Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kemampuan Diri ('Aku Bisa Berbagi Cerita!')

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menulis dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kemampuan Diri ('Aku Bisa Berbagi Cerita!')". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kemampuan Diri ('Aku Bisa Berbagi Cerita!')

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menulis dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kemampuan Diri ('Aku Bisa Berbagi Cerita!')

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenulis dan Mempresentasikan Gagasan tentang Kemampuan Diri ('Aku Bisa Berbagi Cerita!')
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menulis dan menggambar, murid dapat menuliskan atau menggambarkan gagasan tentang kemampuan yang dimilikinya dalam beberapa kalimat sederhana.
  2. Melalui kegiatan presentasi karya di depan kelas, murid dapat menyampaikan gagasan tentang kemampuan dirinya dengan artikulasi yang jelas dan volume suara yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa satu hal yang kamu bisa lakukan dengan sangat baik dan kamu bangga dengannya?
  2. Kalau kamu bisa mengajari teman satu hal hari ini, kamu mau mengajari apa?
  3. Bagaimana caramu memberitahu orang lain tentang kemampuan yang kamu punya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memulai kelas dengan salam semangat bersama ('Aku Bisa!').
  • Guru meminta 2–3 murid menjawab pertanyaan pemantik secara spontan: 'Siapa yang bisa menyebutkan satu hal yang kamu bisa lakukan dengan baik?'
  • Asesmen Awal — Guru mengamati jawaban lisan murid dan mencatat siapa yang sudah dapat menyebutkan kemampuan dirinya dengan kalimat lengkap dan siapa yang masih kesulitan.
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini: 'Hari ini kita akan menulis dan menggambar tentang kemampuan kita, lalu menceritakannya di depan teman-teman.'
  • Guru membacakan contoh kalimat sederhana di papan tulis: 'Aku bisa melompat. Aku suka melompat karena menyenangkan.' Murid membaca bersama-sama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan contoh kartu 'Aku Bisa!' yang sudah jadi — berisi gambar dan 2–3 kalimat sederhana tentang satu kemampuan (misalnya: 'Aku bisa berenang. Aku berlatih setiap minggu. Aku senang berenang.').
  • Guru membacakan isi kartu dengan suara jelas dan meminta murid mengamati bagian gambar dan bagian tulisan pada kartu.
  • Guru bertanya: 'Apa yang diceritakan di kartu ini? Ada berapa kalimat yang ditulis?' — murid menjawab bersama. (Prinsip Berkesadaran: murid diajak aktif memperhatikan struktur karya sebelum membuat.)
  • Guru menjelaskan langkah membuat kartu 'Aku Bisa!': (1) Pikirkan satu kemampuanmu, (2) Gambar kemampuan itu di bagian atas, (3) Tulis 2–3 kalimat tentang kemampuan itu di bagian bawah.
  • Guru mencontohkan proses berpikir dengan suara keras: 'Saya mau menulis tentang apa ya? Saya bisa memasak nasi. Jadi saya gambar panci, lalu tulis: Aku bisa memasak nasi.'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kartu 'Aku Bisa!' (kertas A5 bergaris di bagian bawah dan kotak gambar di bagian atas) beserta pensil dan krayon kepada setiap murid.
  • Murid mulai mengerjakan kartu secara mandiri: menggambar kemampuan dirinya di kotak gambar, lalu menuliskan 2–3 kalimat sederhana di bagian bergaris. (Prinsip Menggembirakan: suasana kerja mandiri diiringi musik instrumental lembut.)
  • Guru berkeliling kelas dan memberikan pendampingan: membantu murid yang kesulitan menentukan topik dengan bertanya, 'Kamu suka melakukan apa? Apa yang kamu bisa ajari temanmu?'
  • Asesmen Proses — Guru mengamati dan mencatat hasil tulisan murid menggunakan lembar observasi: apakah kalimat sudah terbentuk, apakah ada kata yang relevan dengan gambar, apakah murid mengerjakan secara mandiri.
  • Setelah selesai menulis dan menggambar, murid berpasangan dan saling membacakan isi kartunya kepada teman sebangku sebagai latihan sebelum presentasi. (Prinsip Bermakna: pengalaman berbagi kepada teman nyata menyiapkan murid untuk presentasi kelas.)
  • Guru mengajak murid berlatih berbicara dengan volume yang tepat: 'Coba ucapkan kalimat pertamamu dengan suara yang bisa didengar oleh teman di barisan belakang.' Murid berlatih bersama.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengundang murid secara sukarela (4–5 orang) untuk maju dan mempresentasikan kartu 'Aku Bisa!' mereka di depan kelas. Murid memegang kartunya dan berbicara menghadap teman-teman. (Prinsip Menggembirakan: guru menciptakan suasana apresiasi — teman-teman memberi tepuk tangan setelah setiap presentasi.)
  • Setelah setiap presentasi, guru memberikan umpan balik singkat dan spesifik, misalnya: 'Suaramu sudah terdengar jelas! Kalimatmu juga sudah lengkap. Bagus sekali!'
  • Guru mengajak murid yang mendengarkan untuk memberikan satu kalimat pujian atau komentar positif kepada presenter ('Aku suka ceritamu karena...'). (Prinsip Berkesadaran: murid diajak hadir penuh sebagai pendengar yang aktif dan penghargaan.)
  • Guru memandu murid melakukan refleksi singkat dengan mengisi atau menjawab lisan 2 pertanyaan: (1) Satu hal yang kamu tulis tentang dirimu hari ini, (2) Satu hal yang kamu pelajari dari cerita temanmu.
  • Kartu 'Aku Bisa!' dikumpulkan untuk asesmen akhir dan akan dipajang di dinding kelas sebagai galeri karya.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyebutkan bersama-sama: 'Hari ini aku belajar... (menulis dan menceritakan kemampuanku).'
  • Asesmen Akhir — Guru mengumpulkan kartu 'Aku Bisa!' sebagai bukti karya tertulis dan menggunakan catatan observasi presentasi sebagai bukti kemampuan berbicara.
  • Guru memberikan penguatan positif: 'Kalian semua luar biasa! Setiap orang punya kemampuan yang istimewa. Teruslah berlatih dan berani berbagi cerita.'
  • Guru menutup kelas dengan yel-yel bersama: 'Aku Bisa! — Yes!' dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menulis dapat menggambar lebih banyak dan menuliskan hanya 1 kalimat, atau menyebutkan kata kunci yang lalu dibantu guru/teman sebaya untuk dijadikan kalimat. Murid yang sudah lancar menulis didorong untuk menuliskan 3–4 kalimat dengan kata sambung ('karena', 'dan', 'juga').
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapatkan contoh kalimat starter di lembar kerjanya (misalnya: 'Aku bisa _____. Aku berlatih _____. Aku suka _____ karena _____.') Murid yang cepat dapat membantu teman sebaya yang membutuhkan atau menambahkan detail lebih banyak pada gambarnya.
  • Produk: Murid dapat memilih menyampaikan ceritanya secara lisan di depan kelas, berpasangan dengan teman, atau kepada guru secara personal — sesuai kenyamanan dan kemampuan mereka. Hasil akhir tetap berupa kartu 'Aku Bisa!' dengan tulisan dan gambar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan spontan di awal kelas: 'Siapa yang bisa menyebutkan satu hal yang kamu bisa lakukan dengan baik?' — guru mengamati dan mencatat murid yang mampu menjawab dengan kalimat lengkap, yang menjawab dengan satu kata, dan yang belum mau menjawab. Hasil digunakan untuk menentukan dukungan diferensiasi yang diperlukan.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid mengerjakan kartu 'Aku Bisa!' — guru mengisi lembar ceklis: (1) Murid dapat menentukan topik kemampuan dirinya, (2) Murid menuliskan minimal 1 kalimat sederhana, (3) Gambar sesuai dengan tulisan.
  • Pengamatan saat latihan berpasangan — guru mendengarkan apakah murid dapat membacakan kalimatnya dengan suara yang cukup keras dan artikulasi yang dapat dipahami teman.

Akhir:

  • Penilaian kartu 'Aku Bisa!' menggunakan rubrik aspek Menulis: kelengkapan kalimat, kesesuaian isi dengan kemampuan diri, dan kerapian tulisan.
  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik aspek Berbicara: artikulasi, volume suara, dan keberanian tampil di depan kelas.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi tanya jawab pemantik di pendahuluan — guru mencatat kemampuan awal murid dalam mengidentifikasi kemampuan dirinya.
  • Pengamatan proses menulis dan menggambar menggunakan lembar observasi — mencatat ketercapaian penulisan kalimat sederhana dan kesesuaian gambar dengan teks.
  • Pengamatan saat latihan berpasangan — guru mendengarkan cara murid membacakan kartunya dan memberi umpan balik langsung.

Sumatif:

  • Kartu 'Aku Bisa!' yang dikumpulkan — dinilai berdasarkan rubrik penulisan (kalimat sederhana tentang kemampuan diri).
  • Presentasi lisan di depan kelas — dinilai berdasarkan rubrik berbicara (artikulasi dan volume suara).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Kalimat Sederhana tentang Kemampuan DiriMurid belum menuliskan kalimat apapun, hanya menggambar, atau tulisan tidak dapat dibaca dan tidak terhubung dengan topik kemampuan diri.Murid menuliskan 1 kata atau 1 kalimat yang sangat singkat (hanya subjek-predikat) tentang kemampuan diri, meski ejaan belum tepat seluruhnya.Murid menuliskan 2 kalimat sederhana tentang kemampuan dirinya dengan struktur yang dapat dipahami. Gambar relevan dengan tulisan.Murid menuliskan 3 kalimat atau lebih tentang kemampuan dirinya secara runtut dan jelas. Gambar sangat sesuai dengan tulisan. Tulisan mudah dibaca.
Presentasi Lisan — Artikulasi dan Volume SuaraMurid tidak mau atau tidak dapat menyampaikan gagasan secara lisan di depan kelas, meskipun sudah diberi dorongan.Murid menyampaikan satu kalimat atau sebagian kalimat dengan suara yang sangat pelan atau artikulasi yang sulit dipahami pendengar.Murid menyampaikan gagasannya dengan suara yang cukup terdengar oleh sebagian besar teman dan artikulasi yang cukup jelas.Murid menyampaikan gagasannya dengan volume suara yang tepat (terdengar jelas oleh seluruh kelas), artikulasi yang jelas, dan penuh percaya diri.
Kesesuaian Isi — Menggambarkan Kemampuan Diri SendiriIsi tulisan dan gambar tidak berkaitan dengan kemampuan diri sendiri atau tidak dapat dipahami.Isi tulisan atau gambar menunjukkan upaya untuk menggambarkan kemampuan diri, tetapi sangat umum atau kurang jelas.Isi tulisan dan gambar dengan jelas menggambarkan satu kemampuan diri yang spesifik.Isi tulisan dan gambar menggambarkan kemampuan diri secara spesifik dan disertai alasan atau penjelasan mengapa murid menyukai atau bangga dengan kemampuan tersebut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menuliskan minimal 1 kalimat tentang kemampuan dirinya? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah langkah-langkah kegiatan inti (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi) berjalan sesuai alokasi waktu? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan efektif mendukung murid dengan kemampuan yang beragam?
  • Bagaimana suasana kelas saat sesi presentasi? Apakah murid merasa aman dan nyaman untuk tampil?

Refleksi Murid:

  • Satu kemampuanku yang aku ceritakan hari ini adalah... (sebutkan).
  • Saat presentasi di depan kelas, aku merasa... (senang / gugup / berani).
  • Cerita teman yang paling aku ingat hari ini adalah cerita tentang... karena...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  3. Lembar kerja kartu 'Aku Bisa!' (kertas A5 dengan kotak gambar di atas dan baris tulis di bawah) — disiapkan guru
  4. Contoh kartu 'Aku Bisa!' buatan guru sebagai model
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan contoh kalimat
  6. Krayon atau pensil warna untuk menggambar
  7. Musik instrumental lembut (opsional, untuk suasana kerja mandiri)
  8. Lembar observasi guru (ceklis penilaian proses menulis dan presentasi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.