Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Bab 2: Ayo, Bermain!

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Bahasa Indonesia kelas 1 untuk Bab 2 "Ayo, Bermain!", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Bab 2: Ayo, Bermain!

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Ayo, Bermain!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Ayo, Bermain!
Alokasi Waktu29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit)
Jumlah Pertemuan13
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitar
  2. TP 1.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  3. TP 1.2.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang tempat bermain di lingkungan sekitar
  4. TP 1.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  5. TP 1.2.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas tentang kata-kata bermain di lingkungan sekitar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang harus kita lakukan agar teman tidak terluka saat bermain bersama?
  2. Mengapa Gajah harus bilang dulu sebelum turun dari jungkat-jungkit?
  3. Apa yang sebaiknya kita lakukan jika ada teman yang ingin ikut memainkan mainan kita?
  4. Bagaimana perasaan kita jika teman meminjamkan mainannya dengan senang hati?
  5. Apa yang bisa terjadi jika kita berlari kencang tanpa melihat jalan di tempat bermain?
  6. Bagaimana cara kita bermain ayunan dan jungkat-jungkit bersama teman agar tetap aman?
  7. Mainan apa saja yang biasa kamu temukan saat bermain bersama teman di sekitar rumah?
  8. Bagaimana caramu membaca kartu kata tentang mainan secara lancar tanpa tersendat?
  9. Kata aktivitas bermain apa yang sering kalian lakukan bersama teman di luar kelas?
  10. Bagaimana caramu membaca kata-kata aktivitas bermain ini secara langsung tanpa terbata-bata?
  11. Kata apa saja tentang mainan di sekitar kita yang sudah bisa kamu baca sendiri?
  12. Bagaimana caramu membaca kata pada kartu bacaan dengan lancar dan tepat?
  13. Di mana saja tempat kalian biasa bermain bersama teman?
  14. Bagaimana kita mengenali tempat bermain yang aman melalui gambar?
  15. Apa tanda atau ciri tempat bermain yang aman untuk kita?
  16. Bagaimana cara kita mengetahui ciri tempat bermain dari teks bacaan dan gambar yang kita lihat?
  17. Apa yang kamu tanyakan jika ingin ikut bermain bersama teman di taman?
  18. Bagaimana cara bertanya dengan santun saat kita sedang bermain bersama?
  19. Apa yang kamu tanyakan jika ingin meminjam mainan milik teman saat bermain bersama?
  20. Mengapa kita perlu bertanya dengan kata yang santun seperti 'bolehkah' atau 'permisi' saat meminjam mainan?
  21. Bagaimana posisi memegang pensil yang nyaman saat kita menulis?
  22. Huruf apa saja yang ada pada kata 'bola' dan 'tali'?
  23. Bagaimana posisi jari tangan yang nyaman saat memegang pensil untuk menulis kata?
  24. Bagaimana cara menata huruf-huruf di atas kertas bergaris agar kata bermain terbaca rapi?
  25. Permainan apa saja yang paling kalian senangi saat bermain bersama teman?
  26. Bagaimana cara kita membaca kata, menulis rapi, dan bertanya dengan sopan kepada teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyimak dan Menyebutkan Pesan Cerita Bergambar tentang Bermain Bersama Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: membacakan cerita mikro 2 kalimat ('Doni berebut ayunan dengan Bayu sehingga Bayu terjatuh menangis.') lalu menanyakan pesan cerita tersebut (acuan: bermain tidak boleh berebut/harus rukun bergantian) untuk memetakan kesiapan menyimak pesan teks (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menyimak cerita bergambar dan belajar menyebutkan pesan tentang bermain bersama teman dengan aman dan rukun (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang gambar besar cerita binatang bermain di taman (Buku Siswa Bab 2: Gajah dan Kelinci bermain jungkat-jungkit) dan membacakan teks cerita secara aural: 'Di taman bermain, Gajah dan Kelinci bermain jungkat-jungkit bersama. Gajah berbadan besar, Kelinci berbadan kecil. Gajah ingin turun, lalu Gajah berkata, "Kelinci, aku mau turun ya!" Kelinci bersiap memegang pegangan erat-erat. Gajah turun perlahan. Kelinci tidak terjatuh dan tidak terluka. Mereka bermain dengan aman dan gembira.' (10 menit).
  • Guru mengajukan 3 pertanyaan pemandu isi teks secara lisan: (1) Siapa yang bermain jungkat-jungkit? (acuan: Gajah dan Kelinci); (2) Apa yang dikatakan Gajah sebelum turun? (acuan: memberi tahu Kelinci bahwa ia mau turun); (3) Mengapa Kelinci tidak terjatuh? (acuan: karena Kelinci bersiap dan Gajah memberi tahu lebih dulu/berhati-hati) (10 menit).
  • Guru membimbing murid merumuskan pesan teks cerita aural tersebut: bermain bersama harus saling menjaga keselamatan, berhati-hati, dan memberi tahu teman agar tidak celaka (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi pasangan bermain untuk melakukan permainan tebak pesan 'Dengar dan Sebutkan' yang menggembirakan (5 menit).
  • Guru membacakan Cerita Aural 1: 'Cici dan Mimi bermain bola di dekat jalan raya yang ramai kendaraan. Bola menggelinding ke jalan. Mimi menahan tangan Cici dan berkata, "Jangan lari ke jalan ramai, bahaya! Ayo kita pindah ke halaman rumput." Mereka pun bermain aman di rumput.' Pasangan murid mendiskusikan dan menyebutkan pesan cerita (acuan pesan: bermain harus di tempat aman/jangan mengejar mainan ke jalan ramai agar tidak tertabrak) (5 menit).
  • Guru membacakan Cerita Aural 2: 'Kiki dan Boni ingin bermain ayunan yang hanya ada satu di taman. Kiki berkata, "Boni, kamu main dulu sepuluh hitungan, setelah itu gantian aku ya." Boni mengangguk setuju. Mereka bermain bergantian tanpa berebut.' Pasangan murid menyebutkan pesan cerita (acuan pesan: bermain harus sabar bergantian/tidak boleh berebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap perwakilan murid secara bergiliran menyebutkan kembali pesan utama dari cerita bermain bersama teman yang telah disimak (15 menit).
  • Guru bersama murid mengaitkan pesan cerita ke dalam kebiasaan bermain sehari-hari di sekolah: bersikap hati-hati, tidak berebut, dan saling peduli (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir melalui 1 skenario singkat lisan: 'Rani melihat ayunan sedang dipakai teman, lalu Rani menunggu dengan sabar. Apa pesan perbuatan Rani?' (acuan: bermain harus sabar mengantre/tidak berebut) (5 menit).
  • Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa setiap cerita bermain memiliki pesan agar kita bermain aman dan rukun, memberikan apresiasi, dan menutup pelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru memperdengarkan teks aural dengan kalimat lebih pendek yang didukung kartu gambar kejadian. Untuk murid cepat, guru memperdengarkan cerita aural dengan 2 konflik bermain berbeda.
  • Proses: Murid yang belum lancar dibimbing dengan pertanyaan penuntun bertahap (peristiwa -> akibat -> pesan). Murid yang sudah lancar langsung menyebutkan pesan dan alasan tindakannya secara mandiri.
  • Produk: Penyebutan pesan dapat dilakukan secara lisan singkat 1 frasa kunci (misalnya 'jangan berebut', 'hati-hati') bagi murid berkembang, atau kalimat lengkap bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan: Guru membacakan cerita mikro: 'Doni berebut ayunan dengan Bayu sehingga Bayu terjatuh menangis.' Guru bertanya: 'Apa pesan dari cerita Doni dan Bayu?' (Acuan jawaban benar: bermain tidak boleh berebut / harus rukun bergantian / harus berbagi mainan).

Proses:

  • Cek pemahaman Cerita Aural 1 (Cici dan Mimi): Murid menyebutkan pesan cerita (Acuan jawaban benar: tidak boleh lari ke jalan ramai / harus bermain di tempat yang aman).
  • Cek pemahaman Cerita Aural 2 (Kiki dan Boni): Murid menyebutkan pesan cerita (Acuan jawaban benar: bermain harus sabar bergantian / tidak boleh berebut mainan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Guru membacakan 1 skenario singkat: 'Rani melihat ayunan sedang dipakai Siti. Rani menunggu dengan tenang di dekatnya sampai giliran tiba. Apa pesan dari cerita Rani?' (Acuan jawaban benar: sabar mengantre / tidak merebut giliran bermain teman).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan identifikasi pesan dari teks aural yang dibacakan guru
  • Unjuk kerja berpasangan menyebutkan pesan dari 2 cerita bergambar aural

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks sastra aural tentang bermain bersama temanBelum mampu menyebutkan pesan teks sastra aural tentang bermain bersama teman meskipun telah diberikan pertanyaan penuntun (0 dari 2 cerita terjawab tepat).Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural tentang bermain bersama teman secara tepat pada 1 dari 2 cerita dengan bantuan bimbingan pertanyaan penuntun guru.Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural tentang bermain bersama teman secara tepat pada kedua cerita (Cerita 1: bermain di tempat aman; Cerita 2: sabar bergantian/tidak berebut) secara mandiri.Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural tentang bermain bersama teman secara tepat pada kedua cerita secara mandiri dan mampu menyebutkan pesan pada skenario cek pemahaman akhir secara runtut dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menemukan pesan keselamatan dan kerukunan saat bermain?

Murid:

  • Cerita mana yang paling kamu sukai saat bermain tadi?
  • Pesan apa yang akan kamu ingat saat bermain bersama teman nanti saat istirahat?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Pesan Berbagi Mainan dari Teks Sastra Aural yang Dibacakan Guru — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan satu kalimat cerita fabel pendek: 'Kiki Kelinci punya dua bola warna-warni, lalu membagikan satu bola kepada Bimo Beruang agar mereka bisa melempar bola bersama' lalu menanyakan: 'Apa pesan dari sikap Kiki Kelinci?' (acuan: mau berbagi mainan membuat kita bisa bermain bersama dengan gembira/rukun) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita fabel aural yang dibacakan guru dan menyebutkan pesan tentang berbagi mainan bersama teman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak guru membacakan teks sastra aural fabel berjudul 'Gajah dan Kelinci di Taman Main' (Teks: Di taman bermain, Gajah membawa mobil-mobilan kayu yang bagus. Kelinci mendekat dan ingin ikut memegang. Awalnya Gajah mendekap erat mobil-mobilan itu sendiri. Namun, saat melihat Kelinci murung, Gajah tersenyum dan berkata, 'Kelinci, ayo kita main bersama! Kamu dorong jalannya, aku siapkan jembatannya.' Mereka berdua pun tertawa gembira bermain sampai sore) (10 menit).
  • Guru memantik pemahaman murid tentang pesan teks melalui pertanyaan terbimbing: 'Apa yang dilakukan Gajah saat melihat Kelinci ingin ikut bermain?' dan 'Apa akibatnya setelah Gajah mau berbagi mobil-mobilan itu?' (10 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru menyebutkan pesan yang terkandung dalam cerita yang didengar (acuan pesan teks: jika kita mau berbagi mainan dengan teman, kita bisa bermain bersama dengan gembira dan rukun) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan aural menggembirakan 'Estafet Pesan Boneka Ceria'. Guru membacakan 3 cerita fabel mini bertema berbagi mainan secara aural satu per satu: Cerita 1 ('Tupai membawa lima buah kelereng bulat. Kancil duduk sedih karena tidak membawa kelereng. Tupai memberikan dua kelerengnya kepada Kancil agar bisa berlomba di tanah'), Cerita 2 ('Mimi Monyet sedang asyik bermain ayunan tali. Kiki Kucing menunggu lama di dekatnya. Mimi Monyet lalu turun dan berkata, 'Kiki, giliranmu mengayun lima kali, lalu gantian ya''), Cerita 3 ('Lulu Beruang membawa satu set balok susun. Kiko Rubah datang ingin bermain. Lulu Beruang membagi balok menjadi dua tumpuk dan mengajak Kiko membangun menara bersama'). Selama lagu instrumental riang berputar, murid mengestafetkan boneka; ketika lagu berhenti, murid pemegang boneka menyebutkan pesan dari cerita aural yang dibacakan guru (15 menit).
  • Murid mendengarkan kembali pembacaan teks sastra aural penugasan berjudul 'Kancil dan Balok Warna' (Teks: Kancil menyusun menara balok kayu di beranda kelas. Kura-kura datang membawa mobil kecil namun tidak punya jembatan. Kura-kura ingin meminjam dua balok Kancil. Kancil dengan ramah memberikan baloknya dan berkata, 'Pakai saja balokku, mari kita satukan menara dan jembatan ini!' Mereka bermain rukun tanpa berebut) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyebutkan pesan dari teks sastra aural 'Kancil dan Balok Warna' kepada guru melalui panggilan bergiliran (acuan pesan teks: meminjamkan atau membagi mainan membuat kita bermain rukun dan tidak bertengkar) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyimpulkan intisari belajar hari ini dengan menyebutkan kembali manfaat pentingnya berbagi mainan saat bermain di lingkungan sekitar (acuan: bermain jadi lebih menyenangkan, rukun, dan banyak teman) (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik lisan atas kemampuan murid menyimak dan ketepatan menyebutkan pesan cerita yang dibacakan (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa menyampaikan penutupan bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak cerita aural dengan kalimat yang lebih pendek dan pengulangan jeda intonasi; murid yang mahir menyimak cerita aural dengan variasi peristiwa konflik berbagi mainan yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pertanyaan arahan sederhana ('Bagaimana perasaan teman kalau dipinjami mainan?'); murid yang sudah mahir langsung menyebutkan pesan cerita fabel aural secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu menyebutkan pesan cerita aural; murid pemula cukup menyebutkan inti pesan (mau berbagi/tidak pelit), sedangkan murid yang berkembang menyebutkan pesan beserta alasannya secara utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru membacakan satu kalimat cerita fabel pendek: 'Kiki Kelinci punya dua bola warna-warni, lalu membagikan satu bola kepada Bimo Beruang agar mereka bisa melempar bola bersama' lalu meminta murid menyebutkan pesan dari sikap Kiki Kelinci (acuan jawaban: berbagi mainan membuat bermain bersama jadi menyenangkan dan rukun; kriteria siap: murid dapat menyebutkan inti berbagi/tidak pelit/rukun bermain).

Proses:

  • Pengamatan lisan saat permainan 'Estafet Pesan Boneka Ceria' untuk 3 cerita fabel mini (acuan pesan Cerita 1: berbagi mainan kelereng agar teman tidak sedih dan bisa main bareng; Cerita 2: mau bergantian menggunakan ayunan; Cerita 3: membagi balok agar bisa membangun bersama).
  • Penilaian unjuk kerja lisan menyebutkan pesan dari cerita aural 'Kancil dan Balok Warna' (acuan pesan: bersedia membagi atau meminjamkan mainan kepada teman membuat bermain menjadi rukun, senang, dan terhindar dari pertengkaran).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan satu hal, 'Jika kamu punya mainan di taman dan temanmu ingin ikut bermain, pesan apa dari cerita tadi yang harus kamu ingat?' (acuan jawaban: harus mau berbagi mainan dan bermain bersama dengan ramah/rukun).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan
  • Unjuk kerja lisan menyebutkan pesan cerita aural fabel selama permainan dan tugas mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama temanBelum mampu menyebutkan pesan dari teks sastra aural yang dibacakan meskipun telah diberikan pertanyaan pemandu berulang kali.Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural yang dibacakan tentang berbagi mainan dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guru.Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural yang dibacakan tentang berbagi mainan secara tepat dan mandiri sesuai acuan teks.Mampu menyebutkan pesan teks sastra aural yang dibacakan tentang berbagi mainan secara tepat, lengkap dengan hubungan sebab-akibat dari cerita aural secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pelafalan dan kecepatan saya saat membacakan teks sastra aural sudah tepat dan jelas bagi murid kelas satu?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan aural menyimak pesan cerita?
  • Berapa persen murid yang sudah mampu menangkap dan menyebutkan pesan cerita aural secara mandiri?

Murid:

  • Cerita binatang mana yang paling kamu suka dengarkan tadi?
  • Pesan apa yang akan kamu lakukan jika teman di rumah ingin ikut bermain mainanmu?

Pertemuan 3 — Menyebutkan Pesan Sikap Bermain Aman bersama Teman di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan teks mikro 2 kalimat: 'Didi berlari kencang sambil mendorong Beni di perosotan licin. Beni terjatuh dan menangis.' Guru mengajukan pertanyaan: 'Apa pesan dari cerita singkat Didi dan Beni agar kita aman saat bermain?' (Acuan jawaban diagnostik yang diterima: tidak boleh mendorong teman saat bermain / harus berhati-hati saat bermain di perosotan) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks sastra aural fabel berjudul 'Bermain Aman di Taman Rimba': 'Kimi si Kelinci dan Gani si Gajah bermain bersama di taman. Gani ingin bermain jungkat-jungkit bersama Kimi. Ketika bermain, Gani ingat pesan Ibu: jangan turun tiba-tiba agar teman tidak terjungkal. Saat selesai bermain, Gani memberi tahu Kimi sebelum berdiri, sehingga Kimi tetap aman dan tidak terluka. Mereka juga tidak berlari-lari saling dorong di dekat ayunan yang sedang berayun.' Murid menyimak dengan saksama (15 menit).
  • Guru memberikan pertanyaan pemahaman isi teks untuk mengarahkan penemuan pesan: 'Apa yang dilakukan Gani sebelum turun dari jungkat-jungkit?' dan 'Mengapa mereka tidak berlari di dekat ayunan?' (Acuan jawaban: Gani memberi tahu Kimi terlebih dahulu; agar tidak tertabrak ayunan atau terluka) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Kartu Pesan Aman': Guru membacakan 3 cuplikan cerita aural tentang situasi bermain. Murid secara bergantian memilih dan menyebutkan pesan sikap aman yang sesuai berdasarkan pilihan kartu pesan bergambar simbol centang (aman) dan silang (bahaya) yang dipegang guru. Cuplikan 1: 'Tito mendorong ayunan Cici sangat kencang hingga Cici hampir jatuh.' (Pesan acuan: jangan mendorong ayunan terlalu kencang/bermain ayunan dengan hati-hati). Cuplikan 2: 'Boni menunggu giliran menaiki tangga perosotan dengan sabar di belakang Roni.' (Pesan acuan: antre atau tidak berebut saat main perosotan). Cuplikan 3: 'Lili memberi tahu Made bahwa ia ingin melepaskan pegangan tali putaran.' (Pesan acuan: memberi tahu teman sebelum berhenti bermain) (25 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kegiatan Menyimak mandiri yang memuat 3 butir cuplikan teks aural yang dibacakan kembali oleh guru satu per satu. Butir 1: 'Koko berlari kencang tanpa melihat arah jalan di taman yang ramai kerikil tajam.' Butir 2: 'Sari dan Maya bergantian memakai papan jungkat-jungkit dengan berpegangan erat.' Butir 3: 'Doni berteriak memperingatkan Eko agar tidak melintas di depan ayunan yang sedang meluncur.' Murid menyebutkan secara lisan satu per satu kepada guru pesan sikap bermain aman dari ketiga butir tersebut (Acuan jawaban: Butir 1 = melihat arah jalan/berhati-hati agar tidak tersandung kerikil; Butir 2 = bergantian dan berpegangan erat saat main jungkat-jungkit; Butir 3 = jangan melintas di depan ayunan yang sedang bergerak/bermain di tempat yang aman) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan membimbing refleksi bersama tentang pentingnya mengingat pesan bermain aman saat bermain di lingkungan sekolah dan rumah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir dan umpan balik langsung atas ketepatan murid menyebutkan pesan teks aural tentang sikap bermain aman (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks aural dibacakan dengan kalimat lebih pendek berulang kali. Untuk murid mahir, teks aural diperkaya dengan situasi dua tokoh yang saling mengingatkan aturan keselamatan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap untuk menemukan pesan keselamatan, sedangkan murid mahir langsung menyebutkan pesan keselamatan secara mandiri.
  • Produk: Murid menyampaikan pesan teks aural secara lisan langsung atau dengan bantuan menunjuk gambar adegan keselamatan bermain yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid menyimak teks 2 kalimat: 'Didi berlari kencang sambil mendorong Beni di perosotan licin. Beni terjatuh dan menangis.' Murid menyebutkan pesan sikap aman. Acuan jawaban benar: tidak boleh mendorong teman saat bermain / harus berhati-hati saat main perosotan.

Proses:

  • Observasi ketercapaian saat pengerjaan 3 butir tugas lisan menyimak: Murid menyebutkan pesan sikap bermain aman dari 3 cuplikan teks aural yang dibacakan guru. Acuan jawaban lengkap: Butir 1 = harus melihat jalan/hati-hati agar tidak tersandung kerikil; Butir 2 = bermain bergantian dan berpegangan erat; Butir 3 = jangan melintas di depan ayunan yang sedang bergerak.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru membacakan satu kalimat cerita: 'Romi berpegangan erat pada rantai ayunan dan menunggu ayunan berhenti sebelum turun.' Murid menyebutkan pesan aman dari kalimat tersebut (Acuan jawaban: berpegangan erat dan menunggu ayunan berhenti sebelum turun agar tidak cedera).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menyebutkan pesan keselamatan dari teks aural yang dibacakan guru

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitarBelum mampu menyebutkan pesan teks aural tentang bermain aman meskipun telah diberikan bimbingan penuh (0 butir tepat dari 3 butir acuan).Menyebutkan pesan teks aural tentang bermain aman dengan tepat pada 1 butir dari 3 butir acuan dengan bantuan guru.Menyebutkan pesan teks aural tentang bermain aman dengan tepat pada 2 sampai 3 butir dari 3 butir acuan secara mandiri.Menyebutkan seluruh 3 butir pesan teks aural tentang bermain aman secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks aural yang dibacakan dapat disimak dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat permainan menebak pesan sikap bermain aman?

Murid:

  • Cerita bagian mana yang paling kamu ingat tentang bermain aman?
  • Sikap bermain aman apa yang ingin kamu lakukan saat bermain bersama teman nanti?

Pertemuan 4 — Membaca Terbimbing Kata-Kata Sederhana tentang Mainan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca terbimbing kata-kata sederhana tentang mainan di lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik membaca dengan memperlihatkan 3 kartu kata sederhana tentang mainan: 'bola', 'tali', 'batu' kepada beberapa perwakilan murid (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menyajikan bacaan bergambar sederhana berjudul 'Mainan di Taman' di papan tulis dengan kalimat-kalimat pendek: (1) Budi bawa bola. (2) Rani main tali. (3) Dodi susun batu. (4) Siti pegang boneka. (5) Toni tarik mobil. (7 menit).
  • Guru membimbing murid membaca kata-kata target mainan dari bacaan tersebut: 'bola', 'tali', 'batu', 'boneka', 'mobil' dengan memodelkan cara membaca per suku kata lalu utuh secara fasih tanpa mengeja terputus (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan gembira 'Tebak Kartu Mainan': setiap pasangan menerima 5 kartu kata target ('bola', 'tali', 'batu', 'boneka', 'mobil') lalu saling membacakan kata yang diangkat pasangannya secara bergantian dengan fasih (12 menit).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan membaca terbimbing bagi murid yang masih mengeja per huruf dan menyimak pelafalan setiap murid pada lembar observasi membaca fasih (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses membaca terbimbing yang baru dilakukan, mengenali kata mainan mana yang paling mudah dibaca langsung dan kata mana yang masih memerlukan bimbingan suku kata (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir dengan menunjuk 2 kartu kata secara bergiliran untuk dibaca bersama dan memberikan umpan balik penguatan kefasihan membaca (8 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengapresiasi keaktifan membaca murid dan mengucap salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata (bo-la, ta-li, ba-tu, bo-ne-ka, mo-bil), sedangkan murid yang sudah lancar membaca kata utuh tanpa tanda bantu.
  • Proses: Bimbingan intensif (scaffolding suku kata) diberikan guru secara langsung bagi murid yang belum lancar, sedangkan murid mahir berlatih membaca mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Semua murid menunjukkan kefasihan membaca 5 kata target, baik dengan kecepatan terbimbing suku kata maupun langsung kata utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca lisan 3 kata sederhana di awal pembelajaran: (1) 'bola', (2) 'tali', (3) 'batu'. Acuan ketercapaian: murid mampu membunyikan minimal 2 dari 3 kata secara utuh/suku kata tanpa salah fonem.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat kegiatan 'Tebak Kartu Mainan' berpasangan untuk membaca 5 kata target: (1) bola, (2) tali, (3) batu, (4) boneka, (5) mobil. Indikator: membaca kata dengan tepat, tanpa mengeja huruf per huruf, dan tanpa keraguan panjang.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca fasih 2 kata acak dari daftar target: 'boneka' dan 'mobil' di akhir pertemuan. Acuan jawaban benar: murid membaca tepat dan fasih kata 'boneka' dan 'mobil' tanpa mengubah bunyi fonem.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca terbimbing 5 kata sederhana bertema mainan menggunakan lembar amatan kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca kata-kata sederhana dengan fasih (target: bola, tali, batu, boneka, mobil)Membaca tepat 1 kata atau belum mampu membaca kata secara utuh tanpa dieja huruf demi huruf.Membaca tepat 2 sampai 3 kata dari 5 kata target dengan bantuan bimbingan pemenggalan suku kata.Membaca tepat dan fasih 4 sampai 5 kata dari target (bola, tali, batu, boneka, mobil) dengan sedikit jeda ragu.Membaca seluruh 5 kata target (bola, tali, batu, boneka, mobil) secara tepat, sangat fasih tanpa mengeja, dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi kartu kata dan membaca berpasangan efektif meningkatkan kefasihan membaca kata murid?
  • Murid mana saja yang masih memerlukan pemodelan pemenggalan suku kata intensif pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Kata mainan apa yang paling mudah kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu merasa senang saat membaca kartu kata bersama temanmu?

Pertemuan 5 — Membaca Nyaring Kata-Kata Sederhana Aktivitas Bermain Bersama Teman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca nyaring kata-kata sederhana tentang aktivitas bermain bersama teman secara lancar dan fasih (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu per satu 3 kartu kata awal: (1) 'lari', (2) 'main', (3) 'bola' dan meminta murid membaca nyaring kata tersebut untuk memetakan kesiapan membaca (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan bagan teks sederhana bertema aktivitas bermain di papan tulis yang memuat 5 kata target: (1) lompat, (2) kejar, (3) lari, (4) main, (5) bola (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca nyaring kelima kata target tersebut secara utuh dan langsung tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan membaca nyaring kelima kata target tersebut mengikuti aba-aba tunjuk guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan strip bacaan mini berisi daftar 5 kata target yang sama: (1) lompat, (2) kejar, (3) lari, (4) main, (5) bola kepada setiap murid (5 menit).
  • Dalam permainan bergembira 'Tepuk Kata Bergerak', guru menyebutkan nomor dan murid melompat satu kali sambil membaca nyaring kata target yang ditunjuk secara serentak (10 menit).
  • Secara bergiliran, murid membaca nyaring kelima kata target dari strip bacaan masing-masing di hadapan guru secara mandiri tanpa mengeja (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan kembali kelafalan 5 kata target di papan tulis untuk melihat kata mana yang sudah dibaca sangat lancar dan kata mana yang masih sering tersendat (5 menit).
  • Murid mengangkat jari jempol ke atas jika merasa sudah bisa membaca kelima kata tersebut langsung tanpa mengeja atau jempol ke samping jika masih perlu bantuan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap kelancaran membaca nyaring kata-kata sederhana yang telah dilatih (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan pesan untuk tetap rajin berlatih membaca kata di sekitar (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan pemisahan warna per suku kata (misal: lom-pat, ke-jar), sedangkan murid yang sudah lancar diberikan strip kata acak.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing langsung oleh guru membaca per kata, sedangkan murid yang sudah mahir membaca langsung secara mandiri.
  • Produk: Tingkat kemandirian membaca nyaring kata sederhana: membaca mandiri dengan fasih penuh atau membaca dengan scaffolding ketukan ritme.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca nyaring 3 kartu kata awal: (1) 'lari', (2) 'main', (3) 'bola'. Acuan ketepatan: murid mampu melafalkan kata tersebut dengan benar tanpa mengeja huruf satu per satu (acuan: lari, main, bola).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja membaca nyaring 5 kata target pada strip bacaan: (1) lompat, (2) kejar, (3) lari, (4) main, (5) bola. Acuan kelancaran: membaca tanpa mengeja, tanpa pengulangan kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman membaca cepat secara acak pada kartu kata di papan tulis: guru menunjuk salah satu dari 5 kata target (lompat, kejar, lari, main, bola) dan murid melafalkannya secara langsung (acuan jawaban: ketepatan lafal kata yang ditunjuk).

Formatif:

  • Unjuk kerja membaca nyaring 5 kata sederhana aktivitas bermain menggunakan rubrik kefasihan membaca.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan Membaca Nyaring Kata SederhanaMembaca nyaring kurang dari 2 dari 5 kata target (lompat, kejar, lari, main, bola) secara tepat, masih mengeja huruf satu demi satu dengan bantuan penuh guru.Membaca nyaring 2 sampai 3 dari 5 kata target (lompat, kejar, lari, main, bola) secara tepat dan fasih tanpa mengeja.Membaca nyaring 4 dari 5 kata target (lompat, kejar, lari, main, bola) secara tepat, lancar, dan fasih tanpa mengeja.Membaca nyaring seluruh (5 dari 5) kata target (lompat, kejar, lari, main, bola) secara tepat, lancar, dan fasih tanpa mengeja secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membaca nyaring kata-kata sederhana tanpa mengeja huruf?
  • Bagian kata mana dari 5 kata aktivitas bermain yang paling sering membuat murid terbata-bata?

Murid:

  • Kata aktivitas bermain mana yang paling mudah kamu baca tadi?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca kata-kata tadi langsung tanpa mengeja?

Pertemuan 6 — Membaca Mandiri Kata-Kata Sederhana dari Kartu Bacaan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih membaca mandiri kata-kata sederhana bertema mainan di lingkungan sekitar menggunakan kartu bacaan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 kartu kata contoh: 'bola' dan 'batu', lalu meminta murid membaca langsung untuk memetakan kesiapan membaca kata sederhana secara mandiri tanpa mengeja lambat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara mencermati kartu bacaan kata sederhana secara mandiri dengan teknik membaca langsung tanpa mengeja huruf satu per satu (5 menit).
  • Guru memperlihatkan 4 kartu kata lingkungan sekitar: (1) 'buku', (2) 'baju', (3) 'kuda', (4) 'tali', lalu murid bersama-sama membacanya dengan fasih dan tepat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan amplop berisi 5 kartu bacaan kata sederhana lingkungan sekitar kepada tiap murid: (1) 'bola', (2) 'batu', (3) 'kayu', (4) 'roda', (5) 'pasir' (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan membaca mandiri 'Jalur Kartu Kata', di mana setiap murid membuka kartu satu per satu dan membaca kata yang tertera secara mandiri, fasih, dan langsung tanpa bimbingan guru (10 menit).
  • Guru berkeliling mengamati setiap murid membaca kelima kata tersebut dan mencatat ketercapaian membaca mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyortir kartu yang telah berhasil dibaca mandiri dengan sangat lancar dan kartu yang masih memerlukan latihan pengulangan (5 menit).
  • Murid mengungkapkan rasa percaya diri saat membaca mandiri kartu kata tanpa dibantu (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya ketelitian membaca kata sederhana secara mandiri dan langsung tanpa mengeja patah-patah (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan membaca kartu dengan suku kata bervokal sama/konsonan sederhana (bola, batu, kayu), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu dengan variasi konsonan lebih luas (pasir, roda, taman).
  • Proses: Murid yang masih mengeja diberikan waktu jeda sejenak untuk membunyikan suku kata dalam hati sebelum melafalkannya mandiri; murid yang sudah lancar membaca langsung kartu yang diacak.
  • Produk: Semua murid membaca mandiri kartu kata yang disediakan; murid mahir membaca 5 kata sekaligus secara cepat dan tepat, murid berkembang membaca 3-4 kata dengan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik membaca cepat 2 kartu kata: (1) 'bola', (2) 'batu'. Acuan ketercapaian: murid mampu melafalkan kedua kata tersebut secara langsung dan tepat tanpa mengeja huruf satu per satu.

Proses:

  • Pengamatan membaca mandiri pada 5 kartu bacaan kata sederhana: (1) 'bola', (2) 'batu', (3) 'kayu', (4) 'roda', (5) 'pasir'. Kriteria: fasih (tanpa mengeja, tanpa mengulang, tanpa jeda ragu) dan ketepatan pelafalan bunyi kata sesuai teks kartu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid membaca ulang 3 kartu acak dari daftar kata target (pilihan antara: 'bola', 'kayu', 'roda', 'batu', 'pasir'). Acuan: pelafalan kata tepat sesuai tulisan pada kartu tanpa bantuan guru.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca mandiri 5 kartu kata sederhana tentang lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Mandiri Kata SederhanaMembaca mandiri tepat kurang dari 2 dari 5 kata target ('bola', 'batu', 'kayu', 'roda', 'pasir') dan masih membutuhkan tuntunan penuh dalam merangkai bunyi.Membaca mandiri tepat 2 sampai 3 dari 5 kata target ('bola', 'batu', 'kayu', 'roda', 'pasir') dengan mengeja perlahan atau jeda ragu.Membaca mandiri tepat 4 dari 5 kata target ('bola', 'batu', 'kayu', 'roda', 'pasir') dengan fasih tanpa mengeja.Membaca mandiri seluruh 5 kata target ('bola', 'batu', 'kayu', 'roda', 'pasir') dengan fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan mandiri sepenuhnya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membaca kata-kata sederhana pada kartu secara mandiri tanpa mengeja huruf per huruf?
  • Bagaimana variasi kartu bacaan yang disediakan mendukung kemandirian membaca murid yang masih dalam tahap awal membaca?

Murid:

  • Kata mana dari kartu bacaan tadi yang paling mudah kamu baca sendiri?
  • Apakah kamu merasa senang bisa membaca kartu kata tanpa bantuan guru atau teman?

Pertemuan 7 — Menunjukkan Gambar Tempat Bermain yang Aman pada Tayangan dan Bacaan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang tempat bermain di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati tayangan gambar dan bacaan bergambar untuk menunjukkan tempat bermain yang aman (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan memperlihatkan 2 kartu situasi bermain: Kartu A (anak bermain bola di lapangan rumput berpagar) dan Kartu B (anak bermain bola di jalan raya ramai kendaraan). Guru meminta murid menunjuk mana kartu yang menunjukkan tempat bermain aman. Acuan diagnostik: murid tepat menunjuk Kartu A (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid memirsa tayangan slide/buku bergambar berjudul 'Di Mana Kita Bermain Aman?' yang menampilkan 4 situasi tempat bermain: Gambar 1: Ayunan di taman beralas pasir bersih; Gambar 2: Tempat bermain dekat tumpukan batu tajam; Gambar 3: Seluncuran kokoh di halaman sekolah; Gambar 4: Anak memanjat pagar kawat rusak (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan isi tayangan dengan membandingkan ciri tempat bermain yang aman (bersih, ada pagar/pembatas, alat bermain kokoh) dan tempat berbahaya (dekat jalan/batu tajam/rusak) secara terpandu (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan visual 'Tunjuk Cepat Tempat Aman!' di mana murid secara berkelompok kecil bergantian mengamati tayangan layar dan menempelkan stiker bintang hijau pada gambar tempat bermain yang aman dari 4 opsi gambar yang ditampilkan di papan (10 menit).
  • Murid menerima lembar aktivitas memirsa bergambar yang memuat 4 gambar: Gambar A (Halaman rumput terbuka berpagar); Gambar B (Tepi sungai berarus deras tanpa pembatas); Gambar C (Taman bermain anak dengan lantai matras karet); Gambar D (Pinggir rel kereta api). Murid secara mandiri memberi tanda centang pada 2 gambar tempat bermain yang aman (Acuan: Gambar A dan Gambar C) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penunjukan pada lembar kerja dan menyadari pentingnya memilih tempat aman sebelum mulai bermain (7 menit).

Penutup:

  • Guru mengulas kembali kegiatan memirsa gambar tempat bermain yang aman yang telah dilakukan (5 menit).
  • Guru meminta murid mengecek pemahaman dengan mengangkat kartu hijau bila gambar yang diangkat guru aman dan kartu merah bila tidak aman (Acuan: Gambar lapangan komplek tanpa kendaraan = hijau; Gambar tepi selokan terbuka = merah) lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar dengan kontras warna jelas dan ukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan bahaya pada gambar, guru memberi bimbingan perancah dengan pertanyaan penuntun fokus gambar. Bagi murid yang cepat, diberikan tambahan 2 gambar tempat bermain untuk ditunjukkan tingkat keamanannya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan tempat bermain aman dengan cara melingkari, memberi tanda centang, atau menunjuk langsung gambar pada lembar aktivitas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik memirsa: Murid diminta menunjuk salah satu dari 2 kartu situasi: Kartu A (anak bermain di lapangan rumput berpagar) dan Kartu B (anak bermain di pinggir jalan raya ramai mobil). Acuan: tepat menunjuk Kartu A sebagai tempat bermain yang aman.

Proses:

  • Formatif proses: Ketepatan murid memberikan tanda centang pada 2 dari 4 gambar tempat bermain yang aman pada lembar kerja. Daftar 4 gambar: Gambar A (Halaman rumput terbuka berpagar), Gambar B (Tepi sungai berarus deras tanpa pembatas), Gambar C (Taman bermain anak dengan lantai matras karet), Gambar D (Pinggir rel kereta api). Acuan benar: Gambar A dan Gambar C.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid merespons cepat dengan kartu warna terhadap 2 gambar yang ditunjukkan guru di depan kelas: Butir 1 (Gambar anak main bola di lapangan komplek tertutup tanpa kendaraan, acuan: kartu hijau/aman); Butir 2 (Gambar anak mengejar bola di tepi selokan air terbuka yang licin, acuan: kartu merah/tidak aman).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk gambar tempat bermain aman pada permainan 'Tunjuk Cepat Tempat Aman!'
  • Pemeriksaan lembar kerja memirsa gambar tempat bermain yang aman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan gambar tempat bermain yang aman dari bacaan/tayangan yang dipirsaBelum mampu menunjukkan gambar tempat bermain yang aman dari 4 gambar yang dipirsa meski telah diberi bimbingan langsung.Mampu menunjukkan 1 dari 2 gambar tempat bermain yang aman (Gambar A atau Gambar C) dengan bantuan pertanyaan penuntun guru.Mampu menunjukkan dengan tepat kedua gambar tempat bermain yang aman (Gambar A dan Gambar C) dari 4 pilihan gambar yang dipirsa secara mandiri.Mampu menunjukkan dengan tepat kedua gambar tempat bermain yang aman (Gambar A dan Gambar C) secara konsisten dan cepat tanpa keraguan dari seluruh materi gambar yang dipirsa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah gambar dan tayangan yang disajikan cukup jelas memperlihatkan perbedaan kondisi tempat bermain aman dan tidak aman bagi murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan aktivitas menunjuk gambar tempat bermain yang aman?

Murid:

  • Gambar tempat bermain mana yang paling mudah kamu kenali sebagai tempat aman?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain menunjuk gambar tempat bermain hari ini?

Pertemuan 8 — Menunjukkan Isi Bacaan tentang Ciri-Ciri Tempat Bermain di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang tempat bermain di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan menanyakan ciri tempat bermain yang bersih dan lapang di sekitar lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kartu gambar tempat bermain berlumpur licin dan 1 kartu gambar taman berumput rapi, lalu meminta murid secara lisan menunjuk gambar yang memiliki ciri tempat bermain aman (acuan: murid menunjuk gambar taman berumput rapi) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memirsa teks bacaan bergambar sederhana berjudul 'Taman Bermain Kita' di papan tulis: 'Taman bermain ini luas dan terang. Rumput di taman hijau dan rapi. Alat ayunan kuat dan bersih. Kita bisa bermain dengan tenang.' (5 menit).
  • Guru membacakan teks kalimat demi kalimat secara perlahan sambil menunjuk tulisan dan ilustrasi pendukung pada bacaan (5 menit).
  • Guru membimbing murid menandai dan menemukan ciri-ciri tempat bermain yang tertulis pada teks: (1) luas dan terang, (2) rumput hijau dan rapi, (3) alat ayunan kuat dan bersih (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Memirsa 'Cari Ciri Tempat Bermain' yang memuat teks bacaan pendek: 'Lapangan bermain bersih dan rata. Ada pagar kayu yang kokoh. Tanah kering dan tidak licin.' serta 4 pilihan pernyataan bergambar: (1) Lapangan bersih dan rata, (2) Ada banyak pecahan kaca tajam, (3) Pagar kayu kokoh, (4) Tanah kering tidak licin (10 menit).
  • Murid bermain tantangan 'Detektif Ciri Tempat Bermain': murid secara mandiri mencentang atau melingkari pernyataan gambar yang sesuai dengan isi teks bacaan tersebut (acuan kunci jawaban benar: pernyataan nomor 1, 3, dan 4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa bersama hasil penunjukan ciri-ciri tempat bermain pada teks lembar kerja dengan mencocokkan kembali kalimat dalam bacaan (acuan: nomor 1 cocok dengan kalimat ke-1, nomor 3 cocok dengan kalimat ke-2, nomor 4 cocok dengan kalimat ke-3) (5 menit).
  • Murid memeriksa apakah penunjukan ciri tempat bermain yang mereka pilih sudah tepat sesuai bacaan tanpa ada pernyataan salah yang tercentang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap ketepatan murid dalam menunjukkan isi bacaan tentang ciri-ciri tempat bermain (5 menit).
  • Guru memandu murid menyimpulkan bahwa ciri tempat bermain dapat ditemukan langsung dari kata-kata dan gambar pada bacaan, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks dengan cetak tebal pada kata kunci ciri tempat bermain; murid yang cepat diberikan teks bacaan dengan 4 kalimat rincian ciri.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan membacakan ulang per baris kalimat saat mencocokkan; murid mandiri langsung membaca dan menandai lembar kerja.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan isi bacaan dengan cara melingkari gambar atau memberi tanda centang pada kotak ciri tempat bermain yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: Guru memperlihatkan 2 kartu gambar tempat bermain: Kartu A (lapangan becek dan licin) dan Kartu B (taman berumput rapi dan kering). Murid diminta menunjuk kartu yang menunjukkan ciri tempat bermain aman. Acuan jawaban benar: Kartu B.

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Kerja Memirsa 'Cari Ciri Tempat Bermain'. Guru memeriksa ketepatan murid dalam menunjukkan 3 ciri tempat bermain dari teks bacaan: (1) Lapangan bersih dan rata, (2) Pagar kayu kokoh, (3) Tanah kering tidak licin, serta tidak memilih pernyataan pengecoh: 'Ada banyak pecahan kaca tajam'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/tunjuk cepat: Guru membaca 1 kalimat bacaan baru: 'Halaman bermain teduh dan berpagar.' Murid diminta memilih kartu kata ciri yang sesuai: 'teduh dan berpagar' atau 'gelap dan rusak'. Acuan jawaban benar: 'teduh dan berpagar'.

Formatif:

  • Penilaian kinerja memirsa dan lembar kerja menunjukkan isi bacaan tentang ciri-ciri tempat bermain di lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan isi bacaan tentang ciri-ciri tempat bermainBelum mampu menunjukkan ciri tempat bermain dari isi bacaan yang dipirsa (0 dari 3 ciri ditemukan dengan benar).Mampu menunjukkan 1 dari 3 ciri tempat bermain dari isi bacaan yang dipirsa sesuai acuan teks dengan bimbingan penuh guru.Mampu menunjukkan 2 dari 3 ciri tempat bermain dari isi bacaan yang dipirsa sesuai acuan teks secara tepat.Mampu menunjukkan seluruhnya (3 dari 3) ciri tempat bermain dari isi bacaan yang dipirsa secara tepat dan mandiri (Acuan: (1) Lapangan bersih dan rata, (2) Pagar kayu kokoh, (3) Tanah kering tidak licin).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah teks bacaan dan ilustrasi ciri tempat bermain yang disediakan cukup jelas dipirsa oleh murid kelas 1?
  • Berapa banyak murid yang mampu secara mandiri mencocokkan kata pada bacaan dengan ciri tempat bermain yang ditunjukkan?

Murid:

  • Bagian mana dari bacaan tentang tempat bermain yang paling mudah kalian temukan cirinya?
  • Apakah kalian bisa menemukan tanda tempat bermain yang aman dari bacaan tadi?

Pertemuan 9 — Merespons Percakapan dengan Bertanya Kalimat Tanya Sederhana saat Bermain — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar merespons percakapan dengan bertanya menggunakan kalimat tanya sederhana secara santun saat bermain (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan: guru memantik dengan situasi, "Lani sedang bermain ayunan di halaman sekolah. Jika ingin bergantian, apa yang kamu tanyakan kepadanya?" dan memeriksa kesiapan murid mengajukan pertanyaan santun (kriteria penerimaan: memuat kalimat tanya relevan seperti 'Boleh aku bergantian?' atau 'Apakah kamu sudah selesai?') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan dua contoh percakapan singkat saat bermain di taman: Contoh A tidak santun ("Hei, minggir, aku mau main!") dan Contoh B santun ("Bolehkah aku ikut bermain petak umpet?") lalu mengajak murid membedakan kata tanya yang santun (7 menit).
  • Guru mengenalkan 3 kata tanya sederhana dan fungsinya dalam percakapan bermain: (1) 'Bolehkah' (meminta izin bergabung), (2) 'Apa' (menanyakan jenis permainan), dan (3) 'Kapan' (menanyakan giliran main) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif "Tanya Teman Bermain": guru membagikan 3 kartu situasi bergambar kepada murid yang berpasangan. Situasi 1: Teman sedang bermain balok di sudut kelas. Situasi 2: Teman sedang bermain lompat tali di halaman. Situasi 3: Teman sedang bermain bola di lapangan (12 menit).
  • Secara berpasangan, murid bergantian merespons setiap situasi dengan mengajukan 1 kalimat tanya santun dan pasangannya menjawab singkat. Acuan kalimat tanya santun yang diterima: Situasi 1: "Bolehkah aku ikut menyusun balok ini?" / "Kita mau membuat apa?"; Situasi 2: "Boleh aku ikut melompat?" / "Kapan giliranku bermain tali?"; Situasi 3: "Apakah aku boleh jadi kiper?" / "Siapa saja yang bermain bola?" Guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian murid (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya menceritakan kembali kalimat tanya apa yang paling mereka sukai saat mengajak teman bermain dan mengapa kalimat tersebut terasa ramah dan sopan (8 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan bahwa bertanya dengan santun membuat suasana bermain bersama teman di lingkungan sekitar menjadi aman, rukun, dan menyenangkan (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menggunakan kata tanya santun ('Bolehkah', 'Apa', 'Apakah') saat berbicara dengan teman di lingkungan bermain (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat lisan: menunjuk 2 murid secara acak untuk merespons situasi baru "Teman sedang menggambar di teras" dengan 1 kalimat tanya santun (acuan: "Bolehkah aku melihat gambarmu?" atau "Kamu sedang menggambar apa?") lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar dengan teks kalimat tanya berpola rumpang bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta kartu tanpa teks bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan memodelkan kata tanya awal ('Bolehkah...'), sedangkan murid yang sudah mahir diberi tantangan merespons 3 situasi bermain secara mandiri tanpa jeda ragu.
  • Produk: Respons lisan kalimat tanya sederhana: murid pemula dapat memilih salah satu dari 2 pilihan kalimat tanya yang disediakan, sedangkan murid mahir merumuskan kalimat tanya santun sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru memberikan situasi "Lani sedang bermain ayunan di halaman sekolah. Jika ingin bergantian, apa yang kamu tanyakan kepadanya?" (Kriteria penerimaan: murid merespons dengan kalimat tanya relevan dan santun, seperti 'Bolehkah aku bergantian?' atau 'Apakah kamu sudah selesai bermain ayunan?')

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan menanggapi 3 situasi bermain: (1) Bermain balok (acuan: "Bolehkah aku ikut bermain?" / "Sedang membuat apa?"); (2) Lompat tali (acuan: "Bolehkah aku ikut melompat?" / "Kapan giliranku?"); (3) Bermain bola (acuan: "Apakah aku boleh bergabung?" / "Kita main di mana?"). Guru menilai ketepatan bentuk kalimat tanya dan kesantunan respons.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Murid merespons situasi "Teman sedang menggambar di teras sekolah" dengan 1 kalimat tanya santun (acuan jawaban yang diterima: memuat kata tanya santun seperti "Bolehkah aku ikut menggambar?", "Kamu sedang menggambar apa?", atau "Apakah aku boleh duduk di sampingmu?").

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja percakapan berpasangan merespons situasi bermain dengan mengajukan kalimat tanya sederhana secara santun

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons percakapan dengan bertanya kalimat tanya sederhana secara santunBelum mampu merumuskan kalimat tanya untuk merespons situasi bermain meski telah diberi contoh dan bimbingan penuh oleh guru.Mampu merespons situasi bermain dengan kalimat tanya sederhana setelah dibimbing guru dan kalimat belum sepenuhnya santun (masih berupa perintah atau seruan).Mampu merespons minimal 2 dari 3 situasi bermain dengan mengajukan kalimat tanya sederhana secara santun dan tepat sesuai konteks bermain secara mandiri.Mampu merespons seluruh (3 dari 3) situasi bermain dengan mengajukan kalimat tanya sederhana yang santun, relevan, dan runtut secara mandiri dan percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk berlatih mengajukan kalimat tanya santun kepada pasangannya?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang paling efektif membangun keberanian murid berbicara santun?

Murid:

  • Kata tanya apa yang paling kamu sukai saat mengajak teman bermain?
  • Bagaimana perasaanmu ketika teman bertanya kepadamu dengan kata-kata yang ramah dan santun?

Pertemuan 10 — Merespons dan Bertanya dengan Santun dalam Percakapan Meminjam Mainan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memodelkan situasi: 'Ibu/Bapak sedang memegang bola mainan di halaman sekolah. Jika kamu ingin meminjamnya, bagaimana kalimat tanya yang santun?' lalu meminta 2-3 murid menjawab secara lisan untuk memetakan kesiapan bertanya santun (acuan respon tepat: memuat kata santun 'bolehkah'/'permisi' dan menanyakan izin pinjam, misal: 'Bolehkah saya pinjam bolanya?') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan dua contoh percakapan singkat tentang meminjam mainan di teras kelas: percakapan A (tanpa kata santun dan merebut: 'Sini mainannya!') dan percakapan B (bertanya dengan santun: 'Permisi, bolehkah aku meminjam mobil-mobilan ini sebentar?'), lalu murid mendengarkan dan mengidentifikasi perbedaan kalimat tanya santun di dalamnya (10 menit).
  • Guru mengenalkan 3 pola kalimat tanya santun saat meminjam mainan di lingkungan sekitar: (1) 'Bolehkah aku meminjam mainan ini?', (2) 'Kapan aku boleh ikut bermain?', dan (3) 'Apakah mainan ini boleh kupakai bersama?' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan permainan peran 'Pasar Mainan Ceria' menggunakan benda mainan di kelas (bola, balok, tali lompat): satu murid memegang mainan dan murid pasangannya merespons dengan mengajukan kalimat tanya meminjam mainan secara santun (bergantian peran) (15 menit).
  • Setiap pasangan mempraktikkan percakapan berdasarkan 2 kartu skenario situasi: Skenario 1 ('Temanmu sedang bermain balok susun di pojok kelas; tanyakan izin meminjam 2 balok') dan Skenario 2 ('Temanmu sedang bermain lompat tali di halaman; tanyakan izin ikut meminjam tali') (acuan respon santun: Skenario 1 menggunakan 'Bolehkah aku meminjam dua balok ini?'; Skenario 2 menggunakan 'Bolehkah aku meminjam talinya sebentar?') (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya menceritakan perasaan saat bertanya dan meminjam mainan dengan kalimat yang santun dibandingkan jika langsung mengambil mainan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara merespons dan meminjam mainan menggunakan kalimat tanya yang santun (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid tentang keberhasilan bertanya dengan kata santun serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar panduan simbol kata santun ('Bolehkah...') bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi dan memberikan stimulus contoh kalimat awal; bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan merespons variasi jawaban teman secara mandiri.
  • Produk: Praktik lisan kalimat tanya santun dapat dilakukan secara berpasangan dengan bimbingan atau mandiri penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru memegang bola mainan dan bertanya, 'Bagaimana caramu bertanya jika ingin meminjam bola ini kepada guru secara santun?' (Kriteria penerimaan/acuan jawaban: Murid merespons dengan kalimat tanya santun yang memuat kata pemohon seperti 'Bolehkah saya meminjam bola ini?' atau 'Permisi Bu/Pak, bolehkah saya pinjam?').

Proses:

  • Pengamatan performa berbicara saat simulasi bermain peran pada 2 kartu skenario: (1) Skenario 1 meminjam balok (acuan santun: 'Bolehkah aku meminjam dua balok ini?'), (2) Skenario 2 meminjam lompat tali (acuan santun: 'Bolehkah aku meminjam talinya sebentar?'). Penilaian memeriksa keterpenuhan bentuk kalimat tanya dan kata santun ('bolehkah'/'permisi').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memberikan satu situasi singkat, 'Jika temanmu sedang memegang boneka/robot di teras kelas, bagaimana kalimat tanyamu untuk meminjamnya?' (Kriteria penerimaan: Murid merespons secara lisan dengan kalimat tanya yang menggunakan kata santun 'bolehkah/permisi', misal: 'Bolehkah aku meminjam boneka/robotmu sebentar?').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan meminjam mainan dengan lembar ceklis respon tanya santun.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merespons dengan Kalimat Tanya Santun saat Meminjam MainanBelum mampu merespons dengan kalimat tanya; masih meminta dengan kata seru atau merebut tanpa kata santun walau telah dibimbing guru.Merespons dengan kalimat tanya untuk meminjam mainan namun belum menyertakan kata santun ('bolehkah'/'permisi') atau masih memerlukan contoh langsung dari guru pada kedua skenario.Mampu merespons dengan kalimat tanya sederhana yang santun memuat kata 'bolehkah'/'permisi' secara tepat pada kedua skenario latihan dengan sedikit arahan guru.Mampu merespons dengan kalimat tanya yang santun secara tepat, mandiri, dan konsisten pada kedua skenario latihan tanpa bantuan maupun arahan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri merespons dan mengajukan kalimat tanya santun saat bermain peran meminjam mainan?
  • Bagian langkah manakah dari simulasi pasar mainan yang paling efektif membantu murid memahami penggunaan kata santun?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain meminjam mainan bersama teman hari ini?
  • Kata santun apa yang akan kamu ucapkan jika ingin meminjam mainan teman di sekolah besok?

Pertemuan 11 — Menulis Permulaan Huruf dan Suku Kata tentang Bermain di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas tentang kata-kata bermain di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memeriksa sikap duduk serta kesiapan alat tulis murid (4 menit).
  • Guru memberikan apersepsi dan asesmen awal diagnostik motorik dengan meminta murid menebalkan 2 pola garis di udara menggunakan jari telunjuk: garis lurus tegak (|) dan garis lengkung (c) (acuan: gerakan jari dari atas ke bawah untuk garis lurus, dan memutar melengkung dari atas ke kiri bawah untuk lengkung) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis huruf dan suku kata terkait mainan di lingkungan sekitar di atas kertas (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan sikap memegang pensil dengan teknik 'tripod grip' (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) serta arah tarikan garis yang tepat untuk huruf 'b', 'l', 't', dan 'k' di papan tulis (5 menit).
  • Murid mengamati kartu huruf dan kartu suku kata tentang mainan: 'bo-', 'la' (membentuk kata 'bola') serta 'ta-', 'li' (membentuk kata 'tali'), lalu menirukan arah tarikan garis huruf-huruf tersebut di udara dengan bimbingan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Menulis Permulaan. Murid bermain 'Jejak Mainan Gembira': murid menebalkan dan menulis huruf 'b', 'l', 't', 'k' serta suku kata 'bo', 'la', 'ta', 'li' di atas kertas bergaris (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan 4 suku kata untuk melengkapi 2 kata mainan yang rumpang di atas kertas: (1) '... - la' (diisi 'bo' menjadi 'bola'); (2) 'bo - ...' (diisi 'la' menjadi 'bola'); (3) '... - li' (diisi 'ta' menjadi 'tali'); (4) 'ta - ...' (diisi 'li' menjadi 'tali') (acuan jawaban: 1. bo, 2. la, 3. ta, 4. li) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan huruf dan suku katanya di kertas, memeriksa kerapian garis dan bentuk huruf dengan bimbingan guru (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung pada lembar kerja murid mengenai ketepatan arah guratan garis huruf dan keterbacaan suku kata (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menulis huruf 'b', 'l', 't', 'k' dan suku kata 'bo', 'la', 'ta', 'li' dengan tarikan garis yang benar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas usaha murid dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan menulis kata-kata sederhana secara utuh di atas kertas garis (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan garis bantu titik-titik (tracing), sedangkan murid yang sudah mahir langsung menulis mandiri di atas garis tunggal.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan individual bagi murid yang masih memegang pensil dengan genggaman penuh, sementara murid yang sudah mahir dapat menulis mandiri.
  • Produk: Ketepatan bentuk huruf dan suku kata: murid yang belum lancar fokus pada penulisan 2 suku kata ('bo', 'la'), sedangkan murid mahir menulis lengkap 4 suku kata ('bo', 'la', 'ta', 'li').

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji diagnostik motorik halus: Murid diminta membuat tarikan garis lurus tegak (|) dan garis lengkung (c) di udara (acuan: gerakan jari dari atas ke bawah untuk garis lurus, dan melengkung dari atas ke kiri bawah untuk garis lengkung).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menulis huruf 'b', 'l', 't', 'k' di lembar kerja (acuan: posisi jari memegang pensil dengan benar dan arah tarikan garis tidak terbalik).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri melengkapi 4 suku kata pada kata mainan di kertas bergaris (acuan kunci: 1. bo, 2. la, 3. ta, 4. li).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menunjukkan lembar tulisan 4 suku kata ('bo', 'la', 'ta', 'li') untuk dinilai keterbacaan dan ketepatan bentuk hurufnya (acuan: seluruh 4 suku kata tertulis terbaca dan proporsional di atas kertas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja cara memegang pensil dan arah guratan menulis huruf di atas kertas
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja penulisan 4 suku kata: 'bo', 'la', 'ta', 'li'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penulisan Huruf dan Suku Kata di Atas KertasMenuliskan kurang dari 2 suku kata dengan tepat dari 4 target ('bo', 'la', 'ta', 'li') dan bentuk huruf masih terbalik atau belum terbaca.Menuliskan 2 dari 4 target suku kata ('bo', 'la', 'ta', 'li') dengan tepat dan terbaca, namun bentuk huruf masih kaku atau keluar garis.Menuliskan 3 dari 4 target suku kata ('bo', 'la', 'ta', 'li') dengan bentuk huruf yang tepat, proporsional, dan arah guratan benar.Menuliskan seluruh 4 target suku kata ('bo', 'la', 'ta', 'li') secara mandiri dengan bentuk huruf yang sangat rapi, tepat, dan proporsional di atas kertas bergaris.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat memegang pensil dengan posisi jari yang tepat?
  • Bagian huruf atau suku kata mana yang paling sering ditulis terbalik oleh murid?

Murid:

  • Huruf atau suku kata mana yang paling mudah kamu tulis hari ini?
  • Apakah tanganmu terasa nyaman saat memegang pensil tadi?

Pertemuan 12 — Menulis Permulaan Kata-Kata Sederhana tentang Bermain di Atas Kertas Garis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas tentang kata-kata bermain di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan melakukan senam jari tangan ringan untuk melemaskan otot jemari sebelum menulis (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik motorik dan kesiapan menulis permulaan dengan meminta murid memegang pensil secara benar (tripod grip) dan menuliskan bentuk 1 kata sederhana bertema bermain 'bola' di atas selembar kertas bergaris contoh (acuan kesiapan: posisi pegangan pensil stabil dan bentuk huruf 'b-o-l-a' tersusun berurutan di atas garis dasar) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan sikap duduk tegak (jarak mata dengan kertas sekitar 30 cm) dan cara memegang pensil dengan benar (ujung pensil diapit ibu jari dan jari telunjuk serta ditopang jari tengah) di depan kelas (5 menit).
  • Guru mendemonstrasikan penulisan 4 kata sederhana tentang bermain pada bagan garis tiga di papan tulis: (1) 'bola', (2) 'tali', (3) 'kelereng', dan (4) 'taman', dengan menekankan aturan penempatan huruf di atas garis (huruf bertangkai atas 'b', 'l', 'k', 't' menjulang ke atas; huruf bertangkai bawah 'g' turun ke bawah garis; huruf bundar/kecil 'o', 'a', 'i', 'e', 'm', 'n', 'r' penuh berada di dalam garis tengah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Menulis di Atas Kertas Garis Tiga yang memuat 4 baris latihan menulis kata bermain: (1) 'bola', (2) 'tali', (3) 'kelereng', dan (4) 'taman' (acuan penulisan tepat: seluruh huruf tertulis lengkap berurutan, tegak/stabil, dan menapak pada garis dasar) (15 menit).
  • Murid mengikuti tantangan ceria 'Jari Terampil': murid menyalin 4 kata tersebut secara mandiri di lembar kertas garis masing-masing dengan menjaga kerapian bentuk huruf dan jarak antarkata sambil diiringi musik instrumental berirama ceria (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati hasil tulisan kata-kata sendiri pada lembar kertas garis, memeriksa apakah huruf-huruf sudah duduk pas di atas garis serta tidak keluar batas secara berlebihan, lalu memberi tanda bintang tersenyum pada kata yang dirasa paling rapi (5 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa hasil tulisan permulaan 4 kata murid, memberikan umpan balik langsung mengenai kerapian goresan dan kepatuhan garis, serta mengonfirmasi ketercapaian menulis permulaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menulis permulaan kata dengan posisi pensil dan penempatan garis yang benar (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid dalam melatih tulisan tangan permulaan, mengumpulkan lembar kerja, mengingatkan untuk merapikan alat tulis, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kertas bergaris tiga dengan panduan garis bantu titik-titik samar untuk murid yang masih kesulitan membentuk huruf, dan lembar kertas bergaris biasa berjarak sedang untuk murid yang sudah lancar.
  • Proses: Memberikan bimbingan fisik/tuntunan tangan langsung dalam menggenggam pensil bagi murid yang memerlukan dukungan motorik halus, sedangkan murid yang mandiri menulis langsung 4 kata secara mandiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menulis tepat minimal 2 kata dari daftar 4 kata ('bola', 'tali') dengan benar di atas kertas garis, sedangkan murid yang cepat menuliskan lengkap seluruh 4 kata ('bola', 'tali', 'kelereng', 'taman') dan dapat menambahkan 1 kata bermain pilihan sendiri ('ayunan') secara mandiri dan rapi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan motorik menulis permulaan: Murid diminta memegang pensil dan menuliskan 1 kata sederhana bertema bermain yaitu 'bola' di atas kertas bergaris yang disediakan guru (acuan: posisi pegangan pensil tripod grip stabil dan huruf b-o-l-a tersusun berurutan di atas garis dasar).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menyalin 4 kata bermain pada kertas garis: memeriksa ketepatan memegang pensil serta kepatuhan huruf berada di atas garis pada 4 target kata: (1) 'bola', (2) 'tali', (3) 'kelereng', (4) 'taman' (acuan tepat: bentuk huruf terbaca jelas, huruf tangkai atas/bawah sesuai proporsi garis, dan urutan huruf lengkap).

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil lembar kerja menulis permulaan di atas kertas garis: Guru memeriksa ketepatan penulisan 4 kata target: (1) 'bola', (2) 'tali', (3) 'kelereng', (4) 'taman'. Kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 kata tertulis dengan huruf lengkap, tepat di atas garis dasar, dan bentuk huruf proporsional.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja sikap menulis permulaan (cara memegang pensil dan posisi duduk) saat menulis di kertas garis
  • Penilaian produk hasil tulisan permulaan 4 kata tentang bermain ('bola', 'tali', 'kelereng', 'taman') pada lembar kertas garis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Permulaan Kata di Atas Kertas GarisMenuliskan kata di atas kertas garis dengan huruf yang belum terbaca jelas, bentuk huruf acak atau terbalik, melayang jauh keluar dari garis dasar, dan membutuhkan bantuan fisik penuh untuk menuliskan 1 kata dari target (acuan kata: 'bola', 'tali', 'kelereng', 'taman').Mampu menuliskan 1-2 kata dari 4 kata target ('bola', 'tali', 'kelereng', 'taman') di atas kertas garis dengan huruf lengkap, namun posisi huruf masih sering melenceng keluar dari garis batas atau ukuran huruf belum stabil dengan arahan guru.Mampu menuliskan minimal 3 dari 4 kata target ('bola', 'tali', 'kelereng', 'taman') di atas kertas garis secara benar, posisi huruf menapak pada garis dasar secara tepat, bentuk huruf proporsional, dan dilakukan secara mandiri.Mampu menuliskan seluruh 4 kata target ('bola', 'tali', 'kelereng', 'taman') di atas kertas garis secara mandiri dengan sangat rapi, bentuk huruf tegak dan proporsional sempurna sesuai kaidah garis tiga (tangkai atas/bawah tepat), serta mampu menambahkan kata bertema bermain lainnya secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi peragaan posisi jari memegang pensil dan penempatan huruf di atas kertas garis mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
  • Berapa orang murid yang masih membutuhkan bimbingan fisik langsung dalam menggoreskan pensil di atas kertas bergaris?

Murid:

  • Bagian mana dari menulis kata bermain di atas kertas garis yang paling mudah bagiku?
  • Kata bermain mana yang tulisannya paling rapi di kertas garismu hari ini?

Pertemuan 13 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menyebutkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bermain bersama teman di lingkungan sekitar
  • TP 1.2.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar
  • TP 1.2.3 Menunjukkan isi bacaan yang dipirsa tentang tempat bermain di lingkungan sekitar
  • TP 1.2.4 Merespons dengan bertanya tentang sesuatu dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
  • TP 1.2.5 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas tentang kata-kata bermain di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik dan meja murid, serta menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif untuk menunjukkan kemampuan menyimak pesan cerita, membaca kata, memahami gambar tempat bermain, bertanya santun, dan menulis kata tentang bermain (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan dua bentuk penugasan yang akan dilaksanakan, yaitu pengerjaan lembar kerja mandiri serentak berdurasi 37 menit serta stasiun unjuk kerja membaca dan bertanya santun secara bergantian dalam kelompok berdurasi 25 menit (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja sumatif tertulis terpandu kepada semua murid, lalu membacakan petunjuk pengerjaan Bagian 1 (memilih gambar pesan cerita aural yang dibacakan), Bagian 2 (mencentang gambar isi bacaan tempat bermain aman), dan Bagian 3 (menyalin 2 kata bermain di garis) secara perlahan dan jelas tanpa memberi jawaban (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan penugasan lembar kerja mandiri serentak: (1) Murid menyimak cerita pendek yang dibacakan guru: 'Deni dan Budi bermain bola di halaman. Bola terlempar ke semak-semak. Budi membantu Deni mencari bola bersama sampai ketemu. Mereka tersenyum gembira.' lalu memilih gambar pesan cerita di lembar kerja antara Pilihan A (anak berebut bola) dan Pilihan B (dua anak kompak mencari bola bersama) [Acuan kunci: Pilihan B]; (2) Murid mencermati teks kalimat bergambar: 'Taman bermain yang aman beralas rumput dan jauh dari jalan raya lalu lintas.' lalu mencentang 1 dari 2 gambar yang sesuai [Pilihan A: anak bermain di tepi jalan raya ramai kendaraan; Pilihan B: anak bermain di taman berpagar beralas rumput. Acuan kunci: Pilihan B]; (3) Murid menyalin 2 kata sederhana pada garis berpetak: 'bola' dan 'taman' dengan bentuk huruf proporsional dan terbaca rapi (31 menit).
  • Pelaksanaan unjuk kerja membaca nyaring dan percakapan bertanya santun dalam 7 kelompok berisi 4 murid: secara bergantian, tiap murid membaca 1 kartu kata tempat bermain yang disiapkan di meja kelompok dari daftar 4 kartu: (a) 'ayunan', (b) 'lapangan', (c) 'jungkat-jungkit', (d) 'taman bersih' [Kriteria: membaca fasih langsung tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu]; kemudian murid tersebut mengajukan 1 pertanyaan santun terkait bermain kepada teman di sebelahnya menggunakan kata tanya 'apa' atau 'bolehkah' (contoh acuan pertanyaan santun: 'Bolehkah aku ikut main ayunan?' atau 'Kamu suka main apa di lapangan?') sementara guru berkeliling mencatat penilaian pada lembar observasi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan semua lembar kerja dan kartu bacaan, kemudian memandu murid mengamati rasa puas dan kemandirian setelah menyelesaikan tugas sumatif tanpa menyontek (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan kejujuran selama asesmen sumatif bab 2 berlangsung (2 menit).
  • Guru merangkum pencapaian belajar Bab 2 'Ayo, Bermain!' dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks aural cerita dibacakan guru sebanyak 2 kali dengan artikulasi lambat bagi murid yang membutuhkan pengulangan dengar tanpa mengubah isi kalimat cerita.
  • Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/jarak pandang diberikan kartu bacaan berukuran huruf cetak lebih besar (font size 36) saat unjuk kerja membaca nyaring.
  • Produk: Standar bukti dan kriteria penilaian tetap sama untuk semua murid sesuai ACUAN SUMATIF ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis pensil dan lembar penilaian sebelum pelaksanaan asesmen sumatif (memastikan semua murid duduk di kelompok masing-masing dan memiliki alat tulis lengkap).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kepatuhan murid terhadap instruksi pengerjaan lembar kerja terpandu dan ketertiban giliran membaca di kelompok stasiun unjuk kerja.

Sumatif Bab:

  • Portofolio lembar kerja terpandu dan unjuk kerja stasiun percakapan membaca nyaring: Lembar kerja berisi tanda centang pemahaman aural dan bacaan, salinan tulisan kata bermakna tentang bermain, serta catatan observasi kelancaran membaca nyaring dan kesantunan bertanya secara berpasangan dalam kelompok
  • penugasan lembar kerja bergambar serentak: Lembar kerja murid yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas: memilih gambar pesan cerita yang dibacakan guru (TP 1), mencentang gambar yang sesuai dengan isi bacaan tempat bermain aman (TP 3), dan menyalin 2 kata sederhana tentang bermain dengan bentuk huruf rapi dan terbaca (TP 5) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pilihan gambar dan rubrik ketepatan bentuk huruf menulis permulaan)
  • unjuk kerja percakapan dan membaca nyaring dalam kelompok kecil: Penilaian performa serentak berbasis kelompok berpasangan (7 kelompok berisi 4 murid): tiap anak membaca kartu kata tempat bermain secara bergantian di kelompoknya dan mengajukan 1 pertanyaan santun terkait kegiatan bermain kepada teman sekelompok yang diamati guru secara berkeliling (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi pelafalan kata dan kesantunan bertanya dalam kelompok)

Sumatif:

  • Portofolio lembar kerja terpandu dan unjuk kerja stasiun percakapan membaca nyaring: Lembar kerja berisi tanda centang pemahaman aural dan bacaan, salinan tulisan kata bermakna tentang bermain, serta catatan observasi kelancaran membaca nyaring dan kesantunan bertanya secara berpasangan dalam kelompok
  • penugasan lembar kerja bergambar serentak: Lembar kerja murid yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas: memilih gambar pesan cerita yang dibacakan guru (TP 1), mencentang gambar yang sesuai dengan isi bacaan tempat bermain aman (TP 3), dan menyalin 2 kata sederhana tentang bermain dengan bentuk huruf rapi dan terbaca (TP 5) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban pilihan gambar dan rubrik ketepatan bentuk huruf menulis permulaan)
  • unjuk kerja percakapan dan membaca nyaring dalam kelompok kecil: Penilaian performa serentak berbasis kelompok berpasangan (7 kelompok berisi 4 murid): tiap anak membaca kartu kata tempat bermain secara bergantian di kelompoknya dan mengajukan 1 pertanyaan santun terkait kegiatan bermain kepada teman sekelompok yang diamati guru secara berkeliling (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi pelafalan kata dan kesantunan bertanya dalam kelompok)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pesan teks sastra aural (TP 1.2.1)Belum mampu memilih gambar pesan cerita yang tepat (memilih Pilihan A: berebut bola).Memilih gambar pesan cerita yang tepat (Pilihan B: saling bantu mencari bola) dengan bimbingan dan penegasan berulang dari guru.Tepat memilih gambar pesan cerita yang tepat (Pilihan B: saling bantu mencari bola) secara mandiri.Tepat memilih gambar pesan cerita yang tepat (Pilihan B) secara cepat, mandiri, dan yakin.
Membaca kata-kata sederhana dengan fasih (TP 1.2.2)Belum mampu membaca kartu kata tempat bermain ('ayunan'/'lapangan'/'jungkat-jungkit'/'taman bersih') atau masih mengeja huruf satu per satu.Membaca kartu kata tempat bermain dengan mengeja suku kata terlebih dahulu sebelum melafalkannya utuh.Membaca kartu kata tempat bermain secara langsung dan fasih tanpa mengeja.Membaca kartu kata tempat bermain dengan sangat fasih, lancar tanpa jeda ragu, dan mandiri.
Menunjukkan isi bacaan tentang tempat bermain (TP 1.2.3)Belum mampu mencentang gambar yang sesuai isi bacaan (memilih Pilihan A: bermain di tepi jalan raya ramai lalu lintas).Mencentang gambar tempat bermain aman yang sesuai isi bacaan (Pilihan B: taman bermain beralas rumput) dengan bantuan arahan ulang guru.Tepat mencentang gambar tempat bermain aman yang sesuai isi bacaan (Pilihan B: taman bermain beralas rumput) secara mandiri.Tepat dan cepat mencentang gambar tempat bermain aman yang sesuai isi bacaan (Pilihan B) tanpa keraguan.
Merespons dengan bertanya santun dalam percakapan (TP 1.2.4)Belum mampu mengajukan kalimat tanya kepada teman dalam kelompok.Mengajukan kalimat tanya kepada teman tetapi kata tanya belum tepat atau belum disertai kata santun tanpa bimbingan.Mengajukan 1 kalimat tanya tentang bermain kepada teman menggunakan kata tanya yang tepat dan santun (misal: 'Bolehkah aku ikut main ayunan?' atau 'Kamu suka main apa?').Mengajukan kalimat tanya tentang bermain kepada teman dengan kalimat santun yang sangat runtut dan wajar dalam percakapan.
Menulis permulaan kata-kata bermain di atas kertas (TP 1.2.5)Belum mampu menyalin kata 'bola' dan 'taman' secara terbaca di atas kertas bergaris.Menyalin 2 kata 'bola' dan 'taman' namun proporsi huruf dan penempatan di garis belum rapi (ada huruf tertinggal atau keluar garis jauh).Menyalin 2 kata 'bola' dan 'taman' dengan bentuk huruf yang benar, proporsional, dan terbaca rapi di atas garis.Menyalin 2 kata 'bola' dan 'taman' dengan bentuk huruf sempurna, sangat rapi, dan tepat di atas garis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana ketercapaian seluruh murid terhadap lima indikator kompetensi pada Bab 2 ini?
  • Bagian mana dari asesmen sumatif yang membutuhkan pendampingan lebih intensif untuk pembelajaran bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah kalian kerjakan hari ini?
  • Apakah kalian senang bisa membaca kata dan bertanya dengan sopan kepada teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2023)
  2. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Bab 2 'Ayo, Bermain!' Halaman 28-33
  3. Gambar ilustrasi Gajah dan Kelinci bermain jungkat-jungkit
  4. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  5. Naskah teks sastra fabel aural buatan guru bertema berbagi mainan
  6. Boneka maskot untuk permainan estafet menyimak
  7. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  8. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  9. Kartu gambar situasi bermain aman dan bahaya di taman bermain
  10. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1
  11. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 Bab 2
  12. Kartu kata bertema mainan: bola, tali, batu, boneka, mobil
  13. Papan tulis dan teks bacaan 'Mainan di Taman'
  14. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD (Pusat Perbukuan, 2023)
  15. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD Bab 2 Halaman 28-39
  16. Kartu kata dan strip bacaan berisi kata aktivitas bermain: lompat, kejar, lari, main, bola
  17. Papan tulis dan spidol
  18. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD Kelas I.
  19. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD Kelas I.
  20. Set kartu bacaan kata sederhana bertema lingkungan bermain: bola, batu, kayu, roda, pasir, buku, baju, kuda, tali.
  21. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Revisi 2023 (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
  22. Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Revisi 2023 (Halaman 42-43 tentang Mengamati Tempat Bermain yang Aman).
  23. Kartu gambar situasi tempat bermain (lapangan berpagar, taman bermain matras karet, tepi sungai, pinggir jalan raya, tepi rel kereta api).
  24. Proyektor/media tayangan visual gambar lingkungan tempat bermain sekitar.
  25. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Edisi Revisi 2023), Bab 2 'Ayo, Bermain!'
  26. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 (Edisi Revisi 2023)
  27. Kartu gambar dan teks bacaan bergambar 'Taman Bermain Kita'
  28. Lembar Kerja Memirsa 'Cari Ciri Tempat Bermain'
  29. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi 2023, Bab 2: Ayo, Bermain!
  30. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas I SD/MI Edisi Revisi 2023
  31. 3 Set Kartu Situasi Bergambar aktivitas bermain di lingkungan sekitar (bermain balok, lompat tali, bermain bola)
  32. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  33. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  34. Alat permainan di lingkungan kelas/sekolah (bola kecil, balok susun, tali lompat), kartu skenario percakapan bermain.
  35. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I
  36. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Bab 2
  37. Kartu huruf (b, l, t, k) dan kartu suku kata (bo, la, ta, li)
  38. Lembar Kerja Menulis Permulaan (kertas bergaris)
  39. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023
  40. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023, Bab 2: Ayo, Bermain!
  41. Lembar kerja latihan menulis kertas garis tiga (format garis berjarak khusus Fase A)
  42. Papan tulis bergaris dan spidol untuk pemodelan guru, pensil 2B, dan penghapus
  43. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Bab 2 'Ayo, Bermain!'
  44. Lembar Kerja Sumatif Siswa (bergambar dan bergaris)
  45. Set kartu kata tempat bermain: 'ayunan', 'lapangan', 'jungkat-jungkit', 'taman bersih'
  46. Lembar observasi guru unjuk kerja membaca dan percakapan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.