Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Kata dan Suku Kata Bertema Teman Baru (suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca Kata dan Suku Kata Bertema Teman Baru (suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Kata dan Suku Kata Bertema Teman Baru (suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca Kata dan Suku Kata Bertema Teman Baru (suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca Kata dan Suku Kata Bertema Teman Baru (suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merangkai bunyi huruf menjadi suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' dan membacanya dengan fasih pada kata-kata yang berkaitan dengan tema berteman.
  2. Murid dapat mengenali dan membaca kata-kata sederhana yang mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' dari teks bertema teman baru dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa nama teman baru kalian di sekolah? Huruf apa yang ada di awal namanya?
  2. Coba perhatikan nama Mimi, Maya, dan Moko — bunyi apa yang sama di awal nama-nama itu?
  3. Kalau kita tahu bunyi 'm', kira-kira kata apa saja yang bisa kita baca hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru menanyakan kabar dan melakukan presensi singkat dengan cara menyebut nama murid satu per satu — murid menjawab 'hadir' sambil mengangkat tangan.
  • ASESMEN AWAL (diagnostik): Guru menempel 3 kartu kata di papan tulis (contoh: 'mama', 'minum', 'muda') lalu bertanya, 'Siapa yang bisa membaca kata ini?' Guru mengamati siapa yang sudah mengenal suku kata 'm' dan siapa yang belum, tanpa memberi nilai — cukup dicatat secara mental untuk penyesuaian diferensiasi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Siapa nama teman baru kalian? Ada tidak yang namanya diawali huruf M?' Murid diajak berbagi secara lisan.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar membaca suku kata ma-, mi-, mu- sambil berkenalan dengan teman-teman baru Mimi!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu huruf 'M' dan 'm' di depan kelas. Guru melafalkan bunyi huruf 'm' dengan jelas, lalu mengajak seluruh murid menirukan bersama-sama tiga kali.
  • Guru memperkenalkan nama-nama tokoh cerita: Mimi, Maya, Moko. Guru menunjukkan bahwa ketiga nama diawali bunyi 'm'. Murid diajak menyebutkan bunyi awal setiap nama secara bergantian.
  • Guru menunjukkan kartu suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' satu per satu. Guru melafalkan dengan jelas, murid menirukan. Kegiatan ini diulang dalam pola: guru baca → murid baca bersama → murid baca sendiri (beberapa sukarelawan).
  • Guru mengajak murid memperhatikan pola rangkaian: 'm' + 'a' = 'ma', 'm' + 'i' = 'mi', 'm' + 'u' = 'mu'. Guru menjelaskan dengan gerakan tangan: tangan kiri = huruf 'm', tangan kanan = huruf vokal, kedua tangan dipertemukan = suku kata terbentuk. Murid menirukan gerakan sambil mengucapkan suku kata.
  • Guru menempel kartu kata bergambar di papan: 'Mimi', 'Maya', 'Moko', 'madu', 'minum'. Guru membaca setiap kata perlahan dengan menunjuk setiap suku kata, murid mengikuti. Murid diajak mengenali di bagian mana suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' muncul dalam setiap kata.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu set kartu huruf ('m', 'a', 'i', 'u') dan kartu suku kata ('ma-', 'mi-', 'mu-').
  • AKTIVITAS 'SUSUN DAN BACA': Guru menyebutkan sebuah kata (contoh: 'minum', 'madu', 'Mimi'). Setiap kelompok berlomba menyusun kartu huruf menjadi suku kata yang dimaksud, lalu membacakannya bersama. Kelompok yang paling cepat dan tepat mendapat poin bintang di papan.
  • Murid membuka Buku Siswa halaman 119–121. Guru membimbing murid membaca kata-kata bergambar: 'ko-mo-do', 'ma-du', 'ka-me-ra', 'ra-ma-ra-ma', 'mo-bil', 'cu-mi-cu-mi'. Murid diminta menunjuk dengan jari suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' yang ada dalam setiap kata, lalu membaca kata itu keras-keras.
  • AKTIVITAS 'TUNJUK DAN BACA': Guru menempel beberapa kartu kata di papan (minimal 6 kata bertema teman dan lingkungan yang memuat suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-'). Satu per satu murid maju, menunjuk kartu yang disebutkan guru, lalu membacanya nyaring. Teman-teman yang duduk memberi tepuk tangan bila jawaban benar.
  • ASESMEN PROSES: Selama aktivitas kelompok dan maju ke depan, guru berkeliling dan mencatat di lembar observasi sederhana: apakah murid mampu melafalkan suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' dengan benar, dan apakah mampu mengenali suku kata tersebut dalam kata yang lebih panjang.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (circle time). Guru bertanya: 'Tadi kita sudah belajar suku kata apa saja? Coba sebutkan!' Murid menjawab bergantian.
  • Guru memperlihatkan kembali kartu kata dari kegiatan inti. Murid diminta menyebutkan suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' yang ada dalam kata tersebut secara lisan — ini sebagai konfirmasi pemahaman bersama.
  • Guru mengaitkan kembali dengan cerita Mimi: 'Nama Mimi, Maya, dan Moko semuanya punya suku kata yang kita pelajari hari ini. Kalau kalian punya teman baru, apakah namanya ada suku kata ma-, mi-, atau mu-?' Murid berbagi secara lisan.
  • Murid diminta melakukan refleksi diri dengan 'lampu lalu lintas': acungkan ibu jari ke atas (hijau) bila sudah bisa membaca suku kata ma-, mi-, mu- dengan lancar; ibu jari mendatar (kuning) bila masih perlu latihan; ibu jari ke bawah (merah) bila masih kesulitan. Guru mencatat hasilnya untuk tindak lanjut.
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada seluruh kelas atas usaha mereka hari ini: 'Semua sudah berani mencoba dan belajar dengan sungguh-sungguh. Kalian hebat!'

Penutup:

  • ASESMEN AKHIR (sumatif singkat): Guru membagikan lembar kerja sederhana berisi 5 kata bergambar yang memuat suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-'. Murid membaca kata tersebut pelan-pelan sambil menunjuk dengan jari, lalu melingkari suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' yang ditemukan. Guru mengumpulkan lembar kerja sebagai bukti ketercapaian TP.
  • Guru merangkum pembelajaran hari ini dengan kalimat singkat: 'Hari ini kita sudah bisa membaca suku kata ma-, mi-, mu- dan menemukan suku kata itu dalam banyak kata!'
  • Guru menyampaikan pesan karakter: 'Seperti Mimi yang berani berkenalan meski malu, kita juga harus berani mencoba hal baru, termasuk belajar membaca!'
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mencari 1 benda di rumah yang namanya mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-', lalu ceritakan besok kepada teman.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar: guru menyediakan kartu suku kata berwarna (ma- = merah, mi- = biru, mu- = kuning) sebagai alat bantu visual tambahan, dan membatasi jumlah kata yang harus dibaca menjadi 3 kata paling sederhana. Untuk murid yang sudah cepat: guru menyediakan kartu kata tambahan dengan suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' di posisi tengah atau akhir kata (bukan hanya di awal) sebagai tantangan.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan: guru mendampingi langsung saat aktivitas kelompok dan memberikan scaffolding berupa pengucapan suku kata pelan-pelan sebelum murid mencoba sendiri. Untuk murid yang sudah mahir: guru mengajak mereka menjadi 'tutor sebaya' bagi teman yang kesulitan, sehingga mereka tetap aktif dan belajar melalui mengajar.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjuk dan mengucapkan suku kata yang ditemukan secara lisan. Murid yang sudah berkembang diharapkan dapat membaca kata secara utuh dan mandiri, serta menuliskan suku kata yang hilang pada lembar kerja pengayaan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menempel 3 kartu kata ('mama', 'minum', 'muda') di papan dan bertanya: 'Siapa yang bisa membaca kata ini?' — guru mengamati dan mencatat murid yang sudah mengenal suku kata 'm' dan yang belum, tanpa memberi nilai, hanya sebagai peta awal kemampuan kelas untuk menyesuaikan diferensiasi.

Proses:

  • Selama aktivitas 'Susun dan Baca' (kelompok), guru berkeliling mengamati apakah setiap murid aktif terlibat dan dapat merangkai kartu huruf menjadi suku kata yang benar.
  • Saat murid maju menunjuk kartu kata, guru mencatat pada lembar observasi sederhana dengan tiga kolom: nama murid, dapat melafalkan suku kata (ya/belum), dapat mengenali suku kata dalam kata (ya/belum).
  • Guru memperhatikan intonasi dan kelancaran saat murid membaca bersama dari Buku Siswa — memberikan koreksi langsung bila ada kesalahan pelafalan.

Akhir:

  • Lembar kerja individual: murid membaca 5 kata bergambar (dipilih dari kosakata yang digunakan dalam pembelajaran) dan melingkari suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' yang ada di dalamnya. Dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Unjuk kerja lisan individual: guru menunjuk 3 kartu kata secara acak, murid membacanya satu per satu. Guru menilai kelancaran dan ketepatan pelafalan.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menirukan pelafalan suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' bersama guru (Tahap Memahami).
  • Pengamatan saat aktivitas kelompok menyusun kartu huruf — apakah murid dapat merangkai huruf menjadi suku kata dengan tepat (Tahap Mengaplikasi).
  • Observasi saat murid maju ke depan menunjuk dan membaca kartu kata — dicatat pada lembar observasi sederhana (Tahap Mengaplikasi).
  • Refleksi 'lampu lalu lintas' sebagai penilaian diri murid terhadap kemampuan sendiri (Tahap Merefleksi).

Sumatif:

  • Lembar kerja sederhana berisi 5 kata bergambar: murid membaca kata dan melingkari suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' yang ditemukan.
  • Penilaian unjuk kerja lisan: murid membaca 3 kata yang ditunjuk guru dari kartu kata secara individual di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merangkai bunyi huruf menjadi suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' dan membacanya (TP 1.5.3.1)Murid belum dapat melafalkan bunyi huruf 'm' dengan benar dan belum dapat merangkai huruf 'm' dengan vokal a/i/u menjadi suku kata, meskipun sudah dibimbing guru.Murid dapat melafalkan bunyi huruf 'm' dengan benar dan dapat merangkai serta membaca suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' dengan bantuan/bimbingan langsung dari guru.Murid dapat merangkai dan membaca suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' secara mandiri dengan cukup lancar, meskipun kadang masih perlu jeda atau pengulangan.Murid dapat merangkai dan membaca suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' dengan fasih, lancar, dan tepat secara mandiri tanpa bantuan guru.
Mengenali dan membaca kata sederhana yang mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' (TP 1.5.3.2)Murid belum dapat mengenali keberadaan suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' dalam sebuah kata, dan belum dapat membaca kata yang mengandung suku kata tersebut.Murid dapat mengenali suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' dalam kata sederhana yang sudah dikenalnya (1–2 kata) dengan bantuan gambar atau bimbingan guru.Murid dapat mengenali dan membaca sebagian besar kata sederhana (3–4 dari 5 kata) yang mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' dengan tepat secara mandiri.Murid dapat mengenali dan membaca semua kata sederhana (5 dari 5 kata) yang mengandung suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-' dengan tepat, mandiri, dan lancar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam aktivitas membaca suku kata hari ini? Siapa yang terlihat kesulitan dan perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah langkah pembelajaran dari Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi berjalan dengan alur yang sesuai dan cukup waktu?
  • Apakah media kartu huruf dan kartu kata yang digunakan efektif membantu murid memahami rangkaian suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-'?
  • Apa yang perlu saya perbaiki atau ubah pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen proses hari ini?

Refleksi Murid:

  • Suku kata apa yang sudah bisa kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca kata-kata yang punya suku kata 'ma-', 'mi-', atau 'mu-'? Tunjukkan dengan lampu lalu lintas!
  • Kata apa yang paling mudah kamu baca hari ini? Kata apa yang masih terasa sulit?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — halaman 111–121 (Bab 5 Teman Baru)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab V
  3. Kartu huruf (set huruf 'm', 'a', 'i', 'u') — dapat dibuat dari karton atau kertas tebal berwarna
  4. Kartu suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-' (berwarna berbeda untuk setiap suku kata)
  5. Kartu kata bergambar: Mimi, Maya, Moko, madu, minum, komodo, kamera, rama-rama, mobil, cumi-cumi
  6. Papan tulis dan alat tulis (spidol warna-warni untuk menulis suku kata)
  7. Lembar kerja individual (5 kata bergambar dengan suku kata 'ma-', 'mi-', 'mu-')
  8. Lembar observasi guru (daftar nama murid dengan kolom penilaian proses)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.