Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Melengkapi Kalimat Rumpang tentang Ide Pokok Teks 'Awas Kuman!'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Melengkapi Kalimat Rumpang tentang Ide Pokok Teks 'Awas Kuman!'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Melengkapi Kalimat Rumpang tentang Ide Pokok Teks 'Awas Kuman!'

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Melengkapi Kalimat Rumpang tentang Ide Pokok Teks 'Awas Kuman!'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMelengkapi Kalimat Rumpang tentang Ide Pokok Teks 'Awas Kuman!'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak guru membacakan teks cerita bergambar 'Awas Kuman!', murid dapat melengkapi kalimat tidak lengkap yang berkaitan dengan ide pokok bacaan tentang kuman dengan benar.
  2. Melalui kegiatan menulis permulaan, murid dapat menuliskan jawaban kalimat rumpang terkait tema kuman dengan tulisan tangan yang semakin baik di atas kertas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian sakit pilek? Bagaimana rasanya?
  2. Kira-kira, apa yang membuat kita bisa sakit pilek?
  3. Apa yang bisa kita lakukan supaya tidak mudah sakit?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan murid siap belajar (duduk rapi, alat tulis tersedia).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah sakit pilek?' dan 'Menurut kalian, apa itu kuman?' — guru mencatat respon murid untuk mengetahui pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara hangat dan antusias untuk membangun rasa ingin tahu: 'Pernahkah kalian sakit pilek? Bagaimana rasanya? Kira-kira apa yang menyebabkan kita bisa tertular?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menyimak cerita tentang Dilo yang terkena kuman, lalu kita akan melengkapi kalimat-kalimat yang masih kosong bersama-sama.'
  • Guru memperlihatkan sampul atau gambar ilustrasi cerita 'Awas Kuman!' untuk membangkitkan minat murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid untuk duduk nyaman, mata tertuju ke depan, dan siap menyimak — guru mengingatkan: 'Pasang telinga baik-baik, ya!'
  • Guru membacakan teks cerita bergambar 'Awas Kuman!' dengan suara jelas, ekspresif, dan tempo lambat sambil menunjuk gambar yang relevan di Buku Siswa halaman 59–60.
  • Setelah membaca, guru mengajukan pertanyaan lisan satu per satu untuk mengecek pemahaman isi teks: (1) Apa yang terjadi pada hidung Dilo saat ia pilek? (2) Apa yang teman Dilo lakukan terhadap apel sebelum dimakan? (3) Bagaimana cara agar kita terhindar dari kuman?
  • Murid mengangkat tangan sebelum menjawab — guru memberi pujian singkat untuk setiap respons agar suasana tetap hangat dan percaya diri.
  • Guru bersama murid menyimpulkan ide pokok teks secara lisan: 'Jadi, cerita ini berisi tentang apa?' — guru menuliskan kata-kata kunci di papan tulis (misalnya: kuman, pilek, cuci tangan, cuci buah).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja kalimat rumpang (atau mengarahkan ke Buku Siswa halaman 61) yang berisi kalimat-kalimat tidak lengkap terkait ide pokok teks 'Awas Kuman!', contoh: (1) 'Saat pilek, aku merasa ...', (2) 'Agar cepat sembuh dari pilek, aku ...', (3) 'Agar temanku tidak tertular pilek, aku ...'
  • Guru membacakan setiap kalimat rumpang dengan keras dan jelas, lalu memberi waktu kepada murid untuk berpikir sebelum menulis.
  • Murid menuliskan jawaban pada titik-titik yang tersedia di atas kertas dengan tulisan tangan mereka sendiri — guru mengingatkan cara memegang pensil yang benar dan posisi duduk yang baik.
  • Guru berkeliling kelas mengamati proses menulis, memberikan bimbingan individual kepada murid yang membutuhkan bantuan tanpa langsung memberikan jawaban — guru cukup bertanya: 'Ingat ceritanya tadi, apa yang dilakukan Dilo?'
  • Guru mengingatkan murid untuk menghubungkan jawaban mereka dengan pengalaman nyata: 'Kalian pernah cuci tangan sebelum makan? Nah, itu jawabannya!'
  • Setelah selesai, beberapa murid (2–3 anak) diminta membacakan jawabannya di depan kelas — guru dan teman-teman memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.

Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid untuk melihat kembali lembar jawaban mereka dan bertanya kepada diri sendiri: 'Apakah jawabanku sudah sesuai dengan cerita yang tadi kita simak?'
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi ringan secara lisan: 'Dari cerita Dilo tadi, apa satu hal yang akan kalian lakukan mulai hari ini supaya tidak kena kuman?'
  • Murid menyampaikan jawabannya dengan cara bebas — bisa berbicara, menunjuk gambar, atau menggambar di buku mereka.
  • Guru merangkum jawaban murid dan menghubungkannya dengan kebiasaan sehat sehari-hari: 'Hebat! Ternyata cuci tangan dan cuci buah itu penting banget ya, bukan hanya di cerita tapi juga dalam kehidupan kita.'
  • Guru meminta murid menilai diri sendiri dengan cara sederhana (jempol ke atas = sudah bisa melengkapi kalimat sendiri, jempol ke tengah = masih perlu bantuan) untuk membangun kemandirian belajar.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita sudah menyimak cerita 'Awas Kuman!' dan melengkapi kalimat-kalimat yang masih kosong tentang kuman.'
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan dengan menunjuk 2–3 murid untuk menyebutkan satu ide pokok dari teks yang sudah dibaca.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan usaha mereka hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: 'Ingat ya, rajin cuci tangan dan cuci buah adalah cara kita menjaga tubuh dari kuman.'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat kegiatan pada pertemuan berikutnya agar murid antusias.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menyimak, guru dapat membacakan ulang kalimat rumpang satu per satu secara lebih lambat dan disertai penunjukan gambar di Buku Siswa sebagai petunjuk visual. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru dapat memberikan tantangan tambahan: menuliskan satu kalimat baru tentang cara menjaga kebersihan selain yang ada di lembar kerja.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra dapat mengerjakan kalimat rumpang secara berpasangan dengan teman sebangku atau mendapat bimbingan langsung dari guru. Murid yang sudah mandiri mengerjakan secara individual dan didorong untuk memeriksa kembali jawabannya sebelum dikumpulkan.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis diperbolehkan menggambar jawaban di dalam kotak sebagai alternatif ekspresi (sesuai panduan Buku Siswa halaman 61). Murid yang sudah mampu menulis dengan baik diminta menulis jawaban dalam kalimat lengkap dengan tulisan tangan yang rapi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan sebelum membacakan teks: 'Siapa yang tahu apa itu kuman?' dan 'Siapa yang pernah sakit pilek?' — guru mengamati dan mencatat murid yang sudah memiliki pengetahuan awal tentang kuman dan kebersihan untuk menentukan tingkat dukungan yang dibutuhkan selama pembelajaran.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan tentang isi teks dan mengamati ketepatan jawaban serta keaktifan murid dalam diskusi kelas.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan mengamati proses pengisian kalimat rumpang — mencatat murid yang dapat mengerjakan secara mandiri, yang membutuhkan petunjuk, dan yang membutuhkan bantuan penuh.
  • Selama tahap Merefleksi: guru mengamati kemampuan murid menghubungkan isi teks dengan pengalaman nyata melalui jawaban refleksi lisan.

Akhir:

  • Guru mengumpulkan lembar kerja kalimat rumpang dan menilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) ketepatan isi jawaban sesuai ide pokok teks, dan (2) kualitas tulisan tangan.
  • Guru melakukan penilaian lisan singkat dengan meminta 2–3 murid menyebutkan satu ide pokok dari cerita sebagai konfirmasi akhir pemahaman.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi tanya jawab setelah guru membacakan teks — guru mencatat murid yang mampu menjawab pertanyaan tentang isi teks dengan tepat.
  • Pengamatan proses menulis: guru memantau cara memegang pensil, posisi duduk, dan kualitas tulisan tangan saat murid melengkapi kalimat rumpang.
  • Penilaian diri sederhana (teknik jempol) di akhir tahap Merefleksi untuk mengukur kepercayaan diri dan kemandirian belajar murid.

Sumatif:

  • Lembar kerja kalimat rumpang yang telah diisi murid dinilai berdasarkan ketepatan isi jawaban dengan ide pokok teks dan kualitas tulisan tangan.
  • Penilaian lisan akhir: guru menunjuk 2–3 murid untuk menyebutkan satu ide pokok dari teks 'Awas Kuman!' sebagai konfirmasi pemahaman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melengkapi kalimat rumpang sesuai ide pokok teksBelum mampu melengkapi kalimat rumpang meskipun sudah diberi bantuan penuh oleh guru.Dapat melengkapi 1 dari 3 kalimat rumpang dengan benar setelah mendapat bantuan dari guru.Dapat melengkapi 2–3 kalimat rumpang dengan jawaban yang sesuai ide pokok teks secara mandiri atau dengan sedikit bantuan.Dapat melengkapi seluruh kalimat rumpang dengan jawaban yang tepat dan relevan dengan ide pokok teks secara mandiri, bahkan mampu menjelaskan alasan jawabannya.
Kualitas tulisan tangan dalam menulis jawabanTulisan belum terbaca, bentuk huruf tidak dapat dikenali, dan cara memegang pensil belum benar.Tulisan mulai terbaca sebagian, bentuk beberapa huruf sudah dapat dikenali, meskipun belum konsisten.Tulisan sebagian besar terbaca dengan jelas, bentuk huruf cukup konsisten, dan spasi antar kata cukup teratur.Tulisan terbaca dengan jelas dan rapi, bentuk huruf konsisten, spasi teratur, dan menunjukkan perkembangan tulisan tangan yang baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyimak dengan baik saat teks dibacakan? Strategi apa yang perlu ditingkatkan?
  • Seberapa banyak murid yang mampu melengkapi kalimat rumpang secara mandiri? Apakah scaffolding yang diberikan sudah cukup?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan efektif?
  • Bagaimana cara saya mendukung murid yang belum berkembang pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari dari cerita 'Awas Kuman!' hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa mengisi kalimat-kalimat yang kosong tadi? Bagian mana yang masih sulit?
  • Satu hal apa yang akan kamu lakukan di rumah supaya terhindar dari kuman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas I SD/MI Edisi Revisi — halaman 59–62 (teks cerita bergambar 'Awas Kuman!' dan lembar kalimat rumpang)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas I SD/MI Edisi Revisi — halaman 98–104
  3. Lembar kerja kalimat rumpang (dapat disalin dari Buku Siswa atau disiapkan guru secara terpisah)
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci ide pokok
  5. Pensil dan alat tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.