Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Sederhana tentang Keragaman Teman dan Suku Kata Huruf 'g'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca Teks Sederhana tentang Keragaman Teman dan Suku Kata Huruf 'g'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Sederhana tentang Keragaman Teman dan Suku Kata Huruf 'g'

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca Teks Sederhana tentang Keragaman Teman dan Suku Kata Huruf 'g'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca Teks Sederhana tentang Keragaman Teman dan Suku Kata Huruf 'g'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Dengan membaca teks pendek bergambar tentang keragaman teman di kelas, murid dapat membaca kata-kata yang mengandung suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' dengan fasih.
  2. Setelah membaca teks tentang keragaman teman, murid dapat memahami isi bacaan dengan menjawab pertanyaan tentang perbedaan yang ditemukan dalam teks secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu dan teman-temanmu di kelas ini sama persis? Apa saja perbedaan yang kamu lihat?
  2. Kamu pernah melihat hewan gajah, gorila, atau gagak? Coba sebutkan — huruf apa yang sama pada nama-nama hewan itu?
  3. Menurutmu, apakah perbedaan membuat kita tidak bisa berteman? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (DPL-1: Keimanan dan Ketakwaan).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan hangat.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menunjukkan kartu bergambar (gajah, gorila, gitar) dan bertanya, 'Siapa yang tahu nama gambar ini? Coba baca tulisannya!' untuk mengecek pengenalan huruf 'g' dan kesiapan membaca.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apakah kamu dan teman-temanmu sama persis? Apa yang berbeda?' dan meminta 2–3 anak berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan membaca kata-kata baru dengan huruf 'g' dan belajar tentang keragaman teman kita.'
  • Guru menempelkan kartu kata bergambar yang mengandung suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' pada papan kamus dinding sebagai apersepsi visual.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan huruf 'G' dan 'g' di papan tulis dengan besar dan jelas, lalu melafalkan bunyinya bersama murid secara serempak ('g, g, g...').
  • Guru memperkenalkan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' satu per satu menggunakan kartu suku kata berwarna-warni. Setiap suku kata dilafalkan bersama 3 kali dengan tepuk tangan.
  • Guru menampilkan kata-kata bergambar (ga-jah, go-ri-la, ge-la-tik, gu-ri-ta, gi-gi, ga-gak) satu per satu. Murid mengamati gambar lalu mengikuti guru membaca kata tersebut suku demi suku kata.
  • Guru membacakan teks pendek bergambar 'Kiki dan Gaga' dengan intonasi yang ekspresif. Murid menyimak dengan seksama.
  • Guru meminta murid menunjuk dan mengidentifikasi suku kata berawalan 'g' yang ditemukan dalam teks sambil guru menandainya di papan tulis.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membaca ulang teks 'Kiki dan Gaga' secara berpasangan (pair reading). Satu anak membaca, satu anak menunjuk kata di buku. Kemudian bergantian.
  • Guru memimpin permainan 'Kartu Pasangan': murid membuka dua kartu bergambar dan kartu kata, mencocokkan gambar dengan kata yang mengandung suku kata 'g'. Kelompok yang mendapat pasangan terbanyak menang.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan tentang isi teks untuk dijawab murid secara lisan: (1) Siapa nama tokoh dalam cerita? (2) Apa yang dilakukan Gaga dan Kiki bersama? (3) Apa perbedaan yang ada pada tokoh dalam cerita?
  • Murid diminta menyebutkan minimal 2 kata dari teks yang mengandung suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', atau 'go-' secara bergantian kepada teman di sebelahnya.
  • Guru memberikan lembar tugas sederhana bergambar: murid melingkari suku kata 'g' yang ditemukan pada kata-kata bergambar yang tersedia.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (circle time). Guru bertanya, 'Tadi kita membaca tentang Kiki dan Gaga yang berbeda-beda. Menurutmu, apakah perbedaan itu membuat mereka tidak bisa berteman?' Murid berbagi jawaban secara lisan.
  • Guru menghubungkan isi teks dengan kehidupan nyata: 'Di kelas kita juga ada teman yang berbeda-beda. Itu adalah anugerah yang harus kita syukuri.' (DPL-1: Keimanan; DPL-2: Kewargaan).
  • Murid diminta menyebutkan satu perbedaan teman di kelas yang mereka temukan hari ini dan menyatakan mengapa perbedaan itu tidak menghalangi pertemanan.
  • Guru meminta murid menyebutkan satu kata baru berawalan 'g' yang paling mereka ingat dari pembelajaran hari ini dan menjelaskan artinya (DPL-8: Komunikasi; DPL-3: Penalaran Kritis).
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid dan merangkum temuan belajar hari ini bersama kelas.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar apa saja?' Murid menyebutkan suku kata dan nilai yang dipelajari.
  • Asesmen akhir: Guru meminta 4–5 murid secara acak membaca 3 kata bergambar berawalan 'g' pada kartu yang ditunjukkan guru sebagai cek pemahaman individu.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mencari 2 kata berawalan 'g' di lingkungan rumah dan memberitahukan kepada orang tua.
  • Guru meminta murid mengisi bintang refleksi sederhana (jempol atas = paham, jempol tengah = agak paham, jempol bawah = belum paham) sebagai umpan balik cepat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal huruf 'g': guru menyediakan kartu huruf dengan gambar pendukung yang lebih besar dan penjelasan bunyi berulang. Untuk murid yang sudah lancar: disediakan teks tambahan dengan kalimat lebih panjang yang masih mengandung suku kata 'g'.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan lebih: dibimbing guru atau teman sebaya saat pair reading, dengan guru memberikan scaffolding berupa menunjuk suku kata satu per satu. Murid yang sudah cepat: diminta membaca secara mandiri dan menjawab pertanyaan tertulis tambahan tentang isi teks.
  • Produk: Murid yang belum fasih cukup membaca 3 kata bergambar secara lisan dengan bantuan. Murid yang sudah fasih diminta membaca 5 kata atau kalimat pendek dari teks secara mandiri dan menceritakan kembali isi teks singkat secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan 3 kartu bergambar (gajah, gorila, gitar) dan meminta murid menyebut nama gambar serta mencoba membaca tulisannya untuk mengecek pengenalan huruf 'g' dan kemampuan awal membaca suku kata.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah tahu huruf G?' untuk memetakan kesiapan belajar murid sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi selama pair reading: guru mencatat murid yang lancar, yang masih mengeja pelan, dan yang belum mengenali suku kata 'g' menggunakan lembar observasi sederhana (checklist nama).
  • Tanya jawab lisan saat tahap Mengaplikasi: guru menilai kemampuan murid menyebutkan kata dengan suku kata 'g' dan menjawab pertanyaan isi teks.
  • Lembar tugas melingkari suku kata 'g': guru mengamati dan mengoreksi secara langsung saat murid mengerjakan.

Akhir:

  • Tes membaca individual: masing-masing murid membaca 3–5 kata bergambar berawalan suku kata 'g' yang ditunjukkan guru secara bergantian. Guru mencatat kelancaran dan ketepatan.
  • Pertanyaan lisan individual: guru menunjukkan gambar tokoh dari teks dan menanyakan 'Siapa ini?' dan 'Apa yang mereka lakukan?', lalu mencatat kualitas jawaban murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid membaca suku kata dan kata bersama (kelancaran pelafalan dan ketepatan identifikasi suku kata 'g').
  • Tanya jawab lisan tentang isi teks: kefasihan menjawab pertanyaan sederhana tentang tokoh dan isi cerita.
  • Permainan kartu pasangan: kemampuan mencocokkan gambar dengan kata yang tepat diamati guru secara berkeliling.

Sumatif:

  • Membaca 3–5 kata bergambar berawalan suku kata 'g' secara individual di hadapan guru (cek kelancaran membaca).
  • Menjawab 2 pertanyaan lisan tentang isi teks 'Kiki dan Gaga' secara individual (cek pemahaman bacaan).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Membaca Suku Kata 'g' (TP 1.6.4.1)Murid belum dapat melafalkan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat melafalkan 1–2 suku kata 'g' dengan bantuan guru atau teman, namun masih sering keliru.Murid dapat membaca 3–4 kata yang mengandung suku kata 'g' dengan benar, meski sesekali masih perlu jeda untuk mengeja.Murid dapat membaca 5 kata atau lebih yang mengandung suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' dengan lancar, tepat, dan tanpa bantuan.
Pemahaman Isi Bacaan tentang Keragaman Teman (TP 1.6.4.2)Murid belum dapat menjawab pertanyaan tentang isi teks meskipun dengan bantuan gambar atau pertanyaan pancingan guru.Murid dapat menjawab 1 dari 2 pertanyaan tentang isi teks dengan benar, biasanya melalui jawaban satu kata dan dengan bantuan.Murid dapat menjawab 2 pertanyaan tentang isi teks dengan benar menggunakan kalimat pendek secara mandiri.Murid dapat menjawab pertanyaan tentang isi teks dengan benar dan menjelaskan perbedaan yang ditemukan dalam teks menggunakan kalimatnya sendiri secara runtut.
Partisipasi Aktif dan Komunikasi LisanMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi atau tanya jawab, bahkan dengan dorongan guru.Murid berpartisipasi jika diminta langsung oleh guru, namun jawaban sangat singkat atau tidak relevan.Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi dan menjawab pertanyaan dengan kalimat pendek yang relevan.Murid berpartisipasi aktif, menyampaikan gagasan dengan jelas dan percaya diri, serta merespons pendapat teman dengan santun.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih membaca suku kata 'g' secara individual hari ini?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan khusus dalam mengenali dan membaca suku kata 'g'? Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan?
  • Apakah pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan cukup mudah dipahami murid kelas 1? Perlu disesuaikan atau tidak untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan permainan kartu berjalan efektif dan menggembirakan? Apa yang perlu diperbaiki agar lebih melibatkan semua murid?

Refleksi Murid:

  • Suku kata apa yang paling kamu ingat hari ini? Coba sebutkan satu kata dengan suku kata itu!
  • Apa yang kamu pelajari tentang Kiki dan Gaga? Apakah perbedaan mereka membuat mereka tidak bisa berteman?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas 1 SD/MI (Edisi Revisi) — Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 (Bab 6: Temanku Berbeda, hal. 140–153)
  2. Buku Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas 1 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab VI, hal. 174 dst.
  3. Kartu suku kata berwarna-warni: 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-'
  4. Kartu kata bergambar: gajah, gorila, gelatik, gurita, gigi, gagak
  5. Kartu pasangan (memory card) bergambar dan bertuliskan kata berawalan suku kata 'g'
  6. Papan kamus dinding kelas untuk menempel kartu kata
  7. Lembar tugas sederhana bergambar (melingkari suku kata 'g')
  8. Lembar observasi/checklist kelancaran membaca untuk guru
  9. Alat tulis dan alat warna murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.