Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Teman Baru: Diskusi dan Gambar Pembuka
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merespons pertanyaan guru dan menanggapi komentar teman tentang kegiatan berteman dengan santun dalam diskusi kelas.
  2. Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan tentang pengalaman berteman baru dengan atau tanpa bantuan gambar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa teman barumu di sekolah? Bagaimana cara kamu mengenalnya?
  2. Apa yang kamu rasakan saat pertama kali bertemu teman baru?
  3. Kegiatan seru apa yang bisa kamu lakukan bersama teman baru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memandu murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar dengan kalimat hangat: 'Bagaimana perasaan kalian hari ini? Siapa yang tadi duduk di sebelah teman baru?'
  • Asesmen awal: Guru meminta murid mengacungkan tangan — siapa yang sudah punya teman baru sejak masuk sekolah, siapa yang masih malu berkenalan. Guru mencatat respons sebagai gambaran kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar berbicara tentang teman baru dan berlatih mengungkapkan perasaan kita dengan berani dan sopan.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan yel-yel semangat pendek bersama (misal: tepuk 'Teman Baru') untuk membangun suasana menyenangkan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau memperlihatkan gambar pembuka Bab 5 'Teman Baru' dari Buku Siswa (gambar anak-anak bermain/berinteraksi di kelas).
  • Guru mengajak murid mengamati gambar dengan seksama selama 1-2 menit dalam keheningan yang nyaman, lalu membimbing mereka menyadari detail gambar: 'Lihat baik-baik — ada berapa anak? Apa yang mereka lakukan?'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara bertahap: 'Apa yang sedang dilakukan anak-anak pada gambar ini?', 'Berada di mana mereka?', 'Siapakah mereka — apakah teman lama atau teman baru? Mengapa kamu berpikir begitu?'
  • Murid merespons pertanyaan guru satu per satu; guru memberikan waktu tunggu yang cukup agar murid dapat berpikir sebelum menjawab.
  • Guru merangkum jawaban murid dan menjelaskan konsep 'berteman' secara singkat: berteman artinya mengenal, berbicara, dan bermain bersama dengan baik dan sopan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar gambar pendukung (gambar anak berkenalan, bermain bersama, atau berbagi mainan — bisa dari Buku Siswa atau gambar sederhana buatan guru).
  • Guru memberikan panduan diskusi kelompok dengan bahasa sederhana: 'Ceritakan kepada teman kelompokmu — siapa teman barumu, bagaimana kamu mengenalnya, dan bagaimana perasaanmu saat itu. Boleh sambil menunjuk gambar.'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok; guru berkeliling, mendengarkan, dan memberi dorongan kepada murid yang tampak ragu atau diam: 'Coba ceritakan satu hal saja dulu, tidak apa-apa.'
  • Setelah diskusi kelompok (±7 menit), guru meminta perwakilan dari 3-4 kelompok untuk berbagi cerita di depan kelas. Murid yang lain diajak menanggapi dengan kalimat sopan seperti: 'Wah, seru sekali!' atau 'Aku juga pernah merasakan itu.'
  • Guru membimbing murid yang menanggapi agar menggunakan kata-kata santun dan giliran berbicara diatur dengan baik sehingga semua merasa didengar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi refleksi singkat dengan pertanyaan lisan: 'Tadi kalian sudah berani berbicara di depan teman — bagaimana perasaannya?', 'Apa yang baru kalian ketahui tentang berteman setelah diskusi tadi?'
  • Guru memperlihatkan kembali gambar pembuka dan membandingkan dengan diskusi yang baru saja berlangsung: 'Apakah cara berteman di gambar itu sama dengan cara kalian berteman? Apa yang berbeda?'
  • Murid diminta menggambar ekspresi wajah (senang, takut, atau malu) yang menggambarkan perasaan mereka saat bertemu teman baru di selembar kertas kecil, lalu guru meminta beberapa murid menjelaskan gambarnya secara lisan.
  • Guru merangkum pelajaran hari ini: 'Berteman itu memang perlu keberanian. Dengan berbicara sopan dan mendengarkan teman, kita bisa punya banyak teman baru yang menyenangkan.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini tentang berteman?'
  • Guru membagikan lembar refleksi murid sederhana bergambar emoji (senang / biasa / perlu bantuan) untuk dilingkari murid sebagai asesmen akhir informal.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian berbicara hari ini: 'Kalian semua sudah sangat berani berbicara dan mendengarkan teman. Terima kasih!'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan pertemuan berikutnya untuk membangun rasa penasaran murid.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar berbicara, sediakan gambar seri sederhana (2-3 panel) tentang 'cara berkenalan' sebagai bantuan visual agar mereka dapat bercerita dengan mengikuti alur gambar.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat langsung bercerita tanpa bantuan gambar dan diberi pertanyaan lanjutan yang lebih dalam, misalnya: 'Menurutmu, mengapa penting punya banyak teman?'. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih percaya diri, atau mendapat giliran terakhir setelah menyimak contoh dari teman.
  • Produk: Murid yang sudah lancar dapat menceritakan pengalamannya dalam 3-4 kalimat lengkap secara mandiri. Murid yang masih berkembang cukup menyampaikan 1-2 kalimat sederhana, misalnya: 'Nama temanku Ani. Kami bermain bersama.'

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab: 'Siapa yang sudah punya teman baru?' dan 'Siapa yang masih malu berkenalan?' — hasilnya digunakan guru untuk menyesuaikan pendekatan dan menentukan siapa yang perlu dukungan lebih selama pembelajaran.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Menurutmu, apa itu berteman?' — jawaban murid menunjukkan pemahaman awal mereka tentang konsep berteman.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati apakah murid dapat menjawab pertanyaan tentang gambar (siapa, apa, di mana, mengapa) dengan kalimat sederhana yang relevan.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru menggunakan catatan observasi untuk mencatat apakah murid (a) mampu mengungkapkan perasaan/gagasan secara lisan, (b) menggunakan bahasa santun saat menanggapi teman, dan (c) berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.
  • Guru berkeliling dan melakukan percakapan singkat dengan murid yang tidak aktif untuk menggali pemahaman mereka secara personal.

Akhir:

  • Murid mengisi lembar refleksi bergambar emoji untuk menunjukkan perasaan dan tingkat pemahaman diri mereka.
  • Guru mencatat hasil observasi proses sepanjang pembelajaran dan mengelompokkan murid ke dalam 4 level perkembangan berdasarkan rubrik sebagai dasar tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan diskusi kelas menggunakan catatan anekdotal sederhana.
  • Pengamatan terhadap cara murid merespons pertanyaan guru: apakah relevan, menggunakan bahasa sopan, dan berani berbicara.
  • Pengamatan terhadap cara murid menanggapi komentar teman: apakah mendengarkan, menunggu giliran, dan merespons dengan santun.

Sumatif:

  • Lembar refleksi bergambar emoji (senang / biasa / perlu bantuan) yang diisi murid di akhir pembelajaran sebagai asesmen diri.
  • Cerita lisan singkat murid tentang pengalaman berteman baru yang disampaikan secara individu atau berpasangan di akhir sesi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons pertanyaan guru dalam diskusi kelasMurid tidak merespons pertanyaan guru meskipun sudah diberi dorongan dan waktu tunggu yang cukup.Murid merespons pertanyaan guru dengan kata atau frasa singkat yang kurang relevan, atau masih perlu bantuan besar dari guru.Murid merespons pertanyaan guru dengan kalimat sederhana yang relevan, meskipun kadang perlu sedikit dorongan.Murid merespons pertanyaan guru dengan kalimat yang relevan dan jelas secara mandiri, dan menunjukkan antusiasme dalam berdiskusi.
Menanggapi komentar teman dengan santunMurid tidak menanggapi komentar teman, atau merespons dengan cara yang tidak santun (memotong pembicaraan, berteriak, tidak mendengarkan).Murid sesekali menanggapi komentar teman, namun belum konsisten menggunakan bahasa santun atau belum menunggu giliran.Murid menanggapi komentar teman dengan bahasa santun dan menunggu giliran berbicara, meskipun tanggapannya masih singkat.Murid secara konsisten menanggapi komentar teman dengan bahasa santun, menunggu giliran, dan memberikan tanggapan yang relevan serta menunjukkan empati.
Mengungkapkan perasaan dan gagasan tentang pengalaman berteman baru secara lisanMurid tidak dapat mengungkapkan perasaan atau gagasan tentang berteman baru, meskipun sudah dibantu gambar dan dorongan guru.Murid dapat mengungkapkan satu kata atau frasa sederhana tentang perasaannya (misal: 'senang', 'takut') dengan bantuan gambar dan bimbingan intensif guru.Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan dengan 1-2 kalimat sederhana, dengan atau tanpa bantuan gambar.Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasan dengan 3 kalimat atau lebih secara runtut dan mandiri, dengan atau tanpa bantuan gambar, menggunakan bahasa yang jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara selama diskusi hari ini? Siapa yang perlu lebih banyak dukungan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keberanian berbicara murid?
  • Apakah strategi diferensiasi (gambar bantuan, berpasangan) berjalan efektif untuk murid yang masih ragu berbicara?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan cukup untuk seluruh murid?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu hari ini saat belajar tentang teman baru? (Pilih emoji: senang / biasa / perlu bantuan)
  • Apakah kamu sudah berani berbicara dan menceritakan pengalamanmu hari ini?
  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang berteman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia — Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Penulis: Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023 — Bab 5 'Teman Baru', halaman 110.
  2. Buku Guru: Bahasa Indonesia — Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab V Teman Baru.
  3. Gambar pembuka Bab 5 dari Buku Siswa atau gambar serupa yang dicetak/ditampilkan di layar proyektor.
  4. Gambar seri sederhana 'cara berkenalan dengan teman baru' untuk diferensiasi (dapat dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya).
  5. Kertas kecil dan alat tulis/crayon untuk kegiatan menggambar ekspresi wajah pada tahap Merefleksi.
  6. Lembar refleksi murid bergambar emoji (dapat dibuat guru dalam format sederhana A5).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.