Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Pengayaan dan Menceritakan Kembali ('Aku Bisa Memahami Cerita!')

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca Teks Pengayaan dan Menceritakan Kembali ('Aku Bisa Memahami Cerita!')". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Pengayaan dan Menceritakan Kembali ('Aku Bisa Memahami Cerita!')

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca Teks Pengayaan dan Menceritakan Kembali ('Aku Bisa Memahami Cerita!')

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca Teks Pengayaan dan Menceritakan Kembali ('Aku Bisa Memahami Cerita!')
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca terbimbing teks fiksi atau nonfiksi bertema kemampuan dan gerak, murid dapat memahami isi teks yang dibaca dengan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan secara benar.
  2. Melalui kegiatan bercerita dengan bantuan gambar, murid dapat menceritakan kembali isi teks yang telah dibaca dengan runtut dan jelas secara lisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal yang paling kamu sukai dan kamu bisa lakukan dengan baik? Ceritakan kepada teman-temanmu!
  2. Pernahkah kamu membaca atau mendengar cerita tentang seseorang yang bisa melakukan sesuatu yang hebat? Apa yang dia bisa lakukan?
  3. Kalau kamu ingin menceritakan sebuah cerita kepada teman, dari mana kamu akan mulai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang paling kamu bisa lakukan dengan baik?' — beri kesempatan 2–3 anak menjawab secara lisan (3 menit).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menunjukkan gambar seorang anak sedang melakukan suatu kegiatan (berlari, menggambar, atau bernyanyi) dan bertanya, 'Coba ceritakan, apa yang sedang dilakukan anak di gambar ini?' — untuk mengukur kemampuan awal memahami gambar dan mengungkapkan gagasan lisan (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan membaca cerita bersama tentang anak yang punya kemampuan luar biasa, lalu kita akan berlatih menceritakannya kembali.' (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan sampul atau halaman pertama teks pengayaan (fiksi/nonfiksi bertema kemampuan dan gerak, misalnya cerita anak yang bisa berlari cepat atau anak yang bisa melukis indah). Guru bertanya: 'Kira-kira cerita ini tentang apa?' untuk mengaktifkan prediksi murid. (Berkesadaran)
  • Guru membacakan teks pengayaan dengan suara jelas, ekspresif, dan menunjuk gambar/kata kunci yang dibaca agar murid dapat mengikuti. Guru berhenti di bagian penting dan bertanya singkat, misal: 'Apa yang baru saja kita baca?' (Bermakna)
  • Setelah membaca, guru membagikan lembar pertanyaan bergambar (3–4 pertanyaan sederhana tentang isi teks: siapa tokohnya, apa yang bisa dia lakukan, bagaimana akhir ceritanya). Murid menjawab secara lisan satu per satu atau berpasangan, guru mendampingi. (Berkesadaran, Bermakna)
  • Guru mengonfirmasi jawaban murid dengan cara membacakan ulang kalimat kunci dari teks sebagai rujukan, sehingga murid memahami hubungan antara teks dan jawaban mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan 'Kartu Cerita': 3–4 kartu bergambar yang menampilkan urutan kejadian dalam teks (awal, tengah, akhir cerita). Kartu ditempelkan di papan secara acak. (Menggembirakan)
  • Guru mengajak murid bersama-sama mengurutkan Kartu Cerita sesuai isi teks. Guru bertanya: 'Mana yang terjadi pertama kali? Lalu apa yang terjadi selanjutnya?' Murid maju satu per satu untuk memindahkan kartu ke urutan yang benar. (Bermakna, Menggembirakan)
  • Setelah urutan disepakati bersama, murid berlatih menceritakan kembali isi teks secara lisan dengan panduan Kartu Cerita. Dimulai dari guru sebagai model, lalu beberapa murid mencoba bergantian di depan kelas atau dalam kelompok kecil. (Bermakna)
  • Asesmen Proses: Guru mengamati dan mencatat kemampuan murid dalam menjawab pertanyaan isi teks dan menceritakan kembali menggunakan kartu cerita, dengan menggunakan lembar observasi sederhana (centang per aspek: keruntutan, kejelasan, kelengkapan tokoh/kejadian).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid mengambil selembar kertas kecil (atau 'tiket keluar'). Guru meminta mereka menggambar satu hal yang paling mereka ingat dari cerita yang dibaca hari ini, lalu menuliskan (atau mendiktekan kepada guru) satu kata atau kalimat tentang gambar tersebut. (Berkesadaran, Menggembirakan)
  • Beberapa murid secara sukarela memperlihatkan gambarnya dan menceritakan ulang secara singkat: 'Ini gambar... karena di cerita tadi...' — guru memberi umpan balik positif dan spesifik. (Berkesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kelas: 'Dari cerita tadi, apa yang bisa kita pelajari tentang kemampuan diri kita sendiri?' untuk menghubungkan isi cerita dengan pengalaman hidup murid. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama: 'Hari ini kita sudah membaca cerita tentang apa? Siapa yang bisa menceritakan kembali secara singkat?' (3 menit).
  • Asesmen Akhir: Satu atau dua murid dipilih (secara bergilir atau acak) untuk menceritakan kembali isi teks secara lisan tanpa bantuan Kartu Cerita, hanya menggunakan ingatan mereka — guru menilai menggunakan rubrik. (5 menit).
  • Guru membagikan 'Bintang Cerita' (stiker atau gambar bintang sederhana) kepada setiap murid sebagai apresiasi atas partisipasi hari ini. (2 menit).
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: 'Kalian semua hebat! Dengan terus berlatih membaca dan bercerita, kalian pasti semakin pandai.' (1 menit).
  • Berdoa bersama dan salam penutup. (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks pengayaan versi lebih pendek dengan lebih banyak gambar pendukung. Untuk murid yang sudah lancar, guru menyediakan teks pengayaan dengan kosakata yang sedikit lebih beragam atau cerita yang lebih panjang.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan isi bacaan secara lisan dengan bantuan guru (scaffolding pertanyaan bertahap: dari pertanyaan 'apa' yang konkret ke 'mengapa' yang lebih dalam). Murid yang sudah mandiri didorong menceritakan kembali tanpa bantuan Kartu Cerita dan menambahkan pendapat pribadi mereka tentang tokoh.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menunjukkan pemahaman melalui gambar dan satu kalimat lisan singkat. Murid yang lebih berkembang dapat menceritakan kembali dalam 3–5 kalimat lisan yang runtut dan menambahkan ekspresi atau intonasi yang sesuai.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan gambar seorang anak sedang beraktivitas dan meminta murid menceritakan apa yang mereka lihat secara lisan — untuk mengetahui kemampuan awal memahami gambar dan mengungkapkan gagasan.
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Pernahkah kalian membaca atau mendengar cerita? Cerita tentang apa?' — untuk mengukur pengalaman literasi murid sebelum kegiatan dimulai.

Proses:

  • Observasi aktif saat murid menjawab pertanyaan tentang isi teks secara lisan (ketepatan, keberanian menjawab).
  • Pengamatan saat murid mengurutkan Kartu Cerita dan menceritakan kembali dalam kelompok kecil — guru mencatat keruntutan urutan cerita dan kejelasan lisan.
  • Umpan balik lisan yang spesifik dari guru kepada murid selama latihan bercerita ('Bagus! Kamu sudah menyebutkan tokohnya. Coba tambahkan apa yang dia lakukan.').

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan individual: murid menceritakan kembali isi teks yang dibaca hari ini secara lisan di hadapan guru, dinilai menggunakan rubrik 4 level dengan aspek pemahaman isi dan keruntutan cerita.
  • Tiket Keluar: murid menggambar satu adegan dari cerita dan menjelaskannya dalam satu kalimat — digunakan guru untuk mengevaluasi pemahaman keseluruhan sebelum pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan tanya jawab tentang isi teks (mencatat ketepatan jawaban murid terhadap pertanyaan isi bacaan).
  • Pengamatan saat murid mengurutkan Kartu Cerita dan berlatih menceritakan kembali dalam kelompok atau berpasangan.
  • Lembar observasi sederhana dengan aspek: (1) ketepatan menjawab pertanyaan isi teks, (2) keruntutan cerita, (3) kejelasan pengucapan lisan.

Sumatif:

  • Penilaian lisan individual di akhir pembelajaran: murid menceritakan kembali isi teks secara lisan menggunakan atau tanpa Kartu Cerita, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Tiket Keluar berupa gambar dan kalimat singkat yang mencerminkan pemahaman murid terhadap isi teks.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Isi Teks (menjawab pertanyaan tentang isi bacaan)Murid belum dapat menjawab pertanyaan tentang isi teks, atau jawaban tidak berkaitan dengan isi bacaan sama sekali.Murid dapat menjawab 1 dari 3 pertanyaan tentang isi teks dengan benar, dengan banyak bantuan dari guru.Murid dapat menjawab 2–3 pertanyaan tentang isi teks dengan benar, dengan sedikit bantuan dari guru.Murid dapat menjawab semua pertanyaan tentang isi teks dengan benar dan mandiri, serta mampu menjelaskan jawabannya dengan kalimat sendiri.
Keruntutan Cerita (menceritakan kembali secara berurutan)Murid belum dapat menceritakan kembali isi teks, atau hanya menyebutkan satu kata tanpa konteks.Murid dapat menceritakan sebagian isi teks namun urutan kejadian belum runtut, perlu banyak panduan dari guru.Murid dapat menceritakan kembali sebagian besar isi teks dengan urutan yang sudah runtut (awal, tengah, akhir), dengan sedikit bantuan Kartu Cerita.Murid dapat menceritakan kembali seluruh isi teks secara runtut dari awal hingga akhir secara mandiri, dengan atau tanpa Kartu Cerita.
Kejelasan Lisan (ketepatan pengucapan dan kelancaran berbicara)Ucapan murid tidak jelas dan sangat sulit dipahami, atau murid tidak mau berbicara.Murid berbicara dengan suara sangat pelan atau pengucapan kurang jelas sehingga sebagian besar kalimat sulit dipahami.Murid berbicara dengan cukup jelas dan sebagian besar kalimat dapat dipahami, meskipun ada jeda panjang atau pengulangan.Murid berbicara dengan jelas, lancar, dan mudah dipahami; menggunakan intonasi yang sesuai dengan isi cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan membaca terbimbing dan bercerita hari ini? Siapa yang tampak kesulitan dan perlu perhatian lebih lanjut?
  • Apakah Kartu Cerita efektif membantu murid memahami urutan cerita? Apakah media ini perlu dimodifikasi untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan tiket keluar? Apakah gambar dan kalimat mereka mencerminkan pemahaman yang diharapkan?

Refleksi Murid:

  • Cerita apa yang kita baca hari ini? Apa bagian yang paling kamu suka dari cerita tersebut?
  • Apakah kamu sudah bisa menceritakan kembali isi cerita tadi? Bagian mana yang masih terasa sulit untukmu?
  • Apa yang ingin kamu lakukan setelah mendengar cerita tentang anak yang bisa melakukan sesuatu dengan hebat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi), Penulis: Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023 — teks pengayaan pada Bab 4.
  2. Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi) — panduan kegiatan Bab 4.
  3. Kartu Cerita: 3–4 kartu bergambar urutan kejadian dalam teks (dibuat guru, dicetak atau digambar tangan).
  4. Lembar pertanyaan bergambar: lembar kerja sederhana berisi 3–4 pertanyaan tentang isi teks dengan ruang gambar/jawaban lisan.
  5. Papan tempel atau magnet untuk menempel dan mengurutkan Kartu Cerita di depan kelas.
  6. Stiker atau gambar 'Bintang Cerita' untuk apresiasi murid.
  7. Kertas kecil untuk tiket keluar (tiap murid mendapatkan satu lembar).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.