Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Pengayaan tentang Tempat dan Cara Bermain yang Aman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Membaca Teks Pengayaan tentang Tempat dan Cara Bermain yang Aman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Membaca Teks Pengayaan tentang Tempat dan Cara Bermain yang Aman

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Membaca Teks Pengayaan tentang Tempat dan Cara Bermain yang Aman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMembaca Teks Pengayaan tentang Tempat dan Cara Bermain yang Aman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca teks pendek tentang tempat dan cara bermain yang aman, murid dapat memahami isi teks dan menyebutkan informasi penting mengenai tempat bermain yang aman di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan menghubungkan isi teks dengan pengalaman pribadi, murid dapat menanggapi isi bacaan tentang bermain yang aman secara lisan dengan kalimat sederhana yang relevan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Di mana saja kamu biasanya bermain? Apakah tempat itu aman?
  2. Pernah tidak kamu atau temanmu terluka saat bermain? Apa yang terjadi saat itu?
  3. Menurutmu, bermain yang aman itu seperti apa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa yang tadi pagi sudah bermain? Di mana? Apakah aman?' dan mencatat respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang bermain aman.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Di mana saja kamu biasanya bermain? Apakah tempat itu aman?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan membaca tentang tempat dan cara bermain yang aman, lalu kita ceritakan pengalaman kita sendiri.'
  • Guru menunjukkan gambar ilustrasi anak-anak bermain di berbagai tempat (taman, jalan raya, halaman sekolah) dan meminta murid mengamatinya sebentar.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan atau menampilkan teks pengayaan pendek berjudul 'Bermain yang Aman' (teks disesuaikan dengan level kelas 1, terdiri dari 4–6 kalimat sederhana tentang tempat bermain aman dan cara bermain yang benar, misalnya: bermain di halaman rumah, jangan berlari di tempat ramai, tunggu giliran, dan saling menjaga teman).
  • Guru membacakan teks dengan suara jelas dan intonasi yang ekspresif sambil murid mengikuti dengan jari (finger reading) pada teks mereka masing-masing. (Prinsip: Berkesadaran — murid memberi perhatian penuh pada teks yang dibaca)
  • Guru membacakan ulang teks kalimat per kalimat, lalu mengajak murid membaca bersama-sama (choral reading) dengan tempo pelan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman lisan: 'Di mana saja tempat bermain yang aman menurut teks?' dan 'Apa yang tidak boleh dilakukan saat bermain?', kemudian murid menjawab secara bergantian. (Prinsip: Berkesadaran — mendorong murid menghubungkan isi teks dengan pemahaman mereka)
  • Guru menempelkan kartu gambar di papan tulis (gambar tempat bermain aman dan tidak aman) dan bersama murid mengelompokkan gambar tersebut berdasarkan isi teks. (Prinsip: Bermakna — menghubungkan teks dengan representasi visual nyata)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain 'Aman atau Tidak Aman': guru menyebutkan atau menunjukkan gambar situasi bermain, murid mengacungkan kartu hijau (aman) atau merah (tidak aman) dan menyebutkan alasannya dengan kalimat sederhana. (Prinsip: Menggembirakan — dikemas sebagai permainan interaktif)
  • Murid diminta menghubungkan isi teks dengan pengalaman pribadi: guru bertanya, 'Apakah kamu pernah bermain seperti di teks ini? Ceritakan satu pengalaman bermainmu!' Murid menjawab secara lisan dengan kalimat sederhana kepada pasangan duduk mereka selama ±2 menit. (Prinsip: Bermakna — mengaitkan bacaan dengan kehidupan nyata murid)
  • Beberapa pasangan murid dipilih secara acak untuk berbagi cerita di depan kelas. Guru memberikan apresiasi verbal dan membantu murid melengkapi kalimat jika belum lengkap. (Prinsip: Menggembirakan — suasana berbagi yang hangat dan tidak menghakimi)
  • Guru memandu murid mengisi lembar kerja sederhana (gambar dua kolom: 'Bermain Aman' dan 'Bermain Tidak Aman') dengan cara mewarnai atau memberikan tanda centang pada gambar yang sesuai, sambil menyebutkan alasannya kepada guru yang berkeliling. (Prinsip: Bermakna — mengaplikasikan pemahaman secara konkret)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memberikan pertanyaan refleksi lisan: 'Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang bermain aman?' Murid merespons secara bergantian dengan kalimat sederhana. (Prinsip: Berkesadaran — mendorong kesadaran atas proses belajar sendiri)
  • Guru memandu murid mengisi 'Kartu Refleksi Smiley': murid memberi tanda pada wajah yang sesuai (senang, biasa, bingung) dan menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka ingat dari bacaan hari ini. (Prinsip: Berkesadaran — asesmen diri yang sederhana dan sesuai usia)
  • Guru merangkum informasi penting dari teks bersama murid: 'Jadi, tempat bermain yang aman adalah... dan cara bermain yang aman adalah...' dengan melibatkan jawaban murid secara bergantian.
  • Guru memberikan pesan nilai: 'Bermain aman bukan hanya untuk kebaikan kita sendiri, tapi juga untuk menjaga teman-teman kita.' (Prinsip: Bermakna — menginternalisasi nilai dari pembelajaran)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menyebutkan kembali dua informasi penting tentang tempat dan cara bermain yang aman.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat: memanggil 3–4 murid secara acak dan meminta mereka menyebutkan satu tempat bermain yang aman dan satu cara bermain yang aman berdasarkan teks.
  • Guru memberikan tindak lanjut: meminta murid bercerita kepada orang tua di rumah tentang tempat dan cara bermain yang aman yang sudah dipelajari hari ini.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks dengan kalimat lebih pendek dan gambar pendukung yang lebih banyak di setiap kalimat. Untuk murid yang sudah lancar membaca, guru menyediakan teks pengayaan dengan 1–2 kalimat tambahan dan kosakata yang sedikit lebih beragam.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab pertanyaan dengan menunjuk gambar terlebih dahulu sebelum menyebutkan kata atau kalimat. Murid yang lebih cepat memahami dapat diminta membantu temannya menjelaskan gambar (sebagai tutor sebaya) atau membuat kalimat tambahan tentang pengalaman bermain mereka.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup memberikan tanda pada lembar kerja gambar (mencentang atau mewarnai). Murid yang sudah berkembang diminta menyebutkan alasan secara lisan dalam 1–2 kalimat. Murid yang sangat berkembang dapat menggambar satu situasi bermain aman dan menceritakannya dengan 2–3 kalimat di depan kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: guru mengajukan pertanyaan 'Siapa yang tadi bermain? Di mana? Apakah aman?' untuk mengetahui pengetahuan awal dan pengalaman murid tentang bermain aman.
  • Guru mencatat respons murid untuk menyesuaikan tingkat dukungan selama pembelajaran berlangsung.

Proses:

  • Observasi selama finger reading dan choral reading: guru memperhatikan keterlibatan dan keakuratan membaca murid.
  • Kegiatan 'Aman atau Tidak Aman': guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi situasi bermain aman dari teks beserta alasan lisannya.
  • Pengamatan saat murid bercerita kepada pasangan: guru berkeliling dan mencatat murid yang mampu menyampaikan kalimat relevan dan yang membutuhkan bantuan.
  • Penyelesaian lembar kerja kolom bergambar: guru memeriksa ketepatan pengelompokan gambar oleh murid.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual: guru memanggil 3–4 murid secara acak di sesi penutup, meminta mereka menyebutkan satu tempat bermain yang aman dan satu cara bermain yang aman sesuai isi teks.
  • Pengisian Kartu Refleksi Smiley: murid menunjukkan tingkat pemahaman dan perasaan mereka setelah pembelajaran, serta menuliskan atau menggambar satu hal yang diingat dari bacaan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif selama choral reading dan tanya jawab lisan.
  • Pengamatan saat murid mengacungkan kartu aman/tidak aman beserta alasannya.
  • Pemantauan saat murid mengisi lembar kerja kolom 'Bermain Aman' dan 'Bermain Tidak Aman'.
  • Pengamatan saat murid bercerita kepada pasangan duduk tentang pengalaman bermain mereka.

Sumatif:

  • Asesmen lisan akhir: murid menyebutkan satu tempat bermain yang aman dan satu cara bermain yang aman berdasarkan teks yang dibaca.
  • Kartu Refleksi Smiley sebagai bukti ketercapaian refleksi diri murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami isi teks (menyebutkan informasi penting tentang tempat dan cara bermain yang aman)Belum dapat menyebutkan informasi penting dari teks meskipun dengan bantuan guru.Dapat menyebutkan satu informasi penting dari teks dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Dapat menyebutkan dua informasi penting dari teks (tempat bermain aman dan cara bermain aman) secara mandiri.Dapat menyebutkan lebih dari dua informasi penting dari teks secara mandiri dan menjelaskannya dengan kalimat sendiri.
Menanggapi isi bacaan secara lisan (menghubungkan teks dengan pengalaman pribadi)Belum dapat merespons secara lisan meskipun sudah diberi contoh kalimat oleh guru.Dapat merespons secara lisan dengan satu kata atau frasa pendek yang berkaitan dengan isi teks.Dapat menanggapi isi bacaan secara lisan dengan satu kalimat sederhana yang relevan dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.Dapat menanggapi isi bacaan secara lisan dengan dua kalimat atau lebih yang relevan, jelas, dan berkaitan langsung dengan pengalaman pribadi sendiri.
Partisipasi dan keterlibatan aktif selama kegiatan pembelajaranTidak terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama, diskusi, maupun pengisian lembar kerja.Terlibat dalam sebagian kegiatan dengan dorongan dari guru atau teman.Terlibat aktif dalam sebagian besar kegiatan membaca, diskusi, dan lembar kerja secara mandiri.Terlibat aktif dan konsisten dalam seluruh kegiatan, menunjukkan inisiatif seperti mengajukan pertanyaan atau membantu teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti kegiatan membaca teks dengan baik? Siapa yang membutuhkan dukungan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan kegiatan 'Aman atau Tidak Aman' berhasil membangkitkan keterlibatan dan antusiasme murid?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan ketiga tahap kegiatan inti? Jika tidak, tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana kualitas respons lisan murid saat menghubungkan isi teks dengan pengalaman pribadi mereka?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari strategi pembelajaran hari ini untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang bermain yang aman?
  • Apakah ada tempat bermain yang aman yang kamu kenal dan belum disebutkan di teks?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar hari ini — senang, biasa saja, atau masih bingung?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas 1 (Edisi Revisi), Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 — Bab 2 'Ayo, Bermain!'
  2. Teks pengayaan pendek 'Bermain yang Aman' (disiapkan oleh guru, disesuaikan dengan level kelas 1, 4–6 kalimat sederhana)
  3. Kartu gambar situasi bermain aman dan tidak aman (disiapkan guru, dicetak atau digambar tangan)
  4. Kartu respons aman/tidak aman berwarna hijau dan merah (satu set per murid)
  5. Lembar kerja bergambar dua kolom: 'Bermain Aman' dan 'Bermain Tidak Aman'
  6. Kartu Refleksi Smiley (satu lembar per murid, berisi tiga pilihan wajah dan ruang menggambar/menulis)
  7. Papan tulis dan alat tulis guru
  8. Spidol atau kapur warna untuk mengelompokkan kartu gambar di papan tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.