MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 3 — Awas Kuman! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Awas Kuman! |
|---|
| Alokasi Waktu | 29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 13 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang kuman dan kebersihan diri
- TP 1.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
- TP 1.3.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang kesehatan
- TP 1.3.4 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
- TP 1.3.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita tidak boleh membiarkan tangan kotor saat mau makan?
- Apa yang terjadi pada tubuh kita jika ada kuman yang masuk?
- Apa yang harus kita lakukan saat tiba-tiba ingin bersin atau batuk di dekat orang lain?
- Mengapa kita tidak boleh membiarkan kuman menyebar ke tubuh teman kita?
- Di mana saja kuman biasanya bersembunyi pada gambar di buku kita?
- Benda apa saja yang tampak kotor dan ditempeli kuman pada gambar?
- Gambar apa saja yang biasanya kita lihat saat belajar mencuci tangan?
- Bagaimana kita tahu urutan langkah mencuci tangan dari gambar yang kita lihat?
- Bunyi apa yang kalian dengar di awal kata 'kaki' dan 'kiri'?
- Bagaimana cara kita membaca kata 'kaca' dan 'kita' tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
- Bagaimana bunyi suku kata jika huruf k bertemu huruf u, e, atau o?
- Siapa yang bisa membaca tulisan kata 'kuman' dan 'kotor'?
- Kata apa saja tentang kebersihan badan yang sudah bisa kalian baca?
- Bagaimana caramu membaca dua kata kebersihan secara langsung tanpa mengeja hurufnya satu demi satu?
- Bagaimana bentuk huruf k saat digabungkan dengan huruf a, i, dan u?
- Bagaimana cara memegang pensil yang tepat agar tulisan suku kata ka, ki, dan ku rapi di atas kertas?
- Bagaimana bentuk huruf saat kita menulis suku kata 'ke' dan 'ko' di atas kertas?
- Bagaimana cara merangkai huruf menjadi kata 'kuman' dengan rapi dan benar?
- Bagaimana bentuk huruf yang menempel rapi tepat di atas garis buku tulis?
- Bagaimana cara kita menuliskan kata kesehatan seperti 'kuman' dan 'sakit' agar posisinya pas di atas garis?
- Apa yang kamu katakan bila Ibu Guru mengingatkanmu saat bersin di kelas?
- Bagaimana cara menjawab komentar guru dengan kata-kata yang baik dan sopan?
- Apa yang kamu katakan jika temanmu berkata: 'Tanganmu bersih sekali, kamu rajin cuci tangan ya?'
- Mengapa kita perlu menjawab dengan baik dan santun ketika teman mengajak bicara tentang kebiasaan mencuci tangan?
- Bagaimana caramu menjaga kebersihan tubuh agar tidak tertular kuman penyakit?
- Kata tentang kesehatan apa saja yang sudah bisa kamu baca dan tulis sendiri dengan rapi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi pesan tentang kuman dari teks aural cerita bergambar 'Awas Kuman!' — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang kuman dan kebersihan diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita 'Awas Kuman!' untuk menemukan pesan tentang kuman dan cara menjaga kebersihan diri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan 2 kalimat pendek: (1) 'Budi mencuci tangan sebelum makan agar kuman hilang' dan (2) 'Dina membiarkan tangannya berlumpur saat makan kue', lalu meminta murid memilih kalimat mana yang menunjukkan pesan menjaga kebersihan diri (acuan jawaban benar: kalimat 1) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural cerita bergambar 'Awas Kuman!' (cerita Kuman Dilo yang bersin dan kumannya menempel di mana-mana, lalu teman-temannya mencuci buah sebelum dimakan dan mencuci tangan) secara perlahan dengan intonasi jelas sementara murid menyimak dengan saksama (15 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi isi dan pesan cerita melalui tanya jawab terarah tentang kuman dan cara menghindarinya berdasarkan teks yang didengar (acuan pesan cerita: kuman menyebabkan sakit sehingga kita harus mencuci tangan dan mencuci makanan sebelum makan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan menggembirakan 'Tebak Kartu Pesan Kuman': guru membacakan 3 kartu pernyataan aural dan murid berdiri jika pernyataan berisi pesan pencegahan kuman yang benar atau duduk jika salah. Pernyataan 1: 'Kita mencuci buah sebelum dimakan agar bersih dari kuman' (acuan: Benar/Berdiri); Pernyataan 2: 'Kita boleh langsung makan dengan tangan yang terkena tanah kotor' (acuan: Salah/Duduk); Pernyataan 3: 'Mencuci tangan dengan air bersih membantu mengusir kuman' (acuan: Benar/Berdiri) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja aural: guru membacakan 3 butir soal pilihan ganda bergambar tentang pesan cerita, lalu murid memberi tanda centang pada gambar pilihan yang benar. Butir 1: 'Apa pesan cerita saat kita akan makan apel?' (Pilihan: gambar mencuci apel vs gambar membiarkan kotor; acuan benar: gambar mencuci apel); Butir 2: 'Apa pesan cerita saat tangan kotor terkena kuman?' (Pilihan: gambar mencuci tangan vs gambar mengusap ke baju kotor; acuan benar: gambar mencuci tangan); Butir 3: 'Mengapa kuman harus dihindari?' (Pilihan: gambar anak sehat bugar vs gambar anak terbaring sakit pilek; acuan benar: kuman menyebabkan sakit pilek/gambar anak sakit pilek) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merefleksikan proses menyimak dengan mengecek bersama jawaban dari 3 butir lembar kerja dan memaknai pentingnya pesan menjaga kebersihan diri dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 2 pesan utama dari cerita 'Awas Kuman!': (1) mencuci buah sebelum dimakan dan (2) mencuci tangan agar kuman tidak masuk ke tubuh (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas fokus murid dalam menyimak dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan ulang teks cerita atau butir soal dengan jeda per kalimat dan bantuan penekanan kata kunci.
- Proses: Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan mengidentifikasi pesan tambahan dari bagian cerita tentang penggunaan masker saat pilek berdasarkan teks yang didengar.
- Produk: Respons lembar kerja dapat berupa memberi tanda centang langsung pada gambar pilihan atau melingkari gambar yang sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik aural: Guru membacakan 2 kalimat pendek: (1) 'Budi mencuci tangan sebelum makan agar kuman hilang' dan (2) 'Dina membiarkan tangannya berlumpur saat makan kue'. Murid diminta menentukan kalimat yang menunjukkan pesan kebersihan diri (acuan jawaban tepat: kalimat 1).
Proses:- Formatif proses: Guru mengamati ketepatan murid saat berdiri/duduk merespons 3 kartu pernyataan pesan kuman yang dibacakan (acuan: Kartu 1 = Berdiri; Kartu 2 = Duduk; Kartu 3 = Berdiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman aural akhir: Penilaian lembar kerja bergambar 3 butir berdasarkan teks aural cerita 'Awas Kuman!'. Butir 1: Pesan saat akan makan apel (acuan: gambar mencuci apel); Butir 2: Pesan saat tangan kotor (acuan: gambar mencuci tangan); Butir 3: Alasan kuman harus dihindari (acuan: kuman menyebabkan sakit pilek/gambar anak sakit pilek).
Formatif:- Observasi partisipasi respons gerak berdiri/duduk pada permainan 'Tebak Kartu Pesan Kuman'
- Tes aural pilihan gambar pada lembar kerja identifikasi pesan teks aural cerita 'Awas Kuman!'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pesan teks aural cerita 'Awas Kuman!' | Belum mampu mengidentifikasi pesan teks aural tentang kuman dan kebersihan diri (0 dari 3 butir benar sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian kecil pesan teks aural tentang kuman dan kebersihan diri dengan bimbingan penuh (tepat 1 dari 3 butir benar sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian besar pesan teks aural tentang kuman dan kebersihan diri secara mandiri (tepat 2 dari 3 butir benar sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi seluruh pesan teks aural tentang kuman dan kebersihan diri secara tepat dan mandiri (tepat 3 dari 3 butir benar sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah cara pembacaan teks aural cerita bergambar sudah cukup jelas dan menarik perhatian murid kelas 1?
- Berapa banyak murid yang mampu mengidentifikasi pesan cerita secara mandiri tanpa pengulangan pembacaan berlebih?
Murid:- Bagian mana dari cerita Kuman Dilo yang paling kamu sukai?
- Apa pesan penting yang kamu ingat agar badan tidak kemasukan kuman?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi pesan kebersihan diri dari teks aural cerita 'Jangan Lupa!' — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang kuman dan kebersihan diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan cerita 2 kalimat: 'Dito bersin kencang di depan Doni. Doni pun terkena kuman lalu ikut sakit pilek.' lalu menanyakan kepada 3 murid acak: 'Apa pesan dari cerita singkat Dito tadi?' (acuan jawaban: saat bersin harus menutup mulut agar tidak menulari teman/kuman tidak menyebar) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita 'Jangan Lupa!' dan mengidentifikasi pesan-pesan kebersihan diri dari cerita tersebut (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan guru membacakan cerita bergambar 'Jangan Lupa!' (Buku Siswa hlm. 67-71) dengan jeda interaktif: 'Kalau kalian bersin... Ha... ha... tsyi! Jangan lupa tutup mulut dengan lengan kalian. Tekuk siku dan batuk ke bagian dalam lengan. Begitu keluar dari kamar mandi, jangan lupa cuci tangan kalian. Ingat! Tutup mulut saat bersin dan batuk. Jangan lupa cuci tanganmu. Mari kita menjaga kebersihan. Jangan menyebarkan kuman ke orang di sekitar kita.' (3 menit).
- Murid secara terpandu mengidentifikasi isi pesan cerita melalui tanya jawab lisan terbimbing untuk 3 pertanyaan: (1) 'Apa yang harus dilakukan saat bersin atau batuk?' (acuan: menutup mulut dengan lengan bagian dalam/menekuk siku), (2) 'Apa yang harus dilakukan setelah keluar dari kamar mandi?' (acuan: mencuci tangan dengan air dan sabun), dan (3) 'Mengapa kita harus melakukan itu semua?' (acuan: menjaga kebersihan diri dan mencegah kuman menyebar ke orang lain) (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak bermain 'Detektif Pesan Kuman' secara menggembirakan: guru membacakan 4 pernyataan tentang kebiasaan, lalu murid serentak mengangkat kartu bergambar Jempol Hijau (Benar sesuai pesan cerita) atau Jempol Merah (Salah bertentangan dengan pesan cerita) (15 menit).
- Guru membacakan isi 4 kartu pernyataan secara berurutan: Pernyataan 1: 'Saat batuk, kita menutup mulut dengan menekuk siku ke bagian dalam lengan.' (acuan: Benar/Jempol Hijau); Pernyataan 2: 'Saat bersin, kita biarkan saja menghadap wajah teman.' (acuan: Salah/Jempol Merah); Pernyataan 3: 'Setelah buang air di kamar mandi, kita langsung makan tanpa cuci tangan.' (acuan: Salah/Jempol Merah); Pernyataan 4: 'Mencuci tangan dengan bersih bertujuan agar kuman tidak berpindah ke orang lain.' (acuan: Benar/Jempol Hijau) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja bergambar berisi 3 butir untuk mengidentifikasi pesan kebersihan diri: Murid memberi tanda centang (V) pada gambar yang sesuai pesan cerita 'Jangan Lupa!' dan tanda silang (X) pada gambar yang melanggar: Butir 1 memuat Gambar A (menutup bersin dengan siku) vs Gambar B (bersin terbuka ke wajah teman); Butir 2 memuat Gambar C (mencuci tangan pakai sabun keluar toilet) vs Gambar D (keluar toilet langsung lari); Butir 3 memuat Gambar E (batuk ke bagian dalam baju/lengan) vs Gambar F (batuk ke arah makanan meja). Acuan kunci jawaban benar: Butir 1 (A centang, B silang), Butir 2 (C centang, D silang), Butir 3 (E centang, F silang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dan merefleksikan makna pesan: menyadari bahwa menjaga kebersihan diri adalah wujud menyayangi kesehatan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 pesan inti kebersihan diri dari cerita 'Jangan Lupa!' (menutup mulut dengan siku saat bersin/batuk, mencuci tangan setelah dari toilet, dan tidak menyebarkan kuman kepada orang lain) (10 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menyimak, lalu membaca doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar peraga langkah bersin dan cuci tangan berukuran besar; murid mahir menyimak teks cerita tanpa bantuan visual gambar.
- Proses: Murid lambat didampingi guru dengan pembacaan ulang kalimat pesan secara perlahan dan berulang; murid mandiri langsung mengidentifikasi pesan pada lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi pesan cukup dengan menunjuk langsung kartu gambar yang tepat; murid mahir memberi tanda centang pada 3 butir lembar kerja secara tepat dan mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pertemuan berdasarkan teks 2 kalimat: 'Dito bersin kencang di depan Doni. Doni pun terkena kuman lalu ikut sakit pilek.' Guru menanyakan: 'Apa pesan dari cerita Dito tadi?' (Acuan jawaban: saat bersin mulut harus ditutup/kuman tidak boleh disebarkan ke teman).
Proses:- Pengamatan respons murid saat mengangkat kartu pada permainan 4 pernyataan: Pernyataan 1 (Benar), Pernyataan 2 (Salah), Pernyataan 3 (Salah), Pernyataan 4 (Benar). Kriteria: tepat merespons minimal 3 dari 4 pernyataan sesuai acuan cerita.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menandai centang (V) dan silang (X) pada 3 pasang gambar perilaku kebersihan diri (Acuan lengkap: Butir 1: A centang, B silang; Butir 2: C centang, D silang; Butir 3: E centang, F silang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa tanya jawab lisan cepat: 'Sebutkan 2 pesan penting yang kalian dengar dari cerita Jangan Lupa!' (Acuan jawaban: (1) menutup mulut dengan siku/lengan saat batuk atau bersin; (2) mencuci tangan setelah dari kamar mandi/toilet; (3) menjaga kebersihan agar kuman tidak menyebar ke orang lain; diterima benar jika menyebut minimal 2 pesan tersebut).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mengidentifikasi 3 pesan kebersihan diri dari teks aural
- Pengamatan respons lisan dan isyarat kartu pada permainan Detektif Pesan Kuman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pesan teks aural tentang kebersihan diri dan kuman | Belum mampu mengidentifikasi pesan kebersihan diri dari cerita yang didengarkan (jawaban lembar kerja benar 0 butir dari 3 butir acuan, masih keliru meski dibimbing penuh). | Mampu mengidentifikasi 1 pesan kebersihan diri dari cerita yang didengarkan (jawaban lembar kerja benar 1 butir dari 3 butir acuan dengan bimbingan guru). | Mampu mengidentifikasi 2 pesan kebersihan diri dari cerita yang didengarkan secara tepat (jawaban lembar kerja benar 2 butir dari 3 butir acuan secara mandiri). | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 pesan) kebersihan diri dari cerita yang didengarkan secara lengkap dan tepat (jawaban lembar kerja benar 3 butir dari 3 butir acuan secara mandiri). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi jeda membaca interaktif efektif membantu murid Fase A menangkap pesan kebersihan diri dari teks yang dibacakan?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat kegiatan permainan kartu Detektif Pesan Kuman berlangsung?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling kamu ingat saat Bu/Pak Guru membacakan tadi?
- Apa yang akan kamu lakukan besok jika tiba-tiba ingin bersin di dalam kelas?
Pertemuan 3 — Menunjukkan letak kuman dan benda kotor pada gambar bacaan kesehatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati gambar bacaan kesehatan untuk menunjukkan letak kuman dan benda-benda yang kotor (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu gambar poster kesehatan 'Kuman di Sekitar Kita' di papan tulis lalu meminta 2-3 murid maju menunjukkan letak kuman pada gambar tersebut (acuan: murid menunjuk ilustrasi kuman bulat bertanduk di telapak tangan kotor dan di gagang pintu) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memirsa gambar besar dari Buku Siswa Bab 3 'Awas Kuman!' yang menampilkan situasi anak bersin, kuman beterbangan, dan benda-benda di sekitarnya secara saksama (10 menit).
- Guru membimbing murid mengenali ciri visual kuman (makhluk kecil bertanduk/berbintik) dan benda kotor pada gambar tersebut dengan mengarahkan pandangan ke bagian-bagian gambar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain 'Detektif Kuman': secara bergantian murid maju ke depan kelas untuk menempelkan stiker bintang tepat pada 4 letak kuman dan benda kotor pada poster besar bacaan kesehatan: (1) di ujung hidung anak yang bersin; (2) di permukaan buah apel yang jatuh ke lantai; (3) di sela-sela kuku jari yang kotor; (4) di gagang pintu toilet yang bernoda (acuan tepat: stiker berada tepat di atas 4 objek tersebut) (20 menit).
- Murid menerima lembar kerja individu yang memuat gambar bacaan kesehatan dengan 4 titik sasaran, lalu murid melingkari dengan pensil letak kuman dan benda kotor: (1) kuman di udara dekat hidung anak bersin; (2) kuman di atas buah yang belum dicuci; (3) kuman pada mainan berdebu di lantai; (4) kuman pada telapak tangan kotor (acuan tepat: keempat titik sasaran dilingkari dengan benar) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali hasil lingkarannya secara mandiri dengan mencocokkan gambar kunci di papan tulis (acuan: 4 titik sasaran kuman dan benda kotor) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali isi gambar bacaan kesehatan tentang keberadaan kuman pada benda kotor (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap lembar kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berukuran lebih besar dengan kontras warna kuman yang lebih jelas; murid yang cepat diberikan gambar bacaan yang memuat 2 titik kuman tersembunyi tambahan (di bawah tapak sepatu dan di lap meja kotor).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru saat menunjuk posisi kuman pada lembar kerja; murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid menunjukkan letak kuman dan benda kotor dengan melingkari gambar; murid mahir menunjukkan hingga 6 titik target kuman pada gambar pengayaan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menunjukkan letak kuman pada gambar poster awal kesehatan di papan tulis. Instrumen: Guru menunjuk gambar dan bertanya 'Di mana letak kuman pada gambar ini?' (Acuan: murid dengan tepat menunjuk ilustrasi kuman di telapak tangan kotor dan gagang pintu).
Proses:- Unjuk kerja permainan 'Detektif Kuman' menempelkan stiker pada poster besar bacaan kesehatan. (Acuan 4 sasaran: [1] hidung bersin, [2] apel di lantai, [3] sela kuku kotor, [4] gagang pintu toilet bernoda).
- Pemeriksaan lembar kerja individu melingkari 4 letak kuman dan benda kotor pada gambar bacaan kesehatan. (Acuan 4 sasaran: [1] udara dekat hidung anak bersin, [2] buah belum dicuci, [3] mainan berdebu di lantai, [4] telapak tangan kotor).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti: murid memeriksa lembar kerjanya dengan mencocokkan 4 titik lingkaran kuman terhadap gambar kunci yang ditampilkan guru di papan tulis (acuan: tepat melingkari 4 titik kuman: hidung bersin, buah belum dicuci, mainan kotor di lantai, dan tangan kotor).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menunjukkan letak kuman pada papan peraga
- Pemeriksaan lembar kerja individu melingkari letak kuman dan benda kotor pada gambar bacaan kesehatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan letak kuman dan benda kotor pada gambar bacaan kesehatan (Acuan 4 titik: [1] udara dekat hidung anak bersin, [2] buah belum dicuci, [3] mainan berdebu di lantai, [4] telapak tangan kotor) | Belum mampu menunjukkan letak kuman atau benda kotor pada gambar (0-1 titik tepat) meski dengan bimbingan penuh. | Mampu menunjukkan 2 dari 4 titik letak kuman dan benda kotor pada gambar secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan 3-4 titik letak kuman dan benda kotor pada gambar secara tepat dengan bimbingan minimal. | Mampu menunjukkan seluruh 4 titik letak kuman dan benda kotor pada gambar secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar bacaan kesehatan cukup jelas dan menarik sehingga murid dapat mengenali letak kuman dengan mudah?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Detektif Kuman' berlangsung?
Murid:- Bagian mana pada gambar yang paling mudah kalian temukan kumannya?
- Apakah kalian bisa menemukan benda kotor yang ada di gambar tadi?
Pertemuan 4 — Menunjukkan urutan langkah mencuci tangan pada gambar bacaan kesehatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar acak: Gambar A (tangan dibilas air) dan Gambar B (tangan diberi sabun), lalu meminta murid menunjuk gambar yang dilakukan lebih dulu saat cuci tangan (acuan: Gambar B lebih dulu diberi sabun sebelum dibilas tuntas) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan menunjukkan urutan langkah mencuci tangan pada gambar bacaan kesehatan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menampilkan gambar poster panduan mencuci tangan berurutan nomor 1 sampai 4 di papan tulis: (1) Membasahi tangan dan menuang sabun, (2) Menggosok telapak dan punggung tangan serta sela jari, (3) Membilas tangan dengan air bersih mengalir, (4) Mengeringkan tangan dengan lap bersih/tisu (7 menit).
- Murid memirsa gambar secara saksama bersama guru dengan mengidentifikasi detail setiap nomor gambar urutan langkah mencuci tangan (acuan: nomor 1 sabun/basahi, nomor 2 gosok, nomor 3 bilas air, nomor 4 keringkan lap) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Memirsa Gambar berisi 4 panel gambar acak langkah cuci tangan: Gambar W (mengeringkan tangan dengan lap), Gambar X (menggosok punggung dan sela jari dengan sabun), Gambar Y (membasahi tangan dan memakai sabun), Gambar Z (membilas tangan dengan air mengalir) (5 menit).
- Murid berpasangan memainkan tantangan 'Detektif Gambar Bersih': secara bergantian satu murid menunjuk nomor urut 1 sampai 4, dan pasangannya menunjuk panel gambar yang sesuai dengan cepat dan gembira (10 menit).
- Murid secara mandiri memberi tanda atau nomor urut 1, 2, 3, dan 4 pada panel gambar di lembar kerja masing-masing (acuan urutan benar: 1 = Gambar Y [membasahi & memakai sabun], 2 = Gambar X [menggosok sela jari], 3 = Gambar Z [membilas air], 4 = Gambar W [mengeringkan lap]) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menunjukkan kembali poster lengkap di papan dan meminta murid mencocokkan hasil penunjukan nomor pada lembar kerja mereka secara sadar dan teliti (5 menit).
- Murid menunjukkan satu gambar langkah yang paling sering terlewat saat mereka mencuci tangan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali urutan 4 langkah mencuci tangan berdasarkan gambar bacaan yang telah dipirsa (1: basahi & sabun, 2: gosok sela jari, 3: bilas air, 4: lap kering) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran lebih besar dengan nomor petunjuk samar; murid mahir diberikan gambar yang memuat 6 langkah lengkap cuci tangan.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan bimbingan langsung satu per satu; murid mahir bekerja mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan penunjukan urutan gambar 1-4 yang tepat pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik memirsa 2 gambar acak: murid diminta menunjuk gambar mana yang dilakukan lebih dahulu antara Gambar A (tangan dibilas air) dan Gambar B (tangan diberi sabun). Kunci acuan: Gambar B (tangan diberi sabun) dilakukan lebih dahulu sebelum dibilas air.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mengerjakan lembar kerja penomoran 4 gambar langkah mencuci tangan. Daftar acuan kunci jawaban: 1 = Gambar Y (membasahi tangan dan memakai sabun), 2 = Gambar X (menggosok punggung dan sela jari dengan sabun), 3 = Gambar Z (membilas tangan dengan air mengalir), 4 = Gambar W (mengeringkan tangan dengan lap bersih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Guru menunjukkan satu panel acak (Gambar membilas tangan) dan meminta murid menunjukkan nomor urutan langkah tersebut pada bagan urutan (acuan: langkah ke-3).
Formatif:- Unjuk kerja dan lembar penugasan memirsa: menunjukkan urutan 4 gambar langkah mencuci tangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan urutan langkah mencuci tangan pada gambar bacaan kesehatan (target: 4 langkah — 1: membasahi/sabun, 2: menggosok, 3: membilas, 4: mengeringkan) | Belum mampu menunjukkan urutan gambar langkah mencuci tangan dengan tepat (0-1 gambar tepat) meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menunjukkan 2 dari 4 urutan gambar langkah mencuci tangan dengan tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan 3 sampai 4 urutan gambar langkah mencuci tangan dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 4 urutan gambar langkah mencuci tangan dengan tepat sesuai acuan secara cepat, tepat, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar visual langkah mencuci tangan cukup jelas dipirsa oleh seluruh murid?
- Apakah murid dapat membedakan secara visual antara langkah memberi sabun, menggosok, membilas, dan mengeringkan tangan?
Murid:- Gambar langkah mencuci tangan mana yang paling mudah kamu tunjukkan urutannya?
- Apakah kamu sekarang bisa mengingat urutan mencuci tangan dari gambar nomor 1 sampai 4?
Pertemuan 5 — Membaca kata-kata sederhana berawalan suku kata ka dan ki tentang kesehatan dengan fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan khidmat (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan tempat duduk agar rapi serta nyaman untuk belajar membaca (2 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal dengan menunjukkan kartu suku kata 'ka' dan 'ki', lalu meminta murid melafalkan bunyinya secara lisan (acuan: pelafalan tepat /ka/ dan /ki/) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana berawalan suku kata 'ka' dan 'ki' tentang kesehatan dengan lancar dan fasih (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menempelkan 4 kartu kata bertema kesehatan di papan tulis: (1) kaki, (2) kaca, (3) kias, (4) kita; lalu melafalkannya dengan jelas suku demi suku (ka-ki, ka-ca, ki-as, ki-ta) kemudian utuh sebagai kata (6 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimak pemodelan guru dan mengamati bentuk suku kata awal 'ka' dan 'ki' pada keempat kata tersebut (acuan kata: 'kaki', 'kaca', 'kias', 'kita') (5 menit).
- Murid bersama-sama menirukan pelafalan keempat kata secara terbimbing dengan bimbingan ketukan ritme guru hingga terdengar padu (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan amplop berisi 4 kartu kata kesehatan berawalan ka/ki: (1) kaki, (2) kaca, (3) kias, (4) kita kepada setiap pasangan meja (3 menit).
- Dalam suasana menggembirakan melalui permainan 'Tepuk Kata Cepat', guru menyebutkan satu kata lalu murid berpasangan berlomba menunjuk dan membaca lantang kata tersebut dengan fasih tanpa mengeja (12 menit).
- Setiap murid secara mandiri berlatih membaca daftar 4 kata kesehatan pada lembar baca: (1) kaki, (2) kaca, (3) kias, (4) kita di hadapan guru atau pasangannya (acuan ketuntasan: membaca tepat keempat kata tanpa jeda ragu) (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengingat kembali kata mana yang paling mudah dibaca dan suku kata mana yang membutuhkan ketelitian antara 'ka' dan 'ki' (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas kemandirian murid yang telah berhasil membaca kata-kata berawalan 'ka' dan 'ki' secara lancar (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dengan membaca bersama sekali lagi 4 kata target: kaki, kaca, kias, kita (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membiasakan membaca kata di dinding kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu kata dengan bantuan warna berbeda pada suku kata awal 'ka' (merah) dan 'ki' (biru); murid yang sudah lancar membaca daftar kata tambahan bertema kebersihan: 'kaku', 'kira'.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing mengeja bunyi suku kata terlebih dahulu oleh guru; murid yang cepat membaca secara mandiri berpasangan langsung membaca utuh kata.
- Produk: Semua murid membaca lisan; murid yang memerlukan bimbingan membaca 2-3 kata dengan bantuan pemenggalan suku kata, sedangkan murid mahir membaca 4 kata target secara fasih dan mandiri tanpa pemenggalan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik singkat: Murid diminta melafalkan bunyi 2 kartu suku kata yang ditunjukkan guru, yaitu 'ka' dan 'ki' (acuan kunci: pelafalan bunyi vokal dan konsonan tepat /ka/ dan /ki/).
Proses:- Pengamatan langsung saat permainan 'Tepuk Kata Cepat' dan latihan mandiri membaca 4 kata sederhana bertema kesehatan: (1) kaki, (2) kaca, (3) kias, (4) kita (acuan penilaian: ketepatan pelafalan kata dan kefasihan tanpa mengeja).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca lisan individu terhadap 4 kata target: (1) kaki, (2) kaca, (3) kias, (4) kita (acuan ketercapaian: membaca minimal 3 dari 4 kata dengan tepat dan fasih tanpa mengeja satu per satu huruf).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca 4 kata sederhana berawalan ka dan ki tentang kesehatan (kaki, kaca, kias, kita)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca kata sederhana berawalan ka dan ki | Membaca kurang dari 2 kata dari 4 kata target (kaki, kaca, kias, kita) dengan tepat dan masih mengeja huruf satu per satu meski dibimbing penuh. | Membaca 2 kata dari 4 kata target (kaki, kaca, kias, kita) dengan tepat melalui pemenggalan suku kata dengan bantuan guru. | Membaca minimal 3 dari 4 kata target (kaki, kaca, kias, kita) dengan tepat dan fasih tanpa mengeja secara mandiri. | Membaca seluruh 4 kata target (kaki, kaca, kias, kita) dengan tepat, sangat fasih tanpa jeda ragu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan bunyi suku kata 'ka' dan 'ki' saat membaca kata utuh?
- Metode permainan apa yang paling efektif membantu murid yang masih mengeja huruf?
Murid:- Kata mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa membaca kata 'kaki' dan 'kaca' sendiri tanpa mengeja?
Pertemuan 6 — Membaca kata-kata sederhana berawalan suku kata ku, ke, dan ko tentang kesehatan dengan fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik membaca cepat 3 kartu suku kata: 'ku', 'ke', 'ko' kepada seluruh kelas secara klasikal dan beberapa murid bergiliran (acuan: tepat melafalkan 'ku', 'ke', dan 'ko' langsung tanpa mengeja per huruf) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana berawalan suku kata ku, ke, dan ko tentang kesehatan dengan lancar dan fasih (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 6 kartu kata bergambar bertema kesehatan: (1) 'kuman', (2) 'kutu', (3) 'keringat', (4) 'kelopak', (5) 'kotor', (6) 'korona' di papan tulis (5 menit).
- Guru mencontohkan pelafalan membaca tiap kata secara fasih dengan memecah per suku kata lalu utuh: 'ku-man' -> 'kuman', 'ku-tu' -> 'kutu', 'ke-ri-ngat' -> 'keringat', 'ke-lo-pak' -> 'kelopak', 'ko-tor' -> 'kotor', 'ko-ro-na' -> 'korona' (5 menit).
- Murid menirukan bersama-sama pembacaan 6 kata tersebut dengan bimbingan ketukan ritme dari guru agar pelafalan lancar tanpa mengeja huruf satu per satu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan kartu permainan berpasangan 'Tangkas Baca Kata' yang berisi 6 kartu kata bertema kesehatan: kartu 1 'kuman', kartu 2 'kutu', kartu 3 'keringat', kartu 4 'kelopak', kartu 5 'kotor', kartu 6 'korona' (5 menit).
- Dalam pasangan, murid bermain saling membuka kartu secara bergantian dan langsung membacanya dengan fasih; pasangan mendengarkan dan memastikan kata dibaca tanpa mengeja per huruf (10 menit).
- Setiap murid membaca mandiri lembar kartu 6 kata bertema kesehatan di hadapan guru secara bergiliran untuk melihat kefasihan membaca (acuan 6 kata: 'kuman', 'kutu', 'keringat', 'kelopak', 'kotor', 'korona') (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kata mana yang paling mudah dibaca langsung dan kata mana yang masih membutuhkan latihan (misalnya membedakan kata berawalan 'ke-' dan 'ko-') (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap latihan membaca kata sederhana hari ini dan mengapresiasi keberanian seluruh murid berlatih membaca fasih (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih mengeja per huruf dibantu dengan kartu pemenggalan warna suku kata (misal: 'ku' warna biru, 'man' warna merah).
- Proses: Murid yang sudah sangat fasih membaca 6 kata target diberi tantangan membaca kata tambahan berawalan ku, ke, ko tentang kesehatan seperti 'kuman', 'kering', 'kocok', 'kebal', 'kumur'.
- Produk: Murid membaca langsung seluruh kata secara lisan; murid yang butuh bimbingan membaca dengan bantuan ketukan jari suku kata.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca 3 suku kata 'ku', 'ke', 'ko' secara lisan (acuan: murid tepat membunyikan suku kata 'ku' [ku], 'ke' [kə/ke], 'ko' [ko] tanpa mengeja huruf konsonan dan vokal secara terpisah).
Proses:- Pengamatan performa membaca lisan pada saat permainan kartu berpasangan dan membaca mandiri 6 kata target bertema kesehatan: (1) 'kuman', (2) 'kutu', (3) 'keringat', (4) 'kelopak', (5) 'kotor', (6) 'korona' (acuan ketercapaian: dibaca tepat dan lancar tanpa mengeja per huruf, tanpa mengulang, dan tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca cepat: murid membaca acak 3 dari 6 kata target di papan kartu yang ditunjuk guru (acuan 6 kata: (1) 'kuman', (2) 'kutu', (3) 'keringat', (4) 'kelopak', (5) 'kotor', (6) 'korona'; kriteria penerimaan: minimal 2 dari 3 kata yang ditunjuk dibaca tepat dan langsung tanpa terbata-bata).
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca 6 kata sederhana berawalan suku kata ku, ke, dan ko tentang kesehatan secara individu menggunakan lembar pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan membaca kata sederhana berawalan ku, ke, ko tentang kesehatan (daftar 6 target: kuman, kutu, keringat, kelopak, kotor, korona) | Membaca 0 sampai 1 dari 6 kata target dengan tepat, masih mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Membaca 2 sampai 3 dari 6 kata target dengan tepat, sebagian masih dieja per huruf atau ada pengulangan kata sebelum dapat melafalkannya utuh. | Membaca 4 sampai 5 dari 6 kata target dengan tepat dan fasih tanpa mengeja per huruf, tanpa jeda ragu yang panjang secara mandiri. | Membaca seluruh (6 dari 6) kata target ('kuman', 'kutu', 'keringat', 'kelopak', 'kotor', 'korona') dengan tepat, fasih, lancar tanpa mengeja, tanpa pengulangan, dan sepenuhnya mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mengenali bunyi gabungan suku kata ku, ke, dan ko ketika membaca kata utuh?
- Metode atau media apa yang paling membantu murid yang masih mengeja huruf per huruf agar dapat membaca suku kata secara utuh?
Murid:- Kata bertema kesehatan mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
- Bagian mana yang menurutmu masih sulit saat membaca kata berawalan ku, ke, atau ko?
Pertemuan 7 — Membaca nyaring gabungan kata-kata sederhana bertema kesehatan secara fasih dan mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca nyaring gabungan dua kata sederhana bertema kesehatan secara fasih dan mandiri (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan 2 kartu kata tunggal, yaitu (1) 'kuman' dan (2) 'kaca', lalu meminta 3 orang perwakilan murid membaca nyaring kata tersebut secara langsung tanpa mengeja (acuan ketepatan: kata 1 terbaca 'kuman', kata 2 terbaca 'kaca' tanpa terbata-bata) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 kartu gabungan kata bertema kesehatan di papan tulis: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', dan (4) 'kaki bersih' (acuan bacaan: keempat frasa tersebut) (4 menit).
- Guru mencontohkan cara membaca nyaring tiap gabungan kata secara fasih: lafal tepat per kata, langsung dibaca tanpa mengeja bunyi hurufnya, dan tanpa jeda ragu yang panjang (5 menit).
- Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring keempat gabungan kata tersebut mengikuti bimbingan guru secara berulang dan penuh konsentrasi (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan amplop permainan membaca bergembira 'Pasangan Kata Sehat' kepada tiap pasangan murid, yang berisi 4 kartu gabungan kata: (1) 'cuci kaki', (2) 'kena kuman', (3) 'kuku rapi', dan (4) 'badan bersih' (acuan lafal tepat: sesuai teks kartu) (6 menit).
- Secara bergiliran dengan teman sebangku, setiap murid mempraktikkan membaca nyaring ke-4 gabungan kata dalam amplop tersebut dengan fasih (tanpa mengeja, tanpa mengulang, lancar) di bawah pemantauan teman dan guru (14 menit).
- Setiap murid maju satu per satu secara mandiri untuk membaca nyaring 4 gabungan kata acak yang disiapkan guru di meja periksa: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', (4) 'badan bersih' (acuan target: membaca 4 dari 4 gabungan kata dengan lafal tepat tanpa terbata-bata) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemampuannya sendiri dalam membaca gabungan kata hari ini: mengangkat kartu hijau jika sudah bisa membaca gabungan kata tanpa mengeja sama sekali, atau mengangkat kartu kuning jika masih perlu mengeja suku katanya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian membaca nyaring gabungan kata murid, mengapresiasi murid yang telah membaca mandiri tanpa mengeja (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca lancar kata-kata bertema kesehatan, lalu menutup pembelajaran dengan salam dan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca gabungan 2 kata dengan pemisahan warna antar-kata, sedangkan murid yang mahir membaca kartu gabungan kata bertema kesehatan yang bervariasi tanpa bantuan warna penanda.
- Proses: Murid yang belum lancar diberikan pendampingan membaca terbimbing dengan menunjuk kata demi kata, sedangkan murid yang sudah lancar langsung membaca nyaring secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan unjuk kerja membaca nyaring 4 gabungan kata bertema kesehatan secara lisan, dinilai berdasarkan tingkat kemandirian dan kelancaran (tanpa mengeja).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan membaca cepat 2 kartu kata kesehatan: (1) 'kuman' dan (2) 'kaca'. Indikator ketercapaian: murid langsung membunyikan kata secara utuh tanpa mengeja huruf per huruf (acuan: kata 1 terbaca 'kuman'; kata 2 terbaca 'kaca').
Proses:- Pengamatan kinerja membaca nyaring 4 gabungan kata bertema kesehatan pada tahap aplikasi: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', dan (4) 'badan bersih'. Indikator: kelancaran pelafalan tanpa mengeja, tanpa repetisi kata, dan tanpa jeda ragu (acuan ketepatan: ke-4 gabungan kata terbaca tepat sesuai tulisan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri di akhir kegiatan: murid diminta membaca nyaring 1 kartu gabungan kata pilihan guru dari daftar berikut: 'kuku rapi' atau 'kena kuman'. Kriteria tuntas: dilafalkan tepat dan fasih seketika tanpa mengeja suku kata (acuan: kata terbaca tepat 'kuku rapi' atau 'kena kuman').
Formatif:- Tes lisan unjuk kerja membaca nyaring gabungan kata sederhana bertema kesehatan secara mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan dan kemandirian membaca nyaring gabungan kata sederhana bertema kesehatan | Membaca gabungan kata dengan mengeja huruf/suku kata satu per satu secara terbata-bata dan membutuhkan bimbingan penuh dari guru untuk membaca 4 gabungan kata target: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', (4) 'badan bersih'. | Membaca nyaring 1 sampai 2 dari 4 gabungan kata target: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', (4) 'badan bersih' secara langsung tanpa mengeja, namun masih ada jeda ragu dan pengulangan. | Membaca nyaring 3 sampai 4 gabungan kata target: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', (4) 'badan bersih' secara fasih tanpa mengeja dan lafal tepat, meski sesekali perlu motivasi. | Membaca nyaring seluruh 4 gabungan kata target: (1) 'cuci tangan', (2) 'kuman mati', (3) 'kuku bersih', (4) 'badan bersih' secara fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan mandiri tanpa bantuan sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Berapa orang murid yang sudah mampu membaca gabungan dua kata sederhana secara fasih tanpa mengeja?
- Strategi apa yang paling membantu murid yang masih mengeja suku kata saat membaca gabungan kata?
Murid:- Gabungan kata kesehatan mana yang paling mudah kamu baca dengan lancar?
- Apakah kamu merasa senang dan percaya diri saat membaca kartu kata di depan meja guru?
Pertemuan 8 — Menulis permulaan suku kata ka, ki, dan ku tentang kesehatan dengan benar di atas kertas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama serta memeriksa kesiapan fisik untuk menulis seperti posisi duduk tegak dan cara memegang pensil yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis permulaan suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' yang berhubungan dengan kata-kata kesehatan di atas kertas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menebalkan di udara (air writing) bentuk suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' mengikuti aba-aba guru (acuan: gerakan garis tegak dan miring huruf k diikuti huruf vokal a, i, u secara berurutan) untuk melihat kesiapan motorik halus murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperagakan di papan tulis cara menulis huruf 'k' dari garis tegak atas ke bawah dilanjutkan dua garis miring, kemudian menyambungnya dengan huruf vokal menjadi suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' dengan proporsi bentuk huruf yang tepat (7 menit).
- Murid bersama-sama melacak garis pembentuk suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' menggunakan jari telunjuk di atas meja masing-masing sambil menyebutkan bentuk gerakannya (garis tegak, garis miring atas, garis miring bawah, lalu bentuk huruf vokal) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan 'Jejak Kata Sehat': guru menunjukkan 3 kartu gambar bertema kesehatan yaitu (1) gambar 'kaki bersih', (2) gambar 'kikir kuku', dan (3) gambar 'kuman'. Murid menebak suku kata awal dari tiap gambar tersebut (ka, ki, ku) dengan tepuk tangan berirama (10 menit).
- Guru membagikan lembar latihan menulis di atas kertas bergaris yang memuat 3 butir tugas penulisan suku kata: (1) menulis suku kata 'ka' pada kata '...-ki' (kaki), (2) menulis suku kata 'ki' pada kata '...-kir' (kikir), dan (3) menulis suku kata 'ku' pada kata '...-man' (kuman). Murid menuliskan suku kata tersebut secara mandiri di atas kertas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' pada lembar kertas masing-masing, membandingkan apakah bentuk huruf sudah tegak, jelas terbaca, dan tepat berada di atas garis kertas (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk dan cara menuliskan suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' dengan benar di atas kertas (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menulis permulaan serta memberikan umpan balik langsung terhadap kerapian tulisan sebelum mengakhiri pelajaran dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kertas dengan garis bantu titik-titik (titik pandu) bagi murid yang membutuhkan scaffolding motorik halus, dan garis tunggal biasa bagi yang sudah siap.
- Proses: Memberikan bimbingan fisik langsung pada genggaman pensil bagi murid yang masih kaku, serta memberi tantangan menulis mandiri tanpa contoh visual langsung bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dengan hambatan motorik menuliskan masing-masing suku kata sebanyak 1 baris terpandu; murid yang mahir menuliskan suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku' berulang 3 kali secara mandiri dengan rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas diagnostik lisan dan gerak: Murid diminta membuat gerakan garis tegak dan miring membentuk huruf 'k' serta huruf vokal 'a', 'i', 'u' di udara mengikuti aba-aba guru (acuan: urutan tarikan garis k tegak lalu miring, a melingkar lalu tegak, i tegak bertitik, u melengkung ke atas).
Proses:- Observasi kinerja saat pengerjaan lembar latihan menulis permulaan di atas kertas bergaris pada 3 butir kata kesehatan: (1) suku kata 'ka' pada '...-ki' [kaki], (2) suku kata 'ki' pada '...-kir' [kikir], dan (3) suku kata 'ku' pada '...-man' [kuman] (acuan: ketepatan pembentukan huruf k-a, k-i, k-u dan posisi di atas kertas).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil tulisan di akhir sesi: Murid menunjukkan lembar kertas berisi tulisan suku kata 'ka', 'ki', dan 'ku'. Guru memeriksa ketepatan bentuk 3 target penulisan suku kata tersebut (acuan: suku kata ka, ki, ku tertulis lengkap, huruf k tidak terbalik, dan proporsi huruf proporsional di atas kertas).
Formatif:- Penilaian kinerja menulis permulaan suku kata ka, ki, ku di atas kertas menggunakan lembar kerja bergaris.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Permulaan Suku Kata (ka, ki, ku) | Belum mampu menuliskan bentuk huruf 'k' atau vokal pasangannya (ka, ki, ku) secara tepat di atas kertas meskipun dengan bimbingan penuh. | Mampu menuliskan 1 dari 3 target suku kata ('ka', 'ki', 'ku') dengan bentuk huruf yang benar di atas kertas dengan bimbingan guru. | Mampu menuliskan 2 sampai 3 target suku kata ('ka', 'ki', 'ku') dengan bentuk huruf yang tepat dan terbaca di atas kertas dengan sedikit arahan. | Mampu menuliskan seluruh target suku kata ('ka', 'ki', 'ku') dengan bentuk huruf yang tepat, rapi, dan proporsional di atas kertas secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi peragaan cara menarik garis huruf k dan menyambungnya dengan vokal a, i, u mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari penulisan suku kata ka, ki, ku yang paling banyak mengalami kendala motorik (misalnya tarikan garis miring huruf k atau bentuk huruf u)?
Murid:- Suku kata mana yang paling mudah kamu tulis di kertas, apakah ka, ki, atau ku?
- Apakah tanganmu merasa nyaman saat memegang pensil dan menulis hari ini?
Pertemuan 9 — Menulis permulaan suku kata ke dan ko serta kata kuman dengan benar di atas kertas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' dengan benar di atas kertas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan huruf 'k' dan 'e' di udara serta menuliskan huruf 'k' di selembar kertas kecil (acuan: bentuk huruf 'k' memiliki tiang lurus tegak dan dua garis serong yang tersambung di tengah; huruf 'e' memiliki garis mendatar melengkung ke atas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan cara memegang pensil yang tepat dan mendemonstrasikan penulisan suku kata 'ke', suku kata 'ko', serta perangkaian kata 'kuman' (k-u-m-a-n) langkah demi langkah di papan tulis bergaris (7 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimak arah goresan setiap huruf dan menirukan gerakan menulis suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' di udara secara serempak bersama arahan guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan 'Tebak Gerak Tulis Kuman': Guru memperagakan gerakan tubuh membentuk huruf 'k', 'e', atau 'o', lalu murid menebak suku kata atau kata yang dimaksud dan langsung menuliskan 1 kali suku kata 'ke', 1 kali 'ko', atau kata 'kuman' pada kertas mini masing-masing secara gembira (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menulis di atas kertas: menyalin suku kata 'ke' (sebanyak 3 baris), suku kata 'ko' (sebanyak 3 baris), dan kata 'kuman' (sebanyak 3 baris) dengan bentuk huruf yang benar (acuan: goresan huruf proporsional dan dapat dibaca jelas: 'ke', 'ko', 'kuman') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan sendiri di lembar kerja untuk mengecek apakah semua huruf pada suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' sudah lengkap dan terbaca jelas (5 menit).
- Guru bersama murid membahas letak goresan huruf yang sering terbalik atau kurang tegak, memberikan penguatan positif atas usaha mandiri murid dalam menulis (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir dengan meminta setiap murid menunjukkan hasil penulisan kata 'kuman' pada lembar kertasnya (acuan: tertulis tepat 5 huruf 'k-u-m-a-n' secara runtut dan terbaca) (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini, guru menyampaikan rencana latihan menulis kata pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kertas dengan garis bantu tebal berbayang (tracing dots) untuk murid yang membutuhkan bimbingan motorik, serta lembar bergaris standar untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (hand-over-hand atau panduan titik awal goresan) bagi murid yang kesulitan membentuk huruf, serta memberikan keleluasaan bagi murid mahir untuk menulis mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan minimal 1 baris masing-masing target ('ke', 'ko', 'kuman') dengan bantuan garis titik-titik; murid mahir menuliskan 3 baris secara mandiri dan rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas menulis permulaan diagnostik pada secarik kertas di awal pelajaran: Murid diminta menuliskan huruf tunggal 'k' dan huruf 'e' (acuan kunci: goresan huruf 'k' memiliki 1 tiang tegak lurus dan 2 garis kaki miring bertemu di tengah; huruf 'e' berupa garis datar melengkung ke atas melingkar terbuka ke bawah).
Proses:- Cek formatif saat latihan terbimbing dan mandiri: Guru mengamati ketepatan arah goresan dan bentuk huruf saat murid menulis suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' pada lembar kerja (acuan: suku kata 'ke' terdiri atas huruf k dan e; suku kata 'ko' terdiri atas huruf k dan o; kata 'kuman' terdiri atas urutan huruf k-u-m-a-n secara utuh dan terbaca).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Pemeriksaan hasil akhir lembar kerja menulis permulaan murid untuk 3 target tulisan: suku kata 'ke', suku kata 'ko', dan kata 'kuman' (acuan kunci jawaban tepat: baris 'ke' memuat huruf k dan e terbaca; baris 'ko' memuat huruf k dan o terbaca; baris 'kuman' memuat rangkaian huruf k-u-m-a-n lengkap tanpa huruf tertinggal).
Formatif:- Penilaian Kinerja: Observasi unjuk kerja menulis permulaan suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' di atas kertas dengan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Suku Kata 'ke' dan 'ko' | Belum mampu menuliskan bentuk huruf pada suku kata 'ke' maupun 'ko' dengan benar di atas kertas walau dengan bimbingan penuh. | Mampu menuliskan salah satu suku kata ('ke' atau 'ko') dengan bentuk huruf yang benar namun masih memerlukan bimbingan guru. | Mampu menuliskan kedua suku kata ('ke' dan 'ko') dengan bentuk huruf yang benar dan terbaca jelas secara mandiri di atas kertas. | Mampu menuliskan kedua suku kata ('ke' dan 'ko') dengan bentuk huruf yang sangat rapi, proporsional, konsisten, dan mandiri di atas kertas. | | Ketepatan Menulis Kata 'kuman' | Belum mampu merangkai huruf membentuk kata 'kuman' (masih banyak huruf yang hilang atau salah bentuk) di atas kertas. | Mampu menuliskan kata 'kuman' dengan urutan huruf yang lengkap (k-u-m-a-n) namun masih membutuhkan panduan/contoh berulang. | Mampu menuliskan kata 'kuman' dengan kelima huruf (k-u-m-a-n) lengkap, benar, dan terbaca jelas secara mandiri di atas kertas. | Mampu menuliskan kata 'kuman' secara mandiri, lengkap (k-u-m-a-n), dengan bentuk dan kerapian huruf yang sangat baik di atas kertas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid kelas 1 untuk berlatih menulis suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman' secara memadai?
- Bagian huruf mana pada kata 'kuman' atau suku kata 'ke'/'ko' yang paling banyak mengalami kendala bentuk goresan oleh murid?
- Apakah strategi diferensiasi dengan lembar garis bantu berbayang efektif membantu murid yang kemampuan motorik halusnya masih berkembang?
Murid:- Huruf atau suku kata mana yang paling mudah kamu tulis di kertas hari ini?
- Apakah kamu merasa senang saat berlatih menulis kata 'kuman'?
Pertemuan 10 — Menulis permulaan kata sederhana tentang kesehatan dengan posisi huruf yang tepat di atas garis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memeriksa postur duduk tegak dan cara memegang pensil yang nyaman untuk menulis di atas kertas bergaris (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menulis permulaan kata sederhana tentang kesehatan dengan posisi huruf yang tepat menapak di atas garis buku (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal singkat: murid diminta menuliskan satu suku kata 'ku' di atas kertas bergaris, lalu guru memeriksa letak bagian bawah huruf terhadap garis dasar (acuan: dasar lengkung huruf 'u' dan kaki huruf 'k' menyentuh garis dasar, tidak melayang di atas garis atau merosot menembus garis) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan di papan bergaris cara menulis 4 kata sederhana tentang kesehatan: 'kuman', 'sabun', 'bersih', dan 'sakit' dengan menunjukkan bahwa badan huruf (seperti 'a', 'm', 'n', 'u', 'e', 'r', 's') duduk tepat di atas garis dasar, tiang huruf tinggi ('k', 'b', 'h', 't') menjulang ke atas, serta kaki huruf panjang ('bawah garis') disesuaikan bila ada (8 menit).
- Murid mengamati dan secara berkesadaran melakukan simulasi 'menulis di udara' bersama guru mengikuti alur pembentukan huruf pada kata 'kuman' dan 'sabun' sambil memperhatikan batas garis khayal agar huruf tidak miring atau melayang (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid memainkan 'Tantangan Kereta Huruf Rapi': murid menerima lembar kerja bergaris dengan lintasan rel dan diminta menuliskan 4 kata sederhana bertema kesehatan berikut tepat menapak di atas garis rel: (1) 'kuman', (2) 'sabun', (3) 'bersih', (4) 'sakit' (acuan penulisan tepat: seluruh huruf berderet lurus di atas garis dasar tanpa ada huruf yang melayang atau turun melewati garis secara keliru) (18 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan kembali 4 kata tersebut pada baris latihan mandiri di lembar kerja bergaris dengan menjaga jarak antarkata dan ketepatan posisi huruf di atas garis dasar (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan kata masing-masing menggunakan alat bantu 'kartu penggaris intip' untuk melihat apakah dasar semua huruf pada kata 'kuman', 'sabun', 'bersih', dan 'sakit' sudah rapi menempel di atas garis buku (5 menit).
- Guru memberikan penguatan langsung terhadap tulisan murid, menunjukkan contoh huruf yang posisinya sudah tepat menapak di atas garis serta memperbaiki huruf yang masih melayang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menulis kata sederhana tentang kesehatan agar huruf menapak rapi di atas garis buku (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menulis dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan garis bantu berjarak lebih lebar (buku garis tiga/besar) bagi murid yang membutuhkan ruang motorik lebih lapang, serta lembar bergaris tunggal standar bagi murid yang sudah terampil.
- Proses: Memberikan panduan fisik/bimbingan langsung di meja bagi murid yang masih kesulitan menempatkan dasar huruf di atas garis dasar; memberikan tantangan tambahan bagi murid cepat untuk menyalin 2 kata kesehatan tambahan ('cuci', 'kebal') dengan posisi huruf tepat di atas garis.
- Produk: Hasil tulisan 4 kata target pada lembar kerja bergaris dinilai berdasarkan ketepatan posisi dasar huruf menapak di atas garis dasar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes performa awal menulis 1 suku kata 'ku' di atas kertas bergaris pada tahap pendahuluan untuk memetakan kesiapan murid dalam menempatkan huruf di atas garis dasar (acuan: kaki huruf 'k' dan lengkung bawah huruf 'u' tepat menyentuh garis dasar, tidak melayang dan tidak merosot menembus garis).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menyelesaikan penulisan 4 kata kesehatan ('kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit') pada aktivitas 'Tantangan Kereta Huruf Rapi' untuk memastikan posisi dasar setiap huruf duduk tepat di atas garis rel buku.
Akhir Pertemuan:- Cek ketepatan hasil tulisan murid pada lembar kerja untuk 4 kata target kesehatan: (1) 'kuman', (2) 'sabun', (3) 'bersih', (4) 'sakit' (acuan penilaian: seluruh 4 kata tertulis lengkap dengan dasar badan huruf 'k, u, m, a, n, s, b, e, r, i, h, t' menempel konsisten pada garis dasar).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menulis permulaan kata sederhana tentang kesehatan pada lembar bergaris
- Pemeriksaan lembar kerja menulis kata 'kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit' berdasarkan ketepatan posisi huruf di atas garis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan posisi huruf kata sederhana tentang kesehatan di atas garis | Belum mampu menempatkan huruf di atas garis; sebagian besar huruf pada 4 kata target ('kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit') melayang jauh atau merosot menembus garis dasar walau dengan bimbingan penuh. | Mampu menulis 1-2 kata dari 4 kata target ('kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit') dengan posisi huruf menempel tepat di atas garis dasar secara terbimbing. | Mampu menulis 3-4 kata dari 4 kata target ('kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit') dengan posisi huruf menempel tepat di atas garis dasar secara mandiri. | Mampu menulis seluruh 4 kata target ('kuman', 'sabun', 'bersih', 'sakit') dengan posisi huruf menempel sangat tepat dan konsisten di atas garis dasar secara rapi dan mandiri tanpa coretan/kesalahan letak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media garis bantu rel kereta memudahkan murid memahami batas peletakan dasar huruf di atas garis?
- Bagian huruf mana pada kata-kata kesehatan target yang paling sering ditulis melayang atau merosot oleh murid?
Murid:- Apakah huruf yang kalian tulis sudah rapi menempel di atas garis seperti kereta di atas rel?
- Kata bertema kesehatan mana yang paling mudah kalian tulis tepat di atas garis?
Pertemuan 11 — Merespons dengan menjawab komentar guru tentang cara mencegah penularan kuman secara santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.4 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih merespons dengan menjawab komentar guru tentang cara mencegah penularan kuman menggunakan kata-kata yang baik dan santun (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan: Guru memberikan 1 komentar simulasi kepada 3 perwakilan murid secara bergiliran: 'Wah, kamu sedang batuk di kelas.' Guru mengecek kesiapan murid merespons dengan jawaban yang sesuai dan santun (acuan respon yang diterima: menyebutkan tindakan pencegahan seperti 'Iya Bu, saya akan menutup mulut dengan siku/memakai masker' dengan santun tanpa berteriak atau membantah kasar) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan contoh percakapan dengan menampilkan 2 situasi komentar guru: Komentar 1: 'Hidungmu berair karena pilek, kuman bisa menular ke teman.' (contoh respons santun: 'Iya Bu Guru, saya akan memakai masker.'); Komentar 2: 'Tanganmu kotor setelah bermain tanah, awas kumannya menempel pada makanan.' (contoh respons santun: 'Baik Bu Guru, saya akan segera mencuci tangan dengan sabun.') (10 menit).
- Murid bersama guru mencermati dua aturan santun saat menjawab komentar guru dalam percakapan: (1) mendengarkan sampai selesai lalu menjawab, (2) menggunakan kata santun seperti 'Iya Bu/Pak', 'Baik Bu/Pak', atau 'Terima kasih sudah mengingatkan' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan interaktif 'Lempar Bola Komentar Sehat': Guru melemparkan bola spons lembut kepada murid sambil menyampaikan 1 komentar tentang pencegahan penularan kuman, lalu murid yang menangkap bola merespons dengan menjawab komentar tersebut secara santun (10 menit).
- Guru memberikan 4 skenario komentar secara bergiliran kepada setiap murid: Skenario 1: 'Kamu mau makan kue, tetapi belum cuci tangan.' (acuan jawaban: 'Baik Bu, saya cuci tangan dulu memakai sabun.'); Skenario 2: 'Temanmu sedang bersin di dekatmu tanpa menutup mulut.' (acuan jawaban: 'Iya Bu, saya akan menjaga jarak dan mengingatkannya menutup mulut.'); Skenario 3: 'Kamu sedang pilek dan belum memakai masker.' (acuan jawaban: 'Maaf Bu, saya segera memakai masker agar teman tidak tertular.'); Skenario 4: 'Lengan bajumu kotor terkena ingus saat bersin.' (acuan jawaban: 'Iya Bu, saya akan mencuci tangan dan membersihkannya.') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid merefleksikan perasaan dan pengalaman saat menjawab komentar guru secara santun dalam percakapan tentang kebersihan dan pencegahan kuman (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi dan umpan balik langsung kepada murid yang telah mampu merespons dengan baik serta santun (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menjawab komentar guru tentang pencegahan penularan kuman secara santun (5 menit).
- Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang percakapan bersama teman mengenai kebiasaan mencuci tangan, lalu menutup sesi dengan doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pilihan respon lisan berpola panduan ('Baik Bu, saya akan ...'), sedangkan murid yang mahir diberikan skenario komentar yang lebih kontekstual tanpa kalimat pemantik.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang ragu didampingi guru dengan mengulang komentar secara perlahan, sedangkan murid yang lancar langsung merespons secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti respons lisan santun terhadap komentar guru tentang pencegahan penularan kuman sesuai acuan respon yang ditetapkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik lisan terhadap 3 perwakilan murid dengan stimulasi komentar guru: 'Wah, kamu sedang batuk di kelas.' (acuan respon yang diterima: murid menjawab dengan kata santun seperti 'Iya Bu/Pak' dan menyebutkan cara pencegahan penularan kuman seperti 'saya akan menutup mulut dengan siku/memakai masker').
Proses:- Penilaian formatif unjuk kerja lisan saat permainan 'Lempar Bola Komentar Sehat' menggunakan 4 skenario komentar: (1) belum cuci tangan sebelum makan, (2) teman bersin di dekat tanpa menutup mulut, (3) sedang pilek belum memakai masker, (4) lengan baju terkena ingus saat bersin (acuan: murid menjawab secara santun dengan awalan 'Baik Bu/Iya Bu' dan memuat tindakan pencegahan penularan kuman yang sesuai konteks skenario).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru memberikan 1 komentar penutup 'Awas, kuman bisa menular jika kamu batuk sembarangan' kepada murid secara acak (kriteria penerimaan operasional: jawaban lisan memuat kata santun pembuka dan pernyataan pencegahan penularan kuman seperti menutup batuk dengan bagian dalam siku).
Formatif:- Observasi kinerja lisan merespons komentar guru tentang cara mencegah penularan kuman dengan lembar ceklis kesantunan dan ketepatan isi jawaban.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons komentar guru tentang pencegahan kuman secara santun | Belum mampu menjawab komentar guru atau menjawab tanpa memuat cara pencegahan penularan kuman dan belum santun walau telah dibimbing. | Mampu menjawab komentar guru dengan memuat cara pencegahan penularan kuman pada 1-2 skenario, namun belum konsisten menggunakan kata santun atau masih memerlukan bimbingan penuh. | Mampu merespons dengan menjawab komentar guru secara tepat mengenai cara pencegahan penularan kuman pada 3-4 skenario dengan menggunakan bahasa yang baik dan santun secara mandiri. | Mampu merespons dengan menjawab seluruh komentar guru (4 skenario) secara tepat mengenai pencegahan penularan kuman, menggunakan tutur kata santun secara konsisten, serta menambahkan penjelasan pencegahan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons komentar guru secara langsung?
- Bagaimana tingkat kesantunan dan ketepatan murid saat menjawab komentar mengenai cara mencegah penularan kuman?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjawab komentar Ibu/Bapak Guru tadi?
- Kata santun apa yang kamu ucapkan saat guru mengingatkanmu tentang kuman?
Pertemuan 12 — Merespons dengan menjawab komentar teman dalam percakapan tentang kebiasaan mencuci tangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.4 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kesiapan murid untuk belajar berbicara dan mendengarkan teman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih merespons dengan menjawab komentar teman secara baik dan santun tentang kebiasaan mencuci tangan (2 menit).
- Asesmen awal: Guru memberikan satu contoh komentar teman, 'Wah, kamu rajin sekali mencuci tangan sebelum makan siang!', lalu menunjuk 2-3 murid untuk memberikan jawaban santun yang relevan (acuan: jawaban relevan memuat konfirmasi atau ucapan terima kasih/alasan kesehatan, seperti 'Iya, terima kasih, supaya kumannya hilang' atau 'Iya, agar tangan bersih sebelum makan') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan dua boneka tangan yang bercakap-cakap mengenai kebiasaan mencuci tangan; boneka A memberi komentar dan boneka B merespons dengan kata-kata santun dan relevan (7 menit).
- Murid bersama guru mencermati 3 contoh pasangan komentar-jawaban tentang mencuci tangan yang dibacakan guru: (1) Komentar: 'Tanganmu wangi sekali habis cuci tangan!' -> Jawaban: 'Iya, terima kasih, aku mencuci tangan pakai sabun.'; (2) Komentar: 'Kukumu bersih sekali!' -> Jawaban: 'Terima kasih, aku selalu mencuci sela-sela kuku saat cuci tangan.'; (3) Komentar: 'Setelah main tanah tadi kita harus cuci tangan ya.' -> Jawaban: 'Betul, ayo kita cuci tangan agar bebas kuman.' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan berpasangan 'Bola Bicara Bersih': Murid berpasangan, memegang bola busa bergantian; murid yang memegang bola membacakan/mengucapkan salah satu dari 2 komentar terpandu di kartunya, lalu pasangannya merespons dengan menjawab secara langsung, baik, dan santun (15 menit).
- Daftar kartu komentar yang digunakan tiap pasangan: Kartu 1 berbunyi 'Kamu mencuci tangan sampai bersih sekali!' (acuan jawaban: merespons relevan dan santun, misalnya 'Terima kasih, aku ikuti langkah cuci tangan yang benar' atau 'Iya, supaya kotoran dan kuman hilang'); Kartu 2 berbunyi 'Kita harus mencuci tangan setelah dari kamar mandi.' (acuan jawaban: merespons relevan dan santun, misalnya 'Iya, betul sekali, agar kita tidak sakit' atau 'Iya, aku selalu cuci tangan setelah keluar kamar mandi') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memberikan jempol dan mengungkapkan perasaan saat menjawab komentar teman secara ramah dan santun (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap praktik respons santun yang telah dilakukan seluruh murid selama percakapan berpasangan (5 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya menjawab komentar teman dengan santun saat berbicara tentang menjaga kebersihan diri, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang butuh bimbingan, kartu dilengkapi petunjuk kata awal seperti 'Terima kasih, aku...'. Untuk murid yang mahir, kartu menyediakan komentar terbuka tanpa pilihan kata bantuan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih merespons dengan bimbingan guru secara langsung; murid yang mahir langsung berpasangan secara mandiri dan bergantian peran 2 kali.
- Produk: Respons lisan murid: murid yang butuh bimbingan menjawab dalam frasa santun sederhana (minimal 2 kata relevan), sedangkan murid mahir menjawab dengan 1 kalimat lengkap disertai alasan kesehatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru melontarkan komentar 'Wah, kamu rajin sekali mencuci tangan sebelum makan siang!'. Kriteria penerimaan: Murid mampu menjawab dengan kalimat relevan dan bahasa santun (acuan: jawaban konfirmasi atau terima kasih/alasan kesehatan, seperti 'Iya, terima kasih, supaya tanganku bersih' atau 'Iya, agar kuman hilang').
Proses:- Observasi unjuk kerja pada permainan 'Bola Bicara Bersih': Guru mengamati kemampuan murid merespons 2 komentar teman: (1) 'Kamu mencuci tangan sampai bersih sekali!' (acuan respons: mengakui/berterima kasih dengan santun dan menyebut alasan menjaga kebersihan/kesehatan); (2) 'Kita harus mencuci tangan setelah dari kamar mandi.' (acuan respons: menyetujui/mengonfirmasi dengan santun tentang perlunya cuci tangan agar terbebas dari kuman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru membacakan komentar teman 'Terima kasih sudah mengingatkan aku mencuci tangan sebelum makan jajan!', lalu murid diminta menyebutkan respons santunnya (acuan jawaban: 'Sama-sama, agar tangan kita bersih dari kuman' atau 'Sama-sama, mari kita hidup sehat').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja percakapan berpasangan merespons komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan menggunakan lembar observasi ketercapaian respons relevan dan santun.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan | Belum merespons atau memberikan jawaban yang tidak berkaitan dengan komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan meskipun telah diarahkan guru. | Merespons komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan secara relevan pada 1 kartu komentar dengan bimbingan penuh guru. | Merespons komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan secara santun dan relevan pada kedua kartu komentar (Kartu 1 dan Kartu 2) dengan sedikit arahan. | Merespons komentar teman tentang kebiasaan mencuci tangan secara mandiri, sangat santun, dan relevan pada kedua kartu komentar (Kartu 1 dan Kartu 2) tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani merespons komentar pasangannya secara lisan dengan santun?
- Apakah alur permainan berpasangan membantu murid kelas 1 aktif berbicara dan mendengarkan secara tertib?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjawab komentar teman tentang cuci tangan tadi?
- Apakah kamu sudah bisa menjawab perkataan temanmu dengan ramah dan sopan?
Pertemuan 13 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengidentifikasi pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang kuman dan kebersihan diri
- TP 1.3.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang kesehatan
- TP 1.3.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang kesehatan
- TP 1.3.4 Merespons dengan menjawab komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang kesehatan
- TP 1.3.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan bahwa hari ini murid akan menunjukkan kecakapan belajar Bab 3 melalui dua kegiatan: mengerjakan lembar kerja bergambar dan menulis di meja masing-masing, serta unjuk kerja membaca dan menjawab lisan bergantian di meja guru (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan lembar kerja tertulis serentak yang memuat 4 butir tugas pemirsaan dan penulisan: (1) melingkari 1 gambar letak kuman di antara pilihan tangan kotor penuh kuman vs tangan bersih berbusa sabun (acuan benar: gambar tangan kotor berbercak kuman); (2) memberi nomor urut 1, 2, 3 pada tiga gambar urutan mencuci tangan: membasahi tangan dengan air, menggosok sabun ke sela jari, membilas dengan air mengalir (acuan benar urutan: 1-membasahi air, 2-menggosok sabun, 3-membilas air); (3) menulis/menebalkan suku kata 'ka', 'ki', 'ku', 'ke', 'ko' di atas garis panduan (acuan benar: bentuk huruf k tegak dan vokal tepat di atas garis); (4) menulis permulaan kata sederhana 'kuman' dan 'kuku' pada garis bergaris (acuan benar: susunan huruf lengkap k-u-m-a-n dan k-u-k-u dengan letak huruf proporsional) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid serentak secara mandiri mengerjakan lembar kerja pemirsaan gambar dan menulis permulaan di meja masing-masing selama 28 menit sesuai rincian tugas tes tertulis (28 menit).
- Bersamaan dengan murid lain yang tertib mengerjakan lembar kerja mandiri, guru memanggil setiap murid secara bergantian ke meja guru selama 1,5 menit per anak (total 42 menit untuk 28 murid satu kelas) untuk tes lisan individual: (1) murid menyimak 1 kalimat cerita teks aural yang dibacakan guru 'Dilo sakit pilek karena hidungnya kemasukan kuman, lalu Dilo menutup hidung saat bersin agar kuman tidak menular' kemudian menjawab pertanyaan 'Apa pesan cerita agar kuman pilek tidak menular kepada orang lain?' (acuan jawaban: menutup hidung saat bersin/tidak menularkan kuman bersin); (2) murid membaca nyaring 2 kata kesehatan pada kartu kata yang dipilihkan guru dari daftar 4 kata: 'kuman', 'kotor', 'kuku', 'kumur' (acuan kefasihan: dibaca langsung lancar tanpa mengeja suku kata satu per satu dan tanpa mengulang); (3) murid merespons dengan menjawab komentar guru 'Saat bersin di kelas kemarin, Edo tidak menutup mulutnya dan membuat teman terkejut. Menurutmu, apa yang sebaiknya kita lakukan saat bersin agar teman tetap nyaman?' (acuan respons: menjawab dengan kalimat santun bahwa harus menutup mulut/hidung dengan lengan baju atau tisu/meminta maaf dengan santun) (27 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid yang telah selesai dan memandu murid memeriksa ketenangan serta kemandirian diri selama proses evaluasi berlangsung (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kerja mandiri seluruh murid selama asesmen, merangkum pencapaian belajar seluruh Bab 3 tentang bahaya kuman dan menjaga kebersihan, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bahan tes lisan dan lembar kerja seragam untuk seluruh murid; bagi murid yang memerlukan penyesuaian visual disediakan kartu kata dan gambar dengan ukuran garis yang lebih kontras.
- Proses: Pada tes lisan bergiliran di meja guru, guru memberikan waktu jeda hening sejenak bagi murid yang cemas sebelum membaca kartu kata tanpa mengubah target kefasihan kata.
- Produk: Semua murid menghasilkan artefak lembar kerja pemirsaan-tulisan dan rekaman skor tes lisan yang sama sesuai kriteria rubrik baku.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid terhadap posisi duduk serta rambu pengerjaan mandiri di meja masing-masing sebelum lembar asesmen dibagikan.
Proses:- Pemantauan keteraturan dan ketenangan kelas saat asesmen bergantian berlangsung di meja guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes lisan terstruktur (bercerita dan membaca rotasi meja guru) dan tes kinerja tulis-gambar serentak: jawaban lisan dan pelafalan membaca kata kesehatan yang dinilai bergantian di meja guru, serta lembar kerja siswa berisi pilihan gambar pemahaman dan salinan tulisan suku kata/kata sederhana berawalan k
- tes tertulis serentak (menandai gambar dan menulis permulaan): lembar kerja murid yang dikerjakan serentak seluruh kelas: menandai/melingkari gambar letak kuman dan urutan mencuci tangan yang benar, serta menulis/menebalkan suku kata 'ka-ki-ku-ke-ko' dan kata sederhana 'kuman' serta 'kuku' dengan posisi huruf yang tepat di atas garis (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik penskoran lembar kerja murid)
- unjuk kerja dan tes lisan bergiliran di meja guru: setiap murid secara bergantian dipanggil ke meja guru selama 1,5 menit (total 42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas penuh) untuk: (1) menjawab lisan pesan dari teks aural 'Awas Kuman' yang dibacakan guru, (2) membaca nyaring 2 kata sederhana bertema kesehatan pada kartu kata secara fasih, dan (3) merespons pertanyaan guru mengenai etika bersin/mencuci tangan dengan santun, sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja lisan)
Sumatif:- kombinasi tes lisan terstruktur (bercerita dan membaca rotasi meja guru) dan tes kinerja tulis-gambar serentak: jawaban lisan dan pelafalan membaca kata kesehatan yang dinilai bergantian di meja guru, serta lembar kerja siswa berisi pilihan gambar pemahaman dan salinan tulisan suku kata/kata sederhana berawalan k
- tes tertulis serentak (menandai gambar dan menulis permulaan): lembar kerja murid yang dikerjakan serentak seluruh kelas: menandai/melingkari gambar letak kuman dan urutan mencuci tangan yang benar, serta menulis/menebalkan suku kata 'ka-ki-ku-ke-ko' dan kata sederhana 'kuman' serta 'kuku' dengan posisi huruf yang tepat di atas garis (28 menit; kelompok; instrumen: rubrik penskoran lembar kerja murid)
- unjuk kerja dan tes lisan bergiliran di meja guru: setiap murid secara bergantian dipanggil ke meja guru selama 1,5 menit (total 42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas penuh) untuk: (1) menjawab lisan pesan dari teks aural 'Awas Kuman' yang dibacakan guru, (2) membaca nyaring 2 kata sederhana bertema kesehatan pada kartu kata secara fasih, dan (3) merespons pertanyaan guru mengenai etika bersin/mencuci tangan dengan santun, sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja mandiri (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pesan teks aural tentang kuman dan kebersihan diri (TP 1.3.1) | Belum mampu menjawab pesan dari cerita aural yang dibacakan guru meskipun telah dibacakan ulang. | Menjawab isi cerita aural tetapi belum mengidentifikasi pesan pencegahan penularan kuman (misal hanya menyebut nama tokoh Dilo). | Mampu menjawab pesan cerita secara tepat (acuan: menutup hidung saat bersin agar tidak menularkan kuman) dengan sedikit bimbingan pertanyaan penuntun. | Mampu menjawab pesan cerita secara tepat (acuan: menutup hidung saat bersin agar tidak menularkan kuman) secara mandiri, langsung, dan lugas. | | Membaca kata sederhana tentang kesehatan dengan fasih (TP 1.3.2) | Belum mampu membaca kata pada 2 kartu kata target (dari daftar kata: 'kuman', 'kotor', 'kuku', 'kumur') dan masih mengeja huruf per huruf secara terputus-putus. | Membaca 2 kata target dengan mengeja suku kata terlebih dahulu sebelum merangkainya menjadi kata utuh. | Membaca 2 kata target dari kartu kata yang diujikan secara fasih tanpa mengeja, dengan 1 kali perbaikan mandiri. | Membaca 2 kata target dari kartu kata yang diujikan secara fasih seketika tanpa mengeja dan tanpa keraguan. | | Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang kesehatan (TP 1.3.3) | Belum mampu melingkari gambar letak kuman dan salah mengurutkan ketiga gambar langkah mencuci tangan. | Tepat menunjukkan 1 dari 2 butir pemirsaan (hanya tepat melingkari gambar tangan berbercak kuman ATAU hanya tepat mengurutkan nomor 1-2-3 langkah cuci tangan: membasahi air, menyabuni, membilas air). | Tepat menunjukkan kedua butir pemirsaan (melingkari gambar letak kuman dan menomori urutan 1, 2, 3 langkah mencuci tangan dengan tepat sesuai acuan) dengan 1 koreksi mandiri. | Tepat menunjukkan kedua butir pemirsaan (melingkari gambar letak kuman dan memberi urutan 1-2-3 langkah mencuci tangan) secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan. | | Merespons komentar tentang kesehatan dengan baik dan santun (TP 1.3.4) | Tidak memberikan respons jawaban lisan atau merespons tanpa kaitan dengan komentar kebersihan yang disampaikan guru. | Menjawab komentar guru terkait etika bersin/mencuci tangan tetapi kalimat belum jelas atau belum menunjukkan kesantunan berbicara. | Merespons komentar guru dengan menjawab secara tepat dan santun (acuan: menyatakan bahwa harus menutup mulut/hidung saat bersin atau mencuci tangan agar bersih). | Merespons komentar guru dengan menjawab secara tepat, menggunakan pilihan kata yang sangat santun dan runtut secara mandiri. | | Menulis permulaan suku kata dan kata sederhana tentang kesehatan (TP 1.3.5) | Belum mampu menyalin atau menebalkan suku kata 'ka, ki, ku, ke, ko' serta bentuk huruf kata 'kuman' dan 'kuku' belum terbaca di atas garis. | Menulis suku kata 'ka, ki, ku, ke, ko' dan kata 'kuman' serta 'kuku' namun posisi huruf masih sering keluar garis panduan (tidak beraturan di atas garis). | Menulis seluruh suku kata 'ka, ki, ku, ke, ko' dan kata sederhana 'kuman' serta 'kuku' secara benar dan terbaca dengan posisi sebagian besar huruf tepat di atas garis. | Menulis seluruh suku kata 'ka, ki, ku, ke, ko' serta kata sederhana 'kuman' dan 'kuku' secara lengkap, rapi, dengan bentuk dan posisi semua huruf tepat di atas garis panduan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu rotasi meja guru selama 42 menit (1,5 menit per murid) berjalan efektif untuk seluruh 28 murid tanpa mengganggu ketertiban murid yang mengerjakan lembar kerja mandiri?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 pada indikator membaca kata berawalan suku kata k dan penulisan di atas garis bergaris?
Murid:- Bagian mana dari tugas membaca atau menulis kuman tadi yang paling mudah kamu kerjakan sendiri?
- Apakah kamu merasa senang dan percaya diri saat membaca kartu kata di depan bapak/ibu guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 Bab 3 cerita 'Awas Kuman!'
- Kartu teks pernyataan permainan dan lembar kerja pilihan gambar
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD, Bab 3
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD, Cerita 'Jangan Lupa!', hlm. 67-72
- Kartu Jempol Hijau dan Jempol Merah untuk aktivitas pemahaman pesan aural
- Lembar kerja gambar pesan kebersihan diri (menutup mulut saat bersin/batuk dan mencuci tangan)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 Halaman 57-61
- Poster gambar situasi bacaan kesehatan 'Awas Kuman!' ukuran besar
- Lembar kerja murid 'Melingkari Letak Kuman dan Benda Kotor'
- Stiker tanda bintang untuk kegiatan permainan
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas I SD: Aku Bisa! (Edisi Revisi 2023), Bab 3 'Awas Kuman!'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas I SD (Edisi Revisi 2023)
- Poster/kartu visual urutan 4 langkah mencuci tangan bersih
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Memirsa Gambar Cuci Tangan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 Bab 3 'Awas Kuman!'
- Kartu suku kata ('ka', 'ki') dan kartu kata ('kaki', 'kaca', 'kias', 'kita')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Bab 3: Awas Kuman!
- Kartu suku kata (ku, ke, ko) dan kartu kata bergambar tema kesehatan (kuman, kutu, keringat, kelopak, kotor, korona)
- Papan saku/dinding kata kelas
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu kata dan kartu gabungan kata bertema kesehatan ('cuci tangan', 'kuman mati', 'kuku bersih', 'badan bersih', 'cuci kaki', 'kena kuman', 'kuku rapi')
- Papan flanel / papan saku kartu kata
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Kartu gambar dan kartu suku kata (ka, ki, ku) bertema kesehatan (kaki, kikir kuku, kuman)
- Lembar kertas bergaris untuk latihan menulis permulaan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Bab 3 'Awas Kuman!'
- Papan tulis bergaris dan spidol papan
- Lembar kerja siswa latihan menulis permulaan suku kata 'ke', 'ko', dan kata 'kuman'
- Pensil dan penghapus
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023) Bab 3 'Awas Kuman!'
- Lembar kerja latihan menulis bergaris lintasan rel
- Kartu contoh kata kesehatan bergaris: kuman, sabun, bersih, sakit
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Kemdikbudristek, 2023) Bab 3 'Awas Kuman!'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Kemdikbudristek, 2023) Halaman 67-72
- Bola spons lembut untuk media lempar komentar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas I 'Aku Bisa!' Bab 3
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas I Edisi Revisi 2023
- Dua boneka tangan / wayang kertas karakter anak
- Dua set kartu komentar percakapan mencuci tangan
- Bola busa kecil untuk media giliran berbicara
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2023.
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Edisi Revisi), Bab 3 'Awas Kuman!', halaman 56-84.
- Kartu kata kesehatan (kuman, kotor, kuku, kumur) untuk tes membaca lisan.
- Lembar Asesmen Sumatif Siswa (butir gambar pemirsaan kuman, urutan cuci tangan, dan garis menulis suku kata ka-ki-ku-ke-ko serta kata kuman/kuku).
|