MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merespons pertanyaan guru dan menanggapi komentar teman tentang kegiatan berteman dengan santun dalam diskusi kelas.
- Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan tentang pengalaman berteman baru dengan atau tanpa bantuan gambar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa teman barumu di sekolah? Bagaimana cara kamu mengenalnya?
- Apa yang kamu rasakan saat pertama kali bertemu teman baru?
- Kegiatan seru apa yang bisa kamu lakukan bersama teman baru?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan memandu murid berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar dengan kalimat hangat: 'Bagaimana perasaan kalian hari ini? Siapa yang tadi duduk di sebelah teman baru?'
- Asesmen awal: Guru meminta murid mengacungkan tangan — siapa yang sudah punya teman baru sejak masuk sekolah, siapa yang masih malu berkenalan. Guru mencatat respons sebagai gambaran kesiapan belajar.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar berbicara tentang teman baru dan berlatih mengungkapkan perasaan kita dengan berani dan sopan.'
- Guru mengajak murid menyanyikan yel-yel semangat pendek bersama (misal: tepuk 'Teman Baru') untuk membangun suasana menyenangkan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan atau memperlihatkan gambar pembuka Bab 5 'Teman Baru' dari Buku Siswa (gambar anak-anak bermain/berinteraksi di kelas).
- Guru mengajak murid mengamati gambar dengan seksama selama 1-2 menit dalam keheningan yang nyaman, lalu membimbing mereka menyadari detail gambar: 'Lihat baik-baik — ada berapa anak? Apa yang mereka lakukan?'
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara bertahap: 'Apa yang sedang dilakukan anak-anak pada gambar ini?', 'Berada di mana mereka?', 'Siapakah mereka — apakah teman lama atau teman baru? Mengapa kamu berpikir begitu?'
- Murid merespons pertanyaan guru satu per satu; guru memberikan waktu tunggu yang cukup agar murid dapat berpikir sebelum menjawab.
- Guru merangkum jawaban murid dan menjelaskan konsep 'berteman' secara singkat: berteman artinya mengenal, berbicara, dan bermain bersama dengan baik dan sopan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar gambar pendukung (gambar anak berkenalan, bermain bersama, atau berbagi mainan — bisa dari Buku Siswa atau gambar sederhana buatan guru).
- Guru memberikan panduan diskusi kelompok dengan bahasa sederhana: 'Ceritakan kepada teman kelompokmu — siapa teman barumu, bagaimana kamu mengenalnya, dan bagaimana perasaanmu saat itu. Boleh sambil menunjuk gambar.'
- Murid berdiskusi dalam kelompok; guru berkeliling, mendengarkan, dan memberi dorongan kepada murid yang tampak ragu atau diam: 'Coba ceritakan satu hal saja dulu, tidak apa-apa.'
- Setelah diskusi kelompok (±7 menit), guru meminta perwakilan dari 3-4 kelompok untuk berbagi cerita di depan kelas. Murid yang lain diajak menanggapi dengan kalimat sopan seperti: 'Wah, seru sekali!' atau 'Aku juga pernah merasakan itu.'
- Guru membimbing murid yang menanggapi agar menggunakan kata-kata santun dan giliran berbicara diatur dengan baik sehingga semua merasa didengar.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu sesi refleksi singkat dengan pertanyaan lisan: 'Tadi kalian sudah berani berbicara di depan teman — bagaimana perasaannya?', 'Apa yang baru kalian ketahui tentang berteman setelah diskusi tadi?'
- Guru memperlihatkan kembali gambar pembuka dan membandingkan dengan diskusi yang baru saja berlangsung: 'Apakah cara berteman di gambar itu sama dengan cara kalian berteman? Apa yang berbeda?'
- Murid diminta menggambar ekspresi wajah (senang, takut, atau malu) yang menggambarkan perasaan mereka saat bertemu teman baru di selembar kertas kecil, lalu guru meminta beberapa murid menjelaskan gambarnya secara lisan.
- Guru merangkum pelajaran hari ini: 'Berteman itu memang perlu keberanian. Dengan berbicara sopan dan mendengarkan teman, kita bisa punya banyak teman baru yang menyenangkan.'
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini tentang berteman?'
- Guru membagikan lembar refleksi murid sederhana bergambar emoji (senang / biasa / perlu bantuan) untuk dilingkari murid sebagai asesmen akhir informal.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian berbicara hari ini: 'Kalian semua sudah sangat berani berbicara dan mendengarkan teman. Terima kasih!'
- Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan pertemuan berikutnya untuk membangun rasa penasaran murid.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar berbicara, sediakan gambar seri sederhana (2-3 panel) tentang 'cara berkenalan' sebagai bantuan visual agar mereka dapat bercerita dengan mengikuti alur gambar.
- Proses: Murid yang lebih cepat dapat langsung bercerita tanpa bantuan gambar dan diberi pertanyaan lanjutan yang lebih dalam, misalnya: 'Menurutmu, mengapa penting punya banyak teman?'. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih percaya diri, atau mendapat giliran terakhir setelah menyimak contoh dari teman.
- Produk: Murid yang sudah lancar dapat menceritakan pengalamannya dalam 3-4 kalimat lengkap secara mandiri. Murid yang masih berkembang cukup menyampaikan 1-2 kalimat sederhana, misalnya: 'Nama temanku Ani. Kami bermain bersama.'
ASESMENAwal:- Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab: 'Siapa yang sudah punya teman baru?' dan 'Siapa yang masih malu berkenalan?' — hasilnya digunakan guru untuk menyesuaikan pendekatan dan menentukan siapa yang perlu dukungan lebih selama pembelajaran.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Menurutmu, apa itu berteman?' — jawaban murid menunjukkan pemahaman awal mereka tentang konsep berteman.
Proses:- Selama tahap Memahami: guru mengamati apakah murid dapat menjawab pertanyaan tentang gambar (siapa, apa, di mana, mengapa) dengan kalimat sederhana yang relevan.
- Selama tahap Mengaplikasi: guru menggunakan catatan observasi untuk mencatat apakah murid (a) mampu mengungkapkan perasaan/gagasan secara lisan, (b) menggunakan bahasa santun saat menanggapi teman, dan (c) berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.
- Guru berkeliling dan melakukan percakapan singkat dengan murid yang tidak aktif untuk menggali pemahaman mereka secara personal.
Akhir:- Murid mengisi lembar refleksi bergambar emoji untuk menunjukkan perasaan dan tingkat pemahaman diri mereka.
- Guru mencatat hasil observasi proses sepanjang pembelajaran dan mengelompokkan murid ke dalam 4 level perkembangan berdasarkan rubrik sebagai dasar tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan diskusi kelas menggunakan catatan anekdotal sederhana.
- Pengamatan terhadap cara murid merespons pertanyaan guru: apakah relevan, menggunakan bahasa sopan, dan berani berbicara.
- Pengamatan terhadap cara murid menanggapi komentar teman: apakah mendengarkan, menunggu giliran, dan merespons dengan santun.
Sumatif:- Lembar refleksi bergambar emoji (senang / biasa / perlu bantuan) yang diisi murid di akhir pembelajaran sebagai asesmen diri.
- Cerita lisan singkat murid tentang pengalaman berteman baru yang disampaikan secara individu atau berpasangan di akhir sesi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons pertanyaan guru dalam diskusi kelas | Murid tidak merespons pertanyaan guru meskipun sudah diberi dorongan dan waktu tunggu yang cukup. | Murid merespons pertanyaan guru dengan kata atau frasa singkat yang kurang relevan, atau masih perlu bantuan besar dari guru. | Murid merespons pertanyaan guru dengan kalimat sederhana yang relevan, meskipun kadang perlu sedikit dorongan. | Murid merespons pertanyaan guru dengan kalimat yang relevan dan jelas secara mandiri, dan menunjukkan antusiasme dalam berdiskusi. | | Menanggapi komentar teman dengan santun | Murid tidak menanggapi komentar teman, atau merespons dengan cara yang tidak santun (memotong pembicaraan, berteriak, tidak mendengarkan). | Murid sesekali menanggapi komentar teman, namun belum konsisten menggunakan bahasa santun atau belum menunggu giliran. | Murid menanggapi komentar teman dengan bahasa santun dan menunggu giliran berbicara, meskipun tanggapannya masih singkat. | Murid secara konsisten menanggapi komentar teman dengan bahasa santun, menunggu giliran, dan memberikan tanggapan yang relevan serta menunjukkan empati. | | Mengungkapkan perasaan dan gagasan tentang pengalaman berteman baru secara lisan | Murid tidak dapat mengungkapkan perasaan atau gagasan tentang berteman baru, meskipun sudah dibantu gambar dan dorongan guru. | Murid dapat mengungkapkan satu kata atau frasa sederhana tentang perasaannya (misal: 'senang', 'takut') dengan bantuan gambar dan bimbingan intensif guru. | Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan dengan 1-2 kalimat sederhana, dengan atau tanpa bantuan gambar. | Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan dengan 3 kalimat atau lebih secara runtut dan mandiri, dengan atau tanpa bantuan gambar, menggunakan bahasa yang jelas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara selama diskusi hari ini? Siapa yang perlu lebih banyak dukungan pada pertemuan berikutnya?
- Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keberanian berbicara murid?
- Apakah strategi diferensiasi (gambar bantuan, berpasangan) berjalan efektif untuk murid yang masih ragu berbicara?
- Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan cukup untuk seluruh murid?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu hari ini saat belajar tentang teman baru? (Pilih emoji: senang / biasa / perlu bantuan)
- Apakah kamu sudah berani berbicara dan menceritakan pengalamanmu hari ini?
- Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang berteman?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Bahasa Indonesia — Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Penulis: Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023 — Bab 5 'Teman Baru', halaman 110.
- Buku Guru: Bahasa Indonesia — Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab V Teman Baru.
- Gambar pembuka Bab 5 dari Buku Siswa atau gambar serupa yang dicetak/ditampilkan di layar proyektor.
- Gambar seri sederhana 'cara berkenalan dengan teman baru' untuk diferensiasi (dapat dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya).
- Kertas kecil dan alat tulis/crayon untuk kegiatan menggambar ekspresi wajah pada tahap Merefleksi.
- Lembar refleksi murid bergambar emoji (dapat dibuat guru dalam format sederhana A5).
|