Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Tema Bermain: Mengamati Ilustrasi dan Berdiskusi tentang Kegiatan Bermain

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Tema Bermain: Mengamati Ilustrasi dan Berdiskusi tentang Kegiatan Bermain". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Tema Bermain: Mengamati Ilustrasi dan Berdiskusi tentang Kegiatan Bermain

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Tema Bermain: Mengamati Ilustrasi dan Berdiskusi tentang Kegiatan Bermain

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Tema Bermain: Mengamati Ilustrasi dan Berdiskusi tentang Kegiatan Bermain
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati ilustrasi dan mendengarkan penjelasan guru, murid dapat menyebutkan minimal dua kegiatan bermain yang aman di lingkungan sekitar dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan diskusi kelas tentang pengalaman bermain, murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasannya mengenai kegiatan bermain yang biasa dilakukan sehari-hari secara lisan dengan kalimat sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Permainan apa yang paling kamu suka lakukan bersama teman atau keluarga di rumah?
  2. Pernahkah kamu melihat atau mengalami kecelakaan kecil saat bermain? Apa yang terjadi waktu itu?
  3. Menurutmu, bermain yang aman itu seperti apa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan semua siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengajukan pertanyaan lisan ringan — 'Siapa yang suka bermain? Permainan apa yang biasa kamu lakukan?' — sambil mengamati respons murid untuk mengetahui pengalaman dan kosakata awal mereka tentang tema bermain.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Permainan apa yang paling kamu suka lakukan bersama teman atau keluarga di rumah?' dan memberi kesempatan 2–3 murid menjawab secara spontan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah anak: 'Hari ini kita akan melihat gambar-gambar seru tentang bermain, lalu kita cerita-cerita bersama tentang pengalaman bermain kalian!'
  • Guru mengajak murid melakukan tepukan semangat bersama sebagai pembuka energi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan ilustrasi pembuka Bab 2 'Ayo, Bermain!' dari Buku Siswa (halaman 28–33) — menampilkan gambar binatang bermain di taman: ayunan, jungkat-jungkit, engklek, dan permainan ular naga.
  • Guru meminta murid mengamati ilustrasi dengan tenang selama 1–2 menit sebelum membacakan teksnya, memberi waktu untuk 'melihat dan merasakan' gambar.
  • Guru membacakan narasi cerita bergambar dengan suara ekspresif dan jelas, sesekali berhenti dan menunjuk gambar yang relevan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan mengikuti urutan buku siswa: (1) 'Ada di mana binatang-binatang itu?', (2) 'Permainan apa saja yang kalian lihat pada gambar itu?', (3) 'Mana gambar yang menunjukkan kegiatan bermain dengan tidak aman? Mengapa?', (4) 'Mana gambar yang menunjukkan kegiatan bermain dengan aman? Mengapa?'
  • Guru membimbing murid menemukan dan menyebutkan nama-nama kegiatan bermain yang tampak pada ilustrasi: jungkat-jungkit, ayunan, berlari, engklek.
  • Guru menekankan konsep 'bermain yang aman' dengan menunjuk gambar kelinci yang hampir terjungkal dan bertanya: 'Mengapa kelinci bisa terluka kalau gajah turun dari jungkat-jungkit tanpa meminta izin dulu?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain 'Cerita Bermainku': setiap murid diberi giliran menyebutkan satu kegiatan bermain yang biasa mereka lakukan, menggunakan kalimat sederhana, misalnya 'Aku suka bermain lompat tali di depan rumah.'
  • Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu melihat atau mengalami kecelakaan kecil saat bermain? Apa yang terjadi?' — murid diminta merespons secara lisan.
  • Murid diajak membandingkan kegiatan bermain yang aman dan tidak aman dari ilustrasi dengan pengalaman mereka sendiri: 'Apakah kegiatan bermain yang kamu ceritakan tadi termasuk aman atau tidak aman? Mengapa?'
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu kartu gambar kegiatan bermain (disiapkan guru). Kelompok berdiskusi: apakah kegiatan di gambar itu aman atau tidak aman, lalu satu perwakilan menyampaikan pendapat kelompoknya di depan kelas.
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberi dukungan kepada murid yang tampak ragu untuk berbicara dengan mengajukan pertanyaan pancingan: 'Kamu pernah melakukan ini? Cerita sedikit, yuk!'

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Dari semua kegiatan bermain yang kita bahas hari ini, mana yang menurutmu paling seru sekaligus paling aman?'
  • Murid secara bergiliran menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang bermain yang aman, menggunakan kalimat sederhana.
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Kalau Kau Suka Hati' dari Buku Siswa halaman 34, dengan mengganti kata 'tepuk tangan' dan 'pegang hidung' menggunakan gerakan bermain yang aman (contoh: 'lompat di tempat', 'lambaikan tangan') — sebagai cara merefleksikan tema secara menyenangkan.
  • Guru menegaskan pesan kunci: 'Bermain itu menyenangkan, dan kita bisa lebih menikmati bermain kalau kita bermain dengan aman dan saling menjaga teman.'
  • Guru meminta murid menggambar satu kegiatan bermain favorit mereka di buku gambar/selembar kertas sebagai produk refleksi sederhana (jika waktu masih memungkinkan).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menyebutkan kembali nama-nama kegiatan bermain yang aman yang telah dipelajari.
  • Guru memberikan umpan balik positif secara lisan kepada murid yang telah aktif berbicara dan berdiskusi.
  • Guru menyampaikan pesan untuk di rumah: 'Coba ceritakan kepada ayah atau ibu, permainan apa yang kamu pelajari hari ini dan mengapa permainan itu aman.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan kegiatan bermain pada ilustrasi (ayunan, jungkat-jungkit, engklek), guru menyediakan kartu gambar tambahan berisi permainan yang lebih dekat dengan keseharian mereka (misalnya bermain bola, bermain pasir, petak umpet) agar mereka tetap dapat mengikuti diskusi dengan konteks yang mereka kenal.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diberi tantangan tambahan: menyebutkan lebih dari dua kegiatan bermain yang aman beserta alasannya dalam kalimat lengkap. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menjawab hanya dengan satu kata atau frasa pendek, dan guru membantu melengkapi kalimatnya secara lisan bersama-sama.
  • Produk: Murid yang sudah mampu berbicara lancar diminta menceritakan pengalaman bermainnya dalam 2–3 kalimat berurutan. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan nama kegiatan bermain dan menunjuk gambar yang sesuai tanpa harus membentuk kalimat penuh.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan spontan di awal pembelajaran: guru bertanya 'Siapa yang suka bermain? Permainan apa yang biasa kamu lakukan?' untuk mengidentifikasi kosakata dan pengetahuan awal murid tentang tema bermain.
  • Guru mengamati ekspresi dan respons murid saat pertanyaan pemantik diajukan untuk mengetahui kesiapan belajar dan keberanian berbicara masing-masing murid.

Proses:

  • Observasi saat kegiatan Memahami: guru mencatat murid yang mampu menjawab pertanyaan tentang ilustrasi secara tepat dan yang belum memahami konsep bermain aman.
  • Observasi saat kegiatan Mengaplikasi: guru memantau kemampuan murid mengungkapkan pengalaman bermainnya secara lisan dalam diskusi kelompok — meliputi keberanian berbicara, penggunaan kalimat sederhana, dan kesesuaian isi.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (verbal) selama diskusi berlangsung untuk mengoreksi dan memperkuat pemahaman.

Akhir:

  • Penilaian lisan individual di akhir sesi: setiap murid diminta menyebutkan minimal dua kegiatan bermain yang aman, dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian kemampuan mengungkapkan gagasan: guru menilai apakah murid dapat menyampaikan satu gagasan atau perasaan tentang kegiatan bermain yang mereka sukai dalam kalimat sederhana yang dapat dipahami.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan tentang ilustrasi (menyimak dan memahami gambar).
  • Pengamatan partisipasi murid dalam diskusi kelompok kecil tentang kegiatan bermain aman dan tidak aman.
  • Catatan anekdotal guru terhadap kemampuan murid mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan.

Sumatif:

  • Penilaian lisan akhir: murid menyebutkan minimal dua kegiatan bermain yang aman beserta alasan singkatnya.
  • Penilaian produk refleksi: gambar kegiatan bermain favorit murid sebagai bukti pemahaman tema.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan kegiatan bermain yang aman (TP 1.2.1.1 — Menyimak)Murid belum dapat menyebutkan kegiatan bermain yang aman meskipun sudah diberi bantuan penuh oleh guru.Murid dapat menyebutkan satu kegiatan bermain yang aman dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan minimal dua kegiatan bermain yang aman secara mandiri dengan tepat.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua kegiatan bermain yang aman disertai penjelasan singkat mengapa kegiatan tersebut aman, secara mandiri dan lancar.
Mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan (TP 1.2.1.2 — Berbicara dan Mempresentasikan)Murid belum dapat mengungkapkan perasaan atau gagasannya tentang kegiatan bermain secara lisan meskipun sudah diberi contoh dan dorongan.Murid dapat mengungkapkan perasaan atau gagasannya tentang kegiatan bermain dengan satu kata atau frasa pendek menggunakan bantuan guru.Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasannya tentang kegiatan bermain sehari-hari menggunakan kalimat sederhana yang dapat dipahami secara mandiri.Murid dapat mengungkapkan perasaan dan gagasannya tentang kegiatan bermain menggunakan dua kalimat atau lebih secara runtut, jelas, dan santun tanpa bantuan guru.
Partisipasi dalam diskusi kelasMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak merespons pertanyaan atau ajakan berbicara dari guru maupun teman.Murid merespons pertanyaan guru hanya saat dipanggil namanya, dengan jawaban sangat singkat.Murid aktif merespons pertanyaan guru dan terlibat dalam diskusi kelompok dengan memberikan pendapat sederhana.Murid aktif bertanya, merespons pendapat teman, dan menyampaikan gagasannya secara sukarela dalam diskusi kelas maupun kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk berbicara dan mengungkapkan gagasannya selama pembelajaran berlangsung?
  • Apakah ilustrasi dan pertanyaan yang saya gunakan cukup memancing rasa ingin tahu dan pengalaman nyata murid tentang bermain?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih untuk berani berbicara di depan teman-temannya, dan apa langkah yang akan saya lakukan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Apakah ada penyesuaian yang perlu dilakukan untuk pengelompokan atau instruksi diskusi?

Refleksi Murid:

  • Permainan apa yang kamu pelajari hari ini yang menurutmu paling aman dan menyenangkan?
  • Bagaimana perasaanmu saat bercerita tentang pengalaman bermainmu kepada teman-teman?
  • Satu hal apa yang ingin kamu ceritakan kepada orang tuamu tentang bermain yang aman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 — Sofie Dewayani, Kemendikbudristek 2023 (Bab 2 'Ayo, Bermain!', halaman 28–35)
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas I
  3. Kartu gambar kegiatan bermain (disiapkan guru: gambar bermain bola, ayunan, jungkat-jungkit, engklek, petak umpet, lompat tali, dan kegiatan bermain tidak aman seperti berlari di tempat ramai atau berebut mainan)
  4. Papan tulis atau layar proyeksi untuk menampilkan ilustrasi
  5. Lembar kertas gambar dan alat warna untuk kegiatan produk refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.