Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Kalimat Perintah dan Kalimat Larangan dalam Konteks Bermain
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak kalimat perintah dan kalimat larangan yang dibacakan guru dalam konteks bermain, murid dapat membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan berdasarkan intonasi dan tanda bacanya dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan membaca bersama teks berisi kalimat perintah dan larangan saat bermain, murid dapat melafalkan kalimat-kalimat tersebut dengan intonasi yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kalian bermain bersama teman, pernahkah kalian mendengar seseorang berkata 'Jangan lari di sini!' atau 'Hati-hati!'? Kalimat itu termasuk jenis kalimat apa, ya?
  2. Bagaimana cara kita tahu apakah sebuah kalimat adalah perintah atau larangan? Apakah bunyinya berbeda?
  3. Mengapa penting untuk mendengarkan dan memahami kalimat perintah atau larangan saat kita sedang bermain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas kondusif untuk belajar.
  • Asesmen awal: Guru bertanya kepada murid, 'Siapa yang suka bermain? Saat bermain, pernahkah kamu mendengar kata-kata seperti Jangan! atau Hati-hati!? Apa yang kamu lakukan setelah mendengarnya?' — guru mendengarkan jawaban beberapa murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mendengarkan dan membaca kalimat perintah serta kalimat larangan. Kita juga akan belajar membacanya dengan suara dan nada yang tepat.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Kalau Kau Suka Hati' sambil bertepuk tangan atau melakukan gerakan sederhana, untuk menciptakan suasana menyenangkan dan memfokuskan perhatian murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan beberapa kalimat dengan suara lantang dan intonasi yang jelas: (1) 'Jangan berlari di sini!' (2) 'Berhenti!' (3) 'Hati-hati!' (4) 'Jangan saling berebut mainan!' — murid menyimak dengan penuh perhatian.
  • Setelah membacakan, guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Kalimat mana yang terasa seperti melarang? Kalimat mana yang terasa seperti menyuruh?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menunjukkan kartu kalimat bergambar (atau menulis di papan tulis) dua contoh kalimat perintah dan dua contoh kalimat larangan yang diambil dari konteks bermain. Guru menunjuk tanda seru (!) di akhir setiap kalimat dan menjelaskan bahwa tanda seru digunakan pada kalimat perintah maupun larangan.
  • Guru menjelaskan perbedaan kalimat perintah dan kalimat larangan secara sederhana: kalimat perintah meminta seseorang melakukan sesuatu (contoh: 'Hati-hati!'), sedangkan kalimat larangan melarang seseorang melakukan sesuatu dan biasanya diawali kata 'Jangan' (contoh: 'Jangan berlari!').
  • Murid diajak menyimak kembali guru membacakan kalimat-kalimat tersebut, kali ini sambil memperhatikan perbedaan nada/intonasi antara kalimat perintah dan kalimat larangan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membuka Buku Siswa pada bagian Membaca Bab 2 (halaman berisi kalimat: 'Bukan begitu caranya!', 'Jangan begitu!', 'Apakah kamu terluka?'). Guru membaca kalimat-kalimat tersebut dengan intonasi yang tepat, murid menyimak.
  • Kegiatan Membaca Bersama: Guru mengajak seluruh murid membaca kalimat-kalimat tersebut bersama-sama mengikuti guru (choral reading). Guru memastikan murid melafalkan dengan intonasi yang sesuai tanda baca.
  • Kegiatan Berpasangan: Murid berpasangan dengan teman sebangku. Satu anak membacakan sebuah kalimat, anak lainnya menebak apakah itu kalimat perintah atau kalimat larangan, lalu bergantian peran. Guru berkeliling memantau dan memberi dorongan.
  • Guru menampilkan 4 kalimat dari Buku Siswa (halaman Bahas Bahasa): (1) 'Jangan!' (2) 'Apakah kalian mau bermain denganku?' (3) 'Hati-hati!' (4) 'Apakah kamu terluka?' — murid diminta membaca masing-masing kalimat dengan intonasi yang benar sesuai tanda bacanya.
  • Guru memilih beberapa murid secara acak untuk membacakan satu kalimat di depan kelas dengan intonasi yang tepat. Teman-teman di kelas mendengarkan dan guru memberikan umpan balik langsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (atau tetap di tempat duduk) dan bertanya: 'Tadi kita sudah belajar kalimat perintah dan kalimat larangan. Apa bedanya keduanya menurut kalian?'
  • Beberapa murid diberi kesempatan menjawab dengan kata-katanya sendiri. Guru merespons dengan hangat dan meluruskan bila ada pemahaman yang kurang tepat.
  • Guru bertanya: 'Kapan kalian pernah mendengar kalimat larangan atau kalimat perintah di rumah atau saat bermain? Siapa yang mengucapkannya?' Murid berbagi pengalaman singkat.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: tanda seru (!) ada di kalimat perintah dan larangan, cara membacanya tegas; kalimat larangan biasanya diawali 'Jangan'; keduanya penting untuk keselamatan dan ketertiban saat bermain.
  • Murid secara mandiri mengisi atau menunjukkan jawaban pada lembar sederhana (atau lisan): 'Lingkari kalimat yang termasuk kalimat larangan' dari daftar 4 kalimat yang disiapkan guru — sebagai konfirmasi pemahaman akhir.

Penutup:

  • Guru mengajak murid mereview pembelajaran hari ini dengan bertanya: 'Apa yang sudah kalian pelajari hari ini? Siapa yang bisa menyebutkan satu contoh kalimat larangan?'
  • Murid mengisi refleksi diri dengan cara sederhana: guru menunjukkan tiga gambar ekspresi wajah (senang, biasa, bingung) dan murid mengangkat tangan atau menunjuk gambar yang mewakili perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kalian hebat hari ini! Kalian sudah bisa mendengarkan dan membaca kalimat perintah dan larangan. Ingat, kalimat-kalimat ini penting saat bermain supaya kita aman dan nyaman bersama teman.'
  • Guru menginformasikan secara singkat kegiatan pembelajaran berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu kalimat bergambar yang memperlihatkan ilustrasi situasi bermain sehingga konteks kalimat lebih mudah dipahami. Untuk murid yang sudah siap belajar lebih, guru menyediakan kalimat tambahan yang lebih panjang untuk dibaca dan diklasifikasikan.
  • Proses: Murid yang kesulitan boleh membaca kalimat bersama guru secara satu lawan satu atau berpasangan dengan teman yang lebih mahir. Murid yang cepat memahami dapat diminta menjadi 'pembaca model' untuk mencontohkan intonasi kepada teman-temannya.
  • Produk: Murid yang belum lancar cukup menunjukkan secara lisan atau gestur (jempol ke atas untuk 'perintah', jempol ke bawah untuk 'larangan') saat guru membacakan kalimat. Murid yang sudah lancar dapat menuliskan atau mendiktekan satu contoh kalimat perintah dan satu kalimat larangan dari pengalaman bermain mereka sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Pernahkah kamu mendengar kata Jangan! atau Hati-hati! saat bermain? Apa artinya kalimat itu bagimu?' — guru mendengarkan jawaban beberapa murid untuk memetakan sejauh mana mereka sudah mengenal konsep kalimat perintah dan larangan sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi dan tanya jawab selama tahap Memahami: guru mencatat murid yang dapat membedakan kalimat perintah dan larangan secara lisan setelah menyimak.
  • Pemantauan kegiatan membaca berpasangan pada tahap Mengaplikasi: guru menggunakan daftar centang sederhana (checklist) untuk mencatat murid yang sudah melafalkan kalimat dengan intonasi tepat.
  • Umpan balik langsung saat murid membaca kalimat secara individual di depan kelas: guru memberikan koreksi dan pujian yang spesifik.

Akhir:

  • Identifikasi kalimat: murid menunjukkan atau menjawab lisan dari 4-5 kalimat campuran mana yang termasuk kalimat perintah dan mana kalimat larangan (mengukur TP 1.2.5.1).
  • Unjuk baca: murid membacakan minimal satu kalimat perintah dan satu kalimat larangan dari teks dengan intonasi yang sesuai tanda bacanya (mengukur TP 1.2.5.2).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengamati kemampuan murid membedakan kalimat perintah dan larangan berdasarkan intonasi yang didengar.
  • Observasi kegiatan membaca berpasangan: guru berkeliling dan mencatat murid yang sudah dapat melafalkan kalimat dengan intonasi tepat dan yang masih memerlukan bimbingan.
  • Unjuk baca individual di depan kelas: guru menilai ketepatan intonasi saat murid membacakan kalimat dari Buku Siswa.

Sumatif:

  • Lembar konfirmasi pemahaman akhir: murid mengidentifikasi (melingkari, menunjuk, atau menjawab lisan) kalimat perintah dan kalimat larangan dari daftar 4-5 kalimat yang disediakan guru.
  • Unjuk baca akhir: murid membaca satu kalimat perintah dan satu kalimat larangan dengan intonasi yang sesuai sebagai bukti ketercapaian TP 1.2.5.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan (TP 1.2.5.1)Murid belum dapat membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan meskipun sudah dibacakan berulang kali oleh guru.Murid dapat membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan dengan bantuan penuh dari guru (misalnya petunjuk tanda baca atau kata 'Jangan' ditunjuk langsung).Murid dapat membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan secara mandiri untuk sebagian besar kalimat yang disimak, dengan sedikit kekeliruan.Murid dapat membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan secara mandiri dan tepat untuk semua kalimat yang disimak, serta mampu menjelaskan alasan perbedaannya dengan kata-katanya sendiri.
Melafalkan kalimat perintah dan kalimat larangan dengan intonasi yang sesuai (TP 1.2.5.2)Murid belum dapat melafalkan kalimat dengan intonasi yang membedakan kalimat perintah/larangan dari jenis kalimat lain; intonasi datar atau tidak sesuai.Murid melafalkan kalimat dengan intonasi yang mendekati tepat namun masih memerlukan contoh ulang dari guru sebelum dapat menirukan dengan benar.Murid melafalkan sebagian besar kalimat perintah dan larangan dengan intonasi yang tepat secara mandiri; sesekali masih perlu diingatkan.Murid melafalkan seluruh kalimat perintah dan larangan dengan intonasi yang tepat, tegas, dan percaya diri tanpa bantuan guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk menyimak dan melafalkan kalimat perintah dan larangan selama pembelajaran berlangsung?
  • Apakah kegiatan membaca berpasangan berjalan efektif? Apakah ada murid yang perlu pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah intonasi dan contoh yang saya berikan sudah cukup jelas untuk membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan bagi murid kelas 1?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membuat murid antusias, dan bagian mana yang perlu diperbaiki agar lebih bermakna?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar tentang apa? (Guru memandu dengan gambar atau kata kunci di papan tulis.)
  • Apakah aku sudah bisa membedakan kalimat perintah dan kalimat larangan? (Murid merespons dengan mengangkat tangan atau menunjuk gambar ekspresi.)
  • Bagian mana yang masih terasa sulit buatku hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 2 'Ayo, Bermain!' halaman 35-38
  2. Buku Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 2 panduan mengajar kalimat tanya, perintah, ajakan, dan larangan
  3. Kartu kalimat bergambar (buatan guru): berisi contoh kalimat perintah dan larangan dalam konteks bermain disertai ilustrasi situasi
  4. Papan tulis dan spidol untuk menuliskan contoh kalimat dan tanda baca
  5. Daftar centang (checklist) observasi guru untuk memantau ketercapaian TP selama kegiatan inti

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.