Modul AjarBab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Bab 4: Aku Bisa!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 1 untuk Bab 4 "Aku Bisa!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Bab 4: Aku Bisa!

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Aku Bisa!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Aku Bisa!
Alokasi Waktu34 JP (34 x 35 menit = 1190 menit)
Jumlah Pertemuan15
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka gerak binatang yang berkaitan dengan diri
  2. TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri
  3. TP 1.4.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri
  4. TP 1.4.4 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang didengar tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri
  5. TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Binatang apa saja yang bergerak dengan cara melompat?
  2. Mengapa tubuh kita perlu bergerak dan melompat dengan gembira seperti kelinci dan katak?
  3. Bagaimana laba-laba dan ikan lele bergerak ketika mencari makan?
  4. Apa pesan yang bisa kita tiru saat melihat binatang tidak pernah menyerah saat merayap atau berenang?
  5. Siapa saja binatang yang ada di dalam cerita fabel yang kita dengar?
  6. Gerakan apa saja yang dilakukan oleh binatang dalam cerita tersebut?
  7. Dapatkah kamu menceritakan kembali apa yang terjadi pada binatang tersebut dari awal sampai akhir?
  8. Gerakan tubuh apa saja yang biasa kamu lakukan saat berolahraga atau bermain?
  9. Bagaimana caramu menceritakan kembali kegiatan gerak tubuh yang baru saja kamu dengar?
  10. Apa yang sedang dilakukan anak pada gambar yang ditunjukkan guru?
  11. Bagian tubuh mana yang bergerak saat kamu melompat seperti gambar itu?
  12. Apa yang sedang dilakukan anak pada gambar pertama dan gambar berikutnya?
  13. Bagaimana urutan gerakan tubuh saat melompati rintangan dari awal sampai selesai?
  14. Bagaimana bunyi suku kata saat kita membaca 'la-ri' dan 'lo-m-pat'?
  15. Siapa yang bisa langsung membaca bunyi kartu suku kata ini tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
  16. Kata gerakan apa saja yang memiliki dua ketukan saat diucapkan?
  17. Bagaimana caramu membaca kata gerakan tanpa mengeja hurufnya satu demi satu?
  18. Bagaimana caramu membaca kalimat pendek tentang gerakan tubuh tanpa mengeja satu per satu?
  19. Kata gerakan apa saja yang dapat kamu temukan di dalam kalimat pendek hari ini?
  20. Huruf apa saja yang kita rangkai untuk menulis suku kata 'la' dan 'lu'?
  21. Bagaimana bentuk tulisan suku kata awal dari gerakan melompat dan lari pada kertas kita?
  22. Gerakan apa yang biasa kalian lakukan saat berolahraga atau bermain?
  23. Bagaimana bentuk tulisan kata gerakan tersebut jika dirangkai dari dua suku kata?
  24. Bagaimana caramu menuliskan kata gerakan tubuh yang berakhiran bunyi konsonan di buku tulismu?
  25. Huruf apa saja yang kamu susun untuk menulis kata 'lompat' dan 'merayap'?
  26. Gerakan apa saja yang bisa dilakukan oleh kaki dan tanganmu?
  27. Bagaimana caramu membaca dan menulis kata gerakan tersebut di buku?
  28. Apa pesan yang ingin disampaikan oleh cerita katak yang rajin melompat?
  29. Bagaimana caramu menceritakan kembali gerakan binatang yang kamu dengar kepada teman?
  30. Gerakan binatang apa saja yang sudah kita pelajari dan tirukan bersama?
  31. Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu sudah bisa membaca, menulis, dan menceritakan gerakan tubuhmu sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang aneka gerak binatang melompat berkaitan dengan diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka gerak binatang yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengamati kartu gambar katak dan kelinci yang sedang melompat, lalu mengaitkannya dengan gerak tubuh manusia saat melompat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu bait pantun jenaka: 'Lompat tinggi si katak hijau, hinggap sebentar di atas batu. Ayo kawan jangan menggalau, mari melompat sehatkan tubuhmu.' Guru meminta murid mengangkat tangan dan memilih satu pesan dari dua pilihan yang dibacakan: (A) Melompat membuat tubuh sehat dan ceria, atau (B) Melompat membuat kita cepat lelah dan tidur (acuan jawaban benar: A) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan dongeng fabel berima berjudul 'Lompatan Kiki Kelinci': 'Kiki si kelinci kecil suka sekali melompat di padang rumput. Kiki melompat ke kanan dan ke kiri agar kakinya kuat dan hatinya selalu riang. Kiki mengajak teman-temannya melompat bersama supaya tubuh bugar dan tidak malas bergerak.' Guru membacakan dengan pelafalan jelas dan intonasi ekspresif (10 menit).
  • Guru memberikan 3 pertanyaan lisan mengenai pesan cerita untuk mengecek pemahaman murid secara terbimbing: (1) 'Mengapa Kiki suka melompat?' (acuan: agar kakinya kuat dan hatinya riang), (2) 'Apa ajakan Kiki kepada teman-temannya?' (acuan: melompat bersama agar tubuh bugar dan tidak malas), (3) 'Apa pesan cerita bagi tubuh kita?' (acuan: kita harus rajin bergerak dan melompat agar tubuh sehat dan ceria) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan kuis gerak mendengarkan 'Lompat Pesan Benar': Guru membacakan 3 pernyataan pesan teks. Jika pernyataan sesuai pesan dongeng Kiki, murid melompat satu kali ke depan sambil tersenyum; jika tidak sesuai, murid diam berdiri di tempat. Pernyataan 1: 'Kita harus rajin menggerakkan tubuh agar sehat seperti Kiki melompat' (acuan: Benar - murid melompat). Pernyataan 2: 'Kita lebih baik diam bermalas-malasan di tempat tidur' (acuan: Salah - murid diam). Pernyataan 3: 'Melompat dengan ceria membuat hati riang dan tubuh bugar' (acuan: Benar - murid melompat) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Menunjukkan Pesan secara mandiri. Guru membacakan 3 butir soal bergambar pilihan ganda (memilih dengan memberi tanda centang pada ikon gambar pesan yang sesuai). Butir 1: 'Pesan Kiki tentang manfaat melompat bagi tubuh' -> Pilihan: (A) Gambar anak melompat dengan ceria dan bugar, (B) Gambar anak duduk lemas cemberut (acuan kunci: A). Butir 2: 'Sikap yang dipesankan cerita jika diajak bergerak melompat' -> Pilihan: (A) Ikut bergerak dengan semangat, (B) Menolak dan tidur (acuan kunci: A). Butir 3: 'Pesan cerita Kiki untuk diri kita setiap hari' -> Pilihan: (A) Jangan malas bergerak agar tubuh kuat, (B) Diam saja sepanjang hari (acuan kunci: A) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid membahas kunci jawaban dari 3 butir soal lembar kerja, di mana murid mencocokkan hasil pilihannya dan menyadari pesan pentingnya melompat bagi kebugaran diri sendiri (10 menit).
  • Murid menunjukkan ekspresi kartu emotikon (senang/bingung) untuk menyampaikan tingkat kemudahannya dalam menemukan pesan cerita yang didengar (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan kembali pesan utama teks aural yang telah disimak bersama, yaitu pentingnya bergerak aktif dan melompat untuk menjaga kesehatan tubuh diri sendiri (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan refleksi pesan lisan: 'Jika tubuh kita terasa kaku, apa pesan dari cerita Kiki tadi yang bisa kita lakukan?' (acuan kunci: bangun dan bergerak/melompat agar tubuh sehat dan segar kembali) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didukung dengan kartu petunjuk visual bergambar anak melompat bugar saat menyimak teks aural; murid yang cepat menyimak teks aural dengan variasi rincian manfaat gerak melompat yang lebih mendalam.
  • Proses: Pada saat pengerjaan lembar kerja, murid yang membutuhkan bimbingan dibacakan ulang pilihan jawabannya secara perlahan; murid yang mahir memilih jawaban secara mandiri setelah satu kali pembacaan.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman pesan melalui tanda centang gambar pada lembar kerja pilihan ganda atau menunjuk langsung pilihan kartu gambar yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan memilih 1 dari 2 opsi pesan pantun yang dibacakan guru: Opsi (A) Melompat membuat tubuh sehat dan ceria, atau Opsi (B) Melompat membuat kita cepat lelah dan tidur (acuan kunci: A).

Proses:

  • Pengamatan ketepatan murid dalam merespons 3 pernyataan pada kuis gerak 'Lompat Pesan Benar': Pernyataan 1 (Benar - lompat), Pernyataan 2 (Salah - diam), Pernyataan 3 (Benar - lompat).
  • Pemeriksaan ketepatan lembar kerja bergambar berisi 3 butir soal: Butir 1 (kunci: A - anak melompat ceria dan bugar), Butir 2 (kunci: A - ikut bergerak dengan semangat), Butir 3 (kunci: A - jangan malas bergerak agar tubuh kuat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Jika tubuh kita terasa kaku, apa pesan dari cerita Kiki tadi yang bisa kita lakukan?' (acuan kunci: menggerakkan tubuh/melompat agar sehat dan bugar).

Formatif:

  • Unjuk respon fisik pada permainan kuis gerak 'Lompat Pesan Benar' (3 butir pernyataan)
  • Tes tertulis pilihan bergambar pada Lembar Kerja Menunjukkan Pesan Teks Aural (3 butir soal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang berkaitan dengan diriBelum mampu menunjukkan pesan teks sastra aural yang didengar (0 butir tepat dari 3 butir soal lembar kerja).Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural yang didengar dengan bantuan bimbingan penuh guru (hanya 1 butir tepat dari 3 butir soal lembar kerja; acuan kunci: Butir 1=A, Butir 2=A, Butir 3=A).Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural yang didengar secara mandiri (tepat memilih 2 butir dari 3 butir soal lembar kerja; acuan kunci: Butir 1=A, Butir 2=A, Butir 3=A).Mampu menunjukkan seluruh pesan teks sastra aural yang didengar secara mandiri dan tepat (seluruh 3 butir tepat pada lembar kerja; acuan kunci: Butir 1=A, Butir 2=A, Butir 3=A).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural bertema fabel binatang melompat yang dibacakan cukup menarik perhatian seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan kuis gerak dalam menunjukkan pesan cerita?

Murid:

  • Bagian cerita mana tentang Kiki Kelinci yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu ingin melompat dengan gembira agar tubuhmu bertambah sehat?

Pertemuan 2 — Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang aneka gerak binatang merayap dan berenang berkaitan dengan diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka gerak binatang yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan teks aural pendek: 'Semut kecil merayap perlahan membawa remah roti. Semut tidak menyerah sampai tiba di sarang.' Lalu menanyakan pesan dari teks tersebut (acuan jawaban: semut pantang menyerah/terus berusaha sampai berhasil) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak dengan berkesadaran saat guru membacakan fabel aural 1 berjudul 'Kura-kura Kecil Belajar Berenang': 'Kura-kura kecil takut air yang dalam. Namun, ia tetap menggerakkan kakinya berenang perlahan bersama induknya hingga akhirnya bisa menyeberangi kolam.' (15 menit).
  • Guru memandu murid memaknai isi cerita dan menemukan pesan teks aural yang berkaitan dengan sikap diri saat belajar hal baru, yaitu rasa berani mencoba dan tidak mudah putus asa (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak fabel aural 2 berjudul 'Laba-laba yang Tekun': 'Laba-laba merayap di dinding yang licin. Walau angin bertiup, laba-laba terus merayap hingga sarangnya selesai dirajut dengan rapi.' (15 menit).
  • Dalam permainan menggembirakan 'Pilih Pesan Benar', murid mendengarkan 3 pilihan kartu pesan yang dibacakan guru: (A) Menyerah jika menghadapi hal sulit, (B) Terus berusaha dengan tekun hingga pekerjaan selesai, (C) Menunggu bantuan orang lain tanpa bergerak. Murid secara mandiri mengangkat kartu pilihan yang menunjukkan pesan teks tersebut (acuan jawaban benar: Kartu B) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menghubungkan pesan tekun dan berani dari gerak binatang merayap dan berenang tersebut dengan tindakan diri sendiri sehari-hari melalui lembar ceklis gambar tindakan (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pesan utama yang didengar hari ini tentang sikap pantang menyerah dan tekun seperti binatang yang merayap dan berenang (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menunjukkan pesan teks aural, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks aural dibacakan dengan penekanan intonasi kata kunci; bagi murid yang lebih cepat, disediakan fabel aural tambahan dengan pesan yang lebih tersirat.
  • Proses: Murid yang belum lancar memilih pesan difasilitasi dengan petunjuk kata kunci visual; murid mandiri langsung menentukan pesan setelah satu kali penyimakan.
  • Produk: Menunjukkan pesan dapat dilakukan melalui memilih kartu simbol pesan bergambar atau menyebutkan pilihan secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru membacakan cuplikan teks aural 'Semut kecil merayap membawa remah roti tanpa menyerah' dan meminta murid menunjukkan pesan sikap yang terkandung (acuan: sikap pantang menyerah/terus berusaha).

Proses:

  • Formatif pada tahap Mengaplikasi: Murid memilih 1 dari 3 kartu pesan dari fabel 'Laba-laba yang Tekun' yang dibacakan guru: Kartu A ('Menyerah jika sulit'), Kartu B ('Terus berusaha dengan tekun hingga pekerjaan selesai'), Kartu C ('Menunggu bantuan tanpa bergerak'). (Acuan jawaban benar: Kartu B).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir inti/penutup: Murid menunjukkan 1 pesan yang berkaitan dengan diri dari fabel 'Kura-kura Kecil Belajar Berenang' dari 2 pilihan kartu: (1) Berani mencoba hal baru walau takut, (2) Diam saja di darat karena takut air. (Acuan jawaban benar: Pilihan 1).

Formatif:

  • Unjuk kerja memilih/menunjukkan kartu pesan yang tepat dari teks aural fabel yang dibacakan guru.
  • Ceklis observasi ketepatan menunjukkan pesan moral yang berkaitan dengan diri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang berkaitan dengan diriBelum mampu menunjukkan pesan dari teks sastra aural yang diperdengarkan meskipun telah diberikan pilihan jawaban.Mampu menunjukkan pesan dari teks sastra aural dengan bantuan dan bimbingan penuh dari guru saat memilih opsi.Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang (merayap/berenang) secara tepat dan mandiri sesuai acuan jawaban.Mampu menunjukkan seluruh pesan dari berbagai teks sastra aural yang diperdengarkan secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan memiliki artikulasi dan intonasi yang cukup jelas untuk disimak seluruh murid?
  • Bagaimana respons murid saat mengaitkan pesan fabel gerak binatang dengan sikap diri sehari-hari?

Murid:

  • Cerita binatang mana yang paling kamu sukai saat dibacakan guru tadi?
  • Pesan baik apa yang ingin kamu lakukan setelah mendengar cerita laba-laba dan kura-kura?

Pertemuan 3 — Menceritakan kembali isi teks dongeng fabel yang didengar tentang aneka gerak binatang secara terbimbing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang didengar tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar fisik serta emosional murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menceritakan fabel mikro 2 kalimat: 'Katak melompat ke batu, lalu katak berenang ke tepi sungai.' Murid diminta menjawab 2 pertanyaan acuan: (1) Binatang apa yang ada di cerita? (acuan jawaban: Katak); (2) Gerakan apa yang dilakukan katak? (acuan jawaban: melompat dan berenang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak secara saksama dongeng fabel aural berjudul 'Kelinci Putih Belajar Bergerak' yang dibacakan guru: 'Di hutan yang sejuk, Kiko si kelinci putih melompat-lompat mencari wortel. Di jalan, Kiko melihat Koko si monyet memanjat pohon tinggi dan Kiki si burung terbang mengepakkan sayap di udara. Kiko gembira karena ia juga bisa melompat tinggi dengan kedua kakinya.' (10 menit).
  • Murid menjawab 3 pertanyaan pemandu isi cerita dari guru untuk membedah peristiwa dan aneka gerak binatang: (1) Siapa tokoh utama dalam fabel? (acuan: Kiko si kelinci); (2) Gerakan apa yang dilakukan Koko monyet dan Kiki burung? (acuan: Koko memanjat, Kiki terbang); (3) Gerakan apa yang akhirnya dilakukan Kiko kelinci? (acuan: melompat tinggi) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Estafet Gerak dan Cerita': guru membagi kelas berpasangan, lalu menunjukkan 3 kartu alur gambar berseri fabel berturut-turut: Kartu 1 (Kiko melompat), Kartu 2 (Koko memanjat dan Kiki terbang), Kartu 3 (Kiko melompat tinggi dengan gembira) seraya mengajak murid menirukan gerakan secara menyenangkan (15 menit).
  • Dengan bimbingan guru dan panduan 3 kartu alur tersebut, setiap murid secara bergiliran menceritakan kembali isi teks dongeng fabel secara lisan kepada pasangannya, memuat tokoh (Kiko, Koko, Kiki) dan ketiga peristiwa aneka gerak (melompat, memanjat, terbang) (15 menit).
  • Beberapa murid maju secara sukarela untuk menceritakan kembali isi dongeng fabel 'Kelinci Putih Belajar Bergerak' di depan kelas dengan bimbingan pertanyaan perancah dari guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereviu kembali kelengkapan unsur cerita yang sudah diceritakan (tokoh kelinci, monyet, burung serta gerak melompat, memanjat, dan terbang) (5 menit).
  • Murid mengungkapkan pengalaman dan perasaannya saat menceritakan kembali cerita fabel di hadapan teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid menceritakan kembali isi fabel aneka gerak secara terbimbing (5 menit).
  • Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang menceritakan kembali teks narasi gerak secara mandiri, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan media 3 kartu alur bergambar konkret (Kiko melompat, Koko memanjat/Kiki terbang, Kiko gembira melompat). Untuk murid yang cepat, kartu alur dikurangi dan langsung menggunakan petunjuk kata kunci gerak.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pancingan bertahap oleh guru saat bercerita lisan. Murid yang mahir menceritakan alur secara mandiri berpasangan tanpa bantuan pertanyaan pemandu.
  • Produk: Semua murid menghasilkan cerita lisan kembali tentang isi fabel. Murid pemula menceritakan minimal 2 bagian alur dengan bimbingan penuh, sedangkan murid mahir menceritakan lengkap 3 bagian alur (awal, tengah, akhir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa 2 pertanyaan setelah menyimak fabel mikro 'Katak melompat ke batu, lalu katak berenang ke tepi sungai.' Butir 1: Siapa tokoh binatang dalam cerita? (acuan: katak). Butir 2: Apa gerakan yang dilakukan tokoh? (acuan: melompat dan berenang).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan kembali isi dongeng fabel fabel 'Kelinci Putih Belajar Bergerak' saat kegiatan berpasangan. Guru mencatat ketepatan penyebutan 3 unsur isi teks: (1) Tokoh binatang (Kiko kelinci, Koko monyet, Kiki burung); (2) Aneka gerak binatang (melompat, memanjat, terbang); (3) Rangkaian peristiwa isi cerita (awal mencari makan, tengah melihat teman bergerak, akhir gembira melompat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan kembali urutan 3 gerakan binatang dalam dongeng yang telah mereka ceritakan (acuan jawaban: 1. Kiko melompat mencari wortel, 2. Koko memanjat pohon dan Kiki terbang di udara, 3. Kiko melompat gembira dengan kakinya).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi dongeng fabel 'Kelinci Putih Belajar Bergerak' secara terbimbing menggunakan lembar observasi bercerita.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi dongeng fabel aneka gerak binatang secara terbimbingBelum mampu menceritakan kembali isi dongeng fabel (menyebutkan kurang dari 1 unsur tokoh atau gerak binatang walau telah dibimbing penuh guru).Mampu menceritakan kembali sebagian kecil isi dongeng fabel dengan menyebutkan 1 unsur tokoh dan 1 gerak binatang (acuan: kelinci melompat) dengan bimbingan intensif berupa pertanyaan pemandu bertahap.Mampu menceritakan kembali isi dongeng fabel secara berurutan mencakup 2-3 tokoh (Kiko kelinci, Koko monyet, Kiki burung) dan gerakannya (melompat, memanjat, terbang) dengan sedikit bimbingan pertanyaan pemandu.Mampu menceritakan kembali seluruh isi dongeng fabel secara lengkap memuat 3 tokoh dan 3 aneka gerak binatang dari awal hingga akhir cerita secara runtut dan mandiri tanpa bimbingan pertanyaan pemandu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu alur gambar berseri efektif membimbing murid kelas 1 menceritakan kembali isi dongeng fabel?
  • Bagian mana dari isi cerita fabel aneka gerak yang paling mudah dan paling sulit diceritakan kembali oleh murid?
  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup memberi kesempatan bagi setiap murid berlatih bercerita berpasangan?

Murid:

  • Bagian cerita gerak binatang mana yang paling kamu sukai saat bercerita tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat menceritakan kembali kisah Kiko si kelinci kepada temanmu?

Pertemuan 4 — Menceritakan kembali isi teks narasi yang didengar tentang aneka gerak tubuh berkaitan dengan diri secara mandiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang didengar tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mendengarkan cerita narasi tentang gerak tubuh dan belajar menceritakan kembali isinya secara mandiri (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan narasi penggalan 2 kalimat: 'Reno bangun pagi lalu melompat gembira. Reno kemudian berlari keliling halaman.' Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Siapa nama anak dalam cerita? (acuan benar: Reno), (2) Gerakan apa saja yang dilakukan Reno? (acuan benar: melompat dan berlari) untuk memetakan kesiapan murid dalam menyimak dan mengingat isi teks gerak tubuh (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks narasi 'Pagi Penuh Gerak Bayu' secara perlahan sebanyak dua kali dengan isi teks lengkap: 'Pagi ini Bayu berolahraga di halaman. Pertama, Bayu berjalan santai memutari pohon. Kedua, Bayu melompat melewati garis batas kapur. Ketiga, Bayu berlari kencang mengambil bola. Tubuh Bayu terasa segar dan bersemangat.' (10 menit).
  • Guru memandu murid mengenali 3 peristiwa gerak tubuh Bayu secara berurutan dengan tanya jawab pemahaman isi: awal cerita Bayu berjalan santai memutari pohon, tengah cerita Bayu melompat melewati garis batas kapur, dan akhir cerita Bayu berlari kencang mengambil bola (acuan unsur isi: tokoh Bayu; gerak 1 berjalan santai; gerak 2 melompat garis; gerak 3 berlari mengambil bola) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid memainkan simulasi menggembirakan 'Estafet Cerita Gerak': guru menyebutkan kata pemicu urutan ('Pertama', 'Kedua', 'Ketiga'), lalu murid secara bergiliran dalam kelompok kecil menyebutkan kalimat isi teks narasi gerak yang didengar tanpa membaca catatan (15 menit).
  • Secara mandiri satu per satu, murid menceritakan kembali isi teks narasi 'Pagi Penuh Gerak Bayu' secara lisan di hadapan guru atau teman pasangannya dengan menyebutkan nama tokoh Bayu serta 3 urutan gerak tubuh (berjalan santai, melompat batas, berlari mengambil bola) secara mandiri (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi keberhasilan dirinya menceritakan kembali isi teks narasi gerak tubuh secara mandiri dengan menandai kartu ceklis refleksi diri berupa emotikon jempol jika sudah mampu menyebutkan seluruh gerak tubuh tokoh (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa murid dalam menceritakan kembali isi teks narasi gerak secara mandiri dan mengapresiasi keberanian mereka (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali isi teks narasi tentang aneka gerak tubuh yang telah dipelajari hari ini dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan petunjuk visual berupa 3 kartu gambar urutan aktivitas Bayu (gambar berjalan, gambar melompat, gambar berlari); bagi murid yang cepat paham, teks narasi diperkaya dengan rincian arah gerak (berjalan ke depan, melompat ke atas, berlari ke arah pohon).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberi kesempatan menyebutkan kembali isi cerita per peristiwa gerak secara bertahap; murid yang mandiri langsung menceritakan seluruh isi cerita narasi dari awal hingga akhir tanpa jeda bantuan.
  • Produk: Semua murid menceritakan kembali isi teks narasi secara lisan; murid yang sangat mandiri menceritakan isi secara utuh dan lengkap tanpa jeda ragu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat menyimak teks 2 kalimat: 'Reno bangun pagi lalu melompat gembira. Reno kemudian berlari keliling halaman.' Pertanyaan: (1) Siapa nama anak dalam cerita? (acuan kunci: Reno); (2) Gerakan apa saja yang dilakukan Reno? (acuan kunci: melompat dan berlari).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali isi teks narasi 'Pagi Penuh Gerak Bayu'. Acuan isi yang dinilai: menyebutkan tokoh (Bayu) dan 3 peristiwa gerak tubuh secara runtut (awal: berjalan santai memutari pohon; tengah: melompat melewati batas kapur; akhir: berlari kencang mengambil bola).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: guru meminta murid menyebutkan 3 gerak tubuh yang dilakukan Bayu pada cerita yang telah diceritakan kembali secara mandiri (acuan kunci: berjalan, melompat, berlari).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan kembali isi teks narasi 'Pagi Penuh Gerak Bayu' secara mandiri yang memuat tokoh dan 3 urutan gerak tubuh.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali isi teks narasi aneka gerak tubuh berkaitan dengan diriBelum mampu menceritakan kembali isi teks narasi gerak tubuh atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa memuat gerakan apa pun meski telah dibimbing.Menceritakan kembali isi teks narasi dengan menyebutkan nama tokoh dan 1 dari 3 gerakan tubuh (acuan: hanya menyebutkan berjalan, atau melompat, atau berlari) dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan kembali isi teks narasi dengan menyebutkan nama tokoh serta 2 dari 3 urutan gerakan tubuh (acuan: berjalan santai memutari pohon, melompat garis kapur, berlari mengambil bola) secara mandiri.Menceritakan kembali seluruh isi teks narasi secara lengkap memuat tokoh Bayu dan ketiga urutan gerakan tubuh (berjalan santai, melompat garis, berlari mengambil bola) secara mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks narasi gerak tubuh yang dibacakan mudah dipahami dan diingat oleh seluruh murid?
  • Bagaimana efektivitas permainan estafet cerita gerak dalam membangun kemandirian murid untuk menceritakan kembali?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita gerak Bayu yang paling mudah kamu ingat dan kamu ceritakan kembali?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat menceritakan isi cerita tadi tanpa dibantu teman atau guru?

Pertemuan 5 — Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa berupa gambar tunggal gerakan tubuh berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengamati dan menunjukkan isi gambar tunggal tentang gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kartu gambar anak sedang merentangkan kedua tangan ke samping dan bertanya: 'Gerakan tubuh apa yang terlihat pada gambar ini?' (acuan: gerakan merentangkan tangan/lengan) untuk mengecek kesiapan murid memirsa gambar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 3 kartu gambar tunggal gerakan tubuh ukuran besar di depan kelas: Gambar A (anak melompat dengan kedua kaki terangkat), Gambar B (anak membungkukkan badan menyentuh ujung jari kaki), dan Gambar C (anak berjalan jinjit dengan bertumpu pada ujung jari kaki) (8 menit).
  • Murid memirsa detail setiap gambar bersama bimbingan guru dengan mencermati posisi kepala, badan, tangan, dan kaki pada masing-masing gambar tunggal tersebut (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru menggelar permainan kuis bergambar 'Tunjuk Gambar Gerakanku': guru menyebutkan satu instruksi gerakan tubuh ('Tunjukkan gambar anak yang melompat!') lalu murid secara serempak dan antusias menunjuk kartu gambar yang tepat di papan tulis (acuan: Gambar A = melompat; Gambar B = membungkuk; Gambar C = berjalan jinjit) (15 menit).
  • Setiap murid menerima lembar kerja memirsa mandiri berisi 4 gambar tunggal gerakan tubuh: (1) Gambar anak menendang bola ke depan, (2) Gambar anak mengayunkan kedua lengan ke atas, (3) Gambar anak berjongkok dengan lutut ditekuk, dan (4) Gambar anak memutar kepala ke samping. Murid diminta menunjukkan isi gambar dengan memberi tanda centang pada gambar yang sesuai dengan gerakan yang disebutkan guru secara berurutan: butir 1 'anak berjongkok', butir 2 'anak menendang bola', butir 3 'anak memutar kepala', butir 4 'anak mengayunkan lengan' (acuan kunci: butir 1 = centang gambar 3; butir 2 = centang gambar 1; butir 3 = centang gambar 4; butir 4 = centang gambar 2) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja dengan menunjukkan kembali gambar tunggal satu per satu dan mencocokkan tanda centang bersama-sama (5 menit).
  • Murid menyadari bagian tubuh mana saja yang bergerak pada gambar yang telah dipirsa serta mengidentifikasi gerakan mana yang paling mudah mereka kenali (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas ketelitian murid dalam memirsa isi gambar gerakan tubuh secara cermat (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa kita dapat mengetahui gerakan tubuh seseorang hanya dengan memirsa gambar secara saksama, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar tunggal dengan ukuran lebih besar dan kontras warna jelas; murid yang lebih cepat diberikan gambar gerakan tubuh dengan variasi posisi tubuh yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru dengan panduan mengamati bagian kaki atau tangan terlebih dahulu; murid yang mahir langsung bekerja mandiri menentukan isi gambar.
  • Produk: Semua murid menunjukkan isi bacaan bergambar dengan memberi tanda centang pada gambar gerakan tubuh yang tepat di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik memirsa 1 gambar tunggal di awal pembelajaran: Murid ditunjukkan gambar seorang anak merentangkan kedua tangan ke samping dan diminta menunjukkan/menyebutkan gerakan tubuh apa yang ada pada gambar (acuan: gerakan merentangkan tangan/kedua lengan lurus ke samping).

Proses:

  • Formatif pemirsaan saat permainan 'Tunjuk Gambar Gerakanku': Mengamati ketepatan murid menunjuk kartu gambar yang sesuai saat guru menyebutkan gerakan tubuh (acuan: Gambar A untuk gerakan melompat; Gambar B untuk gerakan membungkuk; Gambar C untuk gerakan berjalan jinjit).
  • Formatif lembar kerja mandiri memirsa 4 gambar tunggal gerakan tubuh: Murid menunjukkan isi gambar dengan mencentang gambar yang sesuai instruksi (acuan kunci: butir 1 anak berjongkok = Gambar 3; butir 2 anak menendang bola = Gambar 1; butir 3 anak memutar kepala = Gambar 4; butir 4 anak mengayunkan lengan = Gambar 2).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid ditunjukkan kembali satu kartu gambar gerakan tubuh (anak berdiri dengan satu kaki diangkat) dan diminta menunjukkan anggota tubuh yang menjadi tumpuan gerakan tersebut (acuan: satu kaki menapak di lantai/kaki yang lurus menopang badan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Tunjuk Gambar Gerakanku'
  • Pemeriksaan lembar kerja memirsa 4 gambar tunggal gerakan tubuh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa berupa gambar tunggal gerakan tubuh (acuan 4 target lembar kerja: butir 1 = anak berjongkok; butir 2 = anak menendang bola; butir 3 = anak memutar kepala; butir 4 = anak mengayunkan lengan)Belum mampu menunjukkan gambar gerakan tubuh yang tepat atau hanya tepat 1 dari 4 gambar gerakan tubuh yang dipirsa.Mampu menunjukkan dengan tepat 2 dari 4 gambar gerakan tubuh yang dipirsa dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menunjukkan dengan tepat 3 dari 4 gambar gerakan tubuh yang dipirsa secara mandiri.Mampu menunjukkan dengan tepat seluruh 4 gambar gerakan tubuh yang dipirsa secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah gambar tunggal gerakan tubuh yang disajikan cukup jelas dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan memirsa gambar gerakan tubuh berlangsung?

Murid:

  • Gambar gerakan tubuh mana yang paling mudah kamu tebak hari ini?
  • Apakah kamu bisa melihat gerakan tangan atau kaki anak pada gambar dengan jelas?

Pertemuan 6 — Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa berupa gambar berseri gerakan tubuh berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memajang 2 gambar berseri gerakan meloncat: Gambar A (anak menekuk lutut bersiap melompat) dan Gambar B (anak mendarat dengan kedua kaki); lalu guru meminta murid menunjuk gambar yang merupakan gerakan awal bersiap (acuan: Gambar A adalah gerakan bersiap menekuk lutut) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan menunjukkan urutan isi gambar berseri tentang aneka gerakan tubuh diri sendiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru menempelkan media peraga 3 gambar berseri di papan tulis tentang gerakan melompat tali: Gambar 1 (anak berdiri bersiap memegang tali), Gambar 2 (anak melompat mengangkat kedua kaki saat tali berputar ke bawah), dan Gambar 3 (anak mendarat dengan kedua kaki menjejak tanah) (5 menit).
  • Guru memodelkan cara memirsa gambar berseri secara runtut dari gambar nomor satu hingga nomor tiga untuk memahami alur gerakannya (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menunjukkan rincian isi tiap gambar: menunjuk posisi kaki pada Gambar 1 (kaki berdiri rapat), aksi melompat pada Gambar 2 (kaki terangkat di udara), dan posisi kaki pada Gambar 3 (kaki mendarat menekuk) (acuan: Gambar 1 = berdiri siap, Gambar 2 = melompat di udara, Gambar 3 = mendarat di tanah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Memirsa Gambar Berseri 'Gerakan Menendang Bola' yang memuat 3 panel gambar acak: Panel X (kaki mengayun menyentuh bola), Panel Y (anak berdiri bersiap membidik bola), Panel Z (anak tersenyum melihat bola meluncur ke depan gawang) (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan 'Detektif Gerak' dengan mengamati ketiga panel dan memberi nomor urut 1, 2, dan 3 pada lingkaran di bawah gambar sesuai urutan gerakan tubuh yang benar (acuan urutan benar: Panel Y = nomor 1, Panel X = nomor 2, Panel Z = nomor 3) (10 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa hasil pekerjaan murid, meminta murid secara langsung menunjuk gambar yang memperlihatkan gerakan kaki mengayun mengenai bola dan gambar saat posisi tubuh siap (acuan: gerakan kaki mengayun mengenai bola = Panel X; posisi tubuh siap membidik = Panel Y) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dipandu guru mengecek kembali lembar kerjanya secara mandiri dengan mencocokkan pada urutan kunci yang ditunjukkan guru di depan kelas (acuan urutan: 1-Y, 2-X, 3-Z) (5 menit).
  • Murid menunjukkan gambar mana yang paling mudah mereka kenali gerakannya dari ketiga gambar berseri tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu asesmen akhir singkat dengan memajang 1 set gambar berseri 3 panel 'Gerakan Merangkak': Panel 1 (anak berlutut menempelkan kedua telapak tangan), Panel 2 (anak menggerakkan tangan kanan dan lutut kiri maju), Panel 3 (anak tiba di garis akhir sambil berdiri tegak); murid secara serempak menunjuk panel yang menunjukkan aksi sedang berpindah merangkak maju (acuan: Panel 2) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketelitian memirsa gambar gerakan tubuh dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berseri 2 panel (awal dan akhir) dengan kontras visual gerak yang sangat jelas; murid yang mahir diberikan gambar berseri 4 panel tentang gerakan senam kebugaran.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara individual dengan menunjuk satu per satu panel gerak tubuh; murid yang mahir mengurutkan dan menunjukkan isi seluruh panel secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama yaitu menunjuk dan menandai nomor urut pada lembar kerja gambar berseri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta memirsa 2 gambar gerakan meloncat (Gambar A: bersiap menekuk lutut; Gambar B: mendarat dengan kedua kaki) dan menunjuk gambar yang merupakan gerakan bersiap melompat. (Acuan jawaban benar: Gambar A).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pada Lembar Kerja Memirsa 3 panel gerakan menendang bola: Panel Y (berdiri bersiap), Panel X (kaki mengayun menyentuh bola), Panel Z (melihat bola meluncur). Penilaian mengukur ketepatan penomoran urutan (acuan: 1-Y, 2-X, 3-Z) dan ketepatan menunjuk panel gerak tertentu (kaki mengayun mengenai bola = Panel X; tubuh siap membidik = Panel Y).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid memirsa 3 panel gambar berseri 'Gerakan Merangkak' (Panel 1: berlutut menempelkan kedua telapak tangan; Panel 2: menggerakkan tangan kanan dan lutut kiri maju; Panel 3: tiba di garis akhir sambil berdiri tegak) dan menunjuk panel yang memperlihatkan aksi sedang merangkak maju berpindah tempat. (Acuan jawaban benar: Panel 2).

Formatif:

  • Tes lisan unjuk tunjuk pada asesmen awal (menunjuk gambar sikap bersiap melompat)
  • Unjuk kerja pemberian nomor urut dan menunjuk isi panel gambar berseri pada Lembar Kerja 'Gerakan Menendang Bola'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa berupa gambar berseri gerakan tubuhBelum mampu menunjukkan urutan maupun isi gerak tubuh pada gambar berseri (benar 0 panel dari 3 panel: Y, X, Z) meskipun telah diberikan bimbingan penuh.Mampu menunjukkan isi dan urutan gambar berseri gerakan tubuh dengan benar pada 1 dari 3 panel (Panel Y, X, atau Z) dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan isi dan urutan gambar berseri gerakan tubuh dengan benar pada minimal 2 dari 3 panel (Panel Y, X, Z secara tepat sesuai acuan: 1-Y, 2-X, 3-Z) secara mandiri.Mampu menunjukkan isi dan urutan gambar berseri gerakan tubuh secara tepat lengkap pada seluruh 3 panel (1-Y: berdiri bersiap, 2-X: mengayun menendang bola, 3-Z: melihat bola meluncur) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar berseri yang digunakan cukup jelas menunjukkan detail perubahan gerakan tubuh murid?
  • Bagian mana dari langkah membaca gambar berseri yang paling banyak memerlukan pendampingan guru?

Murid:

  • Gambar gerakan tubuh mana yang paling mudah kamu tebak urutannya?
  • Apakah kamu dapat melihat perbedaan gerakan pada setiap kotak gambar?

Pertemuan 7 — Membaca suku kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu suku kata acak: 'la', 'lo', dan 'ku' lalu meminta murid membaca langsung bunyinya (acuan: kartu dibaca tepat 'la', 'lo', 'ku' tanpa mengeja huruf per huruf) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca suku kata sederhana dari kata-kata aneka gerak tubuh secara fasih dan lancar (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 6 kartu suku kata pembentuk kata aneka gerak di papan tulis: 'la', 'ri', 'lo', 'm-pat' (sederhana: 'lom', 'pat'), 'ku', 'da' (atau suku kata gerak: 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja', 'lan') dan mencontohkan cara membacanya secara fasih (tanpa mengeja, tanpa jeda ragu) (7 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru melafalkan dan membaca bersama keenam kartu suku kata tersebut: 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja', 'lan' dengan tepat (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain permainan kartu kata berpasangan 'Tepuk Suku Kata': guru membagikan set 6 kartu suku kata target yaitu 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja', 'lan' kepada tiap pasangan murid untuk dibaca bergiliran secara bergantian dengan fasih dan cepat (12 menit).
  • Setiap murid maju satu per satu atau dites bergiliran membaca lembar unjuk kerja yang berisi 5 suku kata target: (1) 'la', (2) 'ri', (3) 'lo', (4) 'pat', (5) 'ja' (acuan: murid membaca tepat kelima suku kata tanpa mengeja satu per satu huruf) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa kembali suku kata mana yang terasa paling mudah dibaca dan suku kata mana yang tadi sempat perlu diulang (acuan refleksi: kelancaran pelafalan suku kata 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja') (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan langsung terhadap kemampuan murid dalam membaca suku kata sederhana dengan fasih (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu suku kata dengan bantuan kode warna konsonan-vokal, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan kartu suku kata tambahan variatif ('ren', 'tang').
  • Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dengan bimbingan membaca suku kata terpadu, sedangkan murid yang mahir berlatih membaca suku kata secara mandiri dan cepat.
  • Produk: Semua murid menunjukkan kefasihan membaca suku kata sederhana pada lembar kartu target.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan singkat membaca 3 kartu suku kata: (1) 'la', (2) 'lo', (3) 'ku' (acuan kunci: murid membaca tepat bunyi 'la', 'lo', 'ku' secara langsung tanpa mengeja hurufnya).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu suku kata dan unjuk kerja membaca mandiri 5 suku kata target: (1) 'la', (2) 'ri', (3) 'lo', (4) 'pat', (5) 'ja' (acuan kunci: tepat melafalkan kelima suku kata tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa tes membaca cepat 3 suku kata acak terpilih: (1) 'ri', (2) 'pat', (3) 'ja' (acuan kunci: murid membaca tepat dan fasih ketiga suku kata tersebut).

Formatif:

  • Tes lisan unjuk kerja membaca 5 suku kata target sederhana gerak tubuh: 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja' secara langsung tanpa mengeja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Suku Kata Sederhana Aneka Gerak (target: 'la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja')Belum mampu membaca suku kata target secara langsung; masih mengeja per huruf untuk seluruh 5 suku kata target.Mampu membaca 1-2 dari 5 suku kata target secara fasih tanpa mengeja.Mampu membaca 3-4 dari 5 suku kata target secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Mampu membaca seluruh (5) suku kata target ('la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja') secara fasih tanpa mengeja, lancar, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membaca suku kata sederhana aneka gerak tanpa mengeja huruf satu per satu?
  • Bagian mana dari kartu suku kata yang paling membutuhkan bimbingan intensif?

Murid:

  • Suku kata mana yang paling mudah dan paling lancar kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca suku kata 'la', 'ri', dan 'lo' tanpa mengeja?

Pertemuan 8 — Membaca kata-kata sederhana dua suku kata dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring kata-kata dua suku kata tentang aneka gerak tubuh dengan fasih (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik membaca cepat 3 kata dua suku kata secara klasikal dan acak: 'lari', 'lompat', 'jalan' (acuan baca: dibaca langsung sebagai kata utuh tanpa mengeja huruf per huruf) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 4 kartu kata gerakan berpola dua suku kata di papan tulis: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak' (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca keempat kata tersebut secara fasih dan utuh tanpa mengeja huruf per huruf, kemudian murid menirukan bersama-sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid memainkan permainan 'Tepuk Kata Gerak': setiap kelompok kecil (4-5 murid) mendapat 4 kartu kata yang sama: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak'; saat guru membacakan atau mengisyaratkan kartu dibuka, murid berlomba membaca kartu kata yang dipegangnya dengan cepat dan fasih tanpa mengeja (20 menit).
  • Secara bergantian, setiap murid membaca mandiri lembar kartu baca berisi 4 kata gerakan dua suku kata: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak' di hadapan guru (acuan ketercapaian: dibaca fasih, tanpa mengeja, tanpa jeda ragu) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kata mana yang terasa paling mudah dan paling menantang untuk dibaca langsung tanpa mengeja dari daftar 4 kata tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap unjuk kerja membaca murid pada 4 kata gerakan dua suku kata (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas latihan membaca yang dilakukan dan doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca kata dengan pemenggalan suku kata berpola terbuka ('la-ri'), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kata dengan pola campuran suku kata terbuka dan tertutup ('lom-pat', 'ge-rak').
  • Proses: Murid yang masih mengeja didampingi guru dengan metode tunjuk suku kata langsung, sedangkan murid mahir langsung membaca mandiri secara bergantian.
  • Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca 4 kata yang sama: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak' dengan tingkat kelancaran sesuai kemampuannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik singkat: Murid membaca 3 kartu kata gerakan: (1) 'lari', (2) 'lompat', (3) 'jalan'. (Acuan: Murid lancar jika membaca kata utuh tanpa mengeja huruf satu per satu; murid butuh bimbingan jika masih mengeja huruf demi huruf 'l-a-r-i').

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat permainan dan membaca mandiri 4 kata dua suku kata: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak'. (Acuan: Membaca fasih tanpa jeda ragu, tanpa mengulang, dan tanpa mengeja huruf).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca di akhir sesi: Setiap murid membaca cepat 4 kata gerakan dua suku kata pada kartu acak: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak'. (Acuan: Dikatakan tuntas jika mampu membaca minimal 3 dari 4 kata tersebut secara fasih tanpa mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring 4 kata dua suku kata tentang gerak: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'gerak'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata Dua Suku Kata tentang Aneka Gerak (Daftar Acuan: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'gerak')Belum mampu membaca 4 kata acuan secara fasih; masih mengeja seluruh huruf satu per satu dengan bantuan penuh guru.Mampu membaca 1 sampai 2 dari 4 kata acuan secara fasih tanpa mengeja, kata lainnya masih dieja perlahan.Mampu membaca 3 dari 4 kata acuan secara fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.Mampu membaca seluruh 4 kata acuan ('lari', 'jalan', 'lompat', 'gerak') secara fasih tanpa mengeja, tanpa jeda ragu, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Berapa persen murid yang sudah mampu membaca kata dua suku kata tentang gerakan tanpa mengeja?
  • Langkah apa yang paling efektif membantu murid yang masih kesulitan menggabungkan bunyi menjadi suku kata utuh?

Murid:

  • Kata gerakan mana yang paling mudah kamu baca tadi?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca kata 'lari', 'jalan', 'lompat', dan 'gerak' tanpa mengeja hurufnya?

Pertemuan 9 — Membaca kata-kata sederhana dalam kalimat pendek dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan membaca kata-kata sederhana di dalam kalimat pendek tentang aneka gerak tubuh secara fasih (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan kartu kata: 'lari', 'lompat', dan 'jalan' lalu meminta 3 perwakilan murid membaca kata tersebut secara langsung tanpa mengeja (acuan ketepatan: murid mampu melafalkan kata 'lari', 'lompat', dan 'jalan' secara tepat tanpa mengeja) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4 strip kalimat pendek di papan tulis: (1) 'Kiki bisa lari cepat.', (2) 'Boni suka lompat tinggi.', (3) 'Kiki jalan santai.', dan (4) 'Boni ayun tangan.' (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca kata demi kata di dalam kalimat pendek tersebut secara runtut, lancar, dan fasih tanpa mengeja suku katanya satu per satu (5 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring setiap kata dalam ke-4 strip kalimat pendek tersebut dengan bimbingan ketukan ritme dari guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar baca berisi 4 kalimat pendek yang sama dan mengajak murid memainkan permainan 'Lampu Hijau Membaca': ketika guru mengangkat bendera hijau, murid membaca kalimat bergiliran secara mandiri dengan fasih tanpa mengeja (10 menit).
  • Murid secara berpasangan bergantian membaca nyaring 4 kalimat pendek: pasangan menyimak dan memastikan tiap kata dibaca langsung secara fasih tanpa jeda ragu (10 menit).
  • Guru memanggil setiap murid secara acak untuk membaca 1 dari 4 kalimat pendek target di depan guru untuk mengukur ketercapaian kefasihan membaca kata dalam kalimat (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana perasaan dan pengalaman mereka saat membaca kata-kata langsung dalam kalimat pendek tanpa mengeja hurufnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian membaca fasih seluruh murid dan membagikan apresiasi stiker bintang (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu menulis permulaan suku kata terbuka di atas kertas, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan pemisahan warna suku kata sebelum digabung menjadi kalimat; murid yang sudah mahir membaca kalimat pendek dengan variasi 4-5 kata.
  • Proses: Bimbingan langsung secara individual (scaffolding) untuk murid yang masih mengeja per huruf, sedangkan murid mahir langsung membaca mandiri berpasangan.
  • Produk: Semua murid membaca nyaring kata-kata dalam kalimat pendek yang ditargetkan dengan indikator kefasihan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik membaca cepat 3 kartu kata gerak: 'lari', 'lompat', dan 'jalan'. (Acuan: murid membaca ketiga kata secara tepat tanpa mengeja: kata 1: lari; kata 2: lompat; kata 3: jalan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja membaca 4 kalimat pendek pada lembar baca: (1) 'Kiki bisa lari cepat.', (2) 'Boni suka lompat tinggi.', (3) 'Kiki jalan santai.', dan (4) 'Boni ayun tangan.'. Penilaian mengukur kelancaran dan ketepatan pelafalan kata tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja (acuan: membaca tepat seluruh kata pada ke-4 kalimat target tanpa salah ucap).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca mandiri 1 strip kalimat acak dari 4 kalimat target yang dipilihkan guru. (Acuan ketepatan: murid melafalkan seluruh kata dalam strip kalimat yang dipilih secara tepat, lancar, dan tanpa mengeja).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring kata-kata sederhana dalam kalimat pendek menggunakan lembar observasi kefasihan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Kata dalam Kalimat PendekMembaca kata dalam kalimat pendek dengan mengeja per suku kata/huruf dan memerlukan bimbingan penuh guru pada seluruh kata.Membaca kata dalam kalimat pendek dengan mengeja sebagian kata (hanya 1-2 kata yang dibaca langsung secara mandiri).Membaca sebagian besar kata dalam 4 kalimat target secara langsung dan fasih tanpa mengeja (minimal 3 dari 4 kalimat dibaca lancar mandiri).Membaca seluruh kata dalam ke-4 kalimat target secara fasih, lancar, dan tepat tanpa mengeja secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membaca kata-kata dalam kalimat pendek tanpa kembali mengeja huruf?
  • Langkah kegiatan mana yang paling membantu murid melatih kefasihan membaca kata dalam kalimat?

Murid:

  • Kalimat pendek mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar hari ini?
  • Apakah kamu masih perlu mengeja saat membaca kata-kata tadi?

Pertemuan 10 — Menulis permulaan suku kata terbuka di atas kertas tentang aneka gerak berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengondisikan murid untuk duduk dengan posisi tubuh tegak, serta mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat di papan tulis: murid diminta menyalin 2 suku kata terbuka 'la' dan 'lu' di kertas masing-masing (acuan ketepatan: huruf 'l' berupa garis tegak lurus ke bawah, 'a' terdiri dari lengkung dan garis tegak, 'u' berbentuk garis lengkung terbuka ke atas dan garis tegak pendek) untuk memetakan kesiapan menulis awal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperagakan di papan tulis cara menulis permulaan 4 suku kata terbuka berawalan huruf 'l' yang berkaitan dengan aneka gerak tubuh ('la' untuk lari, 'lo' untuk lompat, 'li' untuk liuk, 'lu' untuk lurus) dengan tarikan garis tegak lurus dan lengkung yang benar (10 menit).
  • Murid mempraktikkan gerakan menulis di udara mengikuti aba-aba guru untuk suku kata terbuka 'la', 'lo', 'li', 'lu' guna membangun kesadaran motorik halus dan bentuk huruf yang presisi (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja menulis permulaan bergaris, lalu murid memainkan permainan tantangan 'Tebak Bunyi Gerak' yang menggembirakan: guru membunyikan satu suku kata gerak ('lo!'), murid menyerukan bunyi tersebut bersama-sama lalu menuliskan suku kata terbuka 'lo' di baris kertas pertama (10 menit).
  • Murid menuliskan 4 suku kata terbuka tentang gerakan tubuh pada lembar latihan kertas: (1) 'la' (dari gerak lari), (2) 'lo' (dari gerak lompat), (3) 'li' (dari gerak liuk), (4) 'lu' (dari gerak lurus) secara mandiri dengan bentuk huruf yang tepat (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil tulisan 4 suku kata terbuka miliknya dengan 4 model tulisan contoh di papan tulis ('la', 'lo', 'li', 'lu') secara mandiri untuk memeriksa kerapian dan ketepatan bentuk huruf (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil tulisan murid serta mengapresiasi upaya kemandirian murid dalam menulis di atas kertas (3 menit).
  • Guru menyampaikan simpulan pembelajaran menulis suku kata terbuka dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kertas bergaris dengan garis bantu putus-putus untuk murid yang butuh bimbingan, dan lembar bergaris polos standar untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara individual pada cara memegang pensil dan menarik garis huruf 'l', sedangkan murid yang cepat langsung menulis mandiri 4 suku kata terbuka.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuntaskan penebalan dan penulisan minimal 2 suku kata terbuka ('la', 'lo'), sedangkan murid yang cepat menuliskan lengkap 4 suku kata terbuka ('la', 'lo', 'li', 'lu') dan menambah baris latihan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menyalin 2 suku kata terbuka di kertas: Murid menyalin 'la' dan 'lu'. Kriteria ketepatan acuan: (1) suku kata 'la' tertulis lengkap huruf l dan a dengan bentuk terbaca; (2) suku kata 'lu' tertulis lengkap huruf l dan u dengan bentuk terbaca.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menulis di lembar kerja selama tahap aplikasi: Mengamati ketepatan pembentukan 4 suku kata terbuka pada kertas: (1) 'la', (2) 'lo', (3) 'li', (4) 'lu' (acuan: bentuk huruf l, a, o, i, u proporsional pada garis, huruf tidak terbalik, dan tidak tertinggal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketepatan hasil tulisan pada lembar kerja murid: Menghitung jumlah suku kata terbuka yang ditulis dengan benar di atas kertas dari 4 target: (1) 'la', (2) 'lo', (3) 'li', (4) 'lu' (acuan kunci: keempat suku kata tertulis tepat sesuai rangkaian hurufnya tanpa substitusi huruf).

Formatif:

  • Tes unjuk kerja menulis permulaan suku kata terbuka di atas kertas lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menulis permulaan suku kata terbuka di atas kertasMenulis dengan tepat 0 hingga 1 suku kata terbuka dari 4 target yang ditentukan ('la', 'lo', 'li', 'lu') dengan bantuan penuh.Menulis dengan tepat 2 suku kata terbuka dari 4 target yang ditentukan ('la', 'lo', 'li', 'lu') dengan bimbingan guru.Menulis dengan tepat 3 suku kata terbuka dari 4 target yang ditentukan ('la', 'lo', 'li', 'lu') secara mandiri.Menulis dengan tepat seluruh (4) suku kata terbuka yang ditentukan ('la', 'lo', 'li', 'lu') secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk membimbing seluruh murid menulis suku kata terbuka di atas kertas?
  • Bagian bentuk huruf apa pada suku kata 'la', 'lo', 'li', 'lu' yang masih sering keliru ditulis oleh murid?

Murid:

  • Suku kata mana di antara 'la', 'lo', 'li', 'lu' yang paling mudah kamu tulis?
  • Apakah kamu sudah bisa memegang pensil dan menulis suku kata terbuka dengan rapi di atas kertas?

Pertemuan 11 — Menulis permulaan kata sederhana dua suku kata di atas kertas tentang aneka gerak berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan murid, mengecek kerapian posisi duduk, serta cara memegang pensil yang benar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan kartu kata rumpang pada papan tulis: 'la - ...' untuk kata 'lari' dan 'lo - ...' untuk kata 'lompat' (dua suku kata: 'lom-pat'), lalu meminta murid menebak dan menuliskan suku kata pelengkapnya di papan tulis kecil (acuan: suku kata 'ri' untuk menjadi kata 'lari', dan suku kata 'pat' untuk menjadi kata 'lompat') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan penggabungan dua kartu suku kata menjadi satu kata utuh tentang aneka gerak di papan tulis: kartu 'la' + 'ri' menjadi 'lari', kartu 'ja' + 'lan' menjadi 'jalan', dan kartu 'lo' + 'pat' menjadi 'lopat' / kartu 'lom' + 'pat' menjadi 'lompat' (5 menit).
  • Guru memodelkan cara menulis permulaan kata dua suku kata secara rapi dan tepat di atas garis buku berpetak/bergaris, menekankan proporsi bentuk huruf dan kerapian tulisan kata 'lari', 'jalan', dan 'lompat' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan 'Tebak Kartu Gerak': Guru membagikan lembar kerja yang memuat 4 gambar gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri, yaitu (1) gambar anak berlari, (2) gambar anak berjalan, (3) gambar anak melompat, dan (4) gambar anak menari (acuan kata target: 1. 'lari', 2. 'jalan', 3. 'lompat', 4. 'tari') (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan 4 kata sederhana dua suku kata tersebut di atas kertas bergaris pada lembar kerja sesuai gambar gerak yang tersedia (acuan kata: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'tari') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan kata masing-masing di atas kertas dengan mencocokkan huruf demi huruf pada kartu kata pembanding di papan tulis (5 menit).
  • Murid menandai kata yang sudah ditulis dengan lengkap, rapi, dan tepat serta mengidentifikasi huruf yang masih perlu diperbaiki bentuknya (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menuliskan kata sederhana dua suku kata tentang aneka gerak tubuh di atas kertas dengan bentuk huruf yang benar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerapian tulisan murid serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu contoh bentuk huruf pemandu bagi murid yang membutuhkan panduan visual bentuk tulisan.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung penulisan garis per garis bagi murid yang koordinasi motorik halusnya masih berkembang, sementara murid yang sudah mahir langsung menulis mandiri tanpa garis bantu titik-titik.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menuliskan kata dengan bantuan garis bantu titik-titik (tracing), sedangkan murid mahir menulis kata dua suku kata secara mandiri dan rapi langsung pada garis buku.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menuliskan suku kata pelengkap untuk membentuk kata gerak dua suku kata pada papan tulis kecil/kertas: melengkapi 'la-...' menjadi kata 'lari' (acuan suku kata: 'ri') dan 'lo-...' menjadi kata 'lompat' (acuan suku kata: 'pat').

Proses:

  • Observasi saat murid menuliskan 4 kata sederhana dua suku kata tentang gerak di atas kertas: (1) 'lari', (2) 'jalan', (3) 'lompat', (4) 'tari' (acuan: ketepatan susunan huruf dan keterbacaan tulisan di atas kertas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil tulisan lembar kerja mandiri murid: murid menuliskan 4 kata gerak dua suku kata lengkap di atas kertas (acuan target 4 kata: 1. 'lari', 2. 'jalan', 3. 'lompat', 4. 'tari'; kriteria: seluruh huruf tertulis lengkap, benar urutannya, dan terbaca jelas).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menulis permulaan kata sederhana dua suku kata tentang aneka gerak pada lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Kata Dua Suku Kata tentang Aneka GerakBelum mampu menuliskan kata sederhana dua suku kata tentang gerak di atas kertas secara tepat (benar 0-1 kata dari 4 kata target: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'tari') walau dibimbing penuh.Mampu menuliskan 2 dari 4 kata sederhana dua suku kata tentang gerak di atas kertas secara tepat (acuan kata: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'tari') dengan bimbingan guru.Mampu menuliskan 3 dari 4 kata sederhana dua suku kata tentang gerak di atas kertas secara tepat dan terbaca (acuan kata: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'tari') secara mandiri.Mampu menuliskan seluruhnya (4 dari 4 kata) sederhana dua suku kata tentang gerak di atas kertas secara tepat, lengkap susunan hurufnya, dan rapi (acuan kata: 1. 'lari', 2. 'jalan', 3. 'lompat', 4. 'tari') secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi memodelkan cara menulis kata dua suku kata di atas kertas sudah mudah dipahami oleh murid Fase A?
  • Bagaimana kesiapan motorik halus murid dalam membentuk huruf dan merangkai kata pada buku bergaris?

Murid:

  • Kata gerakan apa yang paling mudah kamu tulis hari ini?
  • Huruf apa yang menurutmu masih sulit ditulis dengan rapi?

Pertemuan 12 — Menulis permulaan kata sederhana dengan pola suku kata bervariasi tentang aneka gerak berkaitan dengan diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan memastikan postur duduk tegak serta cara memegang pensil yang benar di meja masing-masing (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis permulaan kata sederhana dengan pola suku kata bervariasi (terbuka dan tertutup) tentang aneka gerak tubuh di atas kertas (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menuliskan huruf terakhir dari kata gerak 'lari' (vokal) dan 'lompat' (konsonan) di selembar kertas kecil (acuan benar: huruf 'i' untuk lari, huruf 't' untuk lompat) untuk memetakan kesiapan menulis pola suku kata tertutup (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru di papan tulis tentang cara menyusun dan menuliskan kata gerak dengan pola suku kata bervariasi (kombinasi suku kata terbuka KV dan tertutup KVK/VK): kata 'lompat' (lom-pat), 'merayap' (me-ra-yap), dan 'geser' (ge-ser) (acuan pola: 'lom-pat' = KVK-KVK; 'me-ra-yap' = KV-KV-KVK; 'ge-ser' = KV-KVK) (7 menit).
  • Murid dengan penuh kesadaran menyimak penjelasan guru tentang ketepatan posisi huruf tegak di atas garis buku bergaris dan kerapian jarak antarhuruf saat menulis kata berpola tertutup (4 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan bahasa menggembirakan 'Tebak & Tulis Gerak': guru memperagakan gerakan tubuh lalu murid menuliskan nama gerakan tersebut di lembar kertas bergaris untuk 4 kata gerak target: (1) 'lompat', (2) 'merayap', (3) 'geser', (4) 'loncat' (acuan kunci kata tepat: 1. l-o-m-p-a-t; 2. m-e-r-a-y-a-p; 3. g-e-s-e-r; 4. l-o-n-c-a-t) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja menulis permulaan dengan melengkapi dan menuliskan 4 kata gerak sederhana berpola variasi di buku bergaris masing-masing: (1) 'ber-ka-yuh' (berkayuh), (2) 'pan-jat' (panjat), (3) 'tang-kap' (tangkap), dan (4) 'le-m-par' (lempar) (acuan kunci tulisan lengkap: 1. berkayuh; 2. panjat; 3. tangkap; 4. lempar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan pensilnya di kertas, memeriksa apakah ada huruf konsonan akhir yang tertinggal pada kata-kata yang ditulis (acuan ketelitian: huruf penutup 't' pada lompat/panjat/loncat, 'p' pada merayap/tangkap, 'r' pada geser/lempar) (6 menit).
  • Murid menandai satu kata yang paling rapi dan tepat bentuk hurufnya di lembar kerja dengan tanda bintang kecil secara mandiri (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menulis kata gerak dengan pola suku kata bervariasi secara rapi dan tepat di atas kertas (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan langsung terhadap tulisan murid, memberikan apresiasi atas ketekunan murid memegang pensil dengan benar, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu model kata bergaris putus-putus untuk murid yang membutuhkan bantuan bentuk huruf, serta kata tanpa bantuan garis bantu untuk murid yang sudah lancar.
  • Proses: Memberikan bimbingan individual (scaffolding) cara memegang pensil dan menarik garis huruf konsonan bagi murid yang kesulitan, serta memberikan keleluasaan mandiri bagi murid yang telah mahir.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan dengan tepat minimal 2 kata gerak berpola suku kata bervariasi, sedangkan murid mahir menuliskan seluruh 4 kata gerak secara tepat dan rapi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menulis huruf penutup kata gerak: Murid diminta menuliskan huruf akhir dari kata 'lari' dan 'lompat' di atas kertas kecil. Kriteria penilaian: Tepat bila menuliskan 'i' untuk lari dan 't' untuk lompat (acuan: lari -> 'i'; lompat -> 't').

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menulis 4 kata gerak pada kegiatan permainan 'Tebak & Tulis Gerak' di kertas. Acuan target 4 kata: (1) lompat, (2) merayap, (3) geser, (4) loncat. Guru mencatat ketepatan susunan huruf pola suku kata tertutup/terbuka dan keterbacaan bentuk huruf.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tugas mandiri menulis 4 kata gerak berpola bervariasi di kertas: (1) berkayuh, (2) panjat, (3) tangkap, (4) lempar. Kriteria tuntas: Murid mampu menuliskan minimal 3 dari 4 kata dengan susunan huruf lengkap dan dapat dibaca (acuan: 1. berkayuh; 2. panjat; 3. tangkap; 4. lempar).

Formatif:

  • Penilaian kinerja menulis permulaan kata sederhana berpola suku kata bervariasi pada lembar kerja bergaris menggunakan lembar observasi dan rubrik analitik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menulis kata pola suku kata bervariasi di atas kertasMenuliskan kurang dari 2 kata dengan susunan huruf yang tepat dari 4 kata target (lompat, merayap, geser, loncat) serta masih memerlukan bantuan penuh.Menuliskan 2 dari 4 kata target dengan susunan huruf lengkap dan tepat secara terbimbing.Menuliskan 3 dari 4 kata target dengan susunan huruf lengkap dan tepat secara mandiri.Menuliskan seluruh 4 kata target (lompat, merayap, geser, loncat) dengan susunan huruf lengkap, tepat, dan rapi secara mandiri tanpa kesalahan penulisan huruf konsonan akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media baris bantu di papan tulis dan buku tulis efektif membantu murid memahami penulisan suku kata tertutup?
  • Bagian mana dari pola variasi suku kata (konsonan penutup 't', 'p', 'r') yang paling banyak membingungkan murid?

Murid:

  • Kata gerakan apa yang paling mudah kamu tulis hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa memegang pensil dengan tegak dan menulis huruf penutup dengan lengkap?

Pertemuan 13 — Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dan menulis permulaan kata tentang aneka gerak tubuh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu membaca nyaring kata gerakan tubuh serta menuliskannya di buku (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu kata acuan: (1) 'jalan' dan (2) 'lari', lalu meminta 2 perwakilan murid membaca nyaring dan 2 murid lain menirukan menuliskan salah satu kata tersebut di papan tulis (acuan kata: 'jalan', 'lari') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 4 kartu kata gerakan tubuh di papan tulis: (1) 'jalan', (2) 'lari', (3) 'lompat', (4) 'putar' (acuan kata target) (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca keempat kata tersebut secara fasih (tanpa mengeja per huruf, tanpa jeda ragu), lalu membimbing seluruh murid membaca bersama-sama secara serentak (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara menulis permulaan kata 'jalan' dan 'lari' di buku garis dengan posisi pensil dan bentuk huruf tegak bersambung/lepas yang rapi dan benar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan menggembirakan 'Ambil & Baca': murid secara bergantian mengambil salah satu dari 4 kartu kata yang disediakan guru di kotak kelas: (1) 'jalan', (2) 'lari', (3) 'lompat', (4) 'putar', lalu membacanya secara nyaring dan fasih di hadapan guru atau teman (acuan: membaca lancar kata yang tertera pada kartu yang diambil) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyalin dan menuliskan keempat kata gerakan tubuh tersebut: (1) 'jalan', (2) 'lari', (3) 'lompat', (4) 'putar' di lembar buku tulis masing-masing dengan bentuk huruf dan susunan huruf yang lengkap dan tepat (acuan: tulisan terbaca, bentuk huruf rapi, huruf tidak tertinggal/tertukar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan masing-masing dengan mencocokkan huruf demi huruf pada kartu kata di papan tulis untuk memastikan tidak ada huruf yang terlewat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil bacaan dan kerapian tulisan murid serta mengapresiasi kemandirian belajar murid hari ini (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu kata bergaris bantu suku kata (ja-lan, la-ri, lom-pat, pu-tar); murid yang sudah mahir membaca kata tanpa bantuan pemisahan suku kata.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis dibimbing guru secara individual dengan panduan titik-titik (tracing) huruf; murid mahir langsung menulis mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan minimal menuntaskan 2 kata target; murid yang cepat menuntaskan seluruh 4 kata target.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca dan menulis permulaan pada pendahuluan: murid membaca nyaring kata (1) 'jalan' dan (2) 'lari' serta menuliskan salah satunya di papan (acuan: membaca tanpa mengeja huruf satu per satu; menuliskan huruf pembentuk kata 'jalan' [j-a-l-a-n] atau 'lari' [l-a-r-i] secara lengkap).

Proses:

  • Penilaian membaca fasih 4 kata target: (1) 'jalan', (2) 'lari', (3) 'lompat', (4) 'putar' (indikator: membaca tanpa mengeja, lancar, tanpa jeda ragu).
  • Penilaian menulis permulaan 4 kata target: (1) 'jalan', (2) 'lari', (3) 'lompat', (4) 'putar' di buku tulis (indikator: bentuk huruf proporsional, susunan huruf benar, tulisan jelas terbaca).

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian di akhir kegiatan: murid membaca ulang secara acak 1 kata dari 4 kata target yang ditunjuk guru, dan guru memvalidasi kelengkapan 4 kata pada lembar tulis murid (acuan 4 kata: 'jalan', 'lari', 'lompat', 'putar').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca nyaring kata gerakan tubuh
  • Pemeriksaan hasil karya tulisan permulaan kata gerakan tubuh di buku tulis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca kata sederhana tentang gerak tubuh dengan fasih (acuan: jalan, lari, lompat, putar)Membaca 1 kata atau belum mampu membaca kata target secara fasih (masih terbata-bata mengeja huruf satu per satu).Membaca 2 dari 4 kata target dengan fasih tanpa mengeja.Membaca 3 dari 4 kata target dengan fasih tanpa mengeja dan lancar.Membaca seluruh 4 kata target ('jalan', 'lari', 'lompat', 'putar') dengan fasih, lancar, tanpa ragu secara mandiri.
Menulis permulaan kata tentang gerak tubuh di atas kertas (acuan: jalan, lari, lompat, putar)Menulis 1 kata atau huruf pembentuk kata masih banyak yang tertukar/hilang dan bentuk huruf belum terbaca jelas.Menulis 2 dari 4 kata target dengan susunan huruf tepat dan bentuk huruf mulai terbaca.Menulis 3 dari 4 kata target dengan susunan huruf lengkap dan tepat serta bentuk huruf jelas terbaca.Menulis seluruh 4 kata target ('jalan', 'lari', 'lompat', 'putar') dengan susunan huruf lengkap, tepat, rapi, dan proporsional secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membaca kata target tanpa mengeja per huruf?
  • Bagaimana kesiapan motorik halus murid saat menulis kata di buku garis berpetak?

Murid:

  • Kata gerakan mana yang paling mudah kamu baca?
  • Apakah kamu merasa senang saat menulis kata-kata gerakan tadi di buku?

Pertemuan 14 — Menunjukkan pesan teks sastra aural dan menceritakan kembali isi teks yang didengar tentang aneka gerak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka gerak binatang yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.4 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang didengar tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fabel tentang katak dan kelinci untuk menemukan pesan cerita serta menceritakan kembali gerak binatang dalam teks (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes aural singkat: guru membacakan fabel mini 2 kalimat: 'Katak kecil suka melompat tinggi agar tubuhnya kuat. Kura-kura berjalan pelan tetapi tidak pernah menyerah.' Guru bertanya: 'Mengapa katak suka melompat?' dan murid menjawab lisan (acuan jawaban: agar tubuhnya kuat / sehat) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak teks fabel aural berjudul 'Lompatan Si Katak Kiki' yang dibacakan guru: 'Kiki si katak kecil senang sekali melompat di tepi kolam. Temannya, Cici si kelinci, juga melompat gesit di padang rumput. Suatu hari, Kiki lelah karena melompat tanpa henti. Cici mengingatkan Kiki agar beristirahat dan tidak memaksakan diri saat berolahraga gerak melompat. Kiki menurut dan berterima kasih. Tubuh Kiki menjadi segar kembali karena tahu batas gerak tubuhnya.' (8 menit).
  • Guru memberikan 3 pertanyaan lisan untuk membimbing pemahaman pesan teks sastra: (1) Siapa saja tokoh dalam fabel? (acuan: Kiki si katak dan Cici si kelinci); (2) Gerakan apa yang dilakukan Kiki dan Cici? (acuan: gerak melompat); (3) Apa pesan yang disampaikan Cici kepada Kiki dan berkaitan dengan diri kita saat bergerak? (acuan: saat bergerak/berolahraga kita harus beristirahat/tidak memaksakan diri agar tubuh tetap segar) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan permainan menyimak ceria 'Estafet Cerita Gerak': guru membacakan teks aural kedua tentang aneka gerak binatang: 'Kancil melompat melewati batu kali. Ikan mas berenang lincah di air jernih. Ular pohon merayap pelan di dahan kayu. Semua binatang bergerak aktif sesuai kemampuan tubuhnya agar tetap sehat.' (10 menit).
  • Murid secara bergiliran dalam kelompok berpasangan menceritakan kembali isi teks yang didengar secara lisan, memuat minimal 3 rincian gerak binatang (acuan: kancil melompat, ikan berenang, ular merayap) dan pesan gerak berkaitan dengan diri (acuan: manusia/kita perlu bergerak aktif sesuai kemampuan agar tubuh sehat) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kegiatan dengan menunjukkan kartu jempol atas bila sudah mampu menemukan pesan cerita gerak dan menceritakan kembali teks aural, atau jempol samping bila masih butuh bimbingan (5 menit).
  • Murid menyebutkan kembali satu hal penting tentang pesan gerak tubuh binatang yang bisa ditiru dalam kehidupan sehari-hari (acuan: bergerak aktif secara teratur dan tidak memaksakan diri) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dalam menunjukkan pesan teks sastra dan kecakapan menceritakan kembali isi teks aural (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks aural yang lebih pendek dengan 2 tokoh binatang gerak melompat, sedangkan murid mahir menyimak teks dengan 3 ragam gerak binatang berbeda.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu dengan pertanyaan pemandu bertahap saat menceritakan kembali, sedangkan murid mahir menceritakan kembali secara mandiri dan utuh.
  • Produk: Murid yang belum lancar menceritakan kembali minimal 2 rincian gerak binatang beserta pesan, sedangkan murid mahir menceritakan kembali seluruh 3 rincian gerak beserta pesan teks secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan terhadap fabel mini 2 kalimat: 'Mengapa katak suka melompat?' (acuan jawaban: agar tubuhnya kuat / sehat) untuk memetakan kesiapan murid menyimak pesan teks sastra aural.

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian menunjukkan pesan teks sastra aural fabel 'Lompatan Si Katak Kiki' (acuan pesan: beristirahat saat berolahraga/tidak memaksakan diri agar tubuh sehat).
  • Pemeriksaan lisan menceritakan kembali isi teks aural kedua yang memuat 3 unsur gerak binatang (kancil melompat, ikan berenang, ular merayap) dan pesan gerak berkaitan dengan diri (bergerak aktif sesuai kemampuan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan satu pesan yang kita pelajari dari cerita gerak binatang hari ini!' (acuan jawaban: bergerak aktif teratur dan istirahat jika lelah/tidak memaksakan diri).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan penelusuran pesan teks sastra aural
  • Unjuk kerja menceritakan kembali isi teks aural tentang aneka gerak secara lisan berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang aneka gerak binatang berkaitan dengan diriBelum mampu menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang walau telah diberi pertanyaan pemandu.Menunjukkan sebagian pesan teks sastra aural tentang gerak binatang dengan bantuan pertanyaan pemandu guru (acuan: menyebutkan perlunya istirahat namun belum mengaitkan dengan diri).Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang secara tepat sesuai acuan (acuan: saat bergerak/berolahraga kita harus istirahat dan tidak memaksakan diri) dengan sedikit arahan guru.Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang gerak binatang secara tepat dan mandiri serta langsung mengaitkannya dengan kebiasaan gerak diri sendiri.
Menceritakan kembali isi teks aural tentang aneka gerak berkaitan dengan diriBelum mampu menceritakan kembali isi teks aural tentang gerak binatang walau dipandu.Menceritakan kembali isi teks aural yang didengar dengan memuat 1 rincian gerak binatang secara terbimbing.Menceritakan kembali isi teks aural yang didengar dengan memuat minimal 2 rincian gerak binatang dan 1 kaitan gerak diri (acuan: kancil melompat, ikan berenang, ular merayap, gerak aktif diri).Menceritakan kembali isi teks aural yang didengar secara lengkap memuat seluruh 3 rincian gerak binatang (kancil melompat, ikan berenang, ular merayap) dan kaitan gerak diri secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan menarik minat murid untuk menemukan pesan cerita?
  • Bagaimana efektivitas permainan berpasangan dalam memfasilitasi setiap anak untuk menceritakan kembali isi teks?

Murid:

  • Bagian cerita gerak binatang mana yang paling kamu ingat?
  • Apakah kamu bisa menceritakan kembali gerak binatang tadi kepada temanmu?

Pertemuan 15 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka gerak binatang yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang gerakan tubuh yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.4 Menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang didengar tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri
  • TP 1.4.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa suku kata dan kata tentang aneka gerak yang berkaitan dengan diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan meja murid untuk mengerjakan asesmen tertulis serta asesmen unjuk kerja (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 4 dan alur kegiatan: bagian pertama tes tertulis serentak dipandu audio guru, bagian kedua unjuk kerja lisan bergiliran di meja guru (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 3 nomor soal secara perlahan dan berkesadaran agar murid memahami cara memberi tanda dan menulis (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak mengerjakan Bagian 1 Tes Tertulis Bergambar berdurasi 26 menit dipandu pembacaan guru: (a) Soal 1 [TP 1.4.1]: Guru membacakan fabel singkat 'Katak Melompat Bersama' lalu murid memberi tanda silang (X) pada gambar pesan yang tepat dari 2 pilihan: gambar katak melompat riang bersama teman [Kunci: Benar] vs gambar katak diam sendirian murung [Salah]; (b) Soal 2 [TP 1.4.3]: Murid memirsa 4 gambar gerak mendorong dan menarik lalu memberi tanda centang (V) untuk menarik dan silang (X) untuk mendorong: [Kunci gambar 1 anak menarik gerobak = V, gambar 2 anak mendorong meja = X, gambar 3 anak mendorong pintu = X, gambar 4 anak menarik tali tambang = V]; (c) Soal 3 [TP 1.4.5]: Murid menyalin 2 suku kata terbuka dan 2 kata gerakan pada garis berpetak: 'la', 'lu', 'lari', 'lompat' [Kunci: bentuk huruf proporsional, terbaca, tepat pada garis] (26 menit).
  • Pelaksanaan Bagian 2 Unjuk Kerja Bergiliran: setiap murid secara bergiliran dipanggil ke meja guru (1,5 menit per murid untuk 28 murid) melakukan 2 tugas: (a) Tugas Membaca [TP 1.4.2]: murid membaca nyaring 4 kata gerakan pada kartu baca: 'lari', 'lompat', 'merayap', 'berenang' [Kunci acuan kefasihan: terbaca tepat tanpa mengeja satu per satu huruf, tanpa salah sebut kata]; (b) Tugas Menceritakan [TP 1.4.4]: guru memperdengarkan audio 1 kalimat tentang gerak kelinci ('Kelinci melompat riang di kebun mencari wortel') lalu murid menuturkan kembali 1-2 kalimat isi cerita tersebut dengan bahasa sendiri [Kunci acuan isi: memuat tokoh kelinci, gerakan melompat, dan latar/tujuan kebun/mencari wortel]. Murid lain yang menunggu giliran membaca senyap buku cerita bergambar di mejanya secara mandiri (34 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid mengumpulkan seluruh lembar kerja dan merefleksikan rasa percaya diri setelah menyelesaikan tes tertulis dan unjuk kerja sumatif Bab 4 (1 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan kemandirian selama asesmen sumatif berlangsung (1 menit).
  • Guru merangkum pencapaian Bab 4 'Aku Bisa!', menyampaikan informasi bahwa bab berikutnya akan mempelajari topik baru, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks aural dibacakan dengan artikulasi jelas dan pengulangan 2 kali secara merata untuk seluruh murid tanpa mengubah isi teks.
  • Proses: Akomodasi posisi: murid dengan kendala penglihatan atau pendengaran duduk di baris terdepan dekat guru saat pemanduan audio dan instruksi.
  • Produk: Standar bukti tetap sama untuk semua murid: lembar kerja tertulis bertanda centang/silang/tulisan permulaan dan rekaman skor pengamatan performa lisan membaca serta menceritakan kembali.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis pensil dan penghapus serta lembar kerja tertulis sebelum asesmen sumatif dimulai (acuan: kesiapan fisik lembar dan pensil di atas meja).

Proses:

  • Observasi kepatuhan prosedur pengerjaan mandiri dan ketertiban giliran maju ke meja guru selama asesmen sumatif berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja bergiliran: lembar kerja tertulis (menandai pesan cerita, memahami isi bacaan bergambar, serta menyalin suku kata dan kata) dan performa lisan membaca kata serta menceritakan kembali isi teks aural secara bergiliran
  • tes tertulis serentak dengan panduan audio guru: lembar kerja murid berisi tanda silang/centang pilihan gambar pesan teks aural yang dibacakan guru (TP 1), pilihan gambar isi bacaan gerakan tubuh (TP 3), dan tulisan permulaan suku kata serta kata gerakan yang rapi dan terbaca (TP 5) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian tulisan permulaan)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja membaca nyaring 3-4 kata sederhana tentang gerakan dengan artikulasi fasih (TP 2) dan menuturkan kembali 1-2 kalimat tentang cerita gerakan binatang yang didengar (TP 4) dinilai langsung 1,5 menit per murid di meja guru secara bergiliran (total 42 menit untuk 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan bercerita lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja bergiliran: lembar kerja tertulis (menandai pesan cerita, memahami isi bacaan bergambar, serta menyalin suku kata dan kata) dan performa lisan membaca kata serta menceritakan kembali isi teks aural secara bergiliran
  • tes tertulis serentak dengan panduan audio guru: lembar kerja murid berisi tanda silang/centang pilihan gambar pesan teks aural yang dibacakan guru (TP 1), pilihan gambar isi bacaan gerakan tubuh (TP 3), dan tulisan permulaan suku kata serta kata gerakan yang rapi dan terbaca (TP 5) yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian tulisan permulaan)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja membaca nyaring 3-4 kata sederhana tentang gerakan dengan artikulasi fasih (TP 2) dan menuturkan kembali 1-2 kalimat tentang cerita gerakan binatang yang didengar (TP 4) dinilai langsung 1,5 menit per murid di meja guru secara bergiliran (total 42 menit untuk 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja membaca nyaring dan bercerita lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pesan teks sastra aural (TP 1.4.1) [Acuan: gambar katak melompat riang bersama teman]Belum mampu menandai gambar pesan teks aural dengan benar.Menandai gambar pesan teks aural namun membutuhkan bimbingan guru dalam memilih.Menandai 1 gambar pesan teks aural katak melompat bersama secara tepat dan mandiri.Menandai 1 gambar pesan teks aural katak melompat bersama secara tepat, cepat, dan sepenuhnya mandiri.
Menunjukkan isi bacaan dipirsa gerak mendorong dan menarik (TP 1.4.3) [Acuan 4 gambar: 1 menarik (V), 2 mendorong (X), 3 mendorong (X), 4 menarik (V)]Menandai dengan benar 0-1 dari 4 gambar gerakan mendorong dan menarik.Menandai dengan benar 2 dari 4 gambar gerakan mendorong dan menarik sesuai acuan.Menandai dengan benar 3 dari 4 gambar gerakan mendorong dan menarik sesuai acuan.Menandai dengan benar seluruh 4 dari 4 gambar gerakan mendorong dan menarik sesuai acuan secara mandiri.
Menulis permulaan suku kata dan kata gerak (TP 1.4.5) [Acuan: suku kata 'la', 'lu' dan kata 'lari', 'lompat']Menyalin 0-1 dari 4 target suku kata/kata dengan bentuk huruf belum terbaca.Menyalin 2 dari 4 target suku kata/kata dengan bentuk huruf terbaca namun ukuran belum rapi di atas garis.Menyalin 3 dari 4 target suku kata/kata dengan bentuk huruf jelas, rapi, dan tepat pada garis.Menyalin seluruh 4 target suku kata dan kata ('la', 'lu', 'lari', 'lompat') dengan bentuk huruf sangat rapi, proporsional, dan tepat pada garis.
Membaca kata-kata sederhana tentang gerak (TP 1.4.2) [Acuan 4 kata: 'lari', 'lompat', 'merayap', 'berenang']Membaca fasih 0-1 dari 4 kata gerakan, masih mengeja per huruf terbata-bata.Membaca fasih 2 dari 4 kata gerakan tanpa mengeja huruf.Membaca fasih 3 dari 4 kata gerakan secara langsung tanpa mengeja.Membaca fasih seluruh 4 dari 4 kata gerakan ('lari', 'lompat', 'merayap', 'berenang') secara lancar tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu.
Menceritakan kembali teks yang didengar (TP 1.4.4) [Acuan: cerita 'Kelinci melompat riang di kebun mencari wortel']Belum mampu menceritakan kembali isi teks yang didengar atau hanya mengulang satu kata terputus.Menceritakan kembali isi teks yang didengar dengan menyebutkan 1 unsur cerita (tokoh kelinci atau gerak melompat).Menceritakan kembali isi teks yang didengar dalam 1 kalimat memuat 2 unsur cerita (tokoh kelinci dan gerak melompat).Menceritakan kembali isi teks yang didengar dalam 1-2 kalimat lengkap memuat 3 unsur cerita (tokoh kelinci, gerak melompat, dan kebun/wortel) secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 26 menit tes tertulis serentak dan 34 menit unjuk kerja lisan bergiliran terlaksana secara efektif dan kondusif?
  • Bagian kompetensi mana dari TP 1 sampai TP 5 yang paling banyak dikuasai dengan baik oleh murid, dan kompetensi mana yang memerlukan penguatan kembali?

Murid:

  • Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat tes tadi: menandai gambar, menulis kata, membaca nyaring, atau menceritakan kembali cerita kelinci?
  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah dikerjakan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I (Kemendikbudristek 2023, Halaman 124-131)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I (Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Halaman 85-92)
  3. Teks fabel dongeng aural 'Lompatan Kiki Kelinci'
  4. Kartu gambar binatang melompat (kelinci, katak) dan lembar kerja pilihan ganda bergambar
  5. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek)
  6. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek)
  7. Kartu pilihan pesan bergambar (A, B, C)
  8. Teks fabel aural 'Kura-kura Kecil Belajar Berenang' dan 'Laba-laba yang Tekun'
  9. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I
  10. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Bab 4
  11. Teks dongeng fabel aural 'Kelinci Putih Belajar Bergerak'
  12. Set kartu alur gambar berseri dongeng fabel (Kiko melompat, Koko memanjat & Kiki terbang, Kiko melompat tinggi)
  13. Teks narasi gerak tubuh 'Pagi Penuh Gerak Bayu' yang disusun guru
  14. Kartu gambar urutan gerak tubuh (berjalan, melompat, berlari) sebagai media pendukung diferensiasi
  15. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi (Bab 4)
  16. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi
  17. Kartu gambar tunggal aneka gerakan tubuh (melompat, membungkuk, berjalan jinjit, merentangkan tangan, berdiri satu kaki)
  18. Lembar kerja murid memirsa gambar tunggal gerakan tubuh
  19. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  20. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  21. Kartu gambar berseri aneka gerakan tubuh (melompat tali, menendang bola, merangkak)
  22. Lembar kerja murid berformat gambar berseri rumpang nomor
  23. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Edisi Revisi (Bab 4)
  24. Kartu suku kata bergambar aneka gerak ('la', 'ri', 'lo', 'pat', 'ja', 'lan')
  25. Papan flanel / papan saku kartu kata
  26. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  27. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Bab 4)
  28. Kartu kata bertuliskan: 'lari', 'jalan', 'lompat', 'gerak'
  29. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  30. Strip kalimat pendek bergambar aneka gerak
  31. Kartu kata gerak ('lari', 'lompat', 'jalan', 'ayun')
  32. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  33. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi (Kemendikbudristek)
  34. Lembar kertas bergaris latihan menulis suku kata
  35. Kartu contoh bentuk suku kata terbuka ('la', 'lo', 'li', 'lu')
  36. Kartu suku kata dan kartu kata (lari, jalan, lompat, tari)
  37. Lembar kerja menulis bergaris dengan gambar ilustrasi gerak tubuh
  38. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I
  39. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Bab 4
  40. Buku bergaris tiga / lembar kertas bergaris untuk menulis permulaan
  41. Kartu kata berpola suku kata terbuka dan tertutup
  42. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas I SD Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  43. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas I SD Edisi Revisi Kemendikbudristek 2023 Bab 4
  44. Kartu kata bertuliskan: jalan, lari, lompat, putar
  45. Buku tulis bergaris dan alat tulis pensil
  46. Teks fabel aural 'Lompatan Si Katak Kiki' dan teks narasi aural aneka gerak binatang
  47. Kartu refleksi jempol
  48. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek)
  49. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I Bab 4 (Kemendikbudristek)
  50. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bergambar Bab 4
  51. Kartu Kata Bacaan Gerak ('lari', 'lompat', 'merayap', 'berenang')
  52. Lembar Observasi Penilaian Unjuk Kerja Guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.