Bimo: 'Iya, Ayah. Apa saja yang harus kita beli?' Pak Joko: 'Kita beli beras satu kilogram seharga sepuluh ribu rupiah, sayur bayam seikat seharga tiga ribu rupiah, dan telur tiga butir seharga enam ribu rupiah.' Bimo: 'Apakah sisa uangnya bisa kita simpan, Ayah?' Pak Joko: 'Tentu, sisa seribu rupiah kita masukkan celengan agar hidup hemat.' (15 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi isi percakapan dengan mengajukan 3 pertanyaan panduan lisan: (1) 'Siapa tokoh yang berbicara dalam percakapan?' (acuan: Pak Joko/Ayah dan Bimo); (2) 'Berapa jumlah uang awal yang dibawa?' (acuan: dua puluh ribu rupiah); (3) 'Berapa sisa uang yang dimasukkan celengan untuk hidup hemat?' (acuan: seribu rupiah) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Permainan Menyimak Gembira 'Tebak Rincian Belanja': Guru membacakan kembali kalimat belanjaan Pak Joko, lalu menantang murid secara berpasangan untuk saling menyebutkan 3 rincian barang belanjaan beserta harga masing-masing yang dikeluarkan dalam percakapan (acuan: 1. Beras sepuluh ribu rupiah; 2. Sayur bayam tiga ribu rupiah; 3. Telur enam ribu rupiah) (15 menit).
- Guru memperdengarkan teks percakapan aural latihan kedua berjudul 'Ibu dan Siti di Warung Sayur'. Teks percakapan: Ibu: 'Siti, kita beli bahan sayur lodeh yang cukup untuk hari ini saja agar hemat.' Siti: 'Baik, Ibu. Apa saja yang dibeli?' Ibu: 'Kita beli labu siam seharga tiga ribu rupiah, tempe satu papan seharga empat ribu rupiah, dan cabai merah seharga dua ribu rupiah. Uang yang kita bawa sepuluh ribu rupiah, jadi sisa seribu rupiah bisa kita tabung.' (15 menit).
- Asesmen Proses: Murid secara mandiri menjawab lembar simak lisan/centang bergambar dengan menyebutkan 3 rincian barang pengeluaran belanja beserta harganya dari percakapan kedua. Acuan kunci jawaban: (1) labu siam seharga tiga ribu rupiah, (2) tempe seharga empat ribu rupiah, dan (3) cabai merah seharga dua ribu rupiah (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas bersama ketiga rincian belanjaan yang telah disimak untuk mengonfirmasi ketepatan jawaban seluruh murid (10 menit).
- Murid menyampaikan refleksi singkat dengan menunjukkan kartu jempol ke atas bila berhasil menyebutkan seluruh rincian belanjaan dan jempol ke samping bila masih tertukar harganya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini bahwa menyimak dengan saksama membantu kita mengetahui rincian pengeluaran belanja dan perilaku hidup hemat (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memperdengarkan teks aural dengan pemenggalan per kalimat rincian barang belanjaan. Bagi murid yang telah mahir, teks diperdengarkan secara utuh sekaligus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan bimbingan langsung menyebutkan satu per satu barang belanjaan, sedangkan murid mahir menyebutkan ketiga rincian barang beserta harganya secara langsung dan mandiri.
- Produk: Murid menyajikan hasil simak dengan menyebutkan rincian pengeluaran secara lisan langsung atau menandai kartu gambar belanjaan berlabel nominal harga.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyimak percakapan aural 2 kalimat singkat tentang belanja di pasar, lalu menyebutkan 2 barang belanjaan beserta harganya secara lisan. Butir soal: 'Ibu membeli tahu seharga tiga ribu rupiah dan tempe seharga dua ribu rupiah di pasar. Sebutkan 2 barang yang dibeli Ibu beserta harganya!' Acuan jawaban benar: (1) tahu seharga tiga ribu rupiah; (2) tempe seharga dua ribu rupiah.
Proses:- Menyebutkan 3 rincian pengeluaran barang belanjaan beserta harganya berdasarkan teks percakapan aural 'Ibu dan Siti di Warung Sayur'. Acuan jawaban lengkap: (1) labu siam seharga tiga ribu rupiah, (2) tempe satu papan seharga empat ribu rupiah, dan (3) cabai merah seharga dua ribu rupiah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan nominal sisa uang yang ditabung untuk hidup hemat dari percakapan aural yang disimak. Butir pertanyaan: 'Berapa rupiah sisa uang belanja Ibu dan Siti yang ditabung untuk hidup hemat?' Acuan jawaban benar: seribu rupiah.
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat di awal pertemuan untuk mengecek kesiapan menyimak rincian belanjaan
- Unjuk kerja lisan/tulis ceklis saat murid menyebutkan 3 rincian pengeluaran barang belanjaan beserta harga dari percakapan aural 'Ibu dan Siti di Warung Sayur'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Rincian Informasi Pengeluaran dari Percakapan Aural Hidup Hemat | Belum mampu menyebutkan rincian barang pengeluaran belanja dari percakapan aural, atau hanya menyebutkan 1 nama barang tanpa nominal harga meski dengan bimbingan penuh guru (acuan: labu siam 3.000, tempe 4.000, cabai merah 2.000). | Mampu menyebutkan 1-2 rincian barang pengeluaran belanja beserta harganya dengan tepat dari percakapan aural dengan bantuan arahan guru (acuan: labu siam 3.000, tempe 4.000, cabai merah 2.000). | Mampu menyebutkan seluruh 3 rincian barang pengeluaran belanja beserta nominal harganya secara tepat dan mandiri sesuai isi percakapan aural (acuan: labu siam seharga tiga ribu rupiah, tempe seharga empat ribu rupiah, dan cabai merah seharga dua ribu rupiah). | Mampu menyebutkan seluruh 3 rincian barang pengeluaran belanja beserta harganya dengan tepat dan lancar secara mandiri tanpa jeda ragu, serta menyebutkan nominal sisa uang yang dihemat untuk ditabung (acuan: sisa seribu rupiah ditabung). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks percakapan aural yang dibacakan memiliki intonasi dan kecepatan yang sesuai dengan daya simak murid kelas 1?
- Berapa banyak murid yang mampu menyebutkan seluruh rincian barang belanjaan beserta nominal harganya secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari cerita percakapan belanja hemat tadi yang paling mudah kamu ingat?
- Apakah kamu bisa menyebutkan barang apa saja yang dibeli Ibu di warung tadi?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Pesan Menabung dari Cerita Aural Diri dan Celengan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.2 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar melalui cerita tentang menabung
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memperlihatkan sebuah celengan ayam dan mengetuknya perlahan untuk memusatkan perhatian murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan terkait pesan menabung dengan memperdengarkan cerita 2 kalimat: 'Sari menyisihkan uang koin sisa jajan ke toples. Sekarang uangnya cukup untuk membeli buku gambar baru.' Guru bertanya: 'Mengapa Sari menyimpan uangnya di toples?' (acuan: agar uang terkumpul/cukup untuk membeli buku gambar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks cerita aural berjudul 'Celengan Baru Bimo': 'Saatnya Bimo menabung. Ayah memberi Bimo uang logam seribu rupiah yang bersih dan mengilap. Bimo tidak membelanjakannya untuk membeli permen. Bimo memilih memasukkan uang itu ke dalam celengan ayam miliknya. Ayah berkata bahwa uang yang disimpan sedikit demi sedikit akan menjadi banyak dan bermanfaat saat dibutuhkan.' (10 menit).
- Guru memandu murid memahami isi dan tujuan tokoh dengan menanyakan: 'Apa yang dilakukan Bimo dengan uang logamnya?' dan 'Mengapa uang itu dimasukkan ke celengan?' (acuan: Bimo memasukkannya ke celengan agar uangnya tersimpan dan terkumpul menjadi banyak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid bermain ceria 'Tebak Kartu Pesan Bimo' di mana murid mendengarkan kembali cuplikan cerita lalu menunjukkan kartu lambang jempol untuk pesan cerita yang benar dan kartu lambang silang untuk pesan yang salah (15 menit).
- Guru membagikan lembar kerja bergambar berisi 3 pernyataan aural bergambar untuk menguji kemampuan murid menunjukkan pesan cerita tentang menabung (acuan jawaban: Pernyataan 1 'Uang ditabung sedikit demi sedikit agar terkumpul banyak' [Benar]; Pernyataan 2 'Uang langsung dihabiskan untuk membeli semua jajan' [Salah]; Pernyataan 3 'Menyimpan uang di celengan bermanfaat untuk masa depan' [Benar]) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengonfirmasi hasil lembar kerja dan meminta murid menunjukkan kembali pesan utama cerita menabung dengan memilih satu dari dua kartu kesimpulan: Kartu A 'Menabung di celengan membuat uang terkumpul banyak' vs Kartu B 'Menghabiskan uang membuat celengan cepat penuh' (acuan jawaban benar: Kartu A) (15 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan kembali pesan penting menabung dari cerita yang telah didengar (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketepatan menyimak serta menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didengarkan cerita ulang secara perlahan per kalimat disertai gambar celengan; murid yang cepat menyimak diberikan tantangan memilih pesan tersirat.
- Proses: Pada kegiatan memilih kartu, murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru untuk memahami isi pilihan kartu.
- Produk: Murid menunjukkan pesan melalui lembar ceklis gambar atau memilih kartu pesan berilustrasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menyimak cerita mini 2 kalimat: 'Sari menyisihkan uang koin sisa jajan ke toples. Sekarang uangnya cukup untuk membeli buku gambar baru.' Pertanyaan: 'Apa tujuan Sari menyimpan koinnya di toples?' (Acuan jawaban: agar uang terkumpul dan bisa membeli buku gambar).
Proses:- Observasi unjuk kerja dan lembar ceklis 3 butir pernyataan pesan menabung dari teks aural 'Celengan Baru Bimo': (1) 'Uang ditabung sedikit demi sedikit agar terkumpul banyak' (Acuan: Tepat/Benar); (2) 'Uang langsung dihabiskan untuk membeli semua jajan' (Acuan: Salah/Tidak Sesuai); (3) 'Menyimpan uang di celengan bermanfaat untuk masa depan' (Acuan: Tepat/Benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid memilih satu dari dua kartu pernyataan pesan cerita: Kartu A ('Menabung di celengan membuat uang terkumpul banyak') atau Kartu B ('Menghabiskan uang membuat celengan cepat penuh'). Acuan jawaban benar: Kartu A.
Formatif:- Unjuk kerja memilih/menunjukkan kartu pernyataan pesan yang sesuai dengan cerita aural 'Celengan Baru Bimo'
- Lembar ceklis pemahaman pesan cerita menabung (3 butir pernyataan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pesan cerita aural tentang menabung | Belum mampu menunjukkan pesan cerita tentang menabung dari 3 pernyataan yang dibacakan guru (0 butir tepat). | Mampu menunjukkan 1 pesan cerita tentang menabung secara tepat dari 3 butir pernyataan yang dibacakan guru. | Mampu menunjukkan 2 pesan cerita tentang menabung secara tepat dari 3 butir pernyataan yang dibacakan guru. | Mampu menunjukkan seluruh (3 butir) pesan cerita tentang menabung secara tepat dan mandiri dari 3 butir pernyataan yang dibacakan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural tentang Bimo dan celengannya dapat dipahami dengan baik oleh semua murid?
- Apakah aktivitas permainan kartu pesan membantu murid membedakan pesan menabung secara menyenangkan?
Murid:- Bagian mana dari cerita celengan Bimo yang paling kamu ingat?
- Apakah kamu ingin mulai menyimpan uang koin di celengan seperti Bimo?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Pesan Cerita Sastra Aural tentang Menabung untuk Keperluan Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.2 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar melalui cerita tentang menabung
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka singkat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan cerita mikro: 'Dito dan Roni ingin membeli bola plastik untuk bermain bersama di lapangan sekolah. Setiap hari mereka menyisihkan uang saku ke dalam satu botol bekas sampai terkumpul cukup untuk membeli bola.' Lalu guru menanyakan: 'Apa pesan dari cerita Dito dan Roni tadi?' (acuan jawaban benar: menabung bersama untuk membeli barang keperluan bersama/bola bersama) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan teks sastra aural fabel berjudul 'Celengan Sahabat Hutan': 'Tupai dan Kelinci ingin membuat rak buku kecil di sudut taman bermain hutan agar semua hewan bisa membaca cerita bersama. Harga kayu dan paku cukup mahal jika dibeli sendiri. Tupai dan Kelinci sepakat menyisihkan biji kenari setiap sore ke dalam lubang pohon. Setelah sebulan, simpanan mereka cukup untuk membeli perlengkapan rak buku. Rak buku pun berdiri dan dinikmati bersama seluruh warga hutan.' Murid menyimak pembacaan teks dengan saksama (10 menit).
- Guru membimbing murid memahami inti cerita dengan mengajukan 2 pertanyaan pemahaman pesan: (1) 'Mengapa Tupai dan Kelinci menabung biji kenari bersama-sama?' (acuan: untuk membuat rak buku bersama/keperluan bersama hewan hutan); (2) 'Pesan kebaikan apa yang bisa kita tiru dari perbuatan mereka?' (acuan: menabung bersama membantu kita mewujudkan barang kebutuhan bersama yang bermanfaat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan lembar pilihan gambar pesan kepada murid yang bekerja berpasangan, memuat 3 kartu ilustrasi situasi: Kartu A (Anak menghabiskan uang saku untuk jajan permen sendirian), Kartu B (Dua anak memasukkan koin bersama ke satu kotak untuk membeli sapu kelas baru), Kartu C (Anak membuang celengan yang kosong) (acuan kartu tepat yang menunjukkan pesan menabung untuk keperluan bersama: Kartu B) (12 menit).
- Guru melaksanakan permainan menggembirakan 'Tepuk Koin Pesan': Guru membacakan 3 kutipan pernyataan pesan: (1) 'Bila ingin membeli barang kelas bersama, kita kumpulkan tabungan bersama' (Benar - murid tepuk tangan 2 kali); (2) 'Uang tabungan bersama boleh dipakai membeli mainan sendiri' (Salah - murid diam/menyilangkan tangan); (3) 'Menyisihkan uang sedikit demi sedikit membantu mewujudkan keperluan bersama' (Benar - murid tepuk tangan 2 kali). Murid merespons serempak secara gembira (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memberi tanda centang pada 1 dari 2 pernyataan pesan cerita di lembar cek individu: Pernyataan 1: 'Menabung bersama membuat kita bisa membeli benda kebutuhan bersama'; Pernyataan 2: 'Kita harus membelanjakan semua uang agar cepat habis' (acuan kunci tepat: Pernyataan 1) (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pesan cerita sastra bahwa menabung bersama dapat membantu mewujudkan keperluan bersama di lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban murid menyimak, menyampaikan rencana kegiatan membaca kata benda pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang kutipan cerita dengan penekanan intonasi pada bagian kerja sama menabung. Bagi murid yang lebih cepat, disediakan kartu ilustrasi cerita fabel kedua bertema menabung cat kelas bersama.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menunjukkan pesan didampingi secara berpasangan dengan teman sebangku saat memilih kartu gambar, sedangkan murid yang mandiri langsung menunjukkan pesan secara perorangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pesan dengan menunjuk kartu gambar situasi atau memberi tanda centang pada kalimat pernyataan pesan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik pesan cerita mikro aural: Guru membacakan cerita singkat tentang Dito dan Roni menabung bersama untuk membeli bola mainan bersama, lalu meminta murid menyebutkan pesan cerita tersebut (acuan: menabung bersama untuk keperluan/kegiatan bersama).
Proses:- Pengamatan saat kegiatan 'Tepuk Koin Pesan' dan pemilihan Kartu Gambar Pesan: guru mencatat ketepatan murid memilih Kartu B (dua anak memasukkan koin bersama ke kotak untuk beli sapu kelas) dari 3 kartu pilihan A, B, C.
- Pemeriksaan ketepatan murid dalam menandai 3 pernyataan respons aural: (1) Benar (tepuk), (2) Salah (diam), (3) Benar (tepuk) sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir tahap inti: Murid mencentang 1 pilihan pesan cerita yang tepat pada lembar refleksi (Pilihan 1: 'Menabung bersama membuat kita bisa membeli benda kebutuhan bersama'; Pilihan 2: 'Kita harus membelanjakan semua uang agar cepat habis'; acuan kunci: Pilihan 1).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menunjukkan kartu gambar pesan cerita dan respons gerak tepuk koin pesan
- Pemeriksaan lembar cek individu penunjukan pesan teks sastra aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pesan cerita sastra aural tentang menabung untuk keperluan bersama | Belum mampu menunjukkan pesan cerita sastra aural meskipun telah dibacakan ulang dan diberi bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menunjukkan pesan cerita sastra aural tentang menabung untuk keperluan bersama dengan bantuan arahan dan bimbingan guru (misalnya memilih kartu yang tepat setelah dipandu). | Mampu menunjukkan pesan cerita sastra aural tentang menabung untuk keperluan bersama secara tepat dan mandiri melalui pemilihan kartu dan lembar centang. | Mampu menunjukkan pesan cerita sastra aural tentang menabung untuk keperluan bersama secara tepat, konsisten di setiap tugas (permainan aural, kartu gambar, dan lembar centang), serta mampu menunjukkan bagian cerita yang memuat pesan tersebut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural fabel 'Celengan Sahabat Hutan' cukup dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
- Apakah permainan 'Tepuk Koin Pesan' efektif membantu murid membedakan pesan yang tepat dan tidak tepat secara menyenangkan?
Murid:- Apakah kalian senang mendengarkan cerita Tupai dan Kelinci yang menabung bersama?
- Bagian cerita mana yang paling kalian ingat saat Tupai dan Kelinci mengumpulkan biji kenari?
Pertemuan 5 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Sederhana tentang Benda Kebutuhan Pokok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri dan lingkungan sekitar bertema membedakan kebutuhan dan keinginan
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca terbimbing kata-kata sederhana tentang benda kebutuhan pokok (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu kata sederhana: 'susu' dan 'roti', lalu meminta murid membaca nyaring satu per satu secara acak untuk memetakan kesiapan membaca kata sederhana (acuan kata: 'susu', 'roti') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan teks bacaan sederhana bertema kebutuhan pokok dari Buku Siswa pada papan tulis: 'Bimo ikut Ayah ke pasar. Ayah membeli tahu, bayam, roti, dan susu. Bimo juga butuh beras dan telur.' (5 menit).
- Guru membimbing murid membaca kata demi kata secara terpandu, menunjuk suku kata pada 6 kata target benda kebutuhan pokok: 't-a-h-u' -> 'tahu', 'b-a-y-a-m' -> 'bayam', 'r-o-t-i' -> 'roti', 's-u-s-u' -> 'susu', 'b-e-r-a-s' -> 'beras', dan 't-e-l-u-r' -> 'telur' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid memainkan permainan tebak baca kata 'Tunjuk Cepat Kebutuhan Pokok': guru memperlihatkan 6 kartu kata bertuliskan (1) 'tahu', (2) 'bayam', (3) 'roti', (4) 'susu', (5) 'beras', dan (6) 'telur' secara bergantian dan menunjuk kelompok murid secara bergantian untuk melafalkan kata tersebut dengan fasih tanpa mengeja (15 menit).
- Secara bergantian, setiap murid membaca langsung 4 kata target benda kebutuhan pokok yang ditunjuk acak oleh guru pada lembar baca terbimbing dari daftar 6 kata target: (1) tahu, (2) bayam, (3) roti, (4) susu, (5) beras, (6) telur (acuan ketepatan: pelafalan utuh tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid menyadari kata mana dari 6 kata target ('tahu', 'bayam', 'roti', 'susu', 'beras', 'telur') yang sudah dibaca dengan lancar dan kata yang masih perlu dibaca berulang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini tentang pentingnya kelancaran dalam membaca kata-kata nama benda kebutuhan pokok (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kefasihan membaca murid dan menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya untuk berlatih membaca kata barang keinginan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih berkembang membaca menggunakan kartu kata yang dilengkapi pemenggalan suku kata (misal: ba-yam, ta-hu), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata utuh tanpa bantuan garis suku kata.
- Proses: Bagi murid yang masih mengeja huruf demi huruf, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pemenggalan suku kata. Bagi murid yang telah fasih, guru memberikan giliran membaca cepat daftar kata acak secara mandiri.
- Produk: Semua murid membaca nyaring 4 kata target kebutuhan pokok yang ditunjuk; tingkat kemandirian dinilai dari membaca langsung tanpa mengeja versus membaca dengan bantuan pemenggalan suku kata.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca lisan 2 kartu kata sederhana: guru menunjukkan kartu bertuliskan (1) 'susu' dan (2) 'roti'. Guru mencatat apakah murid membaca langsung dengan lancar, mengeja per suku kata, atau belum mengenal huruf (acuan kata: 'susu' dilafalkan /su-su/, 'roti' dilafalkan /ro-ti/).
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca terpandu saat permainan kartu kata dan tugas baca mandiri terhadap 4 dari 6 kata target: (1) tahu, (2) bayam, (3) roti, (4) susu, (5) beras, (6) telur. Kriteria ketercapaian: dibaca fasih secara langsung tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan tanpa salah pelafalan fonem.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca di akhir sesi: murid diminta membaca nyaring 1 kata kebutuhan pokok penutup yang ditunjuk acak dari daftar ('beras', 'telur', 'tahu') (acuan: pembacaan tepat sesuai kata yang ditunjuk tanpa mengeja).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca 4 kata target sederhana tentang benda kebutuhan pokok (tahu, bayam, roti, susu, beras, telur) secara terbimbing menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Benda Kebutuhan Pokok | Mampu membaca dengan benar kurang dari 2 kata dari 4 kata target yang ditunjuk (daftar target: tahu, bayam, roti, susu, beras, telur) dan masih mengeja huruf satu per satu. | Mampu membaca dengan benar 2 dari 4 kata target yang ditunjuk (daftar target: tahu, bayam, roti, susu, beras, telur) dengan bantuan mengeja suku kata. | Mampu membaca dengan benar dan fasih minimal 3 dari 4 kata target yang ditunjuk (daftar target: tahu, bayam, roti, susu, beras, telur) tanpa mengeja dan jeda ragu minimal. | Mampu membaca dengan fasih seluruh 4 kata target yang ditunjuk secara tepat, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan sepenuhnya mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu kata dan bimbingan membaca suku kata efektif membantu murid membaca kata kebutuhan pokok secara fasih?
- Berapa banyak murid yang masih membutuhkan bimbingan intensif dalam merangkai suku kata menjadi kata utuh?
Murid:- Kata nama kebutuhan pokok mana yang paling mudah kamu baca tadi?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membaca kata 'tahu', 'bayam', 'roti', 'susu', 'beras', dan 'telur' tanpa mengeja?
Pertemuan 6 — Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana tentang Barang Keinginan Tambahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri dan lingkungan sekitar bertema membedakan kebutuhan dan keinginan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan tempat duduk agar murid siap membaca (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca mandiri kata-kata sederhana bertema barang keinginan tambahan dengan fasih (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu kata pembuka, yaitu 'bola' dan 'topi', lalu meminta beberapa murid membaca langsung secara bergantian tanpa mengeja (acuan pembacaan benar: kartu 1 dibaca tepat 'bo-la' -> 'bola'; kartu 2 dibaca tepat 'to-pi' -> 'topi') (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 5 kartu kata target bertema barang keinginan tambahan di papan tulis, yaitu: (1) balon, (2) boneka, (3) mobil, (4) robot, dan (5) layang (5 menit).
- Guru mencontohkan pelafalan fasih kelima kata tersebut satu per satu secara utuh dan jelas tanpa pemenggalan yang tersendat (acuan: 'balon', 'boneka', 'mobil', 'robot', 'layang') (5 menit).
- Murid mencermati bentuk gabungan huruf dan pola suku kata pada masing-masing kata yang dicontohkan guru secara saksama (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar bacaan mandiri berisi 5 kata target barang keinginan tambahan yang sama: (1) balon, (2) boneka, (3) mobil, (4) robot, dan (5) layang (5 menit).
- Murid melakukan permainan membaca cepat 'Jejak Kartu Kata': setiap murid membaca mandiri kartu kata yang dipegangnya secara bergantian di hadapan guru secara langsung tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan mencatat kefasihan membaca mandiri setiap murid pada kelima kata target sesuai lembar amatan (acuan kelima kata: 'balon', 'boneka', 'mobil', 'robot', 'layang') (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu kata-kata mana yang paling cepat dibaca dan kata mana yang masih sering tersendat ketika dibaca sendiri (acuan periksa: kata dua suku kata seperti 'mobil', 'robot', 'balon' vs kata dengan konsonan sengau seperti 'layang' dan tiga suku kata 'boneka') (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas kemandirian murid dalam membaca kata tanpa bantuan ejaan huruf satu per satu (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum kegiatan bahwa membaca fasih dilakukan dengan melihat langsung suku kata atau kata utuh secara lancar (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir secara acak dengan menunjukkan salah satu dari 5 kartu kata target kepada 3 perwakilan murid untuk dibaca seketika (acuan: kata terbaca tepat tanpa mengeja) (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pesan untuk terus berlatih membaca mandiri di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan membaca kata berjarak suku kata jelas (ba-lon, ro-bot, mo-bil), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata target tambahan yang lebih panjang seperti 'gasing' dan 'komik'.
- Proses: Murid yang belum fasih mendapat giliran membaca dengan ritme lebih perlahan dari guru, sedangkan murid yang sudah lancar langsung membaca seluruh kata sekaligus secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti unjuk kerja membaca lisan mandiri kata-kata target barang keinginan tambahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik membaca 2 kata pembuka di awal pembelajaran: murid diminta membaca kata (1) 'bola' dan (2) 'topi' tanpa mengeja (acuan: dibaca tepat dan lancar sebagai 'bola' dan 'topi').
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca mandiri pada tahap Mengaplikasi terhadap 5 kata target barang keinginan: (1) balon, (2) boneka, (3) mobil, (4) robot, (5) layang. Aturan penskoran: dibaca tepat, tanpa mengeja huruf satu per satu, dan tanpa jeda ragu.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan membaca lisan di akhir sesi: murid membaca cepat salah satu kartu kata acak dari daftar 5 kata target ('balon', 'boneka', 'mobil', 'robot', 'layang') yang ditunjuk guru tanpa mengulang dan tanpa mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca mandiri 5 kata target barang keinginan tambahan menggunakan lembar observasi kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Mandiri Kata Sederhana Barang Keinginan Tambahan (Daftar Acuan: balon, boneka, mobil, robot, layang) | Membaca mandiri tepat kurang dari 2 dari 5 kata target, masih mengeja huruf demi huruf dan memerlukan bimbingan penuh. | Membaca mandiri tepat 2 sampai 3 dari 5 kata target, sesekali masih mengeja suku kata dan ada jeda ragu. | Membaca mandiri tepat 4 dari 5 kata target dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu. | Membaca mandiri seluruh 5 kata target (balon, boneka, mobil, robot, layang) dengan fasih, lancar seketika tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan konsisten mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca mandiri kelima kata target tanpa mengeja?
- Kata target mana di antara kelima kata barang keinginan tambahan yang paling banyak membuat murid tersendat?
Murid:- Kata mana dari nama barang keinginan tadi yang paling mudah kamu baca sendiri?
- Apakah kamu merasa senang dan bisa membaca kata-kata tadi tanpa bantuan teman atau guru?
Pertemuan 7 — Menemukan Nilai dan Ciri Pecahan Gambar Uang Logam serta Kertas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.4 Menemukan isi tayangan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar berupa gambar uang dan benda belanjaan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memirsa tayangan gambar uang logam dan kertas untuk menemukan nilai nominal serta ciri bentuknya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal dengan menayangkan 2 gambar uang: (1) gambar uang logam Rp500 dan (2) gambar uang kertas Rp2.000, lalu meminta murid secara lisan menyebutkan bentuk dan nominalnya (acuan jawaban: gambar 1 adalah uang logam bernilai 500 rupiah berbentuk bulat; gambar 2 adalah uang kertas bernilai 2000 rupiah berbentuk persegi panjang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan 4 gambar pecahan uang pada layar/papan tulis: (1) Uang logam Rp1.000 (ciri: bundar, perak/logam, angka 1000, gambar Garuda/angklung), (2) Uang kertas Rp1.000 (ciri: persegi panjang, kertas, angka 1000, gambar pahlawan Cut Meutia), (3) Uang kertas Rp2.000 (ciri: persegi panjang, kertas, warna abu-abu, angka 2000), dan (4) Uang kertas Rp5.000 (ciri: persegi panjang, kertas, warna cokelat, angka 5000) (7 menit).
- Murid memirsa tayangan dengan panduan guru untuk mengenali letak lambang bilangan (angka nominal) dan ciri fisik uang (bentuk bulat/logam atau persegi panjang/kertas) pada keempat gambar tersebut (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan memasangkan cepat 'Tebak Gambar Uang': guru memperlihatkan kartu gambar sisi depan pecahan uang, murid secara berpasangan mengangkat kartu angka nominal yang cocok (pilihan kartu angka: 1.000, 2.000, 5.000) dengan gembira (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja memirsa berisi 4 soal menjodohkan gambar dua sisi uang beserta nominalnya: (1) gambar depan koin Rp1.000 dipasangkan dengan sisi belakang koin bertuliskan angka 1000; (2) gambar uang kertas Rp1.000 dipasangkan dengan angka 1.000; (3) gambar uang kertas Rp2.000 dipasangkan dengan angka 2.000; (4) gambar uang kertas Rp5.000 dipasangkan dengan angka 5.000 (acuan: pasangan tepat 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja berdasarkan tayangan kunci jawaban di papan tulis (5 menit).
- Murid menandai sendiri keberhasilan mereka dalam menemukan ciri dan nilai uang pada gambar yang dipirsa (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menemukan nilai uang dari gambar tayangan, yaitu dengan melihat angka nominal dan mengenali jenisnya (kertas atau logam) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar mandiri murid dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan memirsa gambar barang belanjaan, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar uang dengan angka nominal yang diperbesar dan diperjelas warnanya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara terbimbing saat menunjuk letak angka pada gambar uang; murid cepat diberikan kartu tambahan pecahan uang logam Rp200 dan Rp500 untuk ditemukan nominalnya secara mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja menemukan nilai dan ciri pecahan uang dengan target minimal 3 dari 4 butir tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru menunjukkan 2 gambar pecahan uang, yaitu (1) uang logam Rp500 dan (2) uang kertas Rp2.000. Guru meminta murid menyebutkan ciri bentuk dan nilai nominalnya (acuan jawaban benar: gambar 1 berbentuk bulat/logam bernilai 500 rupiah; gambar 2 berbentuk persegi panjang/kertas bernilai 2000 rupiah).
Proses:- Penilaian formatif saat latihan mandiri menggunakan lembar kerja memirsa 4 butir gambar pecahan uang: butir 1 gambar koin Rp1.000 (acuan: nilai 1.000, ciri logam/bulat), butir 2 gambar kertas Rp1.000 (acuan: nilai 1.000, ciri kertas/persegi panjang), butir 3 gambar kertas Rp2.000 (acuan: nilai 2.000, ciri kertas/abu-abu), butir 4 gambar kertas Rp5.000 (acuan: nilai 5.000, ciri kertas/cokelat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Guru memperlihatkan satu tayangan cepat berisi 2 sisi uang kertas Rp1.000 dan uang logam Rp1.000, lalu murid menuliskan atau menunjuk angka nominal yang sama dari kedua benda tersebut (acuan jawaban: keduanya bernilai sama yaitu 1.000 rupiah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Tebak Gambar Uang' saat mencocokkan nominal gambar uang.
- Pemeriksaan lembar kerja memirsa gambar pecahan uang logam dan kertas (menjodohkan gambar dengan nilai nominal).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan nilai dan ciri pecahan gambar uang logam serta kertas | Belum mampu menemukan nilai nominal maupun ciri bentuk dari 4 gambar uang yang dipirsa (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menemukan nilai nominal atau ciri bentuk pada 2 butir gambar uang dari 4 butir acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menemukan nilai nominal dan ciri bentuk uang logam serta kertas dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir acuan secara mandiri. | Mampu menemukan nilai nominal dan seluruh ciri bentuk uang logam serta kertas dengan tepat pada seluruh (4 butir) acuan secara mandiri dan cepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tayangan gambar uang logam dan kertas cukup jelas diamati oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari ciri uang (angka nominal atau bentuk fisik) yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa membedakan gambar uang kertas dan uang logam?
- Angka nominal mana yang paling mudah kamu temukan pada gambar uang tadi?
Pertemuan 8 — Menemukan Isi Tayangan Gambar Barang Belanjaan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.4 Menemukan isi tayangan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar berupa gambar uang dan benda belanjaan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati tayangan gambar dan menemukan benda belanjaan serta uang yang ada di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 gambar pemantik berisi 3 benda belanjaan: telur, buku tulis, dan pensil, lalu menanyakan apa saja nama benda pada tayangan tersebut untuk mengecek kemampuan murid mengenali isi gambar (acuan jawaban: telur, buku tulis, pensil) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan tayangan poster besar 'Suasana Toko dan Barang Belanjaan Bimo' yang memuat 4 kelompok benda belanjaan: (1) beras dan minyak goreng di rak kebutuhan pokok, (2) buku tulis dan pensil di rak alat sekolah, (3) mobil mainan dan boneka di rak mainan, serta (4) gambar uang kertas Rp2.000 dan uang logam Rp1.000 di atas meja kasir (7 menit).
- Guru membimbing murid memperhatikan detail gambar secara bertahap dan menunjukkan posisi masing-masing benda belanjaan serta pecahan uang yang tampak pada tayangan (acuan: letak barang di rak toko dan uang di kasir) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid memainkan permainan tebak cepat 'Detektif Gambar Belanjaan', di mana murid secara bergantian maju menunjuk benda belanjaan yang disebutkan guru pada tayangan: sayur bayam, apel, roti, dan sekeping uang logam Rp500 (acuan: murid tepat menunjuk lokasi gambar sayur bayam, apel, roti, dan keping uang Rp500 pada poster) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Menemukan Benda Belanjaan' yang memuat tayangan gambar keranjang belanjaan dengan 5 butir tugas menemukan benda: (1) melingkari gambar roti, (2) melingkari gambar susu kotak, (3) melingkari gambar pensil warna, (4) melingkari gambar uang kertas Rp5.000, dan (5) melingkari gambar uang logam Rp1.000 (acuan jawaban: kelima gambar dilingkari tepat sesuai objek yang tertera pada lembar kerja) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid mencocokkan hasil lembar kerja dengan menayangkan kunci gambar keranjang belanjaan di papan tulis, lalu murid memeriksa kembali ketepatan tanda lingkaran pada 5 objek belanjaan dan uang tersebut (acuan: murid mencocokkan roti, susu kotak, pensil warna, uang kertas Rp5.000, dan uang logam Rp1.000) (8 menit).
Penutup:- Guru memandu simpulan pembelajaran tentang cara mencermati dan menemukan benda-benda belanjaan serta uang pada tayangan gambar (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam memirsa gambar, menginformasikan materi pengamatan selanjutnya, dan menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar tayangan gambar dengan ukuran objek lebih besar dan kontras warna jelas; murid berkemampuan cepat diberikan gambar etalase toko yang memuat 8 variasi barang belanjaan.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan didampingi secara langsung dengan arahan menunjuk satu per satu objek; murid mandiri menemukan seluruh objek secara langsung tanpa jeda arahan.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menandai minimal 3 dari 5 objek gambar belanjaan dan uang dengan tepat; murid yang mahir menandai seluruh 5 objek secara tepat dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan memirsa 1 gambar pemantik: Guru menunjukkan gambar berisi telur, buku tulis, dan pensil, kemudian meminta murid menyebutkan apa saja nama benda belanjaan yang ada pada gambar tersebut (acuan jawaban benar: telur, buku tulis, pensil).
Proses:- Penilaian formatif pada lembar kerja memirsa tayangan gambar keranjang belanjaan berisi 5 objek target: (1) roti, (2) susu kotak, (3) pensil warna, (4) uang kertas Rp5.000, (5) uang logam Rp1.000 (acuan: murid tepat menemukan dan melingkari masing-masing dari kelima objek tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Guru menayangkan 1 lembar gambar kilas berisi 4 gambar barang (sabun, pasta gigi, uang kertas Rp2.000, dan mainan bola), lalu murid diminta menyebutkan atau menunjukkan 2 benda belanjaan kebutuhan mandi yang tampak pada tayangan (acuan jawaban: sabun dan pasta gigi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Detektif Gambar Belanjaan' (ketepatan menunjuk benda belanjaan dan uang pada poster tayangan).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri memirsa tayangan gambar keranjang belanjaan (ketepatan menemukan dan melingkari 5 benda target).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menemukan isi tayangan gambar berupa barang belanjaan dan uang | Menemukan 1 dari 5 objek barang belanjaan atau uang pada tayangan gambar secara tepat dengan bimbingan penuh guru (acuan 5 target: roti, susu kotak, pensil warna, uang kertas Rp5.000, uang logam Rp1.000). | Menemukan 2 sampai 3 dari 5 objek barang belanjaan atau uang pada tayangan gambar secara tepat dengan sedikit bimbingan guru (acuan 5 target: roti, susu kotak, pensil warna, uang kertas Rp5.000, uang logam Rp1.000). | Menemukan 4 dari 5 objek barang belanjaan atau uang pada tayangan gambar secara tepat dan mandiri (acuan 5 target: roti, susu kotak, pensil warna, uang kertas Rp5.000, uang logam Rp1.000). | Menemukan seluruh 5 dari 5 objek barang belanjaan dan uang pada tayangan gambar secara tepat, teliti, dan mandiri tanpa keraguan (acuan 5 target: roti, susu kotak, pensil warna, uang kertas Rp5.000, uang logam Rp1.000). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tayangan poster dan lembar gambar belanjaan cukup jelas terlihat oleh seluruh murid?
- Apakah seluruh murid mampu memusatkan perhatian dan memirsa detail benda belanjaan serta uang yang ditayangkan?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan semua gambar benda belanjaan dan uang pada kertas lembar kerjamu?
- Bagian gambar mana yang paling mudah atau paling sulit kamu temukan?
Pertemuan 9 — Merespons Pertanyaan Pemantik tentang Benda Kebutuhan Diri secara Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar terkait membedakan keinginan dan kebutuhan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam ramah, mengondisikan tempat duduk melingkar, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar merespons dan menjawab pertanyaan tentang benda kebutuhan diri secara baik dan santun (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan diagnostik kepada murid secara bergantian: 'Ketika seragammu basah kehujanan, benda apa yang segera kamu butuhkan untuk berganti?' (acuan respons tepat: menyebutkan benda kebutuhan pakaian/baju/seragam ganti; bukan mainan/makanan ringan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan percakapan santun di depan kelas melalui tanya-jawab peragaan dengan boneka tangan/media: 'Apakah kamu butuh buku tulis baru sekarang?' dan memperagakan cara merespons santun: 'Ya, saya butuh buku tulis karena buku saya sudah habis' atau 'Tidak, saya belum butuh karena buku saya masih ada' (8 menit).
- Guru membimbing murid menelaah ciri jawaban yang baik dan santun: menjawab langsung sesuai isi pertanyaan mengenai kebutuhan diri, menatap penanya, serta menggunakan pilihan kata sopan seperti 'ya', 'tidak', atau 'terima kasih' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan interaktif menyenangkan 'Bola Pertanyaan Kebutuhan': guru menggulirkan bola empuk kepada murid, lalu membacakan salah satu dari 3 pertanyaan pemantik konkret: Pertanyaan 1: 'Saat haus sehabis berolahraga, apakah kamu butuh air minum atau butuh boneka?', Pertanyaan 2: 'Saat pensilmu hilang di kelas, apakah kamu butuh pensil atau butuh mobil-mobilan?', Pertanyaan 3: 'Saat sepatumu robek dan tidak bisa dipakai ke sekolah, apakah kamu butuh sepatu baru atau butuh robot baru?'. Murid yang menerima bola merespons secara lisan dengan santun (acuan jawaban: Pertanyaan 1 = butuh air minum; Pertanyaan 2 = butuh pensil; Pertanyaan 3 = butuh sepatu baru) (10 menit).
- Murid dibagi berpasangan untuk saling bertanya dan merespons menggunakan panduan 2 kartu skenario kebutuhan diri bergambar yang disediakan guru: Kartu A: 'Temanmu bertanya: Jika kotak bekalmu tertinggal di rumah dan kamu lapar saat istirahat, kamu butuh makanan sehat atau butuh kartu bergambar mainan?' (acuan respons: butuh makanan sehat); Kartu B: 'Temanmu bertanya: Jika penghapusmu habis saat latihan menulis, kamu butuh penghapus atau butuh permen manis?' (acuan respons: butuh penghapus). Setiap murid bergantian menjadi penjawab dan penanya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid berkumpul kembali dan meminta beberapa murid membagikan pengalaman saat merespons pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu ketika menjawab pertanyaan teman secara sopan dan jelas?' (5 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa membedakan kebutuhan diri dan menyampaikannya secara santun membantu orang lain memahami apa yang benar-benar kita perlukan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara menjawab pertanyaan orang lain mengenai benda kebutuhan diri dengan santun dan tepat sasaran (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir lisan cepat kepada 2 orang perwakilan murid dengan skenario pemantik: 'Bila hujan deras turun saat pulang sekolah, kamu butuh jas hujan/payung atau butuh gasing mainan?' (acuan: jas hujan/payung), lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan pertanyaan biner sederhana dengan pilihan langsung (misal: 'Butuh pensil atau mainan?'), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan pertanyaan terbuka tentang alasan mengapa benda itu merupakan kebutuhan utama dirinya.
- Proses: Murid yang pemalu atau belum percaya diri didampingi guru dengan panduan kalimat awal respons ('Saya butuh... karena...'), sedangkan murid yang mandiri langsung berpasangan secara mandiri.
- Produk: Respons lisan murid dapat berupa jawaban kalimat tunggal santun bagi pemula, atau jawaban lengkap yang memuat alasan logis kebutuhan diri bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid menjawab 1 pertanyaan pemantik lisan guru: 'Ketika seragammu basah kehujanan, benda apa yang segera kamu butuhkan untuk berganti?' (acuan jawaban tepat: murid menyebutkan benda kebutuhan berupa pakaian ganti/baju/seragam; bukan benda mainan atau keinginan tambahan)
Proses:- Observasi formatif saat aktivitas 'Bola Pertanyaan Kebutuhan' dan latihan berpasangan pada 2 kartu skenario: Kartu A (acuan: menjawab butuh makanan sehat) dan Kartu B (acuan: menjawab butuh penghapus). Guru mencatat ketepatan pemilihan benda kebutuhan dan kesantunan respons murid (tuturan sopan tanpa berteriak/mengejek)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menjawab pertanyaan pemantik guru 'Bila hujan deras turun saat pulang sekolah, kamu butuh jas hujan/payung atau butuh gasing mainan?' (acuan jawaban: jas hujan atau payung karena melindungi diri dari hujan, disampaikan dengan tutur kata santun)
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja berbicara (merespons pertanyaan lisan) selama permainan 'Bola Pertanyaan Kebutuhan' dan simulasi tanya-jawab berpasangan dengan lembar ceklis ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Merespons Isi Pertanyaan Kebutuhan Diri | Belum mampu menjawab pertanyaan tentang benda kebutuhan diri sesuai konteks skenario meski telah dibimbing | Menjawab pertanyaan tentang benda kebutuhan diri dengan bantuan/bimbingan contoh dari guru | Menjawab pertanyaan tentang benda kebutuhan diri secara tepat dan mandiri sesuai konteks skenario yang diberikan | Menjawab pertanyaan tentang benda kebutuhan diri secara tepat, mandiri, dan mampu memberikan alasan pembeda kebutuhan secara logis | | Kesantunan dalam Percakapan Merespons | Belum menunjukkan tutur kata santun saat merespons pertanyaan orang lain (misal menjawab ketus atau memotong pembicaraan) | Merespons pertanyaan dengan sikap dan tutur kata santun hanya setelah diingatkan oleh guru | Merespons pertanyaan secara konsisten dengan sikap baik dan bahasa yang santun (menggunakan kata 'ya', 'tidak', atau 'terima kasih') | Merespons pertanyaan secara konsisten dengan bahasa yang sangat santun serta menyimak pertanyaan penanya secara penuh perhatian tanpa diingatkan |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan lisan mengenai benda kebutuhan dirinya?
- Apakah permainan 'Bola Pertanyaan Kebutuhan' efektif membuat suasana belajar menyenangkan dan memotivasi murid berbicara santun?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain tanya-jawab kebutuhan bersama teman?
- Benda kebutuhan apa yang paling penting untuk belajarmu hari ini?
Pertemuan 10 — Merespons Pertanyaan Teman Mengenai Daftar Keinginan dalam Percakapan Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar terkait membedakan keinginan dan kebutuhan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan topik pembelajaran tentang percakapan merespons pertanyaan teman mengenai daftar keinginan dan kebutuhan (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemantik kepada murid secara bergantian: 'Apa satu barang yang sedang kamu inginkan dan mengapa kamu menginginkannya?' untuk memetakan kesiapan murid menjawab pertanyaan terkait keinginan (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memodelkan contoh percakapan santun di depan kelas bersama satu boneka tangan, memperagakan cara menanyakan dan merespons 3 pertanyaan panduan: (1) 'Benda apa yang paling kamu inginkan?', dijawab santun: 'Saya ingin mobil-mobilan baru.'; (2) 'Mengapa kamu menginginkan benda itu?', dijawab santun: 'Karena mobil-mobilan saya di rumah rodanya sudah rusak.'; (3) 'Apakah benda itu merupakan kebutuhan pokok atau sekadar keinginan?', dijawab santun: 'Itu hanya keinginan tambahan, bukan kebutuhan pokok.' (12 menit).
- Murid menirukan kalimat respons santun tersebut secara klasikal dengan menggunakan kata pembuka yang sopan seperti 'Saya ingin...' dan 'Alasannya karena...' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan aktivitas interaktif 'Tanya Jawab Kartu Keinginan' di mana setiap pasangan saling bergantian bertanya dan menjawab 3 pertanyaan percakapan: (1) 'Benda apa yang kamu inginkan?', (2) 'Mengapa kamu menginginkannya?', (3) 'Apakah benda itu kebutuhan yang mendesak atau sekadar keinginan?' (18 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid merespons pertanyaan temannya dengan jawaban yang relevan dan santun tanpa memotong pembicaraan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua pasang murid secara sukarela menampilkan percakapan tanya-jawab daftar keinginan di depan kelas, dan pasangan lain memberikan tepuk tangan apresiasi (7 menit).
- Guru membimbing murid menyimpulkan pentingnya menjawab pertanyaan teman secara santun dan jelas saat membicarakan barang yang diinginkan dan dibutuhkan (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid: meminta 2 murid secara acak menjawab pertanyaan 'Bagaimana cara kita menjawab jika teman bertanya tentang barang keinginan kita?' (acuan jawaban: menjawab dengan ramah/santun, menyebutkan nama barang dan alasannya secara jujur) (2 menit).
- Guru bersama murid menutup pelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (closed meeting) (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bergambar benda (contoh: mainan robot, tas sekolah, es krim) sebagai pemantik respons, sedangkan murid yang mahir langsung merespons tanpa bantuan gambar.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih berpasangan langsung dengan bimbingan guru, sedangkan murid yang sudah lancar berlatih mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Murid pemula cukup merespons dengan 1 kalimat sederhana yang relevan, sedangkan murid mahir merespons dengan 2-3 kalimat yang membedakan alasan keinginan dan kebutuhan secara runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan perorangan di awal sesi: 'Sebutkan satu barang yang kamu inginkan dan apakah barang itu kebutuhan atau keinginan?' (Kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan 1 nama barang dan menyatakan statusnya sebagai kebutuhan atau keinginan secara santun).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam merespons 3 pertanyaan panduan teman saat percakapan berpasangan: (1) Benda apa yang kamu inginkan?, (2) Mengapa menginginkannya?, (3) Apakah kebutuhan atau keinginan? (Kriteria penerimaan operasional: murid menjawab ketiga pertanyaan dengan kata-kata santun dan isi yang relevan dengan topik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Bagaimana cara kita menjawab jika teman bertanya tentang barang keinginan kita?' (Acuan jawaban: menjawab dengan kata-kata santun/ramah, menyebutkan benda yang diinginkan beserta alasannya dengan jujur).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar amatan kesantunan dan ketepatan merespons pertanyaan tentang keinginan dan kebutuhan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons pertanyaan orang lain tentang keinginan dan kebutuhan secara santun | Belum mampu menjawab pertanyaan teman atau merespons tanpa kesantunan dan di luar topik pembicaraan. | Mampu merespons 1 dari 3 pertanyaan teman tentang daftar keinginan secara santun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu merespons 2-3 pertanyaan teman tentang daftar keinginan dan kebutuhan secara relevan dan santun secara berpasangan. | Mampu merespons seluruh 3 pertanyaan teman tentang daftar keinginan dan kebutuhan secara relevan, runtut, dan santun secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan temannya dalam percakapan berpasangan?
- Bagian percakapan mana yang masih sulit direspons secara santun oleh murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ketika diajak bercakap-cakap tentang barang keinginanmu?
- Apakah kamu sudah bisa menjawab pertanyaan temanmu dengan santun dan ramah?
Pertemuan 11 — Menceritakan Kembali Perilaku Hidup Berhemat Berdasarkan Bacaan Terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca atau didengar tentang diri dan lingkungan sekitar terkait perilaku hidup berhemat
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan cuplikan cerita pendek: 'Sari punya uang saku dua ribu rupiah. Sari tidak jajan permen, tetapi memasukkannya ke celengan ayam.' Guru bertanya kepada murid: 'Apa perilaku hemat yang dilakukan Sari?' (acuan jawaban: Sari tidak jajan permen/Sari memasukkan uang saku ke celengan ayam) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks bacaan terbimbing berjudul 'Bimo Belajar Berhemat' dengan teks: 'Bimo pergi ke pasar bersama Ayah. Bimo melihat mobil mainan baru dan ingin membelinya. Ayah mengingatkan bahwa mobil mainan Bimo di rumah masih bisa dipakai. Bimo juga butuh sepatu baru karena sepatunya sudah sempit. Akhirnya, Bimo dan Ayah menabung satu koin setiap hari untuk membeli sepatu baru.' Murid menyimak sambil melihat teks bertuliskan kata-kata kunci di papan tulis (10 menit).
- Guru memandu murid mengidentifikasi 3 bagian isi cerita perilaku hemat melalui tanya-jawab terstruktur: bagian awal (Bimo ingin mobil mainan di pasar), bagian tengah (Ayah mengingatkan mobil lama masih bisa dipakai dan sepatu Bimo hampir kekecilan), dan bagian akhir (Bimo dan Ayah berhemat menabung satu koin setiap hari untuk sepatu) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menjalankan permainan menggembirakan 'Tongkat Bergilir Bimo': musik instrumen ceria diputar dan murid mengestafetkan tongkat boneka; saat musik berhenti, murid pemegang tongkat menceritakan kembali 1 bagian isi teks bacaan secara lisan dengan panduan kartu petunjuk alur (awal, tengah, atau akhir) (15 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan kembali isi bacaan 'Bimo Belajar Berhemat' secara utuh kepada teman sebangku mencakup tokoh Bimo, peristiwa menahan keinginan membeli mainan, dan tindakan menabung koin untuk membeli sepatu (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman menceritakan kembali teks bacaan dengan menjawab pertanyaan: bagian cerita mana yang paling mudah diingat dan apa saja isi cerita tentang hidup berhemat yang telah diceritakan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap isi teks perilaku berhemat dan memberikan umpan balik lisan atas keberhasilan murid menceritakan kembali isi bacaan secara mandiri (5 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya (menulis permulaan nama benda kebutuhan sekolah) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar alur 3 sekuen (gambar Bimo melihat mainan, gambar sepatu sempit, gambar memasukkan koin ke celengan). Murid yang mahir menceritakan kembali teks tanpa bantuan kartu gambar.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan pertanyaan pancingan bertahap oleh guru saat menceritakan kembali. Murid yang mandiri langsung menceritakan alur secara penuh kepada pasangannya.
- Produk: Semua murid menghasilkan tuturan lisan menceritakan kembali isi teks perilaku berhemat; murid yang belum lancar cukup memuat minimal 2 unsur peristiwa, sedangkan murid mahir menceritakan lengkap 3 unsur peristiwa (awal, tengah, akhir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan berbasis teks pendek: Guru membacakan 'Sari punya uang saku dua ribu rupiah. Sari tidak jajan permen, tetapi memasukkannya ke celengan ayam.' Pertanyaan: 'Apa perilaku hemat yang dilakukan Sari?' (acuan: Sari memilih tidak jajan permen dan memasukkan uang sakunya ke dalam celengan ayam).
Proses:- Pengamatan performa berbicara saat menceritakan kembali isi bacaan 'Bimo Belajar Berhemat' pada kegiatan berpasangan dan permainan tongkat bergilir. Acuan isi cerita yang dinilai mencakup 3 unsur peristiwa: (1) Bimo ingin membeli mobil mainan di pasar; (2) Ayah mengingatkan mainan lama masih bagus dan sepatu Bimo sudah sempit; (3) Bimo menahan keinginan membeli mainan lalu menabung koin setiap hari untuk membeli sepatu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 murid secara acak untuk menyebutkan kembali inti tindakan berhemat yang dilakukan tokoh Bimo dalam bacaan (acuan jawaban: menahan diri tidak membeli mainan baru yang belum perlu dan memilih menabung koin untuk membeli sepatu yang dibutuhkan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek kemampuan awal mengidentifikasi isi perilaku hemat dari tuturan pendek.
- Observasi unjuk kerja berbicara saat murid menceritakan kembali isi teks bacaan 'Bimo Belajar Berhemat' berpasangan dan individu menggunakan lembar amatan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan ketepatan menceritakan kembali isi teks perilaku berhemat | Belum mampu menceritakan kembali isi teks, atau hanya menyebutkan 1 unsur peristiwa dengan bimbingan penuh guru (acuan: belum memuat tokoh Bimo dan tindakan menabung koin). | Menceritakan kembali isi teks dengan memuat tepat 1 dari 3 unsur peristiwa isi teks perilaku berhemat (acuan 3 unsur: 1. Keinginan mainan di pasar, 2. Kebutuhan sepatu sempit, 3. Menabung koin tiap hari) dengan bantuan pertanyaan pemantik guru. | Menceritakan kembali isi teks dengan memuat tepat minimal 2 dari 3 unsur peristiwa isi teks perilaku berhemat secara runtut dengan bantuan minimal guru. | Menceritakan kembali isi teks secara utuh dan tepat mencakup seluruh 3 unsur peristiwa isi teks perilaku berhemat (keinginan mainan, kebutuhan sepatu sempit, menabung koin tiap hari) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bacaan terbimbing 'Bimo Belajar Berhemat' mudah dipahami dan membantu murid menceritakan kembali alur cerita?
- Apakah media alur gambar dan permainan tongkat bergilir efektif mendorong seluruh murid aktif berbicara menceritakan isi teks?
Murid:- Apakah kamu bisa menceritakan kembali kisah Bimo dan celengan koinnya kepada temanmu?
- Bagian mana dari cerita Bimo yang paling kamu sukai saat kamu ceritakan?
Pertemuan 12 — Menulis Permulaan Nama Benda Kebutuhan Sekolah dengan Posisi Huruf Tepat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar bertema benda kebutuhan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa sikap duduk yang tegak serta mendemonstrasikan cara menjepit pensil secara tepat (metode tripod) sebelum menulis di atas meja (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menuliskan huruf 'b', 'u', 'k', 'u' di udara, lalu menuliskannya pada selembar kertas percobaan untuk mengecek kesiapan menulis huruf dasar (acuan: tepat menulis kata 'buku' dengan bentuk huruf terbaca dan letak tegak di atas garis) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan di papan bergaris cara menulis 4 kata benda kebutuhan sekolah: (1) 'buku', (2) 'pensil', (3) 'tas', (4) 'penghapus' dengan mencontohkan posisi huruf tegak di atas garis dasar buku (huruf bertangkai ke atas seperti 'b', 'k', 'l', 't' menyentuh garis atas; huruf bertangkai ke bawah seperti 'p' memotong garis bawah) (10 menit).
- Murid secara serentak mengamati model tulisan, menelusuri arah goresan huruf dari atas ke bawah menggunakan jari telunjuk di meja masing-masing, serta memperhatikan spasi antarhuruf yang rapat dalam satu kata (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan 'Tebak dan Tulis Cepat': guru menunjukkan gambar benda kebutuhan sekolah (secara berurutan: gambar tas, pensil, buku, penghapus), lalu murid secara menggembirakan menuliskan kata yang tepat pada buku tulis bergaris masing-masing dengan posisi huruf tepat di atas garis (15 menit).
- Murid menyelesaikan lembar kerja mandiri menulis 4 kata benda kebutuhan sekolah: (1) 'buku', (2) 'pensil', (3) 'tas', (4) 'penghapus' di atas kertas bergaris dengan memperhatikan ketepatan posisi badan, genggaman pensil, bentuk huruf, serta penempatan huruf pada garis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisannya sendiri dengan menandai tanda centang kecil menggunakan pensil warna pada huruf-huruf yang posisinya sudah tepat menempel pada garis dasar buku (5 menit).
- Guru memberikan penguatan langsung terhadap kemandirian murid dalam menata letak huruf pada buku tulis garis tiga atau garis satu (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pentingnya posisi tangan memegang pensil dan letak huruf di atas garis saat menulis kata benda kebutuhan sekolah (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid menulis kata benda kebutuhan sekolah secara mandiri dan menutup sesi dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh tulisan bergaris bantu tiga garis untuk murid yang masih kesulitan menempatkan tinggi-rendah huruf, dan buku garis tunggal biasa bagi murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan pendampingan fisik (hand-over-hand) bagi murid yang belum mantap memegang pensil, serta membiarkan murid mandiri menulis langsung 4 kata target.
- Produk: Murid dengan hambatan motorik menuliskan minimal 2 kata dari daftar acuan dengan huruf terpisah yang jelas, sedangkan murid mahir menuliskan lengkap seluruh 4 kata target beserta 1 kata benda kebutuhan tambahan ('penggaris').
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menulis permulaan satu kata: murid menulis kata 'buku' pada secarik kertas bergaris. Acuan ketepatan: kata terdiri atas huruf b-u-k-u, huruf ditulis dari kiri ke kanan dengan garis dasar huruf menempel pada garis buku dan tangkai huruf 'b' dan 'k' menjulang ke atas.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan posisi huruf saat murid menuliskan 4 kata target pada lembar tugas bergaris: (1) 'buku', (2) 'pensil', (3) 'tas', (4) 'penghapus'. Kriteria observasi: cara memegang alat tulis benar, bentuk huruf proporsional, dan penempatan huruf tepat di atas garis dasar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman menulis mandiri: murid menuliskan kembali 1 kata nama benda kebutuhan sekolah yang paling sering digunakan ('pensil') tanpa melihat contoh papan tulis. Acuan ketercapaian: urutan huruf p-e-n-s-i-l lengkap, tangkai huruf 'p' menembus ke bawah garis, dan huruf 'l' memiliki tangkai lurus ke atas menyentuh batas garis atas.
Formatif:- Observasi teknik menulis permulaan (cara memegang pensil dan posisi duduk) serta penilaian unjuk kerja menulis 4 kata benda kebutuhan sekolah pada buku tulis bergaris.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Permulaan Kata Benda Kebutuhan Sekolah di Atas Kertas | Belum mampu menulis kata benda kebutuhan sekolah dengan benar; bentuk huruf tidak beraturan atau belum menempel pada garis dasar walaupun dengan bimbingan penuh (kurang dari 2 kata dari 4 kata acuan: 'buku', 'pensil', 'tas', 'penghapus'). | Mampu menulis 2 dari 4 kata acuan ('buku', 'pensil', 'tas', 'penghapus') dengan benar di atas kertas bergaris, namun bentuk huruf dan posisi tinggi-rendah tangkai huruf masih belum konsisten menempel pada garis dasar. | Mampu menulis 3 sampai 4 kata acuan ('buku', 'pensil', 'tas', 'penghapus') dengan benar di atas kertas bergaris secara mandiri, dengan posisi huruf menempel tepat pada garis dasar dan proporsi tangkai huruf sebagian besar tepat. | Mampu menulis seluruh 4 kata acuan ('buku', 'pensil', 'tas', 'penghapus') secara mandiri, sangat rapi, konsisten menempel pada garis dasar buku, memiliki spasi yang pas, serta mampu menambahkan 1 kata kebutuhan sekolah tambahan ('penggaris') dengan posisi huruf yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi memegang pensil dan panduan garis dasar buku dapat dipahami dengan mudah oleh murid?
- Berapa orang murid yang masih memerlukan bantuan fisik langsung dalam menuliskan huruf-huruf bertangkai ke bawah atau ke atas?
Murid:- Apakah tanganku terasa nyaman saat memegang pensil tadi?
- Huruf mana yang paling rapi dan tepat menempel di garis buku tulisku?
Pertemuan 13 — Menuliskan Kata-Kata Benda Kebutuhan Sehari-hari di Lingkungan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar bertema benda kebutuhan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak murid memeriksa postur duduk tegak serta jarak mata yang nyaman ke meja sebelum memulai kegiatan menulis (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu bergambar benda rumah (sabun dan sapu) lalu meminta murid menebak huruf awal dan mencoba menuliskannya di udara dengan jari tangan (acuan huruf awal: s-a-b-u-n berawalan huruf 's'; s-a-p-u berawalan huruf 's') (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis permulaan kata-kata benda kebutuhan sehari-hari di rumah secara rapi dan tepat di atas kertas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 kartu kata bergambar benda kebutuhan sehari-hari di rumah: (1) 'sabun', (2) 'gayung', (3) 'piring', dan (4) 'sapu' di papan tulis (5 menit).
- Guru memodelkan cara menulis permulaan di papan bergaris dengan posisi huruf yang benar: memperhatikan arah tarikan garis huruf (atas ke bawah), lengkungan huruf, dan letak huruf pada garis dasar buku (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Raba Punggung Ceria': murid berpasangan saling menebak huruf vokal/konsonan pertama dari nama benda kebutuhan rumah ('s', 'p', atau 'g') yang digoreskan lembut menggunakan ujung jari di punggung pasangan (5 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Menulis Permulaan yang memuat 4 gambar benda kebutuhan sehari-hari di rumah dan kolom garis tiga (5 menit).
- Murid menuliskan secara mandiri di atas kertas 4 kata benda kebutuhan rumah pada lembar kerja masing-masing (acuan kata: 1. sabun, 2. gayung, 3. piring, 4. sapu) dengan posisi huruf yang tepat dan proporsional (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan pensil, memeriksa kembali hasil goresan huruf pada keempat kata yang ditulis, dan melingkari satu huruf yang bentuk garisnya dianggap paling rapi di kertas masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara memegang pensil dan menuliskan kata benda kebutuhan rumah secara tepat di atas kertas (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid dalam menulis dan menginformasikan bahwa latihan menulis ini akan mempermudah kegiatan di pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan bantuan titik-titik samar (tracing) untuk 4 kata target (sabun, gayung, piring, sapu); murid mandiri langsung menulis pada garis buku tanpa titik bantu.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada posisi jari menggenggam pensil dan ketepatan tarikan garis bagi murid yang memerlukan bimbingan.
- Produk: Semua murid menghasilkan tulisan di atas kertas untuk 4 kata target yang sama; murid yang selesai lebih cepat dapat menambahkan penulisan 1 kata kebutuhan rumah ekstra ('sendok').
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan menulis: Murid menebak huruf awal dari 2 gambar benda rumah (sabun, sapu) dan menuliskannya di udara (acuan: huruf 's').
Proses:- Observasi formatif saat murid menulis 4 kata target: (1) sabun, (2) gayung, (3) piring, (4) sapu di atas kertas (acuan: kelengkapan huruf s-a-b-u-n, g-a-y-u-n-g, p-i-r-i-n-g, s-a-p-u dan ketepatan letak huruf pada garis).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil tulisan murid pada lembar kerja: guru memeriksa keterbacaan dan ketepatan pembentukan 4 kata nama benda kebutuhan rumah (acuan: kata 'sabun', 'gayung', 'piring', dan 'sapu' tertulis lengkap dan terbaca jelas).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menulis permulaan 4 kata target pada lembar kerja bergaris menggunakan rubrik analitis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan menulis permulaan kata benda kebutuhan di atas kertas | Belum mampu menuliskan kata dengan benar; hanya mampu menuliskan 1 kata atau huruf-huruf masih acak dan belum terbaca meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menuliskan 2 dari 4 kata benda target (acuan: sabun, gayung, piring, sapu) dengan posisi huruf yang sebagian terbaca dengan bantuan guru. | Mampu menuliskan minimal 3 dari 4 kata benda target (acuan: sabun, gayung, piring, sapu) secara tepat dan terbaca di atas kertas secara mandiri. | Mampu menuliskan seluruh 4 kata benda target (acuan: sabun, gayung, piring, sapu) dengan susunan huruf lengkap, proporsi garis tepat, rapi, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid sudah memegang pensil dan menjaga jarak mata dengan benar saat menulis di atas kertas?
- Apakah media garis tiga dan kartu gambar efektif membantu murid menuliskan kata benda kebutuhan secara tepat?
Murid:- Huruf apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tulis di kertas tadi?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menulis nama-nama benda kebutuhan rumah?
Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.1 Menyebutkan informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural berupa percakapan yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar tentang hidup hemat
- TP 1.7.2 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural yang berkaitan dengan diri dan lingkungan sekitar melalui cerita tentang menabung
- TP 1.7.3 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang diri dan lingkungan sekitar bertema membedakan kebutuhan dan keinginan
- TP 1.7.4 Menemukan isi tayangan yang dipirsa tentang lingkungan sekitar berupa gambar uang dan benda belanjaan
- TP 1.7.5 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar terkait membedakan keinginan dan kebutuhan
- TP 1.7.6 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca atau didengar tentang diri dan lingkungan sekitar terkait perilaku hidup berhemat
- TP 1.7.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar bertema benda kebutuhan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dengan menyapa murid secara hangat, memandu doa singkat, dan menjelaskan agenda asesmen sumatif akhir Bab 7 yang mencakup kegiatan menyimak-memirsa bersama, menulis dan membaca mandiri di meja masing-masing, serta percakapan lisan bergantian di meja guru (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Menyimak dan Memirsa Bergambar) serta membacakan petunjuk pengerjaan secara jelas agar murid tenang dan siap mengerjakan secara mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan petunjuk pengerjaan Tugas 1 (tes menyimak dan memirsa serentak) dari guru yang memandu cara memberi tanda silang/centang pada opsi gambar A, B, atau C sesuai teks aural yang dibacakan dan gambar tayangan yang ditunjukkan (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Murid mengerjakan secara serentak lembar kerja bergambar berdasarkan teks aural dan tayangan guru selama 23 menit: (a) Soal 1 (TP 1.7.1) menyimak percakapan aural guru antara Bimo dan Ibu: 'Ibu memberi Bimo uang saku lima ribu rupiah. Bimo membeli bekal roti dua ribu rupiah dan menyimpan tiga ribu rupiah di saku.' Murid memberi tanda centang pada gambar rincian pengeluaran yang tepat (Acuan Kunci Soal 1: Opsi A - Roti seharga dua ribu rupiah); (b) Soal 2 (TP 1.7.2) menyimak cerita sastra aural 'Celengan Ayam Kiki' yang dibacakan guru tentang Kiki menyisihkan sisa uang jajannya setiap hari ke dalam celengan untuk membeli buku gambar baru jika celengan penuh. Murid memberi tanda centang pada pesan cerita yang tepat (Acuan Kunci Soal 2: Opsi B - Gambar anak menabung sisa uang jajan di celengan); (c) Soal 3 (TP 1.7.4) memirsa tayangan kartu gambar pecahan uang logam Rp1.000 dan uang kertas Rp2.000 bersanding dengan gambar buku tulis bertanda harga Rp2.000 dan mainan robot bertanda harga Rp10.000. Murid memberi tanda centang pada gambar barang yang tepat dibeli dengan pecahan uang Rp2.000 tersebut (Acuan Kunci Soal 3: Opsi B - Buku tulis bertanda harga Rp2.000) (23 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 & Tugas 3 secara simultan/rotasi: Murid di meja masing-masing mengerjakan Tugas 2 (TP 1.7.7) yaitu menyalin 3 kata benda kebutuhan di atas kertas bergaris dengan bentuk dan posisi huruf tepat: (1) 'buku', (2) 'baju', (3) 'susu'. Bersamaan dengan itu, murid secara bergiliran dipanggil ke meja guru (rotasi cepat ±0,8 menit per murid untuk 28-31 murid) untuk melaksanakan Tugas 3 (TP 1.7.5 & TP 1.7.6) yaitu menjawab santun pertanyaan pemantik guru: 'Sebutkan satu benda kebutuhanmu di sekolah dan mengapa kamu membutuhkannya?' (Kriteria: menyebutkan benda kebutuhan nyata sekolah seperti pensil/buku/seragam dengan santun), menceritakan kembali 1 peristiwa berhemat dari cerita yang pernah disimak (Kriteria: menyebutkan tindakan menyisihkan uang/membeli barang kebutuhan terlebih dahulu), serta membaca nyaring mandiri (TP 1.7.3) 3 kata sederhana dari kartu meja guru: 'buku', 'baju', 'susu' secara fasih tanpa mengeja terbata-bata (Acuan Target Membaca: kata 'buku', 'baju', 'susu') (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan seluruh proses pengerjaan asesmen sumatif bab, memeriksa kelengkapan pengumpulan lembar kerja, dan merasakan kelegaan telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran Bab 7 dengan jujur dan tertib (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian seluruh murid selama asesmen berlangsung, mengumpulkan seluruh berkas penilaian, serta menyampaikan penguatan singkat bahwa sikap hemat, gemar menabung, dan membedakan kebutuhan adalah kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks aural dibacakan dengan tempo jeda artikulasi yang jelas sebanyak dua kali pengulangan; kartu kata membaca mandiri disajikan dengan ukuran font cetak yang besar dan jelas.
- Proses: Akomodasi proses: murid yang memerlukan pendampingan fisik dalam memegang pensil dipastikan posisi duduknya ergonomis tanpa mengubah butir kata yang disalin.
- Produk: Standar bukti produk asesmen tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif Bab 7.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes lisan terpandu serentak, unjuk kerja membaca-menulis permulaan mandiri, dan wawancara lisan singkat bergantian: tanda pilihan visual respons aural dan tayangan gambar, lembar salinan tulisan kata kebutuhan serta pelafalan membaca nyaring, dan respons lisan santun saat menceritakan kembali pesan berhemat
- tes menyimak dan memirsa serentak: lembar kerja bergambar berisi tanda silang/centang dari seluruh murid secara serentak untuk menentukan informasi pengeluaran uang dari percakapan aural guru, pesan moral menabung dari cerita yang dibacakan, serta rincian gambar uang dan benda belanjaan yang ditayangkan (25 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis dan kunci jawaban pilihan bergambar)
- produk menulis dan membaca nyaring mandiri: lembar tulisan tangan murid yang menyalin kata benda kebutuhan sehari-hari dengan bentuk huruf dan posisi tepat di atas kertas, dilanjutkan membaca nyaring kata sederhana tersebut secara mandiri di meja masing-masing saat guru berkeliling memeriksa (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis permulaan dan keterbacaan kata)
- unjuk kerja percakapan dan bercerita singkat bergantian: respons lisan murid yang menjawab santun pertanyaan pemantik guru tentang kebutuhan diri serta menceritakan kembali 1-2 peristiwa hidup berhemat dari cerita yang disimak (dinilai bergantian 0,8 menit per anak secara rotasi cepat ke meja guru, 25 menit / 0,8 menit = 31 murid, tuntas untuk 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja percakapan dan tuturan lisan)
Sumatif:- kombinasi tes lisan terpandu serentak, unjuk kerja membaca-menulis permulaan mandiri, dan wawancara lisan singkat bergantian: tanda pilihan visual respons aural dan tayangan gambar, lembar salinan tulisan kata kebutuhan serta pelafalan membaca nyaring, dan respons lisan santun saat menceritakan kembali pesan berhemat
- tes menyimak dan memirsa serentak: lembar kerja bergambar berisi tanda silang/centang dari seluruh murid secara serentak untuk menentukan informasi pengeluaran uang dari percakapan aural guru, pesan moral menabung dari cerita yang dibacakan, serta rincian gambar uang dan benda belanjaan yang ditayangkan (25 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis dan kunci jawaban pilihan bergambar)
- produk menulis dan membaca nyaring mandiri: lembar tulisan tangan murid yang menyalin kata benda kebutuhan sehari-hari dengan bentuk huruf dan posisi tepat di atas kertas, dilanjutkan membaca nyaring kata sederhana tersebut secara mandiri di meja masing-masing saat guru berkeliling memeriksa (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian menulis permulaan dan keterbacaan kata)
- unjuk kerja percakapan dan bercerita singkat bergantian: respons lisan murid yang menjawab santun pertanyaan pemantik guru tentang kebutuhan diri serta menceritakan kembali 1-2 peristiwa hidup berhemat dari cerita yang disimak (dinilai bergantian 0,8 menit per anak secara rotasi cepat ke meja guru, 25 menit / 0,8 menit = 31 murid, tuntas untuk 28 murid) (25 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja percakapan dan tuturan lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimak Informasi Percakapan dan Pesan Cerita Aural (TP 1.7.1 & TP 1.7.2) | Belum mampu menentukan pilihan gambar yang tepat untuk rincian pengeluaran roti (Opsi A) maupun pesan menabung di celengan (Opsi B). | Mampu menentukan 1 dari 2 butir teks aural secara tepat (antara rincian pengeluaran roti Opsi A ATAU pesan menabung Opsi B). | Mampu menentukan kedua butir pilihan gambar secara tepat (rincian pengeluaran roti Opsi A DAN pesan menabung Opsi B). | Mampu menentukan kedua butir pilihan secara tepat dan konsisten menjawab mandiri seketika pembacaan aural selesai. | | Memirsa Isi Tayangan Uang dan Benda Belanjaan (TP 1.7.4) | Belum tepat menentukan gambar benda belanjaan yang nilainya sesuai dengan uang Rp2.000 yang ditayangkan. | Ragu-ragu atau membutuhkan arahan ulang untuk menunjuk buku tulis Rp2.000 sesuai gambar pecahan uang yang ditayangkan. | Tepat menentukan gambar buku tulis seharga Rp2.000 (Opsi B) sesuai dengan tayangan pecahan uang secara mandiri. | Sangat cepat dan tepat menentukan gambar barang yang sesuai dengan tayangan uang tanpa keraguan. | | Membaca Fasih Kata Sederhana Kebutuhan (TP 1.7.3) | Belum dapat melafalkan 3 kata target ('buku', 'baju', 'susu'), masih mengeja huruf per huruf secara terputus-putus. | Mampu membaca 1-2 kata dari target ('buku', 'baju', 'susu') dengan fasih tanpa mengeja. | Mampu membaca ketiga kata target lengkap ('buku', 'baju', 'susu') dengan fasih tanpa jeda ragu. | Mampu membaca lancar ketiga kata target ('buku', 'baju', 'susu') dengan seketika dan artikulasi sangat jelas. | | Merespons Pertanyaan Santun dan Menceritakan Perilaku Hemat (TP 1.7.5 & TP 1.7.6) | Belum memberikan respons lisan saat ditanya tentang kebutuhan diri serta belum mampu menceritakan perilaku hemat. | Merespons pertanyaan kebutuhan diri dengan kata singkat (belum santun/lengkap) atau menceritakan perilaku hemat dengan bantuan pemantik guru. | Merespons pertanyaan tentang kebutuhan diri di sekolah secara santun dan menceritakan kembali 1 peristiwa hidup berhemat secara runtut. | Merespons dengan sangat santun dan menceritakan kembali peristiwa hidup berhemat dengan kalimat lengkap dan terstruktur mandiri. | | Menulis Permulaan Kata Benda Kebutuhan di Atas Kertas (TP 1.7.7) | Bentuk huruf dari kata yang disalin ('buku', 'baju', 'susu') belum proporsional dan garis dasar penulisan belum tepat. | Menyalin 1-2 kata dengan bentuk huruf dan posisi garis yang tepat, namun masih ada huruf terbalik atau ukuran belum seragam. | Menyalin ketiga kata ('buku', 'baju', 'susu') dengan bentuk huruf yang benar, proporsional, dan posisi tepat di atas garis kertas. | Menyalin seluruh kata ('buku', 'baju', 'susu') dengan bentuk huruf sangat rapi, posisi garis tepat, dan kebersihan kertas terjaga. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk rotasi pengerjaan mandiri dan wawancara lisan seluruh murid?
- Bagian keterampilan mana (menyimak, membaca, berbicara, atau menulis) yang masih membutuhkan penguatan lebih lanjut bagi sebagian murid di bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah kamu selesaikan?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga bisa membaca dan menulis kata-kata kebutuhan secara mandiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD (Kemendikbudristek, 2023)
- Naskah percakapan aural guru bertema hidup hemat
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 7 'Aku Ingin', 2023.
- Naskah teks percakapan aural 'Belanja Hemat di Pasar' dan 'Ibu dan Siti di Warung Sayur'.
- Kartu gambar barang belanjaan (tahu, tempe, beras, bayam, telur, labu siam, cabai merah) berlabel nominal harga tiruan.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2023) Bab VII 'Aku Ingin'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2023) Halaman 183-185 ('Uang Baru Bimo')
- Media konkret celengan ayam dan uang koin mainan/asli
- Kartu pilihan pesan bergambar (jempol/silang dan Kartu A/B)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I Bab 7
- Teks fabel aural 'Celengan Sahabat Hutan' susunan guru
- Set kartu gambar ilustrasi pesan menabung keperluan bersama (Kartu A, B, dan C)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Edisi Revisi 2023), Bab 7 'Aku Ingin' halaman 175-176
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Edisi Revisi 2023)
- Set kartu kata bergambar dan teks kata: 'tahu', 'bayam', 'roti', 'susu', 'beras', 'telur'
- Papan tulis dan spidol kelas
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi 2023, Kemendikbudristek (Bab 7: Aku Ingin, hal. 167-175).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi 2023, Kemendikbudristek.
- Kartu kata bertuliskan: bola, topi, balon, boneka, mobil, robot, layang.
- Lembar teks bacaan mandiri kata sederhana bertema barang keinginan tambahan.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab 7
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab 7 halaman 183-189
- Slide tayangan/kartu gambar pecahan uang logam (Rp500, Rp1.000) dan uang kertas (Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab 7: Aku Ingin.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab 7: Aku Ingin Halaman 166-170 dan 188-189.
- Poster/proyektor tayangan gambar lingkungan sekitar (suasana toko, keranjang belanjaan, dan gambar uang).
- Lembar Kerja Murid 'Menemukan Benda Belanjaan'.
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab VII
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab VII 'Aku Ingin'
- Kartu skenario percakapan bergambar (Kartu A: makanan bekal vs kartu mainan; Kartu B: penghapus pensil vs permen)
- Bola empuk untuk permainan tanya-jawab kebutuhan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 Kemendikbudristek 2023 Bab 7
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 Kemendikbudristek 2023 Halaman 180
- Kartu bergambar benda-benda keinginan dan kebutuhan (mainan, sepatu, buku, makanan ringan)
- Boneka tangan/media peraga percakapan guru
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi 2023), Bab 7 'Aku Ingin'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD, Bab 7 Halaman 171-174 (Teks 'Bimo di Pasar' dan 'Ayah Menabung')
- Kartu gambar alur cerita berhemat (gambar pasar/mainan, gambar sepatu, gambar menabung koin)
- Tongkat bergilir bertema untuk permainan menceritakan kembali
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2021/2023 revisi, Bab 7)
- Buku Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek 2021/2023 revisi, Bab 7)
- Buku tulis bergaris tiga/bergaris satu, pensil 2B, penghapus, dan kartu bergambar benda kebutuhan sekolah (buku, pensil, tas, penghapus)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 1 SD: Aku Bisa!
- Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 1 SD
- Kartu bergambar dan bertuliskan kata benda kebutuhan rumah tangga (sabun, gayung, piring, sapu)
- Lembar Kerja Menulis Permulaan dengan garis tiga
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Edisi Revisi 2023), Kemendikbudristek
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Edisi Revisi 2023), Kemendikbudristek
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Pilihan Bergambar Menyimak dan Memirsa)
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2 (Menulis Permulaan Bergaris)
- Kartu Kata Membaca Nyaring ('buku', 'baju', 'susu')
- Kartu Gambar Tayangan Pecahan Uang dan Benda Belanjaan
|