MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 6 — Temanku Berbeda INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Temanku Berbeda |
|---|
| Alokasi Waktu | 32 JP (32 x 35 menit = 1120 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 14 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.6.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf g
- TP 1.6.3 Menemukan isi bacaan tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar dari teks yang dipirsa
- TP 1.6.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.5 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang perbedaan diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.6 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah tubuh Kiki si kelinci dan Gaga si gajah sama atau berbeda?
- Bagaimana Kiki dan Gaga tetap bisa bermain bersama meskipun tubuh mereka tidak sama?
- Jika teman kita menyukai permainan yang berbeda atau memiliki ciri yang berbeda, apa yang sebaiknya kita lakukan agar tetap rukun?
- Bagaimana cara Kiki dan Gaga tetap bisa bersenang-senang meskipun tubuh dan kesukaan mereka berbeda?
- Bagaimana bunyi huruf g jika digabung dengan huruf vokal a, i, dan u?
- Benda atau binatang apa di sekitar kita yang namanya berawalan suku kata ga, gi, atau gu?
- Benda atau hewan apa saja di sekitar kita yang namanya dimulai dengan bunyi huruf g?
- Bagaimana caramu membaca kata berawalan huruf g secara langsung tanpa harus mengeja hurufnya satu per satu?
- Apa perbedaan rambut atau tubuh yang kalian lihat pada gambar teman-teman ini?
- Bagaimana cara kita mengetahui ciri fisik seseorang dari gambar yang kita amati?
- Apa kegiatan yang paling kamu sukai saat bermain bersama teman di sekolah?
- Apakah semua temanmu menyukai permainan yang sama denganmu, atau ada yang berbeda?
- Kata tanya apa yang kita pakai saat ingin tahu nama teman baru?
- Bagaimana cara bertanya yang santun saat ingin tahu kesukaan teman?
- Apa yang ingin kalian ketahui tentang lingkungan rumah atau tempat bermain temanmu?
- Bagaimana cara bertanya yang santun saat mengobrol dengan teman tentang lingkungan sekitarnya?
- Apa yang kamu katakan jika teman memuji atau memperhatikan rambutmu?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun saat teman bertanya tentang tinggi badanmu?
- Apa yang biasanya kamu lakukan bersama keluarga pada hari Minggu?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun jika teman merasa heran dengan kebiasaan di rumahmu?
- Bagaimana gerakan tangan kita saat menulis lengkung dan ekor huruf 'g'?
- Bagaimana cara kita menulis suku kata ga, gi, dan gu dengan rapi di buku tulis?
- Benda apa saja di sekitar kita yang namanya diawali bunyi huruf g?
- Bagaimana cara menuliskan kata yang berawalan huruf g dengan rapi dan benar di atas kertas?
- Bagaimana caramu bertanya kepada teman baru tentang hal yang ia sukai?
- Apa yang kamu katakan saat teman bertanya tentang perbedaan warna baju atau bentuk rambutmu?
- Benda apa saja di sekitar kita yang namanya berawalan huruf g?
- Bagaimana caramu bertanya dan menjawab perbedaan teman secara santun?
- Kata apa saja berawalan huruf g yang ada di sekitarmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru menunjukkan gambar sampul cerita 'Kiki dan Gaga' di Buku Siswa lalu mengajukan pertanyaan diagnostik awal: 'Siapa nama dua tokoh pada gambar ini?' (acuan jawaban: Kiki si kelinci dan Gaga si gajah) dan 'Apakah ukuran tubuh kedua tokoh itu sama atau berbeda?' (acuan jawaban: berbeda / Gaga berbadan besar, Kiki berbadan kecil) untuk memetakan kesiapan murid mengidentifikasi keragaman fisik tokoh (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan teks aural cerita 'Kiki dan Gaga' di depan kelas sambil menunjuk setiap kata pada buku besar, memperdengarkan bagian saat Kiki bertubuh kecil lincah tetapi tidak bisa menyemprot air dan Gaga bertubuh besar berbelalai panjang namun tidak bisa masuk ke rumah Kiki (15 menit).
- Guru memandu murid membedakan ciri fisik tokoh dan peristiwa dengan mengajukan pertanyaan: 'Apa ciri tubuh Kiki dan Gaga?' serta 'Apa yang terjadi saat Gaga ingin masuk rumah Kiki dan saat Kiki diajak bermain air?' (acuan: tubuh Kiki kecil telinga panjang, tubuh Gaga besar belalai panjang; Gaga tidak muat masuk rumah Kiki, Kiki tidak bisa menyemprot air dan takut air) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan aural interaktif 'Kartu Pesan Sahabat': guru membacakan 3 pernyataan aural bergantian, lalu murid mengangkat kartu hijau (tersenyum) jika pernyataan merupakan pesan cerita tentang menerima perbedaan fisik, atau kartu merah (silang) jika bukan: (1) 'Teman yang tubuhnya berbeda ukuran tetap bisa rukun bermain bersama' (acuan: kartu hijau/benar pesan cerita); (2) 'Kita hanya boleh bermain dengan teman yang bentuk tubuhnya sama persis seperti kita' (acuan: kartu merah/bukan pesan cerita); (3) 'Kelebihan dan keterbatasan fisik yang berbeda membuat kita saling menolong' (acuan: kartu hijau/benar pesan cerita) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja aural bergambar berisi 3 butir pilihan mencentang pesan cerita yang dibacakan guru: Butir 1: 'Pesan dari cerita Kiki dan Gaga adalah: A. Memilih teman yang ukurannya sama, B. Tetap berteman baik walau ciri fisik berbeda' (acuan benar: B); Butir 2: 'Saat teman memiliki ukuran tubuh yang berbeda dari kita, kita harus: A. Menghargai dan bermain bersama, B. Mengejek perbedaannya' (acuan benar: A); Butir 3: 'Tubuh Kiki kecil dan tubuh Gaga besar membuktikan bahwa: A. Perbedaan fisik membuat mereka tidak bisa berkawan, B. Setiap fisik yang berbeda tetap istimewa dan bisa saling membantu' (acuan benar: B) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pesan cerita 'Kiki dan Gaga' bahwa perbedaan fisik (besar/kecil, tinggi/pendek) adalah hal yang wajar dan kita harus saling menerima serta menghargai teman (10 menit).
Penutup:- Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan dengan menanyakan: 'Apa pesan utama yang kamu pelajari dari cerita Kiki dan Gaga hari ini?' (acuan jawaban: kita harus rukun/menghargai/menerima teman walau ciri fisik berbeda) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid mengidentifikasi pesan teks aural, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak teks aural dengan bantuan penekanan intonasi guru pada bagian peristiwa perbedaan fisik tokoh, sedangkan murid yang lebih cepat menyimak keseluruhan teks aural secara mandiri.
- Proses: Pada latihan mengidentifikasi pesan, murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan pembacaan ulang butir soal secara perlahan, sedangkan murid yang mandiri langsung memilih jawaban pada lembar kerja bergambar.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pesan cerita aural melalui pilihan centang pada lembar kerja bergambar atau kartu respon.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik pemahaman tokoh dan ciri fisik aural: (1) 'Siapa nama dua tokoh dalam cerita bergambar ini?' (acuan jawaban: Kiki si kelinci dan Gaga si gajah); (2) 'Apakah ukuran tubuh mereka sama?' (acuan jawaban: tidak sama / berbeda, Gaga besar dan Kiki kecil).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons murid pada permainan 'Kartu Pesan Sahabat' dengan 3 pernyataan aural (Pernyataan 1 acuan: hijau/benar; Pernyataan 2 acuan: merah/salah; Pernyataan 3 acuan: hijau/benar).
- Pemeriksaan lembar kerja aural 3 butir pesan teks sastra cerita 'Kiki dan Gaga' (Butir 1 acuan: B; Butir 2 acuan: A; Butir 3 acuan: B).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan satu pesan cerita Kiki dan Gaga yang kita dengar hari ini tentang teman yang berbeda ciri fisik!' (acuan jawaban: kita harus saling menghargai/berteman rukun/menerima perbedaan ciri fisik teman).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nama tokoh dan perbedaan fisik Kiki dan Gaga
- Observasi respons murid saat permainan aural Kartu Pesan Sahabat
- Pemeriksaan lembar kerja aural pilihan centang pesan teks sastra cerita Kiki dan Gaga (3 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' | Belum mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' (0 butir tepat dari 3 butir lembar kerja). | Mengidentifikasi sebagian kecil pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' (tepat 1 butir dari 3 butir lembar kerja acuan: Butir 1: B, Butir 2: A, Butir 3: B) dengan bimbingan penuh. | Mengidentifikasi sebagian besar pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' secara mandiri (tepat 2 butir dari 3 butir lembar kerja acuan: Butir 1: B, Butir 2: A, Butir 3: B). | Mengidentifikasi seluruh pesan teks sastra aural tentang keragaman ciri fisik tokoh cerita 'Kiki dan Gaga' secara tepat dan mandiri (tepat 3 dari 3 butir lembar kerja acuan: Butir 1: B, Butir 2: A, Butir 3: B). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyampaian cerita aural 'Kiki dan Gaga' sudah cukup jelas dan memfasilitasi murid memahami pesan keragaman fisik?
- Apakah permainan Kartu Pesan Sahabat membantu murid mengenali sikap yang tepat terhadap teman yang berbeda fisik?
Murid:- Bagian cerita Kiki dan Gaga mana yang paling kamu sukai saat dibacakan?
- Apa yang akan kamu lakukan jika temanmu memiliki ciri fisik yang berbeda denganmu?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang sikap menerima keragaman di lingkungan sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan 1 cuplikan cerita aural 2 kalimat: 'Roni suka bermain balok, sedangkan Dito suka menggambar. Roni mengajak Dito bertukar mainan agar bisa bermain bersama dengan gembira.' Guru meminta murid mengidentifikasi pesan dengan memilih satu dari 2 pilihan lisan: (A) Bertengkar karena beda mainan, atau (B) Menghargai perbedaan dan bermain bersama. Kunci acuan diagnostik: pilihan B (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan nyaring teks fabel aural 'Kiki, Gaga, dan Sahabat Baru di Hutan' sambil menekankan bagian peristiwa ketika para tokoh menemukan cara menyikapi perbedaan kesukaan dan ciri teman di sekitarnya (15 menit).
- Murid menyimak kembali pembacaan teks sastra aural berfokus pada 3 tindakan tokoh: (1) Kiki tidak memaksakan Gaga masuk ke rumahnya yang kecil, melainkan duduk bersama di bawah pohon; (2) Gaga tidak memaksa Kiki berenang karena Kiki takut air, melainkan bermain tebak batu di tepi sungai; (3) Gaga dan Kiki saling memuji kelebihan masing-masing (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Kartu Pesan Baik': Guru membacakan 4 pernyataan aural cerita fabel keragaman lingkungan sekitar satu per satu: (1) 'Gaga marah karena Kiki takut air', (2) 'Kiki dan Gaga mencari permainan baru yang bisa dilakukan berdua', (3) 'Kiki mengejek Gaga yang berbadan besar', (4) 'Meskipun berbeda kesukaan, Kiki dan Gaga tetap saling menyayangi'. Murid berdiri jika pernyataan merupakan pesan sikap menerima keragaman yang tepat, dan tetap duduk jika bukan pesan yang tepat (acuan kunci: (1) Bukan pesan/duduk; (2) Pesan tepat/berdiri; (3) Bukan pesan/duduk; (4) Pesan tepat/berdiri) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar ceklis identifikasi pesan teks sastra aural berisi 3 butir pilihan benar/salah yang dibacakan guru: Butir 1: 'Pesan cerita mengajarkan kita harus memaksa teman menyukai mainan kita' (Kunci: Salah); Butir 2: 'Pesan cerita mengajarkan kita tetap berteman baik meskipun teman berbeda dengan kita' (Kunci: Benar); Butir 3: 'Pesan cerita mengajak kita bersikap ramah dan menerima perbedaan teman di sekitar kita' (Kunci: Benar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa lembar ceklis pesan cerita yang telah dikerjakan, mencocokkan bukti kejadian dalam cerita fabel aural yang dibacakan (10 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum pesan utama teks fabel yang didengar, yaitu menerima dan menghargai keragaman teman di lingkungan sekitar agar tercipta hidup rukun (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman lisan: 'Apa pesan cerita yang kita dengar hari ini tentang sikap terhadap teman yang berbeda?' (Acuan jawaban: menerima perbedaan/menghargai keragaman/tetap berteman dengan rukun), lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan kembali kalimat kunci cerita dengan penekanan intonasi khusus. Untuk murid yang lebih cepat memahami, disajikan situasi aural tambahan tentang keragaman suku/bahasa teman untuk diidentifikasi pesannya.
- Proses: Murid yang belum lancar mencentang lembar tugas didampingi secara langsung melalui respon lisan atau menunjuk simbol jempol (benar/salah).
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi pesan melalui respons fisik (berdiri/duduk), menunjuk kartu simbol, atau mencentang lembar gambar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik aural: Murid mendengarkan cerita 2 kalimat tentang Roni dan Dito, lalu memilih 1 dari 2 pilihan pesan: (A) Bertengkar karena beda mainan, atau (B) Menghargai perbedaan dan bermain bersama. (Acuan kunci: Pilihan B).
Proses:- Pengamatan respons murid saat permainan berdiri/duduk berdasarkan 4 pernyataan aural: (1) Gaga marah karena Kiki takut air [Duduk], (2) Kiki dan Gaga mencari permainan baru yang bisa dilakukan berdua [Berdiri], (3) Kiki mengejek Gaga yang berbadan besar [Duduk], (4) Meskipun berbeda kesukaan, Kiki dan Gaga tetap saling menyayangi [Berdiri].
- Pemeriksaan lembar ceklis mandiri 3 butir teks aural: Butir 1 (Kunci: Salah), Butir 2 (Kunci: Benar), Butir 3 (Kunci: Benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman aural lisan di penutup: 'Apa pesan cerita yang kita dengar hari ini tentang sikap terhadap teman yang berbeda?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan inti pesan berupa menerima perbedaan, menghargai keragaman, atau tetap rukun berteman).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Pengamatan respons permainan 'Kartu Pesan Baik'
- Lembar ceklis mandiri identifikasi pesan teks sastra aural (3 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pesan teks sastra aural tentang sikap menerima keragaman | Belum mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural (hanya tepat 0 dari 3 butir lembar ceklis). | Mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural secara tepat pada 1 dari 3 butir lembar ceklis dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural secara tepat pada minimal 2 dari 3 butir lembar ceklis secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh pesan teks sastra aural secara tepat pada 3 dari 3 butir lembar ceklis secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan menarik minat murid kelas 1 dalam mengenali pesan keragaman?
- Berapa banyak murid yang sudah mampu mengidentifikasi pesan cerita secara mandiri tanpa pengulangan berlebih?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling kamu ingat saat Gaga dan Kiki bermain bersama?
- Apakah kamu merasa senang belajar mendengarkan cerita tentang teman yang berbeda hari ini?
Pertemuan 3 — Membaca suku kata ga, gi, gu secara terbimbing dari kartu kata lingkungan sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf g
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu huruf terpisah yaitu 'g', 'a', dan 'u', lalu meminta murid melafalkan bunyinya (acuan: huruf 'g' dibunyikan /g/, huruf 'a' dibunyikan /a/, dan huruf 'u' dibunyikan /u/) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merangkai dan membaca suku kata ga, gi, dan gu menggunakan kartu kata benda di lingkungan sekitar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperagakan penggabungan kartu huruf konsonan 'g' dengan kartu huruf vokal 'a', 'i', dan 'u' di papan flanel sambil melafalkan bunyinya secara bertahap: 'g-a dibaca ga', 'g-i dibaca gi', 'g-u dibaca gu' (10 menit).
- Murid secara serentak menirukan pelafalan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dengan bimbingan guru dan mengamati bentuk suku katanya pada 3 kartu suku kata besar: kartu 1 bernilai 'ga', kartu 2 bernilai 'gi', dan kartu 3 bernilai 'gu' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok memainkan permainan edukatif 'Pasang Kartu Bergambar', yaitu mencocokkan kartu suku kata awal dengan kartu kata benda bergambar di lingkungan sekitar untuk 6 kartu berikut: (1) kartu 'ga' dipasangkan ke gambar 'gajah'; (2) kartu 'ga' dipasangkan ke gambar 'garam'; (3) kartu 'gi' dipasangkan ke gambar 'gigi'; (4) kartu 'gi' dipasangkan ke gambar 'gitar'; (5) kartu 'gu' dipasangkan ke gambar 'gula'; (6) kartu 'gu' dipasangkan ke gambar 'gurita' (acuan pasangan: ga-gajah, ga-garam, gi-gigi, gi-gitar, gu-gula, gu-gurita) (15 menit).
- Secara bergantian dalam kelompok kecil, setiap murid membaca nyaring suku kata pembuka pada kartu kata bergambar yang telah dipasangkan secara terbimbing oleh guru (15 menit).
- Murid secara mandiri membaca 3 suku kata sasaran ('ga', 'gi', 'gu') yang tertera pada lembar kartu kata mini di mejanya masing-masing sambil ditunjuk jarinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menunjukkan kembali kartu suku kata acak ('gi', 'gu', 'ga') dan murid bersama-sama melafalkannya untuk memverifikasi ketepatan membaca yang telah dipelajari (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama bunyi gabungan huruf konsonan g dan vokal a, i, u menjadi suku kata ga, gi, gu (5 menit).
- Guru membagikan umpan balik langsung atas ketepatan membaca suku kata yang telah dilakukan murid selama pembelajaran (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa mengakhiri rangkaian materi bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu huruf dengan warna berbeda antara konsonan 'g' dan vokal 'a, i, u' bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta menyediakan kartu kata bergambar lengkap dengan suku kata lanjut bagi murid yang belajar lebih cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan mengeja bunyi huruf satu per satu bagi murid yang belum lancar, serta memberikan kesempatan membaca mandiri kartu acak bagi murid yang sudah menguasai.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup membaca tepat 2 suku kata sasaran secara terbimbing, sedangkan murid yang sudah mahir membaca seluruh 3 suku kata sasaran ('ga', 'gi', 'gu') dan membaca kata utuhnya pada kartu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik individual: Guru menunjukkan 3 kartu huruf terpisah yaitu 'g', 'a', dan 'u', lalu meminta murid membunyikan masing-masing huruf tersebut (acuan jawaban: huruf 'g' dilafalkan /g/, huruf 'a' dilafalkan /a/, huruf 'u' dilafalkan /u/).
Proses:- Ceklis observasi terbimbing: Guru menyimak saat murid membaca 3 suku kata sasaran dari kartu kata lingkungan sekitar. Acuan target membaca: (1) kartu 'ga' dilafalkan /ga/; (2) kartu 'gi' dilafalkan /gi/; (3) kartu 'gu' dilafalkan /gu/. Kriteria tercapai jika murid mampu membaca ketiga suku kata sasaran dengan tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid membaca secara cepat 3 suku kata acak pada kartu yang ditunjukkan guru (acuan kartu dan bunyi: kartu 'gu' dibaca /gu/, kartu 'ga' dibaca /ga/, kartu 'gi' dibaca /gi/).
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca suku kata ga, gi, gu menggunakan lembar ceklis ketercapaian pembacaan suku kata.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca suku kata ga, gi, gu | Belum mampu membaca ketiga suku kata 'ga', 'gi', dan 'gu' meskipun telah dibimbing guru. | Mampu membaca 1 dari 3 suku kata sasaran ('ga', 'gi', 'gu') dengan bimbingan penuh guru (acuan: ga, gi, gu). | Mampu membaca 2 dari 3 suku kata sasaran ('ga', 'gi', 'gu') secara tepat dengan bimbingan minimal guru (acuan: ga, gi, gu). | Mampu membaca seluruh 3 suku kata sasaran ('ga', 'gi', 'gu') secara tepat dan fasih secara mandiri (acuan: ga, gi, gu). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu kata bergambar efektif membantu murid mengenali dan membaca suku kata ga, gi, gu?
- Berapa orang murid yang masih membutuhkan bimbingan intensif dalam merangkai bunyi huruf g dengan vokal?
Murid:- Suku kata mana yang paling mudah kamu baca hari ini: ga, gi, atau gu?
- Apakah kamu senang bermain mencocokkan kartu kata dan gambar hari ini?
Pertemuan 4 — Membaca kata sederhana berawalan huruf g dengan fasih secara mandiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf g
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya (membaca suku kata ga, gi, gu) dengan menampilkan 2 kartu suku kata di papan tulis: 'ga' dan 'gih', lalu memantik perhatian murid untuk merangkai bunyi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik membaca mandiri secara cepat pada perwakilan murid dengan menunjukkan 3 kata di kartu kilas: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam' untuk memetakan kesiapan membaca kata utuh tanpa mengeja (acuan: terbaca tepat gigi, gula, garam) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana berawalan huruf g dengan lancar, tepat, dan mandiri tanpa mengeja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 6 kartu kata bergambar lingkungan sekitar di papan flanel: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak' (10 menit).
- Guru mencontohkan membaca kata-kata tersebut secara utuh dan fasih (langsung membunyikan kata tanpa mengeja huruf satu per satu: 'gigi', bukan 'g-i-g-i'), kemudian murid menirukan pelafalan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran fonik (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan membaca mandiri 'Tebak Kartu Kata Berhadiah Bintang': secara bergantian setiap murid mengambil 1 kartu acak dari kotak kata yang berisi 6 kata target: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak', lalu membacanya secara mandiri dan langsung tanpa mengeja di hadapan guru (acuan: membaca tepat kata yang tertera tanpa mengeja per huruf) (20 menit).
- Murid secara mandiri menerima Lembar Latihan Membaca Mandiri yang memuat 6 kata target: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak', kemudian membaca deretan kata tersebut secara berbisik/mandiri di mejanya sebelum dicek kelancarannya oleh guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk membaca mandiri 4 kata acak dari daftar 6 kata target: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak' untuk mengonfirmasi kefasihan membaca mandiri (acuan ketepatan: murid membaca kata secara utuh tanpa terbata-bata atau mengeja) (15 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman membaca: menandai kata mana yang paling mudah dibaca langsung dan kata mana yang masih membuat ragu (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca kata berawalan huruf g dengan langsung melafalkan bunyi kata secara utuh (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemandirian murid membaca kata tanpa mengeja dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan membaca diberikan kartu kata berawalan g yang dilengkapi pemenggalan warna suku kata (misal: 'gi-gi', 'gu-la'), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata tanpa bantuan pemenggalan suku kata atau warna.
- Proses: Murid yang belum lancar didampingi guru dengan metode blending terbimbing sebelum membaca mandiri, sedangkan murid yang cepat langsung membaca mandiri 6 kata secara penuh.
- Produk: Murid yang belum lancar mencapai target membaca mandiri 3 kata dari 6 kata target, sedangkan murid yang cepat membaca seluruh 6 kata target dengan fasih dan lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca kata kilas: murid diminta membaca 3 kata di kartu: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam'. Acuan jawaban benar: terbaca tepat kata 'gigi', 'gula', dan 'garam' untuk mengetahui apakah murid masih mengeja per huruf atau sudah mampu mengenali kata utuh.
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca mandiri saat permainan 'Tebak Kartu Kata Berhadiah Bintang' dan tugas mandiri pada 6 kata target: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak'. Acuan penskoran kefasihan: terbaca tepat tanpa mengeja huruf satu per satu, tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik, dan tanpa mengulang kata.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri di meja guru: murid membaca 4 kata yang ditunjuk guru dari daftar 6 kata target: (1) 'gigi', (2) 'gula', (3) 'garam', (4) 'garpu', (5) 'gajah', (6) 'gagak'. Kriteria ketercapaian: minimal 3 dari 4 kata dibaca tepat dan fasih secara mandiri tanpa bantuan mengeja.
Formatif:- Unjuk kerja membaca mandiri 6 kata berawalan huruf g menggunakan lembar ceklis kefasihan membaca kata
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Berawalan Huruf g Secara Mandiri | Membaca kurang dari 3 kata dari 6 kata target ('gigi', 'gula', 'garam', 'garpu', 'gajah', 'gagak') dengan benar, masih mengeja huruf satu per satu dengan bimbingan penuh guru. | Membaca 3-4 kata dari 6 kata target ('gigi', 'gula', 'garam', 'garpu', 'gajah', 'gagak') dengan benar, namun masih terbata-bata atau sesekali mengeja suku kata. | Membaca 5-6 kata dari 6 kata target ('gigi', 'gula', 'garam', 'garpu', 'gajah', 'gagak') secara tepat, fasih langsung tanpa mengeja huruf, dan mandiri. | Membaca seluruh 6 kata target ('gigi', 'gula', 'garam', 'garpu', 'gajah', 'gagak') secara tepat, sangat fasih tanpa jeda ragu, mandiri penuh, serta mampu membaca kata tantangan tambahan berawalan g ('guru', 'gol') dengan fasih. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat beralih dari mengeja huruf ke membaca kata berawalan huruf g secara utuh dan fasih?
- Bagian mana dari kegiatan membaca mandiri yang membutuhkan alokasi bimbingan lebih intensif bagi murid yang belum lancar?
Murid:- Kata berawalan huruf g mana yang paling mudah kamu baca sendiri hari ini?
- Bagian mana yang membuatmu merasa bangga saat membaca kartu kata tadi?
Pertemuan 5 — Menemukan isi bacaan tentang keragaman ciri fisik diri dari teks bergambar yang dipirsa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.3 Menemukan isi bacaan tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar dari teks yang dipirsa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu memirsa gambar dan membaca kalimat pendek untuk menemukan informasi ciri fisik diri para tokoh dalam teks bergambar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu gambar tokoh pengantar 'Doni bertubuh tinggi dan berambut lurus' lalu bertanya: 'Apa ciri rambut Doni pada gambar?' (acuan jawaban benar: berambut lurus) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memodelkan cara memirsa teks bergambar 'Teman Baru Kita' di papan tulis yang memuat teks dan gambar 2 tokoh: (1) Tokoh Siti dengan kalimat 'Siti berambut keriting dan berkulit sawo matang'; (2) Tokoh Edo dengan kalimat 'Edo bertubuh tinggi dan berambut lurus' (8 menit).
- Guru memandu murid mencocokkan teks kalimat dengan detail ilustrasi gambar untuk menemukan ciri fisik: menunjuk rambut keriting pada gambar Siti dan rambut lurus pada gambar Edo (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengajak murid memainkan kuis visual 'Detektif Ciri Fisik': guru membacakan 1 ciri fisik dari papan tulis ('berkulit sawo matang'), lalu murid mengangkat kartu nama tokoh yang sesuai (kartu Siti) secara serentak dan gembira (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Memirsa yang menyajikan 4 butir teks bergambar tentang ciri fisik tokoh: (1) Butir 1: Gambar Bayu dengan teks 'Bayu berambut lurus' -> Murid mencentang pilihan bentuk rambut (Pilihan: [A] keriting, [B] lurus; acuan benar: [B] lurus); (2) Butir 2: Gambar Mei dengan teks 'Mei bermata sipit' -> Murid mencentang pilihan bentuk mata (Pilihan: [A] sipit, [B] bulat; acuan benar: [A] sipit); (3) Butir 3: Gambar Budi dengan teks 'Budi bertubuh tinggi' -> Murid mencentang pilihan ukuran tubuh (Pilihan: [A] pendek, [B] tinggi; acuan benar: [B] tinggi); (4) Butir 4: Gambar Rani dengan teks 'Rani berambut ikal' -> Murid mencentang pilihan bentuk rambut (Pilihan: [A] ikal, [B] lurus; acuan benar: [A] ikal) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas kunci jawaban keempat butir soal dan mencocokkan hasil temuan dengan gambar pada lembar kerja (5 menit).
- Murid menandai sendiri berapa banyak ciri fisik tokoh yang berhasil mereka temukan dengan tepat dari teks bergambar tersebut (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa teks dan gambar saling melengkapi untuk membantu kita menemukan informasi ciri fisik seseorang (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar dengan kontras ciri fisik yang sangat jelas dan teks bersuku kata berwarna bagi murid yang masih mengeja.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada murid yang membutuhkan panduan telunjuk saat memirsa gambar, sedangkan murid yang sudah lancar membaca langsung memadukan teks dan gambar secara mandiri.
- Produk: Murid menjawab dengan mencentang simbol/kata pilihan pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan pada pendahuluan: Guru menunjukkan gambar tokoh Doni beserta tulisan 'Doni bertubuh tinggi dan berambut lurus', lalu menanyakan ciri rambut Doni (acuan jawaban: lurus).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan murid mengangkat kartu tokoh pada permainan 'Detektif Ciri Fisik' (acuan: ciri 'berkulit sawo matang' merujuk pada tokoh Siti).
- Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada Lembar Kerja Memirsa 4 butir: Butir 1 Bayu (acuan: lurus), Butir 2 Mei (acuan: sipit), Butir 3 Budi (acuan: tinggi), Butir 4 Rani (acuan: ikal).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid mengonfirmasi hasil temuan pada 4 butir lembar kerja bergambar berdasarkan kunci jawaban yang dibahas bersama (target ketercapaian: minimal 3 dari 4 butir terjawab tepat).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri memirsa teks bergambar ciri fisik tokoh (4 butir checklist visual)
- Observasi ketepatan murid saat merespons kuis visual 'Detektif Ciri Fisik'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan isi bacaan ciri fisik dari teks bergambar | Belum mampu menemukan ciri fisik tokoh dari teks bergambar (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menemukan sebagian kecil ciri fisik tokoh dari teks bergambar dengan bantuan guru (2 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menemukan sebagian besar ciri fisik tokoh dari teks bergambar secara tepat (3 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu menemukan seluruh ciri fisik tokoh dari teks bergambar secara tepat dan mandiri (4 butir tepat dari 4 butir acuan: Bayu-lurus, Mei-sipit, Budi-tinggi, Rani-ikal). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bergambar yang disajikan cukup jelas membantu murid mengenali ciri fisik tokoh?
- Bagian mana dari kegiatan memirsa yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang belum lancar membaca?
Murid:- Gambar ciri fisik tokoh mana yang paling mudah kamu temukan?
- Apakah kamu bisa melihat perbedaan rambut dan tubuh teman pada gambar tadi?
Pertemuan 6 — Menemukan isi bacaan tentang keragaman kegemaran di lingkungan sekitar dari teks bergambar yang dipirsa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.3 Menemukan isi bacaan tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar dari teks yang dipirsa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menunjukkan satu gambar pembuka berupa dua anak sedang bermain di taman: satu anak bermain bola dan satu anak menggambar bunga (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan isi gambar pemantik: 'Siapa yang bermain bola dan siapa yang menggambar bunga?' (acuan jawaban benar: anak laki-laki bermain bola dan anak perempuan menggambar bunga) untuk mengecek kemampuan dasar murid memirsa gambar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menayangkan dan membagikan teks bergambar besar berjudul 'Kegemaran di Rumah Kiki dan Gaga' yang memuat 4 panel gambar berteks: Panel 1 Gaga suka bermain air di sungai; Panel 2 Kiki suka mengumpulkan daun kering; Panel 3 Gaga gemar berlari di padang rumput; Panel 4 Kiki gemar bernyanyi di atas batu (10 menit).
- Guru memodelkan cara menemukan isi bacaan dengan memirsa gambar dan membaca kalimat pendek pada panel 1, lalu menunjukkan bahwa kegemaran Gaga adalah bermain air (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan tebak gambar ceria 'Detektif Kegemaran' secara berpasangan: murid memirsa 4 kartu bergambar kegiatan (Kartu A: Kiki bernyanyi di atas batu; Kartu B: Gaga berlari di padang rumput; Kartu C: Gaga bermain air; Kartu D: Kiki mengumpulkan daun) dan memasangkannya pada lembar kerja berisi 4 kotak nama tokoh dan tempat sesuai teks (10 menit).
- Secara mandiri, murid menemukan isi bacaan dari teks bergambar pada Lembar Kerja Memirsa dengan memberi tanda centang pada 4 pernyataan yang tepat sesuai teks: (1) Gaga gemar bermain air [Centang], (2) Kiki gemar mengumpulkan batu [Silang], (3) Gaga gemar berlari di padang rumput [Centang], (4) Kiki gemar bernyanyi [Centang] (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid memeriksa bersama hasil lembar kerja dengan mencocokkan setiap pernyataan langsung ke teks bergambar yang dipirsa (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dengan memandu murid menyimpulkan bahwa setiap tokoh memiliki kegemaran yang berbeda-beda namun tetap bisa bersahabat (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan tanya jawab singkat cek pemahaman akhir berdasarkan teks bergambar yang telah dipirsa (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid dalam memirsa gambar dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Teks bergambar dilengkapi dengan simbol visual yang jelas dan ukuran huruf yang besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru untuk memirsa detail gambar, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tugas tambahan menemukan 2 benda yang digunakan oleh masing-masing tokoh pada gambar.
- Produk: Murid dapat menunjukkan bukti isi bacaan dengan memberi tanda centang/silang pada gambar atau menghubungkan garis panah antara tokoh dan gambar kegemarannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan menunjukkan gambar dua anak di taman: Guru bertanya, 'Siapa yang bermain bola dan siapa yang menggambar bunga?' (acuan: anak laki-laki bermain bola dan anak perempuan menggambar bunga). Murid yang dapat menunjukkan atau menjawab dengan tepat dipetakan siap memirsa mandiri.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir Lembar Kerja Memirsa tentang keragaman kegemaran tokoh pada teks bergambar: Butir (1) Gaga gemar bermain air (acuan: Benar/Centang); Butir (2) Kiki gemar mengumpulkan batu (acuan: Salah/Silang, karena Kiki mengumpulkan daun); Butir (3) Gaga gemar berlari di padang rumput (acuan: Benar/Centang); Butir (4) Kiki gemar bernyanyi (acuan: Benar/Centang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru menanyakan 2 butir isi bacaan teks: (1) 'Apa kegemaran Gaga saat di sungai?' (acuan: bermain air); (2) 'Apa yang dilakukan Kiki di atas batu?' (acuan: bernyanyi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu gambar 'Detektif Kegemaran'
- Pemeriksaan Lembar Kerja Memirsa teks bergambar keragaman kegemaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan isi bacaan tentang keragaman kegemaran dari teks bergambar yang dipirsa | Belum mampu menemukan isi bacaan dari teks bergambar yang dipirsa (0 atau 1 dari 4 butir pernyataan ditemukan dengan tepat meski dengan bimbingan penuh guru). | Mulai mampu menemukan sebagian isi bacaan dari teks bergambar yang dipirsa (tepat menemukan 2 dari 4 butir pernyataan dengan bantuan guru). | Mampu menemukan sebagian besar isi bacaan tentang keragaman kegemaran dari teks bergambar yang dipirsa (tepat menemukan 3 dari 4 butir pernyataan secara mandiri). | Sangat terampil dan mandiri menemukan seluruh isi bacaan tentang keragaman kegemaran dari teks bergambar yang dipirsa (tepat menemukan seluruh 4 butir pernyataan secara mandiri tanpa kesalahan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks bergambar yang disajikan cukup jelas dan menarik sehingga membantu murid menemukan informasi tentang keragaman kegemaran?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan permainan 'Detektif Kegemaran' dalam memfasilitasi pemahaman mereka?
Murid:- Bagian mana dari cerita bergambar Kiki dan Gaga yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu bisa menemukan kegemaran Gaga dan Kiki pada gambar tadi dengan mudah?
Pertemuan 7 — Merespons dengan bertanya menggunakan kata tanya apa dan siapa secara santun tentang diri teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperagakan boneka tangan yang memegang gambar pensil warna dan menanyakan: 'Jika ingin tahu benda apa ini, kata tanya apa yang kita ucapkan? Jika ingin tahu siapa pemiliknya, kata apa yang kita gunakan?' (acuan jawaban benar: kata 'apa' untuk menanyakan benda/nama benda, kata 'siapa' untuk menanyakan orang/pemilik) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan percakapan santun menggunakan 2 boneka tangan (Kiki dan Gaga) yang mencontohkan fungsi kata tanya 'apa' (menanyakan benda/kesukaan, contoh: 'Apa makanan kesukaanmu, Gaga?') dan kata tanya 'siapa' (menanyakan orang/nama, contoh: 'Siapa nama saudaramu, Kiki?') dengan tuturan santun yang diawali sapaan ramah (10 menit).
- Murid menyimak dan menirukan lafal 2 pola kalimat tanya santun terbimbing bersama guru: (1) 'Apa warna kesukaanmu?' dan (2) 'Siapa nama panggilanmu?' secara berkesadaran penuh (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memandu permainan interaktif berpasangan 'Tongkat Sahabat': murid duduk berhadapan dengan teman sebangku, lalu murid A memegang tongkat mini sambil mengajukan pertanyaan menggunakan kata 'apa' tentang benda/ciri diri teman (misal: 'Apa mainan kesukaanmu?'), kemudian murid B menjawab (15 menit).
- Murid bertukar peran dalam permainan 'Tongkat Sahabat': murid B kini memegang tongkat mini dan mengajukan pertanyaan menggunakan kata 'siapa' tentang diri teman (misal: 'Siapa nama sahabat dekatmu di rumah?'), dan murid A merespons dengan menjawab secara santun (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid bersama guru memaknai pengalaman bertanya berpasangan: murid menyimpulkan secara terbimbing bahwa kata 'apa' dipakai menanyakan hal/benda dan kata 'siapa' dipakai menanyakan orang, serta pentingnya bertanya secara sopan agar teman senang menjawab (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara bertanya santun tentang diri teman menggunakan kata 'apa' dan 'siapa' (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid saling bertanya dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar bantu bertuliskan kata tanya 'APA' (bergambar benda) dan 'SIAPA' (bergambar orang) bagi murid yang membutuhkan pengingat visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu merangkai kalimat, guru memberikan kalimat pancingan rumpang lisan ('Apa makanan...', 'Siapa nama...'). Bagi murid yang sudah lancar, diberikan keleluasaan mengajukan pertanyaan variatif bertema diri teman (seperti bentuk rambut atau hobi).
- Produk: Semua murid menghasilkan unjuk kerja lisan mengajukan minimal 1 pertanyaan menggunakan kata 'apa' dan 1 pertanyaan menggunakan kata 'siapa' secara santun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid merespons pertanyaan pemantik guru saat melihat benda peraga untuk menentukan kata tanya yang tepat (acuan jawaban: murid menjawab 'apa' untuk menanyakan benda yang dipegang dan 'siapa' untuk menanyakan orang pemilik benda).
Proses:- Observasi percakapan berpasangan saat aktivitas permainan 'Tongkat Sahabat': Guru mengamati ketepatan penggunaan 2 kata tanya target ('apa' untuk hal/benda/kesukaan diri teman, 'siapa' untuk orang/nama) serta kesantunan tuturan saat berinteraksi (kriteria penerimaan: kalimat berupa pertanyaan yang menggunakan kata 'apa' dan 'siapa' secara tepat konteks dan disampaikan dengan sapaan/kata yang santun tanpa mengejek teman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru memanggil 3 perwakilan pasangan secara acak untuk mendemonstrasikan 1 kalimat tanya dengan kata 'apa' dan 1 kalimat tanya dengan kata 'siapa' tentang diri teman di depan kelas (acuan ketepatan: kalimat 1 menanyakan benda/kesukaan diri dengan kata 'apa', kalimat 2 menanyakan orang/nama dengan kata 'siapa').
Formatif:- Unjuk kerja dan lembar observasi percakapan berpasangan mengajukan pertanyaan santun menggunakan kata tanya 'apa' dan 'siapa'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kata Tanya 'Apa' dan 'Siapa' | Belum mampu menggunakan kata tanya 'apa' maupun 'siapa' saat bertanya tentang diri teman meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menggunakan salah satu kata tanya ('apa' atau 'siapa') secara tepat tentang diri teman dengan bantuan kalimat rumpang dari guru. | Mampu menggunakan kedua kata tanya ('apa' dan 'siapa') secara tepat konteks tentang diri teman dengan sedikit arahan. | Mampu menggunakan kedua kata tanya ('apa' dan 'siapa') secara tepat, mandiri, dan spontan dalam percakapan tentang diri teman tanpa bantuan. | | Kesantunan Bertanya dalam Percakapan | Mengajukan pertanyaan tanpa kata santun dan masih memotong tuturan teman. | Mengajukan pertanyaan dengan kata tanya yang tepat namun kesantunan masih perlu selalu diingatkan guru. | Mengajukan pertanyaan dengan bahasa dan sapaan yang santun kepada teman dengan konsisten. | Mengajukan pertanyaan dengan bahasa santun, ramah, serta menyimak respons teman dengan penuh perhatian secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah percaya diri mengajukan pertanyaan dengan kata tanya 'apa' dan 'siapa' kepada temannya?
- Apakah scaffolding visual kartu kata tanya efektif membantu murid yang masih kesulitan menyusun kalimat tanya?
Murid:- Kata tanya apa yang kamu gunakan saat ingin tahu makanan kesukaan temanmu?
- Bagaimana perasaanmu saat bertanya dan mendengarkan jawaban temanmu hari ini?
Pertemuan 8 — Merespons dengan bertanya secara santun dalam percakapan tentang lingkungan sekitar teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu berlatih merespons dalam percakapan dengan mengajukan pertanyaan santun seputar lingkungan sekitar teman (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan: guru menunjukkan 1 gambar halaman rumah teman lalu meminta 2 murid merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan santun terkait gambar tersebut (acuan kriteria: memuat kata tanya seperti 'apa'/'siapa'/'di mana' dan kata santun seperti 'permisi'/'tolong'/'bolehkah') (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan percakapan singkat antara guru dan sebuah boneka tangan tentang lingkungan rumah teman yang memperagakan respons bertanya dengan kata tanya dan ungkapan santun seperti 'Permisi, di mana kamu biasa bermain bersama teman?' (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati 3 kartu situasi lingkungan sekitar teman yang dipajang di papan tulis: Kartu 1 (Taman bermain dekat rumah), Kartu 2 (Hewan peliharaan di sekitar rumah), Kartu 3 (Pohon buah di halaman rumah), lalu mengidentifikasi contoh respons pertanyaan santun yang sesuai untuk tiap situasi: Situasi 1 ('Bolehkah aku tahu apa nama taman bermain di dekat rumahmu?'), Situasi 2 ('Permisi, apa jenis hewan yang dipelihara di sebelah rumahmu?'), Situasi 3 ('Bolehkah aku tahu pohon buah apa yang tumbuh di halaman rumahmu?') (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Menyenangkan 'Oper Kartu Tetangga': murid membentuk lingkaran berpasangan, saat musik ceria berhenti, murid yang memegang kartu situasi wajib merespons temannya dengan mengajukan 1 pertanyaan santun tentang lingkungan sekitar teman sesuai topik kartu yang diterima (12 menit).
- Murid secara berpasangan melakukan percakapan terpandu: Teman A menceritakan secara singkat satu hal tentang lingkungan sekitarnya (misal: 'Di dekat rumahku ada warung dan lapangan'), lalu Teman B merespons dengan mengajukan minimal 1 pertanyaan santun terkait cerita tersebut (misal: 'Permisi, apakah lapangan itu sering dipakai bermain sepak bola?'), kemudian bergantian peran (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan menyebutkan kembali kata-kata santun yang baru saja mereka gunakan saat bertanya kepada pasangan percakapan (5 menit).
- Murid bersama guru mengevaluasi jalannya percakapan berpasangan: memastikan apakah setiap murid sudah berhasil merespons giliran berbicara dengan mengajukan pertanyaan yang ramah dan santun (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung atas keberhasilan seluruh murid merespons dengan bertanya santun selama percakapan berpasangan (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual berpola kalimat tanya santun terbimbing ('Permisi, apa ... di dekat rumahmu?'), sedangkan murid yang lebih mahir memilih topik lingkungan sekitar secara bebas tanpa kartu bantu.
- Proses: Pendampingan langsung secara berulang diberikan kepada pasangan murid yang masih ragu mengajukan kalimat tanya, sedangkan pasangan yang mandiri langsung melakukan percakapan bolak-balik.
- Produk: Respons pertanyaan santun disampaikan secara lisan dalam percakapan berpasangan, dengan variasi bantuan contoh pemantik bagi yang memerlukan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di pendahuluan: murid merespons gambar situasi lingkungan sekitar dengan mengajukan 1 pertanyaan santun lisan (acuan respons tepat: menggunakan kata tanya seperti 'apa'/'di mana' disertai kata santun seperti 'permisi'/'bolehkah', misalnya: 'Permisi, apa nama pohon di depan rumahmu?')
Proses:- Observasi percakapan berpasangan pada tahap Mengaplikasi dengan lembar amatan respon bertanya santun pada 3 situasi: Situasi 1 (taman bermain), Situasi 2 (hewan di lingkungan), Situasi 3 (pohon/tumbuhan lingkungan) (kriteria tepat: merespons teman dengan mengajukan kalimat tanya yang relevan tentang lingkungan sekitar dan memuat kata santun seperti permisi/tolong/terima kasih/bolehkah)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir inti/penutup: murid secara acak diminta merespons pernyataan teman 'Di depan rumahku ada sungai kecil' dengan 1 pertanyaan santun (acuan jawaban: 'Permisi, apakah sungainya bersih?' atau 'Bolehkah aku tahu apakah banyak ikan di sungai itu?')
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar amatan respons bertanya santun tentang lingkungan sekitar teman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Respons Bertanya Santun tentang Lingkungan Sekitar Teman | Belum mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan santun tentang lingkungan sekitar teman meskipun telah diberikan bimbingan penuh dan contoh kata tanya. | Mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan tentang lingkungan sekitar teman, namun belum menggunakan ungkapan santun atau masih membutuhkan bimbingan kalimat tanya penuh dari guru. | Mampu merespons percakapan dengan mengajukan pertanyaan yang relevan tentang lingkungan sekitar teman menggunakan kata tanya dan ungkapan santun secara tepat dan mandiri. | Mampu merespons percakapan dengan mengajukan lebih dari satu pertanyaan yang relevan tentang lingkungan sekitar teman menggunakan pilihan ungkapan santun yang tepat, luwes, dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons dalam percakapan dan mengajukan pertanyaan santun kepada pasangannya?
- Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang paling efektif membantu murid terbiasa menggunakan kata santun saat bertanya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat bertanya tentang lingkungan rumah temanmu dengan sopan?
- Kata santun apa yang paling kamu sukai saat mengajukan pertanyaan kepada teman?
Pertemuan 9 — Merespons dengan menjawab komentar teman secara santun tentang perbedaan ciri fisik diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.5 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang perbedaan diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menjawab komentar teman dengan kata-kata yang santun tentang perbedaan ciri fisik diri (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperagakan satu komentar: 'Wah, rambutmu keriting dan bagus sekali!' lalu meminta murid menjawab secara santun (acuan respon santun: memuat ungkapan terima kasih atau konfirmasi sopan seperti 'Terima kasih, rambutku memang keriting') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan percakapan santun di depan kelas tentang ciri fisik diri bersama sebuah boneka/gambar tokoh: ketika tokoh berkomentar 'Wah, kamu memakai kacamata ya!', guru merespons dengan santun: 'Iya, aku memakai kacamata agar bisa melihat tulisan dengan jelas' (prinsip: Berkesadaran) (7 menit).
- Guru memperkenalkan 3 contoh pola kalimat jawaban santun saat menerima komentar tentang ciri fisik: (1) 'Terima kasih atas pujianmu', (2) 'Iya, betul, ini rambut/mataku', (3) 'Iya, tubuhku memang tinggi/mungil, kita semua berbeda' (prinsip: Bermakna) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan permainan peran 'Kotak Senyum Santun': murid A mengambil 1 kartu komentar ciri fisik lalu membacakannya/diarahkan guru kepada murid B, dan murid B merespons dengan jawaban santun (prinsip: Menggembirakan) (15 menit).
- Daftar 4 kartu komentar ciri fisik yang digunakan secara bergiliran: (1) Komentar: 'Wah, kulitmu sawo matang ya!' -> Acuan respon santun: 'Iya, betul, aku suka warna kulitku' atau 'Iya, terima kasih'; (2) Komentar: 'Rambutmu lurus sekali!' -> Acuan respon santun: 'Terima kasih, rambutku memang lurus' atau 'Iya, aku rajin menyisirnya'; (3) Komentar: 'Wah, badanmu lebih tinggi dari aku ya!' -> Acuan respon santun: 'Iya, betul, kita berdua sama-sama sehat' atau 'Iya, terima kasih'; (4) Komentar: 'Kamu memakai kacamata baru ya?' -> Acuan respon santun: 'Iya, kacamata ini membantuku membaca dengan jelas' atau 'Iya, terima kasih sudah memperhatikan' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid berhenti sejenak dan merefleksikan perasaan saat menjawab komentar teman dengan santun tanpa merasa malu atau marah (prinsip: Berkesadaran) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara acak kepada 3 murid dengan memberikan komentar lisan langsung tentang ciri fisik, murid merespons dengan jawaban santun sesuai kriteria (acuan kriteria: memuat ucapan terima kasih/penerimaan diri tanpa kata kasar/marah) (6 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya merespons komentar teman dengan santun, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu komentar bergambar ciri fisik konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/malu, guru mendampingi dan memberikan pilihan frasa respon santun secara terbimbing; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan merespons variasi komentar ciri fisik secara mandiri tanpa kartu panduan.
- Produk: Respon jawaban santun disampaikan secara lisan dalam percakapan berpasangan sesuai tingkat kelancaran murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan guru kepada murid di awal pembelajaran: Guru memberikan komentar 'Wah, rambutmu keriting dan bagus sekali!' dan mengamati respon murid (acuan jawaban: merespons santun dengan ungkapan terima kasih atau penerimaan diri yang ramah seperti 'Terima kasih' atau 'Iya, rambutku memang keriting', bukan diam atau menolak dengan ketus).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid bermain peran berpasangan merespons 4 kartu komentar: (1) Kulit sawo matang (acuan respon santun: 'Iya, betul/terima kasih'); (2) Rambut lurus (acuan respon santun: 'Terima kasih/iya rambutku lurus'); (3) Badan tinggi (acuan respon santun: 'Iya betul/terima kasih'); (4) Memakai kacamata (acuan respon santun: 'Iya kacamata membantuku membaca/terima kasih'). Indikator: menjawab tepat sesuai topik komentar ciri fisik dan menggunakan kata santun (terima kasih, ramah, tidak marah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menguji 3 murid dengan skenario komentar lisan tentang ciri fisik (misalnya: 'Sepatumu bagus dan kakimu melangkah lincah sekali!' atau 'Wah, kamu murah senyum dan lesung pipimu terlihat manis!'). Kriteria penerimaan operasional: murid menjawab dengan kalimat lisan santun yang memuat rasa syukur/terima kasih atau konfirmasi positif tanpa intonasi ketus.
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan merespons komentar teman tentang ciri fisik diri secara santun menggunakan lembar amatan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons dengan menjawab komentar teman tentang perbedaan ciri fisik diri secara santun | Belum mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan ciri fisik diri atau menjawab dengan kata-kata ketus/marah meski telah dibimbing. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan ciri fisik diri dengan santun pada 1–2 skenario kartu komentar dengan bimbingan guru. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan ciri fisik diri dengan santun secara mandiri pada minimal 3 dari 4 skenario kartu komentar yang diberikan (acuan skenario 1–4). | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan ciri fisik diri dengan santun secara mandiri dan konsisten pada seluruh (4 dari 4) skenario kartu komentar (acuan skenario 1–4). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk berlatih merespons komentar teman secara berpasangan?
- Bagian mana dari kegiatan permainan peran yang paling efektif melatih kesantunan tutur kata murid dalam menanggapi perbedaan fisik?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar menjawab komentar teman dengan kata-kata santun?
- Kata santun apa yang paling kamu sukai saat menjawab komentar teman tentang dirimu?
Pertemuan 10 — Merespons dengan menjawab komentar teman secara santun tentang perbedaan kebiasaan di lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.5 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang perbedaan diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merespons dengan menjawab komentar teman secara santun mengenai perbedaan kebiasaan di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan: guru melontarkan 1 komentar pemantik 'Wah, bekal sarapanmu nasi goreng dingin, kok tidak makan roti saja?' dan meminta 2-3 murid menjawab secara santun (acuan respon santun: menerima perbedaan tanpa marah dan menjelaskan kebiasaan, misalnya 'Iya, di rumahku kami biasa sarapan nasi bersama ibu') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan percakapan dua boneka/tokoh tentang kebiasaan di lingkungan sekitar: Tokoh A berkata 'Wah, sore hari kamu langsung menyapu halaman rumah ya, bukan bermain sepeda?', lalu Tokoh B menjawab dengan santun: 'Iya, di rumahku ada kebiasaan menyapu bersama kakak sebelum kami bermain.' Guru membahas pentingnya menjawab dengan ramah dan menjelaskan perbedaan kebiasaan tanpa tersinggung (10 menit).
- Guru memperkenalkan 3 kartu situasi kebiasaan di lingkungan sekitar beserta pilihan respon santun: (1) Situasi Bekal Makanan: Komentar 'Wah, kamu membawa bekal tempe bakar, bukan roti keju?' -> Respon santun: 'Iya, di rumahku ibu sering membakar tempe untuk sarapan.'; (2) Situasi Kebiasaan Sore: Komentar 'Kamu kok kalau sore belajar mengaji di musala, tidak menonton TV?' -> Respon santun: 'Iya, anak-anak di dekat rumahku biasanya sore mengaji bersama di musala.'; (3) Situasi Hari Libur: Komentar 'Hari Minggu kamu bangun pagi sekali membantu ayah menanam bunga?' -> Respon santun: 'Iya, keluargaku punya kebiasaan berkebun setiap Minggu pagi.' Murid menyimak dan menirukan kalimat jawaban santun tersebut bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan permainan peran 'Jawab Santun Sahabat'. Murid secara bergantian membacakan/menyampaikan komentar teman dari kartu situasi lalu pasangannya merespons dengan jawaban santun mengenai kebiasaan diri di lingkungan sekitarnya (15 menit).
- Setiap murid berlatih merespons komentar nyata dari pasangannya mengenai kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah masing-masing menggunakan bahasa yang baik dan santun, sementara guru berkeliling mengobservasi dan memberikan penguatan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengumpulkan kembali perhatian murid dan meminta 2 perwakilan pasangan mendemonstrasikan percakapan tanya-jawab komentar kebiasaan di depan kelas dengan santun (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan bagaimana perasaan mereka ketika menjawab komentar teman dengan santun dan menyadari bahwa setiap keluarga serta lingkungan sekitar memiliki kebiasaan yang berbeda-beda namun tetap baik (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya selalu menjawab komentar orang lain tentang perbedaan kebiasaan dengan ramah, santun, dan saling menghargai (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual untuk memahami konteks kebiasaan.
- Proses: Murid yang sudah lancar merespons diberikan kesempatan menjawab komentar dengan menambahkan penjelasan kebiasaan secara mandiri, sedangkan murid yang masih ragu dipandu guru menggunakan pola kalimat pemantik yang disediakan.
- Produk: Respon jawaban santun disampaikan secara lisan dalam percakapan berpasangan dengan panjang kalimat yang disesuaikan dengan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru memberikan 1 komentar pemantik 'Wah, bekal sarapanmu nasi goreng dingin, kok tidak makan roti saja?' kepada beberapa murid untuk mengetahui kesiapan menjawab komentar tentang kebiasaan dengan santun (kriteria penerimaan: murid merespons dengan nada bersahabat, tanpa nada marah/tersinggung, serta menyatakan kebiasaan di rumahnya, misalnya: 'Iya, di rumahku kami biasa sarapan nasi').
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan berpasangan 'Jawab Santun Sahabat' menggunakan 3 kartu situasi kebiasaan: (1) Situasi bekal makanan tradisional/rumahan (acuan jawaban: merespons ramah dan menyatakan kebiasaan sarapan keluarga); (2) Situasi kebiasaan mengaji/kegiatan sore di lingkungan sekitar (acuan jawaban: merespons ramah dan menyebut kebiasaan anak-anak di lingkungannya); (3) Situasi kegiatan akhir pekan keluarga (acuan jawaban: merespons ramah dan menjelaskan kebiasaan berkebun/kegiatan bersama keluarga di rumah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru memberikan 1 komentar langsung kepada murid secara acak 'Wah, di lingkungan rumahmu tiap sore ramai anak-anak bermain engklek ya?' dan murid merespons langsung dengan santun (kriteria penerimaan: jawaban santun membenarkan atau mengklarifikasi kebiasaan lingkungan dengan kalimat ramah, contoh: 'Iya, teman-teman di dekat rumahku memang senang bermain engklek bersama').
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan merespons komentar teman tentang perbedaan kebiasaan di lingkungan sekitar dengan lembar amatan respons santun.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons komentar teman tentang perbedaan kebiasaan dengan baik dan santun | Belum mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan kebiasaan, atau merespons secara defensif/menolak berbicara meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan kebiasaan, namun masih memerlukan bimbingan penuh dari guru untuk memilih kata-kata yang santun. | Mampu merespons dengan menjawab 3 komentar teman tentang perbedaan kebiasaan di lingkungan sekitar secara baik, santun, dan jelas sesuai konteks percakapan secara mandiri. | Mampu merespons dengan menjawab seluruh komentar teman tentang perbedaan kebiasaan di lingkungan sekitar secara baik, santun, runtut, dan konsisten tanpa keraguan sedikit pun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah percaya diri dalam merespons komentar teman tentang kebiasaan sehari-hari secara santun?
- Bagian mana dari aktivitas percakapan berpasangan yang memerlukan bimbingan ekstra untuk pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat teman mengomentari kebiasaan di rumahmu?
- Apakah kamu sudah bisa menjawab komentar teman dengan santun dan ramah hari ini?
Pertemuan 11 — Menulis permulaan huruf g dan suku kata ga, gi, gu dengan arah goresan yang benar di atas kertas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.6 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik motorik halus dan pengenalan bentuk huruf dengan meminta murid menjiplak huruf 'g' kecil di udara menggunakan telunjuk mengikuti aba-aba guru (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu menulis permulaan huruf 'g' serta suku kata 'ga', 'gi', dan 'gu' dengan arah goresan yang benar di atas kertas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan di papan tulis 2 langkah arah goresan baku huruf 'g' kecil: langkah 1 membuat garis lengkung kiri seperti huruf 'c' dari atas ke bawah, langkah 2 membuat garis lurus ke bawah menembus garis dasar lalu melengkung ke kiri membentuk ekor (7 menit).
- Murid secara sadar mengamati dan menirukan gerakan menulis huruf 'g', dilanjutkan merangkai goresan huruf 'g' dengan huruf vokal 'a', 'i', dan 'u' menjadi suku kata 'ga', 'gi', dan 'gu' di udara serta di atas telapak tangan (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Jejak Pasir Ceria': setiap murid bergantian menebalkan pola huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' pada baki pasir warna-warni menggunakan jari dengan arah goresan yang tepat sebelum beralih ke kertas (10 menit).
- Murid menulis permulaan pada lembar kertas bergaris: menebalkan dan menulis mandiri masing-masing 3 baris huruf 'g' kecil, 1 baris suku kata 'ga', 1 baris suku kata 'gi', dan 1 baris suku kata 'gu' dengan arah goresan yang benar dan posisi proporsional di garis (18 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan sendiri di atas kertas untuk menandai satu tulisan huruf 'g' atau suku kata 'ga', 'gi', 'gu' yang goresan lengkung dan ekornya paling rapi (7 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali urutan arah goresan yang benar saat menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemandirian murid saat berlatih menulis dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kertas bergaris tiga dengan titik bantu tebal bagi murid yang membutuhkan panduan motorik, dan kertas bergaris standar bagi murid yang sudah terampil.
- Proses: Memberikan bimbingan fisik gerak tangan langsung (hand-over-hand) bagi murid yang arah goresannya masih terbalik, serta memberikan keleluasaan bagi murid yang sudah mahir untuk menulis secara mandiri.
- Produk: Murid dengan hambatan motorik halus menuliskan minimal 2 baris huruf 'g' dan masing-masing 1 contoh suku kata 'ga', 'gi', 'gu'; sedangkan murid yang lebih cepat menuliskan 3 baris huruf 'g' dan masing-masing 2 baris suku kata 'ga', 'gi', 'gu'.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan udara: Guru mengamati 1 gerakan murid membuat huruf 'g' di udara (acuan: gerakan tangan dimulai dari membuat lengkung ke kiri, lalu ditarik garis lurus turun ke bawah dengan lengkung kait ke kiri di bagian bawah).
Proses:- Pengamatan saat murid menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' di atas kertas bergaris: dinilai dari ketepatan arah goresan (lengkung kiri lalu ekor kait kiri) dan keterbacaan bentuk huruf pada 4 target penulisan: 'g', 'ga', 'gi', 'gu'.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil lembar latihan menulis permulaan murid: memeriksa keterbacaan dan ketepatan arah goresan pada 4 target penulisan yaitu huruf 'g' serta suku kata 'ga', 'gi', 'gu' (acuan: seluruh 4 target tertulis jelas di atas garis dengan arah goresan yang benar).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menulis permulaan huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' di atas kertas dengan lembar ceklis arah goresan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Arah Goresan dan Keterbacaan Huruf 'g' serta Suku Kata 'ga', 'gi', 'gu' di Atas Kertas | Menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dengan arah goresan terbalik atau salah pada seluruh 4 target (g, ga, gi, gu) dan bentuk huruf belum terbaca jelas tanpa bimbingan penuh. | Menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dengan arah goresan yang benar dan terbaca pada 1-2 target dari 4 target yang ditentukan (acuan target: g, ga, gi, gu) dengan bantuan guru. | Menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dengan arah goresan yang benar dan terbaca pada 3 target dari 4 target yang ditentukan (acuan target: g, ga, gi, gu) secara mandiri. | Menulis huruf 'g' dan suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dengan arah goresan yang benar, proporsional pada garis, dan terbaca sangat jelas pada seluruh 4 target (g, ga, gi, gu) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi arah goresan huruf 'g' dan rangkaian suku kata 'ga', 'gi', 'gu' dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari bentuk huruf 'g' atau suku kata 'ga', 'gi', 'gu' yang paling banyak mengalami kesulitan arah goresan bagi murid?
Murid:- Bagian huruf mana yang paling mudah kutulis, apakah lengkungnya atau ekornya?
- Suku kata mana di antara 'ga', 'gi', dan 'gu' yang bentuk tulisannya paling rapi di bukuku?
Pertemuan 12 — Menulis permulaan kata sederhana berawalan huruf g tentang benda di lingkungan sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.6 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik menyalin 1 kata sederhana berawalan huruf g di papan tulis kecil/kertas: murid menyalin kata 'gigi' (acuan: keterbacaan bentuk huruf g-i-g-i dan arah goresan dasar huruf g melingkar lalu kait ke bawah) untuk memetakan kesiapan motorik halus menulis kata (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menulis permulaan kata sederhana berawalan huruf g tentang benda di lingkungan sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan pemodelan menulis permulaan kata berawalan huruf g di papan bergaris dengan mendemonstrasikan 4 kata benda lingkungan sekitar: (1) garpu, (2) garam, (3) gula, (4) gasing, menekankan proporsi huruf g (kepala di garis tengah, ekor menggantung ke bawah) dan kerapian jarak antarahuruf (8 menit).
- Murid bersama guru melakukan simulasi 'menulis di udara' dan menelusuri kartu raba bertekstur untuk merangkai huruf menjadi 4 kata target: 'garpu', 'garam', 'gula', 'gasing' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan 'Kartu Detektif Benda' yang menggembirakan: murid berpasangan membuka 4 kartu gambar benda lingkungan sekitar (gambar 1: garpu, gambar 2: garam, gambar 3: gula, gambar 4: gasing) lalu bersama pasangan menyebutkan huruf penyusunnya secara ceria (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menulis permulaan di atas kertas bergaris, yaitu menuliskan 4 kata berawalan huruf g sesuai gambar benda di lingkungan sekitar: (1) garpu, (2) garam, (3) gula, (4) gasing (acuan jawaban: tepat menuliskan huruf-huruf pembentuk kata garpu, garam, gula, gasing secara terbaca dengan proporsi dan arah goresan yang benar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati kembali hasil tulisannya pada lembar kerja dan memberi tanda centang mandiri pada kata yang menurut mereka sudah ditulis paling rapi dan terbaca (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keterbacaan tulisan dan arah goresan murid pada lembar kerja menulis kata sederhana (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini mengenai penulisan kata berawalan huruf g tentang benda di sekitar, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan garis bantu titik-titik (tracing) untuk kata target 'garpu', 'garam', 'gula', 'gasing', sedangkan murid mahir menulis mandiri langsung di garis bergaris tiga.
- Proses: Guru memberikan pendampingan individual intensif pada murid yang kesulitan memposisikan ekor huruf g di bawah garis.
- Produk: Murid mahir yang selesai lebih cepat diberi tantangan tambahan menulis 2 kata benda lingkungan sekitar lainnya yang berawalan huruf g: 'gelas' dan 'gedung'.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menyalin satu kata sederhana berawalan g pada kertas/papan mini: Murid menyalin kata 'gigi'. (Acuan: huruf g, i, g, i tersusun lengkap, arah goresan lingkaran huruf g berlawanan arah jarum jam dilanjutkan tangkai/kait ke bawah).
Proses:- Observasi formatif saat murid menuliskan 4 kata benda lingkungan sekitar pada lembar kerja bergaris: (1) garpu, (2) garam, (3) gula, (4) gasing. (Acuan: keterbacaan tulisan, kelengkapan huruf penyusun kata, dan ketepatan arah goresan/posisi huruf di atas garis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman keterbacaan tulisan: Guru memeriksa hasil penulisan mandiri 4 kata pada lembar kerja. (Acuan ketepatan: kata (1) garpu tertulis g-a-r-p-u; kata (2) garam tertulis g-a-r-a-m; kata (3) gula tertulis g-u-l-a; kata (4) gasing tertulis g-a-s-i-n-g; minimal 3 dari 4 kata tertulis benar dan terbaca).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis permulaan kata berawalan huruf g pada lembar kerja mandiri (kata: garpu, garam, gula, gasing).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis permulaan kata berawalan huruf g tentang benda lingkungan sekitar (target 4 kata: garpu, garam, gula, gasing) | Belum mampu menuliskan kata berawalan huruf g dengan benar; huruf tidak lengkap atau bentuk belum terbaca walau dengan bimbingan penuh. | Mampu menuliskan 1-2 kata dari 4 kata target (garpu, garam, gula, gasing) dengan bentuk huruf yang dapat terbaca dengan bantuan/bimbingan guru. | Mampu menuliskan 3 dari 4 kata target (garpu, garam, gula, gasing) secara tepat dan terbaca dengan arah goresan yang benar secara mandiri. | Mampu menuliskan seluruh 4 kata target (garpu, garam, gula, gasing) secara tepat, sangat rapi, konsisten dalam proporsi huruf di atas kertas, secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permodelan arah goresan huruf g dan perangkaian kata dapat dipahami dengan baik oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari penulisan huruf pembentuk kata benda (misalnya r pada garpu atau s pada gasing) yang masih memerlukan latihan penguatan bagi murid?
Murid:- Kata berawalan huruf g mana yang paling mudah kamu tuliskan hari ini?
- Apakah kamu merasa tulisanmu pada kata garpu, garam, gula, dan gasing sudah terbaca dengan jelas?
Pertemuan 13 — Latihan terpadu percakapan santun bertema keragaman dan penulisan kata berawalan huruf g — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.5 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang perbedaan diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.6 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih melakukan percakapan santun bertema keragaman bersama pasangan dan menuliskan kata sederhana berawalan huruf g (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta 2-3 perwakilan murid bertanya atau menjawab sapaan ramah serta menyebutkan satu kata berawalan huruf g yang ada di sekitar kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan contoh peragaan percakapan santun dua arah: Guru bertanya 'Apa permainan kesukaanmu di sekolah?' lalu murid menjawab 'Aku suka bermain ayunan'. Guru merespons perbedaan: 'Rambutmu ikal ya, bagus sekali' dan murid menjawab santun 'Terima kasih, rambutku memang ikal sejak kecil' (5 menit).
- Guru memodelkan cara menulis kata berawalan huruf g di papan tulis dengan arah goresan tegak dan lengkung yang tepat untuk kata: 'garam', 'gula', 'gigi' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan berpasangan 'Kotak Kata Berbisik': Murid berpasangan mengambil satu dari 3 kartu peran percakapan berikut: Kartu 1 (Topik benda kesukaan: Murid A bertanya 'Apa benda berawalan huruf g yang kamu bawa?', Murid B menjawab 'Aku bawa garam di kotak bekal'); Kartu 2 (Topik ciri tubuh: Murid B bertanya 'Apakah kamu memakai kacamata?', Murid A menjawab 'Iya, aku memakai kacamata agar bisa melihat tulisan jelas'); Kartu 3 (Topik warna kesukaan: Murid A berkomentar 'Sepatumu warna abu-abu, sepatuku hitam', Murid B menjawab santun 'Iya, sepatu kita berbeda warna tetapi sama-sama bagus') (13 menit).
- Secara mandiri di meja masing-masing, setiap murid membuka Lembar Tulis Bergaris dan menulis permulaan 3 kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar: 'garpu', 'gula', 'gelas' dengan arah goresan huruf yang rapi dan benar di atas kertas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil tulisan masing-masing dan mengecek apakah kata 'garpu', 'gula', 'gelas' sudah tertulis lengkap hurufnya (7 menit).
- Murid mengungkapkan perasaan mereka saat bertanya dan menjawab bersama teman secara santun serta kesulitan yang dialami saat menggores huruf g (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas keterampilan murid dalam mengajukan pertanyaan, memberi jawaban santun, dan ketepatan bentuk goresan huruf g (5 menit).
- Guru mengajak murid menyimpulkan bahwa berteman dengan saling bertanya santun dan menghargai perbedaan membuat kelas rukun, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan suku kata berwarna (ga-r-pu, gu-la, ge-las); murid yang mahir diberikan tantangan menulis tambahan kata 'gajah' dan 'gorila'.
- Proses: Pada percakapan, murid yang pemalu dipandu guru menggunakan kalimat pemantik terstruktur, sedangkan murid yang lancar berlatih variasi pertanyaan santun secara mandiri tanpa teks.
- Produk: Murid menulis kata berawalan huruf g pada garis bantu tiga baris (bagi yang membutuhkan penyesuaian motorik) atau buku garis biasa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru bertanya 'Apa buah kesukaanmu?' (Acuan penerimaan: murid merespons dengan menyebutkan buah dan menjawab dengan sopan, misal: 'Aku suka buah apel, Bu').
- Pengecekan kesiapan menulis permulaan huruf g di udara dengan jari telunjuk (Acuan ketepatan: membentuk lengkung atas ke kiri lalu menarik garis ke bawah melengkung ke kiri).
Proses:- Lembar observasi percakapan berpasangan: Guru mengamati ketercapaian pengajuan pertanyaan santun dan jawaban santun saat memainkan Kartu Peran Percakapan.
- Pemeriksaan ketepatan goresan dan kelengkapan penulisan 3 kata berawalan huruf g: 'garpu', 'gula', 'gelas' pada lembar latihan menulis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Guru menanyakan satu contoh kalimat tanya santun untuk teman (Acuan: memuat kata tanya apa/siapa/apakah dengan nada ramah, misal 'Apa kamu suka menggambar?') dan meminta murid menyebutkan huruf pertama kata 'gelas' (Acuan: huruf g).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan (kemampuan bertanya dengan santun dan menjawab komentar perbedaan dengan santun).
- Pemeriksaan lembar menulis kata berawalan huruf g di atas kertas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons dengan bertanya secara santun (TP 1.6.4) | Belum mampu mengajukan pertanyaan kepada teman dalam percakapan walau dibimbing intensif. | Mampu mengajukan pertanyaan kepada teman dengan kalimat tanya sederhana namun masih perlu dibimbing guru. | Mampu mengajukan pertanyaan santun menggunakan kata tanya (apa/siapa/apakah) secara tepat dan mandiri. | Mampu mengajukan berbagai pertanyaan santun secara konsisten, luwes, dan mandiri dalam percakapan. | | Merespons komentar perbedaan secara santun (TP 1.6.5) | Belum mampu memberikan jawaban santun saat teman menyampaikan komentar tentang perbedaan diri. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan diri dengan satu-dua patah kata setelah diingatkan guru. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan diri secara santun dan jelas tanpa perlu diingatkan. | Mampu menjawab komentar teman tentang perbedaan diri secara sangat santun, ramah, dan percaya diri. | | Menulis kata berawalan huruf g (TP 1.6.6) | Menulis kurang dari 2 kata dari 3 target ('garpu', 'gula', 'gelas') atau bentuk huruf g terbalik/salah arah goresan. | Menulis 2 dari 3 kata target ('garpu', 'gula', 'gelas') dengan benar dan terbaca di atas kertas. | Menulis seluruh 3 kata target ('garpu', 'gula', 'gelas') secara tepat hurufnya dan arah goresan benar di atas kertas. | Menulis seluruh 3 kata target ('garpu', 'gula', 'gelas') dengan bentuk huruf sempurna, arah goresan tepat, rapi, serta mampu menambah kata berawalan g lainnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk latihan percakapan berpasangan dan menulis mandiri sudah proporsional?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diajak merespons pertanyaan temannya?
- Apakah ada murid yang masih kesulitan membentuk goresan huruf g pada kertas bergaris?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain peran percakapan dengan teman?
- Kata berawalan huruf g apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tulis tadi?
Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf g
- TP 1.6.3 Menemukan isi bacaan tentang keragaman diri dan lingkungan sekitar dari teks yang dipirsa
- TP 1.6.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.5 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang perbedaan diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.6.6 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata berawalan huruf g tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan menyapa kelas, memimpin doa singkat, dan mengecek kesiapan meja belajar murid (2 menit).
- Guru menjelaskan alur pelaksanaan tiga rangkaian tugas asesmen sumatif: lembar kerja serentak berpemandu gambar, unjuk kerja membaca kartu kata di meja guru, dan unjuk kerja percakapan santun berpasangan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembacaan petunjuk pengerjaan Lembar Kerja Serentak dari guru serta mendengarkan satu kali teks cerita sastra aural yang dibacakan guru: 'Kiki si kelinci dan Gaga si gajah memiliki tubuh yang berbeda. Walau berbeda, mereka tetap rukun dan gembira bermain bersama di taman.' (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Seluruh murid secara serentak mengerjakan Lembar Kerja Tertulis Permulaan yang terdiri dari 3 bagian: (a) Melingkari 1 gambar pesan cerita aural dari pilihan [Gambar A: Kiki dan Gaga bermain bersama; Gambar B: Kiki dan Gaga bertengkar] (acuan benar: melingkari Gambar A); (b) Menemukan dan menyilang 2 ciri fisik teman dari gambar kantin sekolah: ciri rambut keriting dan anak berkursi roda (acuan benar: menyilang gambar anak berambut keriting dan anak di kursi roda); (c) Menulis permulaan 3 kata berawalan huruf g dengan kaidah bentuk huruf dan spasi yang tepat: 'gigi', 'gajah', 'gula' (acuan benar: menulis tepat ketiga kata 'gigi', 'gajah', 'gula') (31 menit).
- Tugas 2: Secara bergiliran di meja guru (dinilai 30 detik per murid x 28 murid saat murid lain menyelesaikan/membaca mandiri), setiap murid membaca nyaring 3 kartu kata sederhana berawalan huruf g: Kartu 1: 'gigi', Kartu 2: 'gajah', Kartu 3: 'gula' dengan kriteria fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu (acuan lafal benar: membaca lancar kata 'gigi', 'gajah', 'gula') (14 menit).
- Tugas 3: Secara berpasangan (14 pasang bergantian di depan guru), murid melakukan unjuk kerja percakapan santun terpandu tentang perbedaan diri: Murid A bertanya dengan santun menggunakan kata tanya apa/siapa: 'Apa warna baju kesukaanmu?' dan Murid B merespons dengan jawaban santun: 'Baju kesukaanku warna biru, terima kasih sudah bertanya.', lalu bergantian Murid B bertanya dan Murid A merespons santun (acuan: mengajukan pertanyaan relevan secara santun dan merespons jawaban secara santun) (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses pengerjaan rangkaian asesmen sumatif bab, memeriksa kelengkapan pengumpulan lembar kerja, dan menyadari hal-hal yang sudah dikuasai dengan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis permulaan dan lembar cek observasi yang telah terisi lengkap (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menuntaskan Bab 6 'Temanku Berbeda' serta menutup pembelajaran dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid dengan hambatan penglihatan atau pemirsaan gambar, guru membacakan ulang teks aural secara perlahan atau memperbesar ukuran kartu kata huruf g tanpa mengubah target kompetensi.
- Proses: Pemberian waktu ekstra terpisah bagi murid dengan hambatan motorik halus dalam menulis huruf permulaan, tetap menggunakan instrumen dan kunci tugas yang sama.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk semua murid sesuai acuan sumatif: lembar kerja, cek membaca 3 kartu kata, dan unjuk kerja percakapan santun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap tata cara pengerjaan asesmen sumatif bab.
Proses:- Observasi ketertiban dan kemandirian murid selama rotasi tugas unjuk kerja berlangsung.
Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja berpasangan dan lembar kerja serentak: rekaman lembar observasi percakapan santun bertema keragaman, lembar cek pelafalan membaca kartu kata huruf g, serta lembar kerja murid berisi penandaan isi/pesan cerita dan penulisan permulaan kata berawalan g
- lembar kerja serentak berpemandu gambar: lembar kerja tertulis permulaan yang dikerjakan serentak seluruh kelas (28 murid) berisi hasil menyilang/melingkari gambar pesan cerita aural yang dibacakan guru, menunjukkan ciri fisik teman dari gambar teks, serta menuliskan 3 kata sederhana berawalan huruf g (misal: gigi, gajah, gula) dengan kaidah bentuk huruf dan spasi yang tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penulisan permulaan)
- unjuk kerja percakapan berpasangan: percakapan lisan terpandu yang dilakukan secara berpasangan (14 pasang @ 1,5 menit = 21 menit) tentang perbedaan diri dan teman, di mana satu murid mengajukan pertanyaan santun dan pasangannya merespons dengan jawaban sopan secara bergantian di hadapan guru (21 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi percakapan santun)
- unjuk kerja membaca nyaring kartu kata: pelafalan lancar dan tepat saat membaca nyaring 3 kartu kata sederhana berawalan huruf g secara rotasi kilat di meja guru (dinilai 30 detik per murid x 28 murid = 14 menit) saat kegiatan membaca mandiri di sudut baca (14 menit; individual; instrumen: lembar cek kelancaran membaca)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja berpasangan dan lembar kerja serentak: rekaman lembar observasi percakapan santun bertema keragaman, lembar cek pelafalan membaca kartu kata huruf g, serta lembar kerja murid berisi penandaan isi/pesan cerita dan penulisan permulaan kata berawalan g
- lembar kerja serentak berpemandu gambar: lembar kerja tertulis permulaan yang dikerjakan serentak seluruh kelas (28 murid) berisi hasil menyilang/melingkari gambar pesan cerita aural yang dibacakan guru, menunjukkan ciri fisik teman dari gambar teks, serta menuliskan 3 kata sederhana berawalan huruf g (misal: gigi, gajah, gula) dengan kaidah bentuk huruf dan spasi yang tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penulisan permulaan)
- unjuk kerja percakapan berpasangan: percakapan lisan terpandu yang dilakukan secara berpasangan (14 pasang @ 1,5 menit = 21 menit) tentang perbedaan diri dan teman, di mana satu murid mengajukan pertanyaan santun dan pasangannya merespons dengan jawaban sopan secara bergantian di hadapan guru (21 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi percakapan santun)
- unjuk kerja membaca nyaring kartu kata: pelafalan lancar dan tepat saat membaca nyaring 3 kartu kata sederhana berawalan huruf g secara rotasi kilat di meja guru (dinilai 30 detik per murid x 28 murid = 14 menit) saat kegiatan membaca mandiri di sudut baca (14 menit; individual; instrumen: lembar cek kelancaran membaca)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Pesan Teks Sastra Aural (TP 1.6.1) | Belum mampu memilih gambar yang sesuai dengan pesan teks sastra aural yang diperdengarkan guru. | Mampu memilih gambar pesan teks aural namun masih keliru dan memerlukan bimbingan penuh. | Mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural dengan tepat memilih gambar Kiki dan Gaga bermain bersama secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi pesan teks sastra aural secara tepat memilih gambar Kiki dan Gaga bermain bersama dengan sangat cepat dan konsisten mandiri. | | Menemukan Isi Bacaan Bergambar (TP 1.6.3) | Belum menemukan ciri fisik keragaman pada teks gambar yang dipirsa. | Menemukan 1 dari 2 ciri fisik keragaman (rambut keriting atau kursi roda) pada teks bergambar. | Menemukan 2 dari 2 ciri fisik keragaman (rambut keriting dan kursi roda) pada teks bergambar secara tepat. | Menemukan 2 dari 2 ciri fisik keragaman (rambut keriting dan kursi roda) secara tepat dan mandiri tanpa ragu. | | Membaca Fasih Kata Huruf G (TP 1.6.2) | Belum mampu membaca ketiga kartu kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula'). | Membaca fasih 1 dari 3 kartu kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') tanpa mengeja. | Membaca fasih 2 atau 3 kartu kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') tanpa mengeja. | Membaca fasih seluruh 3 kartu kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') secara lancar tanpa jeda ragu dan mandiri. | | Merespons dengan Bertanya Santun (TP 1.6.4) | Belum mampu merespons dengan mengajukan pertanyaan dalam percakapan. | Mengajukan pertanyaan dalam percakapan namun belum menggunakan kata tanya atau belum santun. | Merespons dengan mengajukan 1 pertanyaan santun menggunakan kata tanya apa/siapa tentang diri teman. | Merespons dengan mengajukan pertanyaan santun secara lancar, tepat, dan mandiri. | | Merespons dengan Menjawab Santun (TP 1.6.5) | Belum mampu merespons dengan memberikan jawaban dalam percakapan. | Memberikan jawaban dalam percakapan namun belum santun atau belum sesuai konteks perbedaan diri. | Merespons dengan memberikan jawaban yang santun dan sesuai tentang perbedaan diri teman. | Merespons dengan memberikan jawaban santun secara jelas, tepat, dan penuh rasa percaya diri. | | Menulis Permulaan Kata Huruf G (TP 1.6.6) | Belum mampu menuliskan kata berawalan huruf g di atas kertas. | Menulis 1 dari 3 kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') dengan bentuk huruf dan spasi yang tepat. | Menulis 2 atau 3 kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') dengan bentuk huruf dan spasi yang tepat. | Menulis seluruh 3 kata berawalan huruf g ('gigi', 'gajah', 'gula') dengan kaidah bentuk huruf dan spasi yang tepat, rapi, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk ketiga tugas sumatif (lembar kerja, membaca kartu kata, percakapan berpasangan) terlaksana secara tertib?
- Bagian keterampilan berbahasa mana (menyimak, membaca, berbicara, menulis) yang memerlukan bimbingan lebih lanjut di bab berikutnya?
Murid:- Tugas apa yang paling mudah kamu selesaikan hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa membaca dan menulis kata berawalan huruf g dengan lancar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6 Halaman 140-149
- Ilustrasi cerita 'Kiki dan Gaga'
- Kartu respons hijau dan merah untuk permainan aural
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Revisi 2023 (Bab 6, Temanku Berbeda)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Revisi 2023 (hlm. 140–149)
- Teks fabel aural 'Kiki, Gaga, dan Sahabat Baru di Hutan' yang disiapkan guru
- Lembar kerja ceklis pesan teks aural
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi 2023), Bab 6.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi 2023), Bab 6.
- Set kartu huruf (g, a, i, u), set kartu suku kata (ga, gi, gu), dan kartu kata bergambar lingkungan sekitar (gajah, garam, gigi, gitar, gula, gurita).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD Edisi Revisi 2023, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD Edisi Revisi 2023, Bab 6 'Temanku Berbeda'
- Set kartu kata bergambar benda/hewan berawalan huruf g ('gigi', 'gula', 'garam', 'garpu', 'gajah', 'gagak')
- Papan flanel / saku dinding kartu kata
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD Kemendikbudristek 2023 Bab 6
- Kartu gambar dan teks tokoh anak dengan ragam ciri fisik (rambut, mata, tubuh)
- Lembar Kerja Siswa Memirsa Teks Bergambar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI Revisi (Kemendikbudristek 2023), Bab 6 'Temanku Berbeda'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI Revisi (Kemendikbudristek 2023)
- Papan peraga teks bergambar 'Kegemaran di Rumah Kiki dan Gaga'
- Kartu bergambar dan lembar kerja murid (LKPD)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 6
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 6 'Temanku Berbeda'
- Kartu bergambar kata tanya 'APA' dan 'SIAPA'
- Media tongkat mini berhias untuk permainan percakapan santun
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 6 Temanku Berbeda
- Tiga kartu situasi bergambar lingkungan sekitar (taman bermain, hewan sekitar rumah, pohon buah)
- Boneka tangan untuk peragaan percakapan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi 2023 Bab 6 'Temanku Berbeda'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi 2023 Bab 6
- Set Kartu Percakapan Komentar Ciri Fisik (4 kartu skenario)
- Boneka tangan/gambar ilustrasi tokoh Kiki dan Gaga
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023.
- 3 set kartu situasi bergambar kebiasaan di lingkungan sekitar (bekal makanan, kegiatan sore, kegiatan hari libur).
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Edisi Revisi (2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Edisi Revisi (2023) Bab 6
- Baki pasir sensorik untuk melatih goresan jari
- Lembar kerja menulis bergaris tiga dan kartu contoh huruf 'g', 'ga', 'gi', 'gu'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu gambar dan kartu kata benda lingkungan sekitar (garpu, garam, gula, gasing)
- Buku tulis bergaris/lembar kerja menulis bergaris tiga
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Revisi (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6
- Kartu Peran Percakapan Santun
- Lembar Tulis Bergaris Permulaan Menulis Kata Berawalan Huruf G
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD Bab 6
- Lembar Kerja Sumatif Bab 6 (bergambar teks aural dan gambar kantin keragaman)
- Kartu Kata huruf g (gigi, gajah, gula)
- Lembar Observasi Guru untuk percakapan santun dan kelancaran membaca
|