Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak dan Memahami Teks tentang Aneka Gerak Binatang ('Aku Bisa Bergerak!')

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak dan Memahami Teks tentang Aneka Gerak Binatang ('Aku Bisa Bergerak!')". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak dan Memahami Teks tentang Aneka Gerak Binatang ('Aku Bisa Bergerak!')

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak dan Memahami Teks tentang Aneka Gerak Binatang ('Aku Bisa Bergerak!')

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak dan Memahami Teks tentang Aneka Gerak Binatang ('Aku Bisa Bergerak!')
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak teks aural bergambar tentang aneka gerak binatang yang dibacakan guru, murid dapat memahami informasi pokok dari teks tersebut dengan benar.
  2. Melalui kegiatan menyimak teks tentang aneka gerak binatang, murid dapat merespons pertanyaan guru tentang isi teks dengan menjawab secara lisan menggunakan kalimat sederhana yang santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Binatang apa saja yang kalian tahu bisa bergerak dengan cara yang unik atau berbeda?
  2. Bagaimana cara gajah, kelinci, dan burung bergerak? Apakah gerakannya sama atau berbeda?
  3. Pernahkah kalian meniru gerakan binatang? Gerakan binatang apa yang pernah kalian coba tiru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan tepuk semangat bersama untuk menciptakan suasana gembira dan siap belajar (2 menit).
  • Asesmen awal: Guru menunjukkan 3–4 gambar binatang (gajah, kelinci, burung, monyet) dan bertanya, 'Siapa yang tahu binatang ini? Bagaimana cara binatang ini bergerak?' Guru mencatat respons murid sebagai gambaran pengetahuan awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang murid menjawab bebas tanpa dinilai benar/salah, untuk membangun rasa ingin tahu (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan mendengarkan cerita seru tentang binatang-binatang yang bisa bergerak, dan kalian akan ikut menirukan gerakannya!' (2 menit).
  • Guru mengingatkan aturan menyimak yang baik: duduk tenang, mata melihat guru, telinga mendengar, mulut diam saat guru membaca (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperlihatkan halaman pembuka Buku Siswa Bab 4 (gambar binatang-binatang bergerak) dan meminta murid mengamati gambar selama 1–2 menit secara saksama (Berkesadaran).
  • Guru mengajukan pertanyaan pra-simak: 'Binatang apa saja yang kalian lihat? Apa yang sedang mereka lakukan?' — murid merespons secara bebas untuk mengaktifkan skema pengetahuan awal (Bermakna).
  • Guru membacakan teks aural bergambar 'Aku Bisa Bergerak!' dari Buku Siswa (halaman 85–92) dengan suara jelas, ekspresif, dan intonasi yang menarik. Saat menyebut setiap binatang, guru menunjuk gambar yang sesuai (Menggembirakan).
  • Setelah selesai membaca, guru mengajak murid untuk diam sejenak dan mengingat kembali isi cerita yang baru saja didengar — 'Tutup mata sebentar, bayangkan lagi binatang-binatang tadi!' (Berkesadaran).
  • Guru membacakan ulang teks satu kali lagi dengan tempo lebih lambat, sambil sesekali berhenti dan bertanya, 'Binatang apa ini? Apa yang dilakukannya?' untuk membangun pemahaman bertahap (Bermakna).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid melakukan 'Gerak dan Cerita': setiap kali guru menyebut nama binatang dalam teks, murid menirukan gerakannya — mengentakkan kaki seperti gajah, melompat seperti kelinci, mengepakkan tangan seperti burung, berdansa seperti monyet (Menggembirakan).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan satu per satu kepada murid secara bergantian: 'Binatang apa yang menari dalam cerita tadi?', 'Bagaimana cara kelinci bergerak?', 'Apa bunyi yang dikeluarkan monyet?' — murid menjawab dengan kalimat sederhana (Bermakna).
  • Guru memandu tanya-jawab berpasangan: murid saling bertanya kepada teman sebangku tentang salah satu binatang dalam cerita menggunakan kalimat, 'Bagaimana cara... bergerak?' dan menjawab dengan kalimat sederhana yang santun (Kolaborasi, Menggembirakan).
  • Guru berkeliling memantau percakapan murid, memberikan umpan balik positif, dan mencatat murid yang perlu bimbingan tambahan sebagai asesmen proses (Berkesadaran).
  • Beberapa pasang murid diundang untuk memperagakan percakapan mereka di depan kelas — murid lain diberi kesempatan menambahkan atau merespons (Komunikasi, Menggembirakan).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (atau tetap di tempat duduk) dan bertanya, 'Dari semua binatang dalam cerita tadi, mana yang paling kalian ingat? Mengapa?' — murid menjawab secara lisan bergantian (Bermakna).
  • Guru memandu murid untuk merefleksikan pengalaman belajar: 'Apakah kalian merasa mudah atau susah mendengarkan cerita tadi? Bagian mana yang paling seru?' (Berkesadaran).
  • Guru meminta 2–3 murid menceritakan kembali satu bagian cerita dengan kalimat sendiri — ini sekaligus menjadi asesmen akhir lisan (Bermakna, Komunikasi).
  • Guru memberikan penguatan: menegaskan kembali informasi pokok dari teks (nama binatang dan cara geraknya) dengan bantuan gambar di papan tulis atau Buku Siswa (Berkesadaran).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan bersama: 'Hari ini kita sudah mendengar cerita tentang binatang apa saja? Bagaimana cara mereka bergerak?' (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka hari ini dengan tepuk 'Luar Biasa' bersama (1 menit).
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Di rumah, coba ceritakan kepada ayah atau ibu tentang binatang-binatang dalam cerita tadi dan gerakannya!' (1 menit).
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama dan mengucapkan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan nama binatang dalam Bahasa Indonesia, guru menyediakan kartu gambar binatang berlabel (bergambar + nama) yang dapat dipegang murid saat menyimak, sehingga mereka dapat mengasosiasikan gambar dengan kata.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru memberikan pertanyaan bertingkat rendah ('Ini binatang apa?', 'Apa warnanya?') sebelum pertanyaan utama tentang gerak binatang. Untuk murid yang cepat memahami: guru mendorong mereka membuat kalimat yang lebih lengkap dan menambahkan alasan ('Kelinci melompat karena...').
  • Produk: Murid yang belum lancar berbicara dapat merespons dengan menunjuk gambar atau menirukan gerakan binatang sebagai bentuk jawaban. Murid yang sudah lancar didorong untuk menjawab dalam 2–3 kalimat lengkap dan menggunakan kata-kata baru dari teks.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan gambar 3–4 binatang (gajah, kelinci, burung, monyet) dan bertanya secara lisan: 'Siapa yang tahu nama binatang ini? Bagaimana cara binatang ini bergerak?' — jawaban murid digunakan untuk memetakan pengetahuan awal tentang gerak binatang sebelum menyimak teks.
  • Guru mencatat murid yang sudah mengenal nama binatang dan yang belum, sebagai acuan untuk diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Selama kegiatan 'Gerak dan Cerita', guru mengobservasi apakah murid merespons nama binatang dengan gerakan yang tepat sebagai indikator pemahaman terhadap isi teks.
  • Saat tanya-jawab lisan, guru mencatat nama murid yang dapat menjawab dengan kalimat sederhana dan santun, serta murid yang belum dapat merespons secara verbal.
  • Saat tanya-jawab berpasangan, guru berkeliling dan mencatat kualitas percakapan: apakah murid menggunakan kalimat (bukan kata tunggal) dan bersikap santun kepada teman.

Akhir:

  • Tanya-jawab lisan individual: guru mengajukan 2 pertanyaan kepada setiap murid — (1) 'Binatang apa saja yang ada dalam cerita tadi?' dan (2) 'Bagaimana cara [nama binatang] bergerak?' — dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek Pemahaman Isi Teks dan aspek Berbicara Santun.
  • Guru mendokumentasikan hasil asesmen akhir pada lembar observasi kelas sebagai bukti pencapaian TP 1.4.1.1 dan 1.4.1.2.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama kegiatan menyimak: apakah murid menunjukkan sikap menyimak yang baik (duduk tenang, mata ke guru, tidak mengganggu teman).
  • Observasi dan catatan anekdot saat kegiatan tanya-jawab berpasangan: apakah murid dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan tentang isi teks dengan kalimat sederhana.
  • Checklist lisan: guru menandai murid yang mampu menyebutkan minimal 2 binatang dan cara geraknya dari teks yang didengar.

Sumatif:

  • Tanya-jawab lisan individual di tahap Merefleksi: guru mengajukan 2 pertanyaan kepada masing-masing murid tentang informasi pokok teks (nama binatang dan cara geraknya) dan menilai ketepatan serta kesantunan jawaban menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Informasi Pokok Teks (TP 1.4.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan binatang atau informasi gerak dari teks yang disimak, meskipun sudah dibantu dengan gambar.Murid dapat menyebutkan 1 binatang dari teks dengan bantuan gambar atau pertanyaan pancingan dari guru, namun belum dapat menjelaskan cara geraknya.Murid dapat menyebutkan 2–3 binatang dari teks dan menjelaskan cara gerak salah satunya dengan kalimat sederhana tanpa bantuan berlebih.Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih binatang dari teks dan menjelaskan cara gerak masing-masing binatang dengan kalimat sederhana yang lengkap dan benar secara mandiri.
Merespons Pertanyaan secara Lisan dengan Kalimat Santun (TP 1.4.1.2)Murid tidak merespons pertanyaan guru atau hanya diam, bahkan dengan dorongan dan bantuan gambar.Murid merespons pertanyaan guru dengan kata tunggal atau gerak tubuh (menunjuk/meniru), belum menggunakan kalimat.Murid menjawab pertanyaan guru dengan kalimat sederhana (minimal subjek + predikat) dan cukup santun (tidak memotong pembicaraan, nada sopan).Murid menjawab pertanyaan guru dengan kalimat sederhana yang lengkap, jelas, dan santun, serta menambahkan informasi tambahan dari teks secara spontan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlihat menyimak dengan penuh perhatian saat teks dibacakan? Apa yang perlu saya ubah agar penyampaian lebih menarik?
  • Apakah pertanyaan lisan yang saya ajukan sudah sesuai dengan kemampuan murid kelas 1? Apakah ada pertanyaan yang terlalu sulit atau terlalu mudah?
  • Murid mana yang belum dapat merespons secara lisan? Dukungan apa yang perlu saya siapkan pada pertemuan berikutnya untuk mereka?
  • Apakah kegiatan diferensiasi yang saya lakukan sudah membantu semua murid, baik yang cepat maupun yang lambat dalam memahami teks?

Refleksi Murid:

  • Binatang apa yang paling kamu ingat dari cerita tadi? Apa yang dilakukan binatang itu?
  • Apakah kamu merasa senang hari ini? Kegiatan mana yang paling kamu suka?
  • Apakah kamu sudah bisa menjawab pertanyaan tentang cerita binatang tadi? Bagian mana yang masih terasa susah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Bab 4, halaman 85–92
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  3. Kartu gambar binatang berlabel (gajah, kelinci, burung, monyet) — dibuat atau dicetak guru sebagai alat bantu visual
  4. Papan tulis atau media tayang (bila tersedia) untuk menampilkan gambar binatang selama pembelajaran
  5. Lembar observasi/checklist guru untuk pencatatan asesmen proses dan asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.