Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita 'Mimi Berani': Mengatasi Rasa Malu untuk Berteman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak Cerita 'Mimi Berani': Mengatasi Rasa Malu untuk Berteman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita 'Mimi Berani': Mengatasi Rasa Malu untuk Berteman

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak Cerita 'Mimi Berani': Mengatasi Rasa Malu untuk Berteman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak Cerita 'Mimi Berani': Mengatasi Rasa Malu untuk Berteman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memahami pesan teks sastra aural cerita 'Mimi Berani' tentang sikap berani memulai pertemanan dengan menjawab pertanyaan guru secara tepat.
  2. Murid dapat menceritakan kembali isi cerita 'Mimi Berani' secara lisan dengan kalimat sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa malu saat bertemu dengan orang yang belum kamu kenal?
  2. Apa yang biasanya kamu lakukan kalau ingin berteman dengan seseorang yang belum kamu kenal?
  3. Menurutmu, mengapa berani menyapa orang lain itu penting?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru mengondisikan kelas agar nyaman: murid duduk membentuk setengah lingkaran menghadap papan tulis dan area cerita, sehingga semua dapat melihat gambar dengan jelas (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa di sini yang punya teman baru di sekolah? Bagaimana cara kalian berkenalan dengannya?' Guru mencatat siapa yang merespons aktif dan siapa yang tampak ragu, sebagai peta awal kepercayaan diri berbicara murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk membangun rasa ingin tahu: 'Pernahkah kamu merasa malu saat bertemu orang yang belum kamu kenal?' dan 'Apa yang kamu lakukan kalau ingin berteman tapi malu?' Guru memberi ruang beberapa murid untuk menjawab singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa ramah anak: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang Mimi yang berani. Setelah mendengarkan, kalian akan bisa menjawab pertanyaan tentang ceritanya dan menceritakan kembali apa yang terjadi pada Mimi.' (2 menit).
  • Guru memperkenalkan tokoh-tokoh cerita dengan menunjukkan gambar ilustrasi dari buku siswa halaman 111–117: Mimi, Maya, dan Moko, lalu menanyakan pendapat awal murid tentang ekspresi wajah tokoh-tokoh tersebut (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita 'Mimi Berani' (halaman 111–117 buku siswa) dengan suara nyaring, ekspresif, dan intonasi yang sesuai suasana setiap adegan. Guru menunjukkan gambar ilustrasi setiap halaman agar murid dapat mengikuti alur cerita secara visual (7 menit).
  • Sambil atau setelah membacakan setiap bagian cerita, guru mengajukan pertanyaan empati untuk membangun pemahaman mendalam: 'Apa kira-kira yang dipikirkan Mimi pada gambar ini?', 'Bagaimana perasaan Mimi sekarang?', 'Mengapa Mimi merasa begitu?'. Guru memberi waktu murid merespons secara lisan (Berkesadaran).
  • Guru mengulang pembacaan cerita sekali lagi secara singkat atau membaca ulang bagian penting (misalnya saat Mimi ragu, saat Mimi membawakan bola, dan saat Mimi akhirnya berkenalan), agar murid benar-benar menangkap urutan kejadian (Bermakna).
  • Guru mengajukan 5 pertanyaan pemahaman sesuai buku siswa halaman 117 secara lisan satu per satu: (1) Siapa nama teman baru Mimi? (2) Mengapa Mimi malu dengan Maya? (3) Apa yang akhirnya dimainkan Mimi dan teman-teman barunya? (4) Apakah kalian pernah malu seperti Mimi? (5) Sebutkan nama teman-teman kalian. Murid menjawab secara lisan, guru mendengarkan dan memberi umpan balik singkat (7 menit).
  • Guru merangkum pesan moral cerita bersama murid: 'Mimi berani mencoba walaupun malu. Hasilnya, Mimi punya teman baru. Berani memulai itu penting, ya!' (Bermakna).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menempelkan 4–5 kartu gambar adegan cerita di papan tulis secara acak (gambar Mimi ragu, Mimi melihat bola jatuh, Mimi membawakan bola, Mimi berkenalan, Mimi bermain bersama). Murid diminta maju secara bergantian untuk mengurutkan kartu gambar sesuai urutan cerita yang benar (Menggembirakan).
  • Setelah urutan gambar tersusun, guru mengajak seluruh kelas menceritakan kembali isi cerita bersama-sama dengan panduan gambar: guru menunjuk gambar satu per satu, murid secara klasikal menyebutkan apa yang terjadi pada adegan tersebut dalam satu kalimat sederhana (Bermakna, Menggembirakan).
  • Murid dibagi berpasangan. Setiap pasangan berlatih menceritakan kembali cerita 'Mimi Berani' kepada pasangannya secara bergantian, dengan bantuan kartu gambar yang tersedia di meja mereka. Guru berkeliling memantau, mendengarkan, dan memberikan dorongan semangat serta koreksi ringan bila diperlukan (Menggembirakan, Bermakna).
  • Beberapa pasangan (2–3 pasang) diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali cerita secara lisan. Guru dan murid lain memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi setiap selesai giliran (Menggembirakan).
  • Guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi: apakah murid dapat menyampaikan urutan kejadian secara runtut, menggunakan kalimat sederhana yang dapat dipahami, dan menyebutkan minimal dua tokoh serta satu peristiwa utama dalam cerita (Asesmen Proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar kecil atau kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru mengajukan pertanyaan refleksi personal: 'Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama seperti Mimi? Apa yang akhirnya kalian lakukan?' Murid yang mau berbagi diberi kesempatan berbicara (Berkesadaran, Bermakna).
  • Guru menampilkan kembali gambar ekspresi Mimi di awal cerita (malu dan ragu) dan di akhir cerita (senang dan punya teman). Murid diminta membandingkan: 'Bagaimana perasaan Mimi di awal cerita? Bagaimana perasaannya di akhir cerita? Mengapa bisa berubah?' (Berkesadaran, Penalaran Kritis).
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana bergambar (asesmen diri): terdapat tiga gambar wajah — sedih/bingung, biasa, senang. Murid melingkari atau menempel stiker pada gambar yang mewakili perasaan mereka saat belajar hari ini, lalu menjawab satu pertanyaan bergambar: 'Apakah aku sudah bisa menceritakan cerita Mimi?' dengan pilihan gambar bintang 1 (belum), 2 (lumayan), atau 3 (sudah bisa) (Berkesadaran, Menggembirakan).
  • Guru mengajak murid membuat komitmen kecil bersama: 'Mulai hari ini, kita berani menyapa teman baru ya, seperti Mimi!' Guru memandu murid mengucapkan kalimat tersebut bersama-sama dengan penuh semangat (Bermakna).

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pelajaran hari ini: 'Kita sudah mendengarkan cerita Mimi Berani. Mimi awalnya malu, tapi akhirnya berani menyapa dan punya teman baru. Kita juga sudah belajar menceritakan kembali cerita itu.' (3 menit).
  • Asesmen akhir sumatif lisan: Guru menunjuk 3–5 murid secara acak untuk menceritakan kembali cerita 'Mimi Berani' dalam 3–4 kalimat sederhana tanpa bantuan gambar. Guru menilai menggunakan rubrik yang telah disiapkan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik positif kepada seluruh kelas atas partisipasi hari ini dan menyampaikan apresiasi khusus kepada murid yang berani bercerita di depan kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menghubungkan cerita dengan kehidupan nyata: 'Di rumah, coba ceritakan kisah Mimi kepada orang tua kalian. Lalu tanyakan kepada mereka, apakah mereka pernah malu seperti Mimi?' (1 menit).
  • Guru mengajak murid berdoa penutup dan mengucapkan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami alur cerita, guru menyediakan kartu gambar urutan cerita yang dapat dipegang dan diurutkan secara fisik sebagai scaffold. Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan tantangan tambahan: menceritakan kembali cerita dengan menambahkan pendapat pribadi ('Menurutku, yang dilakukan Mimi itu... karena...').
  • Proses: Murid yang belum percaya diri berbicara di depan kelas dapat menceritakan kembali cerita secara berpasangan dulu, baru kemudian di kelompok kecil. Guru juga dapat mendampingi secara individual dan menggunakan pertanyaan pemandu seperti 'Apa yang terjadi pertama kali? Lalu apa?' untuk membantu menyusun kalimat. Murid yang sudah mampu dapat langsung bercerita di depan kelas tanpa bantuan kartu gambar.
  • Produk: Murid yang belum bisa mengungkapkan secara lisan dapat menunjuk gambar urutan kejadian sebagai bentuk respons minimal. Murid yang sudah mampu bercerita dengan lancar dapat menambahkan ekspresi wajah dan gestur tubuh saat menceritakan ulang, atau membuat cerita alternatif singkat: 'Kalau kamu jadi Mimi, apa yang akan kamu lakukan?'.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa di sini yang punya teman baru di sekolah? Bagaimana cara kalian berkenalan dengannya?' — guru mengidentifikasi kesiapan berbicara dan pengalaman awal murid tentang topik pertemanan.
  • Observasi informal: guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk memetakan kepercayaan diri berbicara dan pemahaman awal tentang konsep 'malu' dan 'berteman'.

Proses:

  • Observasi lisan selama tanya jawab pemahaman cerita (5 pertanyaan dari buku siswa halaman 117): guru mencatat ketepatan jawaban dan keaktifan murid.
  • Pengamatan saat kegiatan berpasangan menceritakan kembali: guru berkeliling dan mencatat pada lembar observasi apakah murid dapat menyampaikan minimal 2 kejadian secara runtut.
  • Lembar refleksi diri bergambar (self-assessment): murid melingkari ekspresi perasaan belajar dan bintang kemampuan bercerita sebagai data asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan individual: pada sesi penutup, guru meminta 3–5 murid (dan dapat dilanjutkan di pertemuan berikutnya untuk murid lain) menceritakan kembali isi cerita 'Mimi Berani' dalam 3–4 kalimat sederhana secara mandiri tanpa bantuan kartu gambar.
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level yang mencakup dua aspek: (1) pemahaman isi cerita dan (2) kemampuan menceritakan kembali secara lisan.

Formatif:

  • Observasi lisan: guru mengamati ketepatan jawaban murid terhadap 5 pertanyaan pemahaman dari buku siswa halaman 117 selama tahap Memahami.
  • Lembar observasi cerita berpasangan: guru mencatat kemampuan murid menyampaikan urutan kejadian, penggunaan kalimat sederhana, dan penyebutan tokoh selama tahap Mengaplikasi.
  • Lembar refleksi diri bergambar: murid menilai sendiri pemahaman dan kemampuan bercerita mereka menggunakan simbol gambar wajah dan bintang pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Unjuk kerja lisan individual: murid menceritakan kembali cerita 'Mimi Berani' dalam 3–4 kalimat sederhana tanpa bantuan gambar di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Isi Cerita (TP 1.5.2.1)Murid tidak dapat menjawab pertanyaan tentang cerita, atau jawaban tidak relevan dengan isi cerita 'Mimi Berani'.Murid dapat menjawab 1–2 pertanyaan tentang cerita dengan benar, meskipun masih membutuhkan banyak bantuan atau petunjuk dari guru.Murid dapat menjawab 3–4 pertanyaan tentang cerita dengan benar dan dapat menyebutkan perasaan tokoh utama (Mimi) secara tepat.Murid dapat menjawab semua pertanyaan tentang cerita dengan benar, menyebutkan perasaan tokoh dengan tepat, dan mengaitkan pesan cerita dengan pengalaman pribadinya.
Kemampuan Menceritakan Kembali Secara Lisan (TP 1.5.2.2)Murid tidak dapat menceritakan kembali cerita, atau hanya menyebutkan satu kata/nama tokoh tanpa membentuk kalimat.Murid dapat menceritakan kembali 1–2 kejadian dari cerita dalam kalimat sederhana, meskipun urutan belum runtut dan membutuhkan bantuan guru berupa pertanyaan pemandu.Murid dapat menceritakan kembali cerita dalam 2–3 kalimat sederhana yang runtut, menyebutkan tokoh utama dan setidaknya dua kejadian penting dalam cerita.Murid dapat menceritakan kembali cerita secara mandiri dalam 3–4 kalimat sederhana yang runtut dan jelas, menyebutkan tokoh, urutan kejadian, dan pesan/akhir cerita tanpa bantuan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti alur cerita 'Mimi Berani' dengan baik? Bagian mana yang tampak sulit dipahami?
  • Apakah pertanyaan empati yang saya ajukan berhasil mendorong murid berpikir tentang perasaan tokoh? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah kegiatan berpasangan memberikan kesempatan yang cukup bagi murid yang pemalu untuk berlatih berbicara? Apa yang perlu saya perbaiki pada kegiatan ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kemampuan berbeda? Siapa yang masih membutuhkan perhatian lebih?

Refleksi Murid:

  • Apakah kamu suka cerita Mimi hari ini? Bagian mana yang paling kamu suka?
  • Apakah kamu sudah bisa menceritakan kembali cerita Mimi? Bagian mana yang masih sulit untuk diceritakan?
  • Apakah kamu merasa berani berbicara hari ini seperti Mimi? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas 1 (Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023), halaman 110–118.
  2. Buku Guru: Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas 1, Panduan Khusus Bab V 'Teman Baru', halaman 153–154.
  3. Kartu gambar cerita: 4–5 kartu berisi ilustrasi adegan utama cerita 'Mimi Berani' (dapat dibuat guru dari gambar buku siswa atau digambar tangan) untuk kegiatan mengurutkan.
  4. Lembar refleksi diri bergambar: lembar sederhana dengan gambar ekspresi wajah (sedih/bingung, biasa, senang) dan gambar bintang 1–3 untuk asesmen diri murid.
  5. Lembar observasi guru: tabel sederhana berisi nama murid dan kolom penilaian dua aspek rubrik untuk dicatat saat kegiatan inti dan penutup.
  6. Papan tempel atau papan tulis: untuk menempelkan dan mengurutkan kartu gambar cerita secara klasikal.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.