Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita Bergambar 'Awas Kuman!'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menyimak Cerita Bergambar 'Awas Kuman!'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menyimak Cerita Bergambar 'Awas Kuman!'

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyimak Cerita Bergambar 'Awas Kuman!'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyimak Cerita Bergambar 'Awas Kuman!'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak cerita bergambar 'Awas Kuman!' yang dibacakan guru, murid dapat menyimpulkan informasi tentang kuman dan menjelaskan simpulannya dengan benar menggunakan kalimat sederhana.
  2. Melalui tanya jawab setelah menyimak cerita 'Awas Kuman!', murid dapat merespons pertanyaan guru tentang isi cerita dengan baik dan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian pilek atau bersin-bersin? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Menurutmu, dari mana datangnya penyakit seperti pilek?
  3. Apa yang biasa kalian lakukan sebelum makan agar tubuh tetap sehat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kondisi murid.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan 1–2 pertanyaan lisan diagnostik — 'Siapa yang pernah pilek? Apa yang kamu rasakan?' — untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang penyakit dan kuman. Guru mencatat respons secara informal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian pilek atau bersin-bersin? Apa yang kalian rasakan saat itu?' untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang seorang anak bernama Dilo yang sedang pilek, dan kita akan belajar tentang kuman.
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini dalam bahasa yang mudah dipahami anak kelas 1: 'Kita akan menyimak cerita, lalu menjawab pertanyaan bersama-sama.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk nyaman dan siap menyimak. Guru mengingatkan aturan menyimak: mata tertuju ke guru/buku, tangan di meja, tidak berbicara saat guru membaca.
  • Guru membacakan cerita bergambar 'Awas Kuman!' dari Buku Siswa dengan ekspresif dan intonasi yang menarik, sambil menunjukkan gambar-gambar pada setiap halaman agar murid dapat mengikuti alur cerita secara visual.
  • Selama membacakan, guru sesekali berhenti dan mengajukan pertanyaan kecil untuk menjaga perhatian: 'Lihat gambar ini — apa yang sedang dilakukan Dilo?' (pertanyaan pemahaman langsung, bukan penilaian).
  • Setelah selesai membacakan, guru memberikan jeda singkat (±1 menit) agar murid dapat meresapi isi cerita.
  • Guru menempelkan kartu kata 'KUMAN' di papan tulis dan meminta murid mengucapkannya bersama-sama: 'ku - man'.
  • Guru memandu diskusi kosakata baru 'kuman' dengan tiga pertanyaan bertahap: (1) 'Tunjukkan gambar kuman pada cerita!', (2) 'Menurut kalian, apakah kuman itu?', (3) 'Kuman bisa terdapat di mana saja?' — murid menjawab secara lisan, guru memberikan apresiasi atas setiap jawaban.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru melakukan sesi tanya jawab tentang isi cerita 'Awas Kuman!' secara klasikal. Murid diminta mengangkat tangan sebelum menjawab.
  • Pertanyaan tanya jawab meliputi: (1) 'Apa yang terjadi pada hidung Dilo saat ia pilek?', (2) 'Apa yang terjadi saat Dilo bersin?', (3) 'Apa yang teman Dilo lakukan terhadap apel yang akan dimakannya?', (4) 'Mengapa ia melakukannya?', (5) 'Apa yang Bu Guru pakaikan ke wajah Dilo?', (6) 'Mengapa Dilo harus memakainya saat pilek?'
  • Guru memberikan penguatan positif ('Bagus sekali!', 'Tepat sekali!') setelah setiap jawaban dan meluruskan pemahaman jika ada yang kurang tepat dengan cara yang menyenangkan.
  • Guru memandu murid untuk membuat simpulan sederhana bersama-sama: 'Jadi, dari cerita tadi, kita tahu bahwa kuman bisa... dan agar tidak tertular kita harus...' — murid melengkapi kalimat secara lisan.
  • Guru menunjuk 3–4 murid secara acak untuk menyampaikan simpulannya sendiri dengan kalimat sederhana. Guru mendampingi murid yang kesulitan dengan pertanyaan pengarah.
  • Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat kemampuan murid dalam menjawab pertanyaan (ketepatan isi, kesantunan berbicara, keberanian) menggunakan lembar observasi sederhana dengan 4 level: Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif yang menghubungkan cerita dengan kehidupan nyata murid: 'Apakah kalian selalu cuci tangan sebelum makan? Apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang?'
  • Murid secara bergantian (beberapa yang mau) menyampaikan jawabannya secara lisan kepada guru dan teman.
  • Guru memandu murid untuk menyelesaikan kalimat tidak lengkap secara lisan (persiapan untuk kegiatan menulis di pertemuan berikutnya): (1) 'Saat pilek, aku merasa...', (2) 'Agar cepat sembuh dari pilek, aku...', (3) 'Agar temanku tidak tertular pilek, aku...'
  • Guru mengajak murid bersama-sama menyebutkan dua cara menjaga kesehatan dari kuman yang mereka pelajari hari ini: mencuci tangan dan mencuci buah sebelum dimakan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama: 'Hari ini kita belajar tentang apa? Kuman bisa menyebabkan apa? Bagaimana cara kita melindungi diri?'
  • Asesmen akhir: Guru meminta 2–3 murid secara lisan menyebutkan satu informasi penting dari cerita 'Awas Kuman!' menggunakan kalimat sendiri sebagai bukti pemahaman.
  • Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi seluruh kelas selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang relevan: 'Ingat ya, setelah bermain dan sebelum makan, selalu cuci tangan!'
  • Guru mengajak murid berdoa bersama untuk menutup pembelajaran.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum siap, guru membacakan ulang bagian cerita yang pendek dan sederhana (misalnya hanya halaman tentang Dilo bersin) sebelum mengajukan pertanyaan. Untuk murid yang sudah siap, guru mengajukan pertanyaan tingkat lebih tinggi seperti 'Menurutmu, apa lagi yang bisa kita lakukan selain cuci tangan agar tidak sakit?'
  • Proses: Murid yang kesulitan menjawab secara mandiri dapat dibimbing dengan pertanyaan pengarah bertahap ('Ingat, apa yang dilakukan teman Dilo sebelum makan apel?'). Murid yang cepat dapat diminta membantu menjelaskan kepada teman sebangkunya tentang apa itu kuman.
  • Produk: Murid yang belum lancar berbicara dapat merespons dengan menunjuk gambar pada Buku Siswa sebagai jawaban. Murid yang sudah mampu dapat menyampaikan simpulan dalam 2–3 kalimat lengkap secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah pilek? Apa yang kamu rasakan?' dan 'Apa yang biasa kamu lakukan sebelum makan?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang kesehatan dan kuman.
  • Guru mengamati dan mencatat respons secara informal untuk menyesuaikan penekanan penjelasan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi aktif selama sesi tanya jawab pada tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar observasi sederhana untuk mencatat nama murid dan level respons mereka (Belum Berkembang / Mulai / Berkembang / Sangat Berkembang).
  • Perhatian khusus pada dua aspek: (1) ketepatan isi jawaban terhadap pertanyaan tentang cerita, dan (2) kesantunan dan keberanian murid saat berbicara.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (on-the-spot feedback) kepada murid setelah mereka menjawab.

Akhir:

  • Di kegiatan penutup, guru meminta 2–3 murid secara lisan menyampaikan satu informasi penting dari cerita 'Awas Kuman!' dalam kalimat sederhana mereka sendiri.
  • Guru menilai berdasarkan rubrik 4 level pada dua aspek: menyimpulkan informasi (TP 1.3.1.1) dan merespons dengan santun (TP 1.3.1.2).

Formatif:

  • Observasi lisan selama tanya jawab: guru mencatat kemampuan murid menjawab pertanyaan tentang isi cerita dengan tepat.
  • Pengamatan sikap menyimak: ekspresi wajah, gestur tubuh, dan perhatian murid saat guru membacakan cerita.
  • Penilaian kesantunan berbicara: apakah murid mengangkat tangan sebelum berbicara dan merespons dengan bahasa yang baik.

Sumatif:

  • Unjuk kerja lisan: murid menyampaikan satu simpulan tentang informasi dari cerita 'Awas Kuman!' menggunakan kalimat sederhana sendiri di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan informasi dari cerita 'Awas Kuman!' (TP 1.3.1.1)Murid belum dapat menjawab pertanyaan tentang isi cerita meskipun dengan bantuan guru, atau tidak menunjukkan perhatian saat menyimak.Murid dapat menjawab pertanyaan tentang isi cerita dengan bantuan pertanyaan pengarah dari guru, namun simpulan belum lengkap atau kurang tepat.Murid dapat menjawab pertanyaan tentang isi cerita dengan tepat dan mampu menyampaikan simpulan sederhana tentang kuman menggunakan kalimat sendiri.Murid dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat, menyampaikan simpulan yang lengkap dan runtut, serta mampu mengaitkan informasi cerita dengan pengalaman pribadinya.
Merespons pertanyaan guru dengan baik dan santun (TP 1.3.1.2)Murid tidak merespons pertanyaan guru atau merespons tanpa mengangkat tangan dan dengan cara yang tidak santun.Murid merespons pertanyaan guru, mengangkat tangan sebelum berbicara, namun jawaban kurang jelas atau suara sangat pelan sehingga sulit dipahami.Murid merespons pertanyaan guru dengan mengangkat tangan, menjawab dengan suara jelas, dan menggunakan bahasa yang baik dan santun.Murid merespons pertanyaan guru secara aktif dan antusias, menjawab dengan bahasa yang santun, jelas, dan runtut, serta mampu menanggapi atau melengkapi jawaban teman dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan menyimak dengan penuh perhatian? Jika tidak, apa yang perlu saya perbaiki dalam cara membacakan cerita?
  • Apakah pertanyaan tanya jawab yang saya ajukan sudah mencakup pemahaman literal dan inferensial sesuai kemampuan kelas 1?
  • Murid mana yang perlu mendapat perhatian lebih di pertemuan berikutnya berdasarkan hasil observasi hari ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini efektif membantu murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Cerita apa yang kita dengarkan hari ini? Apa yang kamu ingat dari cerita itu?
  • Apa yang dilakukan Dilo dan teman-temannya agar tidak sakit karena kuman?
  • Apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang agar tubuhmu sehat dan terhindar dari kuman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — cerita bergambar 'Awas Kuman!' (halaman 59–66)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab III
  3. Kartu kata 'KUMAN' untuk ditempel di papan tulis
  4. Lembar observasi guru (untuk mencatat perkembangan murid selama tanya jawab)
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci dan simpulan bersama
  6. Gambar/ilustrasi pendukung tentang kuman, pilek, mencuci tangan, dan mencuci buah (opsional, sebagai alat bantu visual tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.