Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Teks Nonfiksi tentang Keragaman Teman dan Cara Menghargai Perbedaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak Teks Nonfiksi tentang Keragaman Teman dan Cara Menghargai Perbedaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Teks Nonfiksi tentang Keragaman Teman dan Cara Menghargai Perbedaan

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak Teks Nonfiksi tentang Keragaman Teman dan Cara Menghargai Perbedaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak Teks Nonfiksi tentang Keragaman Teman dan Cara Menghargai Perbedaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak teks nonfiksi tentang keragaman teman yang dibacakan guru, murid dapat menemukan informasi tentang sikap menghargai perbedaan dan menyampaikannya kembali secara lisan.
  2. Setelah menyimak teks nonfiksi, murid dapat merespons isi teks dengan menyebutkan minimal satu cara menghargai perbedaan teman dalam percakapan bersama guru secara santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu dan teman-temanmu di kelas ini sama persis? Apa yang berbeda dari kalian?
  2. Pernahkah kamu berteman dengan seseorang yang berbeda dari kamu — misalnya beda kesukaan atau beda penampilan? Bagaimana perasaanmu?
  3. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan saat teman kita berbeda dari kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (tempat duduk nyaman, suasana tenang).
  • Asesmen awal: Guru menampilkan dua gambar anak yang berbeda (misal: rambut berbeda, warna kulit berbeda) dan bertanya singkat, 'Apa yang kamu lihat dari dua anak ini? Sama atau berbeda?' Guru mencatat respons lisan murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang konsep perbedaan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apakah kamu dan teman-temanmu di kelas sama persis? Apa yang berbeda dari kalian?' Beri waktu 2–3 murid merespons secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang dua teman yang berbeda, lalu kita ceritakan kembali apa yang kita dengar.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa cerita yang akan dibacakan adalah teks nonfiksi (cerita nyata/informatif) tentang cara menghargai teman yang berbeda.
  • Guru meminta murid duduk nyaman, tangan di atas meja, dan siap mendengarkan dengan seksama — 'Mari kita pasang telinga kita baik-baik!'
  • Guru membacakan teks nonfiksi pendek tentang keragaman teman (misalnya kisah Kiki dan Gaga atau teks sejenis dari Buku Siswa Bab 6), sambil menunjuk setiap kata yang dibaca dengan telunjuk agar murid memahami koneksi bunyi dan tulisan.
  • Selama pembacaan, guru sesekali berhenti dan mengajukan pertanyaan lisan terbimbing: 'Apa yang berbeda dari Kiki dan Gaga?', 'Bagaimana sikap Kiki saat tahu temannya berbeda?', 'Apa yang mereka lakukan bersama?'
  • Setelah selesai membacakan, guru mengajak murid menyebutkan kembali secara bersama-sama: 'Siapa tokoh dalam cerita tadi? Apa yang berbeda dari mereka?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan meminta mereka bergiliran menjawab pertanyaan: 'Dalam cerita tadi, bagaimana cara menghargai teman yang berbeda?'
  • Setiap murid diminta menyebutkan minimal satu cara menghargai perbedaan teman berdasarkan cerita yang didengar, lalu menghubungkannya dengan pengalaman nyata mereka di kelas: 'Apakah ada temanmu di sini yang berbeda darimu? Bagaimana sikapmu kepadanya?'
  • Guru berkeliling, mendengarkan, dan mencatat respons murid sebagai asesmen proses. Guru memberikan umpan balik langsung dan sederhana: 'Bagus, kamu sudah bisa menyebutkan satu cara menghargai teman!'
  • Perwakilan tiap kelompok menyampaikan satu cara menghargai perbedaan di depan kelas secara lisan dengan kalimat sederhana, misalnya: 'Kita harus tetap mau bermain bersama meski teman kita berbeda.'
  • Guru merespons setiap jawaban dengan hangat dan mendorong murid lain untuk menanggapi dengan santun: 'Ada yang setuju? Ada yang ingin menambahkan?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (jika memungkinkan) dan bertanya: 'Dari cerita tadi, apa yang paling kamu ingat?'
  • Guru memandu refleksi diri dengan pertanyaan sederhana: 'Apakah kamu sudah bersikap baik kepada teman yang berbeda darimu? Apa yang ingin kamu lakukan mulai hari ini?'
  • Murid diberikan 'kartu hati' kecil (bisa berupa potongan kertas berbentuk hati) dan diminta menggambar atau menuliskan satu kata tentang cara mereka akan menghargai teman yang berbeda (bagi yang belum lancar menulis, boleh menggambar).
  • Beberapa murid secara sukarela menceritakan isi kartu hatinya kepada kelas — guru merespons dengan apresiasi verbal yang hangat.
  • Guru menyimpulkan bersama: 'Kita semua berbeda-beda, dan perbedaan itu membuat kita lebih menarik. Menghargai teman yang berbeda adalah tanda kita menjadi teman yang baik.'

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita sudah mendengarkan cerita tentang teman yang berbeda dan belajar cara menghargai perbedaan.'
  • Asesmen akhir lisan: Guru menunjuk 3–4 murid secara acak dan meminta mereka menyebutkan satu informasi dari cerita tadi dan satu cara menghargai perbedaan teman.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang bermakna: 'Ingat ya, berteman dengan siapa saja yang berbeda dari kita adalah hal yang luar biasa!'
  • Murid diminta merapikan tempat duduk dan alat tulis bersama-sama.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep perbedaan dapat diberikan teks nonfiksi yang sedikit lebih panjang atau lebih detail untuk disimak. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan teks yang lebih pendek atau dilengkapi gambar ilustrasi untuk membantu pemahaman.
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung diminta menceritakan kembali isi teks secara mandiri dengan kalimat lengkap. Murid yang masih kesulitan dapat diberikan bantuan berupa pertanyaan pancingan bertahap ('Siapa tokohnya? Apa yang terjadi? Apa yang mereka lakukan?') atau gambar urutan cerita sebagai scaffolding.
  • Produk: Murid yang sudah lancar berbicara dapat menyampaikan cerita kembali dengan kalimat yang lebih panjang dan terstruktur. Murid yang belum percaya diri atau kesulitan berbicara dapat menyampaikan jawaban dalam satu atau dua kata kunci, atau menunjuk gambar yang sesuai sebagai respons.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar anak yang berbeda dan bertanya secara lisan: 'Apa yang kamu lihat dari dua anak ini? Apa yang sama dan apa yang berbeda?' Guru mencatat respons untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang konsep perbedaan sebelum masuk ke teks.

Proses:

  • Selama kegiatan Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan terbimbing saat membacakan teks dan mencatat apakah murid mampu mengidentifikasi tokoh, perbedaan yang ada, dan sikap tokoh dalam cerita.
  • Selama kegiatan Mengaplikasi: guru berkeliling dan mencatat apakah setiap murid mampu menyebutkan minimal satu cara menghargai perbedaan teman, baik dari cerita maupun dari pengalaman pribadi mereka.
  • Selama kegiatan Merefleksi: guru mengamati kedalaman refleksi murid melalui isi kartu hati dan cerita lisan yang mereka sampaikan.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual: guru memanggil 3–4 murid secara acak untuk menyebutkan satu informasi dari teks nonfiksi yang disimak dan satu cara menghargai perbedaan teman dalam kalimat lisan yang santun.
  • Guru menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk menilai kemampuan menemukan informasi dan kemampuan menyampaikan cara menghargai perbedaan secara lisan.

Formatif:

  • Observasi lisan selama kegiatan menyimak: guru mencatat apakah murid fokus dan mampu menjawab pertanyaan terbimbing selama pembacaan teks.
  • Observasi partisipasi kelompok: guru mencatat keaktifan murid saat berdiskusi kelompok kecil tentang cara menghargai perbedaan.
  • Ceklis lisan per murid: guru mencatat apakah setiap murid mampu menyebutkan minimal satu informasi dari teks dan satu cara menghargai perbedaan.

Sumatif:

  • Asesmen lisan individual di akhir pembelajaran: murid diminta menyampaikan satu informasi yang ditemukan dari teks nonfiksi yang disimak dan satu cara menghargai perbedaan teman secara lisan kepada guru.
  • Produk kartu hati: murid menghasilkan kartu hati berisi gambar atau tulisan tentang satu cara menghargai teman yang berbeda sebagai bukti hasil belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Informasi dari Teks Nonfiksi yang DisimakMurid tidak dapat menyebutkan informasi apapun dari teks nonfiksi yang dibacakan, meskipun sudah diberi pertanyaan pancingan.Murid dapat menyebutkan satu informasi dari teks nonfiksi (misalnya nama tokoh atau satu perbedaan yang ada) dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan satu informasi dari teks nonfiksi secara mandiri tanpa bantuan guru.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih informasi dari teks nonfiksi secara mandiri dan menyampaikannya dalam kalimat yang runtut.
Menyampaikan Cara Menghargai Perbedaan Teman Secara LisanMurid tidak dapat menyebutkan cara menghargai perbedaan teman, meskipun sudah diberi pertanyaan pancingan dan contoh dari cerita.Murid dapat menyebutkan satu cara menghargai perbedaan teman dengan bantuan pertanyaan pancingan atau petunjuk dari guru.Murid dapat menyebutkan satu cara menghargai perbedaan teman secara mandiri dalam percakapan bersama guru dengan sikap yang santun.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih cara menghargai perbedaan teman secara mandiri, mengaitkannya dengan pengalaman nyata, dan menyampaikannya dengan kalimat yang santun dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid tampak fokus dan aktif selama kegiatan menyimak? Jika tidak, apa yang bisa saya lakukan berbeda pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan terbimbing yang saya ajukan selama pembacaan teks sudah cukup membantu murid memahami isi cerita?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun yang sudah cepat memahami?
  • Seberapa banyak murid yang sudah mampu menyebutkan minimal satu cara menghargai perbedaan secara mandiri? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini dari cerita yang kamu dengarkan?
  • Satu cara menghargai teman yang berbeda yang akan kamu lakukan mulai hari ini adalah...?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi) — Bab 6 Temanku Berbeda (hlm. 139–164), Penulis: Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023
  2. Buku Guru: Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VI
  3. Teks nonfiksi pendek tentang keragaman teman (dari Buku Siswa atau teks yang disiapkan guru sesuai topik Bab 6)
  4. Dua gambar ilustrasi anak yang menunjukkan perbedaan fisik atau kesukaan (untuk asesmen awal dan pemantik diskusi)
  5. Kartu hati kecil dari kertas (untuk kegiatan refleksi — boleh disiapkan guru atau dibuat bersama murid)
  6. Alat tulis dan alat warna untuk kegiatan refleksi kartu hati

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.