Modul AjarPertemuan 6Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenali Perbedaan Bekal Makanan dan Permainan Kesukaan Teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenali Perbedaan Bekal Makanan dan Permainan Kesukaan Teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenali Perbedaan Bekal Makanan dan Permainan Kesukaan Teman

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenali Perbedaan Bekal Makanan dan Permainan Kesukaan Teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenali Perbedaan Bekal Makanan dan Permainan Kesukaan Teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati dan berdiskusi tentang bekal makanan atau permainan kesukaan teman di kelas, murid dapat mengungkapkan perbedaan yang ditemukan menggunakan kalimat sederhana secara lisan.
  2. Melalui kegiatan menyimak penjelasan guru tentang keragaman kesukaan teman, murid dapat memahami pesan bahwa perbedaan kesukaan adalah hal yang baik dengan menjawab pertanyaan lisan secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian bawa sebagai bekal makanan hari ini? Apakah sama dengan bekal teman di sebelahmu?
  2. Permainan apa yang paling kamu suka? Apakah temanmu juga suka permainan yang sama?
  3. Kalau kamu dan temanmu berbeda kesukaan, apakah itu masalah? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan menanyakan kabar murid dengan cara menyenangkan, misalnya meminta semua yang membawa bekal hari ini mengangkat tangan.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan — 'Apa bekal makanan kalian hari ini?' dan 'Permainan apa yang paling kalian suka?' — sambil mengamati respons murid untuk mengetahui kesiapan dan pengetahuan awal mereka tentang perbedaan kesukaan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan tahu bahwa teman-teman kita punya bekal dan permainan kesukaan yang berbeda-beda, dan itu adalah hal yang baik!'
  • Guru memotivasi murid dengan mengatakan bahwa setiap orang itu unik dan perbedaan membuat kelas semakin seru.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk melingkar atau dalam posisi yang memungkinkan mereka saling melihat.
  • Guru membacakan penjelasan singkat tentang keragaman kesukaan dengan intonasi yang menarik: 'Setiap orang punya makanan kesukaan dan permainan kesukaan yang berbeda. Ada yang suka nasi goreng, ada yang suka mie. Ada yang suka bermain lompat tali, ada yang suka bermain bola. Semua itu baik dan tidak ada yang salah.'
  • Sambil menjelaskan, guru menunjukkan kartu bergambar bekal makanan (nasi goreng, roti, buah, mie, dll.) satu per satu agar murid dapat mengamati secara visual.
  • Guru kemudian menunjukkan kartu bergambar permainan kesukaan (lompat tali, congklak, bola, petak umpet, dll.) dan meminta murid mengamatinya.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk memeriksa pemahaman: 'Apa saja makanan yang ada di gambar ini?' dan 'Apa saja permainan yang ada di gambar ini?'
  • Murid menjawab secara lisan bergantian; guru memandu dengan sabar dan memberi pujian untuk setiap respons.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta murid berpasangan dengan teman di sebelahnya untuk kegiatan 'Kita Berbeda, Kita Seru!'
  • Setiap murid mengamati bekal makanan yang dibawa teman pasangannya (atau menanyakan secara lisan jika tidak membawa bekal) dan menanyakan satu permainan kesukaan teman tersebut.
  • Murid kemudian diminta menyampaikan perbedaan yang ditemukan kepada pasangannya menggunakan kalimat sederhana, misalnya: 'Aku suka makan roti, kamu suka makan nasi.' atau 'Aku suka bermain bola, kamu suka bermain lompat tali.'
  • Guru berkeliling mengamati dan mendengarkan percakapan antar murid, memberikan scaffolding dengan bisikan atau isyarat jika ada murid yang kesulitan memulai kalimat.
  • Setelah berdiskusi berpasangan, guru memilih 3–4 pasang secara acak untuk menyampaikan temuan perbedaan mereka di depan kelas secara lisan.
  • Guru memberi umpan balik positif setelah setiap pasangan berbicara: 'Wah, bagus sekali! Jadi kalian berbeda ya, tapi tetap bisa berteman dengan baik!'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk bersama dan mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Tadi kalian menemukan perbedaan dengan teman. Bagaimana perasaan kalian saat tahu kalian berbeda?'
  • Murid menjawab secara bergantian; guru mencatat respons penting di papan tulis menggunakan kata kunci sederhana seperti 'senang', 'biasa saja', 'tidak masalah'.
  • Guru menegaskan pesan utama dengan kalimat sederhana: 'Perbedaan bekal makanan dan permainan kesukaan adalah hal yang baik. Kita semua tetap teman baik meskipun berbeda-beda.'
  • Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan penutup inti untuk asesmen proses: (1) 'Siapa yang bisa ceritakan satu perbedaan yang kamu temukan dari temanmu tadi?' dan (2) 'Apakah perbedaan kesukaan itu masalah? Mengapa?'
  • Murid menjawab lisan; guru memberikan umpan balik langsung dan meluruskan jika ada pemahaman yang kurang tepat.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama-sama: 'Jadi hari ini kita belajar bahwa teman-teman kita punya bekal dan permainan kesukaan yang berbeda-beda. Perbedaan itu indah dan tidak perlu dipermasalahkan.'
  • Asesmen akhir: Guru memilih 4–5 murid secara acak dan mengajukan pertanyaan lisan penutup — 'Apa perbedaan yang kamu temukan dari temanmu tadi?' dan 'Apakah menurutmu perbedaan kesukaan itu hal yang baik? Mengapa?' — untuk mengukur ketercapaian TP 1.6.6.1 dan 1.6.6.2.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas partisipasi aktif hari ini.
  • Refleksi murid: Guru meminta murid mengangkat ibu jari ke atas jika merasa sudah paham bahwa perbedaan itu baik, jempol ke samping jika masih ragu, dan jempol ke bawah jika belum paham.
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: 'Walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu kelas yang saling menyayangi.'
  • Guru menutup pelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum siap, guru menggunakan kartu bergambar bekal makanan dan permainan sebagai bantuan visual konkret saat berdiskusi berpasangan. Untuk murid yang sudah siap, guru mendorong mereka menyebutkan lebih dari satu perbedaan yang ditemukan.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat berbisik kepada guru sebelum menyampaikan temuan di depan kelas, atau guru memberikan kalimat pembuka sebagai scaffold: 'Aku suka... tapi temanku suka...'. Murid yang lebih cepat dapat diminta membantu pasangannya merumuskan kalimat.
  • Produk: Sebagian besar murid menyampaikan temuan perbedaan secara lisan dalam kalimat pendek. Murid yang sudah mampu dapat diminta menyampaikan lebih dari satu kalimat dan menjelaskan mengapa perbedaan itu baik.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Apa bekal makanan kalian hari ini?' dan 'Permainan apa yang paling kalian suka?' untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal konsep perbedaan kesukaan di sekitar mereka.
  • Guru mengamati apakah murid sudah dapat menjawab dengan kalimat sederhana atau masih menggunakan satu kata, sebagai dasar penentuan scaffold yang diperlukan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi saat kegiatan berdiskusi berpasangan: guru berkeliling dan mencatat murid yang sudah dapat mengungkapkan perbedaan dalam kalimat lengkap, yang masih menggunakan satu kata, dan yang belum berani berbicara.
  • Pertanyaan lisan saat tahap Merefleksi: 'Siapa yang bisa ceritakan satu perbedaan yang kamu temukan dari temanmu tadi?' — guru menilai kelancaran dan ketepatan kalimat lisan.
  • Pertanyaan lisan: 'Apakah perbedaan kesukaan itu masalah? Mengapa?' — guru menilai pemahaman murid terhadap pesan toleransi perbedaan.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan individual kepada 4–5 murid terpilih secara acak: 'Apa perbedaan yang kamu temukan dari temanmu tadi?' — dinilai menggunakan rubrik kemampuan berbicara menggunakan kalimat sederhana.
  • Tanya jawab lisan individual: 'Apakah menurutmu perbedaan kesukaan itu hal yang baik? Mengapa?' — dinilai menggunakan rubrik pemahaman pesan keragaman.
  • Teknik 'jempol' di akhir kelas digunakan sebagai data tambahan untuk mengidentifikasi murid yang perlu tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan: apakah murid dapat menyebutkan perbedaan bekal atau permainan dengan kalimat sederhana.
  • Pertanyaan lisan saat tahap Merefleksi: murid menjawab pertanyaan tentang perbedaan yang ditemukan dan pesan bahwa perbedaan itu baik.
  • Pengamatan partisipasi dan keberanian berbicara di depan kelas saat presentasi pasangan.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan individual di akhir pembelajaran: guru memilih 4–5 murid dan menilai kemampuan mengungkapkan perbedaan bekal/permainan menggunakan kalimat sederhana (TP 1.6.6.1).
  • Tanya jawab lisan individual di akhir pembelajaran: guru menilai pemahaman murid tentang pesan bahwa perbedaan kesukaan adalah hal yang baik melalui jawaban lisan (TP 1.6.6.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengungkapkan perbedaan secara lisan (TP 1.6.6.1)Murid belum mampu menyebutkan perbedaan bekal atau permainan meskipun sudah diberi bantuan kartu gambar dan kalimat pembuka dari guru.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan bekal atau permainan menggunakan satu kata (misalnya: 'nasi' atau 'bola') dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan bekal atau permainan menggunakan kalimat sederhana secara mandiri (misalnya: 'Aku suka roti, dia suka nasi.').Murid dapat menyebutkan lebih dari satu perbedaan bekal dan/atau permainan menggunakan kalimat sederhana yang lengkap dan jelas secara mandiri tanpa bantuan.
Memahami pesan bahwa perbedaan kesukaan adalah hal yang baik (TP 1.6.6.2)Murid belum dapat menjawab pertanyaan tentang perbedaan kesukaan meskipun sudah diberi penjelasan ulang oleh guru.Murid dapat menjawab pertanyaan dengan satu kata ('baik' atau 'tidak masalah') tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat menjawab pertanyaan lisan dengan kalimat sederhana bahwa perbedaan kesukaan adalah hal yang baik (misalnya: 'Perbedaan itu baik karena kita tetap bisa berteman.').Murid dapat menjelaskan secara lisan mengapa perbedaan kesukaan adalah hal yang baik dengan alasan yang relevan dan menggunakan lebih dari satu kalimat yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk mengungkapkan perbedaan yang mereka temukan secara lisan? Jika tidak, apa yang perlu diubah pada kegiatan berikutnya?
  • Apakah scaffold (kartu gambar, kalimat pembuka) yang disiapkan cukup membantu murid yang belum percaya diri berbicara?
  • Seberapa banyak murid yang sudah memahami pesan bahwa perbedaan itu baik berdasarkan hasil tanya jawab akhir? Perlu tindak lanjut apa?
  • Apakah waktu pembelajaran sudah cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu disesuaikan durasinya?

Refleksi Murid:

  • Apa perbedaan yang kamu temukan dari teman di sebelahmu tadi?
  • Bagaimana perasaanmu saat tahu kamu dan temanmu berbeda kesukaan?
  • Apakah kamu sudah berani berbicara di depan teman-teman hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi) — Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023, Bab 6 'Temanku Berbeda'
  2. Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VI
  3. Kartu bergambar bekal makanan (nasi goreng, roti, buah, mie, sayur, dan lain-lain) — dibuat atau dicetak guru
  4. Kartu bergambar permainan kesukaan (lompat tali, bola, congklak, petak umpet, dan lain-lain) — dibuat atau dicetak guru
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kata kunci hasil diskusi kelas
  6. Bekal makanan nyata yang dibawa murid sebagai bahan pengamatan langsung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.