Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Huruf 'g' melalui Kata-Kata tentang Perbedaan di Sekitar Kita

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Huruf 'g' melalui Kata-Kata tentang Perbedaan di Sekitar Kita". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Huruf 'g' melalui Kata-Kata tentang Perbedaan di Sekitar Kita

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Huruf 'g' melalui Kata-Kata tentang Perbedaan di Sekitar Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Huruf 'g' melalui Kata-Kata tentang Perbedaan di Sekitar Kita
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca kartu kata bertema perbedaan (misalnya 'gigi', 'gemuk', 'gadis'), murid dapat mengenali dan melafalkan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' dengan tepat.
  2. Melalui latihan mengeja bersama, murid dapat membaca minimal 5 kata sehari-hari yang diawali huruf 'g' yang berkaitan dengan ciri fisik atau keragaman teman secara fasih.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah semua temanmu di kelas ini sama persis? Apa saja perbedaan yang bisa kamu lihat?
  2. Coba lihat sekitarmu — benda atau nama teman apa yang bunyinya dimulai dari 'g'?
  3. Kalau kita semua berbeda-beda, apakah itu hal yang menyenangkan atau menyedihkan? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar. (DPL-1: Keimanan)
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan 3 kartu bergambar (gajah, gitar, garpu) dan bertanya, 'Apa nama benda ini? Huruf apa yang ada di awalnya?' — catat siapa yang sudah mengenal bunyi huruf 'g' dan siapa yang belum.
  • Guru mengajak murid mengamati teman-teman di kelas: 'Siapa yang rambutnya lurus? Siapa yang rambutnya keriting? Siapa yang tinggi?' untuk membangun konteks tema keragaman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Coba lihat sekitarmu — benda atau nama teman apa yang bunyinya dimulai dari 'g'?' dan menampung jawaban murid.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengenal huruf 'g' dan membaca kata-kata tentang teman kita yang berbeda-beda.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan huruf 'G' dan 'g' di papan tulis, lalu meminta murid mengamati bentuknya dan menirukan cara menulis huruf 'g' di udara dengan jari telunjuk.
  • Guru melafalkan bunyi 'g' dengan jelas ('guh') dan meminta seluruh kelas menirukan bersama-sama tiga kali.
  • Guru menempelkan kartu suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' satu per satu di papan. Setiap kartu ditempel sambil diucapkan bersama: 'ga... gi... gu... ge... go...'
  • Guru menunjukkan kartu kata bergambar bertema ciri fisik dan keragaman: 'gigi', 'gemuk', 'gadis', 'gagak', 'gajah', 'gorila'. Setiap kartu dibacakan guru, lalu murid menirukan.
  • Guru meminta murid menunjuk suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', atau 'go-' pada kartu kata tersebut. Contoh: pada kata 'gigi', guru bertanya, 'Suku kata apa yang ada di sini?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Kolaborasi):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat satu set kartu kata dan kartu suku kata yang diawali huruf 'g'.
  • Kelompok bermain 'Permainan Ingatan (Memory Game)': kartu dibalik di atas meja, murid bergantian membuka dua kartu. Jika kartu suku kata cocok dengan kartu kata yang mengandung suku kata tersebut (misalnya kartu 'gi-' cocok dengan kartu 'gigi'), mereka boleh menyimpan kartu itu sambil melafalkannya keras-keras.
  • Selama permainan berlangsung, guru berkeliling memantau dan membantu murid yang kesulitan melafalkan suku kata.
  • Setelah permainan selesai, perwakilan tiap kelompok membacakan kata-kata yang berhasil mereka kumpulkan di depan kelas. Guru memastikan minimal 5 kata terbaca dengan fasih.
  • Seluruh kelas mengeja bersama 5 kata pilihan secara lantang: 'g-a-g-a-k: ga-gak, ga-gak!' sebagai latihan pengucapan bersama.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid kembali ke tema keragaman: 'Tadi kita membaca kata 'gigi', 'gemuk', 'gadis' — kata-kata ini menggambarkan ciri-ciri yang berbeda. Apakah perbedaan itu membuat teman kita kurang baik?'
  • Murid menjawab secara bergantian atau menggunakan isyarat tangan (jempol ke atas = tidak apa-apa berbeda, jempol ke bawah = tidak suka perbedaan) untuk merefleksikan sikap menghargai perbedaan.
  • Guru mengaitkan pelajaran huruf 'g' dengan syukur: 'Allah menciptakan kita berbeda-beda dan itu adalah anugerah yang indah. Kita bisa bersyukur dengan cara menghargai teman kita.' (DPL-1: Keimanan)
  • Murid secara mandiri menunjuk dan melafalkan 3 kartu kata pilihan mereka sendiri sebagai konfirmasi pemahaman individual. (DPL-6: Kemandirian)

Penutup:

  • Guru memandu asesmen akhir: setiap murid secara bergantian membaca 5 kartu kata yang ditunjuk guru ('gigi', 'gajah', 'gorila', 'gagak', 'garpu'). Guru mencatat hasil pada lembar observasi.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi murid: 'Suku kata apa yang paling mudah kamu baca hari ini? Mana yang paling susah?'
  • Murid menjawab pertanyaan penutup dengan mengangkat tangan: 'Siapa yang sudah bisa membaca kata 'gigi'? Kata 'gajah'?' sebagai perayaan capaian belajar.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha seluruh murid: 'Kalian luar biasa hari ini! Kita semua berbeda-beda tapi bisa belajar bersama dengan seru.'
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid merapikan kartu-kartu, lalu berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal bunyi huruf 'g': sediakan kartu huruf 'g' berukuran besar dengan gambar gajah di sisinya sebagai petunjuk visual. Fokus hanya pada suku kata 'ga-' dan 'gi-' terlebih dahulu. Untuk murid yang sudah lancar: berikan kartu kata yang lebih panjang atau kompleks seperti 'garpu', 'gembira', 'gagak' dan tantang mereka menemukan kata lain berawalan 'g' dari benda di sekitar kelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan didampingi guru atau teman sebaya saat bermain Memory Game — diperbolehkan melihat kartu referensi berisi daftar suku kata 'ga-gi-gu-ge-go'. Murid yang sudah cepat memahami dapat menjadi 'pembaca kartu' yang membantu kelompoknya mengonfirmasi kebenaran setiap pasangan kartu.
  • Produk: Murid yang belum lancar cukup mampu melafalkan 3 kata berawalan 'g' dengan bantuan kartu bergambar. Murid yang sudah berkembang ditarget membaca minimal 5 kata secara fasih tanpa bantuan gambar, dan dapat mengucapkan kata dalam kalimat pendek, misalnya 'Gajah besar.'

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 kartu bergambar (gajah, gitar, garpu) dan bertanya: 'Apa nama benda ini? Huruf apa yang ada di awalnya?' — untuk mengetahui murid mana yang sudah mengenal bunyi huruf 'g' dan mana yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi ketepatan pelafalan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' saat kegiatan meniru bersama di tahap Memahami.
  • Observasi kemampuan mencocokkan dan melafalkan kartu suku kata dan kartu kata saat bermain Memory Game di tahap Mengaplikasi.
  • Pertanyaan lisan saat murid menunjuk suku kata dalam kata utuh: 'Suku kata apa ini?' — dilakukan guru saat berkeliling kelompok.

Akhir:

  • Setiap murid membaca 5 kartu kata yang ditunjuk guru secara bergantian ('gigi', 'gajah', 'gorila', 'gagak', 'garpu'). Guru mencatat hasil pada lembar observasi dengan rubrik 4 level: Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang.
  • Guru menanyakan pertanyaan refleksi penutup: 'Suku kata apa yang paling mudah kamu baca?' sebagai data kualitatif pemahaman murid.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menirukan pelafalan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' — guru mencatat ketepatan bunyi tiap murid.
  • Observasi saat bermain Memory Game: guru mengamati kemampuan murid mencocokkan dan melafalkan pasangan kartu suku kata dan kartu kata.
  • Tanya-jawab lisan saat murid menunjuk suku kata pada kartu kata — guru menilai kemampuan mengenali suku kata dalam konteks kata utuh.

Sumatif:

  • Membaca 5 kartu kata (gigi, gajah, gorila, gagak, garpu) secara individual di akhir pembelajaran — dinilai berdasarkan ketepatan pelafalan dan kelancaran.
  • Lembar observasi guru dengan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) ketepatan melafalkan suku kata 'g', dan (2) kelancaran membaca minimal 5 kata berawalan 'g'.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melafalkan suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' (TP 1.6.3.1)Murid belum dapat melafalkan suku kata 'g' meskipun dengan bantuan guru. Bunyi 'g' tidak terdengar atau keliru secara konsisten.Murid dapat melafalkan 1–2 suku kata 'g' dengan benar hanya ketika dituntun guru secara langsung kata per kata.Murid dapat melafalkan 3–4 suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' dengan tepat secara mandiri, meskipun masih ada 1–2 yang kurang lancar.Murid dapat melafalkan semua suku kata 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-' dengan bunyi yang tepat dan jelas secara mandiri tanpa bantuan.
Membaca kata sehari-hari berawalan huruf 'g' (TP 1.6.3.2)Murid belum dapat membaca kata berawalan 'g' meskipun dengan bantuan kartu bergambar dan bimbingan guru.Murid dapat membaca 1–2 kata berawalan 'g' dengan benar menggunakan bantuan kartu bergambar atau dengan tuntutan guru.Murid dapat membaca 3–4 kata berawalan 'g' dengan benar secara mandiri, namun masih tersendat pada beberapa kata.Murid dapat membaca minimal 5 kata berawalan 'g' yang berkaitan dengan ciri fisik atau keragaman teman secara fasih dan mandiri tanpa bantuan gambar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat melafalkan minimal 3 suku kata 'g' dengan tepat? Siapa yang masih perlu bimbingan intensif?
  • Apakah permainan Memory Game efektif memotivasi murid untuk berlatih membaca kartu kata? Apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah menjangkau murid yang paling lambat dan paling cepat belajar di kelas ini?
  • Apakah koneksi antara tema keragaman dan pembelajaran huruf 'g' terasa bermakna bagi murid? Bagaimana saya mengetahuinya?

Refleksi Murid:

  • Suku kata 'g' mana yang paling mudah kamu lafalkan? Mana yang masih susah?
  • Kata apa saja yang sudah bisa kamu baca hari ini? Coba sebutkan!
  • Apa yang kamu rasakan saat belajar bersama teman-teman dalam permainan kartu tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Bab 6 'Temanku Berbeda', halaman 151–154
  2. Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Bab 6
  3. Kartu kata bertema ciri fisik dan keragaman: 'gigi', 'gemuk', 'gadis', 'gagak', 'gajah', 'gorila', 'garpu', 'garam', 'gula', 'guru'
  4. Kartu suku kata: 'ga-', 'gi-', 'gu-', 'ge-', 'go-', 'gem-', 'gar-'
  5. Kartu huruf: 'G' dan 'g' (ukuran besar untuk media papan)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan huruf dan suku kata
  7. Lembar observasi guru untuk mencatat capaian individual murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.