Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Teks Nonfiksi 'Jangan Lupa!' tentang Mencegah Penyebaran Kuman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak Teks Nonfiksi 'Jangan Lupa!' tentang Mencegah Penyebaran Kuman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Teks Nonfiksi 'Jangan Lupa!' tentang Mencegah Penyebaran Kuman

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak Teks Nonfiksi 'Jangan Lupa!' tentang Mencegah Penyebaran Kuman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak Teks Nonfiksi 'Jangan Lupa!' tentang Mencegah Penyebaran Kuman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak teks nonfiksi 'Jangan Lupa!' yang dibacakan guru, murid dapat menyimpulkan informasi tentang cara mencegah penyebaran kuman (menutup mulut saat bersin/batuk, mencuci tangan) dan menjelaskan simpulannya berdasarkan pengalamannya dengan relevan.
  2. Melalui tanya jawab tentang teks 'Jangan Lupa!', murid dapat merespons pertanyaan dan menanggapi komentar teman tentang kebiasaan mencegah kuman dengan baik dan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bersin atau batuk di dekat teman? Apa yang kalian lakukan setelah itu?
  2. Kalau kuman bisa berpindah ke tubuh orang lain, kira-kira bagaimana caranya agar kuman tidak menular?
  3. Menurut kalian, mengapa kita perlu menjaga kebersihan tangan setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama. (5 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid duduk rapi siap menyimak.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan diagnostik lisan, 'Siapa yang pernah bersin di dekat teman? Apa yang kalian lakukan?', lalu mencatat respons murid sebagai data awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid menjawab secara singkat untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menyimak cerita tentang cara mencegah kuman, lalu kita cerita bersama tentang apa yang sudah kita pelajari.'
  • Guru menyampaikan kesepakatan menyimak: duduk tenang, tidak berbicara saat guru membaca, dan boleh bertanya setelah cerita selesai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan sampul teks 'Jangan Lupa!' dari Buku Siswa halaman 66–71 dan mengajak murid mengamati gambar-gambar ilustrasi sebelum cerita dibacakan. (Berkesadaran: murid diajak fokus pada gambar sebelum menyimak.)
  • Guru membacakan teks nonfiksi 'Jangan Lupa!' dengan lantang, ekspresif, dan menggunakan intonasi yang jelas. Saat membaca kalimat 'Kalau kalian bersin...', guru berjeda sejenak untuk memberi kesempatan murid menduga kelanjutan cerita.
  • Guru mengulang pembacaan bagian penting: menutup mulut dengan lengan saat bersin/batuk, menekuk siku, dan mencuci tangan setelah keluar kamar mandi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman literal secara lisan: (a) 'Apa yang harus dilakukan saat bersin?' (b) 'Bagian tubuh mana yang digunakan untuk menutup mulut saat batuk?' (c) 'Kapan kita harus cuci tangan?', dan murid menjawab secara serempak atau bergantian.
  • Guru menempelkan gambar visual di papan tulis: gambar orang bersin menutup mulut dengan lengan, menekuk siku saat batuk, dan mencuci tangan, agar murid dapat menghubungkan kata dengan gambar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid mempraktikkan gerakan yang disebutkan dalam teks: berpura-pura bersin lalu menutup mulut dengan lengan, menekuk siku saat batuk, dan memeragakan gerakan cuci tangan. (Menggembirakan: kegiatan gerak tubuh membuat murid aktif dan senang.)
  • Guru memandu murid menjawab dua pertanyaan di Buku Siswa halaman 71 secara lisan bersama-sama: (a) 'Mengapa kalian tidak boleh menyebarkan kuman kepada orang lain?' (b) 'Apa yang bisa kalian lakukan agar kuman tidak berpindah ke tubuh orang lain?'
  • Guru mengadakan sesi tanya jawab dan diskusi kelas: murid diminta berbagi pengalaman pribadi tentang kebiasaan mencegah kuman di rumah atau di sekolah. Guru mendorong murid menanggapi cerita teman dengan kalimat santun seperti 'Aku setuju karena...' atau 'Aku pernah juga...'.
  • Guru membimbing murid menyusun simpulan bersama di papan tulis dalam bentuk kalimat pendek: 'Tutup mulut saat bersin dan batuk. Cuci tangan supaya kuman tidak menular.'
  • Guru memberikan kesempatan kepada 3–4 murid untuk menyampaikan simpulannya sendiri dengan kata-kata mereka di depan kelas. (Bermakna: murid mengaitkan teks dengan pengalaman nyata mereka.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk membentuk lingkaran kecil (atau tetap di bangku jika ruang terbatas) dan bertanya: 'Dari cerita tadi, hal baru apa yang kalian pelajari hari ini?'
  • Setiap murid diberi kesempatan berbicara satu kalimat tentang simpulan yang paling mereka ingat dari teks 'Jangan Lupa!'. (Berkesadaran: murid menyadari apa yang baru mereka pahami.)
  • Guru meminta murid berpikir: 'Apakah kalian sudah melakukan kebiasaan ini di rumah? Kebiasaan mana yang sudah, dan mana yang ingin kalian coba mulai besok?'
  • Guru merangkum refleksi kelas dengan menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk kepedulian kepada diri sendiri dan orang di sekitar kita.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran hari ini secara lisan: menyebutkan dua cara mencegah kuman yang dipelajari dari teks. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: meminta 2–3 murid secara acak menyebutkan cara mencegah kuman dan menjelaskan dengan kalimat sendiri.
  • Guru memberikan pesan penutup yang relevan dengan kehidupan sehari-hari: 'Mulai hari ini, jangan lupa tutup mulut saat bersin dan selalu cuci tangan, ya!'
  • Guru meminta murid mengisi refleksi diri sederhana dengan menunjukkan ibu jari ke atas (sudah paham), ke samping (masih bingung sedikit), atau ke bawah (belum paham).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami teks: guru mengulang pembacaan satu bagian cerita dengan lebih pelan dan menunjuk langsung gambar ilustrasi yang sesuai. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru mengajukan pertanyaan tambahan seperti 'Selain cara yang ada di cerita, kira-kira ada cara lain apa untuk mencegah kuman?'
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan dengan bantuan gambar visual di papan tulis atau dengan menunjuk gambar di Buku Siswa daripada harus menjawab secara lisan mandiri. Murid yang sudah siap dapat langsung diminta menyampaikan simpulannya tanpa bantuan gambar.
  • Produk: Murid yang sudah cepat dapat menyampaikan simpulan dalam 2–3 kalimat lengkap. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan satu cara mencegah kuman menggunakan satu kalimat pendek atau dengan menunjuk gambar sambil menyebutkan kata kuncinya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah bersin di dekat teman? Apa yang kamu lakukan?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang kebiasaan mencegah kuman.
  • Guru mencatat secara cepat murid yang sudah mengetahui cara menutup mulut saat bersin/batuk dan mencuci tangan sebagai dasar diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi selama pembacaan teks: guru memperhatikan murid yang fokus, menunjukkan pemahaman (mengangguk, menunjuk gambar), dan yang tampak bingung untuk segera diberi bimbingan.
  • Tanya jawab lisan setelah pembacaan teks: guru menilai apakah murid dapat menjawab pertanyaan literal tentang isi teks (apa yang dilakukan saat bersin, kapan cuci tangan).
  • Pengamatan saat diskusi berbagi pengalaman: guru menilai apakah murid dapat merespons pertanyaan guru dan menanggapi cerita teman dengan kalimat santun.

Akhir:

  • Murid (2–3 orang secara acak) diminta menyebutkan secara lisan simpulan dari teks 'Jangan Lupa!': cara mencegah penyebaran kuman berdasarkan teks dan pengalaman mereka.
  • Guru menggunakan rubrik 4 level untuk menilai dua aspek: (1) kemampuan menyimpulkan informasi dari teks, dan (2) kemampuan berbicara dengan santun dalam merespons.
  • Semua murid melakukan refleksi diri dengan ibu jari (atas/samping/bawah) sebagai data asesmen diri tentang pemahaman mereka.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama kegiatan menyimak: apakah murid fokus, menjawab pertanyaan literal, dan aktif dalam diskusi.
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman isi teks secara bertahap.
  • Pengamatan kemampuan murid merespons dan menanggapi komentar teman dalam diskusi kelas dengan santun.

Sumatif:

  • Murid menyampaikan simpulan lisan tentang cara mencegah kuman berdasarkan teks 'Jangan Lupa!' dengan kata-kata sendiri di akhir pembelajaran.
  • Penilaian berdasarkan rubrik: aspek menyimpulkan informasi dan aspek berbicara santun dalam merespons.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan Informasi dari Teks (TP 1.3.5.1)Murid belum dapat menyebutkan cara mencegah kuman dari teks meskipun sudah diberi bantuan gambar dan pertanyaan arahan.Murid dapat menyebutkan satu cara mencegah kuman (misalnya hanya menutup mulut atau hanya cuci tangan) dengan bantuan gambar atau pertanyaan arahan dari guru.Murid dapat menyebutkan dua cara mencegah kuman (menutup mulut saat bersin/batuk dan cuci tangan) secara mandiri berdasarkan teks yang dibacakan.Murid dapat menyimpulkan dua cara mencegah kuman secara mandiri dan menjelaskan simpulannya dengan mengaitkan pada pengalaman pribadinya menggunakan kalimat yang relevan.
Merespons dan Menanggapi dalam Diskusi (TP 1.3.5.2)Murid belum merespons pertanyaan guru dan belum menanggapi komentar teman meskipun sudah diberi dorongan.Murid merespons pertanyaan guru dengan satu kata atau kalimat sangat pendek, namun belum menanggapi komentar teman.Murid dapat merespons pertanyaan guru dan menanggapi komentar teman dengan kalimat pendek yang cukup jelas dan cukup santun.Murid merespons pertanyaan guru dan menanggapi komentar teman dengan kalimat yang jelas, relevan, dan santun, serta berinisiatif menyampaikan pendapat atau pengalamannya sendiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan menyimak dengan fokus? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan dalam cara membacakan teks?
  • Apakah pertanyaan yang saya ajukan sudah cukup memancing murid untuk berpikir dan berbicara, bukan hanya menjawab ya/tidak?
  • Murid mana yang belum menunjukkan pemahaman dan perlu tindak lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diferensiasi berjalan dengan baik dan membantu murid yang lambat tanpa membuat mereka merasa tersisih?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara mencegah kuman?
  • Apakah kamu sudah melakukan salah satu cara mencegah kuman yang ada di cerita? Ceritakan!
  • Apakah ada hal yang masih membingungkan bagimu dari cerita 'Jangan Lupa!' hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 66–72 — teks 'Jangan Lupa!'
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Panduan Khusus Bab III halaman 99 dan 111
  3. Gambar visual/poster: ilustrasi cara menutup mulut saat bersin (dengan lengan), menekuk siku saat batuk, dan langkah-langkah mencuci tangan (dapat dicetak atau digambar di papan tulis)
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan simpulan bersama
  5. Kartu kata kosakata: 'bersin', 'batuk', 'kuman', 'lengan', 'siku', 'cuci tangan' (opsional, untuk pengayaan kosakata visual)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.