Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca dan Memahami Teks tentang Sikap Baik kepada Teman Baru

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca dan Memahami Teks tentang Sikap Baik kepada Teman Baru". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca dan Memahami Teks tentang Sikap Baik kepada Teman Baru

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca dan Memahami Teks tentang Sikap Baik kepada Teman Baru

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca dan Memahami Teks tentang Sikap Baik kepada Teman Baru
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari teks bertema sikap baik kepada teman baru.
  2. Murid dapat memahami isi bacaan tentang sikap baik kepada teman baru dan mengenali tanda titik pada akhir kalimat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian punya teman baru? Bagaimana perasaan kalian saat bertemu teman baru?
  2. Apa yang kalian lakukan agar teman baru merasa nyaman dan senang bermain bersama kalian?
  3. Kata-kata apa saja yang bisa kita ucapkan untuk bersikap baik kepada teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif.
  • Asesmen awal: Guru menanyakan secara lisan, 'Siapa di sini yang punya teman baru di kelas? Apa yang kalian katakan pertama kali kepadanya?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang sikap baik kepada teman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Hari ini kita akan membaca cerita tentang teman baik. Kira-kira, apa ya yang dilakukan anak yang baik kepada temannya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar membaca kata-kata dengan lancar dan memahami isi bacaan tentang sikap baik kepada teman baru. Kita juga akan mengenal tanda titik di akhir kalimat.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menuliskan kalimat-kalimat sederhana di papan tulis yang mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-', 'me-', 'mo-', misalnya: 'Mimi suka main bola.', 'Maya suka buah melon.', 'Baju Moko merah.', 'Mimi minum teh madu.'
  • Guru membaca kalimat-kalimat tersebut dengan jelas sambil menunjuk setiap kata, lalu murid mengikuti bersama-sama (membaca nyaring bersama).
  • Guru menunjukkan tanda titik di akhir setiap kalimat dan menjelaskan: 'Tanda titik (.) ada di ujung kalimat. Artinya kalimat itu sudah selesai. Saat membaca, kita berhenti sebentar di tanda titik.'
  • Guru membaca ulang kalimat dengan intonasi yang tepat—berhenti di tanda titik—lalu meminta murid menirukan cara membacanya.
  • Guru mengajak murid mengamati gambar 'Di Kelas Mimi' dari Buku Siswa, lalu mengajukan pertanyaan: 'Siapa yang ada di gambar ini?', 'Apa yang mereka lakukan?', dan 'Mengapa mereka melakukan itu?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membacakan teks interaktif 'Empat Kata Ajaib' dari Buku Siswa secara ekspresif, menjeda di bagian pertanyaan seperti 'Apa yang harus Mimi katakan?' agar murid merespons.
  • Murid secara bergantian atau bersama-sama menjawab pertanyaan guru sesuai situasi dalam cerita (contoh: saat Mimi tidak sengaja menabrak Moko → murid menjawab 'Maaf, Moko!').
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (2–3 orang). Setiap kelompok mendapat kartu kalimat sederhana berisi suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' beserta tanda titik di akhirnya.
  • Setiap kelompok membaca kalimat pada kartu secara bergantian dengan suara lantang. Anggota kelompok lain menyimak dan memberi tanda jempol bila tanda titik sudah dibaca dengan berhenti sebentar.
  • Guru berkeliling memantau bacaan tiap kelompok, memberikan umpan balik langsung dan dorongan positif.
  • Murid secara mandiri melengkapi latihan di Buku Siswa: menambahkan tanda titik pada kalimat yang belum memiliki tanda titik (misalnya: 'Mimi minum' dan 'Mimi main').

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Dari cerita Mimi tadi, sikap baik apa saja yang sudah Mimi lakukan kepada temannya?'
  • Murid secara bergantian menyebutkan contoh sikap baik kepada teman yang mereka temukan dalam teks (misalnya: meminta maaf, mengucapkan terima kasih, meminta tolong dengan sopan).
  • Guru bertanya reflektif: 'Apakah kalian pernah melakukan salah satu sikap baik itu? Bagaimana rasanya?'
  • Guru mengajak murid membaca ulang satu kalimat pilihan dari teks secara individual (murid menunjuk kalimat yang paling mereka ingat), lalu menyebutkan tanda titiknya.
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Tanda titik ada di akhir kalimat, artinya kalimat selesai. Sikap baik kepada teman seperti minta maaf, berterima kasih, dan minta tolong membuat pertemanan jadi menyenangkan.'

Penutup:

  • Guru mengajukan pertanyaan penutup: 'Kata apa yang paling kalian ingat dari cerita hari ini? Tanda baca apa yang kita pelajari?'
  • Murid mengisi refleksi diri sederhana dengan cara mengangkat 1 jari (belum paham), 2 jari (mulai paham), atau 3 jari (sudah paham) untuk pertanyaan: 'Apakah kalian sudah bisa membaca kalimat dengan lancar?' dan 'Apakah kalian sudah tahu di mana letak tanda titik?'
  • Guru memberikan pesan moral singkat: 'Bersikap baik kepada teman itu penting. Kata-kata yang sopan seperti maaf, tolong, terima kasih, dan permisi bisa membuat teman merasa dihargai.'
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca mendapatkan kartu kata bergambar dengan suku kata besar dan berwarna untuk membantu mereka mengenali kata. Murid yang sudah lancar membaca diberikan kalimat yang lebih panjang atau teks pendek tambahan untuk dibaca secara mandiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat membaca bersama guru atau teman sebaya (membaca berpasangan). Murid yang sudah mampu dapat diminta membaca lebih dulu sebagai model bagi teman-temannya.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjuk tanda titik pada kalimat yang sudah ada. Murid yang sudah berkembang diminta menambahkan tanda titik pada kalimat yang belum lengkap, dan murid yang sangat berkembang dapat mencoba menyusun satu kalimat pendek sendiri dan membubuhkan tanda titik di akhirnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah punya teman baru? Apa yang kalian katakan pertama kali kepadanya?'
  • Guru meminta 2–3 murid secara acak membaca satu kata sederhana yang ditulis di papan tulis untuk mengetahui kemampuan awal membaca mereka.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik sebagai gambaran pengetahuan awal tentang sikap baik kepada teman.

Proses:

  • Observasi saat membaca nyaring bersama: guru mencatat murid yang kesulitan mengucapkan suku kata tertentu.
  • Pemantauan saat kegiatan kelompok membaca kartu kalimat: guru mendengarkan kelancaran membaca dan ketepatan penempatan jeda di tanda titik.
  • Tanya jawab interaktif saat pembacaan teks 'Empat Kata Ajaib': guru menilai apakah murid memahami konteks sikap baik dalam cerita.
  • Pengecekan latihan melengkapi tanda titik secara langsung saat murid mengerjakan di buku.

Akhir:

  • Tes lisan individual: setiap murid membaca 2–3 kalimat pendek bertema teman baru dari kartu yang disiapkan guru.
  • Lembar kerja: murid menambahkan tanda titik pada kalimat-kalimat yang belum lengkap (minimal 3 kalimat).
  • Pertanyaan lisan penutup: 'Apa yang dilakukan Mimi ketika tidak sengaja menabrak Moko?' untuk menguji pemahaman isi bacaan.
  • Refleksi diri murid (isyarat jari) sebagai data asesmen diri tentang tingkat pemahaman mereka.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru memantau kelancaran membaca murid saat membaca nyaring bersama dan saat kegiatan kelompok.
  • Umpan balik langsung saat murid membaca kartu kalimat dalam kelompok kecil.
  • Tanya jawab lisan tentang isi teks 'Empat Kata Ajaib' untuk mengetahui pemahaman murid terhadap sikap baik kepada teman.
  • Pengamatan kemampuan murid mengenali dan menunjuk tanda titik pada kalimat selama kegiatan inti.

Sumatif:

  • Tes lisan individual: murid membaca 2–3 kalimat sederhana bertema teman baru dengan fasih.
  • Lembar kerja sederhana: murid menambahkan tanda titik pada 3–4 kalimat yang belum memiliki tanda titik.
  • Pertanyaan lisan tentang isi teks: guru menanyakan 1–2 pertanyaan tentang sikap baik yang dilakukan tokoh dalam cerita.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Membaca Kata SederhanaMurid belum dapat membaca kata dengan suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat membaca beberapa kata dengan suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat membaca sebagian besar kata dengan suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' secara mandiri meskipun masih ada jeda yang tidak tepat.Murid dapat membaca seluruh kata dengan suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' dengan fasih, lancar, dan intonasi yang tepat secara mandiri.
Pengenalan Tanda TitikMurid belum dapat menunjuk atau mengenali tanda titik pada kalimat.Murid dapat menunjuk tanda titik pada kalimat jika dibantu guru terlebih dahulu.Murid dapat menunjuk tanda titik secara mandiri dan menambahkan tanda titik pada kalimat sederhana dengan benar.Murid dapat menunjuk, menambahkan tanda titik, serta menjelaskan fungsi tanda titik dengan kata-katanya sendiri secara mandiri dan tepat.
Pemahaman Isi TeksMurid belum dapat menjawab pertanyaan tentang isi bacaan meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menjawab 1 pertanyaan tentang isi bacaan dengan bantuan guru atau petunjuk gambar.Murid dapat menjawab 2 pertanyaan tentang isi bacaan secara mandiri dengan jawaban yang relevan.Murid dapat menjawab semua pertanyaan tentang isi bacaan secara mandiri dan dapat menyebutkan contoh sikap baik kepada teman dari teks dengan kalimatnya sendiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk membaca nyaring selama pembelajaran hari ini?
  • Murid mana yang masih kesulitan membaca kata dengan suku kata 'ma-/mi-/mu-/me-/mo-' dan perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan membaca berpasangan dan berkelompok berjalan efektif untuk meningkatkan kelancaran membaca?
  • Apakah penjelasan tanda titik sudah cukup dipahami oleh sebagian besar murid? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangun koneksi antara pengalaman pribadi murid dengan isi teks?

Refleksi Murid:

  • Kata apa yang paling mudah kamu baca hari ini? Kata apa yang paling sulit?
  • Di mana kamu menemukan tanda titik dalam kalimat? Apa fungsi tanda titik itu?
  • Sikap baik apa yang dilakukan Mimi kepada temannya? Apakah kamu pernah melakukan hal yang sama?
  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1, Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 — Bab 5 'Teman Baru', halaman 110–130.
  2. Panduan Guru: Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1, Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 — Panduan Khusus Bab V.
  3. Kartu kata bergambar dengan suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-', 'me-', 'mo-' (dibuat guru).
  4. Kartu kalimat sederhana bertema teman baru untuk kegiatan membaca kelompok (dibuat guru).
  5. Papan tulis atau media tayang untuk menampilkan kalimat dan tanda titik.
  6. Lembar kerja sederhana: melengkapi tanda titik pada kalimat (dibuat guru).
  7. Gambar 'Di Kelas Mimi' dari Buku Siswa Bab 5.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.