Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berempati terhadap Perbedaan: Mendiskusikan Perasaan Tokoh dalam Cerita 'Kiki dan Gaga'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Berempati terhadap Perbedaan: Mendiskusikan Perasaan Tokoh dalam Cerita 'Kiki dan Gaga'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Berempati terhadap Perbedaan: Mendiskusikan Perasaan Tokoh dalam Cerita 'Kiki dan Gaga'

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Berempati terhadap Perbedaan: Mendiskusikan Perasaan Tokoh dalam Cerita 'Kiki dan Gaga'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBerempati terhadap Perbedaan: Mendiskusikan Perasaan Tokoh dalam Cerita 'Kiki dan Gaga'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Setelah menyimak ulang cerita 'Kiki dan Gaga', murid dapat menanggapi perasaan tokoh yang mengalami perbedaan dengan mengungkapkan gagasan atau perasaannya secara lisan menggunakan bantuan gambar.
  2. Melalui diskusi kelompok kecil tentang cerita 'Kiki dan Gaga', murid dapat menceritakan kembali isi cerita dengan menyebutkan minimal satu sikap baik dalam menghadapi perbedaan secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan teman kalian? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Kalau teman kalian tidak bisa ikut bermain, apa yang akan kalian lakukan?
  3. Menurut kalian, apakah Kiki dan Gaga bisa tetap berteman meskipun mereka berbeda? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua gambar wajah (satu tersenyum, satu sedih) dan bertanya, 'Kapan kalian merasa sedih? Apa yang kalian inginkan dari teman saat kalian sedih?' Murid menjawab secara lisan singkat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita Kiki dan Gaga lagi, lalu kita ceritakan kembali bersama-sama.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk nyaman dan tenang, lalu mengajak mereka menarik napas bersama sebelum menyimak ('Kita tarik napas dulu, sekarang kita siap mendengarkan dengan hati penuh perhatian.').
  • Guru membacakan ulang cerita 'Kiki dan Gaga' dengan ekspresif sambil menunjuk setiap kata di buku siswa atau menampilkan gambar ilustrasi cerita di papan/layar.
  • Saat membacakan, guru berhenti di momen penting (Gaga tidak bisa masuk rumah Kiki; Kiki tidak bisa menyemprot air seperti Gaga; Kiki takut air) dan bertanya dengan suara pelan: 'Kira-kira bagaimana perasaan Gaga di sini?' atau 'Lihat ekspresi Kiki, apa yang ia rasakan?'
  • Setelah cerita selesai, guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan kepada seluruh kelas: (1) Siapa tokoh dalam cerita ini? (2) Apa perbedaan antara Kiki dan Gaga? (3) Apa yang Gaga tidak bisa lakukan? Apa yang Kiki tidak bisa lakukan?
  • Murid menjawab secara lisan, guru memvalidasi jawaban dan meluruskan pemahaman bila perlu.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) secara acak dengan cara menyebutkan nama binatang (gajah atau kelinci) sehingga anak yang menyebutkan nama binatang sama berkumpul bersama.
  • Setiap kelompok mendapat satu lembar kerja bergambar berisi 2–3 ilustrasi adegan dari cerita (misalnya: Gaga tidak bisa masuk rumah Kiki; Kiki tidak bisa menyemprot air; Kiki dan Gaga bermain bersama). Di bawah setiap gambar terdapat kolom kosong untuk menulis/menggambar ekspresi perasaan tokoh.
  • Guru memberi instruksi: 'Lihat gambar-gambar ini. Tunjuk gambar yang menurut kalian Gaga sedang merasa sedih. Lalu ceritakan kepada teman kelompokmu bagaimana perasaan Gaga dan apa yang sebaiknya dilakukan Kiki.'
  • Di dalam kelompok, setiap murid secara bergantian menanggapi perasaan tokoh secara lisan menggunakan gambar sebagai bantuan ('Gaga merasa sedih karena... Sebaiknya Kiki...').
  • Setelah diskusi kelompok, satu perwakilan dari setiap kelompok menceritakan kembali isi cerita secara singkat di depan teman-temannya (boleh menggunakan gambar/lembar kerja sebagai petunjuk) dan menyebutkan minimal satu sikap baik yang ditunjukkan tokoh dalam cerita.
  • Guru memberikan apresiasi verbal dan gestur positif setelah setiap kelompok selesai bercerita ('Wah, cerita kalian lengkap! Kiki dan Gaga memang teman yang baik.').

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk di posisi semula dan bertanya: 'Dari cerita Kiki dan Gaga, sikap baik apa yang paling kalian suka? Mengapa?'
  • Murid diberi kesempatan menjawab secara lisan 2–3 orang secara sukarela.
  • Guru bertanya untuk menghubungkan dengan kehidupan nyata: 'Apakah pernah ada temanmu yang tidak bisa melakukan sesuatu? Apa yang sudah kalian lakukan untuk membantunya atau membuatnya merasa baik?'
  • Murid menjawab secara lisan. Guru mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespons dengan empati.
  • Guru menyimpulkan bersama murid: 'Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap bisa berteman dan saling menghargai. Itu sikap yang sangat baik!'
  • Murid mengisi kartu refleksi sederhana bergambar tiga wajah (senang, biasa, bingung): mereka melingkari wajah yang mewakili perasaan mereka selama belajar hari ini, lalu guru meminta 2–3 anak menceritakan alasannya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran dengan bertanya: 'Cerita apa yang kita simak hari ini? Siapa tokohnya? Apa sikap baik yang kita pelajari?'
  • Guru memberikan penguatan pesan moral: 'Kita semua berbeda-beda, dan itu hal yang indah. Kita bisa saling menghargai dan tetap bermain bersama seperti Kiki dan Gaga.'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: meminta 2–3 murid secara acak untuk menceritakan satu hal dari cerita 'Kiki dan Gaga' dan satu sikap baik yang mereka ingat.
  • Guru menyampaikan informasi kegiatan pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan gambar sekuens cerita (3–4 panel bergambar dengan keterangan singkat) sebagai pegangan visual saat menyimak dan bercerita. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan kartu pertanyaan tambahan yang lebih dalam, seperti: 'Kalau kamu adalah Kiki, apa yang akan kamu ucapkan kepada Gaga supaya ia tidak sedih?'
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang masih kesulitan berbicara dapat cukup menunjuk gambar dan menjawab dengan satu kata atau frasa pendek. Guru mendampingi kelompok yang membutuhkan lebih banyak bimbingan dengan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur. Murid yang sudah lancar didorong untuk menceritakan kembali secara lengkap tanpa bantuan gambar.
  • Produk: Murid yang belum bisa bercerita lisan dapat menggambar ekspresi perasaan tokoh dan menjelaskan gambarnya dengan satu kalimat. Murid yang sudah mampu dapat menceritakan ulang cerita secara runtut dan menyebutkan lebih dari satu sikap baik tokoh dalam cerita.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar wajah (senang dan sedih) dan bertanya: 'Kapan kalian pernah merasa sedih? Apa yang kalian inginkan dari teman saat kalian sedih?' Jawaban lisan murid digunakan untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang empati dan perasaan.

Proses:

  • Observasi guru terhadap partisipasi lisan murid saat tanya jawab setelah penyimakan cerita (tahap Memahami).
  • Pengamatan guru saat diskusi kelompok kecil: kemampuan menanggapi perasaan tokoh secara lisan dengan bantuan gambar (tahap Mengaplikasi).
  • Penilaian presentasi singkat: kemampuan menceritakan kembali isi cerita dan menyebutkan sikap baik tokoh (tahap Mengaplikasi).
  • Kartu refleksi bergambar: murid melingkari wajah yang mewakili perasaan belajar mereka sebagai indikator keterlibatan emosional (tahap Merefleksi).

Akhir:

  • Asesmen lisan individual: guru memanggil 2–3 murid secara acak untuk menceritakan satu hal dari cerita 'Kiki dan Gaga' dan menyebutkan satu sikap baik yang mereka ingat.
  • Guru mencatat hasil pada lembar observasi sederhana (nama murid, kemampuan menanggapi perasaan tokoh, kemampuan menceritakan kembali, sikap baik yang disebutkan) berdasarkan 4 level rubrik.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menanggapi pertanyaan tentang perasaan tokoh pada tahap Memahami.
  • Pengamatan guru saat diskusi kelompok kecil: apakah murid aktif menanggapi perasaan tokoh menggunakan bantuan gambar.
  • Penilaian presentasi singkat perwakilan kelompok: kelengkapan cerita dan penyebutan sikap baik tokoh.

Sumatif:

  • Asesmen lisan individu di akhir pembelajaran: murid menceritakan kembali isi cerita 'Kiki dan Gaga' dan menyebutkan minimal satu sikap baik dalam menghadapi perbedaan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menanggapi perasaan tokoh secara lisan dengan bantuan gambar (TP 1.6.2.1)Murid belum dapat menanggapi perasaan tokoh meskipun sudah diberi bantuan gambar dan pertanyaan pemandu dari guru.Murid dapat menyebutkan perasaan tokoh (misalnya: 'sedih' atau 'senang') dengan bantuan gambar, tetapi belum dapat mengungkapkan gagasan atau alasannya.Murid dapat menanggapi perasaan tokoh secara lisan dengan bantuan gambar dan mengungkapkan gagasan atau perasaannya dalam satu kalimat sederhana.Murid dapat menanggapi perasaan tokoh secara lisan dengan bantuan gambar, mengungkapkan gagasan atau perasaannya dalam lebih dari satu kalimat, dan menghubungkannya dengan pengalaman dirinya sendiri.
Menceritakan kembali isi cerita dan menyebutkan sikap baik (TP 1.6.2.2)Murid belum dapat menceritakan kembali isi cerita dan belum dapat menyebutkan sikap baik tokoh meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menceritakan sebagian isi cerita (menyebutkan nama tokoh atau satu kejadian) tetapi belum dapat menyebutkan sikap baik tokoh dalam menghadapi perbedaan.Murid dapat menceritakan kembali isi cerita secara sederhana (menyebutkan tokoh, kejadian utama, dan penyelesaian) serta menyebutkan minimal satu sikap baik tokoh dalam menghadapi perbedaan.Murid dapat menceritakan kembali isi cerita secara runtut dan lengkap serta menyebutkan lebih dari satu sikap baik tokoh dalam menghadapi perbedaan, dengan kalimat yang jelas dan lancar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat saat menyimak cerita dan diskusi kelompok? Siapa yang tampak belum terlibat dan apa yang perlu saya lakukan berbeda?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan pemandu yang saya gunakan cukup membantu murid mengungkapkan perasaan dan gagasannya?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diperluas atau diperpendek pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun yang sudah cepat memahami?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaan kalian setelah belajar hari ini? (Tunjuk gambar wajah senang, biasa, atau bingung.)
  • Satu hal apa yang kalian ingat dari cerita Kiki dan Gaga hari ini?
  • Sikap baik apa yang ingin kalian coba lakukan kepada teman yang berbeda dari kalian?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Bab 6 'Temanku Berbeda', halaman 140–149
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VI
  3. Gambar ilustrasi cerita 'Kiki dan Gaga' (dari buku siswa atau dicetak/ditampilkan di papan/layar proyektor)
  4. Lembar kerja bergambar sekuens cerita (3–4 panel ilustrasi adegan 'Kiki dan Gaga' dengan kolom ekspresi perasaan tokoh, disiapkan guru)
  5. Kartu refleksi bergambar tiga ekspresi wajah (senang, biasa, bingung), satu lembar per murid
  6. Lembar observasi guru untuk mencatat hasil asesmen lisan individual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.