MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 5 — Teman Baru INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Teman Baru |
|---|
| Alokasi Waktu | 32 JP (32 x 35 menit = 1120 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 14 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.5.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang sikap berteman
- TP 1.5.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
- TP 1.5.3 Menunjukkan isi bacaan tentang lingkungan sekitar pertemanan
- TP 1.5.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan teman dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.5.5 Mengungkapkan perasaan secara lisan dengan bantuan gambar tentang lingkungan sekitar
- TP 1.5.6 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar pertemanan
- TP 1.5.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang biasanya kalian lakukan jika melihat teman sedang ingin bermain tetapi tidak punya mainan?
- Mengapa kita perlu berbagi mainan saat bermain bersama teman?
- Apa yang sebaiknya kita lakukan saat teman baru merasa malu atau takut bergabung bermain?
- Bagaimana sikap kita agar semua teman merasa dihargai saat bermain bersama?
- Huruf apa saja yang menyusun kata 'bola' saat kalian bermain di lapangan?
- Bagaimana cara membaca kartu kata 'taman' dan 'main' tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
- Kata apa saja yang sudah bisa kamu baca sendiri tanpa bantuan guru?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil membaca kata baru di sekitar tempat bermain dengan lancar?
- Siapa saja nama teman yang ada di dalam gambar bacaan kita?
- Di mana biasanya kalian dan teman-teman bermain bersama?
- Apa saja peristiwa yang dialami Mimi saat melihat Maya di lapangan bermain?
- Bagaimana cara kita menemukan peristiwa penting yang terjadi dalam bacaan bergambar?
- Apa yang kamu katakan saat teman baru menanyakan namamu?
- Bagaimana caramu menjawab jika teman bertanya tentang makanan atau permainan kesukaanmu dengan santun?
- Apa tempat kesukaanmu di lingkungan sekolah kita?
- Bagaimana caramu menjawab dengan sopan saat teman bertanya tentang tempat bermain di sekolah?
- Bagaimana perasaan kalian saat bermain ayunan bersama teman di halaman sekolah?
- Pernahkah kalian merasa bangga saat berhasil membantu merapikan mainan di kelas?
- Apa yang kamu rasakan saat melihat ada anjing galak menyalak di dekat pagar sekolah?
- Bagaimana perasaanmu ketika es krim yang sedang kamu nikmati bersama teman terjatuh di halaman bermain?
- Apa yang dialami Mimi saat pertama kali melihat Maya di tempat bermain?
- Bagaimana urutan kejadian ketika Mimi ingin berkenalan tetapi masih merasa ragu?
- Apa yang terjadi pada Mimi, Maya, dan Moko di akhir cerita?
- Bagaimana perasaan Mimi setelah bermain bola bersama teman barunya?
- Bagaimana posisi duduk yang tegak dan cara memegang pensil yang nyaman saat kita menulis?
- Kata apa saja tentang diri kita dan taman bermain yang bisa kita tuliskan di buku bergaris?
- Apa saja hal menyenangkan yang sudah kita pelajari tentang berteman di Bab 5?
- Bagaimana caramu menunjukkan kemampuan membaca, menulis, dan berbicara santun kepada teman dan guru hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimak dan Menyebutkan Pesan Sikap Berbagi dalam Teks Sastra Aural — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang sikap berteman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan cerita lisan sangat pendek 2 kalimat: 'Dito membawa dua buah jeruk. Dito memberikan satu jeruk kepada Danu agar mereka bisa makan bersama.' Guru menanyakan: 'Sikap baik apa yang dilakukan Dito kepada Danu?' (acuan: Dito berbagi jeruk/mau membagi makanan kepada temannya) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fabel yang dibacakan guru dan menyebutkan pesan tentang sikap berbagi dalam berteman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak dengan saksama teks sastra aural berjudul 'Mimi dan Bola Maya' yang dibacakan oleh guru: 'Mimi ingin bermain bola di lapangan. Mimi melihat Maya sedang duduk sendirian dan tidak membawa bola. Mimi mendekati Maya lalu berkata, mari kita main lempar bola bersama-sama! Maya tersenyum gembira. Mereka berdua bermain bola dengan senang.' (10 menit).
- Guru memandu pemahaman dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan sikap tokoh: 'Apa yang dilakukan Mimi saat melihat Maya sendirian?' (acuan: mengajak bermain bola bersama/berbagi bola mainan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membacakan teks sastra aural kedua berjudul 'Kelinci yang Baik Hati': 'Kiki kelinci mempunyai sekeranjang wortel manis. Gaga gajah lewat dan perutnya berbunyi lapar karena belum makan. Kiki segera mengambil dua wortel besar dan memberikannya kepada Gaga. Gaga mengucapkan terima kasih dan mereka makan bersama dengan gembira.' (15 menit).
- Murid memainkan permainan seru 'Oper Bola Kejutan'. Murid yang memegang bola saat musik berhenti menyebutkan pesan sikap berbagi dalam teks 'Kelinci yang Baik Hati' yang baru didengarnya (acuan jawaban: pesan cerita adalah kita harus berbagi makanan/barang kepada teman yang membutuhkan agar bisa senang bersama) (25 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Guru membacakan satu teks sastra aural pendek penegasan: 'Tupai membawa pensil warna banyak, lalu meminjamkan warna merah kepada Kancil yang pensilnya patah.' Murid diminta menyebutkan pesan dari tindakan tokoh Tupai (acuan: pesan untuk berbagi atau meminjamkan barang kepada teman yang membutuhkan bantuan) (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pesan cerita yang disimak, yaitu pentingnya sikap mau berbagi mainan atau benda kepada teman dalam pertemanan (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada murid atas keaktifan menyimak dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks aural dibacakan dengan kalimat yang lebih pendek dan artikulasi yang lambat. Untuk murid yang lebih cepat, diberikan teks cerita aural dengan 2 situasi berbagi yang berbeda.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu pilihan (misal: 'Apakah pesannya kita harus pelit atau berbagi?'), sedangkan murid cepat langsung diminta merumuskan pesan sikap berbagi secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan pencapaian dengan menyebutkan pesan sikap berbagi secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan berdasarkan teks stimulus 2 kalimat yang dibacakan guru: 'Dito membawa dua buah jeruk. Dito memberikan satu jeruk kepada Danu agar mereka bisa makan bersama.' Soal: 'Sikap baik apa yang dilakukan Dito kepada temannya?' (acuan: Dito membagi/berbagi jeruk kepada Danu).
Proses:- Pengecekan lisan saat permainan 'Oper Bola Kejutan' berdasarkan teks aural 'Kelinci yang Baik Hati'. Butir pertanyaan: 'Sebutkan pesan tentang sikap berteman yang terdapat dalam cerita Kelinci yang Baik Hati!' (acuan jawaban: kita harus mau berbagi makanan/barang kepada teman yang membutuhkan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada tahap refleksi berdasarkan teks mikro aural: 'Tupai membawa pensil warna banyak, lalu meminjamkan warna merah kepada Kancil yang pensilnya patah.' Pertanyaan: 'Sebutkan pesan sikap berteman dari cerita tupai tersebut!' (acuan jawaban: kita harus mau berbagi/meminjamkan barang kepada teman yang membutuhkan bantuan).
Formatif:- Tes lisan pemahaman pesan dari teks aural
- Pengamatan unjuk kerja menyebutkan pesan sikap berteman saat kegiatan menyimak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan sikap berbagi dalam teks sastra aural | Belum mampu menyebutkan pesan sikap berbagi dari teks sastra aural meskipun telah diberikan pertanyaan pemandu berulang. | Mampu menyebutkan pesan sikap berbagi dari teks sastra aural dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guru. | Mampu menyebutkan pesan sikap berbagi dari teks sastra aural secara tepat dan mandiri sesuai acuan cerita. | Mampu menyebutkan pesan sikap berbagi dari teks sastra aural secara lengkap, tepat, dan lancar tanpa bantuan guru pada lebih dari satu teks aural. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan memiliki tingkat kesulitan bahasa yang pas dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
- Apakah permainan 'Oper Bola Kejutan' efektif membangkitkan antusiasme murid dalam menyebutkan pesan teks secara lisan?
Murid:- Apakah kamu senang mendengarkan cerita yang dibacakan guru tadi?
- Pesan kebaikan apa yang akan kamu lakukan kepada temanmu di kelas hari ini?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Pesan Sikap Menghargai Teman dari Teks Sastra Aural Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang sikap berteman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pertemuan sebelumnya melalui asesmen awal: membacakan cerita lisan sangat pendek satu kalimat 'Kiki mengajak Doni yang duduk sendirian untuk ikut bermain bola', lalu meminta murid menyebutkan pesan sikap berteman dari kalimat tersebut (acuan jawaban: mengajak teman yang sendirian bermain / bersikap ramah kepada teman) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu menyimak cerita fabel aural dan secara berkelompok menyebutkan pesan cerita tentang sikap menghargai teman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan teks sastra aural fabel berjudul 'Kelinci Mimi dan Kura-Kura Moko' sebanyak dua kali dengan artikulasi jelas: 'Mimi ingin bermain kejar-kejaran di taman. Moko berjalan lambat karena membawa tempurung yang berat. Awalnya Mimi ingin meninggalkan Moko karena lambat. Namun, Mimi sadar bahwa setiap teman memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda. Mimi tidak mengejek Moko, melainkan mengajaknya bermain tebak suara yang bisa dinikmati bersama. Moko merasa senang karena dihargai.' (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terbimbing untuk membantu pemahaman pesan cerita dengan menanyakan: 'Apa yang dilakukan Mimi setelah tahu Moko berjalan lambat?' dan 'Sikap apa yang ditunjukkan Mimi terhadap Moko?' (acuan: Mimi tidak mengejek langkah lambat Moko dan memilih permainan tebak suara agar Moko tetap bisa ikut bermain; pesannya adalah sikap menghargai perbedaan teman tanpa mengejek) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 murid per kelompok) dan menjelaskan aturan 'Permainan Kotak Bisik Pesan': setiap kelompok akan mendengarkan penggalan cerita tambahan yang dibacakan guru, lalu berdiskusi untuk menyepakati pesan tentang sikap menghargai teman (10 menit).
- Guru memperdengarkan penggalan teks aural kedua: 'Di lapangan, Maya berbicara dengan suara pelan karena malu. Boni tidak menertawakannya, melainkan mendengarkan dengan sabar hingga Maya selesai berbicara.' (10 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi menentukan pesan sikap menghargai teman dari teks tersebut, lalu bergantian menyebutkan pesan cerita secara lisan kepada guru (acuan pesan: (1) mendengarkan teman yang berbicara pelan dengan sabar; (2) tidak menertawakan teman yang malu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid untuk memeriksa kembali ketepatan pesan yang telah disebutkan setiap kelompok berdasarkan isi cerita yang didengar (10 menit).
- Murid merefleksikan nilai yang didapat dengan menyebutkan contoh tindakan menghargai teman di kelas yang sesuai dengan pesan cerita (acuan tindakan: tidak mengejek teman yang berbeda, mendengarkan teman berbicara, mau bermain bersama semua teman) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pesan teks aural yang telah dipelajari bersama tentang pentingnya menghargai dan menerima perbedaan teman (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi keaktifan seluruh kelompok dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pemutaran ulang penggalan teks aural dengan intonasi penekanan pada kalimat sikap tokoh. Murid yang sudah mahir menyimak variasi penggalan teks aural yang memuat dua tindakan tokoh berbeda sekaligus.
- Proses: Pada kegiatan kelompok, murid yang belum lancar dibimbing langsung oleh guru dengan pertanyaan pancingan, sedangkan murid yang cepat diberi kesempatan menyepakati rumusan pesan secara mandiri bersama kelompoknya.
- Produk: Kelompok dapat menyebutkan pesan cerita dalam bentuk kalimat pendek sederhana atau memilih dan menyebutkan frasa pesan yang disediakan guru secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru membacakan 1 kalimat teks aural: 'Kiki mengajak Doni yang duduk sendirian untuk ikut bermain bola.' Guru menanyakan: 'Apa pesan sikap berteman yang ditunjukkan Kiki?' (Acuan jawaban: mengajak teman bermain / tidak membiarkan teman sendirian / bersikap ramah).
Proses:- Penilaian performa lisan berkelompok pada tahap Mengaplikasi saat murid menyebutkan pesan sikap menghargai teman dari penggalan teks aural Maya dan Boni (Daftar acuan pesan yang dinilai: (1) Menghargai teman dengan mendengarkan secara sabar saat teman berbicara pelan; (2) Menghargai teman dengan tidak menertawakan/mengejek teman yang pemalu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru membacakan satu kalimat situasi penutup: 'Soni meminjamkan krayon kepada Dodi yang krayonnya patah dan tidak menertawakannya.' Murid secara acak diminta menyebutkan pesan sikap berteman dari kalimat itu (acuan jawaban: membantu teman dan menghargai teman dengan tidak menertawakan kekurangannya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang sikap menghargai teman saat kerja kelompok.
- Tanya jawab lisan terpandu untuk memverifikasi pemahaman pesan teks aural.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan pesan teks sastra aural tentang sikap menghargai teman | Belum dapat menyebutkan pesan sikap menghargai teman dari teks sastra aural meskipun telah diberikan bimbingan langsung dan pembacaan ulang teks. | Menyebutkan sebagian pesan sikap menghargai teman dari teks sastra aural dengan bantuan pertanyaan pemantik dari guru (tepat menyebutkan 1 dari 2 acuan pesan: mendengarkan teman dengan sabar ATAU tidak menertawakan teman). | Menyebutkan pesan teks sastra aural tentang sikap menghargai teman secara tepat sesuai acuan (mencakup kedua acuan pesan: mendengarkan teman dengan sabar DAN tidak menertawakan teman) secara mandiri. | Menyebutkan seluruh pesan teks sastra aural tentang sikap menghargai teman secara tepat dan lengkap mencakup kedua acuan pesan secara konsisten pada teks utama maupun penggalan teks pengayaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks aural yang dibacakan memiliki kejelasan lafal dan tempo yang sesuai untuk daya tangkap murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat merumuskan dan menyebutkan pesan sikap berteman?
Murid:- Apakah kamu dapat mendengar dan memahami cerita yang dibacakan oleh guru?
- Pesan sikap baik apa yang akan kamu lakukan kepada temanmu setelah mendengar cerita tadi?
Pertemuan 3 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Sederhana tentang Lingkungan Sekitar Bermain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman murid melihat benda di tempat bermain dan menjelaskan tujuan membaca kata sederhana hari ini (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal membaca cepat menggunakan 2 kartu kata acuan: 'bola' dan 'main' untuk memetakan kesiapan membaca permulaan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan cara membaca kata sederhana tentang lingkungan sekitar bermain dengan teknik membaca bersama (shared reading) pada papan tulis: 'bola', 'taman', 'main', 'lari', 'kawan' (15 menit).
- Murid menyimak dan menirukan pelafalan kata-kata tersebut secara terpandu dengan membedah suku kata 'bo-la', 'ta-man', 'ma-in', 'la-ri', 'ka-wan' hingga menjadi kata utuh (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan kartu kata 'Tunjuk dan Baca Cepat' secara bergantian di kelompok kecil terpandu, membaca 5 kartu kata target: (1) 'bola', (2) 'taman', (3) 'main', (4) 'lari', (5) 'kawan' secara langsung tanpa mengeja lambat (15 menit).
- Guru melakukan pendampingan terbimbing intensif kepada murid yang masih mengeja huruf per huruf serta memberikan penguatan pelafalan langsung pada kata yang dibaca (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menunjukkan kartu kata yang paling mudah dibaca dan menyebutkan kembali kata tersebut di hadapan guru (10 menit).
- Guru memberikan konfirmasi keterbacaan serta umpan balik langsung terhadap kelancaran murid membaca kelima kata target (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali kata-kata sederhana yang telah berhasil dibaca hari ini: bola, taman, main, lari, kawan (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas ketekunan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata (misal: bo-la warna biru-merah) untuk murid yang butuh bantuan visual, dan kartu kata berhuruf standar untuk murid yang siap.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah per individu/kelompok kecil dalam penggabungan bunyi suku kata bagi murid yang belum lancar, sedangkan murid yang lancar berlatih membaca tumpukan kartu kata acak secara mandiri.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena fokus pertemuan ini adalah performa membaca lisan terbimbing kata target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca 2 kartu kata target awal: (1) 'bola', (2) 'main'. Acuan ketercapaian: murid langsung melafalkan kata 'bola' dan 'main' dengan benar tanpa mengeja bunyi huruf secara terputus.
Proses:- Observasi unjuk kerja membaca terbimbing 5 kartu kata target: (1) 'bola', (2) 'taman', (3) 'main', (4) 'lari', (5) 'kawan'. Acuan penilaian: ketepatan pelafalan kata utuh tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja huruf satu per satu.
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan membaca lisan 5 kata acuan di akhir sesi: (1) 'bola', (2) 'taman', (3) 'main', (4) 'lari', (5) 'kawan'. Kriteria ketercapaian: murid mampu membaca minimal 4 dari 5 kata tersebut secara langsung dan fasih tanpa bimbingan pengejaan ulang.
Formatif:- Unjuk kerja membaca lisan terbimbing 5 kata sederhana target: bola, taman, main, lari, kawan dengan indikator kelancaran membaca tanpa mengeja satu per satu huruf.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Lingkungan Sekitar Bermain (Target: bola, taman, main, lari, kawan) | Membaca 1 kata atau belum mampu melafalkan 5 kata target dengan benar, masih mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata. | Membaca 2-3 dari 5 kata target dengan benar, tetapi masih membutuhkan jeda mengeja suku kata dan bantuan guru. | Membaca 4 dari 5 kata target dengan benar dan fasih secara mandiri tanpa mengeja huruf. | Membaca seluruh (5) kata target (bola, taman, main, lari, kawan) dengan tepat, lancar, dan fasih seketika tanpa mengeja maupun ragu-ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca kelima kata sederhana tanpa mengeja per huruf?
- Bagian suku kata mana yang paling sering membuat murid ragu saat membaca kata tentang lingkungan sekitar bermain?
Murid:- Kata mana dari lima kartu bermain tadi yang paling mudah kamu baca?
- Apakah kamu merasa senang saat berhasil membaca kata bola dan taman tadi?
Pertemuan 4 — Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana dengan Fasih dari Bacaan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara hangat (4 menit).
- Guru menunjukkan 2 kata dari teks bacaan pada kartu kata: 'bola' dan 'batu', lalu meminta murid membaca nyaring untuk memetakan kesiapan membaca mandiri (acuan: terbaca tepat 'bo-la' dan 'ba-tu' tanpa mengeja lambat) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca mandiri kata-kata sederhana bertema lingkungan bermain dengan fasih dan lancar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa 5 kata sederhana pada kartu kata yang ditempel di papan tulis: (1) bola, (2) taman, (3) lari, (4) batu, (5) ayunan, lalu mengamati bentuk susunan suku katanya dengan cermat (acuan: pengenalan kata sederhana di lingkungan bermain) (10 menit).
- Guru memodelkan pelafalan fasih setiap kata secara utuh tanpa mengeja putus-putus, kemudian murid menirukan pengucapannya secara klasikal dengan kesadaran penuh terhadap bunyi kata (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan tantangan permainan bahasa 'Jalur Kata Melompat': setiap murid secara bergiliran maju melompat ke 4 petak lantai yang masing-masing tertempel satu kartu kata, lalu langsung membaca kata tersebut secara mandiri dengan cepat dan fasih tanpa mengeja (daftar 4 kartu petak: 1. bola, 2. taman, 3. lari, 4. batu; acuan: dilafalkan tepat dan lancar seketika) (20 menit).
- Setiap murid menerima lembar baca mandiri berisi daftar 5 kata sederhana: (1) bola, (2) taman, (3) lari, (4) batu, (5) ayunan, lalu membaca kelima kata tersebut satu per satu secara mandiri di hadapan guru (acuan ketepatan: kata 1 dilafalkan 'bola', kata 2 'taman', kata 3 'lari', kata 4 'batu', kata 5 'ayunan' tanpa jeda ragu dan tanpa mengulang) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses membaca mandiri hari ini dengan menunjukkan kartu emotikon (senyum untuk kata yang langsung terbaca lancar, datar untuk kata yang masih perlu dieja perlahan) pada 5 kata yang telah dilatih (acuan: kata bola, taman, lari, batu, ayunan) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemandirian murid dalam membaca kata sederhana secara lancar tanpa bantuan (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa membaca kata sederhana tanpa mengeja membuat kita semakin lancar membaca cerita lingkungan sekitar, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca kata berstruktur KV-KV (bola, batu, lari), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata berstruktur KVK-KVK dan pola lebih panjang (taman, ayunan, lapangan).
- Proses: Murid yang masih mengeja diberikan penanda warna suku kata pada kartu kata, sedangkan murid yang sudah fasih langsung membaca kata utuh secara mandiri.
- Produk: Semua murid membaca lisan daftar kata sederhana; murid yang mahir membaca mandiri kelima kata lebih cepat tanpa jeda ragu sama sekali.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membaca cepat 2 kartu kata pembuka: murid diminta membaca kata 'bola' dan 'batu' secara mandiri (acuan ketercapaian: dibaca tepat 'bola' dan 'batu' seketika tanpa mengeja bunyi huruf satu per satu).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja membaca saat tantangan 'Jalur Kata Melompat' pada 4 kartu kata: (1) bola, (2) taman, (3) lari, (4) batu (acuan ketepatan: murid melafalkan kata tepat sasaran tanpa bantuan dan tanpa mengulang).
Akhir Pertemuan:- Cek kefasihan membaca mandiri pada lembar baca berisi 5 kata target: (1) bola, (2) taman, (3) lari, (4) batu, (5) ayunan (acuan kelulusan: minimal 4 dari 5 kata dibaca tepat secara fasih tanpa mengeja lambat dan tanpa jeda ragu).
Formatif:- Unjuk kerja membaca mandiri 5 kata sederhana bertema lingkungan bermain dengan rubrik kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Mandiri Kata Sederhana | Membaca kurang dari 2 kata dari 5 kata target (bola, taman, lari, batu, ayunan) secara tepat dan masih mengeja huruf demi huruf dengan bantuan penuh guru. | Membaca 2 sampai 3 kata dari 5 kata target (bola, taman, lari, batu, ayunan) secara tepat, namun masih sering mengeja suku kata perlahan atau mengulang pengucapan. | Membaca minimal 4 dari 5 kata target (bola, taman, lari, batu, ayunan) secara tepat dan fasih tanpa mengeja terputus-putus secara mandiri. | Membaca seluruh 5 kata target (bola, taman, lari, batu, ayunan) secara tepat, sangat fasih tanpa jeda ragu, dan mandiri penuh pada kesempatan pertama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membaca kata-kata sederhana secara mandiri tanpa mengeja bunyi huruf satu per satu?
- Bagian latihan mana dalam permainan kata yang paling efektif meningkatkan kefasihan membaca murid?
Murid:- Kata mana dari lima kata tadi yang paling mudah kamu baca sendiri?
- Apakah kamu merasa senang dan percaya diri saat melompat sambil membaca kata tadi?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Informasi Tokoh dan Latar Bacaan Lingkungan Sekitar Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.3 Menunjukkan isi bacaan tentang lingkungan sekitar pertemanan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan membuka kelas dengan doa bersama serta presensi kehadiran (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan tokoh dan latar tempat berdasarkan bacaan bergambar tentang pertemanan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar percontohan anak bermain ayunan di taman lalu bertanya: (1) Siapa anak di gambar ini? (nama: Dito); (2) Di mana Dito bermain? (latar: taman bermain) (acuan jawaban: tokoh bernama Dito; latar di taman bermain) untuk memetakan kesiapan murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid memirsa dan menyimak bacaan bergambar cerita Bab 5 halaman 111-117 pada Buku Siswa yang dibacakan guru: 'Mimi ingin menyapa Maya. Namun, Mimi malu. Mimi ragu. Apakah Maya akan menyukai Mimi? Oh, Maya sudah punya teman baru! Oh, ini bola Maya. Mimi membawakan bola Maya. Mimi berkenalan dengan Maya. Itu teman Maya. Namanya Moko. Mimi suka bola. Maya dan Moko juga. Mimi tak lagi malu.' dengan latar tempat di lapangan bermain sekolah (8 menit).
- Guru memodelkan cara menemukan informasi tokoh (siapa yang ada di cerita) dan latar (di mana peristiwa terjadi) dengan menunjuk langsung gambar dan teks pada buku (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Bergambar dan murid bermain 'Detektif Gambar Pertemanan' secara berpasangan untuk menunjukkan tokoh dan latar (15 menit).
- Murid menyelesaikan 4 butir tugas menjodohkan/menunjuk isi bacaan pada lembar aktivitas: Butir (1) Siapa tokoh yang awalnya merasa malu? Pasangkan kartu nama ke gambar Mimi (acuan: Mimi); Butir (2) Siapa pemilik bola yang disapa Mimi? Pasangkan kartu nama ke gambar Maya (acuan: Maya); Butir (3) Siapa nama teman baru Maya yang juga suka bola? Pasangkan kartu nama ke gambar Moko (acuan: Moko); Butir (4) Di mana Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama? Pasangkan tanda centang pada kartu latar lapangan bermain sekolah (acuan: lapangan bermain sekolah, bukan kamar tidur) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara klasikal, murid bersama guru mencocokkan hasil kerja detektif dengan menunjuk kembali bukti tokoh Mimi, Maya, Moko dan latar lapangan bermain pada layar/buku besar (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan tokoh-tokoh (Mimi, Maya, Moko) dan tempat bermain (lapangan bermain) yang telah ditemukan dari bacaan (4 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar tokoh yang dilengkapi label warna khusus, sedangkan murid yang sudah mahir membaca langsung mencocokkan label nama teks tanpa bantuan kode warna.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menunjuk satu per satu tokoh pada ilustrasi cerita, sedangkan murid yang mahir bekerja mandiri menyelesaikan 4 butir aktivitas.
- Produk: Semua murid menunjukkan 4 target tokoh dan latar yang sama melalui penempelan kartu/penjodohan garis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berbantuan 1 gambar stimulus anak bermain di taman: Murid diminta menunjukkan (1) Siapa anak di gambar? dan (2) Di mana tempatnya? (acuan: (1) tokoh bernama Dito; (2) latar di taman bermain). Murid yang belum tepat menjawab akan didampingi lebih intensif saat tahap Memahami.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menyelesaikan 4 butir tugas 'Detektif Gambar Pertemanan': Butir 1 (tokoh pemalu = Mimi), Butir 2 (pemilik bola = Maya), Butir 3 (teman baru Maya = Moko), Butir 4 (latar tempat = lapangan bermain sekolah). Dinilai berdasarkan ketepatan menunjukkan seluruh 4 target informasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman cepat di akhir inti/penutup: Murid mengangkat kartu simbol tokoh saat guru menyebutkan ciri 'Siapa yang membawa bola untuk Maya?' (acuan tepat: Mimi) dan kartu latar 'Di mana mereka bermain?' (acuan tepat: lapangan bermain).
Formatif:- Unjuk kerja dan lembar ceklis penunjukan 3 tokoh (Mimi, Maya, Moko) dan 1 latar tempat (lapangan bermain sekolah) pada bacaan bergambar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Tokoh dalam Bacaan Lingkungan Sekitar Pertemanan | Belum mampu menunjukkan tokoh cerita (0 dari 3 tokoh Mimi, Maya, Moko ditunjukkan dengan tepat) walau telah diberi bimbingan penuh. | Mampu menunjukkan 1 dari 3 tokoh (Mimi/Maya/Moko) dengan tepat dari bacaan bergambar dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan 2 sampai 3 tokoh (Mimi, Maya, Moko) dengan tepat dari bacaan bergambar secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 3 tokoh (Mimi, Maya, dan Moko) dengan tepat dan konsisten pada setiap gambar adegan bacaan secara mandiri. | | Menunjukkan Latar Tempat dalam Bacaan Lingkungan Sekitar Pertemanan | Belum mampu menunjukkan latar tempat terjadinya cerita (lapangan bermain sekolah) meski diarahkan dengan petunjuk gambar. | Mampu menunjukkan latar tempat (lapangan bermain sekolah) setelah diberikan petunjuk visual pembanding oleh guru. | Mampu menunjukkan latar tempat cerita (lapangan bermain sekolah) dengan tepat dari bacaan bergambar secara mandiri. | Mampu menunjukkan latar tempat cerita (lapangan bermain sekolah) dengan tepat secara mandiri serta membuktikannya melalui detail benda pada gambar (bola/lapangan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media teks bergambar efektif membantu seluruh murid menemukan tokoh dan latar cerita?
- Bagian mana dari langkah bimbingan membaca terbimbing yang perlu diperkuat untuk murid yang belum lancar membaca lambang teks?
Murid:- Apakah kalian senang menemukan gambar Mimi, Maya, dan Moko hari ini?
- Tokoh mana di dalam cerita yang paling kalian sukai?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Peristiwa Penting dari Isi Bacaan Lingkungan Sekitar Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.3 Menunjukkan isi bacaan tentang lingkungan sekitar pertemanan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak murid duduk rapi bersiap membaca bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan peristiwa penting dari isi bacaan tentang pertemanan Mimi dan Maya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 potongan ilustrasi cerita dan meminta murid menunjuk gambar peristiwa Mimi membawakan bola (acuan: gambar Mimi memegang bola bundar yang menggelinding ke arahnya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mencermati kembali teks bacaan bergambar 'Mimi dan Maya' pada Buku Siswa halaman 111-117 kalimat per kalimat (5 menit).
- Guru memodelkan cara menunjuk kalimat atau gambar yang menunjukkan 4 peristiwa penting dalam cerita: Peristiwa 1: Mimi ragu menyapa Maya (teks: 'Mimi ragu. Apakah Maya akan menyukai Mimi?'); Peristiwa 2: Maya bermain bersama Moko (teks: 'Oh, Maya sudah punya teman baru!'); Peristiwa 3: Bola menggelinding ke arah Mimi lalu Mimi membawakannya (teks: 'Mimi membawakan bola Maya.'); Peristiwa 4: Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama (teks: 'Mimi suka bola. Maya dan Moko juga.') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kegiatan Menunjukkan Peristiwa yang memuat 4 cuplikan kalimat/gambar peristiwa penting untuk dicocokkan dengan nomor urut kejadiannya (5 menit).
- Dalam aktivitas menyenangkan 'Detektif Peristiwa', setiap murid secara mandiri menunjuk dan menandai pada lembar kerjanya 4 peristiwa penting sesuai isi bacaan: Butir 1 mencocokkan 'Mimi merasa ragu dan malu menyapa' (acuan: Peristiwa Awal / teks hlm 111-112); Butir 2 mencocokkan 'Mimi melihat Maya sudah memiliki teman bernama Moko' (acuan: Peristiwa Lanjutan 1 / teks hlm 113); Butir 3 mencocokkan 'Mimi mengambil dan membawakan bola Maya yang menggelinding' (acuan: Peristiwa Lanjutan 2 / teks hlm 115); Butir 4 mencocokkan 'Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama tanpa rasa malu lagi' (acuan: Peristiwa Akhir / teks hlm 117) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid bersama-sama memeriksa letak 4 peristiwa tersebut pada halaman buku cerita untuk memastikan ketepatan penunjukan bukti teks (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan kembali 4 peristiwa penting yang terjadi dalam bacaan persahabatan Mimi dan Maya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid menunjuk peristiwa bacaan dan menutup sesi dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks bacaan dilengkapi dengan bingkai penanda warna pada masing-masing peristiwa penting di buku. Untuk murid yang lebih cepat, teks disediakan tanpa penanda visual tambahan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menunjuk teks dengan jari setahap demi setahap, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menunjuk dan memberi tanda nomor urut peristiwa secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjuk 4 peristiwa penting yang sama pada lembar kerja; murid yang belum lancar menulis cukup melingkari gambar peristiwa, sedangkan murid yang mahir menuliskan nomor urut 1 sampai 4.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pembelajaran: Murid diminta menunjuk gambar peristiwa ketika Mimi menolong Maya membawakan bola dari 2 pilihan gambar yang ditampilkan guru (acuan jawaban: memilih Gambar A yang memperlihatkan Mimi memegang bola bergambar bintang, bukan Gambar B yang memperlihatkan Mimi bersembunyi di balik pohon).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan tugas 'Detektif Peristiwa': Guru memeriksa kemampuan murid menunjukkan secara tepat 4 peristiwa penting dalam bacaan: (1) Mimi ragu menyapa Maya (hlm 111-112); (2) Maya bermain bersama teman baru bernama Moko (hlm 113-116); (3) Mimi membawakan bola milik Maya (hlm 115); (4) Mimi bermain bola bersama Maya dan Moko (hlm 117) (acuan: ketepatan menunjuk keempat bukti halaman/gambar tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau dengan menunjuk kartu menjawab 1 pertanyaan penutup dari guru: 'Peristiwa apa yang membuat Mimi akhirnya bisa bermain bersama Maya?' (acuan jawaban: peristiwa Mimi mengambilkan/membawakan bola Maya yang menggelinding).
Formatif:- Unjuk kerja menunjuk peristiwa penting dari isi bacaan menggunakan lembar kerja bergambar dan checklist observasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan peristiwa penting dari isi bacaan | Murid belum mampu menunjuk peristiwa penting dalam bacaan atau hanya menunjuk 1 peristiwa dengan bantuan penuh guru (acuan: tepat menunjuk maksimal 1 dari 4 peristiwa: Mimi ragu, Maya bersama Moko, Mimi bawa bola, bermain bersama). | Murid mampu menunjuk 2 peristiwa penting dalam bacaan secara tepat dengan arahan guru (acuan: tepat menunjuk 2 dari 4 peristiwa: Mimi ragu, Maya bersama Moko, Mimi bawa bola, bermain bersama). | Murid mampu menunjuk 3 peristiwa penting dalam bacaan secara tepat dan mandiri (acuan: tepat menunjuk 3 dari 4 peristiwa: Mimi ragu, Maya bersama Moko, Mimi bawa bola, bermain bersama). | Murid mampu menunjuk seluruh 4 peristiwa penting dalam bacaan secara tepat dan mandiri tanpa keraguan (acuan: tepat menunjuk lengkap 4 peristiwa: Mimi ragu, Maya bersama Moko, Mimi bawa bola, bermain bersama). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur bacaan bergambar membantu sebagian besar murid mengenali urutan peristiwa penting dengan tepat?
- Bagian cerita manakah yang paling mudah atau paling sulit ditunjukkan oleh murid secara mandiri?
Murid:- Peristiwa mana dalam cerita Mimi dan Maya yang paling mudah kamu temukan di dalam buku?
- Apakah kamu bisa menunjukkan gambar saat Mimi dan Maya mulai bermain bersama?
Pertemuan 7 — Merespons Pertanyaan Teman tentang Diri Sendiri secara Santun dalam Percakapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan teman dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman berteman di kelas serta menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu berlatih menjawab pertanyaan teman tentang diri sendiri secara santun (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memodelkan 2 pertanyaan kepada 2 orang perwakilan murid: (1) 'Siapa nama lengkapmu?' (kriteria respon tepat & santun: murid menyebutkan nama diri tanpa berteriak/mengejek, misal: 'Namaku Beni'); (2) 'Apa warna kesukaanmu?' (kriteria respon tepat & santun: murid menyebutkan warna kesukaannya secara lugas dan ramah, misal: 'Aku suka warna biru') (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan contoh percakapan santun bersama boneka tangan/media: Boneka bertanya 'Apa mainan kesukaanmu?' dan guru menjawab 'Mainan kesukaanku adalah bola, terima kasih sudah bertanya'. Guru bersama murid mengidentifikasi bahwa menjawab pertanyaan teman tentang diri sendiri harus jelas, ramah, dan tidak mengejek (8 menit).
- Murid menyimak dan menirukan bersama frasa respons santun saat ditanya tentang diri sendiri (nama, umur, makanan kesukaan, mainan kesukaan) dengan memadukan kata santun seperti menyebut nama penanya atau mengucapkan terima kasih (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan 1 set 'Kartu Tanya Diri' berisi 3 kartu bergambar panduan pertanyaan: Kartu 1: Gambar lencana bertuliskan 'Siapa namamu?'; Kartu 2: Gambar piring bertuliskan 'Apa makanan kesukaanmu?'; Kartu 3: Gambar bola bertuliskan 'Apa permainan kesukaanmu?' (5 menit).
- Murid bermain peran percakapan berpasangan 'Bola Berbisik Santun': bergantian melempar bola kain kecil, murid yang memegang bola mengajukan 1 pertanyaan dari kartu, dan pasangannya merespons dengan menjawab tentang dirinya secara baik dan santun (kriteria respon: sesuai pertanyaan kartu dan santun) (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak 2 pasangan murid mendemonstrasikan percakapan tanya-jawab santun mereka di depan kelas (7 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan suasana percakapan: bagaimana perasaan mereka saat menjawab dan dijawab oleh teman dengan ramah dan santun (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya merespons pertanyaan teman tentang diri sendiri dengan baik dan santun agar terjalin pertemanan yang rukun (6 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa umpan balik langsung serta menutup pelajaran dengan salam dan apresiasi atas kerja sama seluruh murid (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu tanya bergambar simbol jelas (lencana nama, makanan, mainan) bagi murid yang belum lancar membaca kalimat teks.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/pemalu, guru mendampingi dan memberikan stimulus contoh kalimat jawaban; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kartu pertanyaan tambahan tentang hobi atau hewan kesukaan.
- Produk: Respons jawaban dapat berupa kalimat sederhana langsung (misal: 'Namaku Siti') atau kalimat lengkap ramah (misal: 'Halo Budi, namaku Siti. Makanan kesukaanku nasi goreng').
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik singkat: Guru mengajukan 2 pertanyaan langsung kepada murid: (1) 'Siapa nama lengkapmu?' (kriteria penerimaan: menjawab nama dirinya secara langsung dan sopan; misal 'Namaku Doni'); (2) 'Apa warna kesukaanmu?' (kriteria penerimaan: menjawab warna pilihannya dengan ramah; misal 'Aku suka warna merah').
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan berpasangan menggunakan 3 Kartu Tanya Diri: (1) Kartu Lencana ('Siapa namamu?' -> kriteria respon: menjawab nama diri dengan santun); (2) Kartu Makanan ('Apa makanan kesukaanmu?' -> kriteria respon: menyebutkan makanan kesukaan dengan santun); (3) Kartu Mainan ('Apa permainan kesukaanmu?' -> kriteria respon: menyebutkan mainan/permainan kesukaan dengan santun). Guru mencatat ketercapaian pada lembar observasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak 3 murid untuk menjawab 1 pertanyaan reflektif tentang diri secara bergiliran: 'Sebutkan satu hal tentang dirimu yang paling kamu sukai saat teman bertanya!' (kriteria penerimaan: murid merespons dengan menyebutkan identitas/kesukaan diri secara baik dan santun tanpa mengejek diri sendiri atau orang lain).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan merespons pertanyaan teman tentang diri sendiri menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons pertanyaan teman tentang diri sendiri secara santun | Belum merespons atau menolak menjawab pertanyaan teman tentang diri sendiri meskipun telah dibimbing guru. | Merespons 1 dari 3 pertanyaan teman tentang diri sendiri (nama/makanan/permainan kesukaan) dengan bimbingan penuh guru, namun kata-kata masih sangat singkat atau belum santun. | Merespons minimal 2 dari 3 pertanyaan teman tentang diri sendiri (nama, makanan kesukaan, permainan kesukaan) secara baik, tepat, dan santun secara mandiri. | Merespons seluruh (3 dari 3) pertanyaan teman tentang diri sendiri (nama, makanan kesukaan, permainan kesukaan) secara lengkap, tepat, ramah, dan sangat santun secara konsisten tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani merespons pertanyaan temannya saat kegiatan berpasangan?
- Bagaimana efektivitas media Kartu Tanya Diri dalam memandu percakapan santun antar-murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjawab pertanyaan teman tentang dirimu?
- Apakah kamu merasa senang saat teman mendengarkan jawabanmu dengan baik?
Pertemuan 8 — Merespons Pertanyaan Teman tentang Lingkungan Sekitar Sekolah dalam Percakapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan teman dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan tertib (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 1 pertanyaan pemodelan kepada 2 murid perwakilan: 'Di mana tempat kamu biasa mencuci tangan di sekolah?' (acuan jawaban relevan dan santun: menyebutkan tempat yang tepat seperti 'di dekat kantin' atau 'di depan kelas', didahului atau diakhiri kata santun seperti 'permisi/terima kasih/senyum ramah') (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih merespons dengan menjawab pertanyaan teman mengenai lingkungan sekitar sekolah secara baik dan santun (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan percakapan santun bersama boneka tangan/media peraga tentang lingkungan sekolah: boneka bertanya 'Di mana letak perpustakaan sekolah kita?', lalu guru menjawab dengan santun: 'Perpustakaan ada di sebelah ruang guru. Terima kasih sudah bertanya.' Guru menekankan dua hal penting dalam merespons: kejelasan isi jawaban dan kata santun yang digunakan (misalnya: permisi, terima kasih, maaf) (10 menit).
- Guru membagikan 3 kartu situasi bergambar lingkungan sekolah: (1) Gambar Perpustakaan, (2) Gambar Kantin Sekolah, (3) Gambar Lapangan Upacara/Bermain, lalu memandu murid memahami pertanyaan yang tepat untuk tiap lokasi (misalnya: 'Apa yang biasanya kamu lakukan di kantin?') (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan permainan peran interaktif 'Tamu dan Penunjuk Arah Sekolah': satu murid memegang kartu gambar lingkungan sekolah dan mengajukan pertanyaan sesuai kartu, sementara pasangannya merespons dengan menjawab secara jelas dan santun menggunakan kata ajaib (tolong/terima kasih/permisi/maaf) (acuan kartu: Kartu 1 Kantin -> Pertanyaan 'Di mana kita membeli bekal sehat?' dijawab 'Di kantin sekolah, terima kasih'; Kartu 2 Lapangan -> Pertanyaan 'Di mana tempat kita bermain bola?' dijawab 'Di lapangan sekolah, permisi'; Kartu 3 UKS/Perpustakaan -> Pertanyaan 'Di mana tempat membaca buku cerita?' dijawab 'Di ruang perpustakaan') (18 menit).
- Setiap pasangan bertukar peran sehingga setiap murid berlatih merespons minimal 2 pertanyaan teman tentang lingkungan sekolah dengan kalimat jawaban yang runtut, relevan, dan santun (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru meminta beberapa pasangan memeragakan tanya-jawab satu sama lain secara acak di depan teman-temannya, lalu murid lain diajak memberikan tepuk tangan apresiasi dan mengidentifikasi kata santun yang terdengar dalam respons teman (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menjawab pertanyaan teman secara baik dan santun mengenai lingkungan sekitar sekolah (4 menit).
- Guru memberikan penguatan atas sikap saling menghargai saat berbicara dengan teman, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bergambar dengan panduan frasa jawaban santun rumpang (misalnya: 'Tempat itu ada di... terima kasih'), sedangkan murid yang mahir diberikan kartu gambar area sekolah tanpa teks petunjuk.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan bimbingan bertahap dalam menyusun kalimat respons santun saat berpasangan; murid yang sudah lancar merespons secara mandiri dengan variasi pertanyaan lingkungan sekolah yang lebih beragam.
- Produk: Respons lisan murid dinilai berdasarkan ketepatan isi informasi lokasi sekolah dan kesantunan tutur kata saat menjawab pertanyaan teman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru bertanya kepada perwakilan murid 'Di mana tempat meminjam buku cerita di sekolah kita?' (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan 'perpustakaan/ruang baca' secara tepat dan disampaikan dengan sopan).
Proses:- Lembar observasi percakapan berpasangan saat murid bermain 'Tamu dan Penunjuk Arah Sekolah' (target yang dinilai: ketepatan isi jawaban sesuai lokasi lingkungan sekolah dan penggunaan kata/sikap santun dalam merespons pertanyaan teman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 3 murid secara bergantian menjawab 1 pertanyaan acak dari guru mengenai lingkungan sekolah (misal: 'Di mana tempat kita mencuci tangan?', acuan: menyebutkan wastafel/depan kelas/kantin dengan santun) untuk memastikan ketuntasan keterampilan merespons.
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan: Mengamati kemampuan merespons pertanyaan teman tentang lingkungan sekolah secara relevan dan santun.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan Kesantunan Merespons Pertanyaan tentang Lingkungan Sekolah | Belum mampu merespons pertanyaan teman tentang lingkungan sekolah atau jawaban tidak sesuai konteks pertanyaan meskipun sudah dibimbing. | Mampu merespons pertanyaan teman tentang lingkungan sekolah dengan jawaban yang relevan, namun belum menggunakan kata santun (tolong/terima kasih/permisi/maaf) dan memerlukan bimbingan guru. | Mampu merespons pertanyaan teman tentang lingkungan sekitar sekolah dengan jawaban yang tepat dan relevan serta menyertakan kata santun secara mandiri. | Mampu merespons seluruh pertanyaan teman tentang lingkungan sekitar sekolah dengan jawaban yang sangat jelas, tepat, dan konsisten menggunakan tuturan santun dalam berbagai situasi percakapan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berlatih merespons pertanyaan teman?
- Apakah media kartu gambar lingkungan sekolah efektif membantu murid menyusun kalimat jawaban dengan sopan?
Murid:- Kata santun apa yang kamu ucapkan saat menjawab pertanyaan temanmu tadi?
- Bagian percakapan mana yang paling menyenangkan bagimu saat bermain bersama teman?
Pertemuan 9 — Mengungkapkan Perasaan Senang dan Bangga Berbantuan Kartu Gambar Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.5 Mengungkapkan perasaan secara lisan dengan bantuan gambar tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan belajar mengungkapkan perasaan senang dan bangga secara lisan berbantuan gambar lingkungan sekitar sekolah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 gambar emotikon: emotikon tersenyum lebar dan emotikon tersenyum sambil membusungkan dada memakai medali kertas, lalu menanyakan perasaan apa yang ditunjukkan gambar tersebut (acuan: emotikon tersenyum lebar menunjukkan rasa senang; emotikon berkalung medali menunjukkan rasa bangga) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan Kartu Gambar A (taman bermain sekolah yang ramai dengan anak-anak tertawa bermain ayunan bersama) dan mencontohkan ungkapan lisan: 'Saya merasa senang saat bermain ayunan bersama teman di taman sekolah' (7 menit).
- Guru memperlihatkan Kartu Gambar B (seorang anak berhasil menyusun balok tinggi di sudut baca kelas lalu tersenyum puas) dan mencontohkan ungkapan lisan: 'Saya merasa bangga saat berhasil merapikan buku dan menyusun balok bersama teman' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan 2 kartu gambar situasi lingkungan sekitar kepada setiap pasangan: Kartu 1 (bermain lompat tali bersama teman di halaman sekolah) dan Kartu 2 (berhasil membersihkan papan tulis kelas bersama regu piket) (5 menit).
- Secara bergantian dalam permainan peran 'Kabar Gembira', murid memilih kartu lalu mengungkapkan secara lisan perasaan senang untuk Kartu 1 dan perasaan bangga untuk Kartu 2 kepada pasangannya (acuan lisan operasional: menyebutkan kata 'senang' untuk Kartu 1 dan kata 'bangga' untuk Kartu 2 dengan mengaitkan pada aktivitas dalam gambar) (15 menit).
- Beberapa perwakilan murid secara mandiri maju ke depan kelas untuk mengambil satu kartu gambar lingkungan sekitar dan mengungkapkan perasaan senang atau bangga secara lisan di hadapan kelas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid menyimpulkan kembali kata perasaan yang sudah dipelajari: 'senang' ketika menikmati kegiatan yang menggembirakan bersama teman, dan 'bangga' ketika berhasil melakukan perbuatan baik atau tugas di lingkungan sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir: guru mengangkat Kartu C (anak-anak tertawa bersama memakan bekal di bangku taman sekolah) dan Kartu D (seorang anak menerima bintang penghargaan karena tuntas menyiram tanaman sekolah), lalu meminta murid serentak menyebutkan ungkapan perasaan yang tepat (acuan: Kartu C = senang; Kartu D = bangga) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbicara dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan simbol emotikon senang/bangga di pojok kartu; murid yang sudah mahir diberikan kartu gambar situasi lingkungan sekitar tanpa simbol bantuan.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dituntun menggunakan frasa rumpang lisan 'Saya merasa ... karena ...', sedangkan murid mahir langsung mengungkapkan perasaan beserta alasan kejadiannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengungkapkan perasaan secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan cukup mengungkapkan satu perasaan secara tepat, sedangkan murid mahir mengungkapkan kedua perasaan (senang dan bangga) dari kartu berbeda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik mengenali kata perasaan melalui 2 gambar emotikon: (1) gambar emotikon tersenyum lebar; (2) gambar emotikon mengenakan kalung medali dan tersenyum puas (acuan: nomor 1 perasaan senang; nomor 2 perasaan bangga).
Proses:- Penilaian formatif unjuk kerja saat murid mengungkapkan perasaan secara lisan berbantuan 2 kartu gambar: Kartu 1 (bermain lompat tali bersama di halaman sekolah; acuan tepat: mengungkapkan rasa senang); Kartu 2 (berhasil membersihkan papan tulis kelas bersama regu piket; acuan tepat: mengungkapkan rasa bangga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup terhadap 2 situasi visual: Kartu C (berbagi bekal di bangku taman sekolah; acuan tepat: perasaan senang) dan Kartu D (menerima bintang setelah menyiram tanaman sekolah; acuan tepat: perasaan bangga).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengungkapan perasaan secara lisan berbantuan kartu gambar situasi lingkungan sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan perasaan secara lisan berbantuan gambar | Belum mampu mengungkapkan kata perasaan senang atau bangga secara lisan meskipun dibantu kartu gambar lingkungan sekitar. | Mampu mengungkapkan 1 jenis perasaan (senang atau bangga) secara lisan berbantuan gambar dengan bimbingan penuh/tuntunan guru. | Mampu mengungkapkan kedua perasaan (senang dan bangga) secara lisan sesuai dengan kartu gambar situasi lingkungan sekitar secara mandiri. | Mampu mengungkapkan kedua perasaan (senang dan bangga) secara lisan sesuai dengan kartu gambar situasi lingkungan sekitar secara mandiri dan konsisten tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah gambar situasi lingkungan sekitar yang disiapkan cukup jelas membantu murid mengenali perasaan senang dan bangga?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid saat berlatih mengungkapkan perasaan secara lisan berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari kartu gambar tadi yang paling kalian sukai?
- Apakah kalian sudah bisa mengatakan rasa senang dan bangga saat melihat gambar teman-teman di sekolah?
Pertemuan 10 — Mengungkapkan Perasaan Takut dan Sedih Berbantuan Kartu Gambar Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.5 Mengungkapkan perasaan secara lisan dengan bantuan gambar tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengondisikan kelas secara tertib, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (3 menit).
- Guru memperlihatkan dua kartu emotikon: wajah menangis (sedih) dan wajah terbelalak ketakutan (takut), lalu melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Bila kamu melihat gambar anak terpisah dari teman di pasar malam yang gelap, perasaan apa yang cocok: takut atau sedih?' (acuan: takut/sedih diterima sesuai alasan visual; target: mengenali label emosi takut/sedih secara lisan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 2 kartu gambar lingkungan sekitar: Gambar A (anak berdiri ketakutan melihat seekor lebah mendekati ayunan di taman sekolah) dan Gambar B (anak tertunduk menangis karena mainan bolanya kempis terlindas sepeda di lapangan) (5 menit).
- Guru memodelkan cara mengungkapkan perasaan secara lisan berbantuan gambar secara terstruktur: menyebutkan kata emosi ('takut' atau 'sedih') dan menghubungkannya dengan peristiwa pada gambar (contoh: 'Aku merasa takut pada Gambar A karena ada lebah berdengung di ayunan taman') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan 2 kartu gambar latihan kepada tiap meja: Gambar 1 (seorang anak berdiri di dekat lorong sekolah yang remang-remang saat hujan deras) dan Gambar 2 (seorang anak duduk memeluk lutut di tepi lapangan melihat temannya pulang dijemput lebih dulu) (5 menit).
- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tunjuk Gambar, Ungkap Rasa': Murid A memilih salah satu kartu gambar lalu mengungkapkan perasaan ('takut' untuk Gambar 1 atau 'sedih' untuk Gambar 2) beserta alasannya secara lisan; Murid B mencocokkan ungkapan pasangannya, kemudian bertukar peran untuk gambar berikutnya (15 menit).
- Secara bergantian, setiap murid dipanggil ke depan meja guru untuk memilih 1 dari 2 kartu gambar uji: Gambar Uji 1 (anak melihat kucing besar mencakar di bawah tangga sekolah) atau Gambar Uji 2 (anak melihat buku bergambarnya terkena tumpahan becek di halaman sekolah), lalu mengungkapkan perasaan takut/sedih secara lisan secara mandiri (acuan tepat: Gambar Uji 1 = perasaan takut; Gambar Uji 2 = perasaan sedih) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kegiatan dengan menyatakan kapan saja di lingkungan sekitar sekolah murid pernah merasakan takut atau sedih (5 menit).
- Murid melakukan cek pemahaman singkat: guru mengangkat Gambar Uji 1 dan Gambar Uji 2 secara bergantian, lalu murid bersama-sama menyerukan kata emosi yang tepat ('Takut!' untuk Gambar Uji 1; 'Sedih!' untuk Gambar Uji 2) (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberanian murid mengungkapkan perasaan takut dan sedih secara jujur dan terbuka tanpa merasa malu (4 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif semua murid dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan situasi emosi yang sangat kontras (ekspresif jelas) untuk murid yang butuh bimbingan, dan situasi lingkungan sekitar yang lebih detail untuk murid cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan frasa pemantik lisan ('Aku merasa ... karena ...'), sedangkan murid yang sudah mahir langsung mengungkapkan perasaan takut dan sedih secara mandiri serta menguraikan detail objek gambar pemicunya.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti belajar berupa ungkapan lisan tentang perasaan takut atau sedih berdasarkan kartu gambar yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pelajaran dengan menunjukkan 1 gambar anak terpisah di tempat ramai/gelap: murid diminta menyebutkan apakah perasaan yang muncul adalah takut atau sedih (acuan jawaban benar: murid menyebutkan kata 'takut' atau 'sedih').
Proses:- Pengamatan unjuk kerja pengungkapan lisan pada tahap Mengaplikasi dengan 2 kartu uji: (1) Gambar Uji 1 (anak melihat kucing mencakar di tangga sekolah; acuan kata perasaan tepat: 'takut'); (2) Gambar Uji 2 (buku bergambar basah terkena becek halaman; acuan kata perasaan tepat: 'sedih'). Indikator: ketepatan menyebutkan jenis perasaan (takut/sedih) dan keterhubungannya dengan gambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: guru menunjukkan kartu Gambar Uji 1 (kucing liar mencakar di tangga) dan Gambar Uji 2 (buku terkena air becek), seluruh murid secara lisan merespons nama emosi yang sesuai (acuan: Gambar Uji 1 = takut; Gambar Uji 2 = sedih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berbicara: lembar ceklis lisan saat murid mengungkapkan perasaan takut dan sedih berbantuan kartu gambar lingkungan sekitar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengungkapan Perasaan Takut dan Sedih Berbantuan Gambar | Belum mampu menyebutkan kata perasaan (takut/sedih) yang sesuai dengan kartu gambar meskipun telah diberikan pertanyaan penuntun. | Mampu menyebutkan kata perasaan (takut/sedih) sesuai kartu gambar (Gambar Uji 1 atau Gambar Uji 2) namun memerlukan bimbingan dan contoh kalimat pemantik dari guru. | Mampu mengungkapkan perasaan takut atau sedih secara lisan dengan tepat sesuai kartu gambar uji yang dipilih secara mandiri (Gambar Uji 1 = takut, Gambar Uji 2 = sedih). | Mampu mengungkapkan perasaan takut dan sedih secara lisan dengan tepat pada kedua kartu gambar uji (Gambar Uji 1 = takut, Gambar Uji 2 = sedih) disertai kaitan alasan kejadian pada gambar secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu gambar situasi lingkungan sekitar efektif membantu murid kelas 1 mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan takut serta sedih?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diberi giliran mengungkapkan perasaan secara lisan?
Murid:- Gambar mana yang membuatmu paling mudah menebak perasaan takut atau sedih?
- Apakah kamu merasa berani menceritakan rasa takut atau sedihmu hari ini?
Pertemuan 11 — Menceritakan Kembali Urutan Awal Cerita Bergambar tentang Lingkungan Sekitar Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.6 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar pertemanan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali peristiwa bagian awal cerita bergambar tentang pertemanan Mimi dan Maya di tempat bermain (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan 1 gambar pembuka (Mimi berdiri di balik pohon menatap Maya yang sedang bermain bola) dan bertanya: 'Siapa nama anak yang sedang berdiri malu-malu di balik pohon dan siapa anak yang sedang bermain bola?' (acuan jawaban benar: anak yang berdiri malu-malu adalah Mimi; anak yang bermain bola adalah Maya) untuk memetakan kesiapan murid mengenali tokoh dan latar awal cerita (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan kembali teks cerita bergambar bagian awal 'Mimi Ingin Menyapa Maya' (halaman 111-113 Buku Siswa) sambil menunjuk urutan 3 kartu gambar besar di papan tulis: Gambar 1 (Mimi ingin menyapa Maya, tetapi Mimi malu), Gambar 2 (Mimi merasa ragu apakah Maya akan menyukainya), dan Gambar 3 (Mimi melihat Maya sudah bermain bola bersama teman lain) (8 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali kejadian pada urutan awal tersebut dengan kalimat sederhana: 'Awalnya Mimi ingin menyapa Maya di tempat bermain, tetapi Mimi merasa malu dan ragu apakah Maya menyukainya' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan lembar berisi set 3 kartu gambar berurutan kejadian awal Mimi (Kartu A: Mimi malu di balik pohon; Kartu B: Mimi ragu apakah Maya mau berteman; Kartu C: Mimi melihat Maya memegang bola di lapangan) kepada setiap murid (5 menit).
- Dalam aktivitas menggembirakan 'Estafet Cerita Awal', guru mengajak murid secara berpasangan bergantian memegang kartu dan menceritakan kembali isi peristiwa awal tersebut kepada pasangan belajarnya menggunakan panduan gambar (10 menit).
- Secara bergantian terpimpin, beberapa perwakilan murid menceritakan kembali isi bagian awal cerita bergambar di depan kelompok/kelas berdasarkan 3 kartu gambar peristiwa (acuan isi runtut: (1) Mimi ingin menyapa Maya di lapangan bermain; (2) Mimi merasa malu dan ragu untuk mendekat; (3) Mimi melihat Maya sedang bermain bola) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid mengevaluasi penceritaan kembali bagian awal cerita: murid memeriksa bersama apakah ketiga peristiwa awal (keinginan menyapa, rasa malu/ragu, dan melihat Maya bermain bola) sudah diceritakan secara lengkap sesuai isi teks (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bagian awal cerita menceritakan perasaan ragu dan malu Mimi saat ingin menyapa teman baru di lingkungan tempat bermain (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberanian murid berbicara dan mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan melanjutkan menceritakan bagian penyelesaian cerita saat bola Maya menggelinding (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar bernomor urut (1-2-3) dengan teks panduan rumpang untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap, dan kartu gambar tanpa angka untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan kembali dengan bantuan pertanyaan penuntun per gambar dari guru, sedangkan murid yang mahir menceritakan kembali ketiga peristiwa awal secara utuh dan mandiri.
- Produk: Penceritaan kembali lisan: murid berkembang menyebutkan minimal 2 kejadian awal berdasarkan gambar, murid mahir menyebutkan lengkap seluruh 3 kejadian awal secara runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan saat guru menunjukkan gambar pembuka: 'Siapa nama anak yang sedang berdiri malu-malu di balik pohon dan siapa anak yang sedang bermain bola?' (acuan jawaban: anak yang malu di balik pohon adalah Mimi; anak yang bermain bola adalah Maya).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi 3 peristiwa awal cerita bergambar: (1) Mimi ingin menyapa Maya di tempat bermain; (2) Mimi merasa malu/ragu; (3) Mimi melihat Maya sedang bermain bola di lapangan (acuan: ketercakupan isi peristiwa dan kesesuaian dengan urutan kejadian cerita).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk Kartu 1 dan Kartu 2 lalu meminta murid menyebutkan peristiwa yang terjadi pada kedua gambar tersebut (acuan jawaban: Mimi ingin menyapa Maya di tempat bermain, tetapi Mimi merasa malu dan ragu).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan kembali secara lisan isi bagian awal teks cerita bergambar bertema pertemanan menggunakan lembar observasi ketercapaian 3 peristiwa awal.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan ketepatan menceritakan kembali isi peristiwa awal teks cerita bergambar (Acuan 3 peristiwa: 1. Mimi ingin menyapa Maya di tempat bermain; 2. Mimi merasa malu/ragu untuk menyapa; 3. Mimi melihat Maya sedang bermain bola) | Belum mampu menceritakan kembali isi peristiwa awal cerita bergambar, atau hanya menyebut 1 nama tokoh tanpa menyebutkan peristiwa kejadian meski telah dibimbing penuh. | Mampu menceritakan kembali 1 dari 3 peristiwa awal cerita bergambar dengan tepat menggunakan bantuan bimbingan pertanyaan penuntun guru. | Mampu menceritakan kembali minimal 2 dari 3 peristiwa awal cerita bergambar dengan tepat dan runtut secara mandiri. | Mampu menceritakan kembali seluruh 3 peristiwa awal cerita bergambar secara lengkap, tepat, dan runtut tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar urutan awal cerita membantu murid memahami alur peristiwa sebelum menceritakan kembali?
- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan kesempatan aktif menceritakan kembali peristiwa cerita kepada pasangan belajarnya?
Murid:- Peristiwa mana dari cerita Mimi yang paling mudah kalian ceritakan kembali?
- Apakah melihat gambar urutan cerita membantu kalian mengingat kejadian yang dialami Mimi?
Pertemuan 12 — Menceritakan Kembali Penyelesaian Isi Cerita tentang Lingkungan Sekitar Pertemanan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.6 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar pertemanan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai akhir cerita bergambar 'Teman Baru' di halaman 115–117 Buku Siswa: 'Bagaimana cerita Mimi berakhir ketika menemukan bola?' (acuan jawaban: Mimi mengembalikan bola ke Maya, berkenalan dengan Maya dan Moko, lalu mereka bermain bola bersama dengan gembira dan Mimi tidak malu lagi) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali peristiwa penyelesaian dari teks cerita pertemanan Mimi dan Maya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid membaca kembali bagian akhir teks 'Teman Baru' (halaman 115-117) secara terarah sambil mencermati 3 gambar penyelesaian cerita: (1) Mimi membawakan bola Maya, (2) Mimi berkenalan dengan Maya dan temannya Moko, (3) Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama tanpa rasa malu (10 menit).
- Guru memodelkan cara menceritakan kembali bagian penyelesaian isi cerita tersebut dengan kalimat runtun dan jelas: 'Mimi mengantarkan bola milik Maya. Mimi lalu berkenalan dengan Maya dan Moko. Akhirnya, mereka bermain bola bersama di lapangan dan Mimi tidak merasa malu lagi' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Dalam aktivitas menggembirakan 'Estafet Cerita Bola', murid secara berpasangan memegang bola plastik kecil bergantian untuk saling menceritakan kembali 3 peristiwa penyelesaian cerita 'Teman Baru' sesuai panduan gambar: peristiwa membawakan bola, peristiwa berkenalan, dan peristiwa bermain bola bersama (acuan 3 peristiwa: [1] Mimi mengantar/membawakan bola Maya; [2] Mimi berkenalan dengan Maya dan Moko; [3] Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali penyelesaian isi teks secara lisan di hadapan guru atau teman pasangannya dengan menyebutkan 3 peristiwa penyelesaian tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman menceritakan kembali bagian akhir cerita: memeriksa apakah seluruh 3 peristiwa penyelesaian sudah tersampaikan dengan benar dan jelas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan dan kesesuaian cerita murid dengan isi bacaan penyelesaian pertemanan Mimi (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bersama inti penyelesaian cerita bahwa berteman dan bermain bersama membuat suasana gembira dan menghilangkan rasa malu (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid menceritakan kembali isi teks, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu 3 gambar adegan berurutan sebagai acuan visual; murid yang sudah mahir menceritakan kembali tanpa bantuan urutan gambar kartu.
- Proses: Bimbingan terstruktur dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang dilakukan Mimi dengan bola itu?', 'Siapa teman baru Mimi?') bagi murid yang ragu; kesempatan bercerita langsung secara runtut bagi murid yang mandiri.
- Produk: Semua murid menceritakan kembali 3 peristiwa penyelesaian secara lisan, dengan toleransi kosakata sederhana sehari-hari sesuai pemahaman murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Ketika bola Maya menggelinding ke arah Mimi, apa yang akhirnya dilakukan Mimi dan teman-temannya?' (acuan: Mimi mengembalikan/membawakan bola kepada Maya, berkenalan, lalu mereka bermain bola bersama tanpa malu-malu lagi).
Proses:- Observasi unjuk kerja menceritakan kembali 3 peristiwa penyelesaian cerita 'Teman Baru' (acuan 3 peristiwa yang dinilai: [1] Mimi mengembalikan/membawakan bola Maya; [2] Mimi berkenalan dengan Maya dan Moko; [3] Mimi, Maya, dan Moko bermain bola bersama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan kembali akhir perasaan Mimi setelah bermain bersama teman baru (acuan: Mimi senang/gembira dan tidak lagi malu).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan kembali peristiwa penyelesaian isi teks cerita secara lisan
- Catatan anekdotal/lembar observasi ketercapaian penyampaian 3 peristiwa penyelesaian cerita
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kembali peristiwa penyelesaian isi cerita (acuan 3 peristiwa: membawakan bola, berkenalan dengan Maya & Moko, bermain bola bersama) | Belum mampu menceritakan kembali peristiwa penyelesaian cerita atau hanya menyebutkan 1 peristiwa dengan bantuan penuh guru. | Mampu menceritakan kembali 1-2 peristiwa penyelesaian cerita dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu menceritakan kembali seluruh 3 peristiwa penyelesaian cerita secara tepat sesuai isi bacaan secara mandiri. | Mampu menceritakan kembali seluruh 3 peristiwa penyelesaian cerita secara lengkap, tepat, runtut, dan konsisten tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat peraga bola dan kartu gambar membantu murid menceritakan kembali peristiwa penyelesaian cerita dengan runtut?
- Berapa banyak murid yang mampu menceritakan kembali ketiga peristiwa penyelesaian secara mandiri?
Murid:- Bagian akhir cerita mana yang paling kamu sukai saat diceritakan?
- Apakah kamu merasa senang saat menceritakan cerita Mimi kepada temanmu?
Pertemuan 13 — Menulis Permulaan Huruf dan Kata Sederhana tentang Diri dan Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kesiapan fisik belajar (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal menulis permulaan: murid diminta duduk tegak dan memegang pensil, lalu menebalkan 1 contoh garis lurus dan 1 garis lengkung di kertas bergaris (acuan: posisi duduk tegak tidak membungkuk, pensil dipegang dengan jempol-telunjuk-jari tengah/tripod grip) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis huruf dan kata sederhana tentang diri dan lingkungan sekitar di atas kertas dengan posisi dan cara memegang pensil yang benar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memeragakan sikap menulis permulaan yang benar di depan kelas: punggung tegak, jarak mata ke kertas sekitar 30 cm, serta genggaman pensil tiga jari (tripod grip), lalu murid menirukan postur tersebut secara serentak (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan arah tarikan garis untuk menulis huruf cetak pembentuk 4 kata sasaran di papan tulis bergaris: kata diri ('nama', 'mata') dan kata lingkungan ('bola', 'taman') dengan proporsi tinggi huruf yang tepat pada garis (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan gerak gembira 'Pena Sakti di Udara': murid berdiri tegak dan menuliskan huruf-huruf pembentuk kata 'nama', 'mata', 'bola', dan 'taman' di udara dengan ayunan tangan terarah mengikuti komando irama tepuk tangan guru (10 menit).
- Murid duduk di meja masing-masing, menyiapkan lembar kerja kertas bergaris, lalu menyalin 4 kata sederhana di atas kertas: (1) 'nama', (2) 'mata', (3) 'bola', (4) 'taman' sebanyak 3 baris tiap kata secara rapi dan terbaca (acuan kata target: 'nama', 'mata', 'bola', 'taman') (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil tulisan 4 kata pada lembar kerja masing-masing, mengecek apakah bentuk huruf menempel rapi pada garis buku dan mudah dibaca (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menulis permulaan yang tepat (sikap duduk tegak, genggam pensil benar, dan keterbacaan huruf pada garis) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas usaha menulis mandiri murid dan mengingatkan untuk selalu menjaga posisi duduk sehat saat menulis pada pertemuan-pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kertas bergaris dengan ukuran spasi lebar dan garis bantu titik-titik untuk murid yang memerlukan dukungan motorik halus.
- Proses: Bimbingan langsung hand-over-hand (memegang tangan murid) saat memegang pensil dan menarik garis bagi yang belum berkembang; pendampingan mandiri penuh bagi yang sudah terampil.
- Produk: Menulis 4 kata target sebanyak 1 baris untuk yang butuh bimbingan, atau 3-4 baris rapi untuk yang sudah lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik unjuk kerja fisik menulis di pendahuluan: murid diminta memegang pensil dengan genggaman tiga jari dan menebalkan 1 garis lurus serta 1 garis lengkung di kertas (acuan: pensil dipegang stabil antara ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, posisi duduk tegak tidak menempel meja).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menyalin 4 kata sasaran di kertas bergaris: (1) 'nama', (2) 'mata', (3) 'bola', (4) 'taman', dinilai berdasarkan keterbacaan bentuk huruf, proporsi pada garis, dan konsistensi cara memegang pensil.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil tulisan akhir pada lembar kerja: guru memeriksa keterbacaan dan ketepatan penulisan 4 kata target: 'nama', 'mata', 'bola', 'taman' (acuan ketepatan: seluruh huruf lengkap n-a-m-a, m-a-t-a, b-o-l-a, t-a-m-a-n, bentuk huruf terbaca jelas, dan berada pada batas garis buku).
Formatif:- Observasi unjuk kerja sikap menulis permulaan (posisi duduk, cara memegang pensil)
- Pemeriksaan hasil tulisan 4 kata sederhana pada lembar kerja bergaris
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap dan Keterampilan Menulis Permulaan di Atas Kertas | Memegang pensil masih menggenggam penuh (fist grip), posisi tubuh membungkuk dekat kertas, dan membutuhkan bantuan fisik penuh untuk menulis huruf. | Memegang pensil dengan tiga jari tetapi cengkeraman kaku/goyah, posisi duduk tegak setelah sering diingatkan, menulis huruf dari 1-2 kata target dengan bentuk yang belum stabil. | Memegang pensil dengan posisi tiga jari (tripod) secara stabil, posisi duduk tegak mandiri, menulis 3-4 kata target ('nama', 'mata', 'bola', 'taman') dengan bentuk huruf jelas dan terbaca. | Memegang pensil dan duduk tegak sangat stabil secara konsisten, menulis seluruh 4 kata target ('nama', 'mata', 'bola', 'taman') dengan rapi, proporsional tepat di atas garis kertas secara mandiri tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi untuk melatih keterampilan motorik halus dan postur menulis murid kelas 1?
- Berapa orang murid yang masih memerlukan bantuan khusus (grip adaptor/garis bantu tebal) dalam memegang alat tulis?
Murid:- Bagian mana dari menulis kata tadi yang terasa paling mudah atau paling menantang bagi tanganmu?
- Apakah punggungmu terasa tegak dan nyaman saat menulis tadi?
Pertemuan 14 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang sikap berteman
- TP 1.5.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
- TP 1.5.3 Menunjukkan isi bacaan tentang lingkungan sekitar pertemanan
- TP 1.5.4 Merespons dengan menjawab pertanyaan teman dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri dan lingkungan sekitar
- TP 1.5.5 Mengungkapkan perasaan secara lisan dengan bantuan gambar tentang lingkungan sekitar
- TP 1.5.6 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca tentang lingkungan sekitar pertemanan
- TP 1.5.7 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa kata-kata tentang diri dan lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif terpadu Bab 5 serta memberikan motivasi agar murid mengerjakan tugas secara percaya diri dan jujur (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis bergambar dan menjelaskan instruksi pengerjaan: murid menandai gambar pilihan jawaban serta menyalin kata sederhana pada baris bergaris yang disediakan tanpa berbicara dengan teman (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Tes Tertulis Serentak): Seluruh murid mengerjakan lembar asesmen tertulis serentak selama 22 menit yang memuat: (a) Bagian Menunjukkan Isi Bacaan: murid membaca teks pendek 'Mimi dan Maya bermain ayunan di taman sekolah secara bergantian' lalu memberi tanda centang pada 3 butir gambar pemahaman: Butir 1 (tokoh cerita: Mimi dan Maya bermain ayunan; acuan kunci: gambar dua anak bermain ayunan bersama), Butir 2 (latar tempat bermain: taman sekolah; acuan kunci: gambar halaman taman sekolah berayunan), Butir 3 (peristiwa penting: antre bergantian; acuan kunci: gambar anak berdiri menunggu giliran di samping ayunan); serta (b) Bagian Menulis Permulaan: murid menyalin 3 kata sederhana bertema diri dan lingkungan sekitar dengan bentuk huruf terbaca dan letak tegak di atas garis: kata 'teman', 'taman', dan 'main' (acuan kunci: ketepatan penulisan huruf pembentuk kata t-e-m-a-n, t-a-m-a-n, m-a-i-n yang rapi dan terbaca) (20 menit).
- Tugas 2 (Unjuk Kerja Percakapan dan Respons Lisan Berpasangan): Murid dipanggil secara berpasangan (total 14 pasang, masing-masing sekitar 1,5 menit) untuk dinilai respons lisannya oleh guru secara bergiliran sementara murid lain duduk tenang mewarnai gambar pengiring di mejanya: (a) Merespons pertanyaan santun dalam percakapan: murid saling bertanya-jawab dengan panduan pertanyaan 'Siapa nama panggilanmu?' dan 'Di mana tempat bermain kesukaanmu di sekolah?' (acuan: menjawab nama diri dengan santun dan menyebut lokasi sekolah seperti taman/halaman/kelas); (b) Menyebutkan pesan teks aural: guru memperdengarkan cerita pendek 2 kalimat 'Dodi meminjamkan pensil warnanya kepada Eko yang pensilnya patah' lalu murid menyebutkan pesan cerita (acuan kunci: pesan sikap saling berbagi atau menolong teman yang membutuhkan); (c) Mengungkapkan perasaan berbantuan kartu gambar emosi: murid mengambil 1 dari 2 kartu ekspresi (wajah senang atau wajah sedih) saat berada di taman bermain lalu mengungkapkan perasaannya secara lisan sesuai kartu (acuan: mengungkapkan alasan perasaan senang saat bermain bersama atau sedih saat ditinggal teman) (22 menit).
- Tugas 3 (Unjuk Kerja Membaca dan Menceritakan Kembali Berpasangan): Masih dalam format berpasangan di meja asesmen guru (total 14 pasang, masing-masing sekitar 1,1 menit): (a) Membaca kata sederhana: setiap murid secara bergantian membaca nyaring 3 kartu kata sederhana tentang lingkungan sekitar: kartu 1 'bola', kartu 2 'meja', kartu 3 'pohon' (acuan: melafalkan kata bola, meja, pohon dengan fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu); (b) Menceritakan kembali teks bacaan: murid melihat strip 3 gambar berseri tentang 'Kiki kehilangan mainan lalu dibantu Danu mencarinya hingga ketemu' dan menceritakan kembali alur isi teks bacaan tersebut di hadapan guru dan pasangannya (acuan: menyebutkan awal mula mainan hilang, bagian tengah dibantu Danu mencari, dan akhir mainan ditemukan kembali) (15 menit).
Merefleksi (Menggembirakan):- Guru mengajak seluruh murid melakukan hening sejenak, menarik napas lega, dan menanyakan bagaimana perasaan mereka setelah menyelesaikan seluruh stasiun asesmen sumatif Bab 5 (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan semua lembar kerja tertulis serta lembar catatan unjuk kerja, kemudian memberikan apresiasi verbal atas kerja mandiri dan ketertiban seluruh murid sepanjang asesmen (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Standar materi tugas tes dan unjuk kerja tetap sama untuk semua murid sesuai acuan rubrik sumatif.
- Proses: Akomodasi akses diberikan bagi murid yang memiliki hambatan motorik halus atau visual berupa pembacaan ulang petunjuk secara personal dan pembesaran ukuran kartu kata/gambar.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama: lembar pilihan gambar, tulisan kata di lembar kertas, dan performa lisan/bacaan langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman aturan ketertiban asesmen sumatif melalui tanya-jawab singkat oleh guru sebelum lembar tes dibagikan (acuan kesiapan: murid siap dengan pensil, penghapus, dan duduk tertib di meja masing-masing).
Proses:- Pengamatan langsung dan pencatatan keterlaksanaan tugas unjuk kerja lisan dan membaca pada lembar observasi ketercapaian guru selama stasiun berpasangan berlangsung.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja terpadu berpasangan/stasiun: lembar kerja murid berisi tanda pilihan gambar pemahaman dan tulisan kata sederhana, serta performa lisan murid dalam bercerita, membaca kata, merespons percakapan, dan mengungkapkan perasaan berbantuan kartu gambar
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berupa tanda silang/centang pada gambar yang sesuai isi teks bacaan serta tulisan tangan kata-kata sederhana bertema pertemanan yang rapi dan terbaca (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik menulis permulaan)
- unjuk kerja percakapan dan respons lisan berpasangan: tanggapan lisan murid berupa jawaban santun dalam percakapan berpasangan, penyebutan pesan teks aural yang diperdengarkan guru, serta ungkapan perasaan saat bertemu kawan menggunakan bantuan kartu emosi (dinilai per pasangan selama 2,5 menit untuk 14 pasang = 28 murid) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian lisan dan rubrik percakapan)
- unjuk kerja membaca dan menceritakan kembali berpasangan: pelafalan kata-kata sederhana pada kartu baca secara bergantian dan penyampaian kembali isi teks cerita bergambar sederhana di hadapan pasangan dan guru (dinilai per pasangan selama 1,4 menit untuk 14 pasang = 28 murid) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan menceritakan kembali)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja terpadu berpasangan/stasiun: lembar kerja murid berisi tanda pilihan gambar pemahaman dan tulisan kata sederhana, serta performa lisan murid dalam bercerita, membaca kata, merespons percakapan, dan mengungkapkan perasaan berbantuan kartu gambar
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berupa tanda silang/centang pada gambar yang sesuai isi teks bacaan serta tulisan tangan kata-kata sederhana bertema pertemanan yang rapi dan terbaca (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik menulis permulaan)
- unjuk kerja percakapan dan respons lisan berpasangan: tanggapan lisan murid berupa jawaban santun dalam percakapan berpasangan, penyebutan pesan teks aural yang diperdengarkan guru, serta ungkapan perasaan saat bertemu kawan menggunakan bantuan kartu emosi (dinilai per pasangan selama 2,5 menit untuk 14 pasang = 28 murid) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian lisan dan rubrik percakapan)
- unjuk kerja membaca dan menceritakan kembali berpasangan: pelafalan kata-kata sederhana pada kartu baca secara bergantian dan penyampaian kembali isi teks cerita bergambar sederhana di hadapan pasangan dan guru (dinilai per pasangan selama 1,4 menit untuk 14 pasang = 28 murid) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan menceritakan kembali)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Isi Bacaan Teks Bergambar (TP 1.5.3) | Belum tepat menunjukkan gambar isi bacaan (0 butir benar dari acuan: gambar Mimi dan Maya main ayunan, gambar taman sekolah, gambar antre ayunan). | Tepat menunjukkan 1 dari 3 gambar isi bacaan sesuai acuan kunci jawaban. | Tepat menunjukkan 2 dari 3 gambar isi bacaan sesuai acuan kunci jawaban. | Tepat menunjukkan seluruh (3 butir) gambar isi bacaan sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. | | Menulis Permulaan Kata Sederhana (TP 1.5.7) | Belum mampu menuliskan huruf pembentuk kata sederhana secara tepat dan terbaca di atas kertas. | Mampu menyalin 1 dari 3 kata sederhana ('teman', 'taman', 'main') secara benar dan terbaca di atas garis. | Mampu menyalin 2 dari 3 kata sederhana ('teman', 'taman', 'main') secara benar dan terbaca di atas garis. | Mampu menyalin seluruh (3 kata) sederhana ('teman', 'taman', 'main') secara benar, rapi, dan tepat letak hurufnya di atas garis. | | Merespons Pertanyaan Santun dalam Percakapan (TP 1.5.4) | Tidak merespons atau menjawab pertanyaan teman dengan kata yang tidak relevan/tidak santun. | Merespons hanya 1 pertanyaan teman tentang diri atau lingkungan sekitar dengan baik dan santun. | Merespons 2 pertanyaan teman tentang nama diri dan lokasi bermain di lingkungan sekolah secara santun dengan bimbingan guru. | Merespons seluruh (2 pertanyaan) teman tentang nama diri dan lokasi bermain di sekolah dengan kalimat santun secara lancar dan mandiri. | | Menyebutkan Pesan Teks Sastra Aural (TP 1.5.1) | Belum mampu menyebutkan pesan teks aural tentang sikap berteman yang diperdengarkan. | Menyebutkan pesan teks aural namun kurang tepat atau melenceng dari topik saling berbagi/menolong kawan. | Mampu menyebutkan pesan teks aural tentang sikap berbagi/menolong kawan dengan bimbingan pancingan guru. | Mampu menyebutkan pesan teks aural tentang sikap berbagi/menolong kawan secara tepat dan mandiri (acuan kunci: pesan sikap saling berbagi atau menolong teman yang membutuhkan pensil warna). | | Mengungkapkan Perasaan Berbantuan Gambar (TP 1.5.5) | Belum mampu mengungkapkan perasaan secara lisan meskipun sudah dibantu kartu gambar emosi. | Hanya menunjuk kartu emosi tanpa mampu merangkaikan ungkapan perasaan secara lisan. | Mampu mengungkapkan perasaan senang atau sedih secara lisan sesuai gambar dengan kalimat sederhana berbantuan pertanyaan pemandu guru. | Mampu mengungkapkan perasaan secara lisan dengan jelas dan sesuai kartu gambar emosi yang dipilih beserta alasannya secara mandiri. | | Membaca Kata Sederhana dengan Fasih (TP 1.5.2) | Belum mampu membaca kata sederhana pada kartu baca (masih mengeja per huruf terputus-putus pada 3 kata target: 'bola', 'meja', 'pohon'). | Membaca dengan fasih 1 dari 3 kata sederhana target tanpa mengeja. | Membaca dengan fasih 2 dari 3 kata sederhana target ('bola', 'meja', 'pohon') tanpa mengeja. | Membaca dengan fasih seluruh (3 kata) target ('bola', 'meja', 'pohon') secara langsung, lancar, tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja. | | Menceritakan Kembali Isi Teks Bacaan Bergambar (TP 1.5.6) | Belum mampu menceritakan kembali isi teks cerita bergambar yang disajikan. | Menceritakan kembali hanya 1 bagian peristiwa (misal hanya menyebut mainan hilang) tanpa keruntutan isi. | Menceritakan kembali 2 bagian peristiwa (awal kehilangan dan penyelesaian ditemukan) sesuai teks bacaan bergambar. | Menceritakan kembali seluruh urutan isi teks bacaan bergambar secara utuh dan runtut (awal mainan hilang, tengah dicari bersama kawan, akhir ditemukan kembali) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit terbagi secara efektif antara tes tertulis serentak dan unjuk kerja berpasangan?
- Tujuan pembelajaran mana yang capaian muridnya sudah sangat optimal dan TP mana yang memerlukan tindak lanjut perbaikan di bab berikutnya?
Murid:- Kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini: mengerjakan lembar soal bergambar, membaca kartu kata, atau bercerita dengan teman?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyelesaikan semua tugas belajar di Bab 5 Teman Baru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bab 5
- Bola plastik kecil untuk permainan Oper Bola Kejutan
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Naskah cerita fabel aural 'Kelinci Mimi dan Kura-Kura Moko' bertema sikap menghargai teman.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD Bab 5
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD
- Kartu kata bertuliskan: bola, taman, main, lari, kawan
- Papan tulis dan spidol untuk pemodelan suku kata
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD Kemendikbudristek 2023 Bab 5 'Teman Baru'
- Kartu kata bergambar lingkungan bermain (bola, taman, lari, batu, ayunan)
- Matras petak lantai untuk permainan 'Jalur Kata Melompat'
- Lembar baca mandiri kata sederhana
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Edisi Revisi (2023), Bab 5 'Teman Baru', Sofie Dewayani.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Edisi Revisi (2023), Bab 5 Halaman 111–117.
- Kartu gambar tokoh (Mimi, Maya, Moko) dan kartu gambar latar (lapangan bermain sekolah, kamar tidur).
- Lembar Aktivitas Bergambar Detektif Pertemanan 4 butir.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2023 (Bab 5: Teman Baru, halaman 111-117)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD, Kemendikbudristek RI, 2023
- Lembar Kerja Detektif Peristiwa berisi 4 cuplikan gambar kejadian cerita
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 5
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 5 Halaman 110-134
- Media kartu percakapan 'Kartu Tanya Diri' bergambar (Nama, Makanan Kesukaan, Permainan Kesukaan)
- Bola kain kecil untuk permainan interaktif berpasangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Kemdikbudristek, 2023)
- Kartu gambar lingkungan sekolah (Kantin, Lapangan, Perpustakaan/UKS)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Bab 5 'Teman Baru'
- Kartu Gambar Situasi Lingkungan Sekitar (taman bermain, sudut baca, halaman sekolah, piket kelas, menyiram tanaman)
- Kartu Emotikon Perasaan (senang dan bangga)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 5 Teman Baru
- Kartu Gambar Situasi Lingkungan Sekitar (Gambar A lebah di ayunan; Gambar B bola kempis di lapangan; Gambar 1 lorong gelap saat hujan; Gambar 2 anak menunggu jemputan di lapangan; Gambar Uji 1 kucing mencakar di tangga; Gambar Uji 2 buku terkena becek di halaman)
- Kartu Emotikon Wajah (Takut dan Sedih)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Edisi Revisi, 2023), Bab 5: Teman Baru
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Edisi Revisi, 2023), Bab 5: Teman Baru, Halaman 111-113
- Set kartu gambar urutan peristiwa cerita bergambar 'Mimi dan Maya di Tempat Bermain' (Gambar 1: Mimi menyapa di balik pohon, Gambar 2: Mimi ragu/malu, Gambar 3: Maya bermain bola)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI (Edisi Revisi 2023), Bab 5 'Teman Baru', Halaman 115–117
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI (Edisi Revisi 2023)
- Kartu gambar berseri adegan akhir cerita 'Teman Baru'
- Bola plastik kecil untuk media aktivitas 'Estafet Cerita Bola'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi)
- Lembar kerja kertas bergaris tiga / bergaris dua
- Pensil grip dan papan tulis bergaris
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I Bab 5 'Teman Baru' (Kemendikbudristek, 2023)
- Lembar kerja asesmen sumatif tertulis bergambar dan kolom menulis permulaan
- Kartu kata sederhana ('bola', 'meja', 'pohon')
- Kartu gambar emosi (senang dan sedih)
- Strip cerita bergambar 3 sekuens (alur mainan hilang dan ditemukan)
|