Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Kata-kata Sederhana Bertema Bermain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menulis Kata-kata Sederhana Bertema Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Kata-kata Sederhana Bertema Bermain

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menulis Kata-kata Sederhana Bertema Bermain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenulis Kata-kata Sederhana Bertema Bermain
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui latihan menulis terbimbing, murid dapat menuliskan kata-kata sederhana yang berkaitan dengan kegiatan bermain dengan huruf yang terbaca dan posisi menulis yang benar di atas kertas.
  2. Melalui kegiatan menebalkan dan menyalin kata bertema bermain, murid dapat mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik dan terbaca.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja permainan yang kalian suka lakukan? Bisakah kalian menyebutkannya?
  2. Kalau kalian ingin mengajak teman bermain lewat tulisan, kata apa yang kira-kira kalian tulis?
  3. Menurut kalian, kenapa penting bisa menulis nama permainan dengan jelas dan rapi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan semua siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajak murid menyebutkan secara lisan nama-nama permainan favorit mereka (misal: bola, layang-layang, lompat tali), lalu guru mengamati apakah murid sudah mengenali huruf-huruf pada kata tersebut.
  • Guru memperkenalkan topik hari ini dengan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang suka bermain? Permainan apa yang paling kalian suka? Kalau kalian mau nulis nama permainan itu, bisa tidak?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar menulis kata-kata tentang bermain dengan rapi dan bisa dibaca.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu gambar permainan (bola, layang-layang, lompat tali, ayunan, perosotan) di papan tulis atau papan flannel.
  • Guru meminta murid mengamati gambar dan menyebutkan nama benda/permainan pada gambar secara bersama-sama.
  • Guru menuliskan kata-kata tersebut di papan tulis dengan huruf besar dan jelas: BOLA, LAYANG, LOMPAT, AYUNAN, PEROSOTAN.
  • Guru membaca tiap kata dengan intonasi jelas dan mengajak murid membaca bersama secara lantang dua kali.
  • Guru menunjukkan cara memegang pensil yang benar, posisi duduk yang tepat (punggung tegak, jarak mata dengan buku ±30 cm), dan cara meletakkan buku di meja kepada seluruh murid.
  • Guru mengajak murid mempraktikkan posisi menulis yang benar bersama-sama sebelum mulai menulis.
  • Guru menjelaskan bahwa huruf harus ditulis dari kiri ke kanan dan kata-kata dipisahkan dengan spasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja Latihan 1: menebalkan kata-kata bertema bermain yang sudah dicetak dengan garis putus-putus (contoh: b-o-l-a, a-y-u-n-a-n, l-a-y-a-n-g).
  • Murid menebalkan huruf mengikuti garis putus-putus dengan pensil, menggunakan posisi menulis yang benar yang sudah dipelajari.
  • Guru berkeliling memantau posisi duduk, cara memegang pensil, dan arah penulisan huruf setiap murid. Guru memberikan umpan balik langsung secara lisan.
  • Setelah selesai menebalkan, guru membagikan lembar kerja Latihan 2: menyalin kata-kata bertema bermain dari contoh yang tersedia di bagian atas lembar ke baris kosong di bawahnya (minimal 3 kata: BOLA, LAYANG, AYUNAN).
  • Murid menyalin kata-kata tersebut secara mandiri. Guru mendampingi dan membimbing murid yang mengalami kesulitan.
  • Murid yang telah selesai lebih awal diajak menulis satu kata tambahan pilihan mereka sendiri yang berkaitan dengan bermain di baris terakhir lembar kerja (diferensiasi untuk murid cepat).
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela menunjukkan hasil tulisannya kepada teman-teman di kelas dan membacanya dengan lantang.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau tetap di tempat duduk masing-masing dan bertanya: 'Tadi kita sudah menulis kata-kata apa saja? Kata mana yang paling mudah? Kata mana yang paling susah?'
  • Murid secara bergantian menjawab pertanyaan refleksi guru secara lisan dengan kalimat sederhana.
  • Guru membagikan 'kartu bintang refleksi diri' sederhana bergambar bintang dengan dua pertanyaan: (1) tulisan saya sudah bisa dibaca? (beri tanda centang: ya / belum), (2) satu hal yang ingin saya latih lagi adalah... (murid menggambar atau menuliskan jawabannya).
  • Murid mengisi kartu bintang refleksi diri secara mandiri.
  • Guru mengumpulkan kartu bintang sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha seluruh murid: 'Kalian sudah berusaha menulis dengan bagus hari ini. Tulisan yang rapi itu latihan terus, ya!'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar menulis kata-kata tentang bermain, seperti bola, layang-layang, dan ayunan. Kita juga belajar posisi menulis yang benar.'
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid diminta menuliskan satu kata bertema bermain pilihannya sendiri di lembar penilaian singkat tanpa contoh (mandiri).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja Latihan 1, Latihan 2, kartu bintang refleksi, dan lembar asesmen akhir.
  • Guru menyampaikan pesan untuk berlatih menulis di rumah: 'Coba malam ini tulis satu kata lagi tentang permainan kesukaan kalian dan tunjukkan ke orang tua ya.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan memberikan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal huruf dengan baik, guru menyediakan kartu huruf bergambar sebagai referensi visual selama kegiatan menulis. Untuk murid yang sudah lancar, guru menyediakan daftar kata bertema bermain yang lebih panjang dan beragam sebagai tantangan tambahan.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan motorik halus mendapatkan pendampingan langsung dari guru dengan bimbingan tangan (hand-over-hand guidance) saat menebalkan huruf. Murid yang cepat selesai diminta menuliskan kata pilihannya sendiri tanpa contoh dan menggambar benda yang dimaksud di sebelah kata tersebut.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menebalkan kata-kata bertema bermain. Murid yang sudah berkembang diharapkan dapat menyalin dan menuliskan minimal satu kata mandiri. Murid yang sangat berkembang dapat menuliskan dua kata mandiri beserta gambar ilustrasinya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan secara lisan nama-nama permainan favorit mereka untuk mengetahui kosakata bermain yang sudah mereka kenal.
  • Guru mengamati apakah murid dapat mengidentifikasi huruf awal dari kata-kata yang disebutkan, sebagai indikator pengenalan huruf awal.

Proses:

  • Observasi guru saat murid menebalkan kata: apakah huruf ditulis sesuai arah yang benar, posisi duduk tegak, pensil dipegang dengan benar.
  • Pengamatan saat murid menyalin kata: apakah hasil salinan terbaca, spasi antar huruf wajar, dan ukuran huruf konsisten.
  • Pertanyaan lisan spontan kepada beberapa murid: 'Kata apa yang kamu tulis? Coba baca tulisanmu.' untuk mengecek keterbacaan.

Akhir:

  • Lembar asesmen mandiri: murid menuliskan satu kata bertema bermain pilihannya sendiri tanpa contoh di kertas yang disediakan guru.
  • Hasil dinilai berdasarkan rubrik empat level yang mencakup aspek keterbacaan huruf dan kerapian tulisan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menebalkan dan menyalin kata: mengamati posisi menulis, cara memegang pensil, dan arah penulisan huruf.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru saat berkeliling selama kegiatan Mengaplikasi.
  • Kartu bintang refleksi diri yang diisi murid pada akhir kegiatan Inti.

Sumatif:

  • Murid menuliskan satu kata bertema bermain pilihannya sendiri di lembar asesmen akhir tanpa contoh, dinilai menggunakan rubrik keterbacaan tulisan dan kerapian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterbacaan HurufHuruf-huruf yang ditulis tidak dapat dibaca atau dikenali sama sekali; bentuk huruf sangat jauh dari huruf yang dimaksud.Beberapa huruf dapat dikenali namun sebagian besar masih sulit dibaca; bentuk huruf belum konsisten.Sebagian besar huruf dapat dibaca dengan jelas; satu atau dua huruf mungkin masih kurang tepat bentuknya.Seluruh huruf pada kata yang ditulis dapat dibaca dengan jelas dan mudah dikenali bentuknya.
Kerapian dan Posisi MenulisTulisan sangat tidak rapi; huruf keluar dari garis, ukuran tidak beraturan, dan posisi menulis tidak benar meski sudah diingatkan.Tulisan kurang rapi; beberapa huruf keluar dari garis atau ukurannya tidak konsisten; posisi menulis sudah mulai diperbaiki dengan bantuan guru.Tulisan cukup rapi; huruf sebagian besar berada di dalam garis dengan ukuran yang relatif konsisten; posisi menulis sudah benar.Tulisan rapi dan terbaca; huruf-huruf berada di dalam garis, ukuran konsisten, spasi antar huruf wajar, dan posisi menulis benar secara mandiri.
Kemandirian Menulis KataMurid belum dapat menebalkan huruf meskipun sudah dibimbing; memerlukan bantuan fisik penuh dari guru.Murid dapat menebalkan huruf dengan bimbingan guru; belum dapat menyalin kata secara mandiri.Murid dapat menyalin kata dari contoh secara mandiri dengan hasil yang terbaca.Murid dapat menuliskan kata bertema bermain pilihannya sendiri tanpa contoh dengan hasil yang terbaca dan rapi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami cara memegang pensil dan posisi duduk yang benar selama pembelajaran?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut dalam menebalkan atau menyalin huruf? Apa tindak lanjut yang perlu disiapkan?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan kegiatan menebalkan, menyalin, dan asesmen akhir? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau kebutuhan seluruh murid, termasuk yang belum berkembang dan yang sangat berkembang?

Refleksi Murid:

  • Kata apa yang kamu tulis hari ini? Bisa kamu baca tulisanmu sendiri?
  • Bagian menulis mana yang terasa mudah bagimu? Bagian mana yang terasa susah?
  • Apa yang ingin kamu latih lagi agar tulisanmu semakin bagus?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' Kelas I SD/MI Edisi Revisi, Bab 2 Ayo Bermain! (halaman 40-43)
  2. Kartu gambar permainan (bola, layang-layang, lompat tali, ayunan, perosotan) — dibuat atau dicetak oleh guru
  3. Lembar kerja Latihan 1: menebalkan kata bertema bermain (garis putus-putus)
  4. Lembar kerja Latihan 2: menyalin kata bertema bermain
  5. Kartu bintang refleksi diri (dicetak sederhana oleh guru)
  6. Lembar asesmen akhir (kertas kosong bergaris)
  7. Pensil, penghapus, dan buku tulis murid
  8. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.